Disclaimer :
Naruto Masashi Kisimoto
High School DxD Ichiei Ishibumi
Summary : Namikaze Naruto, sosok pemuda yang ceria harus mengalami penyakit 'Autisme' karena sebuah kejadian yang terduga namun memiliki Kegeniusan di iatas rata-rata, beberapa orang datang mendekat memberinya pencerahan dan memberinya uluran tangan, namun... Apakah itu bisa bertahan lama?
Autisme? Or Genius?
Pair :
Naruto x ...
Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Comedy, Little Humor, Slice of Life, Echhi, DLL
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Autis!Naruto.
" Naruto " berbicara
' Naruto ' batin
[" Naruto "] Sacred Gear berbicara
[' Naruto '] Sacred Gear berbicara batin
.
Chapter 14 : Naruto Choice
.
Underworld
.
Di kota Underworld lain, para masyarakat iblis tengah dalam kepanikan ketika terdengar kabar bahwa Kota Underworld telah hancur bahkan kota tersebut di pimpin oleh Sirzech karena perbuatan seseorang, mereka bahkan mencoba pergi dari kota tersebut karena merasa tidak aman lagi.
Di salah satu tempat di Underworld tersebut, Falbium serta Ajuka tengah gelisah ketika masyarakat mereka tidak mendengarkan mereka dan memilih pergi karena masyarakat berpikir, jika satu Kota Underworld musnah bahkan itu di pimpin oleh raja Lucifer musnah dan ayahnya saja menerima luka fatal, maka mereka tidak aman jika mereka menyerang kota ini.
Melihat hampir setengah masyarakat pergi, Ajuka dan Falbium ingin menghentikan mereka dengan kekuatan mereka untuk menciptakan dinding agar mereka tidak pergi, namun mereka juga tak ingin masyarakat tak bersalah kena imbas jika saja orang yang menghancurkan kota Underworld datang ke tempat mereka.
"Sial! Beritanya sudah menyebar dengan cepat sekali! Karena berita itu masyarakat jadi panik!" gerutu Falbium sambil meremas rambutnya sendiri, "selain itu kepanikan juga terjadi di kota sebelah karena Raiser menerima sebuah luka fatal yang tidak bisa di regenerasi oleh apinya sendiri."
"Naruto serta para Servant itu, kita harus segera mencarinya," geram Ajuka sambil mengepalkan tangannya.
"Ajuka-sama! Falbium-sama! Sirzech-sama ingin menemui kalian!" ujar salah satu iblis datang ke arah mereka, tak perlu lama mereka berdua langsung ke tempat Sirzech berada.
Sirzech saat ini terbaring dengan perban menutupi seluruh wajahnya, tangannya yang patah di gips begitu juga kakinya, tubuhnya menerima banyak luka dan terdapat banyak bekas jahitan dan harus di tutup menggunakan selimut agar tidak di lihat.
Dia bagaikan Mumi yang masih hidup. Sirzech yang merasakan keberadaan Falbium dan Ajuka pun menolehkan wajahnya yang di tutup perban ke arah keberadaan mereka.
"Dimana... Rias?"
Ajuka dan Falbium yang mendengar itu saling melirik satu sama lain, mereka enggan berbicara jika adiknya telah di bawa kabur oleh Naruto entah ke mana, ini sudah 2 hari setelah perginya Naruto bersama Rias dan yang lainnya.
"Tidak biasanya kau sampai seperti ini, Sirzech."
Ajuka dan Falbium yang mendengar suara lain menoleh dan mereka melihat perempuan bertubuh kecil dengan rambut hitam berdiri depan mereka.
"K-Kau!"
"Ophis! Apa maumu kemari!"
"Hm? Kenapa tidak kalian tanyakan saja pada orang yang berbaring itu?" tanya Ophis sambil menyeringai kecil.
"Ajuka... Falbium... Dia adalah... Aliansi kita."
"H-Huh?! Kau pasti bercanda bukan?!" balas Ajuka tidak percaya dengan apa yang dia dengar. "Sangat di sayangkan sekali ya, Sirzech? Kau menerima luka fatal hingga membuatmu seperti ini, dan lagi adik dan istrimu di bawa pergi olehnya," ujar Ophis membuat Ajuka dan Falbium tersentak.
Suasana ruangan tersebut menegang seketika karena Sirzech mengeluarkan luapan energi merah ketika mendengar perkataan Ophis, melihat itu ia menyeringai kecil kembali.
"Selain itu, mereka sudah mulai bergerak. Kokabiel telah mati di tangan salah satu Servant, Heaven di hancurkan oleh Servant serta Valkyrie, Grigori di hancurkan oleh Servant yang membunuh Kokabiel dan mengurungnya di sebuah penjara dengan lautan api biru di bawahnya, semua menjadi kacau sekali bukan Sirzech?"
"..."
"Jika sudah kacau begini apa yang akan kau lakukan Sirzech?"
"Panggil semua aliansi berkumpul, dan minta Zeus serta Hades... Untuk membebaskan Michael dan Azazel untuk mengajak mereka rapat pembasmian Uzumaki Naruto."
"Itu memang bagus, tapi bagaimana caramu melakukannya?" Ajuka, Falbium dan Ophis yang mendengar suara lain menoleh dan mereka melihat sosok pemuda berambut hitam tengah duduk di jendela sambil melihat ke arah mereka.
"C-Cao Cao! Apa yang kau lakukan di sini?"
"Sama seperti Ophis, aku juga di undang oleh Sirzech untuk aliansi ini," jawab Cao Cao, "aku bergabung karena perkataan Sirzech benar, jika ini di biarkan akan sangat bahaya sekali, bisa saja dengan kekuatan para Servant dia melepaskan Trihexa untuk menambahkan kekuatan mereka agar bisa menguasai dunia."
"Itu akan sangat bahaya," gumam Ajuka sambil membayangkan jika Naruto serta para Servant menguasai Trihexa dan membuat semua berlutut padanya. "Karena itulah... Aku meminta bantuan... Mitologi Yunani," balas Sirzech patah-patah.
"Walau pun begitu, Poseidon telah di tahan oleh mereka dan kita tidak tahu apa yang telah di lakukan mereka terhadapnya, aku yakin Zeus pasti marah mengenai hilangnya adiknya itu dan mencari ke seluruh dunia," balas Ophis.
"Itu tidak perlu, dia sudah ada di sini," balas Cao Cao sambil melihat keluar dan dia bisa melihat seorang pria dengan ombak air datang ke kota mereka pijak.
"Jadi dia berhasil lolos hm?" gumam Ophis ikut melihat keluar jendela. "Kalau begitu kita tinggal mencari keberadaannya dan membunuh Uzumaki Naruto!" ujar Falbium namun di tahan oleh Ophis.
"Itu tidak akan berguna, mereka tidak ada sama sekali di sini, keberadaan mereka benar-benar seperti di telan bumi," jawab Ophis membuat semua yang ada di sana terkejut kecuali Cao Cao. "Mungkin salah satu dari mereka memiliki kemampuan untuk menciptakan dimensi sendiri yang membuat kita tidak bisa menemukan mereka," gumam Cao Cao lalu melirik ke arah Falbium dan Ajuka.
"Lalu bagaimana dengan keluarga Phenex?"
"Kota mereka masih biasa, tapi mereka masih menunggu pulihnya Raiser karena melawan para Servant," jawab Ajuka membuat Cao Cao menghela nafasnya. "Cukup bodoh untuk melawan pasukan kuat, tapi dengan begitu setidaknya kita memiliki info kekuatan para Servant," ujar Cao Cao sambil menepuk pundaknya dengan tombak miliknya
"Untuk saat ini kita hanya perlu bersiap-siap jika terjadi serangan dari mereka, dan setelah itu kita bebaskan Michael serta Azazel lalu mengumpulkan mereka..."
"Untuk membunuh Uzumaki Naruto."
.
.
Heaven
.
Sementara itu di Heaven, Michael saat ini tengah duduk dalam keadaan kacau, rambut berantakan serta yang tatapan yang kosong membuatnya terlihat kehilangan auranya sebagai pemimpin Surga.
Para Tenshi yang tersisa menatap khawatir pemimpin mereka yang benar-benar terlihat tidak semangat dan kehilangan keagungannya. Mereka ingin sekali melepaskan Michael dari kurungan tersebu, tapi setiap mereka memegang kurungan tersebut, mereka terpental karena kuatnya kurungan itu.
Bahkan Michael tidak bisa memegangnya walaupun dia adalah pemimpin Surga, sebagai bantuan kecil mereka hanya bisa memberikan makanan pada pemimpin mereka agar bisa bertahan di kurungan itu.
Di sisi Michael, ia hanya bisa merutuki perbuatannya dulu karena menyetujui perkataan Sirzech yang mengatakan bahwa Minato dan Kushina akan melakukan Revolusi besar-besaran, Sirzech memang membawa bukti kepadanya tapi dia terlalu cepat percaya kepada Sirzech dan membiarkannya mengambil sebagian pasukannya.
.
Flashback
.
"Michael! Aku ingin meminta bantuanmu untuk membunuh Keluarga Namikaze!" ucap Sirzech kepada Michael yang tengah duduk di kursi kebesarannya.
Michael yang mendengar itu menatap terkejut Sirzech dan langsung mendekati pria tersebut dengan wajah meminta penjelasan, "Apa maksudmu? Apa alasanmu membunuh keluarga Namikaze? Mereka sama sekali tidak pernah membuat kejahatan sedikitpun."
Sirzech menunjukkannya sebuah buku dan memberikannya kepada Michael, dan saat Michael melihat buku tersebut ia melebarkan matanya dan menatap Sirzech tidak percaya.
"I-Ini tidak mungkin kan? Ba-Bagaimana kau mendapatkan buku ini?"
"Aku melihat isi ruangan Minato dan menemukan buku itu, kita harus menghentikannya sebelum dia melakukan rencana di buku tersebut Michael!" balas Sirzech sambil menggoyangkan bahu Michael.
Michael yang mendengar perkataan Sirzech melihat buku di tangannya kembali, di sana terlihat bahwa terdapat rencana melakukan revolusi besar-besaran dengan kekuatan Servant serta berniat melepaskan Trihexa serta satu monster berukuran besar, Michael ragu jika dia menyetujui permintaan Sirzech dan membunuh Minato jika tidak bersalah maka dia akan menjadi malaikat jatuh.
Tapi jika benar, maka ia akan tetap menjadi Tenshi, setelah berpikir cukup lama, ia memutuskan memberikan Sirzech pasukan terbaiknya saja dan setelah semua urusan selesai para pasukannya tidak ada yang menjadi malaikat jatuh membuatnya berpikir ternyata perkataan Sirzech benar.
.
Flashback off
.
Tapi... ia harus menarik kata-kata itu kembali karena dugaannya salah, Para Servant memberitahukan kebenaran bahwa Minato tidak pernah memiliki niat seperti itu. Para Servant memberinya jawaban logis, jika Minato memang berniat melakukan hal tersebut dia sudah tidak perlu menggunakan Trihexa lagi, dengan kekuatan para Servant sudah cukup.
Minato juga merupakan salah satu orang yang menyegel Trihexa tidak mungkin dia melepaskan monster yang telah dia susah-susah segel. Minato tidak pernah berniat mencari kekuatan, tapi mencari kekeluargaan, dia juga teringat bahwa Minato dengan santainya berbicara dengannya walau pun dia adalah Tenshi, dia adalah orang yang peduli dan murah senyum.
Rasa menyesal muncul di hati Michael karena percaya omongan Sirzech, tapi bukti yang di tangan Sirzech adalah tulisan Minato, jika memang Minato lalu siapa yang berniat melepaskan Trihexa, Sirzech sendiri atau terdapat orang lain di antara mereka yang ingin melakukannya.
"Siapa... Siapa sebenarnya dalang dari semua ini, Sirzech sendiri... Atau orang lain?"
.
.
Other Place
.
.
Sementara di tempat lain, terlihat seorang pria berambut hitam jambrik panjang tengah berdiri di salah satu tebing dengan seringai miliknya, ia pun membalikkan badannya sambil memunculkan 12 pasang sayang iblis di punggungnya.
"Sebentar lagi... Tinggal sebentar lagi."
.
Naruto Place
.
Sementara itu di tempat Naruto saat ini berada, mereka ada di sebuah tempat yang sangat gelap dengan api biru sebagai penerangan tempat tersebut.
Di salah satu tempat dengan api biru yang banyak, terdapat Rias yang tengah menundukkan kepalanya dengan tatapan kosong, para Servant telah bercerita padanya bahwa yang membunuh keluarga Namikaze adalah kakaknya dan yang membuat mental Naruto seperti saat ini juga perbuatan kakaknya.
Ia benar-benar tidak percaya atas perbuatan kakaknya, sebagai bukti membuatnya percaya salah satu Servant memperlihatkan masa lalu padanya dan itu memang benar... Kakaknya telah membuat kejahatan besar.
Mereka juga bercerita telah memberikan pelajaran pada kakaknya hingga ia akan berbaring untuk waktu yang cukup panjang, serta ayahnya yang juga harus terkena imbas karena perbuatan kakaknya.
Ia mengepalkan tangannya dengan kuat karena perbuatan kakaknya, ayahnya harus terluka parah karena melindungi warganya, Naruto menerima trauma berat, Kota yang dia tinggali telah hancur, ia tidak bisa memaafkan perbuatan kakaknya.
"Kau tidak apa, Rias?" tanya Wanita berambut putih mendekatinya, Rias yang mendengar itu menoleh dan dia melihat Grayfia istri kakaknya tengah menatap khawatir dirinya. Rias yang melihat Grayfia ada di sini yakin, bahwa Grayfia mengkhianati kakaknya karena tidak tahan dengan perbuatan kakaknya itu.
Ia pun mendekati Grayfia dan memeluknya dengan erat, menumpahkan kesedihannya padanya, sementara Grayfia mencoba menenangkan Rias karena ia tahu, dia pasti shock berat karena perbuatan kakaknya.
Di sisi lain, Naruto saat ini tengah duduk tenang dengan Servant yang mengelilinginya, saat ia sadar ia terkejut karena terdapat banyak orang yang dia kenal saat kecil, Ereshkigal yang paling merindukan Naruto memeluk anak tersebut dengan erat, sementara Naruto dia terlihat kaku atas perbuatan Ereshkigal.
Naruto bertanya kepada Hinata, Kuroka, Hanabi, serta Asia yang ada di sekitarnya dimana mereka saat ini, dan mereka menjawab bahwa mereka saat ini ada di tempat terdalam Underworld, yaitu Mekai.
Akeno, Kiba, Koneko, Sona beserta para Peeragennya yang pertama kali di bawa ke Mekai serta melihat para Servant berkumpul hanya bisa terkagum-kagum, mereka saat ini tengah berkumpul sambil melihat para Servant yang mengelilingi Naruto.
Salah satu Peerage Sona yang kebingungan kenapa mereka di ajak kemari bertanya siapakah orang-orang di sekitar mereka dan kenapa mereka mengerumuni Naruto.
Dengan panjang lebar, Sona menjelaskan situasinya yang membuat Peeragenya tidak percaya bahwa Sirzech Lucifer melakukan perbuatan keji.
Sona juga menjelaskan kali ini, mereka berniat membuat Naruto mengingat masa lalunya dan mengubah mentalnya, dan setelah itu Naruto akan menentukan pilihannya, mengampuni mereka yang membunuh orang tuanya, atau membalaskan dendamnya karena membunuh keluarganya yang tak bersalah.
Sona memandang tidak tahan karena Naruto akan menerima rasa sakit yang luar biasa kali ini, dan dia berharap Naruto bisa menahannya.
Merlin serta beberapa Servant yang ikut dengannya juga telah datang ke Mekai dan menjelaskan situasi kepada yang lainnya. Setelah itu, Merlin pun memberitahu Naruto bahwa ada yang membunuh ayah dan ibunya.
Naruto yang mendengar itu langsung gemetar karena mengingat kematian keluarganya, namun Merlin dengan cepat menenangkannya.
Ia juga tahu mental Naruto belum siap menerima ini, tapi mereka tidak punya banyak waktu, Merlin pun memberitahu Naruto bahwa ada cara untuk menghilangkan penyakitnya.
Naruto tentu mudah percaya dan bertanya antusias kepada Naruto, dan Merlin berkata cara untuk menghilangkan penyakitnya adalah mengingat masa lalunya.
Naruto yang tidak tahu caranya bertanya dengan polos kepada Merlin bagaimana cara mudah untuk mengingatnya, saat itu pula Suzuka mengambil perannya.
Ia berkata dapat membuat Naruto mengingat masa lalunya dan Naruto pun menyetujui bantuan Suzuka. Hinata, Kuroka, Asia dan Hanabi yang mengingat itu hanya bisa tersenyum lirih karena saat ini rasa sakit yang di terima Naruto akan lebih besar.
Mereka hanya bisa berharap Naruto akan baik-baik saja, dengan berat hati mereka meninggalkan Naruto dan membiarkan para Servant mengambil alih. Serafall yang melihat Hinata menangis diam memeluknya dengan erat untuk menenangkan perempuan tersebut.
Begitu juga Okita yang menenangkan Hanabi dan Asia, serta Arthuria yang menenangkan Kuroka.
"Kalian sudah melakukan yang terbaik untuk menjaganya," bisik Serafall sambil melihat ke arah Servant yang berkumpul.
"Naruto-kun, ini akan sedikit terasa sakit, apa kau siap?" tanya Suzuka sambil tersenyum lembut. "Ha'i! Aku siap!" balas Naruto dengan semangat karena pada akhirnya dia bisa menghilangkan penyakitnya itulah pikirnya.
"Kalau begitu lihatlah cincin api ini, Naruto-kun," ucap Suzuka sambil mengeluarkan cincin api di jarinya dan memutarnya di depan Naruto.
Mata Naruto seketika melebar ketika putaran cincin api itu semakin cepat dan saat itu juga ia teringat dengan bayangan masa lalunya di mana ia melihat kematian orang tuanya.
"AARRRRGGHHHHHH!"
Dan detik berikutnya, terjadi teriakan keras dari Naruto di Mekai.
.
.
Underworld Place
.
Bruk!
Kembali ke Underworld, saat ini Issei di bawa kehadapan Sirzech yang tengah mendudukkan dirinya dengan wajah di perbannya, Issei yang tidak tahu apa-apa memandang bingung orang-orang di sekitarnya hang belum pernah dia lihat.
Ophis yang melihat Issei datang sedikit tersenyum lalu mendekatinya dan menatapnya lekat, "Hee~ jadi ini pemegang Draig kali ini?" gumam Ophis.
"Si-Siapa kau?!" tanya Issei sedikit tergagap.
"Fufu~ itu tidaklah penting, yang terpenting apa kau ingin merebut Rias kembali dari tangan anak itu?" balas Ophis membuat Issei mengeraskan wajahnya dan menatap tajam Ophis.
"Tentu saja aku ingin menyelamatkannya! Dimana dia saat ini!"
"Tenanglah, Hyoudo Issei, dengan kekuatanmu yang sekarang ini kau tidak akan bisa merebutnya, kau bahkan di kalahkan dengan mudah hanya oleh satu Servant."
Issei yang mendengar itu menggeram tidak senang ketika mengingat bahwa dia di kalahkan dengan mudah hanya dengan sekali tendang, Ophis yang melihat kebencian Issei menyeringai pelan.
"Kau ingin menjadi kuat bukan?"
"Tentu saja! Aku ingin menjadi kuat dan membunuh si anak autisme itu!"
Seringai Ophis semakin lebar dan dia mengulurkan tangannya ke arah Issei, "Jika begitu, ikutlah bersama kami untuk membunuh anak itu."
.
.
.
Mekai
.
Kembali ke Mekai, saat ini para Servant tengah melihat Naruto yang tengah menundukkan kepalanya, proses mengingat masa lalu Naruto telah selesai dan sekarang saatnya Naruto menentukan keputusannya.
"Jadi... Apa pilihanmu, Uzumaki Naruto? Kami para Servant siap mendengar perintahmu."
"Aku... Uzumaki Naruto," gumam Naruto dengan suara yang berbeda lalu mengangkat kepalanya memperlihatkan wajahnya yang menahan amarah, "akan membalaskan dendam kematian orang tuaku."
"Aku, butuh bantuan kalian."
"HA'I MASTER!"
.
.
.
.
.
.
END
Note : Yo! Bagaimana kabar nya! Saya kembali nih.
Sesuai perkataan Saya, ini adalah last Chapter AoG dan akan lanjut ke Season 2 yang saya sendiri tidak tahu kapan bisa membuatnya.
Bagi yang menunggu The Protector S2 haraplah bersabar, cerita tersebut butuh banyak proses matang lagi.
Di sini terlihat Di Underworld Sirzech serta yang lain telah bersiap untuk melakukan rapat pengumpulan untuk membunuh Naruto dan mereka akan menggunakan kekuatan Issei.
Sifat Naruto akhirnya telah berubah dan memilih untuk membalaskan kematian orang tuanya, lalu siapakah pria berambut hitam yang menyeringai di Underworld? Apa hubungan pria tersebut.
Nantikan saja di Season 2
Ok itu saja dari saya, sampai bertemu di Season 2. Jaa~ na~!
4kagiSetsu Out!
