Friends
Apa jadinya jika teman terbaikmu menjadi akrab dengan orang lain? Ini soal Peter Parker yang jealous ketika teman baiknya akrab dengan orang lain.
"Harry!"
Harry menyambut penuh keceriaan setelah 5 kali aku memanggilnya dengan cepat seperti Nenek Tua yang pikun. Mungkin suaraku hampir habis dan aku harus merelakan uang jajanku dipakai untuk beli minuman dingin.
Merasa diperhatikan, Harry memasang telinga baik-baik lalu tersenyum. "Aduh, hampir lupa. Bagaimana?" Dan meninggikan suaranya ketika bertatapan, di sini berisik sekali.
"Kupikir, aku punya sesuatu yang keren untuk liburan nanti juga tugas kerajinan tangan!"
"Betul?"
Aku tertawa aneh, seaneh beberapa pemberitaan yang bermunculan bersama liburan musim panas tahun ini. Tidak seperti biasanya, kami mendapat tugas kerajinan tangan bersamaan dengan liburan musim panas, makanya beberapa murid mengajukan protes besar-besaran di depan ruangan Staff. Mereka tidak terlalu ditanggapi serius, malah dihadiahi cemoohan yang tidak ada hubungannya dengan semua ini.
Sebenarnya aku juga mau protes, mulai mengomel soal ini dan itu juga banyak hal. Tapi, Vip merongrong dan bersumpah akan melakukan hal yang tak masuk akal yang sering dia lakukan kepadaku, jadi aku diam sebelum dia menghancurkan banyak hal atau menambah tunggakan asuransi.
Dia bukan orang yang bisa diajak kerjasama atau negosiasi yang menjanjikan. Menjadi temannya saja, sudah sangat bagus untuk orang seukuran diriku dan aku termasuk ke dalam list orang yang berhasil, meski Vip sering bersikap sok tak peduli atau menganggapku seperti anak kecil yang manja, tapi ia masih bisa dianggap normal dibandingkan murid-murid lainnya.
Kecuali soal...
"Apa kau sudah mendapat teman untuk diajak bergabung di Team kita?"
...kemudian aku teringat akan tujuanku menemui Harry.
"Tentu." Aku menjawab begitu, lalu melanjutkan bercerita. Lantas memikirkan kejadian demi kejadian yang akan terjadi jika Harry bertemu Vip, kupikir itu bagus, tapi aku kurang yakin dengan guyonan Vip yang menyakiti hati.
Bicara soal pertemanan, aku kenal dengan Vip ketika kami SMP dalam sebuah Komunitas Pencinta Avengers, dia dari New Jersey seingatku, kami berteman karena dia menawarkan secara sukarela untuk gabung menjadi member VVIP. Awalnya aku pikir dia anak laki-laki, Vipond itu nama yang sangat maskulin, bukan?
Sejak saat itu kami sering chattingan, video call atau teleponan. Kami memutuskan untuk bertemu waktu itu, tapi sering gagal karena orangtuanya terlalu protektif.
Saat menginjak SMA, kami bertemu secara langsung dan menjadi hal bagus dalam hidupku! Dia terlihat lebih memesona dari yang ada difoto atau saat kami videocall. Tapi tidak semenyenangkan yang aku bayangkan.
Kadang aku tak begitu paham dengan yang Vip katakan atau mengapa kami bisa saling kenal. Sejak kami berkenalan dia selalu memanggilku "Parker" dan menolak untuk memanggilku "Peter" kemudian aku tahu alasannya karena namaku sama dengan Ayahnya.
Vip memutuskan untuk pura-pura tak mengenalku di Sekolah, bertindak seolah dia sangat membenciku, dia juga menghindari Harry, tapi tak memberitahu alasannya, dia bilang aku sangat berisik dan penganggu yang bodoh. Aku pikir dia gengsi berteman dengan anak culun sepertiku, mungkin saja, siapa yang tahu?
"Wow, jadi kau berhasil mengajak Vivall? Itu ide yang bagus. Dia sering dapat nilai keren di pelajaran seni! Kau mendapat teman sekelompok yang keren."
Aku memang mengajak Vip dalam tugas musim ini, tapi dengan perjanjian yang agak aneh. Dia memintaku untuk mengumpulkan kupon makan gratis. Itu salah satu hobinya selain sulap-sulapan. Aku juga baru tahu kalau dia bisa main sulap, semua sulapnya sangat keren. Kecuali soal menggandakan uang.
"Harry, menurutmu, Vivall orang seperti apa?"
Mendengar itu wajah sumringah muncul di bingkai wajah Harry. Aku belum pernah melihat Harry senyaman ini. "Waah, aku merasa dia itu keren sekali! Walau kepribadiannya agak membingungkan, juga kelakuannya. Aku pernah melihatnya ada di jalanan, kemudian menipu beberapa preman dengan sesuatu yang ia sebut sulap!"
Mendengar itu membuatku sedikit takut, apa Harry tahu keseharian Vip yang aneh itu? Harry mungkin tahu sesuatu soal ini, soal kebiasaan Vip tentang sulap dan menipu orang-orang. Vip memang hobi mempermainkan orang, tapi itu hanya sedikit dari hobi anehnya ini.
Hobi anehnya yang lain adalah mengumpulkan kupon makan gratis seperti yang aku bilang, dia bahkan punya lebih banyak ketimbang diriku. Kadang aku mengumpulkan kupon juga, tapi kebanyakan aku mendapatkannya dari Gwen. Bicara soal Gwen, Vip sepertinya tidak terlalu menyukai perempuan ini. Ia tak memberitahu alasannya, jadi aku tak pernah bertanya.
"Aku rasa, Vip tidak bisa melakukan hal-hal aneh seperti sulap. Kau mungkin salah lihat, Harry..."
"Aku tak mungkin salah, aku benar-benar melihat ia bermain sulap dan menipu para preman. Dia sempat melihatku dan pergi naik taksi! Apa dia malu melihatku, ya?"
Yeah, aku rasa...
Kerusuhan di depan ruang Staff berakhir, tugas itu masih diadakan dan para murid mengamuk setelah diusir oleh Kesiswaan yang wajahnya lebih galak ketimbang Bibiku. Dari kerumunan para siswa, aku melihat helai pirang menyembul di antaranya, ia merengut kesal dan mengatakan sesuatu yang tak dapat aku dengar.
Ah, Vip. Mungkin dia marah karena aku terlalu lama...
"Parker! Aku mencarimu..."
...mengobrol.
"Halo, Osborn. Bagaimana kabarmu?"
"Sebaik musim panas ini..."
"Ya, kau harus punya musim panas yang keren agar pekerjaan kita bisa terselesaikan dengan baik, bukan begitu?"
"Jadi sekarang kita mau apa?" Aku bertanya dan sedikit terkejut, aku pikir Vip akan mengabaikan Harry seperti yang sudah-sudah. Tapi itu berbeda dari yang aku bayangkan.
Ini tidak benar, ini aneh.
.
.
"Rumahmu bagus, Osborn."
Yang dipuji langsung menyombongkan diri. Dan mengatakan kalau rumahnya adalah hasil dari kerja keras Ayah dan keluarganya sejak dulu kala. Mereka terus mengatakan hal-hal seperti ini dan itu kemudian mengabaikanku seolah aku tak ada.
Harry dan Vip menjadi akrab dengan sangat cepat, mengerjakan tugas setelah mendiskusikannya seperti persentasi keuangan. Aku menjadi sangat kesal ketika Vip bilang kalau dia dan Harry mempunyai makanan kesukaan yang sama dan secara sukarela ia mengajarkan beberapa teknik sulap pada Harry!
Vip bahkan tak pernah menawarkannya kepadaku!
Mereka cerita banyak soal film dan bilang bahwa Vip punya tiket nonton minggu ini, ia berharap Harry bersedia menonton bersama dan sialnya Harry setuju dengan ini! Bahkan film kesukaan mereka pun sama!
Aku menjadi sangat kesal dan benar-benar kesal! Sepertinya Vipond memang tak suka padaku.
"Peter, apa kau baik-baik saja?"
Kau tahu, aku iri dengan ketertarikan kalian!
"Kau tampak tak sehat, Parker"
Itu semua karena kalian.
"Parker mau pulang?"
Aku tak bilang begitu, Vipond!
"Parker, kalau mau pulang sendiri saja ya? Aku masih mau mengobrol dengan Osborn."
Sepertinya harus aku yang memulangkanmu...
Vipond.
.
.
Omake
"Parker. Woy, Parker. Kau kenapa?"
"Aku marah!"
Ada tawa di wajah Vipond, gurat tawa yang membuat Peter semakin kesal. "Kenapa?"
"Kau dan Harry. Apa kau menyukai Harry?"
"Kenapa kau berpikir begitu?"
"Tentu saja, kau mengajak dia nonton!"
"Aku rasa kau cuma cemburu."
"Tentu saja tidak mungkin, aku tidak mungkin cemburu!?"
"Kalau begitu, bukan masalah kalau aku sering bicara dengan Osborn 'kan? Dia orang yang menarik sekali... tidak sepertimu!"
Peter malah bingung sendiri, mematung bersama tawa Vipond yang menggelegar seperti Thor.
.
.
A/N : Tadinya aku mau buat ini ke versi Work For It. Tapi kayaknya aku bakalan buat versi baru dengan judul Friends, dan bakalan jadiin satu judul biar gak menuhin aja, haha. Ngomong-ngomong terima kasih kepada kalian yang sudah menyempatkan diri main ke sini, aku sayang kalian.
