Kumpulan OneShot Pairing Harry Potter
.
Chapter 3: Love of Complementarity
Pairing: Ron Weasley × Hermione Granger
Genre: Romance
Disclaimer: J.K Rowling
Timeline: Tahun ke-6 Harry Potter
WARNING!
Alur gaje, membingungkan, kurang feel, typo, OOC, dll
.
.
Happy Reading! ^_^
.
.
"Hei! Dengar berita kemarin?"
"Berita apa?"
"Draco Malfoy dan Hermione Granger jadian!"
"Sulit dipercaya!"
"Sayangnya, aku sudah tahu,"
"Bukan hanya itu, mereka juga menjadi King dan Queen di acara pesta dansa kelulusan angkatan kelas tujuh kemarin!"
"Wow! Benarkah?! Mereka memang couple yang serasi,"
"Yup, couple yang perfect,"
~Love of Complementarity~
Ron Weasley berjalan tergesa memasuki asrama Gryffindor. Telinganya sudah panas mendengar ucapan mereka tentang Draco Malfoy dan Hermione Granger yang telah menjadi sepasang kekasih.
Dengan kasar, dia mendudukkan dirinya di sofa Ruang Rekreasi Gryffindor.
Masih teringat olehnya, bagaimana cerianya Hermione saat menceritakan tentang Draco Malfoy pada dia dan Harry.
-flashback on-
"Kalian tahu tidak? Draco memberiku bunga paling langka di dunia sihir! Dan dia mengajakku kencan nanti malam!" Hermione bercerita senang.
Bagi Hermione yang seorang muggleborn, menjumpai bunga langka di dunia sihir sangat mustahil. Karena itulah, dia sangat senang begitu Draco memberinya bunga itu.
"Woow! Selamat, Hermione!" Harry berseru girang.
"Selamat kenapa?" Hermione bertanya bingung.
"Ya ampun! Kau ini tidak peka ya? Jika seorang laki-laki mengajakmu berkencan, itu berarti dia ingin menyatakan perasaannya padamu," jelas Harry. "Iya kan Ron?"
Ron meringis kecil. "Yeah," jawabnya singkat. Walaupun dalam hatinya dia sangat mengharapkan tidak terjadi apa-apa nanti malam.
Mendengar jawaban mereka berdua, Hermione kembali bercerita kebersamaannya dengan Draco. Matanya berbinar-binar senang.
Sementara Harry turut senang dan sesekali merespons cerita Hermione dengan sama cerianya. Well, bukankah sahabat memang harus seperti itu?
Namun sayangnya mereka tak menyadari kebisuan Ronald Billius Weasley.
-flashback off-
Ron menyapu rambutnya frustasi. Dia tahu ini salahnya karena tak mengatakannya pada Hermione. Ini salahnya karena dia terlalu pengecut.
Dia merasa sofa disampingnya diduduki. Ron menoleh.
Ron melihat adiknya duduk manis disampingnya.
Ginny Weasley memandangi kakaknya dengan perasaan campur aduk. Bingung, cemas, dan geli karena rambut keriting Ron semakin berantakan karena ulahnya tadi.
"Ada apa Ron?" tanya Ginny perhatian. Ron tak tahu saja kalau mata Ginny memandanginya dengan tajam. Berusaha mencari tahu apa yang salah dari diri kakaknya.
"Aku... argh! Gin, bagaimana menurutmu kalau kita menyukai seseorang, tapi ternyata dia sudah menjadi kekasih orang lain lebih dulu? Apa yang akan kita lakukan?"
Ginny terdiam sebentar. Mengamati kakaknya intens. "Aku mungkin akan berpikir pertama kali bahwa aku terlambat. Dan aku menyesali kebodohanku," Ginny menjawab sambil berpikir-pikir apa masalah yang menimpa kakaknya.
Mungkin ada hubungannya dengan berita baru-baru ini? Ginny kembali merenung dan otaknya dengan cepat menemukan sebuah peristiwa menarik. Yang dapat dengan mudah dia kaitkan dengan apa yang menimpa kakaknya.
Draco dan Hermione yang menjadi sepasang kekasih.
Ginny membelalak lebar. "Tapi kemudian aku akan tetap menyatakan perasaanku. Setidaknya dia tahu kan? Aku tidak peduli dia mau menjawab atau tidak. Kita bermain positive thinking saja. Bisa saja dia menyukai kita, tapi karena dia atau kita malu mengungkapkannya. Dia terpaksa beralih ke yang lain,"
Ron memikirkan perkataan Ginny.
Ada benarnya juga. Tapi, apakah mengungkapkan perasaan pada seseorang yang sudah mempunyai kekasih merupakan tindakan yang benar? Apalagi Ron sudah terlalu terlambat.
"Dan ingat Ron," Suara Ginny kembali terdengar. "Mengungkapkan perasaan merupakan hal yang tabu bagi setiap wanita. Jadi, kalau kau masih menginginkannya. Kejar dan perjuangkan dia. Wanita akan merasa tersanjung diperlakukan seperti itu—"
"—Termasuk Hermione, kukira?"
Setelah mengatakan itu, Ginny pergi dari sana meninggalkan Ron yang kembali berpikir.
Dan dia sudah menentukannya.
"Aku sudah mengetahuinya Ginny," ucap Harry pelan setelah Ginny menceritakan pertemuannya dengan Ron diruang rekreasi tadi.
"Sudah tahu? Tapi kenapa kau tak membantunya?" Ginny sewot sendiri.
"Aku sudah membantunya," ucap Harry. "Aku selalu membesar-besarkan cerita Hermione tentang Draco dengan berharap dia bisa berang dan menyatakan cintanya pada Hermione karena terlalu marah. Aku selalu berharap sifatnya digunakan untuk masalah seperti ini. Tapi ternyata...? Kau tahu kan?"
Ginny meringis serba salah. "Aku yakin dia sebenarnya juga hampir tertelan amarahnya dan menyatakan cinta pada Hermione secara frontal. Tapi, kurasa dia masih tahu diri. Dia membandingkan dirinya dengan Draco dan segudang kesempurnaannya. Tampan, kaya, dan pintar. Dia merasa dirinya tidak sebanding. Tapi setidaknya dia masih menggunakan akal sehatnya, itu sisi positifnya,"
"Tapi mungkin ada yang harus kita lakukan, Gin. Setidaknya beri mereka waktu,"
"Aku tahu. Apa rencanamu, Harry?"
~Love of Complementarity~
"Kau mau membantu kita belajar, Hermione? Setelah itu kita akan ke pondok Hagrid. Mau?" tanya Harry.
"Mmm, sebentar. Aku mengingat jadwalku dulu hari ini," Hermione memainkan-mainkan bibirnya sambil berpikir.
Ron harap-harap cemas. 'Ayolah... Bisa! Bisa! Kau bisa meluangkan waktu bersama kami!'
"Sepertinya bisa. Ayo!" Hermione melangkah semangat menuju asrama Gryffindor.
Harry dan Ron mengikuti di belakang. Harry melirik Ron yang tersenyum lebar.
"Hermione!" seru Draco yang membuat Hermione menoleh.
'Oh. Timing yang sangat tidak tepat, Malfoy!' Ron memutar bolamatanya.
"Ya, Draco?" tanya Hermione.
"Kita jadi belajar bersama siang ini?"
Hermione melirik jam di dinding. "Ya. Jadi. Kalau begitu," Hermione menoleh pada Harry dan Ron. "Maafkan aku, Harry, Ron, aku harus belajar bersama Draco. Ternyata aku sudah lebih dulu berjanji padanya. Aku pergi,"
Hermione menggandeng tangan Draco dan membawanya pergi.
"Dan lihatlah, semenjak mereka berdua pacaran, Hermione hanya mempunyai sedikit waktu luang untuk kita," keluh Ron.
"Namanya juga orang pacaran Ron," Harry menanggapi singkat namun menyakitkan bagi Ron.
"Tapi kau dan Ginny tidak seperti itu," bantah Ron.
"Kau lupa? Malah aku sempat tidak bersama kalian sebulan setelah aku jadian dengan Ginny kan?"
"Tapi..." Ron berusaha terus membantah.
Ron menghela napas.
~-O-~
Kutunggu di Danau Hitam malam ini jam 8, Hermione. Ada yang ingin kubicarakan.
D.M
-~O~-
Hermione menaikkan alis membaca surat Draco.
Sementara itu...
~-O~-
Danau Hitam jam 8. Kuharap kau tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
G.P
-~O-~
'Apa maksudnya?' batin Ron bertanya-tanya.
~Love of Complementarity~
Hermione telah sampai di danau hitam tepat pukul 8. Dia mengamati pemandangan disana.
Menurutnya Danau Hitam itu indah. Walau di keremangan cahaya malam sekalipun. Bahkan terlihat pendar cahaya dari air danau yang memantulkan cahaya bulan.
Gadis itupun duduk di pohon sekitar Danau.
Menanti Draco.
hr
"Hermione," panggil seseorang.
Hermione menoleh cepat. Dia mengernyit. Di hadapannya bukanlah Draco Malfoy.
Rambut Draco yang berwarna platinum akan terlihat bercahaya di kegelapan. Sementara ini? Merah, yang terlihat kalem di kegelapan.
"Ron? Bukankah—"
"Aku juga tidak tahu Hermione. Tapi... tapi... aku ingin mengatakan sesuatu," Ron terbata-bata.
Walaupun masih dalam kebingungannya, Hermione mempersilahkan Ron bicara. "Katakanlah, Ron,"
"Aku... aku mencintaimu, Hermione," ucap Ron. Dia memberanikan diri menegakkan kepala hanya untuk bertatapan dengan iris coklat Hermione yang melebar kaget.
"Ron...?" Hermione bertanya ragu.
"Mungkin aku terlambat, Hermione. Tapi itulah kenyataannya. Kau membuatku tertarik saat pertama kali kau berbincang dengan aku dan Harry. Aku berusaha melawan fakta itu. Tapi aku tak bisa. Dan perasaan ini tumbuh tak terkendali di hatiku Hermione. Dan aku hancur, begitu mendapatimu sudah menjadi kekasih Malfoy. Aku merasa begitu... bodoh," Ron mengatakan semua yang dirasakannya.
"Tapi kurasa, kau sudah mendapat yang terbaik. Kau pintar, cantik, dan supel. Lalu Malfoy juga pintar, tampan, dan kaya. Kalian pasangan yang sangat serasi. Aku bisa apa untuk memisahkan kalian? Aku hanya ingin mengatakan ini, Hermione. Aku... aku tak peduli kau akan menjawab atau tidak, yang terpenting kau mengetahuinya. Aku... aku akan menjauh Hermione," Ron pun berjalan pergi meninggalkan Hermione yang masih terdiam tak dapat berkata-kata.
Mereka saling membelakangi. Ron merasa langkahnya sangat berat hanya untuk meninggalkan Hermione.
"Ron," panggil Hermione. Tanpa menoleh.
"Bagaimana kalau kukatakan..." Hermione menghela napas. "... aku juga mencintaimu?"
Ron berhenti melangkah. Matanya mengerjap. Memastikan itu benar terjadi dan bukan mimpi.
"Bagaimana kalau kukatakan, aku selama ini sangat menunggu saat ini? Saat kau menyatakan perasaan padaku. Apa kau tidak akan meninggalkanku?"
Hermione mendongak memandang langit penuh bintang. "Selama ini aku selalu menunggu saat ini. Sampai aku berpikir, penantianku sia-sia. Dan saat itulah Draco datang. Menawarkan cinta yang tulus. Aku menerimanya, karena aku ingin melupakanmu yang bahkan tidak mencintaiku. Aku ingin melupakanmu Ron, saat itu,"
"Tapi semakin lama, aku sadar aku tak akan pernah bisa melupakanmu. Kau segalanya bagiku. Aku... aku mencintaimu Ron,"
Ron membulatkan mata. "Tapi.. kau lebih pantas mendapatkan Malfoy, Mione!"
"Apa cinta harus memilih? Jika iya, aku memilihmu, Ron,"
Ron menghambur memeluk Hermione erat. "Maafkan aku Hermione. Atas semuanya. Atas keterlambatanku. Atas kebodohanku. Atas kebisuanku selama ini. Atas—" Ron berhenti berkata karena jari Hermione sudah membuat bibirnya bungkam.
"Aku tak perlu penjelasan, Ron. Dan apa kau pernah dengar bahwa..."
"...cinta itu saling melengkapi?"
Tak ada yang sempurna di dunia ini
Termasuk cinta
Namun mereka saling melengkapi
Menyatukan kelebihan dan kekurangan
untuk satu tujuan,
Kebahagiaan
~TAMAT~
Session Talkshow
Author: Hai hai. Aku kembali lagi. Setelah satu bulan (?) fic ini mogok XD. Bikin fic ini rada sulit karena memang aku bukan penggemar RonMione, hehe XD. Oh ya, aku juga mau bilang, kalau yang bacain review itu berasal dari chapter sebelumnya. Jadi, ASISTENKU! KEMARILAH! XD
JRENG! JRENG! JRENG!
POP! POP! POP!
Ginny: Kenapa aku ada disini ya? Perasaan tadi aku sedang berduaan dengan Harry? *bingung
Tom: Dimana ini? Aku kan harus melatih pasukan hitamku dulu! *rada kesel
Hermione: Hei, kalian lupa? Kan sudah kubilang, kalian akan membantu Mia untuk membacakan review? Kalian bagaimana sih? *greget
Ginny: Oh iya!
Tom: Masa? Kok aku tak tahu ya? Mia itu siapa?
Author: Menghubungimu itu susah tau! X3. Mia itu artis dunia sihir yang lagi naik daun! XD
All (-Mia): *muntah berjamaah
Tom: Oh iya, G.P siapa?
Author: Ginny Potter
Ginny: *berbinar-binar
Hermione, Tom: *asma
Hermione: Tom dulu, baca review!
Author: Silahkan! *seneng
Tom: Lah, kenapa aku? Okelah *di deathglare Hermione *pasrah. Yang pertama untuk...
Naomi Hime, bener? ToMione lebih gila? Kalo gitu, kita akan lebih menjalin chemistry lagi aja! *narik Hermione sok akrab *Ditimpuk DraMione Lovers XD. Blaise sama Luna? Slytherin dan Ravenclaw ya? Hehe. Ditampung ya! ^_^ *senyum *Hermione sawan
WolfShad'z, thanks reviewnya ya! Mmm, jadi gini, kenapa aku dan Mione gak saling mengenal? Itu karena ada sihir hitam yang melingkupi Hermione yang membuat orang di masa itu termanipulasi. Cuma aku yang nggak termanipulasi. Makanya aku gak kenal dia. Dia juga gak tau aku sebelumnya, karena ya, dia gak tahu-menahu sama sekali tentang sihir itu. Hermione terlalu terpesona sama aku *geer *dijitak Author
Hermione Granger: Sekarang aku.
Naomi Hime, gapapaa... Review ampe belasan kali juga gapapa. Malah bikin si Mia seneng jungkir-balik XD. Tapi dampaknya aku yang bakal dipeluk sampe asma akut X3. Nah, kalo itu udah dijelasin menjelang akhir chapter. Kalo si Tom itu mengubah dirinya jadi anak baik-baik sejati. Dan dengan bantuan Dumbledore, dia dibawa ke Hogwarts waktu 8 tahun sebelum Hermione menjejakkan kakinya ke Hogwarts. Itu secara kilat. Karena dia semata-mata mencintaiku *malu-malu meong *Author, Ginny, dan Tom guling-guling ngakak
Staecia, aku dititipin salam sama Draco, katanya dia minta maaf banget gak bisa jadi pacar kamu. Cukup jadi idola kamu aja katanya X3. Tenang, aku bela kamu kok! Aku udah jenggut rambut ubanan dia itu sampe rontok! HAHAHA *evil laugh XD
Author: Hermione jahat juga ya? *merinding
Tom: Aku suka kayak gini! *evil laugh
Tom, Hermione: *duet evil laugh
Author: *jitak Tom dan Hermione. Next, Gin.
Hermione, Tom: *benjol
Ginny: Aku ya. Ini perdanaku baca review di fic Mia loh! *norak XD
aquadewi, usul ditampung ya? Wakk, kamu gak suka Mione sama kakakku?! Tapi yah, sudahlah. Hermione itu terlalu sempurna buat kakakku yang ceroboh X3 *ditimpuk RonMione Lovers XD
kiki, eeh...? Maafkan kesalahan Mia ya? Itu anak emang ceroboh *mendadak ngomel sama Author *Author pundung
Author: Makanya ku kasih garis miring (atau) T-T
Tom: Mia lebay! XD
Ginny: Lebay itu apa?
All (-Ginny): *narik napas lelah
Author: Siapa yang megang kertas requestnya?
Hermione: Aku! Aku! Ini Author!
Author: Oke. Ini daftar request-nya ya. Aku akan update tergantung ilham Tuhan XD *ditimpuk readers. Kemarin aku soalnya ukk. Dan peringkatku turun dikiiitt T-T *untung gak diomelin XD. Oh ya, fyi, pairing new request aku gabungin jadi satu sama pairing request sebelumnya. Biar aku gak bingung, hehe XD. Cekidot!
Request Pairing
1. Snape × Lily
2. Lucius × (?)
3. Blaise × Luna
4. Lucius × Narcissa
Ginny: Oh ya, Mia bilang, dia gak bisa lanjutin TBRH *bagi yang tau aja. Katanya, otaknya udah mampet di fic itu.
Author: Eh iya. Bener. Tapi gak mampet juga kali X3. Jadi, TBRH resmi DISCONTINUED karena aku lupa jalan cerita yang aku buat sebelumnya, hehe *peace. Oh ya, aku juga mau nanya, gimana sih cara buat garis di atau WPS Office? Soalnya aku pakai aplikasi itu.
Tom: Yaudah. Gak ada lagi kan Mia?
Author: *geleng-geleng kepala
Hermione: Author, katanya mau ngasih tantangan? *bisik-bisik
Author: *tepok jidat. Lupa!
Tom: Pelupa! XD :v
Author: X3. Oke, buat para readers, ini cuma tebak-tebakan asal doang. Yang pertama, berapa orang yang terlibat dalam pembicaraan yang paling pertama? *sebelum garis ~Love of Complementarity~ yang pertama. Kedua, tebak apa yang terjadi sama Draco setelahnya...? *senyum misterius. Draco chapter depan muncul di Session Talkshow kok. Jadi dia bakalan jawab langsung, hehe XD. Yang jawabannya bener, request-nya aku buat duluan! ^_^
Ginny: Udah Mia? Gak ada lagi?
Author: *geleng-geleng kepala
Hermione: Kalo gitu...
All: Sampai jumpa di chapter selanjutnya! Jangan lupa review ^_^
