Beruntung Pak Kim mengantarku ke apartemen tepat waktu. 5 menit setelahnya bel apartemenku berbunyi. Chanyeol datang menjemputku.

"Kau sudah memesan tiket Mr. Park ?" Tanyaku dengan kening berkerut. Chanyeol menggeleng pelan.

"Kita tidak pergi menggunakan pesawat tapi jet pribadi ku," rahangku jatuh, menganga tak percaya. Baru kali ini perjalanan bisnisku bersama Chanyeol menggunakan jet pribadi Park Group. Meski sebenarnya ayahku juga punya jet pribadi tapi kalau boleh jujur aku belum pernah menaiki jet pribadi milik ayahku. Itu semua karena aku tidak bergabung di perusahaan ayahku, tapi malah bergabung pada perusahaan saingan ayah.

" Cepat Baekhyun !" Ucapnya membuyarkan pikiranku yang sempat blank.

Aku berdehem dan mengikutinya masuk ke dalam mobil sport warna hitam.

.

.

.

"Perkenalkan Namaku Oh Sehun. Pilot yang akan menemani perjalanan anda Tuan Park menuju China", pria berkulit putih pucat itu membungkuk hormat pada Chanyeol diikuti beberapa orang di belakangnya yang tak lain adalah wakil pilot dan dua pramugari berbadan seksi.

"Namaku Kim Jongin Tuan Park. Wakil pilot," pria berkulit tan mengenalkan dirinya. Oh dia adalah wakil pilotnya !

"Perkenalkan namaku Kim Jennie dan dia adalah Kim Jisoo, kami pramugari yang akan melayani kebutuhan anda selama penerbangan Tuan Park", Whoa ! Perjalanan yang menyenangkan menurutku.

Mereka semua bubar kembali pada pekerjaan mereka masing - masing. Aku mengekori Chanyeol dan juga Tuan Wu Yifan pria yang tadi ku lihat. Eh ! Si rambut blonde.

"Baekhyun kau boleh beristirahat. Aku tau kau pasti lelah", Chanyeol berbisik. Matanya menatap pintu bercat biru pastel. "Itu kamarmu," lanjutnya.

"Ya Mr. Park. Jika butuh sesuatu ketuk saja pintunya", ucapku. Dia mengangguk.

Aku segera berjalan menuju kamar itu, tubuhku memang benar - benar terasa lelah. Ketika pintu terbuka pemandangan seperti kamarku menyambutku! Whoa ! Aku berdecak kagum bagaimana mungkin di dalam jet pribadi Chanyeol ada kamar yang sama persis dengan kamar tidurku di apartemen. Ini gila ! Benar - benar menakjubkan !

Menaruh ransel ku pada sofa yang berada di sudut ruangan. Lalu menjatuhkan tubuhku pada kasur empuk berbalut seprai satin lembut berwarna peach. Mengistirahatkan tubuhku sambil menatap langit - langit kamar tidurku. "Mirip seperti kamar tidurku", gumamku dengan mata semakin memberat dan terpejam.

.

.

" Baekhyun ! Bangun ! ",

Suara berat itu menyapa pendengaranku. Terdengar tegas dan tak terbantahkan. Perlahan - lahan aku membuka mataku membiasakan cahaya lampu masuk ke dalam retina mataku. Yang pertama kali kulihat adalah wajah tampan Chanyeol, dia sangat dekat denganku sampai - sampai aku bisa merasakan hembusan hangat nafasnya.

" Ya, Mr. Park " ucapku.

" Apa tidurmu nyenyak ? Maaf mengganggu tidurmu, sayangnya kita akan mendarat jadi lebih baik kau bangun," ucapnya.

Mataku melirik ke arah jam dinding di belakang Chanyeol. Waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari pantas saja Chanyeol membangunkanku.

" Ya Mr. Park. Tidurku sangat nyenyak. Terima kasih." Ucapku, dia tersenyum dan aku tidak bisa tidak ikut tersenyum bersamanya. Tangan kanan Chanyeol berada di atas kepalaku mengusap - usap rambutku seolah sedang merapikan rambutku.

"Nah ! Kajja bangun, tidak baik membiarkan Tuan Wu menunggu sendirian", katanya sambil mengulurkan tangan. Mataku menatap uluran tangannya, kemudian mendongak menatap wajahnya, dia tersenyum, dan tanpa ragu aku menyambut uluran tangannya meski aku tak tau apa maksudnya.

Kami keluar dari kamar tidurku, masih dengan tautan tangan Chanyeol di sela - sela jariku menuju ke tengah, tempat di mana Tuan Wu Yifan menunggu kami.

"Hm, selamat malam menjelang pagi," ucapku kikuk, Tuan Wu tersenyum ramah.

"Ya," jawabnya singkat, dan jelas. Wah pria berambut blonde ini dingin sekali.

"Baekhyun, duduk", Chanyeol memintaku duduk. Aku duduk memakai sabuk pengaman karena sebentar lagi jet yang di terbangkan oleh Sehun akan mendarat di salah satu helipad di atas gedung Park Group. Aku menghela nafas, setelah turun dari pesawat aku pasti akan sibuk mengingat tujuan kami datang ke china adalah kontrak kerjasama dengan perusahaan Wu Corp. Mungkin mengatur ulang perjanjian kerjasama, rapat, rapat dan rapat sampai menemukan titik kesepakatan yang sama - sama saling menguntungkan bagi kedua belah pihak perusahaan.

Jennie datang memberitahu bahwa kami sudah bisa turun dari jet, dan sedikit melupakan info bahwa di luar hujan. Namun yang membuatku tercengang saat berdiri di pintu pesawat adalah orang yang menyambutku mengenakan setelan jas dan Oh payung, mereka siap memayungi kami. Tapi, tangan Chanyeol meminta payung itu membuat aku dan pria berjas kebingungan.

"Berikan payung itu padaku," ucapnya dingin.

Dengan tangan gemetar dia memberikan payung tersebut kepada Chanyeol. Satu tarikan berasal dari tangan Chanyeol mengagetkanku, aku menoleh padanya, dan dia tersenyum padaku, senyuman hangat itu begitu tampan dan mempesona. Oh Baekhyun apa yang sedang kau pikirkan ! Dewa bantinku mengerang tak setuju dengan apa yang kulihat saat ini. Chanyeol begitu bersinar dimataku, seperti bintang berkelip di tengah kegelapan malam.

"Perhatikan langkahmu, Baekhyun", suara tegas itu menyapu gendang telingaku. Pegangan tangan pada bahu ku semakin mengerat saat langkah kaki kami mulai menerobos derasnya hujan malam itu. Aku menggigil ketika angin malam berhembus, dalam hati merutuki kebodohan diri sendiri mengapa tidak memakai hoodie atau jaket, maupun cardigan.

"Mr. Park," aku memanggilnya dan Chanyeol berdehem sebagai respon panggilanku.

"Ada apa Baekhyun?" Tanya nya di sela - sela perjalanan kami menuju pintu masuk perusahaan Park Group yang sialnya masih lumayan jauh.

"Tidak ada." Ucapku, berusaha menutupi kegugupanku.

Saat kami sampai di dalam, beberapa orang sudah menyambut kami dengan handuk dan juga coklat panas untukku. Okay ! Aku tak mengerti apa yang dimaksud dengan perjalanan bisnis kali ini. Ekor mataku menangkap pemandangan yang begitu menggairahkan. Dia, Park Chanyeol, Bos ku, sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk, sama sepertiku hanya saja, dia begitu seksi dimataku. Bulir - bulir air berjatuhan ke lantai berasal dari rambut hitam kelamnya. Imajinasiku bekerja, aku membayangkan wajah tampan Chanyeol itu sangat cocok jika dipadukan dengan rambut merah, nah kan! Dia seperti bos mafia ! Entahlah kurasa otakku sudah mulai tidak beres setelah menempuh perjalanan jauh dan kelelahan yang mendera tubuhku.

Pria itu - Wu Yifan - berjalan ke arahku dengan seringai menakutkan di wajahnya. Keningku berkerut, kebingungan, ada apa dengan ekspresi Tuan Wu ?

"Kau sangat manis, Baekhyun-ss," bisiknya. Buluku meremang, pandangan mataku tak lepas dari Chanyeol berharap bos-ku itu segera membalikkan badan, kemudian menolongku.

"Apa kau dengar apa yang kukatakan ?" Aku menangguk kaku.

"Kau manis. Aku menyukaimu Byun Baekhyun-ssi," dadaku berdegup cepat, tidak aku tidak menyukainya. Aku ketakutan.

"Apa kau mau menjadi kekasihku ?" Aku menggeleng - gelengkan kepala dua kali, sengaja agar bulir air hujan mengenai wajah Tuan Wu.

" Menjauh dari Baekhyun Tuan Wu " aku memejamkan mata, ketakutan dan juga kedinginan, Chanyeol datang dengan mata berapi - api menahan emosi. Ia menarikku sampai hidungku bertabrakan dengan dada bidangnya.

.

.


Thanks udah mau review hehe.