x
Chapter 3:
— About Her —
.
.
.
Namanya Misa Amane. Benar-benar bagaikan representasi barbie hidup di dunia nyata.
Light nggak mengerti bagaimana cewek semeriah Misa bisa berteman sangat baik dengan Sayu, adik Light yang sering terlihat murung. Mereka bahkan sudah berteman akrab sejak SMP! Akan tetapi, Light tak memungkiri jika dirinya sungguh lega. Di hari pertama mendaftar cheers, Sayu sudah mendapatkan temannya.
Teman Sayu itu cepat sekali terkenal di sekolah mereka. Light sudah mendengar nama Misa disebut ratusan kali dari mulut teman-temannya seharian ini. Light jadi teringat awal tahun lalu ketika Kiyomi Takada, kapten tim cheerleaders saat ini, baru saja menjadi murid kelas satu. Ketika itu pun kejadiannya tak jauh berbeda. Semua orang ribut membicarakannya dan berburu info tentangnya.
Persis seperti Misa sekarang.
Kini, semenjak teman-teman basket Light tahu bahwa adik kapten mereka berteman baik dengan Misa, mereka pun jadi sering merubungi Light untuk mendapatkan info apa pun tentang Misa.
Ya, Light nggak heran. Misa memang cantik. Dia juga kelihatan asyik. Tipe cewek ideal yang mudah jadi incaran.
"Kudengar Misa lulusan dari SMP Alphabet. Benar bukan, Light?"
Light menaikkan alis. Kenapa tanyakan itu padanya? Kenapa mereka tidak berusaha saja sendiri untuk langsung mendekati Misa?
-xXx-
Sepulang sekolah, Light menunggu Sayu di dekat Mustang merahnya. Hari ini klub basketnya sedang tidak ada latihan dan Light memutuskan akan pulang bersama Sayu.
Ini kebiasaan Light sejak dulu. Ia senang berangkat dan pulang sekolah bersama-sama adiknya jika mereka sama-sama satu sekolah. Jam pulang mereka biasanya tak jauh berbeda. Sebab, selepas jam sekolah, Light sibuk dengan latihan klub olahraga, sedangkan Sayu sibuk dengan latihan cheers-nya.
Ketika Light masuk SMA, Sayu masih kelas 2 SMP. Mereka tidak satu sekolah dan selama dua tahun itu Light pulang pergi sekolah sendiri. Sekarang mereka kembali satu sekolah dan Light bermaksud untuk kembali pulang pergi sekolah bersama Sayu.
Sayu muncul beberapa saat kemudian bersama temannya. "Light, hari ini kau pulang duluan saja. Aku dan Misa sudah berencana pergi ke—"
"Biar kuantar," ujar Light sambil membukakan pintu mobil.
"Wah, kakakku baik sekali," Sayu memuji senang. Ia dan Misa masuk ke dalam mobil Light.
Sejak Light memiliki lisensi dan mobil sendiri, Light selalu berusaha sebisa mungkin mengantar jemput ke mana pun adiknya pergi. Saat ini, penumpang mobil Light bertambah satu, yaitu teman baik adiknya. Misa.
Mereka pergi ke mall dan mencari-cari toko pakaian yang menjual baju-baju sporty dan kasual. Sayu dan Misa berniat membeli pakaian yang dapat digunakan untuk latihan cheers sementara sambil menunggu seragam mereka jadi. Mereka berdua sama-sama diterima di klub cheers yang dipimpin Takada.
Saat sedang memilih-milih baju, Misa tiba-tiba keluar dari toko. Rupanya ia mengangkat telepon. Light nggak bermaksud menguping, namun sedari tadi ia memang menunggu di luar toko. Dari posisinya berdiri, Light bisa mendengar beberapa patah kata yang diucapkan Misa dalam Bahasa Inggris. Sepertinya lawan bicara Misa adalah orang asing.
Usai menutup teleponnya, Misa masih berdiri diam di tempatnya dan sibuk dengan ponselnya. Light juga tak bergeser dari tempatnya. Namun ketika dilihatnya Sayu melongokkan kepala ke sekeliling toko, barulah Light mendekat ke arah Misa.
"Misa, sepertinya Sayu mencarimu."
"Okay, coming," jawab Misa masih sibuk dengan ponselnya.
Light menatapnya.
Misa tersadar. "Sorry, I should text my dad and tell him that I have no trouble living alone in this city—" kalimatnya terhenti. Ia baru menyadari telah kelepasan berbicara dengan bahasa asing.
Light tersenyum. "Just go on. Sorry for interrupting."
"No, you are not," jawab Misa cepat.
"But your dad is calling." Light menunjuk ponsel Misa yang bergetar.
