Opening – Namirin -Yasashisa No Ryu
Taikutsu na madobe ni
( Layar memperlihatkan genangan air yang bergelombang hingga mencerminkan Naruto yang duduk di kelas sambil memeluk bonekanya dari samping )
fukikomu kaze ni
( Layar kembali bergelombang hingga memperlihatkan Naruto dari depan mulai menundukkan kepalanya sambil membaca buku di mejanya )
Kao wo shikameta no wa terekusasa no uragaeshi
( Salah satu tulisan di meja Narutopun seketika melayang membuat Naruto yang melihat itu terdiam polos sambil melihat Tulisan tersebut keluar jendela )
Fix First
( Layarpun menjauh memperlihatkan Sekolah Kuoh di sertai Tulisan Judul Autisme? Or Genius? )
Aimai ni unazuku
( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hinata yang berjalan di bawah hujan dengan payung di tangannya dengan ekspresi murung )
tenohira no kyou
( Layar kembali di ganti dengan Kuroka dari samping yang berteduh di bawah kuil )
Egaiteru jibun wa
( Layar kembali di ganti dengan Hanabi yang berteduh di bawah Supermarket sambil memandang langit )
sukoshi oogesa de
( Layar kembali di Ganti dengan Sona dan Akeno yang menunggu di sekolah sambil memandang langit yang hujan )
Nani ka kawarisou na
( Layar kembali di ganti Dengan Naruto yang berkumpul bersama yang lain sambil saling berbincang )
ki ga shiteiru yo
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengalihkan wajahnya dengan polos )
Kokoro ni yobikakeru
( Mata Naruto yang menangkap Dua burung biru tengah terbang di luar )
kimi no sei da ne
( layar kembali di ganti dengan mata Naruto yang melebar lalu semua seketika menggelap menyisakan Naruto seorang diri )
Fix Second
( layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto beserta keluarganya )
Kumorizora nozoita yokan
( Layar kembali di ganti dengan Hinata yang mengangkat wajahnya dengan ekspresi terkejut, Lalu Kuroka, Hanabi, Sona dan Akeno )
Te wo nobasou itsu yori mo chikara zuyoi yuuki de
( Dari belakang Narutopun muncul beberapa tangan bercahaya yang memeluk Naruto hingga Naruto tersentak dan bersamaan dengan itu Tempat yang gelap berubah menjadi terang dengan latar lautan yang luas )
Hikari mo kage mo mada tookute sore demo bokura wa
( Layar kembali di ganti dengan kamera mengelilingi Naruto yang terkena hembusan angin di lautan luas tersebut, lalu layar kembali berganti dengan Lengan Naruto yang memeluk erat boneka Kyuu di pelukannya.
Yasashisa no riyuu ga shiritai
( Layar kembali di ganti dengan Dua lengan yang tiba-tiba muncul dan menarik Naruto membuat Naruto tersentak karena saat ini Naruto di tarik oleh Kuroka dan Hinata )
Ima wa dare no namae demo nai kagayaki no kanata e
( layar kembali di ganti dengan Naruto, beserta Akeno, Hinata, Sona, Kuroka dan Hanabi yang saling bercanda dan bergurau di berbagai tempat )
Zenbu kako ni naru mae ni mitsuke ni ikou
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang menghentikan langkahnya karena melihat Bunga Violet laku tersentak ketika Hinata memanggilnya dan berlari ke tempat Hinata yang cukup jauh dengan lari pelan )
Fix End
( Kamerapun bergerak ke atas merekam langit biru yang di sinari matahari cerah.
Disclaimer :
Naruto Masashi Kisimoto
High School DxD Ichiei Ishibumi
Summary : Namikaze Naruto, sosok pemuda yang ceria harus mengalami penyakit 'Autisme' karena sebuah kejadian yang terduga namun memiliki Kegeniusan di iatas rata-rata, beberapa orang datang mendekat memberinya pencerahan dan memberinya uluran tangan, namun... Apakah itu bisa bertahan lama?
Autisme? Or Genius?
Pair :
Naruto x ...
Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Comedy, Little Humor, Slice of Life, Echhi, DLL
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Autis!Naruto.
" Naruto " berbicara
' Naruto ' batin
[" Naruto "] Sacred Gear berbicara
[' Naruto '] Sacred Gear berbicara batin
.
Chapter 13 : Choice
.
Ruang penelitian ilmu gaib.
.
"Rating Game huh?" dengus Raiser ketika mendengar itu, sementara para Servant yang melindungi Naruto hanya diam dengan wajah tenang mereka.
Rias yang mendengar akan di lakukan ya rating game tersentak begitu juga para bidaknya. Selain itu Rias merasa kenal dengan orang-orang yang berdiri di depan Naruto, "Kalian…," gumam Rias
Deg!
Rias seketika merasakan sakit pada kepalanya ketika kepingan memori dengan orang-orang di depannya terlintas, "Kalian… Servant," gumam Rias dengan mata sedikit melebar.
Ia ingat, Mereka adalah orang-orang yang dekat dengan Naruto, jadi memang benar… Naruto yang ada di depannya adalah Naruto yang ia kenal.
Issei yang mendengar itu menatap tajam Naruto yang tampak berdiri tenang, baginya Naruto adalah pembuat masalah.
"Hey bocah autis! Kau lihat karena perbuatanmu kita harus…."
Buagh! BLAAR!
"Siapa yang kau sebut kita, sialan?" tanya Nobunaga setelah memukul wajah Issei dengan sangat keras hingga membuatnya menabrak dinding ruang Club hingga hancur.
Rias yang melihat Issei terkena pukul Nobunaga sedikit terkejut karena kuatnya pukulan Nobunaga dari biasanya, mengalihkan pandangannya pada Issei yang tak sadarkan diri, Rias berteriak ke arah Naruto.
"Sudah hentikan! Kau tidak perlu melakukan sampai sejauh itu, Naruto-kun! Aku tidak ingin kehilanganmu lagi!"
Para Servant yang mendengar itu tersentak, itu artinya Rias sudah mengetahui bahwa Naruto adalah teman masa kecilnya, "Maafkan aku… tolong maafkan aku karena menyakitimu… tolong maafkan aku… Nii-san memberitahuku bahwa kau di bunuh para petinggi karena akan melakukan kejahatan, tapi aku tahu kau tidak seperti itu!"
"Saat melihatmu dan memiliki nama berbeda, dengan tingkah yang berbeda aku pikir dirimu adalah palsu, tapi ternyata… kau masih hidup… aku senang… aku senang kau hidup, tapi… tapi…."
"Hentikan, Rias." Rias yang ingin melampiaskan penyesalannya terhenti ketika Nobunaga menyuruhnya untuk berhenti.
"Kau bisa melanjutkan penyesalanmu setelah kami menyelamatkanmu, sekarang duduklah dengan tenang dan menonton saja, kami tidak akan membiarkan Naruto-sama terluka sedikitpun, jadi tenanglah," ujar Nobunaga lalu kembali ke posisi awalnya.
Rias yang mendengar itu hanya memejamkan matanya dan mengangguk pelan. Grayfia yang merasa semua sudah siap menjentikkan jarinya membuatnya, Naruto serta para Servant, dan Raiser beserta para budaknya berpindah tempat, namun sebelum berpindah Naruto yang di kendalikan oleh Kunou sedikit tersenyum.
Mungkin ini alasan kenapa Merlin menyuruh mereka untuk menyelamatkan Rias.
.
.
Rating Game Arena.
.
Tak berselang lama, di sebuah tempat seperti halaman dengan beberapa pohon serta danau berukuran luas muncul lah Naruto beserta yang lainnya kecuali Suzuka yang masih di ruang Club dan juga Raiser serta para peerage nya.
Hinata yang melihat arena yang akan di jadikan rating game menggumam pelan, "Jadi tempat Ratingnya seperti ini?"
"Baiklah, apa kalian semua bisa mendengar suaraku?"
Semua yang mendengar suara Grayfia hanya mengangguk pelan, "Kalian sudah tahu mengenai aturan Rating Game bukan? Jadi aku tidak perlu menjelaskannya secara rinci, dan aku ingin memperingatkan kepada kalian, jangan sampai ada yang mati."
Raiser dan para peeragenya menaikan sebelah alis mereka kebingungan, memangnya rating game yang mereka akan jalani sangat berbahaya.
Sementara di para Servant, salah satu di antara mereka tampak kesal karena sepertinya mereka harus menahan diri, "Jadi kita harus menahan diri ya, menyebalkan sekali," gumam perempuan berambut kuning sambil menepuk-nepuk pundaknya dengan tombak cahaya.
"Tenanglah Thurd, kita memang tidak akan membunuh mereka, kita akan mengajak mereka untuk membunuh si brengsek itu," ucap Brynhildr lalu melirik ke arah Naruto yang di kendalikan oleh Kunou.
"Apa yang akan kita lakukan berikutnya, Kunou?" tanya Brynhildr, "kau tidak bisa selamanya menguasai tubuh Naruto bukan?"
"Ya kau benar… aku tidak bisa selamanya di tubuh Naruto-sama," jawab Kunou lalu mengambil nafas dalam-dalam, "Aku rasa ini sudah saatnya Naruto-sama mengetahui dunia Supranatural serta siapa dirinya yang sebenarnya."
Semua yang mendengar itu menoleh ke arah Naruto yang di kendalikan oleh Kunou, "Apa aku tidak salah dengar?" tanya Isthar memastikan.
"Kau tidak salah dengar, Isthar-san," jawab Kunou, "setelah menyelamatkan Rias kita akan pergi dari sini, perbuatan kalian pada tempat Gremory pasti memancing Bellzebub dan Asmodeus, saat mereka mengetahui itu mereka akan memaksa Fraksi mitologi Yunani untuk meminta bantuan lainnya dan melakukan rapat untuk mencari kita."
"Dan selama mereka mencari kita, aku berpikir untuk melatih Naruto mempelajari Kyouka dan Jukkan agar bisa menghabisinya," lanjut Kunou.
"Jadi kau bermasuk melakukan pancingan dalam satu tempat huh?" tanya Atalanta membuat Naruto yang di kendalikan tersenyum. "Benar sekali, ketika mereka berkumpul kita akan muncul dan memberikan mereka sebuah bukti atas kejahatan Sirzech," jawab Kunou.
"Bagaimana menurut kalian?"
Semua yang mendengar itu terdiam, rencana Kunou termasuk masuk akal, mereka juga memiliki tempat untuk sembunyi para Servant yang mendengar itu tersenyum lalu mulai bersiap.
"aku suka rencana itu, mari kita jalankan."
.
.
Other Place
.
Sementara itu di sebuah tempat, tepatnya di sebuah jembatan dengan penerangan minim terdapat seorang dengan pakaian tertutup seperti menunggu sesuatu. Tak berselang lama, datang seseorang dengan wajah mengerikan mendekati orang tersebut.
"Ada apa Azazel? Jarang sekali kau meminta bantuanku?" tanya orang dengan berwajah seram kepada sosok yang rupanya adalah Azazel.
"Kokabiel, apakah kau berniat membunuh Uzumaki Naruto?" tanya Azazel dan Kokabiel hanya tersenyum mendengar itu. "Yap, itu memang benar, karena itulah aku datang kemari," jawab Kokabiel.
"Tapi bagaimana bisa dirimu tahu bahwa Uzumaki Naruto masih hidup? Lalu beritahu aku alasan kenapa kau ingin membunuhnya?" tanya Azazel membuat Kokabiel terdiam lalu bersandar di sisi jembatan.
"Aku mendapat sebuah kabar dari Sirzech bahwa Uzumaki Naruto masih hidup dan ia memintaku untuk membunuhnya," jawab Kokabiel membuat Azazel tidak percaya bahwa Sirzech lah yang memberitahu Kokabiel bahwa Naruto masih hidup.
"Tapi kau tahu sendiri kan bahwa Uzumaki Naruto di lindungi oleh banyak Servant, kau tidak mungkin bisa membunuhnya seorang diri?"
"Itu memang benar, maka dari itu Sirzech meminta tolong terhadap mitologi Yunani serta Fraksi Ouroboros Dragon agar mempersiapkan diri untuk membunuh Uzumaki Naruto," jawab Kokabiel membuat Azazel semakin terkejut, bahkan Sirzech sampai meminta tolong pada Fraksi Ouroboros Dragon.
"Ourobors Dragon juga tahu bahwa dengan kekuatannya serta anak buah bahkan Dewa mitologi Yunani tak cukup untuk membunuh Uzumaki Naruto yang di lindungi oleh banyak Servant, maka dari itu Ouroboros berniat mengundang 'dia'," lanjut Kokabiel sambil menyeringai.
"Dan ketika kita berkumpul bersama, kita pasti bisa membunuh Uzumaki Naruto yang berniat menguasai Dunia dengan para Servant tersebut, dan saat aku bisa menguasai para Servant, akan aku buat semua yang membantu bertekuk lutut dan kita para Da-Tenshi akan menguasai seluruh tempat di jepang ini!"
"Tidak hari ini, Kokabiel."
Jrash
Kokabiel yang mendengar suara terkejut dan berniat melarikan diri, namun sayang Kokabiel telah tertusuk rantai pada dadanya hingga tembus dan di susul di tubuh lainnya kecuali kepalanya membuat Azazel memuntahkan banyak darah.
"Sepertinya si brengsek itu semakin banyak membuat masalah," gumam pemuda berambut emas secara tiba-tiba datang di belakang Kokabiel, "baiklah, jika dia berniat membuat masalah akan kami ladeni permainan kotornya."
Azazel yang melihat kedatangan pemuda tersebut hanya diam ketika ia di tatap tajam oleh pemuda di depannya, "Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang, Azazel? Mungkin teman-teman Sirzech saat ini tengah mengawasimu dan mereka mungkin akan membunuhmu karena membantu kami, jadi apa yang akan kau lakukan?"
Azazel yang mendengar itu terdiam sambil berpikir, jika ia kembali ke Grigory ia tidak akan nyaman karena pasti Ouroboros akan memburunya karena Kokabiel tidak bisa kembali.
Jadi yang ia bisa lakukan adalah mencari perlindungan, ia juga sudah bersumpah untuk tidak melakukan kejahatan lagi. Waktu lalu ia dengan mudah terpengaruh perkataan Sirzech Karena memang secara di pandang Minato yang memegang kekuatan para Servant tampak tak terkalahkan dan bisa saja mengambil alih dunia.
Namun ternyata Minato tidak seperti itu, ia khilaf karena mempercayai temannya. Jadi yang bisa ia lakukan saat ini adalah membalas perbuatan temannya tersebut, ia harus membalas perbuatan buruk temannya tersebut dengan membantu Naruto serta para Servant.
"Aku akan ikut denganmu, aku akan…."
"Tidak semudah itu, Azazel," potong pemuda tersebut, "kau masih kami anggap terlibat dalam kasus pembunuhan, Minato-sama dan Kushina-sama. Jadi kami tidak bisa menerimamu," jawab pemuda tersebut.
Jrash!
Tanpa melihat, pemuda tersebut memotong kepala Kokabiel hingga terputus dari lehernya, Azazel yang melihat itu meneguk ludahnya.
Ia ingin kabur tapi orang di depannya adalah Servant dengan serangan area luas, ia tidak bisa kabur secara sembarangan.
Trank!
Sang pemuda yang merasakan serangan memunculkan puluhan rantai di belakangnya dan berikutnya, pemuda tersebut bisa mendengar suara rantai yang mengencang membuatnya melirik ke belakang dengan senyum meremehkan.
"Jadi begitu… sepertinya Kokabiel sejak awal sudah di perintahkan untuk di awasi agar tidak bertindak gegabah ya," gumam Pemuda tersebut, "apa kau datang menyerangku untuk membalas kematiannya, Houkuryuuko?"
Orang yang menyerang pemuda tersebut tak lain adalah pemegang Sacred Gear Vanishing Dragon, dalam armor Balance Breaker pemegang Vanishing Dragon tersebut menggeram pelan karena rantai yang mengikatnya tidak bisa membuatnya memukul pemuda di depannya, Azazel yang melihat itu menggunakan kesempatan untuk kabur dengan lingkaran sihirnya.
Pemuda tersebut terdiam ketika Azazel berhasil melarikan diri, mendesis pelan pemuda tersebut menatap kesal Houkuryuuko yang ada di depannya.
Sring! Wush! Blam!
Rantai yang mengikat Houkuryuuko pun semakin mengencang dan menariknya ke belakang dan membantingnya ke tanah dengan sangat keras.
"Maaf tapi aku tak memiliki waktu untuk bertarung denganmu," ujar pemuda tersebut berniat untuk pergi namun sebuah bola sihir menghentikan niatnya dan membuatnya harus menahan bola putih tersebut dengan dua rantai yang saling menyilang menebus bola sihir tersebut.
"Hahahaha! Sepertinya kau cukup kuat, akhirnya aku bisa menghilangkan ke bosanku karena mengawasi gagak tua itu," ujar Houkuryuuko bangkit sambil mengepakkan sayap mekaniknya.
"Namaku adalah Vali, bertarung lah denganku!"
Pemuda yang berhadapan dengan Vali hanya diam sambil membalikkan badannya dan berniat pergi, namun Vali yang melihat itu langsung melesat ke arah pemuda tersebut seolah tak membiarkannya pergi.
Swush! Trink! Blaaar!
Vali yang akan memukul pemuda tersebut tersentak ketika sebuah rantai melilit di lengannya dan menariknya ke sisi lain hingga membentur bebatuan hingga hancur.
"Namaku, adalah Gilgamesh… aku sedang tidak ada waktu untukmu, jadi diamlah di sana," ujar Pemuda bernama Gilgamesh lalu terbang meninggalkan Vali yang terbaring sambil menatap kepergian Gilgamesh dengan geraman pelan.
Di sisi lain, Azazel menghembuskan nafasnya lega karena berhasil lolos dari tahanan Gilgamesh, ia saat ini berada di salah satu markas rahasianya dan hanya beberapa orang yang tahu tempat ini, namun sepertinya tempat tersebut harus di ketahui oleh satu orang lagi.
Karena saat Azazel akan bersantai menenangkan diri, ia harus tegang kembali karena dua rantai yang muncul secara tiba-tiba dan mengikatnya.
"Kau pikir bisa lari?"
Azazel yang mendengar suara Gilgamesh terkejut karena Gilgamesh bisa masuk ke markas rahasianya, Gilgamesh pun menjentikkan jarinya dan di bawahnya muncul sebuah kurungan berwarna emas yang cukup besar.
Azazel yang melihat itu melebarkan matanya, ia teringat dengan Michael yang di penjarakan oleh Servant Valkyrie, melihat kurungan tersebut bisa dia pastikan bahwa ia akan di kurung.
"Saa~ sebelum kau masuk ada yang aku ingin tanyakan padamu, Azazel," gumam Gilgamesh sambil mendekati Azazel lalu menjambak rambut pria tersebut membuatnya mengaduh kesakitan, "jika Gremory mengadakan rapat fraksi apa yang akan kau lakukan?"
"A-Apa maksudmu?"
"Gremory pasti akan melakukan rapat fraksi untuk melakukan kerja sama membunuh kami dan Naruto-sama, aku bisa menebak kau tidak akan datang ke sana begitu juga Michael, tapi akan aku pastikan kalian datang ke sana," ujar Gilgamesh sambil melepaskan jambakannya pada Azazel lalu melangkah mundur perlahan.
"Me-Memaksa kami?"
"Kami melakukan ini pada kalian karena kalian terlibat atas pembunuhan Minato-sama dan Kushina-sama jadi kami akan menghukum kalian dengan menghancurkan yang apa kalian cintai, kalian mungkin marah pada kami tapi berpikirlah siapa yang membuat kalian menerima nasib tersebut," ucap Gilgamesh lalu memunculkan banyak lingkaran sihir di tempat rahasia Azazel.
Azazel yang bisa menebak apa yang akan di lakukan oleh Gilgamesh berusaha meminta tolong agar tidak menghancurkan seluruh harta serta berkas rahasia yang ia jaga selama ini, namun terlambat… Gilgamesh sudah menembakkan sihir secara beruntun dan menghancurkan markas Azazel.
.
.
.
Other side
.
"Nghh…."
Sementara itu di sisi lain, terdapat pria berambut biru tengah melenguh lalu membuka matanya dan seketika ia melebarkan matanya ketika menyadari bahwa ia telah di serang.
Dan saat akan melihat sekitar, ia tersentak ketika seekor serigala besar tengah menatap garang dirinya dengan gigi-giginya yang tajam.
Pria yang baru sadar tersebut mencoba tenang dan tidak panik ketika makhluk buas ada di depannya, pria tersebut melirik ke arah lain dan ia tak melihat siapa pun selain serigala di depannya.
"Oya Oya, kau sudah sadar rupanya, Poseidon-dono."
Pria bernama Poseidon tersebut hanya diam ketika serigala di sampingnya menyingkir memperlihatkan beberapa orang yang datang mendekatinya.
"Siapa kalian?"
"Maafkan kami karena belum memperkenalkan diri, namaku adalah Merlin," ucap Seorang pria berambut putih sambil membawa tongkat memperkenalkan diri mereka.
"Yang di sekitarku ini adalah teman-teman saya, Arthuria Pen Dragon, Qin Liangyuu, Mash Kyrielight, Hessian Lobo, Sakamoto Ryuuma, Xiang Yuu, King of Hassan, Katou Danzou, Yu Miaoyi, serta Kingprotea," lanjut Merlin memperkenalkan orang-orang di sekitarnya, sementara yang di perkenalkan hanya diam saja sambil menatap tajam Poseidon.
"Kami adalah Servant dan Anda pasti sudah mendengarnya dari Sirzech Gremory," ucap Merlin sambil tersenyum, sementara Poseidon yang mendengar itu melebarkan mata mereka.
Orang-orang yang ada di sekitarnya adalah Servant, ia memang sudah mendengar cerita tentang mereka dari orang bernama Sirzech Gremory serta kakaknya Zeus.
Karena itu lah ia di kirim untuk membantu Sirzech oleh kakaknya, namun siapa sangka Servant dia akan di tahan oleh Servant sebanyak ini.
"Sebaiknya kau tidak berusaha kabur, Poseidon-dono, jika kau berusaha kabur Kingprotea-san akan menghancurkanmu dengan mudah dengan tangan besarnya," ujar Merlin sambil menunjuk perempuan berukuran besar bernama Kingprotea yang memukuk tanah di samping Poseidon hingg tanah di samping menjadi kawah berbentuk telapak tangan besar.
"Apakah kalian pikir ancaman seperti itu akan membuat Dewa sepertiku takut?" balas Poseidon dengan tenang. Para Servant yang mendengar itu hanya diam namun mereka bergerak mengelilingi Poseidon.
"Ho, jadi memang benar perkataan Sirzech, kalian berniat mengambil alih dunia huh? Kalian pikir kami akan membiarkannya?" lanjut Poseidon. "Tidak… kami justru tidak tertarik menguasai dunia ini, kami di sini hanya membantu tuan kami untuk membalaskan dendamnya," jawab Merlin membuat Poseidon menaikan sebelah alisnya.
"Sebenarnya aku ingin bertanya, apakah anda mengenal Namikaze Minato?" Poseidon yang mendengar itu menyipitkan matanya. "Tentu saja aku kenal dia, dia adalah seorang iblis rendahan yang mengumpulkan kalian untuk menguasai du…"
Jrash!
"Argh!" erang Poseidon ketika merasakan sakit pada bahu kirinya, ia bisa melihat sebuah pedang menembus bahu kirinya dari belakang dan itu perbuatan dari pria berpakaian putih yang menatap datar dirinya.
"Katakan sekali lagi maka aku tak segan-segan memutuskan lenganmu ini," ujar Sakamoto sambil sedikit mengangkat pedangnya. "Matte, Sakamoto-san, jangan membunuhnya secara lamgsung," cegat Merlin membuat Sakamoto Ryouma menarik pedangnya dan berjalan mundur.
"Kenapa Anda mengatakan itu? Apakah anda memiliki bukti bahwa Minato-sama melakukan kejahatannya?"
Poseidon yang mendengar itu menatap nyalang Merlin yang berdiri di depannya, "Tentu saja ada, seperti sekarang ini kalian sudah menyerang Heaven dan membunuh orang-orang di surga serta menahan Michael, lalu kalian juga berani membuat Valkyrie yang ada di mitologi kami melakukan kejahatan serta kalian sudah berani menangkapku, lalu kalian membunuh jutaan jiwa di Underworld tanpa rasa kasihan! apa kalian pikir ini bukan tindak kejahatan?"
"Tidak, sama sekali!" balas Kingprotea sambil memukul tanah di bawahnya dengan keras. "A-Ah! Kingprotea-san tenanglah!" ujar Mash berusaha menenangkan Kingprotea.
"Penyerangan di Heaven memang terjadi, tapi kami membunuh mereka yang terlibat atas pembunuhan Minato-sama, begitu juga para Da-Tenshi… lalu penyerangan di Underworld… mereka semua pantas mendapatkannya," jawab Merlin, "kalian bahkan juga menghancurkan kota yang di pimpin oleh Minato-sama dan menelan banyak korban jiwa, lalu penculikanmu ini memang kami rencanakan karena kau sudah di hasut dengan kata-kata licik Sirzech," jawab Merlin sambil melirik ke arah Hassan.
"Hassan, bisa kau lakukan?"
King of Hassan yang mendengar itu mencabut pedangnya dan berjalan ke arah Poseidon yang menatap tajam dirinya, "mendekat sedikit saja kau akan menyesal karena mencoba melukaiku."
Perkataan Poseidon membuat Hassan berhenti bergerak, Poseidon yang melihat itu hanya tersenyum karena baginya Servant di depannya hanya besar julukan.
Tak!
Jraash!
.
.
.
Back to Naruto Side
.
Kembali ke sisi Naruto, saat ini ia yang di kendalikan Kunou hanya berdiri di tempat dengan di kelilingi Hinata, Hanabi, Kuroka, dan Gabriel.
Sementara para Servant telah berpencar ke tempat masing-masing untuk mengalahkan peerage Raiser, Kunou yang merasakan hampir mencapai batasnya menghembuskan nafasnya perlahan.
Blaaar!
Hinata dan yang lain mendengar suara ledakan menoleh ke samping dan mereka bisa melihat gumpalan asap melambung tinggi ke udara.
"Tampaknya Thurd tidak bisa menahan diri ya," gumam Kunou sambil menghela nafasnya. Di tempat ledakan, terlihat para Valkyrie tengah berdiri di atas 5 tubuh Peerage Raiser yang telah kalah dengan luka parah di tubuh mereka.
Thurd yang sudah mengalahkan peerage Raiser menggeram pelan dan sesekali memukul-mukul mereka walau mereka sudah tak sadarkan diri.
"Dasar para bajingan, kenapa kalian mau saja bersama pria tua itu huh?"
"Ni, Li, Ile, Nei, dan Shuriya tidak bisa melanjutkan pertarungan."
.
Di sisi lain, Isthar, Ereshkigal serta Atalanta saat ini melayang di udara sambil menghindari serangan yang di arahkan oleh 3 peerage Raiser.
"Hoho, sepertinya para Vlakyrie tidak bisa menahan diri ya," gumam Isthar sambil tersenyum ketika melihat 3 Valkyrie bersaudara telah mengalahkan 5 Peerage sekaligus.
"Turun kalian dasar pengecut!" teriak Xuelan kepada 3 Servant yang melayang di atasnya. "Apakah kalian sangat takut melawan kami hingga kalian terbang di langit huh?!" timpal Isabela membuat alis Isthar berkedut.
"Sepertinya mereka ingin merasakan sesuatu yang mematikan, Atalanta, bisa berikan aku pembuka?"
Atalanta yang mendengar itu menarik tali busurnya dan menembakkan panah ke langit, tiga peerage di atas mereka tentu kebingungan hingga sebuah ledakan terang terjadi di langit dan menjatuhkan banyak hujan panah berkecepatan tinggi ke arah mereka.
"A-Apa-apaan itu!" teriak Mira sambil menyilangkan tangannya.
Blar! Blar! Blar! Blar!
Isthar yang melihat tanah di bawahnya terhujani anak panah Atalanta semakin terbang tinggi dan menjiptakan ratusan panah di samping busur bulannya, Ereshkigal pun juga ikut turun sambil menyiapkan tombaknya.
"Rasakan ini!" teriak Isthar menembakkan anak panahnya dan Ereshkigal melempar tombaknya ke arah 3 Peerage Raiser yang telah terluka parah.
BOOOM!
"Isabela, Mira dan Xuelan, tidak bisa melanjutkan pertandingan."
.
Brak!
Raiser yang ada di tempatnya memukul pohon di depannya dengan keras, 8 Peeragenya telah di kalahkan dengan mudahnya, Raiser menggeram pelan lalu bersiap untuk pergi namun langkahnya terhenti ketika kakinya terkena tusukan tombak yang membuatnya menggerang kesakitan dan terjatuh sambil memegangi kakinya.
"Berisik!" teriak Nobunaga muncul dan langsung menendang wajah Raiser hingga membuatnya terpental jauh.
.
Di tempat lain Jeanne, Musashi serta Brynhildr menahan masing-masing satu peerage Raiser dengan senjata mereka, mereka bertiga yang merasakan kekuatan Nobunaga meningkat melirik ke tempat tersebut lalu melompat mundur membuat 3 peerage Raiser kebingungan.
"Musashi!" kode Jeanne dan seketika di belakang Musashi muncul Ini berukuran besar dengan enam tangan serta enam pedang yang menatap nyalang 3 peerage Raiser.
Sementara 3 Peerage Raiser yang melawan mereka terdiam dengan wajah pucat karena ternyata kekuatan orang yang mereka lawan lebih mengerikan dari mereka.
Sring! BLAAR!
"Karlamine, Siris dan Mihae tak bisa melanjutkan pertandingan."
Raiser yang mendengar itu melebarkan matanya dan bangkit dari terbaringnya sambil menyentuh hidungnya yang mengeluarkan darah, dan sebelum ia bergerak, muncul Thurd di belakang Raiser dan memukul kepala Raiser dengan tombaknya membuatnya kembali terpental.
Hildr yang melihat Raiser terpental jauh langsung mengejar tubuh Raiser lalu menembakkan bola sihir di pinggang Raiser membuatnya terpental ke arah lain dan meledak di danau.
Ravel yang berhadapan dengan Brynhildr mendengar suara ledakan di tempat kakaknya menoleh ke tempat kakaknya membuat Brynhildr mendapat kesempatan besar dengan memukul pinggang Ravel dengan tombaknya hingga terpental jauh dan menabrak beberapa pohon.
Tak berselang lama, sebuah ledakan api besar terjadi di dekat Brynhildr dan mengeluarkan Karna yang langsung terbang menuju danau.
"Seluruh Peerage Raiser Phenex telah di kalahkan."
Blaaar!
Dari arah danau terjadi ledakan yang mengeluarkan Raiser dengan wajah benar-benar kesal karena hanya dalam 10 menit seluruh Peeragenya berhasil di kalahkan.
Raiser yang akan menyerang Hildr terhenti ketika sebuah tombak merah mengenai bahu kanannya dan membuatnya terpental hingga mencapai ujung tepi danau.
Namun sebelum mencapai tepian, muncul Musashi dengan Ini besarnya yang sambil mengepalkan tangannya dan memukul Raiser hingga terpental ke tepi lainnya.
Bhatsh!
Raiser pun mengembangkan sayapnya hingga membuatnya terhenti dari aksi terpentalnya, dengan kasar Raiser mencabut tombak yang di pundaknya hingga tubuhnya beregenerasi dengan sendirinya.
"DASAR BRESEK!" teriak Raiser menciptakan bola api di beberapa tempat lalu menembakkannya ke segala arah secara acak.
Para Servant yang melihat itu menghindari serangan tersebut dengan mudah, Nobunaga yang melihat itu memunculkan ratusan senjata tembak dan menembakkan peluru secara beruntun ke arah Raiser.
Melihat itu Raiser bergerak menghindar setiap tembakan Nobunaga, namun tetap saja ia terkena tembakan.
Scathach yang berhasil mendekati Raiser melempar tombaknya hingga melewati Raiser dan muncul di dekat tombaknya dan memukul Raiser hingga terpental dan menabrak danau dengan keras hingga memuncratkan air yang sangat banyak.
"Isthar!"
"Aku tahu!" balas Isthar yang sudah menyiapkan anak panah berukuran besar dan menembakkannya ke arah danau tempat Raiser berada.
Twush! Blaaar!
Namun ternyata Raiser membalas serangan Isthar dengan menembakkan bola api berukuran sedang dan menahan panah Isthar hingga meledak di udara.
Raiser pun kembali keluar dari danau namun ia harus kembali terdorong ketika 3 Valkyrie bersaudara menusukkan tombak mereka ke perut Raiser dan mendorongnya keluar dari danau.
Duak!
Jrash! Blaaar!
Raiser yang terdorong langsung menjambak 3 rambut Valkyrie bersaudara dan melemparnya sejauh mungkin, namun sebuah tombak lebih besar berhasil menusuknya dari belakang dan membuatnya terpental dan menabrak tanah.
Rias serta yang lainnya yang menonton Rating Game hanya bisa terdiam dengan wajah horor karena para Servant tak segan-segan memberikan pelajaran kepada Raiser.
Issei yang melihat itu meneguk ludahnya, bahkan Draig yang ada di dalam tubuh Raiser bergetar ketakutan. Cara penyerangan para Servant sangatlah brutal dan tidak ada jeda, Raiser bisa menahan serangan tersebut karena para Servant seperti sengaja memberi jeda pada Raiser.
Ini bagaikan permainan catur. Naruto masih memiliki bidak lengkap sementara Raiser telah kehabisan bidak yang membuatnya tidak bisa melawan.
["mereka… benar-benar mengerikan."]
Sementara Suzuka, ia yang ada di ruang Club bersama Anastasia dan Sona merasakan sesuatu ada yang mendekat melebarkan matanya, ia pun berbisik ke arah Anastasia yang membuat perempuan tersebut sedikit melebarkan matanya.
.
"K-Kghh… sialan… kalian beraninya menyerang… bersama huh," geram Raiser sambil berdiri kembali dengan susah payah.
Para Servant yang mengelilingi Raiser hanya diam tidak menanggapi geraman Raiser, "JIKA KALIAN BERANI LAWAN AKU SATU LAWAN SATU! UZUMAKI NARUTO!"
Kunou yang mengendalikan tubuh Naruto mendengar teriakan Raiser menghembuskan nafasnya dan seketika tubuh Naruto terbungkus armor berwarna orange dengan sebuah pedang di tangannya.
"Kalian semua, ayo bergerak."
Twush! Jrash! Blaaaar!
Raiser seketika melebarkan matanya ketika Naruto sudah di depannya dan menebaskan pedangnya secara vertikal dari bawah dan berikutnya, tubuh Raiser menerima luka dalam serta danau di belakang Raiser terbelah menjadi dua.
Kunou yang mengendalikan tubuh Naruto tersentak ketika merasakan kesadarannya akan hilang dan lagi ia merasakan energi Beelzebub serta Asmodeus datang mendekat.
"U-Ugh… ada yang datang… Beelzebub dan Asmodeua akan datang…," gumam Kunou membuat para Servant tersentak. Hinata serta yang lain baru saja datang melihat para Servant tampak tegang sang langsung berkumpul kebingungan.
Nobunaga yang melihat Hinata dan yang lainnya tengah terbang di atas mereka memberi tanda untuk turun.
"Kalian cepatlah kemari! Kita harus pergi dari sini secepat mungkin!"
Hinata, Kuroka, Hanabi dan Gabriel yang mendengar itu saling bertatapan lalu turun dan mendarat di dekat para Servant
"Cepat selesaikan, Karna!"
Karna yang mendengar itu menciptakan sebuah tombak lalu muncul di dekat Raiser yang terluka parah dan bersiap melempar tombaknya, ["Brahmastra Kundala!"]
Jrash! Blaaaar!
Raiser pun terkena tombak Karna yang membuatnya terpental jauh dan meledak di tengah danau dengan dahsyat. Hinata dan yang lain melihat itu menyilangkan tangan mereka ketika gelombang ledakan api tersebut mengantarkan suhu yang panas.
"Raiser Phenex telah kalah, pemenangnya Uzumaki Naruto!"
"Sudah cukup Grayfia! Kembalikan kami ke tempat semula!" ujar Nobunaga, tanpa banyak bicara Grayfia membuat lingkaran sihir di bawah Naruto dan yang lainnya hingga membuat mereka di pindahkan kembali ke ruang club
Rias yang melihat Naruto telah datang langsung memeluk Naruto yang masih di kendalikan oleh Kunou dengan erat, Issei yang melihat itu melebarkan matanya dan mengepalkan tangannya iri.
Kunou yang merasakan energi mereka semakin dekat langsung menyiapkan lingkaran sihir, Anastasia yang melihat lingkaran sihir Kunou mengarahkan tangannya ke pintu ruang Club Rias dan dari tangannya keluar semburan Es yang membekukan pintu ruang Club tersebut.
"Suzuka! Ajak Sona, dan yang lainnya kecuali Seikiryuutei ke dalam lingkaran sihir Kunou-chan! Aku akan menahan ini sampai kita semua siap berpindah!
"Baik!" balas Suzuka langsung menarik Sona dan Akeno untuk ikut. "Ma-Matte, Suzuka-san kita akan ke mana?" tanya Sona Kebingungan
"Ke tempat kakakmu, Sona-sama… tempat keluarga anda di serang oleh Sirzech Gremory tapi jangan khawatir, keluarga anda telah di amankan begitu juga kakak anda.
Sona, Akeno, Kiba dan Koneko yang mendengar itu melebarkan mata mereka termasuk Rias yang juga mendengar hal itu, "I-Itu tidak mungkin kan?" tanya Rias tidak percaya.
Hinata, Kuroka, Hanabi serta Gabriel yang baru saja tahu mengenai hal tersebut juga tidak percaya, mereka tidak percaya bahwa Sirzech sampai melakukan hal tersebut.
"Rias dengarkan aku!" ucap Kunou yang menggunakan tubuh Naruto, "Kau tidak ingin kehilangan aku lagi bukan? Jika iya ikutlah bersama kami! Akan kami jelaskan di tempat yang aman!"
Rias yang mendengar itu tidak bisa berpikir jernih karena mereka seperti di situasi panik, Scathach yang melihat Kiba dan Koneko masih terbengong di luar karena terkejut keluarga Sitri di serang langsung menarik mereka berdua ke dalam lingkaran sihir yang siap memindahkan mereka.
"Anastasia-chan! Sekarang!" teriak Suzuka membuat Anastasia langsung bergabung dengan yang lainnya.
Issei yang melihat dirinya tak di ajak tersadar dan berusaha untuk bergabung, namun Nobunaga memunculan sebuah senjata dan menembak kaki Issei hingga membuatnya terjatuh sebelum mencapai lingkaran sihir Kunou.
Brak!
Pintu ruang Club itu pun terbuka secara kasar hingga menghancurkan es yang menahan pintu dan memperlihatkan dua orang yang seperti mengincar sesuatu. Lalu saat mereka telah masuk, mereka bisa melihat Naruto dan yang lain telah pergi meninggalkan Issei yang kesakitan seorang diri.
Salah satu pria yang melihat itu mendesis pelan lalu menendang meja kebesaran rias dengan kasar karena apa yang mereka incar telah pergi dan mereka tak tahu ke mana mereka pergi.
"Target… berhasil melarikan diri," gumam pemuda berambut hijau kembali meninju meja Rias dengan keras.
"SIALAN!"
.
.
.
.
.
TBC
.
Note : Yo! Semuanya kembali lagi nih saya, bagaimana menurut kalian? Ah kacau ya.
Bodolah otakku dah mumet banyak cerita soalnya :v
Ok kita langsung saja melakukan pembahasan mungkin agar kalian paham. Kunou merencanakan membawa Rias dan yang lainnya kecuali Issei saja dan menceritakan kebenaran tentang Sirzech Gremory agar mereka langsung menentukan sebuah keputusan terutama Rias.
Apakah dia akan membantu Kakaknya, atau membantu Naruto membalaskan apa yang di perbuat kakaknya.
Lalu rencana tak terduga Sirzech, ternyata ia telah mengajak Kokabiel berkerja sama dan bahkan meminta Ouroboros Dragon untuk membantuan, apa yang membuat Ouroboros tertarik tentu saja akan kekuatan para Servant dan rencana apa yang ingin dia lakukan dengan para Servant masih rahasia.
Lalu Gilgamesh kepada Azazel, saya memang membuat konflik zig-zag karena itu akan membuat kalian bingung dan penasaran :v, apa lagi cerita ini akan mencapai End dan menuju Sekuel season 2.
Alasan kenapa lanjut Season 2, saya belum tahu bisa lanjut apa tidak, tapi semoga saja bisa lanjut.
Lalu keputusan mengenalkan Naruto akan dunia Supranatural dan jati dirinya sesungguhnya akan menjadi awal Season 2 untuk membalaskan dendam.
Peculikan Rias juga merupakan awal langkah untuk membuat Konflik di Season 2.
Jaa~ itu saja dari saya, btw maaf sebelumnya karena udah berjanji akan bikin Fic Lemon baru tapi santai aja, udah di pertengahan dan aku harap kalian suka.
Ok, itu saja dari saya, Jaa~
4kagiSetsu Out
