"Teman teman, aku ingin membagikan kue. Karena hari ini adalah ulang tahunku." Guren pun menepuk tangannya 2 kali lalu muncul beberapa bodyguard yang membawa bungkus bungkusan yang kecil.

Amane mengangkat tangannya dengan mata berbinar. "Ne, itu isinya apa Guren?"

"Pertanyaan yang bagus Amane! Untuk ulang tahunku tahun ini, aku mempersembahkan donat kepada kalian semua."

D

O

N

G

G

G

G

G

Semua hening hingga seruan Amane membuat mereka tercengang.

"Yeaaaayyyyyyy! Donat kesukaanku!!"

"Benarkah itu, jika benar maka kau akan mendapatkannya yang pertama Amane, beserta saudara kembarmu itu."

Amane mengangguk sebanyak 3 kali. Orang orang di sekitarnya seketika merasa sangat gemas dengan tingkah laku Amane.

"Saa... Berikanlah dia 2 bungkus, bodyguard." perintah Guren.

"As your wish, my Lord."

Bodyguard tersebut pun berjalan menuju meja Amane. Akhirnya mereka berdua menerima bungkusan itu.

Kelas masih keadaan hening memperhatikan ke dua Yugi itu. Amane pun berbinar melihat donat yang tersaji di depannya. Namun tiba-tiba wajahnya menjadi pucat mendengar penuturan Tsukasa.

"Aku lebih memilih Amane. Lebih enak Amane jika dimakan."

Kelas yang sudah hening menjadi syok mendengarnya, seolah olah mereka memilih menulikan telinga mereka. Jika Tsukasa sudah begini, adegan romantis dan sedikit mesum itu akan tersaji gratis, Pikir satu kelas.

"Tsukasa..." lirih Amane. Amane memperhatikan Tsukasa yang santai saja dengan donatnya sedangkan dia sekarang mencoba menahan gejolak jantungnya yang sedari tadi berdegup kencang.

Ughh, pasti wajahku sudah sangat merah. Batin Amane.

"Bukankah jika wajahmu semakin merah semakin sexy bukan, Amane?" bisik Tsukasa tepat di telinga Amane.

Amane yang kaget langsung mundur ke belakang, namun ia hampir terjatuh jika Tsukasa tidak segera menahan dirinya.

Posisi seperti ini membuat wajah Amane semakin merah, dirinya sudah sangat panas, kalau masalah detak jantung tidak usah ditanya lagi, meledak.

Tsukasa tersenyum manis, lalu mencium bibir Amane di seluruh depan anak kelas. Semua yang melihat ada yang pingsan lalu memfoto adegan tersebut yang lebih parah ada yang sedang beronani ria karena melihat Amane begitu manisssssss.

Tsukasa menjauhkan dirinya, lelehan saliva menuruni dagu Amane dengan lembut.

"Amane," bisik Tsukasa. "Kita lanjutkan di rumah ya..."

Tsukasa pun mengigit pelan kuping Amane. Biarpun pelan efeknya luar biasa sampai sampai membuat Amane pingsan.

"Suki da yo. Amane." kecupnya sekali, mumpung Amane pingsan. Hahahahahaa.

Jika suka vote dan comments. Thanks for your time.