Digimon Tri Fanfiction. Yamachi/Taito. Humor & Romance

.

"Be-el?"

Yamato membaca cover komik itu yang menuliskan tulisan 'Be-el' dia sempet tidak menghiraukan cover komik itu sampai.. dia membuka halaman pertamanya.

Dia shock sekali. Bagaimana bisa ada gambar kedua pria berciuman. Komik malang itu langsung di lemparkannya ke sudut kamarnya.

"Apa itu tadi?" wajahnya memerah cepat.

.

BL – My 1st Comiket -

.

"Ada apa Mimi-chan?" Sora-san melihat kouhainya panik bukan main, ia membuka dan menuang semua isi tasnya.

"HILAAAANGG! AAAAAAA! AKU TARUH DIMANA YAAAA~~" Teriak pemilik nama Mimi-chan yang di sebutkan gadis berambut merah sebahu itu.

"Kau taruh apa?"

"Komik itu! Aku harus mencarinya Sora-san! Jangan sampai hilang!"

"Buku apa sih?"

"Buku-" wajah Mimi menegang, "Buku itu penting, pokoknya penting! Apa jangan-jangan.." Gadis berambut coklat panjang itu menelan ludahnya.

"Jangan-jangan?"

"Seseorang mengambilnya dari buku ku."

"Kau jangan mengada-ada Mimi, aku saja tidak tau buku apa yang kau maksudkan, buku apa sih? Segitu penting kah?"

"Penting sekali Sora-san! Tanpa buku itu aku.. akuu tidak bisa mengikuti Comiket winter ini!" Sora speechless sekali, sejak kapan kouhai-nya beneran menjadi Otaku? Sejak kapan Mimi mengenal event layaknya Comiket itu.

"Yasudah, mungkin kau lupa menaruhnya, coba kau inget-inget lagi dimana kau menaruhnya terakhir kali."

"Aku harus menemukannya!"

.

'peek'

Pemuda berambut blonde jigrak itu membuka buku yang sudah di buangnya di sudut kamarnya. Ia membuka dengan perasaan cemas. Tangannya yang gemeteran membuka halaman demi halaman . ia mengerjit sedikit jijik melihat halaman komik yang lebih tepatnya seperti buku step-by-step membuat komik. Sampailah ia dihalaman terakhir, ia melihat jelas nama si pemilik buku itu.

'Tachikawa Mimi'

Tentu saja, itu nama Kouhai-nya.. si gadis periang berambut coklat panjang. Yamato menghela napas. Lalu ia menaruh komik itu di antara komiknya.

"Sejak kapan dia tertarik hal seperti ini? Apa jangan-jangan suka melihat hal kayak gini. Tapi untuk apa?" karena rasa penasarannya lebih tinggi ia kembali membuka komik itu dan melihatnya dengan seksama. Ia terkesiap membaca salah satu kalimat disitu.

'Kalau saja, Taichi-san dan Yamato-san lebih dekat lagi, kurasa.. Taichi-san cocok jadi seme.'

Tangannya langsung meraih ponsel pintarnya dan melakukan pencaharian di google dengan kata baru itu. Ia sangat kaget dengan apa yang dia dapatkan.

"Aku? Dan Taichi?"

Seketika ia merasa tubuhnya memanas.

.

"Buku? Buku apa?" Tanya Yamato ketika pertemuan di tempat Izumi Koushirou. Tangannya meraih potongan kue yang tersaji dipiring. Wajah tampannya melihat lurus ke arah Mimi.

"Buku komikku yang—MMMMM! Masa kau tidak lihat?!" Mimi mengebrak meja itu, membuat yang lain terkaget.

"Sejak kapan Mimi baca komik?" Kekeh Taichi, si leader. Ia lalu duduk disamping Yamato dan hendak mengambil kue itu. Tangan Yamato yang masih berada di piring itu tak sengaja tersenggol jarinya Taichi. Membuatnya sedikit mengerjap.

"Kau kenapa?" Tanya Taichi yang melihat ekspresi kaget tak biasa dari teman seperjuangan dan seumuran dengannya.

"Tidak." Jawabnya pendek.

"Buku itu sangat penting!" Mimi mulai nangis bombay membuat semua yang disitu berusaha menenangkannya.

"Mimi-kun.. apa sih bukunya? Mungkin aku bisa mencarinya lagi untukmu." Tawar Joe-senpai, anggota tertua kelompok itu.

"Joe-senpai tidak perlu tau."

"Berarti kita tidak perlu cemas dengan komik itu dong!" Ujar Taichi tak berperasaan.

"Taichi-san! Jahat! Aku butuh komik itu untuk referensi dou-AHBUKAN- komik pendek ku untuk—"

"Kalau kau beneran butuh komik itu, kurasa bukan karena tulisan kan? Apa kau butuh referensi lain, Mimi?" Taichi tersenyum misterius.

"Onii-chan!" Ujar Hikari kaget, kakaknya seperti sedang flirting dengan gadis lain.

"Bercanda Hikari, tidak perlu sesewot itu."

"Taichi-san, aku butuh.. bantuan darimuu!" Tangan Mimi langsung memegang erat kedua tangan taichi. Lalu disambut teriakan yang lain.

.

"Jadi, aku harus apa?" Tanya Taichi, Ia bahkan menyempatkan waktu khususnya untuk menemani gadis itu mencari referensi buat apalah yang ia tidak mengerti.

"Tapi aku butuh lawan mu Taichi-san.."

"Kalau begitu, Sora saja."

"Tidak cocok!" Ujar Mimi.

"Hikari?"

"Gimana kalau Yamato-san?"

"Hah? Kenapa harus dia?"

"Aku tau.. hubungan mu dan Yamato-san itu tidak begitu akur, tapi aku butuh kalian untuk kegiatanku kali ini. Tolong ya Taichi-san~~"

"Kau butuh apa sih?"

"Ada sesuatu yang aku inginkan dari kamu dan dia. Tapi tenang aja, nanti identitas kalian aku hilangkan deh.. plis ya.. ya yaaaa.." Ujar Mimi manja.

"Emang apa sih?"

"Aku telepon Yamato-san ya,, Taichi-san disini aja." Taichi hanya bengong melihat wajah Mimi yang berubah menjadi lebih ceria. Ia menghabiskan soda-nya yang diberikan oleh kouhai-nya itu. Selang beberapa waktu, Mimi datang dengan wajah senang. "Dia akan datang kesini."

"Oh.." Jawab Taichi singkat, ia masih penasaran dengan apa yang diingikan oleh Mimi, tapi.. ia memilih menunggu ketika Yamato sampai. Mungkin Yamato tau apa yang ia tidak ketahui.

.

Comiket pertama Mimi berjalan dengan lancar. Ia tak menyangka kalau debut pertamanya di Comiket bisa lumayan sukses ini. Ia tersenyum lebar, tapi dalam hati ia meringis.

"Aku bisa kena omel berjilid-jilid setelah ini. Tapi terima kasih untuk Joe-senpai, Sora-san, Takeru dan Hikari yang sudah memberikan aku kesempatan ini."

"Oh udah?" Mimi mendengar suara itu, badannya gemeteran hebat.

"Iya, sudah selesai kok." Ia berusaha memberikan senyuman lebar yang ia bisa kepada pemuda yang menjemputnya di tempat itu. Senpai-nya yang berambut coklat jigrak itu.

"Akan ku bantu kau berkemas ya, Mimi-chan." Tawarnya ramah, walau Mimi tau kalau ia sedang marah. Senpainya- Yagami Taichi mengepak barang sisa itu dan menaruhnya di koper pink itu. Lalu ia menarik tuasnya.

"Taichi-sen-"

"Aku sebenarnya ingin sekali marah. Tapi kau sudah menepati janjimu untuk tidak menggambar aku dan si itu di komik mu. Bersyukur sih. Hanya referensi kan? Ya, walau.. kalau mengingatnya.. aku mau muntah."

"AKU MINTA MAAF!" Ujar Mimi membungkukkan badannya.

"Sudahlah. Ayo pulang." Mimi lalu mengikuti arah langkah kaki Taichi. Ia sungguh tidak mengerti kenapa senpai-nya setenang ini setelah banyak hal hina yang ia minta darinya.

END


OMAKE 1.

"Tolong taichi-senpai menyerut soda itu, dan Yamato-san menatap wajah Taichi-san lekat. Ok.. jangan gerak ya." Mimi dengan cerianya mengambil photo mereka dengan kamera ponsel pintar miliknya. "Sudah! Ganti posisi!"

"Kau gila! Ngapain kau panggil aku kesini buat photo dengan dia, aku ada jadwal latihan!"

"Yamato-san! Aku minta tolong, kalian cocok buat referensi komik ku!"

"Sudahlah Yamato, tidak ada salahnya membantu Mimi sendikit". Ujar Taichi diselingin oleh gelak tawanya, "kurasa cukup menyenangkan."

"Ok, sekarang kalian harus minum di gelas yang sama dengan sedotan bentuk hati ini."

"HHHAAAAHH?" Respon Yamato dan Taichi berbarengan.


OMAKE 2.

"Ku-kurasa ini sudah berlebihan deh Mimi-san.." Ucap Takeru yang berusaha mengobati luka di pipi kakaknya. Wajahnya terlihat memerah akibat ceplakan tangan Taichi mendarat tepat di pipi milik Yamato.

"Kau membuat mereka berdua berkelahi gara-gara kabedon aja. Biar Sora dan Hikari saja yang melakukannya!" Joe mengasih opsi lain.

"Enggak mau,, maunya Taichi-san dan Yamato-san! Sekali lagi ya."

"Sentuh bibirku sekali lagi, ku kubuat lukamu makin membiru besok."

"Kau itu tau gak sih kabedon itu apa? Isi kepalamu apa sih! Aku juga gak mau melakukan ini. Tapi.. wajah Mimi.." Yamato meringis ketika adiknya menelap sudut bibirnya yang memerah.

"Onii-chan,, tenang ya.. sekali lagi ya, bantuin Mimi-san.. oke." Ucap Hikari berusaha menenangin kakaknya itu.

"Ok sekali lagi ya.. Koushiro tolong kameranya fokus ya!"

Koushirou mengambil video adegan dimana Taichi & Yamato berkabedon. Taichi yang tejebak di tembok sedangkan Yamato yang sengaja mendorongnya hingga terpojok. Pemuda berambut blonde itu mengapitkan salah satu kakinya di antara kedua kaki Taichi. Sedangkan tangan kirinya menempel ke tembok dan tangan kirinya serasa menyentuh bibir tipis milik Taichi.

"TAHAN!" Teriak Mimi.

"Bagus juga." Ujar Joe pelan tapi terdengar jelas ditelinga Sora. Membuat Sora terkekeh pelan.

Posisi seperti itu membuat kaki Yamato terasa kram begitu juga dengan tangannya. Sampai ia tak sengaja melayangkan tangannya yang menggapai gas diantara tangan dan bibir Taichi sehingga terjadi gesekan pelan di pipi Taichi. Membuat pemuda berambut coklat cepak itu kaget.

Ia langsung meninju lagi lawan mainnya dengan tangan yang bebas.


Sungguh aku udah lama pengen bikin ffn ttg mereka, abis nonton stage play digimon tri itu terpikirkan, pengen nulis.