"Fiuh, akhirnya selesai juga."
Souma mengusap keringatnya dengan tangan, kemudian ia berkacak pinggang tersenyum bangga melihat masakan nya sudah jadi dan terlihat sempurna itu.
Ya, didepan meja sudah tersedia kotak putih yang berisi makanan Chuka Idako. Bagi yang tidak tahu apa itu Chuka Idako adalah makanan yang bahan utamanya ialah bayi-bayi Gurita, bentuk makanan nya terlihat merah dan bayi-bayi Gurita itu langsung dimasak tanpa dipotong terlebih dulu, dan tentu nya banyak bahan yang harus disiapkan untuk memasaknya. Oh, dan jika suka pedas bisa menambahkannya dengan Wasabi.
Hari ini Souma membawa satu kotak Chuka Idako untuk dibawa ke sekolah barunya. SMA Seika itulah nama sekolah baru yang akan Souma datangi hari ini.
Souma sudah tidak sabar menunggu hari ini, dia ingin memberikan hidangan nya kepada murid-murid disana, ia berharap masakan nya bisa membuat mereka bersemangat.
Semenjak kecil Souma hobi memasak, dan ayahnya Yukihira Joichirou adalah salah satu koki hebat yang sudah menjadi cheff profesional di Amerika sana. Souma sendiri saat kecil sering diajari oleh ayahnya memasak berbagai resep, dan setelah ayah nya memutuskan untuk pergi ke Amerika meninggalkan Souma sendiri di jepang, akhirnya dia pun mulai belajar memasak sendiri dan mengembangkan hobi nya itu dengan baik sampai sekarang.
Kebiasaan Souma adalah mencoba resep baru dengan bahan andalan nya yaitu Gurita, setiap kali dia membuat masakan baru maka dia akan membagikan kepada teman-teman nya.
Dan hari ini Souma ingin memberikan masakan barunya kepada para murid SMA Seika.
"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang."
Souma memasukan kotak putih berisi makanan nya kedalam tas, lalu ia segera keluar dari apartement nya.
SMA SEIKA
"Hei! Sudah kubilang pakai seragam dengan benar! Kau, kau, dan kau, kalian bertiga cepat rapikan seragam kalian sekarang!"
Seperti biasa suasana di SMA Seika selalu disambut oleh suara berisik dari Ayuzawa Misaki sang ketua OSIS yang paling ditakuti oleh para murid laki-laki, dan dia juga sering di sebut-sebut sebagai diktator setan yang membenci anak laki-laki.
Misaki berdiri tegap didepan gerbang sekolah sambil bersedekap. Ia mendelik kepada ketiga anak kelas 2 yang kini bersujud dihadapan Misaki.
Wajah Misaki sudah merah padam menahan emosi melihat ketiga laki-laki didepan nya ini yang melanggar aturan SMA Seika.
Aturan yang mereka bertiga langgar adalah kerapian dalam memakai seragam sekolah. Sebagai murid dari SMA Seika diwajibkan untuk rapi dalam berpakaian, tidak hanya itu, mereka juga harus sopan terhadap murid perempuan dan tidak boleh menyakiti para perempuan dalam hal apapun.
Ketiga murid laki-laki itu bertekuk lutut dengan wajah yang sudah babak belur akibat terkena pukulan Misaki.
"Hahh.. sudah berapa kali aku bilang untuk mengikuti aturan dengan benar!" Bentak Misaki kepada ketiga laki-laki itu. Ia membunyikan jari-jari nya sambil menyeringai, matanya kini sudah berapi-api. "Kalau sampai kalian melanggar lagi akan aku beri pelajaran."
Ketiga laki-laki itu bergidik ngeri melihat Misaki yang sudah marah besar itu. Mereka segera menundukan kepala sampai ketanah dan memohon ampun. "Kami minta maaf Kaichou!"
Misaki menghela nafas lelah. "Kalau kalian sudah mengerti sekarang berdirilah, rapikan pakaian kalian dan masuklah ke kelas."
"Baik." mereka bertiga segera bangkit berdiri merapikan pakaian nya lalu bergegas pergi masuk kedalam sekolah meninggalkan Misaki di depan gerbang.
Misaki mendengus kesal, setiap pagi dia selalu direpotkan oleh murid laki-laki, seperti mengganggu murid perempuan , merusak jendela kelas, berlari di koridor sekolah, dan meminta permintaan aneh, semua itu benar-benar membuatnya lelah. Tidak, bukan hanya mereka saja, tapi masih ada satu orang lagi yang selalu membuat Misaki kesal, dia adalah Usui Takumi.
Usui adalah pria yang paling populer di sekolah, sudah banyak gadis-gadis yang menyatakan cinta padanya, tapi Usui menolak semua cinta mereka dan memilih menjadi Stalker Ayuzawa Misaki, kemanapun Misaki pergi maka disitulah Usui berada.
"Kerja bagus Kaichou."
Mata Misaki melebar, dan ia pun merinding ketika manusia yang baru saja dia pikirkan datang dari belakang dan berbisik di telinga nya.
Misaki memutar balik kearah suara itu.
"U-usui! A-apa yang kau lakukan disini?!" Kata Misaki, wajah nya sudah merah padam menahan malu.
Usui tersenyum tipis. "Hanya mengamati gadis pelayan yang manis."
"A-ap—"
Misaki terdiam saat kepalanya tiba-tiba dielus oleh Usui dengan lembut.
"Semangatlah Kaichou." Kata Usui, sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Misaki.
Seketika kepala Misaki mengeluarkan asap keatas, kuping nya sudah merah panas menahan malu nya yang kini ingin membludak.
Sebelum Misaki berniat berteriak marah kepada Usui, niat itu harus disimpan saat seorang laki-laki bersurai merah datang dari belakang Usui.
"Anoo..permisi, apa benar ini SMA Seika?"
Misaki sedikit memiringkan badan nya melihat orang itu yang berada dibelakang Usui.
"Benar, apa kau murid baru itu?"
"Ah benar namaku Yukihira Souma." Katanya sambil menggaruk belakang kepalanya.
Usui memutar balik badan nya kearah Souma. Usui pikir laki-laki yang berada didepan nya sekarang ini memiliki rambut yang unik, dan jika dilihat dari wajahnya kemungkinan dia memiliki sifat mirip seperti Hinata Shintani teman masa kecil Misaki. Yang bisa dibilang terlihat agak sedikit bodoh mungkin.
"Aku Ayuzawa Misaki ketua Osis SMA Seika. Dan kalau begitu akan kuatar kau ke kelas."
"Baiklah, terima kasih Misaki."
Misaki terkejut dan setelahnya ia tersenyum mendengar murid baru itu langsung memanggil nama depan nya.
Misaki berpikir kalau pria bernama Yukihira Souma ini mempunyai rambut yang unik seperti Usui, dan kelihatan nya dia itu adalah pria alim yang sangat disiplin. Lihat saja sekarang dia sudah mengenakan seragam SMA Seika dengan rapi, tidak seperti murid laki-laki lainnya.
Dilain sisi Usui menyipitkan matanya menatap Souma. Dia berharap murid baru ini bukanlah rival selanjutnya setelah Shintani.
"kalau begitu ikuti aku." Kata Misaki, memutar balik arah dan melangkah pergi, yang diikuti Souma juga Usui dari belakang.
Setelah menyusuri panjang nya koridor sekolah akhirnya mereka bertiga sampai didepan kelas.
Mereka yang dimaksud ialah Souma,Usui, dan Misaki.
Beberapa detik kemudian seorang guru pria datang dari arah kiri menghampiri mereka bertiga.
"Sensei aku membawa murid baru ini."
"Ah,terima kasih Ayuzawa sudah membawanya kesini, kalau begitu aku akan masuk duluan, jadi tunggulah disini." Kata Sensei, tersenyum sambil menepuk pundak Souma.
"Ya, aku akan menunggu disini."
Sensei itu menganggukan kepala, lalu masuk kedalam kelas.
"Jadi kalau begitu aku pergi sekarang." Kata Misaki, tersenyum ramah.
"Baiklah, terima kasih sudah mengantarku kesini Misaki dan—" Souma menggantung katanya dan melirik kearah laki-laki bersurai kuning yang berada disamping ketua OSIS itu.
"Usui Takumi." Sahut Usui, yang paham maksud dari lirikan Souma memintanya untuk memperkenalkan diri.
"Ya, dan Takumi-san terima kasih."
Alis Usui berkedut mendengar Souma yang memanggil nama belakang nya. Kenapa saat laki-laki dia memanggil nama belakang? Apa dia tertarik dengan Misaki? Oh jangan lagi, jangan lagi ada rival baru.
Sudah menjadi kebiasaan Souma yang suka memanggil nama orang sesuka hatinya. Dia tidak pernah memedulikan nama belakang atau nama depan, selama bagi dia nama itu enak untuk dipanggil maka dia akan memanggilnya dengan nama itu.
"Sampai jumpa." Kata Misaki, melangkah pergi meninggalkan Souma.
Usui yang memang sudah resmi menjadi Stalker Misaki itupun ikut pergi meninggalkan Souma.
Souma menatap kepergian Usui dan Misaki dari belakang. Kalau di ingat-ingat lagi laki-laki bernama Takumi itu mirip dengan kelinci dirumahnya yang selalu mengikutinya kemanapun dia pergi. Apa Takumi itu spesies kelinci? Mana mungkin, dia itu manusia, tapi cara dia mengikuti Misaki kemanapun itu sangat persis seperti kelinci nya. Oke kalau begitu mulai sekarang Souma akan memanggil Takumi sebagai 'Kelinci bersurai kuning,' cocok sekali.
Saat Souma sibuk dengan pikiran nya tiba-tiba Sensei yang berada didalam kelas itupun memanggilnya untuk masuk kedalam kelas.
"Yosh, kali ini aku akan membiarkan mereka mencicipi resep baruku." Souma menarik nafas dan membuangnya perlahan-lahan, lalu dia pun masuk kedalam kelas.
Souma melangkah dan berdiri didepan para murid yang duduk dibangku masing-masing.
"Baiklah, sekarang perkenalkan namamu."
Souma menganggukan kepala menanggapi Sensei nya itu.
"Semua, perkenalkan namaku Yukihira Souma, mulai sekarang aku akan bersekolah disini, mohon bimbingan nya." Souma menunduk hormat kepada para murid lain.
"Oh-ya," Souma berdiri tegak lalu menaruh tas nya di meja dan membukanya.
Souma mengambil satu kotak putih dari tasnya berisi makanan yang ia bawa dari rumah tadi.
"Semua maukah kalian mencicipinya." Kata Souma sambil membuka kotak itu dan memperlihatkan isi makanan yang tampak lezat itu.
Semua murid dikelas pun langsung tertarik melihat makanan yang dibawa oleh Souma. Mereka beranjak dari bangku masing-masing lalu menghampiri Souma.
"Ehh...bukankah ini Chuka Idako?"
"Ya,ya ini terlihat enak."
"Aku ingin mencicipinya segera."
"Aku juga mau."
Begitulah para murid menanggapi makanan Souma.
Souma tersenyum lebar. "Kalau begitu silahkan dicoba."
Semua murid dikelas pun saling rebutan mencicipi makanan Souma.
Ketika makanan itu masuk kedalam mulut mereka, seketika mereka membeku dan wajahnya membiru.
Sensasi ini, rasa ini begitu aneh, bayi-bayi Gurita ini terasa mengikat lidah mereka. Tidak bukan itu, tapi rasa Gurita nya masih mentah dan begitu lengket, ditambah rasa pedas nya membakar tenggorokan mereka. Ini seperti memakan makanan di neraka!
Seperti itulah yang mereka rasakan saat mengunyah makanan Souma.
Saat itu juga mereka yang sudah terlanjur menelan nya terjatuh kelantai dengan badan yang masih membeku. Terlihat roh-roh mereka keluar dari tubuh mereka secara bersamaan.
Murid lainnya yang melihat mereka meninggal dalam sekejap itupun memucat. Dengan susah payah murid-murid itu menelan ludahnya sendiri-sendiri.
Sedangkan Souma justru tidak mempedulikan kematian mereka akibat masakan nya itu, ia mengambil sumpit di saku nya lalu menyumpit satu bayi Gurita dan menyodorkan nya kepada para murid lainnya sambil tersenyum polos. "Silahkan dicoba."
Murid-murid itu dengan spontan menutup mulutnya masing-masing dengan tangan dan menggeleng cepat.
"Larii...!" Teriak salah satu murid,kemudian seluruh murid yang ada dikelas pun berhamburan keluar.
Souma yang masih belum puas memberikan makanan nya kepada mereka, ia pun ikut berlari mengejar segerombolan murid-murid itu dari belakang sambil tetap membawa satu bayi Gurita dengan sumpit.
"Tidakkk..!" Teriak murid-murid itu bersamaan saat melihat Souma yang mengejar mereka dari belakang sambil menyeringai layaknya iblis.
Kini mereka berlari di koridor sekolah, karena larian mereka sangat cepat tampak sebuah asap muncul di kaki-kaki mereka.
"Kaichou..! Selamatkan kami!" Seru mereka, yang melihat Misaki,Yukimura dan Usui sedang berjalan di koridor sekolah.
"Eh?"
Usui,Misaki, dan Yukimura pun menghentikan langkahnya dan memutar balik kearah suara keras itu.
"Tu-tunggu, apa yang kalian lakukan?" Misaki tampak gelagapan ketika mereka sudah bersembunyi dibelakangnya.
"To-tolong selamatkan kami dari racun itu." Keluh mereka sambil menunjuk kearah depan.
"Racun?" Misaki menoleh kearah yang ditunjuk mereka.
"Yukihira?" Kata Misaki bingung, dia tidak paham apa yang dimaksud racun oleh mereka? Lantaran yang dia lihat sekarang hanya si murid baru itu sedang berlari kearahnya.
"Oh, ah, Misaki!" Panggil Souma yang kini menghentikan langkah nya tepat didepan Misaki sambil tetap membawa bayi gurita.
"Yukihira jangan berlari di sekolah." Tegur Misaki sembari berkacak pinggang.
"Maaf aku hanya mengejar mereka." Balas Souma, ia melirik kearah murid yang bersembunyi dibelakang Misaki.
Mereka yang dilirik Souma pun bergidik ngeri, "Se-selamatkan kami!" Teriak mereka histeris kemudian berlari berhamburan entah kemana.
"Kalian kemana?" Misaki memutar balik arah menatap bingung kepada mereka yang ketakutan seperti sedang melihat hantu itu. Sekarang mereka mau membuat masalah apa lagi sih? Oh ayolah beri Misaki istirahat sebentar, dia benar-benar lelah sekarang.
"Me-mereka sangat aneh pagi ini." Kata Yukimura.
"Mereka memang aneh." Sahut Usui.
Misaki hanya menganggukan kepala menanggapi perkataan Usui dan Yukimura. "Tapi hari ini mereka terlihat ketakutan sekali."
"Misaki kau mau mencobanya?"
"Ap—"
Saat Misaki menoleh kearah Souma, tiba-tiba mulutnya sudah dibungkam oleh bayi gurita yang Souma bawa sedari tadi.
Seketika itu juga Misaki membeku dan wajahnya membiru. Rasa nya sama saat dia mengunyah makanan itu, ia juga berpikir kalau makanan ini seperti makanan di neraka dan sangat tidak layak untuk di konsumsi!
Kemudian Misaki terjatuh kelantai dengan tubuh sudah beku dan rohnya pun juga keluar dari mulutnya melayang bebas.
Yukimura dan Usui terbelalak melihat Misaki sudah terjatuh tak bernyawa itu.
"Ka-kaichou..!"
"Misaki!"
Teriak Usui dan Yukimura bersamaan.
Sedangkan Souma hanya menatap bingung melihat reaksi berlebihan Misaki. Kenapa dia pingsan? Apa masakan nya terlalu enak sampai membuatnya tidak bernyawa seperti ini? Kalau memang begitu, itu artinya resep baru nya kali ini berhasil!
Souma tersenyum lebar dan tertawa.
Tawa Souma terdengar mengerikan ditelinga Usui dan Yukimura, tawa itu tampak seperti iblis.
Dilain sisi Misaki masih tetap dengan kondisi yang sama.
Ruang UKS
Misaki membuka matanya dan bangkit.
"Sudah bangun?"
Misaki menoleh kearah suara, dan ia melihat Usui tengah duduk disamping kasur pasien yang sekarang ini ia tempati.
"Apa yang terjadi?"
"Kau jatuh pingsan akibat memakan makanan Yukihira."
Misaki baru teringat alasan dia pingsan sampai sore hari ini.
"Bagaimana dengan Yukihira? Apa yang dia lakukan?"
Usui mengangkat kedua bahunya, "Entahlah.." Kalau diingat-ingat lagi setelah Yukihira berhasil membuat Misaki pingsan dia bergegas mengejar murid-murid lain yang kabur itu. "Mungkin dia sedang mencari mangsa lain." lanjut Usui.
Misaki memijat keningnya. "Haahh...dasar anak itu."
Usui menatap kearah jendela luar. "Bukankah seharusnya sekarang kau bekerja?" Usui kembali menoleh kearah Misaki dan mendekatkan wajahnya sambil tersenyum tipis. "Atau kau masih ingin disini berdua?"
Sesaat wajah Misaki memanas, Usui bodoh itu selalu menggodanya disaat seperti ini.
"Me-menyingkirlah Usui mesum!" Misaki memukul wajah Usui sampai terjatuh dari kursi. Kemudian Misaki beranjak berdiri dari kasur dan mengambil tasnya yang berada di meja. Setelah itu ia pun bergegas keluar dari ruang UKS sambil menahan malu.
Usui tersenyum, sudah jadi kebiasaan Misaki bahwa dia akan memukul Usui setiap kali Usui berhasil menggoda nya.
Usui bangkit berdiri dan menyusul Misaki.
Souma menghela nafas panjang, dia bingung dengan reaksi-reaksi mereka tadi dimana saat mereka memakan Chuka Idako miliknya itu seketika mereka semua terjatuh pingsan. Seingat Souma kata ayah dulu siapapun yang memakan masakan nya dan pingsan itu tanda nya dia berhasil membuat resep baru untuk berperang.
Sampai sekarang Souma masih tidak paham apa maksudnya berperang? Ini sudah bukan zaman kerajaan yang harus berperang bukan?
"Hahhh...sepertinya aku harus membuat resep baru lagi." Kata Souma, yang kini berjalan di trotoar.
Souma terus berjalan sampai pada akhirnya dia pun berhenti saat melihat di seberang sana terdapat sebuah gedung restoran yang tertulis Maid Latte di kayunya.
"Maid Latte, sepertinya aku bisa duduk beristirahat disana sebentar."
Souma melangkah kearah restoran tersebut dan masuk kedalam.
Tatkala Souma masuk kedalam restoran itu, dia pun terbengong menatap Maid yang menyambutnya.
"Selamat datang tuan" Sambut Maid itu menunduk hormat.
"Mi-misaki?!"
"Eh?"
Ya, maid itu adalah Misaki Ayuzawa ketua OSIS SMA Seika.
Misaki terbelalak melihat laki-laki bersurai merah yang ada dihadapan nya sekarang ini.
"Yu-yu-yukihira?!!"
To Be Continue...
saya kembali dengan membawa cerita baru!
Saya tahu kalau cerita yang satunya belum selesai dan masih sampai chapter 2 tapi...tapi saya tidak tahan untuk menulis cerita ini!
Pikiran saya dipenuhi dengan adegan-adegan mereka, mungkin setelah ini saya baru melanjutkan chapter The Next Legendary Shinobi, jadi silahkan ditunggu ya!
Ah ya, bagi kalian yang ingin memberikan kritik,saran,dll silahkan komentar yaa, saya akan mendengarkan semua saran kalian. Semua itu membantu saya.
baiklah kalau begitu sampai jumpa dilain waktu!
