Disclaimer: Naruto bukan punya w dan Love Live juga sama

Warning Author masih Newbie mungkin bakal jelek dan juga bakal acak acakan Cerita nya Dan Pasti Typo akan ada

Author: Shiraki

Genre: Romance, Drama, Slice of life

Summary: siapa bilang idol gk bisa jatuh cinta secara Normal?


Saat ini Naruto dan Nozomi sedang berjalan menuju ke sebuah taman, dengan posisi Naruto berada di belakang Nozomi.

"Nozomi. kau sebenarnya ingin kemana sih?" tanya Naruto karena sudah cukup lama mereka berjalan dari Kuil tempat Nozomi menjadi seorang Miko.

"Ayolah... Naruto-kun kita nikmati pemandangan. dan juga aku ingin jalan-jalan seperti ini apalagi sekarang aku harus berlatih dengan Grup Idol ku..."

"Ohh..." Naruto hanya ber 'oh' ria saja karena sepertinya Nozomi ingin melepaskan Stressnya.

"Tunggu aku dengar Tadi kau seorang Idol?" kejut Naruto karena tidak menyangka kalau Nozomi seorang Idol. jujur karena Naruto kira Nozomi hanya siswa biasa seperti dirinya.

"Yup aku seorang Idol. lebih tepatnya Idol sekolah Naruto-kun." kata Nozomi sambil menoleh kebelakang tempat Naruto berada sambil tersenyum manis, membuat Naruto merona karena Nozomi terlihat sangat cantik apalagi background lampu-lampu malam perkotaan menambah kesan cantik pada Nozomi.

"O-oh be-begitu kukira kau hanya siswa bi-biasa" kata Naruto gugup sambil membuang muka untuk menghilangkan rona merah di mukanya.

"Ya aku harus melakukan itu demi teman-teman berharga ku" kata Nozomi sambil berlari menuju kearah Naruto. lalu menarik tangan Naruto untuk berlari.

"O-oi Nozomi jangan terburu-buru" kata Naruto sambil mencoba untuk menyamakan larinya dengan Nozomi.


Naruto dan Nozomi saat ini sedang duduk dibangku Taman sambil menikmati minuman yang Naruto beli di mesin minuman yang berada di dekat taman itu.

"Nozomi." panggil Naruto kepada Nozomi yang sedang melihat kearah jalan raya.

"Umm?" toleh Nozomi sambil melihat kearah Naruto dan memiringkan kepalanya sedikit dan itu membuat Nozomi makin imut dimata Naruto.

"Apa orang tuamu tidak mencari mu Nozomi? karena biasanya anak perempuan itu akan paling dikhawatirkan oleh orangtua mereka." kata Naruto sambil melihat kaleng minuman yang ia pegang.

"Aku tinggal sendirian di apartemen Naruto-kun, orang tua ku mereka bekerja di luar kota. kalau Naruto-kun sendiri bagaimana apa orang tuamu tidak marah kau pulang terlambat?" tanya Nozomi.

"Tidak Orang tuaku terlalu sibuk bekerja sama seperti orang tuamu, bahkan aku ragu mereka sekarang sudah ada di rumah" kata Naruto Dingin di akhir kalimatnya.

"Ohh... ne Naruto-kun? apa aku boleh bertanya satu hal lagi?"

"Hn, silahkan jika memang aku bisa menjawabnya maka akan aku jawab"

"Apa Naruto-kun sudah punya pacar?"

"Hm? untuk apa kau bertanya seperti itu Nozomi?"

"Tidak ada maksud lain kok. cuma apa nanti akan ada yang marah jika kita berdua seperti ini?"

"Siapa yang akan marah? dan untuk pacaran sepertinya aku tidak ingin dulu Nozomi mungkin saat Lulus Sekolah dan mempunyai pekerjaan baru aku akan memikirkan Cinta. sudahlah lebih baik kita pergi sudah mulai malam" kata Naruto sambil bangkit dari duduknya.

"Naruto-kun bisa kau ikut aku ke sebuah tempat?" tanya Nozomi sambil tersenyum dan Melihat mata Biru itu.

"Mau Kemana lagi??" tanya Naruto.

"Ikuti aku saja Naruto-kun" kata Nozomi menarik tangan Naruto lagi, tapi kali ini Naruto tidak marah entah kenapa bagi Naruto saat dekat dengan Nozomi membuat dia merasa lebih nyaman entah sihir apa yang dipakai Nozomi tapi dia harap sihir ini selalu menempel padanya.

"Supermarket?" kata Naruto yang saat ini sedang melihat papan tulisan pamflet itu.

"Sebenarnya aku baru ingat kalau persediaan di apartemen ku hampir habis jadi sekalian juga berbelanja kan?" kata Nozomi sambil masuk kedalam supermarket itu lalu mengambil keranjang yang disediakan disana.

Naruto dan Nozomi saat ini sedang memilih-milih bahan Makanan, Eh Ralat hanya Nozomi yang memilih-milih bahan makanan sedangkan untuk Naruto dia sedang membawakan keranjang belanjaan Nozomi karena harga diri sebagai lelaki.

Naruto melihat Nozomi memilih-milih barang belanjaan seperti Sayur-sayuran yang segar dan yang mana Yang busuk, seperti seorang ibu rumah tangga yang sangat ahli, sepertinya Pria yang bisa menikahi Nozomi bakal sangat bahagia memiliki istri seperti Nozomi. tidak hanya cantik tapi juga memiliki kasih sayang seorang ibu dan sepertinya Nozomi pandai Memasak.

"Nozomi apa masih lama? tangan ku sudah pegal-pegal membawa belanjaan mu dan bukannya ini terlalu banyak?" tanya Naruto sungguh saat ini tangan Naruto sudah pegal-pegal karena belanjaan Nozomi terlalu banyak.

"Umm?" sementara yang diajak Bicara malah lebih fokus memilih bahan-bahan. Naruto yang dihiraukan oleh Nozomi hanya mengerutu.

"Nozomi!" panggil Naruto sedikit keras agar Nozomi merespon dirinya.

"Sebentar lagi Naruto-kun, tinggal beberapa barang lagi oke?" kata Nozomi sambil mengacungkan Wortel kearah Naruto.

"Hah~ apakah penderitaan ini masih lama kami-sama!?" guman Naruto menanyakan takdirnya.

Saat ini Naruto sedang berjalan menuju apartemen Nozomi dengan beberapa kantong belanjaan di tangannya yang pasti itu adalah belanjaan milik Nozomi.

"Nozomi apa apartemen mu sudah dekat?" tanya Naruto kepada Nozomi yang sedang mengecek smart phone miliknya.

"Sebentar lagi kita sampai kok" kata Nozomi tanpa menoleh kearah Naruto dan lebih fokus kearah smart phone nya karena banyak pesan dari grup myusu atau grup Idol miliknya.

Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka sampai ke depan daerah apartemen milik Nozomi, dan Naruto mengikuti Nozomi untuk naik menuju lantai tempat tinggal Nozomi dan juga masih membawa belanjaan milik Nozomi tentunya.

"Ne Naruto-kun." panggil Nozomi.

"Hm, ada apa Nozomi? apa kau masih ingin ke tempat lain Lagi!?" tanya Naruto waspada karena bisa saja perempuan didepannya ini ingin menyiksa Naruto lagi.

"Hihihihi bukan itu, tapi boleh juga sih membawa mu ketempat lain lagi." kata Nozomi cekikikan.

"Jika kau masih ingin pergi ketempat lain. mungkin lain kali saja ya?" bujuk Naruto karena bisa gawat untuk tubuhnya.

"Ya aku terima ajakan kencan milikmu Naruto-kun" kata Nozomi.

"Hn, jadi kau ada perlu apa lagi?" tanya Naruto.

"Tidak jadi deh Mungkin lain kali saja" kata Nozomi.

"Hah??" Bingung Naruto karena perkataan Nozomi dan juga penasaran apa yang dimaksud Nozomi tadi, Tapi perempuan ini sulit dimengerti jadi Naruto tidak terlalu ambil pusing toh nanti juga Nozomi akan memberitahu dirinya.

TBC :v


akhirnya selesai juga Chapter 3 capek juga ya kalo bikin Fic tapi mending dibawa fun aja lah hehe

dan

Untuk yang minta panjangin Word kayaknya gk bisa karena w gk pengen bikin cerita yang terlalu panjang dan Ribet hehehe jadi maaf ye tapi akan w usahin sampe 1k word nya kalo masih pengen panjang kalian Kebangetan

oke Sekian Bacot saya

Shiraki out~