Sekedar Curhat
A Fanfiction by: LimitedBoy (Yoon Sea)
Disclaimer : Kuroko No Basuke milik Fujimaki Tadatoshi sensei
This is a non profit fanwork
DO NOT COPY WITHOUT PERMISSION
OOC, typo, bahasa tidak baku, kata umpatan dll, anak di bawah umur disarankan tidak membaca
R17+
Khusus chapter ini gak ada pisuhannya kok ^^v
Bagian 2: Furihata Kouki
Hari terakhir liburan musim panas dan dua manusia berbeda tinggi badan yang mencolok lagi asik merenung di sebuah kafe kucing. Satu yang tinggi dan kepalanya pelontos udah empet banget mukanya. Keliatannya dia udah sebel banget berada diantara belasan kucing yang sibuk mengeang-ngeong gak jelas maunya apa. Mana dia gak ngerti bahasa kucing sama sekali, jadi gak bisa minta kucing-kucing itu diam. Tapi, dari pada kucing berisik yang mengganggu pendengarannya ada satu yang lebih menyebalkan. Temannya yang lebih pendek, agak kurus dan berambut coklat muda.
Yah, demi sahabat lama yang lagi galau si pelontos mau-mau aja menemani proses merenung si rambut coklat. Kawahara Kouichi -yang tinggi- dan Furihata Kouki -yang lebih pendek 10 senti- masih awet aja mendekam ditengah ruang yang serasa pet shop. Dan semua gara-gara Kouki. Sudah sejak mereka pulang dari bandara nih anak kesayangan seluruh warga komplek perumahan Tokyo Damai galau gak ketulungan. Gegaranya sih dia ditinggal pergi salah satu sobat baiknya. Sobat baik Kawahara juga, tapi dia gak segalau si Kouki ini. Sebenernya udah bisa diprediksi dari perjalanan berangkat -Mengantar Fukuda sekeluarga pindah ke Indonesia- kalau si Kouki bakal galau. Yang tak terprediksi adalah tragedi penyeretan Kawahara ke kafe kucing oleh remaja pecinta kucing yang manisnya kayak kucing: siapa lagi, Furihata Kucing! Eh, Furihata Kouki. (Maaf Author salah panggil) (kou: itu kesalahan yang disengaja!) (author #kabur)
"Dih, Kou! Lama-lama bisa berubah jadi dewa kucing deh lu!" Kawahara, sudah sekian kali mengingatkan.
"Masa bodo! Kalau jadi dewa gue enak bisa teleportasi!"
"Dasar anak kebanyakan micin! Yang ada lu jadi pengasingan di Pulau Tashirojima*"
Kouki hanya menghela nafas. Temannya ini antara peduli atau tidak sih dengan kegalauannya?! Mana ada sahabat yang nyumpahin sahabatnya sendiri ketika sahabat yang lain pergi merantau jauh di seberang samudra? Yang gak bakal balik kalo belum tiga tahun? Kouki takut, kalau nanti Si Fukuda -sahabatnya yang lain- bakal jadi terkutuk bak Malin Kundang dan gak inget anak istri bak Bang Toyib. Efek dari googling hal-hal aneh tentang Indonesia sih ini. Kouki memang terlalu niat~
"Hhhhhhhhhh~~~~~" sudah keseratus lebih sedikit kali nih Kouki buang napas. Kawahara yang ngitung aja capek!
"Udahlah, Kou. Gua tau nih lu merasa kehilangan banget. Tapi gak harus gini juga. Lu tau kan kalo semua orang ada kalanya harus pindah? Ada yang pergi ninggalin, ada juga yang di tinggalin. Makanya harus sabar. Kalau emang jodoh buat ketemu, jarak gak memisahkan kok." Si Kawahara mulai bijak. Emang dari mereka bertiga biasanya dia yang suka ngasih nasihat-nasihat kalau lagi kepepet.
"Cihh...omongan lu udah kek pakar cinta aja! Tapi sori ye, gue gak naksir Fukuda." Kouki sengit. Tapi moodnya mulai membaik.
"Gak ada yang bakal percaya juga kalo lo naksir dia! -lebih tepatnya gue gak merestui- " kalimat terakhir itu cuma dibatin Kawahara
"Lu inget kan janji kita bertiga sewaktu SMP dulu? Kalau gak bakal ada dari kita yang jatuh cinta satu sama lain? Semua harus nyari pasangan sendiri."
"Iya... Gue cuma galau aja. Kok rasanya bakal sedih banget ya gak ada Fukuda. Kerasa kurang rame." Kouki sedih.
"Pasti bakal ada yang kurang. Tapi kan masih ada teman yang lain. Inget wintercup? Tim basket lagi butuh semua personel sekarang. Gak ada waktu buat sedih-sedih kalau kita mau menang kali ini."
Tiba-tiba Kouki jadi ingat kekalahan timnya dari Perguruan Toou. Sakit memang, Kuroko aja yang anaknya kalem nyampe nangis. Kagami yang dikenal strong tapi polos dibuat gak bisa apa-apa. Berkata-kata aja sulit. Ugh! Rasanya kalau ingat mereka kalah Kouki bakal membuang diri ke Palung Mariana. Saking gak bergunanya dia waktu itu, lebih baik jadi makanan hiu! Itung-itung ikut melestarikan satwa langka. Kouki, your suicidal tought is on another level!
Tapi kan gak semudah itu dia nyebur ke palung. Apalagi kalau punya pelatih killer macam Aida Riko yang dengan santainya bisa membunuh anak didiknya dengan sekali kedip! Gimana gak seram tuh?! Boro-boro mau nyemplung ke laut buat jadi makanan hiu, mau bolos latihan sehari aja pasti bakal dikejar-kejar ke seantero dunia! No bolos! Bolos itu hanya untuk orang-orang lemah! Orang-orang yang gak sanggup menerima beban latihan. Dan sebagai calon point guard utama tim basket Seirin, Kouki seharusnya lebih bertanggung jawab. Lebih baik terpanggang saat latihan daripada menenggelamkan diri ke laut. (Ya iya lah kou, itu udah jelas banget).
Dan begitulah, hari terakhir liburan Kouki diisi dengan persiapan latihan basket. Lahir dan batin.
.
.
.
.
.
Senin pagi, harinya sekolah. Kouki dengan semangat ceria secerah mentari pagi langsung ngacir turun ke ruang makan. Biasa sesuai tradisi keluarga Furihata, setiap hari pertama sekolah bakal ada menu spesial buat sarapan. Dan menunya adalah: Apapun yang kamu minta, Mama akan masakkan! Dan hari sebelumnya Kouki minta rendang sapi ala Indonesia yang sudah lama dia idam-idamkan. Mama Furi awalnya heran dengan permintaan putra bungsunya itu, 'Mau gimana bikinnya?' pikir Si Mama. Tapi ngeliat wajah galau putranya yang habis nganter sahabatnya pergi buat hatinya luluh juga. Jadi deh Mama Furi belanja ekstra buat masak rendang. Sebenarnya agak ragu juga sama hasil masaknnya, apakah akan seotentik dengan rendang yang asli? Kan Mama Furi cuma modal resep di internet. Bumbu-bumbu yang dipake juga yang ada saja di Jepang. Yang gak ada? Ya di skip!
"Wahhhh akhirnya aku makan rendang! Terimakasih Mama~~~" Kata Kouki dengan bahagianya.
Mama Furi hanya tersenyum. Iya yakin sih rasanya bakal beda kalau Kouki nyobian rendang yang asli. Tapi toh Kouki juga belum pernah makan rendang, jadi ga masalah donk. Dilihatnya si putra bungsu makan dengan lahap. Udah kek orang ngidam aja nih bocah. 'Segitunya ya suka sama rendang? Apa gegara masih galau ditinggal teman baiknya?' Mama Furi hanya bisa menebak-nebak. Gak lama kemudian Papa Furi dan Kakaknya turun, Ikutan sarapan. Menu buat Papa sih biasa, pancake ala barat dan kakaknya minta bulgogi ala korea. Mama Furi bahagia bisa melihat keluarganya makan dengan hati senang.
.
.
.
.
.
Nyampe di sekolah Kouki udah disapa duluan sama wali kelas yang minta tugas liburan. Ini gara-gara dia lambat sedikit masuk kelasnya. Lambat loh bukan telat. Bel masih lima menit lagi, tapi Kouki lupa kalau wali kelasnya itu orang yang disiplin gak karuan. Makanya kalau datang lebih lambat dari beliau biasanya disuruh maju duluan. Nah apesnya hari itu pas si Kouki. Dengan rada berat dia presentasiin tugasnya yang -untungnya- sudah dikerjakan H-10 sebelum liburan kelar. Kouki agak terbata-bata soalnya dia sambil nahan sendawa. Efek rendang masih terasa rupanya.
Setelah sukses dengan presentasinya, Kouki langsung kembali ke tempat duduk. Rasanya pengin udahan saja dari sekolah yang menyiksa. Apalagi disuruh presentasi pertama sendiri itu... Sesuatu bagi seorang Furihata Kouki. Gimana enggak? Dia terkenal orang yang gampang nervous. Paling penakut juga diantara semua temannya. Apalagi kalau ketemu orang yang auranya mengintimidasi. Bisa-bisa dia gak bisa gerak. Kaku di tempat! Syukur kalau gak langsung pingsan.
Tapi gitu-gitu Kouki punya tekat sekuat baja loh. Dan sebisa mungkin mewujudkannya. Kayak sekarang ini nih, dia lagi ada di tengah kerumunan masa yang bejibun di jam istirahat untuk satu tujuan: Mendapatkan roti isi legendaris kantin seirin yang hanya dijual satu kali setiap tahun! Konon kabarnya, kalau bisa makan roti itu semua keinginan kamu bakal terpenuhi. Baik yang akademik maupun non akademik! Dan kita pasti semua tahu keinginan utama Kouki itu adalah...
.
.
.
.
BERTEMU DENGAN JODOHNYA TAHUN INI!
Yeha! Dengan semangat kamehameha yang dapat menghancurkan gunung, Kouki terus berusaha untuk maju ke depan! Roti isi itu harus dia dapat! Dan yah... dengan lika-liku perjuangan yang dramatis, senggol sana senggol sini... Sampe 'Lu senggol gue bacok!' Kouki minggir dikit ketika ada kakak kelas garang yang ikut rebutan... Akhirnya Kouki berhasil mendapatkan satu buah roti isi! Mari tepuk tangan saudara-saudara! Setelah membayar Kouki buru-buru naik ke atap. Dibukanya bungkus roti itu perlahan. Sebelum mulai makan, Kouki berdoa dulu 'Kami-Sama, tolong pertemukan Kouki dengan jodoh Kouki di masa depan tahun ini. Amin.' Dan mulailah satu gigitan pertama. Rasanya? Masih enakan rendang ternyata! Walau begitu Kouki terus ngunyah. Hampir separuh rotinya habis dia baru ingat! Lalu dia berdoa lagi 'Semoga tim Seirin menang kejuaraan Winter Cup'. Dan dengan itu dihabiskanlah rotinya.
Ngomong-ngomong soal Winter Cup, masih ada persiapan dua minggu lagi sebelum kompetisi dimulai. Kalau dipikir-pikir, nanti Kouki akan berhadapan dengan point guard dari tim-tim kuat. Apalagi yang namanya 'Kiseki no Sedai'. Kelompok legendaris yang jadi ikon SMP Teikou. Sekolahnya Kuroko dulu. Yang isinya katanya monster basket semua! Kouki baru ketemu beberapa kayak Kise dari Kaijou, Midorima dari Shutoku, sama Aomine dari Toou. Yang terakhir itu yang ngalahin mereka di interhigh kemarin.
Meskipun udah ketemu, tapi Kouki masih belum berhadapan langsung sama Kiseki no Sedai yang tadi disebutin. Selain karena dia emang pemain cadangan, dia juga kalau turun ke lapangan pasti bakal berhadapan sama yang posisinya sama kayak dia: Point Guard. Dan dari ketiga orang Kiseki No Sedai itu gak ada yang main jadi PG. 'Kira-kira point guardnya Kisedai itu kayak gimana ya orangnya?' Kouki menerawang. Kayaknya Kuroko dulu pernah ngasih file yang isinya data-data Kisedai dulu deh. Mulai lah dia buka HP dan nyari di file-file lama. Sebenernya, kemungkinan Kouki berhadapan sama point guardnya Kisedai itu bisa dibilang sedikit sih, atau kalau mau jahat ya ga ada sama sekali! Tapi yah, jaga-jaga aja siapa tau...
.
.
.
.
.
Jadi jodohnya
.
.
.
.
.
Jodoh di lapangan maksudnya.
.
.
"Nah! Ketemu!" seru Kouki bahagia. Dibukanya file itu dan mulai baca-baca.
"Eh, kok gak ada fotonya, sih? Tapi gak papa lah." Kouki membaca data tersebut dengan cermat. Kise Ryouta -Small Forward. Midorima Shintarou -Shooting Guard. Aomine Daiki -Power Forward. Murasakibara Atsushi -Center. Semuanya hebat-hebat. Sampai ke dua halaman terkahir. Dia tarik nafas dulu. Habis ini dia bakal tau siapa point guard Kiseki no Sedai.
.
.
.
"Akashi. . . Seijurou." Kata Kouki lirih.. "Point guard dan kapten... Kalau seandainya aku harus berhadapan sama orang ini gimana ya?"
.
.
.
'Pasti serem' Kouki bergidik ngeri.
Doakan saja keselamatan anak ini nanti setelah ketemu si kapten Kisedai.
Bersambung
* Sebuah pulau dimana kucing dianggap sebagai hewan suci
