Title : Bertumbuh || Author : Fadila Setsuji ( akiphylia) || Genre : comedy garing,romance a la kadarnya,AR || note : bahasa no baku,setting disesuaikan dengan isi kepala authornya || Rated : K (aman untuk konsumsi anak remaja sampai yang rada galau karena sebab tertentu||
.
.
.
"Dasar kunyuk! Loe...tega…Hik...mutusin... Gue...hik"
Haruno Sakura yang baru saja menyelesaikan tugas piket itu kemudian mengernyit. Dengan pagi tanpa sarapan karena terburu-buru mengejar sepeda Rock Lee untuk tumpangan bebas biaya namun dengan sedikit kesialan menyertai kini gadis dengan warna rambut senada bunga khas dari sebuah negara itu harus juga menyaksikan salah satu sahabat karibnya itu sesenggukan. Yang Sakura pahami bahwa melarang orang menangis adalah bentuk pelarangan terhadap hak manusia meskipun banyak tidak menyadari karena anggapan jika air mata itu pertanda lemah,menandakan ketidakberdayaan.
Yang tidak semua orang pahami-menurut sakura-adalah air mata dan menangis juga cara untuk mengalirkan energi negatif dalam diri. Singkatnya nangis bisa bikin kondisi jiwa kalian lebih sehat. Karena itu Sakura tidak berusaha menghentikan gadis blonde itu, malah berandai apabila memungkinkan,gadis berambut pink itu ingin berjongkok menemani Ino atau menepuk puk puk punggung gadis bak model tersebut kalau tidak melihat dimana gadis cantik itu lagi narik narik cairan dari hidungnya untuk masuk kembali...
"Bisa gak kamu nangisnya gak dekat bak sampah,non?"
Dan sebuah suara mengejutkan Sakura juga Ino yang masih terlihat menangis,walaupun dari wajahnya gadis berambut pink itu merasa kini tampangnya dan Ino mirip : terkejut.
Pemilik suara itu terlihat memalingkan wajah dari Ino namun tangannya memegang sesuatu yang terulur pada gadis blonde tersebut
"hapus air mata kamu. gadis cantik...gak pantas nangis"
Pemandangan itu membuat Sakura terheran heran. Antara ngenes,bikin gemes atau rada najis. Dalam hati Sakura merasa apa yang baru saja dia saksikan merupakan hal aneh dan bikin garuk kepala. Apa kalian bisa membayangkan ada lelaki yang mutusin kalian lalu berani muncul di depan si perempuan yang udah jadi mantan pacar lalu dengan sekehendak hati seenak jidat datang nyodorin sapu tangan lalu muji cantik gitu,nyuruh gak nangis gitu.
Apa dia gak nyadar kalau yang bikin Ino Yamanaka itu nangis justru dia?!
Dasar Sai,benar-benar cowok putih namun hatinya hitam pekat! Gak berperasaan! Iblis! Shanaroo!
Sakura mendadak tersulut emosinya. Geram gadis itu. Darahnya serasa naik sampai ujung kepala,terlebih setelah melihat Ino yang pakai sapu tangan dari Sai dan lelaki itu kini sudah melangkah pergi bersama guru Yamato.
.
.
.
"Woi,gelo loe! Masa ban motor Rock Lee mau dibocorin? Kasihan motornya udah reyot gini mau loe tambah rusak"
"Bacot! Kalo gak mau bantuin gue,didoain biar loe gak berumur panjang dan si tuan putri Hinata itu dijodohin ama ayahnya yang galak itu,mau?"
Dan untuk bagian ini,sepertinya figur malaikat yang berniat mengurungkan niat jahat seseorang dengan bisiknya harus mundur bahkan dipaksa agar tidak menghalangi. Karater baik tidak selalu menang atas usahanya,karena itu...
"Sialan! Nih ban keras amat kayak beton! Dasar motor katrok!"
Dan Sasuke meledak,membuat karakter mirip malaikat dalam diri Naruto yang tadinya mau berbisik untuk menghibur kini malah ngumpet. Takut juga dia dengan keturunan Uchiha yang akhirnya lepas sekrupnya itu.
Maka ketika keturunan Uchiha tersebut mengamuk,menendang vespa Rock Lee sampai niban beberapa motor yang berjajar, Naruto gak peduli lagi mau di doain baik atau jahat sama kawannya itu. Yang jelas,dia ngacir,kabur ke tempat terjauh...ke dalam kelas. Baru terpikir oleh lelaki blonde itu mengapa aksi ngacirnya tidak dia lakukan sedari tadi? Dan apakah Tuhan mau aja ngabulin doa jelek Sasuke ketika kawannya itu justru sedang menjalankan rencana tidak terpuji?
Sementara Naruto telah pergi meninggalkan Sasuke, lelaki itu justru terengah engah karena emosinya yang baru saja tumpah ruah. Beruntung karena Rock Lee dan beberapa motor sering parkir di belakang sekolah yang memang sepi dan luput dari pengawasan apalagi siswa lalu lalang. Hanya sebagian kecil dari mereka yang jadi bagian Konoha High School akan terlihat disini,itupun bisa dihitung jari. Perilaku Sasuke akan terbebas dari perhatian apalagi sampai membuatnya harus berurusan dengan ruang bimbingan konseling...
Sebuah seringai terbit di wajah tampan keturunan Uchiha itu
"Biarin deh,yang penting dia gak bisa lagi bonceng Sakura hari ini. Huahahaha" lalu dia ketawa bak kesetanan. Tambah layak dia dikatai iblis
"Jadi karena itu kamu berbuat gak terhormat begini yah,Uchiha Sasuke?"
Dan yang tidak Sasuke pertimbangkan adalah kemungkinan orang yang akan menangkap basah perbuatannya itu. Tawa jahat pemuda berambut legam itu lenyap,seringainya tenggelam dan bibirnya cemberut. Gantengnya tetap,ekspresinya yang berubah seram
"Bukan urusan loe,ikemen!"
Sasuke melangkah pergi dengan kedua tangannya berada dalam saku. Sementara pria yang baru saja diledek itu kini tengah menatap punggung Sasuke dengan raut wajah yang sulit diartikan
"Mana mungkin gue akan hilang urusan dengan loe,Sasuke Uchiha?"
Bel berbunyi dan semua harus kembali dengan rutinitas masing-masing dalam lingkungan Konoha High School...
Sebagian siswa memasuki deretan kelas yang berdasarkan aturan sekolah dibagi perkawasan sesuai program studi yang dipilih siswanya. Peraturan semacam ini umunya diterapkan dalam instansi pendidikan tingkat atas,namun dalam masa ini Konoha High School yang benar-benar menampakkan pembedaan sementara kebanyakan institusi pendidikan atas dalam masa tersebut tidak secara terbuka membedakan antara program studi. Takut di tuduh berperilaku diskriminatif jadi alasannya.
Konoha High School tidak demikian,setidaknya begitu yang di pikirkan Orochimaru selaku kepsek disana. Beliau dalam kancah pendidikan pada era tersebut sering jadi bahan gosip yang empuk karena membahasnya bukan saja mampu membuat grup para kepsek (tanpa orochimaru tentu saja) ramai dengan chatt gosip namun kalangan penggosip konfensional, ujung kepala sampai ujung sepatu Orochimaru yang pagi ini baru saja berubah pink karena nginjak slime buatan ponakannya juga tak luput diramu jadi bahan pembicaraan hangat oleh beberap guru dengan motivasi berbeda beda.
"Yep,gosipnya dia gak nikah karena ayahnya juragan tanah yang mau pak orochi nyari calon istri konglomerat juga loh!"
"Iya loh bu! Malah katanya temannya teman saya yang punya teman yang temannya tetanggaan ama keluarga pak Chimaru, mereka lebih sering lihat pak Chimaru bawa bocah ke rumahnya. Gak pernah tuh katanya dia bawa cewek. Eh kalo bapak dengarnya apa nih soal kepsek kita ini?"
Dan satu-satunya guru cowok dalam lingkaran pergosipan konfensional itu pun berdeham,memulai gosipnya "Gini loh ibu-ibu. Tau gak, kalau di sosmednya pak kepsek kita ini,masa yah... Isinya..." Ucapan terputus-putus itu membuat beberapa pasang mata para guru melotot. Tubuh mereka condong ke arah guru pria itu seolah siap menodong guru itu kalau-kalau berani bikin mereka ngegantung a la a la nge prank mereka. Guru tersebut lalu terlihat menelan ludah, lalu para pendengar semakin bertambah penasarannya.
"Isinya... Tau gak ibu-ibu?"
Kalau tau ngapain penasaran yah? Please pak,lanjutin! Mereka pun menggeleng
"Isi IG,facebook,line,wattpad sampai status WAnya itu..."
1
2
3
"Pak,peernya teman-teman saya taruh di mejanya bapak aja?"
Dan tertangkap basahlah para guru itu,telat masuk kelas untuk mendengarkan kelanjutan fakta soal kepseknya.
"Taro di meja aja,Nara! Ganggu aja" dan bagian terakhir agak dilow volume kan untuk mencegah dirinya dari tuduhan kekerasan verbal pada siswa yang berujung dipenjara. Kasus seperti ini sedang viral sekarang,jadi bagi para guru mohon menahan diri bagaimanapun mengesalkan murid disekolah atau anda akan jadi santapan enak para wartawan dadakan sampai pewarta kejar target.
Oke,para guru sepertinya telah dibuat menunggu cukup lama dan semoga mata mereka tetap bisa ngedip karena lama melotot. "Maaf yah bu,tadi ada gangguan. Oke kita lanjut. Itu isi medsosnya pak Orchim yang saya lihat tuh banyak banget tentang-"
"Saya?"
Kali ini para penggosip benar-benar bubar. Tak lupa mereka juga keringat dingin,karena kepergok tangan kanan kirinya kepsek sensasional itu. Pak Yabushi Kabuto namanya
Mendapati perbuatan para guru tak ayal membuat Kabuto jengkel. Padahal mereka tenaga pendidik,di gaji untuk menaikkan mutu anak didiknya tapi fakta di lapangan bahwa mereka cukup berani untuk membentuk FGD (Focus gossip group) dan membicarai atasannya. "Dasar. Apa harus membicarai atasannya?"
"Kecuali bapak punya jaminan kalau ngomong langsung ke atasan gak bikin bapak miskin karena dipecat dari kerjaan"
Dan hanya satu orang yang dikenal oleh Yabushii Kabuto berani mengatakan hal seperti itu
"Kamu lagi" Yabushi Kabuto menyentuh bingkai kacamatanya sebelum berbalik
.
.
.
Sementara itu di dalam kelas,terlihat masih ada kelas yang belum didatangi oleh guru atau kosong karena pelajaran olahraga. Salah satu dari kelas tanpa guru itu adalah kelas ilmu alam yang di huni oleh Sakura dan kawan-kawan. Kelas yang dihuni gadis berambut pink ini termasuk kelas yang anti melewatkan waktu sekolah tanpa menerima ilmu dari guru. Coba ada Rock Lee,Sakura pasti mau saja bersama ke ruang guru. Sakura benci jika harus kesana sendirian,namun daya apa yang dia punya ketika dalam kelas dialah orang yang masih mau terbuang waktunya untuk memanggil guru untuk mengisi jam di kelasnya.
Sakura benci belajar,fakta yang tidak diketahui oleh teman kelasnya.
Sakura mendesah,akhirnya mau melangkah keluar menuju ruang guru. Kaki gadis itu melangkah diatas ubin koridor Konoha High School yang terkenal cukup instagramble-tentu saja ini gagasan kepsek sensasionalnya mereka-namun terhenti setelah beberapa langkah karena mendapati pemandangan langka
Dan semakin terasa langka saja ketika seseorang yang dikatakan sebagai pemandangan langka itu tersadar dengan keberadaan Sakura dan tidak lagi menatap buku bersampul biru tersebut. Sakura tahu betul buku itu namun mendapati lelaki bermata hitam kelam itu punya satu eksampler di tangannya. Dan Sakura tau,lelaki itu menukar beberapa waktu tidurnya dengan usaha untuk mendapatkan buku itu karena sekali lagi,gadis itu mengetahui tentang buku di tangan lelaki itu. Dalam hati,ada hangat yang menjalar namun menolak keras untuk menerima kehangatan yang sudah jelas istilahnya
"Sakura san..." Yang dipanggil tertegun "selamat untuk buku ini"
"Ah itu...aku..."
"Woi,Sakura-chan!"
Secara mendadak terdengar seruan yang asalnya dari depan. Rupanya itu Naruto.
"Eh? Naruto?"
Ketika Naruto makin mendekat,Sakura sempat melirik kearah Sasuke duduk namun rupanya lelaki itu dengan pergerakan tak terduga sudah berdiri disamping Sakura. Tangan lelaki itu terasa menepuk bahunya sekilas dan sebuah bisikan pun tertangkap telinga gadis rambut pink ini "Naruto gak mungkin ngelirik cewek jidat lebar kayak kamu"
Uchiha sialan!
.
.
.
"Gue jadi brengsek lagi"
.
.
.
"Naruto,kalo loe manggil gue cuma untuk hal gak penting,rambut loe gue cat hijau kek rumput!"
"Ini penting. Tau si pak Yabushi,kan?"
Sakura mengangguk
"Cuma loe yang berani nantang dia,sakura-chan. Dia lagi-lagi intimidasi guru"
"Yakin? Bukan karena gurunya yang salah?"
"Gak,mereka cuma ngegosip"
"Berarti mereka salah!"
"Tapi kasihan kalau mereka dipecat"
"Gak semudah itu juga kali Naruto"
"kalo dia kaki ama tangan plus kupingnya kepsek kita gue rasa mecat guru itu lebih gampang daripada bikin loe kalah main domino"
"Reseh perbandingannya!"
"Pokoknya tolongin. Kasihan pak Ebisu dkknya"
Kasihan... Sepertinya Naruto luput dari mengasihani Sakura.
-TBC-
Apa kabar? Semoga sehat yah :)
Saya Fadila Setsuji,yang baru-baru ini kembali mencoba ffn sebagai tempat untuk merumahkan sekumpulan ide-ide tentang Naruto dan kawan-kawan yang hak ciptanya adalah milik Masashi sensei setelah dulu pernah beberapa kali main di ffn sebagai reader. Semoga ff yang masih jauh dari kata bagus dan tidak bebas typo ini menemukan pembacanya. Mohon komentar dan like dari kalian,para pembaca yang budiman. Terima kasih :)
Mau cuap-cuap dengan saya? Main ke IG saya : fadilaaseohan, wattpad : fuyuadakio, dan fb : fadilahan setsuji-san
