Opening – Namirin -Yasashisa No Ryu

Taikutsu na madobe ni

( Layar memperlihatkan genangan air yang bergelombang hingga mencerminkan Naruto yang duduk di kelas sambil memeluk bonekanya dari samping )

fukikomu kaze ni

( Layar kembali bergelombang hingga memperlihatkan Naruto dari depan mulai menundukkan kepalanya sambil membaca buku di mejanya )

Kao wo shikameta no wa terekusasa no uragaeshi

( Salah satu tulisan di meja Narutopun seketika melayang membuat Naruto yang melihat itu terdiam polos sambil melihat Tulisan tersebut keluar jendela )

Fix First

( Layarpun menjauh memperlihatkan Sekolah Kuoh di sertai Tulisan Judul Autisme? Or Genius? )

Aimai ni unazuku

( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hinata yang berjalan di bawah hujan dengan payung di tangannya dengan ekspresi murung )

tenohira no kyou

( Layar kembali di ganti dengan Kuroka dari samping yang berteduh di bawah kuil )

Egaiteru jibun wa

( Layar kembali di ganti dengan Hanabi yang berteduh di bawah Supermarket sambil memandang langit )

sukoshi oogesa de

( Layar kembali di Ganti dengan Sona dan Akeno yang menunggu di sekolah sambil memandang langit yang hujan )

Nani ka kawarisou na

( Layar kembali di ganti Dengan Naruto yang berkumpul bersama yang lain sambil saling berbincang )

ki ga shiteiru yo

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengalihkan wajahnya dengan polos )

Kokoro ni yobikakeru

( Mata Naruto yang menangkap Dua burung biru tengah terbang di luar )

kimi no sei da ne

( layar kembali di ganti dengan mata Naruto yang melebar lalu semua seketika menggelap menyisakan Naruto seorang diri )

Fix Second

( layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto beserta keluarganya )

Kumorizora nozoita yokan

( Layar kembali di ganti dengan Hinata yang mengangkat wajahnya dengan ekspresi terkejut, Lalu Kuroka, Hanabi, Sona dan Akeno )

Te wo nobasou itsu yori mo chikara zuyoi yuuki de

( Dari belakang Narutopun muncul beberapa tangan bercahaya yang memeluk Naruto hingga Naruto tersentak dan bersamaan dengan itu Tempat yang gelap berubah menjadi terang dengan latar lautan yang luas )

Hikari mo kage mo mada tookute sore demo bokura wa

( Layar kembali di ganti dengan kamera mengelilingi Naruto yang terkena hembusan angin di lautan luas tersebut, lalu layar kembali berganti dengan Lengan Naruto yang memeluk erat boneka Kyuu di pelukannya.

Yasashisa no riyuu ga shiritai

( Layar kembali di ganti dengan Dua lengan yang tiba-tiba muncul dan menarik Naruto membuat Naruto tersentak karena saat ini Naruto di tarik oleh Kuroka dan Hinata )

Ima wa dare no namae demo nai kagayaki no kanata e

( layar kembali di ganti dengan Naruto, beserta Akeno, Hinata, Sona, Kuroka dan Hanabi yang saling bercanda dan bergurau di berbagai tempat )

Zenbu kako ni naru mae ni mitsuke ni ikou

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang menghentikan langkahnya karena melihat Bunga Violet laku tersentak ketika Hinata memanggilnya dan berlari ke tempat Hinata yang cukup jauh dengan lari pelan )

Fix End

( Kamerapun bergerak ke atas merekam langit biru yang di sinari matahari cerah.

Disclaimer :

Naruto Masashi Kisimoto

High School DxD Ichiei Ishibumi

Summary : Namikaze Naruto, sosok pemuda yang ceria harus mengalami penyakit 'Autisme' karena sebuah kejadian yang terduga namun memiliki Kegeniusan di iatas rata-rata, beberapa orang datang mendekat memberinya pencerahan dan memberinya uluran tangan, namun... Apakah itu bisa bertahan lama?

Autisme? Or Genius?

Pair :

Naruto x ...

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Comedy, Little Humor, Slice of Life, Echhi, DLL

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Autis!Naruto.

" Naruto " berbicara

' Naruto ' batin

[" Naruto "] Sacred Gear berbicara

[' Naruto '] Sacred Gear berbicara batin

.

Chapter 12 : turun tangannya si Jenius.

.

"Kenapa kami harus membantu, dia?" tanya Hinata merasa risih untuk membantu Rias. "Ini adalah permintaan Merlin, Rias tidak salah apa-apa, dia hanyalah boneka yang di paksa ikut dalam panggung yang berisikan kegelapan, kakaknya sangat tidak suka jika Rias berdekatan dengan Naruto maka dari itu dia membunuh keluarga Namikaze dan memberitahu Rias bahwa Naruto adalah penjahat secara terus menerus layaknya mencuci otak," ujar Danzou.

"Keputusan utama akan di berikan oleh Naruto, Jika Naruto-sama ingin membantu, kalian wajib ikut membantu."

"Pertunangan ini juga di lakukan secara paksa, karena Clan Phenex termasuk kuat, Sirzech ingin menambah kekuatan Pasukan Iblisnya."

"Mendengarnya entah kenapa tanganku sangat gatal," ucap Musashi sambil meremas-remas jarinya, "Dia berniat membuat kekuatan Iblisnya bertambah? Lucu sekali, padahal pasukan Iblisnya sudah hilang semua."

"Memang benar, tapi tidak semua iblis telah terbunuh, dan Rias juga belum mengetahui akan penyerangan Underworld," ucap Danzou, "Dan juga, Underworld di bagi 3 Bagian, yaitu Kota yang di pegang oleh keluarga Gremory dan Sitri, lalu Kota ke dua di pegang oleh Clan Phenex dan Kota ke tiga di pegang oleh Clan Beelzebub."

"Sebenarnya dulu di Underworld terdapat Empat Kota, namun satu kota telah di hancurkan dan itu adalah Kota yang di pimpin Almarhum Minato-sama," timpal Nobunaga.

Danzou seketika memberi tanda untuk diam isambil menutup sebelah telinganya, "Penyerangan Underworld telah selesai, Karna, Atalanta, Isthar, Ereshkigal, dan Sieg akan kembali ke sini, bersama Leviathan-sama."

"Leviathan? Maksudmu Serafall-san?" tanya Gabriel memastikan dan di jawab anggukan oleh Danzou. "Besok kita akan pindah rumah, kita akan ke salah satu rumah peninggalan Minato-sama, di sana sudah ada Elizabeth, Martha dan Medusa yang membersihkan rumah tersebut," ujar Danzou.

"Ah kediaman itu ya? Aku jadi rindu."

"Besok tunangan Rias yaitu Raider Phenex akan berkunjung ke Kuoh untuk menemui tunangannya, bersama Grayfia tentunya," ujar Danzou membuat semua di sana sedikit terkejut. "Tu-Tunggu? Grayfia? Bukannya dia istri Lucifer? Bukannya…," gantung Hinata bingung harus mengatakan apa.

"Kalian akan tahu besok, kalau begitu aku pamit, aku harus melakukan tugasku untuk membantu Suzuka-san masuk ke Kuoh sebagai guru."

"Ya, mohon bantuannya, Danzou-chan," ucap Suzuka dan setelah itu Danzou pun menghilang dalam kegelapan. "Kalau begitu kami akan kembali ke tempat kami dulu, sampai bertemu besok," ucap Nobunaga mewakili yang lainnya lalu menghilang bersama meninggalkan Suzuka dan Anastasia saja yang masih bersama Naruto.

"Jadi bagaimana?" tanya Kuroka meminta kepastian kepada yang lainnya. "Aku tidak bisa memilih, tapi… apapun pilihan Naruto-kun, aku akan ikuti," ujar Gabriel sambil mengelus rambut Naruto yang tengah tak sadarkan diri.

"Aku tidak tahu… aku masih belum bisa mempercayai bahwa kita harus membantu orang yang sering ingin melukai Naruto-kun," ujar Hinata sedikit menundukkan kepalanya.

"Terlebih lagi ada Sekiryuutei di sana yang selalu iri jika Naruto-nii berdekatan dengan Gremory," timpal Hanabi membuat Kunou menghembuskan nafasnya.

"Masalah itu biar aku urus, jika dia macam-macam akan aku buat dia merasakan sakit yang pernah aku buat padanya," ujar Kunou membuat semua meliriknya, "Kenapa kalian melirikku seperti itu?".

"Memangnya kau pernah melawan salah satu Naga Surgawi itu?"

"Tidak, sebenarnya yang melawannya adalah Guru Minato-jii-sama, Jiraiya-sama…."

"Tunggu, Maksudmu si Legenda Sannin itu?" tanya Anastasia memastikan dan di jawab anggukan oleh Kunou.

"Aku memiliki sebagian kekuatan Minato-sama, Jiraiya-sama dan Kaa-sama, hingga akhirnya aku memiliki Sacred Gear bernama, Kumira."

"Armor yang sempat kalian lihat pertama kali bertemu denganku itu adalah Sacred Gearku, jika naga surgawi itu macam-macam pada Naruto… mungkin saja, Naruto akan secara tak sadar kembali membangkitkan Sacred Gear Minato-sama dan Kushina-sama lalu menghajar si Seikiryuutei itu," ujar Kunou membuat mereka melirik satu sama lain.

"Sekarang yang akan kita bahas adalah penyelamatan Rias Gremory terlebih dahulu, kita tahu Naruto memang belum terlalu mengenal dunia Supranatural dan cara berkelahi, dan dari yang aku tahu, Raiser Phenex adalah orang yang angkuh dan keras kepala, jika dia melihat Naruto mungkin saja dia akan menghajarnya tapi kita akan melindunginya, namun jika kita di ajak bertanding pastikan kita tidak sampai menggunakan Rating Game jika bisa kita akan gunakan satu lawan satu."

Semua yang mendengar itu tersentak, "Jangan bilang kau berniat membuat Naruto-kun bertarung melawan Raiser?" tanya Suzuka tidak percaya,

"Jika terpaksa maka jawabanku adalah iya, tapi jika tidak…," gantung Kunou sambil melirik Naruto, "Kita biarkan dia yang memilih bertarung dengan cara apa."

.

Grigory

.

Sementara itu di Grigory, Azazel saat ini tengah duduk dengan luka yang cukup fatal di mana dia tertusuk sebuah pedang di bahu kirinya dengan seorang pemuda berambut kuning berdiri di depannya.

"Aku hanya memberimu pertanyaan mudah dan kau memaksaku melakukan ini, Azazel… sebaiknya kau jawab demi nyawamu," ucap sang pemuda sambil mendorong perlahan pedang di bahu Azazel.

"Demi apa pun, aku hanya mengikuti perkataan Sirzech," jawab Azazel sambil sedikit memuntahkan darah, "Dia berkata bahwa Minato berniat melakukan kudeta untuk menguasai dunia dengan Artefak kalian, melihat kekuatan besar kalian dan tingkah Minato yang berbeda membuat kami mengikuti Sirzech."

"Ternyata begitu, Kemunculan kami di buat sebagai dalih agar terlihat bahwa Minato-san ingin menguasai dunia dengan kekuatan kami," gumam pemuda tersebut, "Benar-benar iblis brengsek, hanya karena Minato-san mendapat wilayah yang besar dia membuat dalih seperti itu."

"Aku dengar juga dia berniat meminta bantuan dari Mitologi Yunani bukan? Dia pasti berkata bahwa Naruto lah yang melakukan hal tersebut, tentu saja karena Heaven adalah salah satu tempat khusus yang hampir mirip alam mereka dan berpikir bahwa Valkyrie di manfaatkan, mereka pasti akan membantu."

Setelah mengatakan itu, Pemuda tersebut mencabut pedang di lengan Azazel, baru saja ingin bernafas lega, ia harus tersentak ketika pemuda di depannya mencekiknya.

"Ada lagi, siapa di antara kalian yang berniat memburu Naruto?"

"T-Tentu saja itu bukan aku! Aku tidak berniat melakukan itu kembali!"

"Kalau begitu pasti salah satu bawahanmu," gumam Pemuda tersebut sedikit berpikir lalu melirik Azazel kembali, "Aku punya rencana dan kau yang akan melakukannya."

.

Underworld

.

Sementara itu di Underworld, saat ini Karna dan yang lain bersama Serafall tengah pergi menuju suatu tempat dengan bantuan busur Isthar bernama Manna.

Serafall yang di apit para Servant sedikit gugup karena ia seperti di jaga ketat, namun kegugupannya terganti rasa ngeri bagaimana dia mengingat para Servant yang ada di sekelilingnya ini menyerang Sirzech dengan kekuatan besar.

"Serafall-sama!" Serafall yang di panggil menoleh dan dia melihat Karna yang meliriknya, "Kita akan sampai ke kota Underworld yang di pimpin oleh Clan Phenex."

Serafall yang mendengar itu terkejut, kenapa mereka ke sana?

"Kita akan membantu menyelamatkan Rias Gremory dari pertunangan yang di paksakan oleh kakaknya, jika kau bertanya kenapa kita menyelamatkannya, itu karena dia adalah korban karena perbuatan Sirzech."

Serafall yang mendengar itu terdiam lalu memasang wajah dengan serius, "Ya… aku tahu itu."

"Untuk sementara Anda akan tinggal dengan seseorang, dia adalah Grayfia. Dia ada di pihak kita," ucap Isthar membuat Serafall terkejut, "Kushina-sama adalah teman dekat Grayfia, ketika mendengar temannya di bunuh oleh Sirzech membuat Kehidupan Grayfia terasa kosong, hingga beberapa Minggu lalu Merlin menemuinya dan memberitahukannya sebuah rencana dan dia ikut."

Serafall yang mendengar itu tentu terkejut, Grayfia rela menghianati suaminya demi membalaskan kematian Kushina.

"Aku dengar Merlin meminta Naruto-kun dan yang lainnya untuk melakukan tugas tersebut… Apa tidak apa?" gumam Sieg sambil bertanya. "Aku juga mendengar hal itu, tapi kita berdoa saja dia tidak apa-apa," jawab Karna yang sedikit khawatir.

"Naruto-kun ya… sebentar lagi aku bisa bertemu dengannya lagi," gumam Ereshkigal sambil menyentuh dadanya. "Ara~ kau masih menyimpan perasaan terhadapnya?" goda Isthar membuat Ereshkigal tersentak dengan rona di pipinya.

"U-Urusai!"

Semua Servant yang melihat itu hanya tersenyum, memang sejak dulu Ereshkigal adalah Servant yang selalu menutup hatinya, bahkan ia sedikit bicara bersama Minato, namun semenjak ada Naruto sifat Ereshkigal sedikit berubah.

Dialah yang membuat Ereshkigal bisa berbincang dengan yang lainnya, tidak lagi menyendiri. Saat ia sendiri, Naruto lah yang mendatanginya dan menghiburnya bersama yang lain.

"Baiklah, kita akan sampai… bersiaplah," ucap Karna membuat semua bersiap ketika melihat Sebuah Kota Underworld berukuran sedang di depan mereka.

.

Back to Naruto side

.

"Pertunangan...paksa?" tanya Naruto ketika mendengar cerita dari Hinata bahwa Rias akan menjalani pertunangan paksa, "Se-Seperti apa itu?"

"Pertunangan paksa adalah sebuah ikatan suci di mana mereka suatu saat akan menikah namun mereka tidak mencintai satu sama lain, artinya Rias akan menikah bersama orang yang tidak dia cintai," jawab Kuroka menjelaskan.

Naruto tampak diam mencerna perkataan Kuroka hingga beberapa menit dia meremas pelan boneka Kyuu-nya, "Apa… Ri-chan tidak bisa menolaknya?"

"Tidak bisa, Naruto-kun," jawab Hinata sambil mengelus rambut Naruto, "Tapi kita bisa menyelamatkannya… apa kau mau menyelamatkan Rias?"

Naruto yang mendengar itu menatap Hinata antusias, "Namun apa kau yakin? Dia pernah menyakitimu bersama temannya? Jika dia tidak ingin di selamatkan olehmu bagaimana?"

Pertanyaan Hinata membuat Naruto berpikir keras, dia memang mengingat Rias pernah mencekiknya, namun dalam hatinya berkata itu bukanlah salah Rias.

"Aku… Aku ingin menyelamatkannya, so-soalnya…," gantung Naruto sambil menatap Hinata serius, "Ri-chan adalah temanku!"

Semua yang melihat keseriusan Naruto hanya bisa diam sambil saling melirik satu sama lain, Hinata yang mendengar jawaban Naruto menghembuskan nafasnya, "Baiklah… kita akan menyelamatkannya besok."

Naruto yang mendengar itu tersenyum senang dan langsung memeluk Hinata membuat ia terkejut dengan pelukan tiba-tiba Naruto.

"Arigato! Hinata-chan!*

Hinata yang mendengar itu terdiam sesaat lalu tersenyum dan memeluk Naruto, "Ya, Sama-sama."

.

Kuoh Gakuen

Senin, 21 Mei 2018

10.00 AM

.

Keesokan harinya, Rias beserta para Peeragenya telah menunggu di ruang Club mereka karena mereka akan kedatangan tamu, sementara Naruto beserta yang lainnya tengah berjalan santai menuju ruang Club Rias di temani oleh Sona dan Suzuka

"Tidak aku sangka bahwa anda akan menjadi guru di sekolah ini," gumam Sona sambil melirik Suzuka yang tersenyum tipis. "Maa~ banyak yang harus kami lakukan, balas dendam ini ada tahapnya jadi kita jalani satu persatu," jawab Suzuka.

Krieet~

QBegitu pintu ruangan Club Rias terbuka, bersamaan muncul lingkaran sihir putih yang mengeluarkan Raiser Phenex. Sebelum Naruto melihat kemunculan mereka, Kunou mengambil alih tubuh Naruto sesaat agar Naruto tidak melihatnya.

Raiser Phenex yang akan menyambut Rias terhenti ketika melihat kedatangan Naruto dan yang lainnya, begitu juga Rias dan anggotanya.

Rias yang melihat kedatangan Naruto bergetar, rasa sakit di hatinya kembali muncul ketika mengingat bahwa pemuda di depan yang tak lain adalah orang yang dia anggap meninggal karena berkhianat kembali berdiri di depannya.

Kepingan memori saat bersamanya kembali muncul dan sebuah pertanyaan terlintas di kepalanya, bagaimana bisa orang yang selalu baik padanya berkhianat, apa lagi sejak umur 8 tahun.

"Wow wow, siapa mereka? Kenapa mereka di sini?" tanya Raiser memandang curiga Naruto dan yang lain. "Mereka adalah tamu yang aku undang kemari, mereka ingin mengatakan sesuatu kepada Anda," jawab Grayfia sambil melangkah ke kerumunan Naruto.

Kunou pun mengembalikan kesadaran Naruto membuat ia mengerjapkan matanya beberapa kali lalu menatap sekitarnya. "Kau! Apa yang kau lakukan di sini bocah Autis?!" tanya Issei sambil berteriak.

Kiba, Koneko dan Akeno yang mendengar itu tentu tidak senang dengan sikap Issei, Hinata yang mendengar teriakan Issei maju selangkah "Kami... Tidak, dia… Uzumaki Naruto datang untuk membatalkan pertunangan Anda, Raiser Phenex," ucap Hinata sambil menunjuk Naruto.

Semua yang mendengar itu terkejut, Raiser yang tidak bisa menahan tawanya tertawa lepas dan menunjuk Naruto, "Dia? Ingin membatalkan pertunangan ku dengan Rias?"

Naruto yang mendengar perkataan Raiser mengerjapkan matanya, "Ano… apa anda ini?"

"Ya manusia, aku adalah tunangan Rias, Apa yang bisa…."

"Tolong batalkan pertunanganmu dengan Ri-chan!" potong Naruto membuat Raiser semakin tertawa, "Ri-chan tidak menyukaimu! Pertunangan ini di lakukan secara paksa! Menjauhkan dari Ri-chan!"

"Hahaha apa yang kau bicarakan manusia? Kau pikir aku akan membatalkan pertunangan ku dengan Rias-hime? Jangan bercanda, aku ingin menjadikannya koleksi wanitaku."

"Hahh~ seperti dugaan ku… kau masih saja melakukan hal bejat seperti itu, Raiser," gumam Sona membuat Naruto mengerjapkan matanya. "Koleksi Wanita?" beo Naruto.

"Hahaha! Kau tidak mengerti? Baiklah biarkan aku membuatmu mengerti," ucap Raiser memunculkan para Peeragenya membuat Issei terkejut karena semuanya wanita.

Raiser pun mendekati seorang wanita dan meremas dadanya, "kau lihat? Hal seperti inilah yang akan aku lakukan kepada Rias."

"Entah kenapa aku ingin sekali menebas kepalanya itu," gumam Suzuka dengan wajah menahan emosi. "Hentikan! Dasar pak tua mesum!" teriak Naruto membuat alis Raiser berkedut.

"Kata-katamu pedas juga," gumam Raiser menembakkan bola api besar ke arah Naruto, Kunou yang melihat itu mengambil alih tubuh Naruto.

"Kalian menjauhlah dari belakangku," ucap Naruto membuat Hinata dan yang lain menjaga jarak, setelah menjaga jarak Naruto mengangkat tangan kanannya ke arah bola api Raiser.

Blam!

Bola api tersebut pun lenyap dan setelah itu api yang tersisa menyatu dengan tubuh Naruto menjadi sebuah armor dan setelah itu Naruto mengayunkan tangan kanannya ke belakang hingga mengeluarkan energi petir orange yang bergerak liar dan menciptakan pedang api di sertai Percikan petir orange.

Swush!

Naruto pun mengayunkan tangan kanannya membuat pedang api tersebut melesat ke arah Raiser.

"Ho… kau bisa melakukan itu?" gumam Raiser menganggap remeh serangan Raiser dengan mengarahkan tangannya ke arah pedang api tersebut.

Jrash!

Namun Raiser harus melebarkan matanya ketika serangan tersebut berhasil memotong tangannya, tentu semua terkejut kecuali Hinata dan yang lainnya ketika melihat kejadian tersebut.

"Kami tidak datang untuk bertarung, jadi tetaplah tenang," ucap Naruto dengan suara yang berbeda membuat Raiser menatap diam Naruto.

"Sacred Gear kah?" gumam Raiser menumbuhkan tangannya kembali. "Dia memiliki keterbatasan mental jadi aku harap anda tidak melakukan sesuatu yang berlebihan Raiser-sama, jika kau ingin melakukan pertarungan lakukanlah pertarungan yang cocok untuk keterbatasannya," ucap Grayfia membuat Raiser memandang Naruto dalam diam.

"Tapi jika kau memang niat bertarung, kami sudah siap," ucap Naruto dengan suara berbeda, Raiser yang mendengar itu menyeringai kecil.

"Omoshiroi, kalau begitu aku akan bertanding adil dengan keterbatasannya, aku ingin melihatnya," jawab Raiser, Kunou yang mendengar itu mengembalikan kesadaran Naruto membuat ia mengerjapkan matanya kembali.

"Hoi, bocah! Jika kau ingin membatalkan pertunangan ini, kau harus mengalahkanku, tetapi pertarungan apa yang ingin kau lakukan agar bisa membatalkan pertunangan ku dengan Rias?"

Naruto yang mendengar itu mengerjapkan matanya berkali-kali sambil menyentuh dagunya, "Catur… aku ingin bertanding catur."

Raiser yang mendengar itu menjentikkan jarinya hingga memunculkan sebuah meja dengan kursi serta papan catur di tengah meja, Hinata dan yang lainnya hanya diam menonton namun dalam hati mereka menyeringai karena Naruto mengajak Raiser bertanding dengan permainan yang paling di kuasai.

Raiser pun menduduki Kursinya sementara Naruto masih diam di posisinya dengan mata membuat, "Apa yang kau tunggu Bocah?"

"A-Ah! G-Gomen!" dengan cepat Naruto menduduki Kursinya, semua pun mengelilingi pertarungan Naruto dan Raiser untuk melihat pertandingan mereka.

"Silahkan kau duluan," ujar Raiser memberi Naruto para bidak catur putih kepada Naruto.

Naruto pun mengangguk pelan dan langsung melangkahkan prajurit di depan raja dua kotak, Raiser pun mengikuti gerakan langkah Naruto.

Setelah itu Naruto mengeluarkan bidak kuda kiri dari barisan menuju kedepan prajurit di depan peluncur atau Bishop. Di balas Raiser dengan melangkahkan prajurit di depan Queen selangkah.

"Huh! Bocah sepertinya mengajaknya bertanding dengan permainan ini, anak autis itu pasti kalah telak," dengus Issei namun semuanya hanya terdiam hingga beberapa menit berlalu, Raiser harus tersentak ketika gerakan bidak Naruto berhasil mengunci Satu benteng dengan peluncur di tambah penjaga kuda karena peluncurnya bisa di makan oleh Queen Raiser, Queen Raiser di kunci dengan bidak benteng yang di jaga peluncur yang lagi satu dan Peluncur yang di kunci oleh prajurit Yang di jaga oleh kuda yang menjaga pelunjur yang mengunci benteng Raiser.

'A-Apa-apaan ini, dia berhasil mengunci tiga bidak hanya dengan bidak-bidak ini, terlebih bagaimana aku tidak menyadarinya,' batin Raiser sambil menatap Naruto yang diam sambil menatap lekat papan catur di depannya.

'Cih, jika begini aku terpaksa harus menyelamatkan Queenku,' batin Raiser membawa mundur Queennya menuju belakang benteng yang di kunci peluncur, Naruto yang melihat itu memakan peluncur menggunakan prajurit membuat prajuritnya berada dua langkah di depan Raja Raiser.

Raiser yang berniat memakan prajurit tersebut dengan prajurit lain terhenti ketika menyadari bentengnya dalam bahaya, namun keterkejutan semakin bertambah ketika menyadari di samping Raja Naruto terdapat bidak benteng membelakangi bidak Queen dan jika dia memakan prajurit Naruto dia akan memakan prajuritnya dan dia tidak memiliki bidak untuk melawan balik apa lagi Bidak rajanya tidak memiliki jalan keluar dengan kata lain, satu langkah salah maka Check mate.

Naruto tertawa kecil membuat Raiser menggeram kesal, baginya tawa itu seperti mengejeknya, mau tidak mau Raiser melakukan pertaruhan dengan mengorbankan bentengnya.

Beberapa menit berlalu, Raiser harus kembali terkejut ketika Naruto berhasil mengunci gerakkannya dengan Bidak Queen yang di jaga oleh benteng dan Kuda yang mengunci Bidak Queen, Raja dan Bishop.

Raiser yang melihat itu menggeram dan menatap tajam Naruto yang tertawa kecil, "Check Mate," ucap Naruto sambil tersenyum.

Mata Raiser melirik ke papan catur dan benar saja, Rajanya tidak bisa pergi karena di bagian sudut terdapat Bishop lain yang mengunci gerakannya serta prajurit yang masih pada posisinya.

Melihat dirinya kalah dari anak seperti Naruto membuatnya mengepalkan tangannya dengan kuat, Naruto pun tertawa senang sambil mengangkat kedua tangannya.

"Yey! Aku menang!"

Semua kecuali Hinata, Akeno, Kiba, Koneko dan yang lain tentu terkejut karena Naruto berhasil mengalahkan Raiser, Rias yang melihat Naruto memenangkan pertandingan memandang Naruto tidak percaya sambil menangis diam.

Merasa tidak terima, Raiser pun langsung melayangkan sebuah tinju ke arah Naruto, namun dengan cepat Kunou mengambil alih tubuh Naruto dan menangkap tinju Raiser.

"Aku tidak peduli! Tidak akan aku lepaskan Rias-hime hanya karena kau menang dariku!"

"Jadi begitu… sepertinya kita tidak punya pilihan lain selain mengambil paksa darimu," ucap Naruto yang di ambil alih oleh Kunou.

Blaar!

Dari langit ruang Club Rias terjadi ledakan yang memperlihatkan kedatangan Nobunaga, Jeanne, Scathach, Brynhildr, Musashi, Karna, Ereshkigal, Isthar, Gabriel, Atalanta serta Valkyrie.

"Kalian… kenapa datang kemari?" tanya Naruto memandang mereka satu persatu.

"Kami datang karena pasti, jika kita bertarung maka kita akan melakukan Rating Game, bukan begitu?" tanya Isthar, "apa lagi dia memiliki bidak yang lengkap, maka dari itu kita akan menjadi bidaknya Naruto-sama."

.

.

Other Place

.

Di tempat lain, terlihat saat ini Seorang Pria tua melesat dengan cepat di Underworld di ikuti gelombang air di bawah dan belakangnya dengan wajah setengah kesal.

"Kakak sialan, kenapa dia menyuruhku untuk melakukan ini sendirian lebih dahulu," gumamnya dan saat ia menggerutu ia harus terkejut ketika sebuah tombak melesat ke arahnya membuatnya menciptakan dinding air untuk menahan tombak tersebut

Namun dinding airnya tertembus sebuah gelombang cahaya yang membuatnya terpental dan bahunya terkena tombak yang pertama kali dia lihat.

Menggeram pelan pria tersebut mencoba mencabut tombak di bahunya namun ia harus kembali terkejut ketika sebuah gelombang petir melesat ke arahnya membuatnya menyilangkan tangannya dan serangan berikutnya yang harus dia terima adalah sebuah pukulan yang sangat menyakitkan dari sebuah tangan berukuran besar.

"Dengan begini kita berhasil menyandra satu."

.

.

.

TBC

Note : Yo kembali lagi nih.

Maaf terlalu lama karena saya melakukan pekerjaan di dunia Industri jadi saya hanya bisa mencicilnya. Ok kali ini Naruto turun tangan membantu menyelamatkan pertunangan Rias.

Lalu rencana apa yang akan di lakukan oleh pemuda yang menyerang Azazel dan siapa yang telah di sandra. Mungkin kalian sudah tahu siapa yang di sandra.

Berikutnya adalah Rating Game dengan para Servant yang ikut turun tangan, bagaimana kelanjutannya? Sampai ketemu Chapter depan.

Jaa~ na~

4kagiSetsu Out