Chapter 30
.
.
,
Warning ALUR SINETRON MASIH BERLAKU, TIDAK SUKA SILAHKAN SKIP
.
.
.
Selamat lebaran, maafin salahku ya...
Telat Thor...
Gomeeeeeeeeen...
Makanya aku minta maaf... smirk
Hahahha
Banyak hal yang terjadi dalam hidupku... saat aku bersua lagi dengan cinta pertamaku.. njiirrr... dan menginspirasiku untuk menulis kisah baru.. aku terlalu fokus menulis kenangan dengannya dan akhirnya membuat FF ini molor...
.
.
.
Bukan bermaksud melupakannya, tapi aku sedang berusaha mengembalikan mood menulisku untuk kisah Sakura.. tapi saat dia bersua ke dalam hidupku, aku banyak mendapatkan inspirasi menulis darinya... tak sadar, aku kembali dikuasainya..
Ciee... balikan ya ma mantan?
Enggak kok...
Lagian itu tidak mungkin...
Dia sudah punya pacar ya?
Hmm.. enggak sih, baru putus kayaknya...
Lha terus, kenapa tidak CLBKan?
Kami samasama tak kuasa menghancurkan tembok keyakinan yang menjulang tinggi begitu kokohnya layaknya tembok Rose di Attack on Titan.. XD
.
.
.
Dozooo...
.
.
.
SAKURA'S LOVE STORY
.
Cast: Haruno Sakura, Uchiha Sasuke, Sabaku no Gaara,
Uzumaki Karin, Ino Yamanaka, Shimura Sai, Namikaze Naruto, Madara Uchiha, Hatake Kakashi, yang lain menyusul seiring berjalannya cerita.
.
Naruto itu punya Masashi Kishimoto-sensei.
saya Cuma minjem nama dan karakternya.
Cerita murni dari saya.
.
=SATA ERIZAWA PRESENT=
.
WARNING: aneh, gaje, abal-abal, OOC,
.
Rated: T
.
ALUR SINETRON
.
===========ITADAKIMASU==========
/.
.
.
Time skip dengan cepatnya... Sakura memulai PKLnya. Sasuke kembali ke Tokyo untuk menghadapi hukumannya sebagai tahanan kota yang 'kabur' ke kota lain. Beruntungnya Sasuke tidak mendaptkan kurungan, ia hanya mendapatkan peringatan.
Penyelidikan terus berjalan dan hingga akhirnya menemui titik terang. Uchiha Sasuke tidak terbukti bersalah tas kecelakaan yang menimpa Yamanaka Ino. Rem blong pada mobil Sasuke itu benar adanya. Hal itu karena sabotase. Polisi dan detective bayaran keluarga Uchiha justru berasumsi jika ada pihak-pihak lain yang ingin membunuh Sasuke. Hanya saja salah sasaran. Di sini, Sasuke adalah korban, bukan tersangka. Sasuke adalah target upaya pembunuhan.
Polisi dan para detektive masih berusaha mengungkap dalang dari upaya pembunuhan ini. Mengandalkan rekamn cctv yang berhasil dianalisa tim penyidik, mereka berusaha mengejar para pelaku.
Setidaknya, untuk saat ini, Uchiha Sasuke bersih dari tuduhan.
/
Rumah sakit...
"Ino, maaf, aku sudah tak bisa lagi menjagamu. Janjiku cukup sampai di sini!" Kata Sasuke.
"TIDAK MAU..."
"Aku tak bisa membuatnya terluka jika aku terus bersamamu. Dia sangat berarti untukku.." Sasuke bangkit dan berusah meninggalkn Ino.
Ino meraih tangan Sasuke... "JANGAN PERGI! JANGAN TINGGALKAN AKU!"
"Gomen.."
"SASUKE!"
"..." Sasuke terus melangkahkan kakinya meninggalakan ruangan inap milik Ino.
"JIKA KAU KELUAR DARI KAMAR INI, AKU AKAN MEMBENCIMU!"
Sasuke terhenti... "Bencilah aku jika itu bisa membuatmu bahagia!"
"AKU AKAN BUNUH DIRI!"
"Lakukan sesukamu!.." Sasuke menutup kamar inap milik Ino. Ia benar-benar meninggalkan Ino tanpa membalikkan badanya sedikitpun. Sasuke benar-benar menepti janjinya pada Sakura.
Sepeninggal Sasuke, Ino meringkuk di atas ranjang pasien. Sasuke sudah tak peduli meski dirinya mati sekalipun? Ia menangis sejadinya. Sampai akhirnya Sai datang mengunjunginya. Sai mencoba menenangkan Ino yang menangis. Mereka berdua berdebat soal Sasuke. Sai menasehati Ino untuk melepaskan Sasuke, tapi Ino masih enggan. Bagi Ino, Sasuke itu akan selalu mengikutinya, akan selalu menjaganya, akan selalu ada untuknya. Sasuke akan selalu menjadi miliknya.
Sai mencengkram keras bahu Ino. "INO, SADARLAH!"
"Sasuke akan selalu mengikutiku! Aku akan mencoba bunuh diri sekali lagi.. aku yakin dia akan datang!" Kata Ino ia mulai nylamur.
"JANGAN GILA!.. Ino dengar, Sasuke sudah menikah. Dia sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini. Jangan ganggu dia lagi dengan alasan konyolmu ini. Ok?" Kata Sai yang tak lelah mencoba menasihati.
"Ah.. Sakura... Iya.. gara-gara wanita itu Sasuke menjadi berubah.. Aku harus menyingkirkannya! Sasuke akan kembali padaku kalau wanita itu mati... haha... iya.. wanita itu harus mati..." Ino menjadi-jadi.
PLAAAAAAAKKKKKKKKKK...
Sebuah tamparan keras menyadarkan diri dari kegilaan yang menjadi-jadi.
"BERHENTILAH MERENDAHKAN DIRIMU MENJADI LEBIH HINA LAGI! Sasuke tahu semuanya... dia tahu kau pura-pura sakit. Dia tahu kalau kau mencoba bunuh diri hanya untuk mengendalikannya. Dia... dia tahu semuanya tentang segala kepalsuanmu! Sudah cukup baginya untuk menjagamu... Aku dan Sasuke mengikuti permainanmu karena kami hanya kasihan padamu. Tapi kau malah menjadi-jadi... KAU MENYEDIHKAN, INO... MENYEDIHKAN..." Kata Sai yang sudah habis kesabarannya. Ia memang harus menyadarkan sahabat masa kecilnya.
Ino menangis sekerasnya. Ia sadar, tak ada yang paling mengerti perasaannya selain mereka berdua. Sasuke dan Sai adalah sahabat terdekatnya sejak kecil. Mereka yang selalu mewarnai hidupnya.
"Jika kau membalas perasaanku, aku tidak akan mengganggu kehidupn Sasuke! KENAPA ORANG-ORANG YANG KUSAYANGI TERUS SAJA MENINGGALKANKU? IBU.. KAU.. DAN KINI SASUKEPUN! KENAPA?..."
Sai sadar perasaan Ino kepadanya. Ia tak bodoh dan menutup mata soal hal itu. Tapi ia tidak bisa egois karena ia juga tahu jika Sasuke menaruh perhatian lebih pada Ino. Sai merasa jika ia tak bisa mengkhianati Sasuke dengan menerima Ino di sisinya.
"Kehidupan akan selalu berputar. Semua orang akan berubah.. Jika kau stuck di masa lalumu terus, kau tidak akan bisa bangkit. Kau itu kuat, Ino.. Kau wanita terhormat... Kau cantik, kau bisa melakukan banyak hal... Tuhan sudah sangat adil padamu... Harusnya kau lebih bisa bersyukur lagi.."
"..." Apa selAma ini ia memang tidak bersyukur? Tuhan memberinya harta berkecukupan. Kecantikan, karir yang menjanjikan, otak yang cerdas... tuhan sudah sangat sayang padanya.
Sai menghela nafas... "Maaf karena aku menamparmu sangat keras..." Ino menggeleng. Sai lalu memeluknya... "Hmm, bagaimana kalo kita jalan-jalan ke Paris berdua? Hm?"
Ino melebarkan matanya.. "Berdua?"
"Iya, hanya kita berdua.." Sai tersenyum.
"Sai-kun... arigatou... dan... aku akan selalu mencintaimu meski terus kau tolak sekalipun..."
"Iya..Iya..."
"..."
"Berjanjilah untuk tidak mengganggu Sasuke lagi!'
"Iya..."
"Berhenti pura-pura jika kau menyukainya secara romntis..."
"Iya, tidak akan.. aku hanya akan mengikutimu seumur hidupku..."
Sai mengelus pucuk kepala Ino dan mereka berdua tertawa bersama.
.
.
.
"Sasuke, hanya ini yang bisa kulakukan untukmu... Kau jatuh cinta pada Sakura, dan kalian terlihat sangat serasi. Melihat tatapanmu pada Sakura, dan Sakura kepadamu, aku sangat yakin jika kalian saling cinta. Tidak ada yang lebih baik dari terbalasnya sebuah cinta... Kuharap kau bahagia, Sasuke.. Lupakan perasaanmu pada Ino yang dulu pernah ada! Kau berhak dicintai dan bahagia..." Batin Sai.
.
.
.
SAKURA'S LOVE STORY
SATA ERIZAWA
.
.
.
Miyagi, jam 3 sore...
Di depan kost Sakura dan Ino...
"Sakura, aku harus pulang..." Kata Sasuke. Sakura memelukknya dari belakang. Mencoba menahan Sasuke agar tetap di kost.
"Sebentar saja, aku hanya ingin memelukmu..."
Sasuke tersenyum. Ia memeng tangan Sakura yang memeluknya sangat erat... "Kau tidak kasihan dengan bayinya ya? Dia terhimpit..."
Sakura lalu melepaskannya dengan cepat... Sasuke berbalik. Ia melihat Sakura mendudukkan kepalanya. Wajah kecewa jelas terlihat.
Ia lalu mencoba mengangkat dagu Sakura. Ia tersenyum dan mengecup tulus kening Sakura.
Sasuke memegang kedua tangan Sakura... "Sabtu besok aku akan kesini lagi.. Kau sudah selesai PKL, kan? Setelah itu kita akan terus bersama-sama lagi..."
"iya.. Aku akan menunggumu, Sasuke.. Jangan sampai telat menjemputku..."
"Iya.."
"Kau, hati-hatilah saat menyetir..."
"Iya.."
"Jika kau lelah, kau harus berhenti dan istirahat.."
"Iya..."
"Jangan makan telat!"
"iya..."
"Jangan terlalu tidur malam!"
"Iya..."
"..." Sakura hampir kehabisan kata-kata. Sejak Sasuke mau pulang, ia sudah menjabarkan banyak wejangan pada Sasuke. Dari A sampai Z.
"Kau tidak boleh keluar kost sering-sering, meski salju sudah mulai mencair, tapi cuaca masih sangat dingin..." Kini giliran Sasuke yang mengoceh.
"Hm..."
"Makan yang teratur, jangan telat minum suplement, dan susu kehamilanmu!"
"Hm..."
"Jangan mandi dengan air dingin..!."
"Hm, tahu kok.. aku tidak mau mati membeku..."
"Jangan pernah pakai heals, bahaya!"
"Hm..."
"Jika kau butuh apa-apa, kau bisa meminta bantuan pada Karin. Aku sudah meminta bantuannya tadi,."
"Hm.."
"..." Sasuke kehabisan kata-kata.
"..."
Sudah waktunya berpisah rupanya...
"Sakura..."
"Ya?"
"Sakura, aku akan menelponmu nanti..."
"Iya..."
"Aku pulang dulu..."
"Iya... Hati-hati di jalan!"
"Iya..."
"..."
"..."
Mereka malah saling tatap.
"Sasuke..., tanganmu!" Kata Sakura pelan. Sasuke lalu melihat tangannya. Benar juga, ia izin pulang tapi tangannya masih nyangkut di tangan Sakura.
Mereka tersipu malu. Bagaimana bisa seperti ini?
Sasuke melepaskan kedua tangannya... "Jaa... aku pulang dulu..."
"Iya.. hati-hati..."
Masih tidak rela berpisah...
Sakura melihat punggung Sasuke yang berbalik meninggalkannya menuju mobil. Shikamaru sudah menunggu sangat lama.
Hatinya sangat hampa ketika Sasuke melangkah meninggalkannya. Semakin hampa ketika langkah itu membuat jarak yang lebar. Bagai jurang pemisah cinta yang membuat diri tak berdaya.
Jangan pergi!
Jangan tinggalkan aku!
Seperti itulah jeritan batin yang begitu menyiksa...
Ternyata Sasuke juga merasakan hal yang sama... sebelum ia membuka pintu mobil, ia berbalik dan berlari ke arah Sakura. Ia lalu kembali memeluk Sakura dengan sangat erat. Enggan terpisahkan. Enggan berpisah. Ingin tinggal. Enggan meninggalkan!
Sakura menangis tidak mau di tinggal...
/
/
/
/
Ok akhirnya layar mellow drama romance alay abad ini berakhir. Sasuke sudah dalam perjalanan menuju Tokyo. *sumpah ini preeet banget.. Wkwkkwkwk... XD
"Sasuke paling sudah sampai di Tokyo, sampai kapan kau akan melambaikan tangan? Hapus air matamu!" Kata Karin. Sakura menghapuskan air matanya.. "Huwaahh, aku tak menyangka pangeran es dan putri jidat bisa alay begitu saat jatuh cinta... Enggan terpisahkan.. pelukkan begitu lamanya sampai membuat Shikamaru-san lumutan menunggu kalian... Haduh.. dulu bilang apa ya? Hmm, aku tidak lupa.. 'aku tidak cinta pada Sasuke.'... Yaaelah neng, sekarang apa? Gaya romantis kalian alay banget.. sudah mirip seperti getah nangka nempel di baju aja deh..."
"Brisik ah lu..." Sakura melenggang masuk ke kost.
"Hahaha, cie yang malu..."Karin mengikuti Sakura dari belakang.
"Karin!"
Mereka duduk di ruang tamu kost mereka.
"Aku bersyukur, akhirnya kalian bisa bersama. Maksudku, kalian saling mengungkapkan perasaan kalian... Aku turut bahagia untukmu, wahai sahabatku..." Kata Karin.
"Thanks... aku memang sangat bahagia... Sasuke lebih memilihku daripada Yamanaka-san.. Sasuke juga mencintaiku... Aku sudah tak butuh apa-apa lagi. Kami akan melanjutkan kisah kami bersama bayi ini..."
"Kau dan Sasuke memang masih awal menulis lembar baru.. Kalian perlu melanjutkan kisah klian agar menjadi sebuah buku cerita... Tapi Sakura, tidak adil bagi Sasuke jika kau masih belum menuntaskan kisahmu dengan Gaara-senpai..."
"Gaara-senpai ya..."
"Kau bilang, dia sulit mengendalikan perasaannya karna kau terlalu bergantung padanya... Jika kau terlalu lama menggantungnya, aku merasa jika ini akan semakin menyakitinya. Dengar Sakura, aku mengenal kalian sejak lama, aku tahu jika Gaara-senpai itu sangat mencintaimu..."
"Aku mendapt kabar dari Temari-nee jika Sasuke dan Gaara-senpai sempat bertengkar beberapa kali di rumah karena diriku. Aku merasa wajar bagi Sasuke meminta Gaara-senpai menjauhiku, karena aku istrinya... Tapi, yang aku tak setuju, mereka itu bersaudara, kakak-adik, apakah hal itu pantas untuk dilakukan? Mereka baik-baik saja awalnya... karena aku, semua menjadi ruwet. Ketika aku mencoba menasihati Sasuke, dia malah marah, dia ngambek karena merasa aku lebih memilih Gaara-senpai daripada suaminya sendiri... Susah sekali membuat Sasuke mengerti, padahal hatiku sepenuhnya milik dia, aku sudah menikah dengannya, tak bisakah dia percaya pada perasaanku?"
"Sasuke hanyalah laki-laki biasa yang sedang cemburu, Sakura... Mengertilah, saat seorang laki-laki jatuh cinta, maka miliknya adalah miliknya. Mutlak! Mana ada yang mau berbagi..."
"Kekanak-kanakan sekali..."
"Tapi kau suka, kan? Kau terlihaat senyum-senyum sendiri seperti orang gila... Meski klian bertengkar, nyatannya kalian bisa tuh tidur bareng dan keluarin suara aneh... HOYYYY, KALIAN TIDAK MIKIRIN JOMBLO YANG TIDUR DI SEBELAH KAMAR KALIAN, HAH?"
"Maka menikahlah jika ingin merasakannya? Weeekkk..." Sakura menjulurkan lidahnya.
"Kamvreet..."
.
.
.
Sakura's Love Story
.
.
.
Yayasan Panti Asuhan Uchiha.
Semua orang bertepuk tangan ketika tali pitah digunting oleh Gaara dan Kakek Madara. Benar, hari ini adalah hari dimana Gaara dan Kakek madara meremiskan panti asuhan atas nama keluarga Uchiha. Panti asuhan ini adalah ide Gaara, dimana ia sangat peduli dengan nasib anakanak ang ditinggal oleh orang tuanya. Ia sempat beberapa kali menyelusuri daerah pinggiran yang rupanya 'dihapus' oleh pemerintah, di sana ia mendapati banyak anak yang terlantar dan tidak ada yang memperhatikan mereka. Dengan alasan kemanusiaan, Gaara akhirnya mendapatkan ide untuk membangun sebuah panti asuhan, atas ideya ini, sang kakek mendukung penuh niat baik Gaara. Akhirnya terbangunlah panti asuhan Uchiha dibawah naungan uchiha Group.
Banyak yang menghadiri acara peresmian panti asuhan itu. Pihak keluarga, kolega, maupun para wartawan yang selalu saja begitu tertarik dengan salah satu kelurga yang paling berpengaruh di Jepang ini.
Kurenai terlihat sangat bahagia melihat anaknya semakin dewasa. Anaknya kini semakin serius tentang betapa pentingnya sebuh nama dan gelar. Jika seseorng memiliki nama yang besar di masyarakat, maka untuk mendapatkan kekuasaan juga akan jauh lebih mudah. Ini adalah salah satu cara untuk mengambil simpati dri para pemegang kekuasaan. Untuk merangkak ke puncak maka harus pandai memanfaatkan orang-orang di sekitar terlebih dahulu. Awal yang bagus bagi pemain pemula.
"Ibu pasti akan menjadikanmu raja, sayang... Apa yang seharusnya menjadi milikmu akan selalu menjadi milikmu..." Batin Kurenai.
Setelah acara peresmian panti asuhan usai, acara dilanjutkan dengan makan bersama. Banyak yang bertanya soal ketidakhadiran Sasuke. Kakek Madara menjelaskan jika Sasuke memiliki bisnis yang harus diurus sehingga tidak bisa menghadiri acara kali ini. Kakek Madara sudah menduga jika acara kali ini adalah sasaran empuk para pemburu berita untuk mengobrakabrik kesolidtan keluarga Uchiha.
Raksasa bisnis seperti Uchiha Group selalu menjadi rival pebisnis lain. Selalu memiliki musuh, selalu memiliki pihak yang iri dan tak suka karena kejayaan Uchiha Group. Itu masih dari pihak eksternal, dari internal sendiri juga banyak terjadi persaingan yang tidak sehat. Banyak pihak yang ingin menumbangkan uchiha Group, terutama kakek Madara. Banyak yang menginginkan founder Uchiha Group ini lengser dari tahtanya. Kakek Madara terlalu cerdas, tak terbayangkan berapa banyak cara yang ia gunakan untuk mengendalikan Uchiha Group sampai saat ini. Cara main yang bersih dan sehat saja tidak akan pernah bisa bertahan sampai sejauh ini. Menjadi orang baik tak kan menjamin kekuasaan selalu ada di tangan.
Ia memang bukan kakek yang baik karena mengajarkan cucunya bertahan sesuai dengan caranya. Namun, ia paham bagaimana hidup ini. Takdir seorang Uchiha memang tak selalu mudah. Dunia ini penuh kekejaman, cara bertahan saja tidak akan cukup, maka ia perlu mengajari cucunya cara melawan.
"Sesuai yang Tuan Besar prediksikan, usai peresmian panti asuhan itu banyak para petinggi Uchiha group yang mulai mempertanyakan kredibilitas Tuan muda sasuke sebagai pengganti Tuan. Rentetan masalah yang disebabkan oleh Tuan Muda Sasuke berimbas besar pada keputusan para dewan direksi. Nama Tuan muda Gaara mulai dipertimbangkan. Semenjak Tuan Muda Gaara masuk ke dalam ranah bisnis Uchiha Group, banyak perkembangan positif yang perusahaan dapatkan. Tuan Muda Gaara mampu membuat Rumah Sakit baru itu menjadi salah satu rumah sakit utama di Jepang dalam waktu yang relatif singkat. Belum lama ini, Tuan Muda gaara sudah mengajukan proposal untuk pengembangan rumah sakit yang menangani pasien khusus kanker. Tuan Muda Gaara cukup jeli membaca perkembangan pasar di jepang, terutama sektor kesehatan. Jika seperti ini terus, maka tuan muda sasuke akan..." Kata Kakashi.
"Kakashi!" Potong Kakek Madara.
"Tuan Besar? Anda tidak apa-apa?" Kakek Madara akhir-akhir ini mengalami penurunan kesehatan. Dimana ia selalu saja merasakan nyeri di dada kirinya.
"Aku baik-baik saja... Dengarkan aku, Kakashi... Hanya kau yang bisa aku percayai di perusahaan ini. Aku tahu, orang tua seperti diriku ini sangat kejam, tapi jika suatu saat terjadi sesuatu pada diriku, maka kau pergilah ke bank Swiss, gunakan stemple ini untuk mengambil senjata terakhirku di sana. Senjata itu bisa kita gunakan untuk membuat Uchiha Group berada di tangan yang sebenarnya." Kata Kakek Madara. Ia memberikan satu kota kecil berisi stample miliknya.
Kakashi menerimanya dengan gemetar. "Jika terjadi sesuatu pada Tuan Besar, maka saya juga akan mengalami hal yang sama..."
"Jika saat itu datang, bertahanlah dan tetap hidup!"
"Madara-sama..."
Kakek Madara tersenyum pada orang kepercayaannya itu. Ia hanya bisa bertaruh jika Kakashi tidak akan menghianatinya nanti. Kakashi selalu menyembunyikan wajahnya, sulit bagi orang untuk membaca bagaimana Kakashi berekspresi, bahkan kakek Madara sekalipun. Ia jugasering kesulitan membaca raut muka Kakashi. Yang ia percayai, ia adalah orang tua asuh Kakashi. Ia mengadopsi Kakashi dari suatu desa yang jauh di Akita. Ia memang tak bisa menjadi orang tua yang layak bagi Kakashi, tapi ia menyayangi Kakashi dengan caranya sendiri.
"Maafkan aku Kakashi, jika Obito tidak memilih impiannya, harusnya kau tidak menjadi penggantinya saat ini... Onegaishimasu..."
Onegaishimasu?
Kakashi melebarkan matanya. Orang tua angkatnya ini memohon kepadanya? Seorang Uchiha Madara?
"Saya tidak pernah berfikir Anda menjadikan saya sebagai penggantinya, saya melakukan ini karena saya menginginkannya... Saya akan selalu mengikuti Anda."
"Terima kasih, Kakashi..."
.
.
.
Sakura is Sasuke's
.
.
.
Hari ini adalah hari dimana Sakura selesai PKL. Sasuke menjemputnya bersama Shikamaru. Setelah selesai membereskan segala urusannya, mereka kembali ke Tokyo. Sakura dan Sasuke duduk di belakang, sementara Shikamaru dan Karin duduk bersama di depan.
"Kau pucat sekali, Sasuke? Kau tidak tidur ya? Padahal aku tidak masalah dijemput esok hari." Kata Sakura.
"Hn, tidak apa-apa. Hanya urusan kantor saja." Kata Sasuke.
"Jangan terlalu memaksakan diri, Sasuke! Aku tidak akan menuntut ini itu darimu, tetaplah sehat agar kau bisa selalu bersamaku dan anak kita..."
"Hn.. aku mengerti.." Sasuke mengelus rambut Sakura. Tibatiba Hp-nya berbunyi. Rupanya sang ibu mengabari. Ia melebarkan kedua matanya. "Shikamaru, kita harus cepat sampai ke Tokyo!" Kata Sasuke serius.
"Sasuke, ada apa?" Tanya Sakura. Begitu juga Karin yang ikutan penasaran.
"Kakek mengalami kecelakaan dan koma, sementara Kakashi-san belum ditemukan..." Kata Sasuke. Ia gemetaran. Sakura menyadarinya, ia lalu memegang tangan Sasuke untuk menenangkannya. "Shikamaru, cepatlah.."
"Baik, Sasuke-sama..."
.
.
.
...bersambunk...
.
.
.
Aku benar-benar ingin melanjutkannya. Tapi aku banyak galau bebarapa saat ini. Aduh, aku tersesat di jalan kehidupan...
.
.
.
Kalian pernah tidak, menyukai seseorang dengan dalamnya, mengidolakan seseorang dan memberikan segala cinta yang kita miliki pada orang itu? Menjadi seorang fans yang sangat mencintai idolanya... ketika mengetahui sang idola menikah, rasanya kok sakit banget ya?... padahal dia gak kenal kita... haaaaaah... nasib jd fans yang hanya bs menatap dr sudut belahan dunia yang lain... njirrr... gini amat yak... tak kusangka rasanya lebih sakit dari Luhan out dr EXO... moodku berubah2...
.
.
.
Oh iya.. maaf kali ini buanyakkkkk banget typo... soalnya entah kenapa tuts hurufnya tuh perlu ditekan sangat keras agar hurufnya keluar.. mohon dimakluminya.. kayaknya kotor deh banyak debu... lama gak dipake buat ngetik soalnya...
/
/
/
Aku akan tetap berusaha...
