Balik lagi dengan author yang kalian tidak rindukan.
Lama-lama udah kaya rumah yang sudah usang sepi,penuh debu dan meninggalkan banyak cerita.
NaruSaku moment belum ada, paling entar di chapter selanjutnya soalnya lagi Author lagi bete, gebetan malah lagi dekat sama orang lain.
Terima kasih kepada para reviews yang yang telah membaca dan memberi saran kepada fic ini. Tapi sekali-kali ngasih duid kek atau enggak ngasih pulsa.
Naruto nge-band !.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : Garing,typos, OOC dan para sahabatnya.
Pair : Always NaruSaku
Summary : Naruto dan teman-temannya disuruh tampil di acara Festival di sekolahnya, apakah yang akan terjadi ?.
Lanjutan dari chapter sebelumnya, jika berkenan mohon dibaca terserah mau di komen atau enggak yang penting kita happy !
Chapter 2 : Antara meratapi nasib atau mencoba bangkit.
Seminggu sebelum Festival dimulai.
Libur telah tiba, setelah melaksanakan US ( Ujian serius), akhirnya Naruto akan melaksanakan liburan sekolah, tetapi rasanya liburan itu harus di tunda, karena dalam seminggu ke depan Naruto harus manggung di festival yang diadakan di sekolahnya. Nih kayaknya di setiap fanfic pasti ada festival nya terus, gak pernah tuh sekolahan si Naruto musibah kaya sekolahan rubuh atau kebakaran kayaknya gak ada deh, dikarenakan udah ngaco kita balik lagi ke cerita.
Kali ini Naruto tengah berada di rumahnya Rock Lee, bersama dengan Sasuke,Kiba,Shikamaru dan tuan rumahnya yaitu Lee, mereka sedang melakukan rapat atau bahasa kerennya briefing untuk menentukan lagu yang akan mereka bawakan di festival nanti.
" Eh bukan maksudnya gua mata duitan nih, tapi kita dibayar enggak ?." Tanya Kiba membuka rapat dengan pertanyaan yang realistis.
" Gatau tuh, tanya aja sama Naruto." Ucap Sasuke yang lagi sibuk sama HP nya, ni Sasuke dari chapter pertama maen HP mulu.
Kiba pun menoleh Naruto yang sedang berpikir, sungguh kejadian langka yang disaksikan Kiba.
Ngookkkk suara Shikamaru yang lagi tidur siang, kalo anggota nya kaya gini mah lagi diskusi, entah kenapa Naruto menyebutkan rapat.
" Gua juga kagak tau." Celetuk Naruto watados bin polos, bisa dibayangkan mukanya oleh para readers.
Kiba hanya menggaruk kepalanya yang gatal, udah seminggu gak keramas, hemat air katanya.
Tak lama tiba Lee pun datang sambil membawa cemilan buat teman-temannya, enak kali ya mampir ke rumah Rock Lee temen lagi mampir dikasih makan, coba Author mampir ke rumah temen malah dikasih peringatan, oke melenceng jauh dari cerita.
" Ga perlu repot-repot Lee, sampe dikasih makanan segala." Ucap Kiba sambil mengambil makanan yang udah disediain.
" Mumpung lagi ada rezeki, kalo kurang tinggal ngomong aja !." Ucap Lee dengan penuh semangat.
Kita tinggalkan Kiba dan Lee yang lagi asik Mabar ( Makan bareng), dan Shikamaru yang lagi tidur ke tokoh utama kita Uzumaki Naruto yang masih berpikir tentang lagu yang akan dibawakan bandnya.
Kemudian muncul lah, Neji yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Lee tanpa permisi.
" Lagi pada ngumpul nehh !!" Ucap Neji yang duduk disebelah Shikamaru yang udah bangun.
Tiba-tiba Naruto berdiri dari posisinya yang duduk sambil menenteng gitar nya dan membuat para penghuni kamar langsung memperhatikan Naruto.
"Mau kemana lu ?" Tanya Kiba sambil makan Snack bermerk * ( disensor oleh komisi penyiaran Konoha).
"Nyari udara segar." Naruto pun beranjak dari kamar Lee menuju ke teras rumah Lee alesan nya sih mau nyari udara segar, tapi ternyata mau nyalahin rokok. Baru juga nyalain rokok datanglah Ko-Jek (Konoha Go-Jek) menghampiri Naruto.
" Bang ini rumah Mang Yadi ya ?." Tanya Ko-Jek tersebut.
"Bukan Bang, ini mah rumah temen saya." Naruto menjawab pertanyaan dari Bang Ko-Jek dengan logat sundanese.
"Wah saya dibohongin nih." Bang Ko-Jek kesel karena dibohongin.
"Kalau rumah Mang Yadi dari sini belok ke jangan ke kiri nah ada rumah warna hijau pudar."
" Itu rumah Mang Yadi ?." Tanya Ko-Jek.
" Bukan itu tetangganya, rumahnya sih di sebelah kanan." Jawab Naruto.
" Jawaban Abang muter-muter, yaudah makasih ya." Bang Ko-Jek pun mengambil sesuatu dari sakunya.
" Bang gausah deh, saya masih punya duid kok." Naruto rada sombong soalnya tabungan nya banyak.
"Siapa yang mau ngasih duid, gua mau ngambil kunci motor." Naruto pun cuman nyengir doang, kirain mau ngasih duid.
Setelah tukang Ko-Jek pun pergi, Naruto pun memilih untuk duduk sambil meratapi nasibnya selama seminggu kemarin yang sebagian besar gak beruntung atau apes. Yang pertama ulangan yang pasti remedial karena Naruto kebanyakan ngisinya ngasal,terus disuruh manggung tapi gatau dibayar apa enggak, ditinggal Sakura yang pergi bersama dia.
Naruto pun berpikir (Author merinding mengetik adegan ini) daripada dia meratapi nasibnya, lebih baik dia bangkit dari keterpurukan.
"Daripada gabut mending nyanyi deh, ekhem..." Sebelum nyanyi cek sound dulu.
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terimakasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuat ku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi takdirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan sudah biasa
Ditinggal tanpa alasan sudah biasa
"Galau mulu lu Uzumaki Dobe !" Sasuke datang pada saat yang tepat, di waktu yang salah saat Naruto masih bernyanyi.
"Bentar gua beresin dulu lagunya." Ucap Naruto tanggung lagunya bentar lagi beres.
Penuh luka itu pasti
Tapi aku tetap bernyanyi
Dan nyanyian Naruto selesai.
"Ada apa sih Sasuke ganggu gue mulu?." Tanya Naruto dengan nada yang sedikit kesal.
" Nih kita udah nemuin lagu buat manggung nanti." Sasuke memperlihatkan handphone kehadapan Naruto.
" Kita kan mau ngebawain dua lagu, ini yang pertama, ini yang kedua." Naruto memperlihatkan dengan seksama kepada layar handphone Sasuke.
" Gimana lu setuju kan?, yang lain udah setuju semua."
Naruto cuman ngangguk-ngangguk kaya anjing yang nurut sama tuannya.
"Woi !, STOP dulu nih gua mau protes perasaan di fic ini gua apes mulu deh." Naruto protes tentang keadaan nya yang menyedihkan.
"KAPAN GUA SENANG NYA ?." Teriak Naruto histeris.
" Anggep aja ujian hidup, daripada teriak-teriak gak jelas mending lu hafalin chord sama lyric nya, soalnya nih lagu lagi ngetrend di Konoha." Sambung Sasuke.
" Iya – iya gua hafalin sayang." Ucapan Naruto membuat Sasuke pengen muntah darah apalagi ditambah kata sayang, ngebuat Sasuke langsung balik lagi ke kamar nya Lee.
" Eh malah kabur, SASUKE TUNGGU !!!" Naruto pun mengejar Sasuke dan berakhir lah Chapter kedua ini dengan tidak elitnya.
To be Continue...
Moral dari chapter ini adalah jangan pernah sekali-kali memanggil sayang kepada teman dekat soalnya jijik men !, Apalagi laki sama laki.
Ya sudahlah RnR aja. See you again di chapter selanjutnya.
Song :
The Rain feat Endank Soekamti – Terlatih Patah Hati
