Dr K adalah gadis jenius yang serba bisa.

Membuat virus super dahsyat? Cek.

Membuat proyek Ranger untuk melawan virus? Cek.

Berpikir dalam kondisi amat sangat genting? Cek.

Membuat anti virus? Cek.

Makan sayuran dan buah setiap hari? Eh, lupakan.

.


.

Disclaimer: Power Rangers franchise pertama kali diproduksi oleh Saban Entertainment. Power Rangers RPM diproduksi The Walt Disney Company. Author tidak mengambil keuntungan materiil.

Warning: era RPM setelah episode terakhir. Ziggy x Dr K, oneshot, drabble.

.

.

Yang Bisa Dilakukan Dr K

by Fei Mei

.


.

Ketika Venjix masih merajalela, Dr K pusing untuk melawan gerombolan robot. Dan ketika Venjix berhasil ditaklukan, gadis itu dibuat pusing oleh Ziggy yang tak pernah bosan menyuruhnya makan makanan sehat. Dr K paham mantan Operator Seri Hijau itu peduli pada keseimbangan gizi bekas mentornya—hei, walau lebih muda, K jelas lebih paham soal pelajaran biologi—tapi mengonsumsi makanan manis selama ini lebih mampu membuatnya berpikir jernih.

"Dok, ayolah, ini, makan siang hari ini, kau harus coba semuanya!" titah Ziggy, setelah berhasil menarik K yang padahal masih mengunyah coklat, ke meja makan.

Sup udang tomat, ayam cabai balado, sawi cah terasi, ikan bakar, sambal mangga. Oh, dan tentunya nasi putih. Tidak lupa, dengan bangganya Ziggy menunjuk jus wortel campur tomat yang telah dituang dalam gelas.

"Pertama, sebanyak itu, aku tidak akan bisa habis," ujar Dr K dengan nada monoton. "Kedua, lauknya merah semua, aku tidak mau. Ketiga, aku masih makan coklat."

Tidak mau kalah, Ziggy membalasnya. "Pertama, aku tidak bilang kau harus menghabiskan semuanya sekarang. Kedua, merah tidak berarti pedas. Ketiga, berhentilah makan coklat saat menjelang jam makan siang."

Dr K memutar bola matanya, lalu menatap tajam mantan Ranger Hijau. "Aku hanya ingin makan yang manis, Ziggy, dan aku paling tidak bisa makan yang pedas, asam, dan pahit!"

"Oh, ayolah, kau selalu menolak makan buah, atau jus buah sekali pun!" ujar Ziggy frustasi. "Tinggal masukin ke dalam mulut, kunyah, telan, tidak sulit!"

"Aku tetap tidak suka."

Ziggy tetap ngotot. Disendoknya sup lalu disodorkan ke mulut K. "Nih, coba, tidak pedas!"

"Tidak mau. Kalau merah begitu, jika bukan pedas, ya asam. Aku tidak bisa makan yang begituan!"

Pemuda itu mendecak sebal. "Ya kalau begitu, kamu bisanya apa, dong?"

Hening. Sedetik, dua detik, lalu K menggumam, "aku tidak bisa makan makanan pedas dan asam. Tapi mencintaimu, aku bisa."

"Hah? Ap—apa?"

Dr K bangkit dari kursinya. "Tidak ada pengulangan!" Lalu ia berlari pergi menyembunyikan wajahnya yang merona merah.

.


.

Selesai

.


.

Review?