Aku pulang dengan wajah lesu.

"Ibu aku pulang," ucapku berjalan gontai menaiki tangga menuju kamarku di lantai dua.

"Baekhyun," itu ayahku. Aku menoleh ke belakang. Ayah berdiri di dekat tangga dengan senyuman hangatnya. "Sudah pulang?" Tanya nya. Dengan langkah diseret, aku kembali turun.

"Ayah aku merindukanmu," ucapku. Berlari kedalam pelukannya.

"Uri Baekhyunie manja sekali eoh !" Ucap ayah.

Kedua tangan ayah menepuk - tepuk pundakku. Jujur saja, aku sangat merindukan ayahku. Ayahku seorang CEO Starlight co. yang baru saja pulang dari perjalanan bisnisnya di Eropa selama enam bulan lamanya. Saat ayahku sudah pulang sekarang giliran aku yang melakukan perjalanan bisnis ke China bersama Chanyeol ! Menyebalkan !

"Kapan ayah pulang eoh ? Kenapa Ayah tidak memberiku kabar ? " Aku memberondong pertanyaan. Tangan Ayah mengelus rambutku penuh kasih sayang.

"Maafkan ayah Baekhyunie. Ayah pikir kau juga pasti sibuk dengan pekerjaanmu." Ucap ayah.

Aku mengangguk dalam pelukannya. Ya, aku sangat sibuk menemani si Park-Tinggi-sialan Chanyeol itu.

Ayah melepaskan pelukan, aku mendongak menatap wajah yang begitu kurindukan. "Kau sudah makan hm ?" Tanya ayah. Aku menggeleng - gelengkan kepala dua kali.

Ayah terkekeh. Aku tertawa.

"Aigoo anak ayah menggemaskan hm,"

"Ayah !" Aku memekik saat merasakan kedua pipiku dicubit gemas oleh Ayah.

"Aigoo! Lihat - lihat Baekhyunie-ku tidak berubah meski umurnya sekarang sudah 25 tahun ! " Ucapnya.

" Ibuuuuuuu ! Ayah mencubiti pipikuuuuu !" Aduku.

PRAAANG !

Aku dan Ayah saling bertukar pandang. Setelah itu Atensi kami beralih pada arah dapur dimana ibuku berada menyiapkan makan malam.

"Aku pergi dulu ayah, aku harus menyiapkan barang - barangku. Chanyeol akan datang sebentar lagi menjemputku. Kami akan melakukan perjalanan bisnis ke China bersama Tuan Wu Yifan." Ucapku.

"Kau akan pergi Baek ?" Aku mengangguk.

"Ayah selamatkan dirimu sebelum Ibu datang mengamuk." Seruku saat berlari menaiki tangga menuju kamarku.

"SIALAN KAU BYUN BAEKHYUNNN !"

" HAHAHAHAHAHAHAHAHA "

" SAYANG ! BERHENTI MENCUBITI ANAK KU ! DAN APA ITU KAU BARU SAJA MENGUMPATI ANAK BUNGSUKU? HAH ?" teriak Ibuku dari dapur.

" TIDAKKK SAYANG ! AKU MENCINTAIMU "

.

.

" Baekhyun mau sampai kapan kau bekerja di perusahaan Park Group ?" Ayah menatapku, suasana hening seketika, oh sungguh ! Aku benci pertanyaan itu dan suasana seperti ini.

" Sayang ! " Itu suara ibuku.

" Maafkan aku Ayah" aku menunduk. Menaruh sendok dan garpu di kedua sisi piringku. " Aku mencintai pekerjaanku. Saat ini. Lagipula aku tidak membuat masalah yang membahayakan perusahaan Ayah", lanjutku.

" Bukan begitu sayang. Jika kau mencintai pekerjaanmu saat ini kau bisa membantu Hyungmu, menjadi sekretarisnya" ucap ayah.

"Tapi Ayah aku ingin mandiri," kataku final.

"Baiklah, Ayah mengerti. Mungkin kau masih ingin belajar di luar sana. Tapi ingat Baekhyun suatu saat kau pasti akan bergabung dan membantu hyung mu di perusahaan." Ucap ayah mutlak. Aku mengangguk pasrah.

"Cepat habiskan makan malammu, dan segera mengemas pakaianmu bukankah kau dan Chanyeol akan melakukan perjalanan bisnis ke China", ucap ibuku.

"Iya bu. Kalau begitu aku ke kamar dulu. Selamat malam Ayah, Ibu", bangkit dari duduk ku, menghampiri Ayah dan Ibu mengecup kedua pipi mereka, kemudian melesat menuju kamar.

Sesampainya di kamar aku mulai membuka koper, memasukan beberapa stel jas, kemeja, dasi, serta t-shirt tak lupa dalaman dan celana jeans. Siapa tahu aku di China memiliki waktu luang, mungkin aku bisa bertemu Baekbeom hyung disana. Mungkin. Itu hanya harapanku. Jika Aku memiliki waktu bebas. Setelah kurasa cukup aku menutup koperku.

Ponselku bergetar menampilkan pesan masuk dari Kyungsoo.

Kyungsoo: sudah kutanyakan. Kalian seminggu di China.

Menghela nafas berat, seminggu di China, dan mungkin saja Ayahku sudah pergi lagi melakukan perjalanan bisnisnya ke negara lain. Hah ! Yang benar saja aku baru bertemu dengannya beberapa jam lalu sekarang aku harus pergi meninggalkannya lagi, padahal aku masih merindukan ayahku. Huhu ~

Mr Park: bersiaplah Baekhyun! Satu jam lagi aku akan menjemputmu.

Setelah membaca pesan dari Chanyeol aku segera berlari menuju kamar mandi, membersihkan diri eh sebelum perjalanan jauh. Akan sangat tidak nyaman jika aku tidak membersihkan diri setelah bekerja seharian. Untungnya saja masih ada waktu sekitar 15 menit untuk membersihkan diri dan sisanya aku mungkin akan bersiap menuju apartemenku. Ya, tak ada yang tahu bahwa aku seorang putra bungsu dari Byun Yunho dan Im Yoona. Anak bungsu perusahaan starlight co saingan terberat Park Group. Meski aku adalah anak saingan perusahaan Park Group tapi jujur aku tak pernah memberikan informasi apapun pada ayahku maupun hyungku yang berstatus CEO juga. Aku adalah seorang pria yang mempunyai tingkat keprofesionalan yang tinggi ingat! Aku tidak akan mudah membocorkan sesuatu yang bersifat rahasia meski ayah dan hyungku sering melakukan penyogokan dengan berbagai macam tawaran yang menggiurkan. Tapi aku tolak karena aku tak ingin membuat Mr. Park yang menyebalkan itu pusing.

Lupakan tentang itu ! Lebih baik kau segera membersihkan diri Byun Baekhyun !

15 menit berlalu. Rasa nyaman yang kurasa setelah membersihkan diri. Bergegas ke walk in closet memilih pakaian yang akan ku pakai. Pilihanku jatuh pada t-shirt hitam supreme dan celana jeans, yang dipadukan dengan sneakers balenciaga triple s warna hitam. Cocok tidak ? Ah masa bodoh cocok atau tidak cocok nya, waktuku semakin mepet saja.

Aku berlarian menuruni tangga, ransel kesayanganku sudah menggantung di punggung ku. Koper ku jinjing tak mungkinkan aku menyeretnya saat menuruni tangga.

" Pak Kim," teriakku.

" Baekhyun jangan berlari saat menuruni tangga !" Ibuku memperingati.

"Ya tuan muda Byun" sahut pak kim sudah siaga di bawah tangga. Beliau membantuku mengambil koper dari tanganku. Aku tersenyum padanya. Pak Kim lalu memasukkan koper ku ke dalam bagasi mobil.

Aku menghampiri Ibu dan Ayah yang sedang duduk bersantai di ruang tengah.

"Ibu", panggil ku. Ibuku tersenyum cantik seperti biasanya.

"Ibu aku pamit ya. Jaga kesehatan. Aku pergi selama seminggu mungkin aku akan ambil libur selama dua hari dan pulang ke rumah." Lanjutku.

"Hati - hati di jalan. Kalau ada apa - apa segera hubungi hyungmu. " Ucap ibu. Aku mengangguk mengerti.

Beralih pada ayahku. Memeluk erat tubuhnya, padahal kami baru bertemu beberapa jam dan kini aku harus pergi. Ugh ! Menyebalkan.

"Ayah aku masih merindukanmu", aku ku. Ayah terkekeh sambil mengelus punggungku.

"Sesekali ambil lah cuti kerja, lalu pergi lah menyusul ayah. Mungkin kita bisa berlibur bersama", ucap ayah. Lagi aku mengangguk. Ya, mungkin aku harus mengambil cuti kerja ku.

"Ide yang bagus. Aku akan datang bersama ibu." Kataku.

"Itu lebih baik," timpal ayah. Ayah melepaskan pelukan, memberiku puk - puk an penenang yang jarang sekali ku dapatkan. "Sudah sana jalan." Lanjut ayah.

Bibirku mengerucut sebal. "Baiklah Tuan Byun yang terhormat. Aku pergi dulu Ayah, Ibu. Jaga diri kalian baik - baik. Ayah aku akan merindukanmu eoh ! Ibu saat aku pulang aku ingin makan cookies buatanmu,"

"Ya ! Cepat pergi sana !", Usir ibuku.

"Cerewet sekali !", itu Ayahku.

.

.


Terima kasih sudah mau memfollow, fav, sama review ff gaje aku ini.