Memang Kou sudah bilang ke Hanako kalau ia akan menentukan jadwal pertemuan hantu itu dengan kakaknya untuk bermaaf-maafan. Tidak baik juga, kan, menunda kebaikan?

Tapi...

"Yasudah, mau kapan?" Teru-nii melemparkan senyum malaikatnya. Membuat Kou sama sekali tidak percaya.

Kenapa gampang sekali meminta kakaknya untuk berbaikan dengan makhluk yang paling dibencinya?!

"Seriusan?" tanya Kou masih tidak percaya. Kesambet apa kakaknya ini?

"Memangnya mukaku tidak meyakinkan, ya?"

Kou menggeleng kuat, "Tidak, tidak—maksudku, pulang sekolah hari ini bisa tidak?" tanyanya buru-buru. Ia takut tiba-tiba kakaknya itu berubah pikiran.

"Bis—"

"Tidak bisa."

Kou sontak menoleh, mendapati teman sebaya Yashiro-senpai menatapnya horror. "Hari ini senpai sedang sibuk. Ia belum menandatangani proposal-proposal ini, belum menyusun laporan kegiatan, belum menentukan materi rapat—"

"Ayolah, Akane-kun~ Kau kubebaskan jadwal hari ini untuk bertemu Ao-chan-mu itu, deh."

"Tidak bisa."

"Tapi aku tidak mau mengerjakan semua itu~" rengek Teru-nii. "Aku hari ini harus melakukan sesuatu yang penting."

Kou menghela napas, "Daripada menumpuk tugas, lebih baik besok saja bermaafannya." sahutnya tiba-tiba. Membuat Teru-nii mendesah kecewa sementara anak yang dipanggil Akane-kun (mungkin ia harus memanggilnya Akane-senpai?) itu memandangnya bingung.

"Memangnya orang ini ngapain sampai minta maaf?"

"Hampir musnahin—"

"Musnahin semut tetangga kami." serobot Teru-nii. "Iya, kan, Kou?"

Kou mengerutkan alisnya bingung, mungkin kakaknya tidak mau ketahuan musnahin hantu? "I-iya!" jawabnya ragu.

Akane-senpai memandang Kou dan Teru-nii aneh, ada raut curiga yang terselip di sana. "Baiklah..." katanya sambil berlalu pergi keluar ruangan itu.

"Jadi, besok kapan?"

Kou melirik kakaknya, "Sama juga, pulang sekolah."

"Hmm oke, dikelasku, ya?"

"Yasudah," Kou mengangguk, "Nanti kubilang Hanako."

"Memangnya hantu itu mau berbaikan denganku?"

Wajah Kou berubah suram, "Dari gelagatnya, sih, sepertinya tidak. Mungkin aku harus buat rencana agar dia mau ke kelas nii-chan."

"Kenapa tidak mengikatnya dan membawanya paksa ke kelasku?" tanya Teru-nii dengan senyuman gelap. Kou merinding melihatnya.

"Tidak bisa begitu!" sahutnya takut. "Mungkin nanti aku akan minta bantuan Yashiro-senpai."

Teru-nii tampak cemberut, "Kenapa minta tolong ke dia tapi saranku ditolak mentah-mentah?" gerutunya tidak terima.

"Yashiro-senpai pasti ngasih saran yang manusiawi."

"Iya, deh, iya."