Chapter 2
Desclaimer : Naruto bukan punya saya, tapi punya Kishimoto-sensei, tapi Oc dan jalan ceritanya punya saya semua
Genre : Adventure & Romance
Raiting : T
Pairing : Naruto x Karin
Warning : Typo bertebaran, Abal, SKMS, Gaje, Kata kata membingungkan, Ancur, OC, OOC
BUAT YANG GAK SUKA, SAYA GK MAKSA ANDA BACA. DAN YANG GK SUKA TINGGAL PENCET TOMBOL BACK AJA
Summary: Naruto seorang anak yang di buang oleh orang tuanya, yang tidak tahu bahwa anaknya memiliki bakat menjadi seorang ninja. Dia di buang karena dianggap lemah dan tidak berbakat jika di bandingkan dengan sang kakak kembar sekaligus jinchuriki Kyuubi. Bagaimana perjalanan hidup seorang Naruto? (Jelek bikin summary)
Di Fict ini Naruto murni gk pnya namanya Doujutsu dan saya buat naruto jadi master Senjutsu biar beda aja. Soalnya dari banyak fict Naruto selalu di dewakan karena Doujutsunya, coba Naruto tingkat kekuatannya Godlike tp bukan karena Doujutsu dan punya lima elemen, tapi punya kekuatansetingkat Godlike karena memasterisasi Senjutsu dan mempunya control chakra yang lebih perfect dari Tobirama, juga di sini waktunya juga mundur seperti misi Tazuna jadi mereka ngelaksanain misi itu pas chuunin karena musuhnya bisa Rank B-A, di Fict ini juga saya buat Minato bisa nguasain Sage Mode petapa katak juga punya elemen angin soalnya kn jutsunya Minato terbatas. jadi semua di sini Full My Imagination.
.
.
.
.
Naruto POV
Hah.. ternyata penggunaan Sage Mode yang berlebihan bisa membuatku kelelahan juga, lebih baik ku nonaktifkan saja, jubah ku sudah menghilang dan mataku juga sudah normal jadi begini kan lebih nyaman. Tapi aku harus tetap mengaktifkan jutsu sensorku karena yang ku dengar Shi no Mori tempat yang berbahaya apalagi ini ujian individual. Deg..deg…deg ini firasat bahaya jangan jangan…
End Naruto POV
Normal POV
Naruto yang merasakan firasat bahaya mengambil satu Azure kunainya dan melemparnya ke sembarang arah, ternyata benar dari segala sisi atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang muncul semburan bola api yang mengarah ke Naruto. Naruto yang sudah melempar Azure kunainya langsung memakai Azure no Jutsu untuk berteleport ke salah satu dahan. Dan ternyata setelah serangan berakhir dan Naruto berhasil menghindar muncul 6 ANBU di dahan pohon yang lain, mereka seperti sedang membicarakan sesuatu. Naruto mengambil 3 kunai peledak dari kantong senjatanya dan melempar ketiganya ke ANBU itu, mereka ke-6ANBU menyadari datangnya kunai tersebut langsung Shunsin bersamaan dengan,
"Katsu"
Bersamaan dengan meledaknya ketiga kunai, mereka mencari sang pelempar dan melihat Naruto mereka mengambil tanto dan memegangnya dengan tangan kanan lalu secara bersamaan menyerbu Naruto. Naruto juga mengambil Azure kunainya hanya bersiaga, ANBU bertopeng serigala menyerang Naruto dengan tanto yang di hunuskan tapi tanto itu dapat di tepis dengan Azure kunai Naruto dan Naruto menendang ANBU itu, lalu dua ANBU menerjang Naruto dengan tanto mereka tapi Naruto dapat menghindar lalu menendang kepala dua orang ANBU itu dengan keras membuat mereka berdua terlempar menabrak batang pohon. Tiga ANBU sisanya menyerang Naruto secara bersamaan, tapi Naruto berhasil menghindar dengan mudah pertama Naruto menendang dada ANBU paling kiri membuatnya menabrak sebuat batu, lalu Naruto menjadikan kepala ANBU di tengan sebagai pijakan dan menendang kepala ANBU paling kanan dengan tumitnya sehingga ANBU tersebut terlempar dengan keras ke bawah, dan yang terakhir Naruto langsung memukulnya hingga terlempar beberapa meter. Keenam ANBU tersebut dapat berdiri lagi tapi saying nasib mereka saat di serang Naruto Naruto juga menanamkan Fuin Azure di tubuh mereka, Naruto membuat rasengan biasa di tangan kiri lalu berteleport menggunakan Azure no Jutsu ke ANBU topeng serigala dan menghantamkan rasengan ke dadanya membuat dia terpental dan pingsan, Naruto kembali berteleport sekarang ke topeng beruang dan meninju dada secara beruntun sebanyak 5x lalu menendang perutnya sampai terpental dan pingsan, Naruto berteleport lagi kali ini ke ANBU dengan topeng kucing lalu menendang wajahnya dan memukul dada serta perutnya secara bersamaan membuat dia terpental beberapa meter. Naruto melihat ke tiga ANBU tersisa di bawah sedangkan Naruto ada di atas dahan pohon dia langsung merapal sebuah segel tangan rumit.
"Suiton: Tsunami"
Sebuah gelombang air besar yang entah muncul dari mana terbentuk dan melaju ke tiga ANBU tersisa lalu gelombang tersebut menyapu bersih apa pun yang di lewatinya termasuk ketiga ANBU yang tersisa itu.
Merasa sudah beres Naruto melompat dari dahan ke dahan lagi dengan cepat, baru sekitar 15m dia melanjutkan perjalanannya dia sudah bertemu tiga hewan kuchiyose yaitu gorilla, banteng, dan badak dengan ukuran seperti gamabunta. Lalu Naruto dapat melihat di dahi dari kuchiyose gorilla ada dari salah satu Kristal yang dia cari yaitu kristal ungu. Tiga kuchiyose itu melihat ke Naruto dengan pandangan marah, sedangkan Naruto hanya menghela nafas panjang melihat itu, gorilla mengayunkan tinjunya ke Naruto mencoba meninjunya tapi Naruto dapat melompat ke tangan itu dan berlali ke kepala gorilla lalu menanamkan Fuin Azure. Naruto dengan cepat loncat dengan kecepatan tinggi ke atas kepala banteng lalu menanamkan Fuin Azure dan lagi sekarang Naruto melompar ke atas punggung badak lalu menanamkan segel Azure di punggungnya. Setelah selesai Naruto melompat ke salah satu dahan pohon tertinggi, gorilla memanjat pohon dimana Naruto berada tapi Naruto dengan cepat loncat ke pohon lain dan merapal segel tangan dengan cepat dan menghirup nafas panjang lalu menoleh ke gorilla.
"Fuuton: Daitoppa"
Sebuah semburan angin bertekanan tinggi melesat ke gorilla dan membuat gorilla itu sedikit oleng dari posisinya, Naruto menyelimuti tangan kanannya dengan elemen angin lalu melompat ke gorilla tersebut dan mengahntamkan tinjunya ke pipi kiri dari gorilla itu dan membuat mahkluk besar itu terlempar ke kanan dengan sangat cepat hingga menghancurkan banyak pohon. Tatapan Naruto beralih ke banteng dengan segera Naruto melapisi kakinya dengan chakra lalu melompat tinggi ke banteng sambil membentuk rasengan berukuran super di tangan kirinya.
"Fuuton: Cho Odama Rasengan"
Rasengan berukuran super yang konon dapat melubangi gunung itu dia hantamkan ke punggung banteng membuat banteng itu tertekan ke bawah dan mengakibatkan kawah cukup besar, Naruto meloncat ke dahan pohon lainnya dan berusaha mendekati badak dengan meloncat ke dahan lainnya. Tapi di saat bersamaan gorilla yang di tinju Naruto bangkin kembali dengan ekspresi marah, gorilla itu melompat ke Naruto sementara badak berusaha menghancurkann pohon tempat Naruto berpijak tak ingin mati konyol Naruto mengaktifkan Azure no Jutsu dan berteleport ke atas kepala gorilla lalu menendang kepala besar itu dengan tumitnya yang sudah teraliri chakra dan tendangan itu berakibat gorilla jatuh menimpa banteng yang Naruto serang tadi.
"Sial kalau begini terpaksa aku memakai Sage Mode, tapi tidak aku tak mau membuang tenaga sia sia" gumam Naruto.
Naruto merapal sebuah segel tangan dengan sangat cepat walaupun yang dia pakai tentunya adalah segel tangan jutsu tingkat atas tapi itu tak masalah untuk seorang Naruto.
"Suiton: Suiryuudan no Jutsu"
Dua ekor naga air terbentuk di sisi kanan dan kiri tubuh Naruto, lalu naga air itu melesak dengan cepat ke arah kuchiyose badak dang menyerangnya tapi hal itu tidak membuat badak itu terluka malah membuatnya semakin marah di tambah gorila yang sudah bisa bangkit lagi juga kuchiyose banteng yang juga bisa bangkit lagi walau terkena serangan maut dari Naruto. Saat ini posisi Naruto terkepung tiga kuchiyose besar dengan mereka tersulut emosi berkat serangan Naruto sebelumnya, Naruto kini bingung. Gorila mengayunkan tangan kanannya untuk memukul Naruto, tapi karena reflek yang sangat baik Naruto dapat menghindari itu dengan melompat ke samping kiri melalui celah dari kaki badak, Naruto melihat kaki badak langsung merapal dua buah segel sekalius.
"Fuuton: Dai Kamaitachi"
"Suiton: Dai Bakushui Soha"
Naruto mengayunkan tangan kanannya dan menciptakan badai angin penyayat besar ke kaki kaki badak, dan serangan itu mengenai kaki badak sehingga kaki dari badak itu tersayat sayat dan jatuh, lalu Naruto menghadap gorila dan menyemburkan air yang sangat banyak dari mulutnya ke gorila berusaha melukai gorila ganas yang menyerangnya tadi.
BRUUSSSTTT
Serangan Naruto sama sekali tak berpengaruh pada gorila tadi tapi serangan itu malah membuatnya semakin marah, gorila tersebut mengamuk dan berlari ke Naruto tapi Naruto sudah loncat terlebih dahulu ke atas dahan pohon yang cukup tinggi, Naruto sudah cukup pusing sebenarnya untuk melawan kuchiyose kuchiyose yang besarnya tak sebanding ini tapi mau gimana lagi. Naruto merapal segel tangan dengan cepat dan.
"Fuuton: Kamikaze"
Sebuah tornado angin setinggi 4m terbentuk di depan gorila lalu tornado tersebut bergerak ke kuchiyose besar itu dan menghantamnya alhasil gorila itu terpental cukup jauh menabrak batang pohon, tetapi Naruto lengah karena seekor banteng tengah berusahan menghancurkan pohon tempatnya berpijak dan sebelum itu terlebih dulu muncul ratusan rantai chakra dan sebuah teriakan.
"Uzumaki Special Technique: Chakra Chains"
Ratusan rantai chakra berwarna orange berpijar itu menilit tubuh banteng dan menjatuhkannya ke tanah semakin banteng itu berontak semakin kuat juga rantai itu melilit badan banteng tersebut. Naruto kaget karena ada yang menolongnya dan orang itu adalah… Karin. Karin melompat ke dahan pohon yang sama dengan Naruto.
"Naruto-kun apa kau baik baik saja?" Tanya Karin cemas
"Tenang saja Karin aku tak apa apa " jawab Naruto menenangkan Karin yang cemas, "Oya Karin kau punya elemen apa?" lanjut Naruto
"Api" jawab Karin singkat
"Sekarang aku serang badak besar itu dengan apimu aku akan membantu" kata Naruto.
Karin hanya mengangguk lalu merapal segel tangan yang cukup rumit tapi dilakukan dengan sangat cepat.
"Katon: Goryuuka no Jutsu"
Karin menyemburkan naga api dengan ukuran sangat besar yang mengarah ke badak yang sebelumnya Naruto sudah lumpuhkan kakinya, setelah Karin menyemburkan naga Naruto segera merapal segel dan menarik nafas dalam.
"Fuuton: Daitoppa"
Naruto menyemburkan angin bertekanan sangat tinggi ke naga api Karin dan membuat naga api tersebut bertambah ukurannya menjadi dua kali lipat dan bertambah juga kekuatan panasnya hingga,
BLAAAARRR
Naga api dan kuchiyose badak berbenturan sehingga menghasilkan ledakan kecil serta asap hitam membumbung ke udara. Setelah asap hitam mereda terlihat kawah yang cukup besar dengan kuchiyose badak yang sudah menghilang.
"Karin kita bagi tugas, kau lawan banteng itu dan aku akan lawan gorila bodoh itu" perintah Naruto
"Ha'i Naruto-kun" balas Karin sambil tersenyum manis dan pergi melawan bantenh, sementara Naruto melihat senyum itu merasakan wajahnya memanas 'Senyumnya sungguh indah' batinnya lalu pergi ke tempat gorilla.
Di sisi Naruto, dia mengambil dua Azure kunai dari kantong senjatanya dengan kedua tangan. Setelah melihat posisi kuchiyose itu Naruto melempar Azure kunai di tangan kirinya dan dengan satu tangan merapal segel tangan.
"Kunai Kage Bunshin no Jutsu"
Satu kunai Naruto berubah menjadi ribuan kunai yang melesat dengan tekanan tinggi ke kuchiyose itu dan kunai itu menghantam tubuh kuchiyose gorila dengan sangat keras membuatnya menggeram semakin marah, Naruto tak kehabisan akal dia mengalirkan chakra anginnya ke Azure kunainya dan melemparnya ke tangan kiri gorila tersebut hingga menancap di tangannya. Naruto langsung merapal segel tangan dengan cepat lalu mendarat di dahan pohon.
"Fuuton: Kaze no Ken"
Pedang angin warna hijau keputihan tercipta di punggung tangan Naruto seakan akan menyambung dengan punggung tangannya, dan Naruto juga mengambil dua kunai peledak dari kantong senjata dengan kedua tangannya dan sesegera mungkin melemparnya ke tanah dekat kaki si kuchiyose dan meledakannya.
"Katsu"
DUAAAARRRR
Tanah pijakan kuchiyose tersebut sedikit retak dan ledakannya juga melukai kaki besar terebut, Naruto sekarang melesat ke kepala si kuchiyose dan melihat Kristal ungi di sana lalu menebas tepat di bagian itu membuat Kristal ungu itu lepas dari kepala kuchiyose dan Naruto langsung menangkapnya serta menyimpannya. Melihat kuchiyose itu semakin mengamuk Naruto segera meloncat ke pohon lain untuk mencari aman. Setelah berdiri di dahan pohon dia melempar Azure kunai hingga menancap di tanah dekat kaki kuchiyose. Lalu Naruto dengan segera kembali merapal sebuah segel tangan.
"Fuuton: Disuku no Kaze"
Dua buah cakram angin berwarna hijau keputihan sebesar fuma shuriken terbentuk di kedua telapak tangan Naruto, cakram di tangan kirinya dia lempar ke tangan kanan kuchiyose dan cakram angin itu terus berputar bahkan sampai menyentuh tangan besar itu dan cakram itu seperti berusaha menotong tangan besar itu. Lalu cakram kedua dia lemparkan ke kaki kanan sang gorila dan kejadian yang sama terulang cakram itu seperti akan memotong kaki besar itu. Melihat keadaan Naruto tak tinggal diam dia kembali merapal segel tangan dengan cepat.
"Hyouton: Kori no Ryu"
Tiga buah naga es besar terbentuk di atas tubuh naruto, lalu naga es tersbut bergerak menerjang gorila tersebut tepat dan wajahnya alhasil naga es itu berhasil mengenai kepala besar itu dan menjatuhkannya lalu menghilang dalam kepulan asap. Pertarungan berakhir, Naruto segera bergegas ke tempat Karin.
Karin vs Banteng
Karin cukup mengalami kesulitan walau si banteng itu masih terlilit rantainya di tambah lagi si banteng terus menerus memberontak jadi Karin harus tetap mempertahankan fokusnya untuk rantai chakranya dan tetap focus untuk menyerang, Karin kembali merapal segel tangan untuk ke sekian kalinya dan kembali mengambil nafas dalam.
"Katon: Goka Mekkakyu no Jutsu"
Karin menyemburkan api berbentuk dinding api dengan tekanan panas yang sangat tinggi serta intensitas yang sangat besar, dinding tersebut terus maju bergerak ke si banteng dan menghantam serta membakar banteng tersebut tapi tak sampai di situ Karin kembali merapal sebuah segel tangan dengan tingkat kerumitan yang tinggi.
"Katon: Sanryuu Huashi"
Karin kembali menyemburkan api tapi sekarang berbentuk tiga naga api yang langsung dia semburkan ke arah banteng tadi dan hoila.. banteng tersebut terbakar habis. Karin bisa bernafas lega karena kobaran api itu masih membakar banteng tersebut tapi banteng itu kembali bangkit dengan usahanya lalu berusaha menyeruduk Karin yang terduduk lemah di tanah karena kehabisan chakra, merasakan bahaya mendekat karin berbalik menghadap ke banteng besar itu sedang berlari ke arahnya dia hanya pasrah menerima ajalnya tapi sebuah keajaiban muncul. Naruto muncul dengan sedang berlalri langsung mengaliri tangan kanannya dengan chakra yang sangat banyak dan segera meninju banteng itu dengan keras membuatnya terpental dan menghilang dalam kepulan asap.
"Awas kau jangan sampai melukai orang yang ku sayangi" teriak Naruto sementara Karin yang mendengarnya hanya terpaku karena Naruto mengatakan kalau dia adalah orang yang di sayanginya.
"Kamu tak apa kan Karin-chan?" Tanya Naruto lembut
"Aku tak apa apa Naruto-kun, dan yang kau katakana tadi apa benar Naruto-kun?" Karin bertanya balik
"Ehmm itu benar, karena sudah cukup lama aku merasakan perasaan ini Karin. Aku menyayangimu bahkan mencintaimu bukan sebagai seorang sepupu tapi sebagai laki laki yang mencintai perempuan" jelas Naruto
"N-n-naruto-kun?" Karin terbata
"Jadi apa kamu mau jadi kekasihku Karin? Walau nanti hubungan ini ada yang menghalangi aku akan menghancurkan penghalang itu demi kamu" kata Naruto
"I-iya aku mau Naruto-kun aku juga cinta sama kamu Naru-kun. Satu lagi Naru-kun, hubungan kita tidak akan di larang oleh clan uzumaki karena di clan uzumaki hal ini di perbolehkan" balas Karin
"Arigatou Karin-chan, kau telah menerimaku" ujar Naruto lalu mendekati Karin dan mengecup bibirnya pelan lalu dengan segera melepasnya karena mengerti keadaan. Wajah Karin menjadi merah semerah rambutnya karena menerima ciuman dari Naruto, sementara Naruto hanya tersenyum senang.
"Karin-chan lebih baik sekarang kita cari tempat istirahat karena hari juga sudah malam besok kita lanjutkan. Sebelum itu kau sudah mendapatkan Kristal apa Karin?" Tanya Naruto
"Aku sudah mendapatkan Kristal merah Naru-kun, ayo kita ke tempat itu" kata Karin sambil menunjuk batang pohon yang berlubang.
"Ayo" balas Naruto. Mereka berjalan dengan cepat ke sana lalu masuk dan duduk di dalam lubang pohon itu, Naruto menyandarkan punggungnya pada sandaran di belakangnya lalu menarik tangan Karin dan Karin membaringakn kepalanya di dada bidang Naruto serta Naruto memeluk tubuh Karin. Mereka tidur dalam keadaan yang cukup mesra.
Keeseokan paginya, Karin dan Naruto sudah bangun dan bersiap mencari Kristal lainnya. Mereka mulai berlari dan sesekali meloncati batang batang pohon sampai mereka di hadang oleh dua Jounin Elite Konoha yaitu Kakashi dan Guy. Naruto mengambil satu Azure kunai dengan tangan kanan dan Karin akan bersiap menyerang jika Naruto tidak menyuruhnya menjauh karena alasan tidak ingin Karin terluka tentunya tak ingin membuat Naruto khawatir jadi Karin hanya menurut dan menjauh.
"Ternyata kata Ibiki benar kalau kau sekarang menjadi bagian dari Uzushio Naruto" kata Kakashi sambil membuka penutup mata kirinya memperlihatkan sharingan dengan tiga tomoenya.
"Kau benar Kakashi," jawab Naruto kalem
"Dan apa kabar itu benar, kau di juluki Uzushio no Aoi Senko?" Tanya Kakashi
"Sayangnya itu benar Kakashi" jawab Naruto. Guy maju terlebih dahulu ke Naruto dan berusaha untuk memukul serta menendangnya dengan interval cukup singkat tapi Naruto dapat menghindari serta menangkis serangan Guy dengam mudah. Sekrangan Naruto yang maju dan berusaha untuk menyabetkan kunainya ke tubuh Guy tapi dapat di hindari dengan kecepatan Guy, Guy loncat mundur ke belang. Kakashi melihat Guy mundur langsung merapal sebuah segel tangan dengan cepat.
"Katon: Gokakyu no Jutsu"
Kakashi menyemburkan bola api yang cukup besar kea rah Naruto tapi dapat di hindari oleh Naruto dengan meloncat ke batang pohon dan dia berdiri vertical di pohon. Naruto langsung melesat ke Kakashi tapi dia sempat melihat juga di bagian dada rompi Kakashi dan Guy dia melihat dua Kristal biru yang di gantungkan dengan tali di pinggang mereka, Naruto coba untuk mennju wajah Kakashi tapi tak memperhatikan Guy yang terlebih dahulu menendang wajah Naruto hingga terpental dan menabrak batang pohon.
BRUUUKK
BRAAAKK
Naruto menabrak pohon dengan punggung duluan dan dia memuntahkan sedikit darah segar dari mulutnya, sementara Karin melihat Naruto dengan pandangan khawatir tapi dia juga tak bisa apa apa dan jika memaksa membantua dia malah akan merepotkan Naruto. Naruto segera bangun, tapi Guy lagi-lagi tak memberikan kesempatan langsung menerjang Naruto dan berusaha menendang wajahnya tapi dengan reflek bagus Naruto langsung salto ke kiri menghindari serangan itu sehingga serangan Guy hanya mengenai pohon dan membuatnya tumbang. Naruto melihat ada kesempatan sekarang menerjang Guy lalu mengaliri kakinya dengan chakra dan berusaha menendang dada Guy dan terkena dada Guy membuat Guy terlempar beberapa meter, Naruto mengambil satu Azure kunai dengan tangan kanan dan langsung dia lempar ke Kakashi sedangkan Kakashi melihat kunai hanya menunduk ke bawah dan akan melihat Naruto tapi saat melihat ke Naruto di sana hanya tertinggal seberkas cahaya biru dan Naruto sudah muncul di atas tubuhnya sambil akan meninju badannya serangan itu akan berhasil jika Guy tidak muncul dan menendang dada Naruto hingga terpental jauh beberapa meter.
"Terima kasih Guy, kalau tidak ada kau mungkin aku akan terluka parah" kata Kakashi
"Sama sama Kakashi kawanku" balas Guy dengan mengacungkan jempolnya.
Naruto kembali bangkit dengan dengan darah yang keluar dari sudut bibirnya, lalu Naruto mengusapnya dengan kasar karena kesal sudah beberapa kali serangannya di gagalkan oleh Sang Master Taijutsu, Guy.
'Jika dalam keadaan biasa aku tidak akan bisa menang melawan dua elite Jounin, kalau begini aku harus menggunakan teknik pamungkasku yaitu, Sage Mode' batin Naruto.
Naruto berkonsentrasi sambil menutup matanya lalu dia secara tiba tiba memakai jubah birunya dengan aksen api putih dan muncul warna biru di kelopak matanya lalu Naruto membuka matanya dan memperlihatkan mata elangnya yang selalu memandang tajam kepada setiap musuhnya. Naruto berjalan ke arah Kakashi dan Guy, Kakashi dan Guy merasakan bahaya dan melihat Naruto berjalan ke arah mereka dengan penampilan yang berbeda, yaitu dengan adanya jubah dan perubahan pada bola matanya serta Naruto menaikan tingkat tekanan chakranya sampai ke titik tertinggi yang mungkin setara dengan kage atau lebih. Sedangkan Kakashi dan Guy yang merasakannya merasa sulit bernafas dan akshirnya jatuh terduduk di tanah, bahkan untuk Kakashi sekali pun tak sanggup berdiri tegap setelah merasakan tekanan chakra Naruto. Naruto melesat ke Kakashi berusaha meninju wajahnya lagi tapi muncul Guy menghalangi dan kembali ingin menendang wajahnya tapi kakinya langsung di pegang oleh kedua tangan Naruto dan di lempar ke atas, tak sampai di situ Naruto merangsek ke tempat Guy terlempar dan menendang dada Guy keras hingga jatuh membentur tanah.
BRUUUKK
DUUUMMM
Sekarang keadaan Guy cukup memprihatinkan yaitu dengan keadaan luka parah serta beberapa tulang rusuknya patah dan tulang dadanya retak juga sekarang dia ada dalam kondisi pingsan. Naruto melihat kakashi langsung menerjang Kakashi, sementara Kakashi langsung merapal segel tangan.
"Katon: Ryuuka no Jutsu"
Kakashi menyemburkan naga apinya ke arah Naruto yang sedang akan menerjangnya sementara itu Naruto melihatnya segera menapak ke tanah dan meloncat ke kirinya berusaha menghindari semburan Kakashi. Setelah berhasil menghindar Naruto berlari ke Kakashi sambil merapal sebuah seger tangan dengan cepat.
"Fuuton: Daitoppa"
Naruto menyemburkan angin bertekanan tinggi ke Kakashi, setelah angin bergerak ke Naruto dia langsung meloncat tinggi ke atas kepala Kakashi sambil membuat bola chakra spiral sebesar bola sepak di tangan kanannya lalu di hantamkan ke kepala Kakashi sambil berteriak.
"Odama Rasengan"
DUAAARRR
BUUMMMM
Ledakan terjadi karena Kakashi di serang dengan dua teknik kelas atas sekaligus dan ledakan tersebut menghasilkan asap hitam. Naruto langsung melompat ke dahan pohon menunggu asap hilang, asap telah hilang dan menampakan Kakashi yang tergeletak lemah dengan tubuh terluka parah. Naruto segera menonaktifkan Sage Modenya dan turrun berjalan ke tempat Kakashi lalu mengambil Kristal birunya dan berjalan juga ke Guy serta mengambil Kristal biru yang di pegangnya baru berjalan ke tempat Karin. Sesampainya di sana dia menyerahkan satu buah Kristal biru pada Karin.
"Kau tak apa apa kan Naruto-kun?" Tanya Karin khawatir
"Tenang Karin-chan aku tidak apa apa kamu tenang aja" balas Naruto
Mereka melanjutkan perjalanan lagi karena mereka hanya kurang masing masing satu Kristal, Karin kurang Kristal ungu dan Naruto kurang krisal merah. Mereka melanjutkan perjalanan hingga malam tiba dan memutuskan untuk beristirahat.
Sudah hampir 7 hari mereka berdua berada di hutan kematian tapi sampai sekarang mereka belum menemukan Kristal yang mereka cari, mereka terus mencari sampai mereka di hadang oleh dua battalion Anbu yang berjumlah sekitar 24 orang dan di dalam satu battalion masih masing ketua mereka mempunyai dua Kristal yang mereka cari yaitu ungu dan merah. Karin dan Naruto tak menyangka bahwa hampir selama tujuh hari ini mereka terus menerus di serang pasukan Anbu, Jounin Elite, dan hewan Kuchiyose dengan ukuran super besar yang tentunya membuat mereka berdua tertekan karena setiap harinya harus menghadapi musuh yang jelas menguras banyak chakra. Dan sekarang kejadian itu terulang lagi, sekarang mereka harus menghadapi dua battalion Anbu dengan kondisi fisik mereka yang sudah terlalu lemah juga sudah hamper setiap hari Naruto menggunakan Sage Mode untuk melawan mereka jadi saat ini kondisi fisik Naruto sudah mencapai batasnya.
"Karin kau lawan satu battalion dan aku lawan satu battalion jika aku juga akan membuat bunshin untuk menemanimu" Jelas Naruto lalu
"Kage Bunshin no Jutsu"
Terbentuk 3 bunshin di hadapan Naruto dan dia perintahkan untuk bersama Karin lalu Karin pergi meninggalkan Naruto dan Naruto sendiri bersiap menghadapi musuhnya.
[ Di Posisi Naruto ]
Naruto mengambil satu Azure kunai dengan tangan kanan. Lima Anbu menerjang Naruto langsung dan mereka berlima sudah memegang tanto, Anbu pertama berusaha menebas dada Naruto tapi dapat di hindari Naruto dan menendang dada Anbu itu, Anbu kedua dan ketiga maju dan akan menyerang Naruto dari kanan dan kiri Naruto menghindarinya dengan loncat ke atas dan dengan tenaga penuh menendang kepala kedua Anbu itu, Anbu 4 dan 5 merangsek kearah Naruto sambil menghunuskan tanto mereka. Tanto Anbu 4 dapat di tahan dengan Azure kunai Naruto lalu dia tending perut Anbu itu hingga terpental dan Tanto Anbu kedua langsung ia tending ke atas hingga terlempar baru Naruto menendang Anbu itu tepat di kemaluannya. Naruto merapal sebuah segel tangan dengan cepat.
"Fuuton: Kaze no Yaiba"
Tiba-tiba chakra angin warna biru keputihan menyelimuti seluruh tubuh Naruto serta di bagian terluar chakra itu terdapat seperti jilatan angin yang memiliki ketajaman seperti katana yang baru saja di asah serta Kaze no Yaiba berfungsi menambah kekuatan dan kecepatan tubuh pengguna juga menambah ketajaman senjata yang di pakai pengguna dengan ini Naruto siap menghabisi Anbu yang tersisa. Naruto merangsek maju ke Anbu yang tersisa dan dengan ganas serta brutal menebas dada mereka semua mengakibatkan luka yang cukup dalam walau tubuh mereka (para Anbu) sudah terlindungi oleh pakaian mereka dan yang terdengar di sana hanya jeritan memilukan dan sekarang pasukan Anbu hanya tersisa 15 orang.
"ARRRGGHHH"
"ARRRRGGGHHHH"
"ARRRRGGGHH"
Tak hanya dengan teknik Kaze no Yaiba Naruto segera merapal segel tangan yang cukup susah hanya dengan tangan kirinya apalagi merapal segel jutsu kelas atas dengan satu tangan adalah hal yang sangat sulit bahkan untuk Jounin Elite sekalipun.
"Fuuton: Kaze Gafuku"
Chakra angin berwarna biru muda yang sangat pekat juga serta sangat banyak terkumpul di tangan kirinya yang sudah mengepal lalu Naruto meninjunya ke udara di hadapan sekitar 10 orang hingga menghasilkan tornado yang muncul dari tinjuannya ke arah 10 Anbu yang membuat ke-10 orang Anbu itu terpental beberapa meter dengan luka parah. Sekarang hanya tersisa 5 Anbu, mereka tak ingin mati begitu saja langsung mengunci pergerakan Naruto dengan berdiri mengelilinginya dan membentuk bintang lalu mereka berlima termasuk sang ketua merapal segel bersamaan dan mengatakan nama jutsunya bersamaan pula.
"Kinjutsu: Chakura no Fuin"
Muncul cahaya ungu kehitaman dari kelima Anbu itu lalu membumbung tinggi ke langit dan sebuah penjara berbentuk bintang mengurung Naruto dan penjara bintang itu berfungsi siapa saja yang terperangkap tidak akan bisa menggunakan chakra atau kemampuan apapun, dan sedikit demi sedikit penjara tersebut akan menyerap sinar kehidupan dari yang di kurung.
"Rasakan itu, ini adalah teknik terlarang yang kami miliki dan teknik ini akan membunuhmu secara perlahan. Hahahahahaha" kata sang ketua Anbu
'Sial kalau begini aku bisa mati secara perlahan, bagaimana ini?' batin Naruto bingung.
Bingun dan tidak bisa berfikir apa apa, sekarang Naruto hanya bisa pasrah karena merasakan tubuhnya semakin lama semakin melemas. Tapi ini bukan akhir dari hidup Naruto karena keajaiban muncul bersama sebuah teriakan.
"Doton: Ranshu Tochi"
Tombak tombak tanah tajam yang entah muncul dari mana menusuk kelima Anbu yang mengurung Naruto, walau serangan tersebut tidak berakibat fatal tapi cukup untuk membuat mereka berlima lumpuh. Secara perlahan penjara yang mengurung Naruto menghilang, setelah hilang sepenuhnya Naruto kembali mendapatkan tenaga dan chakranya lagi bersamaan dengan datangnya orang yang di kenal Naruto yaitu teman satu teamnya, Yuuto.
"Hoy Naruto kau tak apa kan?" Tanya Yuuto
"Aku tak apa, lebih baik sekarang kita tolong Karin, mungkin dia berada dalam bahaya" jawab Naruto seraya berjalan ke tubuh ketua Anbu dan mengambil Kristal merah lalu bersama Yuuto beranjak ke tempat Karin.
[ Di Tempat Karin ]
Untuk seorang wanita sepertinya kemampuan Karin tak bisa diremehkan karena dia telah mengalahkan setengah dari satu battalion Anbu juga karena di bantu bunshin Naruto walau sekarang sudah menghilang dan yang sekarang tersisa 12 orang, walau kemampuannya tinggi bukan berarti dia bisa bertahan. Sekarang Karin sudah terduduk karena kehabisan chakra dan hanya menanti kedelapan Anbu yang menyerangnya secara bersamaan. Tapi dewi fortuna masih berada di pihak Karin karena muncul teriakan dari dua orang berbeda yang membuat Anbu itu tak bergerak lalu terpental beberapa meter dan pingsan.
"Doton: Setchaku Doro Nami"
"Fuuton: Kamaitachi"
Dari teknik pertama kita sudah tahu pemiliknya adalah Yuuto dan dengan teknik itu muncullah gelombang lumpur yang sangat besar dan menimpa kedelapan Anbu lalu merekatkan tubuh mereka semua di tanah lalu jutsu kedua kita pasti sudah tau penggunanya yaitu Naruto, dengan jutsu itu Naruto membuat badai angin tajam yang langsung menyayat nyayat tubuh Anbu hingga terluka parah. Dan mereka berdua menghampiri Karin.
"Karin kamu tidak apa apa kan?" Tanya Naruto cemas
"Yuuto Naruto-kun, aku tak apa apa. Terima kasih karena sudah menolongku" jawab Karin
"Itu sudah seharusnya Karin karena kita satu team" ujar Yuuto. Karin hanya mengangguk senang karena teman satu teamnya sangat peduli satu sama lain, lalu secara tiba tiba Naruto memeluk Karin dengan erat dan berbisik di telinganya.
"Untuk kau tidak apa apa Karin, aku sangat mencemaskanmu" bisik Naruto
"Tak apa Naru-kun, kamu tenang saja" balas Karin menenangkan
"Ehmm aku mungkin bisa menduga kalian mempunyai hubungan khusus sekarang karena Clan Uzumaki tak menghalangi hubungan kalian. Tapi bisakah kita konsentrasi dulu ke musuh karena menurut pengamatanku mereka berempat yang tersisa adalah para ketua Anbu" kata Yuuto sambil berdehem.
Karin dan Naruto yang mendengarnya dengan cepat melepaskan pelukan dengan wajah merona karena telah lupa bahwa Yuuto berada di sana. Lalu mereka bertiga memperhatikan musuh di depan mereka dengan seksama dan juga telah masuk ke dalam posisi siaga bertarung.
"Naruto, kau kan ketua di team ini jadi beri perintah pada kami dan apa yang harus kami lakukan untuk melawan empat ketua itu" kata Yuuto
"Baiklah, pertama Karin kau buat rantai chakra diam diam di belakang mereka lalu jerat mereka. Kedua Yuuto kau dengan elemen tanahmu buat dinding besar dan tebal untuk mengurung mereka sisanya biar aku yang atasi" perintah Naruto
"Ha'i Taichou" kata Yuuto dan Karin kompak.
Karin segera melaksanakan tugasnya tapi sebelumnya dia mengalirkan chakra penyembuhan ke tubuhnya sendiri itu terlihat dari chakra hijau muda yang menyelimuti tubuhnya selama beberapa menit lalu dia bergumam sangat pelan.
"Uzumaki Special Technique: Chakura Chen"
Tap para Anbu yang sebelunya melihat chakra hijau berpendar di tubuh Karin langsung ingin menerjang Karin tapi sesaat kemudian rantai chakra berwarna orange bercahaya menjerat dan mengikat tubuh mereka semua. Mereka mencoba berontak tapi semakin erat pula rantai itu mengikat tubuh mereka. Lalu sekarang Yuuto maju selangkah lalu melakukan tugasnya, dia merapal segel tangan dengan secepat mungkin dan berkata.
"Doton: Taju Doryuheki"
Keempat Anbu itu kaget karena sesaat setelah ada rantai menjerat mereka kita empat dinding tanah yang besar dan tebal memenjarakan mereka, mereka terus berusaha memberontak tapi usaha mereka gagal dengan semakin mengeratnya juga ikatan rantai itu. Tapi mereka harus kembali kaget karena tiga naga berbeda elemen menyerang mereka dari atas bersamaan dengan munculnya tiga teriakan secara bergantian.
"Fuuton: Kaze no Ryu"
"Suiton: Suiryudan no Jutsu"
"Hyouton: Kori no Ryu"
Tiga naga berelemen angin, air, dan es berukuran besar yang di buat Naruto menerjang keempat Anbu dengan cepat dan hasilnya dinding milik Yuuto hancur dan memperlihatkan keempat ketua Anbu yang tergeletak dalam keadaan mengenaskan dan tubuh terluka parah. Naruto terengah engah setelah memakai tiga jutsu dalam waktu yang bersamaan, tapi dia berjalan ke tubuh salah satu ketua Anbu dan mengambil Kristal ungu dan beranjak ke tempat teamnya lalu menyerahkan Kristal itu pada Karin. Mereka pergi dari tempat itu karena mereka sudah mendapatkan semua Kristal yang di cari dan menuju ke arena di tengah Shi no Mori.
Sesampainya mereka di arena Shi no Mori mereka bertiga di sambut oleh sang sensei yaitu, Roku. Lalu mereka di berikan waktu istirahat selama satu hari karena besok adalah tahap ketiga di laksanakan jadi mereka harus mempersiapkan tenaga. Keesokan harinya di arena telah terkumpul semua dari sekian banyak yang mengikuti tahap dua ini, yang berhasil selamat hanya 66 orang yang berarti ada 22 kelompok, para peserta sekarang berdiri berkelompok bersama sensei mereka berdiri mengitari pinggi arena di bagian tribun. Sekarang mereka akan mendengarkan sang Hokage berbicara.
"Saya sebagai Hokage dari Konohagakure mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang lolos dan berhasil melawati ujian jounin tahap kedua. Di ujian tahap ketiga ini kalian akan di undi untuk melawan siapa dan musuh kalian di ujian tahap tiga ini adalah satu battalion Anbu konoha, seekor kuchiyose sebesar gamabunta milik Jiraya no Gamma Sannin, Dua Jounin Elite, dan saya sendiri seorang Kage. Karena ketika kalian menjadi jounin nanti kalian akan banyak bertemu musuh yang sangat kuat mungkin bisa berlevel Kage atau yang lainnya. Maka dari itu saya juga akan ikut turun dalam menguji batas kemampuan kalian sampai dimana. Sekian dari saya" kata Yondaime Hokage a.k.a Minato Namikaze. Di papan pengumuman sekarang sedang di undi, dan nama yang muncul adalah…. Menma Namikaze melawan satu battalion Anbu. Menma dengan bersemangat segera turun ke arena lalu membuat dua kage bunshin lalu menyuruh mereka menjauh untuk mengumpulkan energy alam. Lalu Menma berkonsentrasi dan mengumpulkan energy alam lalu dengan seketika matanya berubah menjadi mata kodok dan memakai jubah warna merah dengan aksen api hitam. Menma mengambil dua kunai dengan kedua tangannya dan menerjang Anbu Anbu itu, di kubu Anbu sekitar 10 orang juga menerjang Menma. 3 Anbu menghunuskan tanto mereka ke tubuh Menma tapi dapat di tahan dengan mudah oleh menma berkat bantuan Sage Mode lalu Menma menendang kepala tiga Anbu secara bergantian dengan cepat membuat mereka terpental tapi dengan cepat empat Anbu langsung membuat segel tangan dan menyerukan nama teknik mereka bersama sama.
"Katon: Gokakkyu no Jutsu"
Empat bola api yang masing masing di semburkan oleh satu Anbu melesat kearah Menma dengan kecepatan tinggi, tak ingin mati gosong dengan konyol menma juga merapal segel tangan cepat.
"Fuuton: Tate no Kaze"
Dinding angin warna biru muda transparan terbentuk di hadapan Menma dan melindunginya dari serangan empat bola api milik Anbu lalu setelah serangan berakhir ia menghilangkan perisainya dan membentuk sebuah segel tangan lagi.
"Katon: Housenka no Jutsu"
Menma menyemburkan puluhan api berbentuk burung phoenix ke keempat Anbu tapi salah satu Anbu juga ikut merapal segel tangan dengan cepat.
"Doton: Doryuheki"
Sebuah dinding tanah besar tercipta di hadapan keempat Anbu itu melindungi mereka dari serangan menma. Mereka baru akan menyerang tapi dinding tanah itu terlebih dahulu di hancurkan oleh Menma dengan tinjunya.
BRAAKK
BRUUUKK
Dinding itu hancur berkeping keping dan munculnya Menma membuat para Anbu terkejut tapi mereka belum sempat menghindar sudah di hajar oleh Menma. Menma menerjang tiga Anbu dan tak member mereka kesempatan langsung memukul mereka hingga terpental beberapa meter dan sekarang tersisa 14 orang. Menma menghilangkan satu bunshin yang mengumpulkan energy alam untuk memperpanjang waktu penggunaan Sage Mode. Menma merangsek kearah 14 Anbu tersisa lalu menyerang mereka secara brutal dengan banyak pukulan dan yang terdengar hanya teriakan memilukan.
"ARRGGGHH"
"AAARRRRGGGGGAAAAAHHHH"
"GGGRRRAAAAAAHHHH"
Teriakan teriakan itu memenuhi arena pertarungan dan membuat orng orang di sana menjadi takjub karena kekuatan Menma anak sang Yondaime bisa membuat pasukan Anbu terlihat seperti hanya seorang genin di hadapannya saat memakai Sage Mode. Bahkan sang kapten Anbu sangat mudah di serang dengan brutal oleh Menma sehingga sang kapten tidak mempunyai kesempatan menyerang atau bertahan. Dengan ini Menma berhasil melewati ujian tahap ketiga lalu dia kembali lagi ke kelompoknya.
Papan pengumuman sedang di undi untuk pertarungan kedua dan nama yang muncul adalah, Sabaku no Gaara melawan Kuchiyose serigala berelemen api milik salah satu kapten Anbu, Gaara segera turun ke arena beserta Kuchiyose sebesar gamabunta yang muncul di hadapannya dan pertandingan pun dimulai. Gaara mulai mengeluarkan pasir miliknya dari gentong pasir yang ada di punggungnya. Gaara memulai pergerakan duluan, dia menggerakan pasirnya ke kaki serigala berusaha untuk mengikat kaki besar itu tapi si serigala dengan terlebih dulu menghindar, tapi Gaara tak akal dia segera membuat segel tangan dan menngucapkan nama jutsunya.
"Ryusa Bakuryu"
Gaara mengangkat kedua tangannya dan membuat tsunami pasir yang sangat besar dan menggerakannya kearah kuchiyose serigala, tapi kuchiuose itu cukup pintar dia menyemburkan api yang sangat banyak dari mulutnya ke tsunami Gaara dan membuat pasir Gaara menjadi mengeras. Sekarang si kuchiyose mulai menerjang Gaara tapi dia berhasil di halangi oleh pasir hidup Gaara, si kuchiyose mencoba sampai beberapa kali tapi hasilnya nihil bahkan kuchiyose sebesar itu saja sulit untuk menembus pertahanan pasir hidup Gaara. Kembali ke Gaara dia mulai membentuk sebuah segel tangan lagi dan menyerukan nama jutsunya.
"Sand Bullet"
Ratusan peluru peluru pasir berukuran kecil tapi menyakitkan melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah kuchiyose itu membuat si kuchiyose serigala menggeram kesakitan dan menjadi sangat marah.
"GRRROOOOAAAAARRRR"
Si serigala menjadi sangat marah lalu menerjang Gaara dan mencoba menyerang Gaara dengan cakar besarnya, tapi sebelum itu Gaara membuat lagi segel tangan dengan sangat cepat.
"Suna no Tate"
Gaara mengendalikan pasirnya lalu membuat bola pasir yang tebal dan kuat dengan dirinya berada di dalam sehingga serangan serigala kuchiyose hanya menjadi sia sia tapi Gaara tak sampai di situ dia merapal dua segel secara bergantian.
"Daisan no Me"
"Sabaku Kyu"
Gaara membuat bola mata dari pasir di luar perisainya setinggi 5m dari tanah dan berada di atas bolanya, teknik itu Daisan no Me. Gaara manfaatkan itu untuk melihat keadaan di luar bolanya dan dengan jutsu kedua pasir pasir Gaara langsung bergerak menyelimuti kaki depan kanan serigala dengan pasir yang sangat banyak dan kuat bahkan hingga si serigala sendiri tidak bisa menarik kakinya. Gaara melihat ada kesempatan langsung mengucapkan nama jutsunya lagi.
"Sabaku Soso"
Gaara segera meremukan kaki serigala yang di selimuti pasir hingga si serigara menggeram keras karena ke sakitan dan setelah Gaara menyingkirkan pasirnya terlihat kaki si kuchiyose menjadi remuk dan kuchiyose itu dengan terpincang mundur ke belakang. Tapi rupanya sifat sadis Gaara keluar lagi lalu dia membuat segel tangan dengan cepat lagi.
"Gokusa Maiso"
Gaara berusaha menenggelamkan kuchiyose serigala itu dalam pasir hisapnya yang bisa menghisap hingga kedalaman 200 meter. Si kuchiyose berusaha berontak tapi sia sia karena salah satu kakinya telah hancur, setelah semua kakinya terhisap Gaara di dalam bola kembali merapal dua buah segel tangan lagi untuk menghancurkan si kuchiyose dan mengatakan kedua nama jutsunya.
"Sabaku Kyu"
"Sabaku Soso"
Pasir dalam jumlah banyak menyelimuti tubuh kuchiyose sehingga kuchiyose terkurung sempurna dalam pasir pasir milik Gaara dan langsung saja gara mengancurkan tubuh kuchiyose itu dengan Sabaku Soso membuat kuchiyose itu menghilang dalam kepulan asap. Juga setelah dinyatakan lolos ujian tahap tiga Gaara melepas perisai bentuk bolanya dan kembali ke tempat kelompoknya.
Untuk pertandingan ketiga sedang di undi di papan pengumuman dan nama yang muncul adalah seorang chuunin harus melawan seorang kage, yaitu Naruto Uzumaki melawan Minato Namikaze. Dengan pengumuman itu Minato sangat terkejut karena di papan itu adalah nama anaknnya yang dia buang delapan tahun lalu dan mereka di pertemukan sekarang dalam pertandingan tahap ketiga ujian chuunin bahkan dia harus melawan anaknya, awalnya dia tidak tega tapi ini harus dia lakukan karena ini sudah peraturan. Sementara itu di bangku penonton banyak yang berbisik bisik karena ini pertarungan dua ninja tercepat, yaitu Minato Namikaze sang Konoha no Kiiroi Senko melawan anaknya Naruto yang sekarang menjadi ninja Uzushio serta julukannya adalah Uzushio no Aoi Senko. Berarti ini adalah pertandingan dua ninja pengguna teleport, kilat kuning melawan kilat biru dan sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang sangat besar.
Naruto dan Minato turun ke arena secara bersamaan, Naruto melihat ayahnya dengan pandangan tajam dan dingin Minato menyadari itu dan raut wajahnya juga datar nan dingin tapi di dalam hatinya di sangat senang sekaligus sedih karena melihat Naruto. Sementara itu di bangku para Shinobi, Kushina juga kaget melihat anak keduanya Naruto harus melawan suaminya Minato tapi apa boleh buat ini adalah ujian chuunin tahap tiga tapi tak hanya Kushina bahkan para rookie 12 pun terkejut melihat kehadiran Naruto.
Naruto sedang berkonsentrasi sambil menutup mata mengumpulkan energy alam, lalu saat dia membuka matanya bola matanya sudah berubah menjadi mata elang lalu kelopak matanya menjadi biru dan di juga sudah memakai jubah biru dengan berkonsentrasi mengumpulkan energy alam dan saat dia membuka matanya matanya sudah berubah menjadi mata kodok dan kelopak matanya menjadi berwarna orange ternyata minato juga bisa Sage Mode dan memakainya dengan sempurna dan dia juga memakai jubah Sage Mode tapi bentuknya sama seperti jubah Kagenya yaitu jubah putih degan aksen api merah di bawahnya, di pertandingan ini selain antar dua pengguna teleport yang di juluki kilat kuning dan biru ternyata juga pertarungan antar Sage Mode.
Naruto dan Minato sama sama mengambil beberapa kunai teleport mereka dan mereka sebarkan ke arena bahkan jarak tempat kunai menancap sama. Setelah itu Naruto mengambil lagi satu Azure kunai dan di pegang di tangan kanannya ternyata Minato juga seperti itu dia juga mengambil Hiraishin kunai dan memegangnya di tangan kanan. Naruto menerjang Minato dengan kekuatan penuh berusaha menghunuskan kunainya tapi sesaat sebelum terkena Minato sudah berteleport menggunakan Hiraishin no Jutsu dan meninggalkan kilat kuning. Naruto berbalik badan mencari Minato dan dia ada di belakangnya melemparkan tiga shuriken ke arahnya lalu membuat segel tangan dan berucap.
"Shuriken Kage Bunshin no Jutsu"
Tiga shuriken yang melesat ke Naruto berubah menjadi seribu kunai berkecepatan tinggi yang melesat ke Naruto mencoba untuk menghabisi Naruto tapi sama seperti Minato sedetik sebelum terkena Naruto sudah bertelport menggunakan Azure no Jutsu dan meninggalkan kilatan biru dan muncul di kanan Minato lalu berlari menerjang Minato dan akan meninjunya dengan tangan kirinya tapi dapat di tahan Minato dengan tangan kirinya juga. Minato berusaha menyerang Naruto dengan Hiraishin kunai tapi dapat di tahan dengan Azure kunai Naruto, mereka berdua terus beradu dan bertahan pada posisi itu sebelum mereka sama sama mundur. Tanpa mereka berdua sadari, mereka saling menanamkan tanda fuin teleport mereka ke tubuh masing masing. Sekarang Naruto dan Minato sama sama dengan cepatnya membuat sebuah segel tangan dan mengatakan nama jutsunya.
"Fuuton: Daitoppa"
"Suiton: Dai Bakushui Soha"
Minato menyemburkan angin penghancur bertekanan tinggi dari mulutnya sementara Naruto mengeluarkan air dari mulutnya dengan intensitas yang sangat dan besar, hingga kedua jutsu itu bertabrakan dan beradu. Setelah berakhirnya kedua jutsu tersebut dari langit muncul percikan air karena kerasnya semburan air Naruto dan semburan angin Minato. Yang di bangku penonton melihat kejadian itu hanya bisa ternganga dan terbengong, karena di hadapan mereka tersaji pertarungan yang sangat luar biasa. Kali ini giliran Minato dia menerjang Naruto dan berusaha akan menendang kepala Naruto tapi lagi lagi Naruto menggunakan Azure no Jutsu yang meninggalkan kilatan biru dan muncul di belakang Minato sambil berusaha menghunuskan Azure kunainya tapi Minato yang menyadari itu segera memakai Hiraishin no Jutsu dan menghilang meninggalkan kilatan kuning serta muncul dengan seketika di atas kepala Naruto dan berusaha menginjak kepalanya tapi hal yang terjadi sama, Naruto menyadari itu kembali menggunakan Azure no Jutsu meninggalkan kilatan biru dan muncul di belakang Minato sambil memegang rasengan di tangan kanannya di hantamkan ke Minato setelah terkena Minato hanya berubah menjadi sebatang kayu yang ternyata hanya kawarimi. Naruto turun menapak ke tanah dan di hadapannya sudah ada Minato. Jarak mereka berdua cukup jauh lalu mereka merapal segel tangan yang kelihatannya itu segel tangan untuk kuchiyose no jutsu, setelah itu mereka sama sama berteriak.
"Kuchiyose no Jutsu"
Muncul kepulan asap putih yang sangat tebal dan tersebar luas sehingga arena tertutupi oleh asap putih. Setelah asap putih berakhir dan hilang terlihat Minato sudah berdiri di atas kepala seekor kodok berwarna merah terdapat bekas tebasan di matanya, membawa katana besar dan menghisap cerutu dan dia adalah Gamabunta. Sementara itu terlihat Naruto berdiri di kepala seekor elang berbulu coklat keemasan dengan bulu leher hingga kepala berbulu warna putih dengan besar yang sama seperti Gamabunta. Penonton semakin ternganga dengan kehadiran dua kuchiyose di arena, karena baru kali ini dalam sejarah ada ujian Jounin yang seperti ini. Tak hanya itu di kedua bahu Minato juga ada dua kodok kecil, satu berwarna hijau berambut dan berjenggot putih bernama Fukasaku dan yang satunya berwarna ungu berambut biru keungunan bernama Shima dan di bahu Naruto juga sama ada dua elang berbulu yang berbeda yang satu berbulu biru dengan bulu leher hingga kepala warna putih bernama Aoi dan satunya sama berbulu leher sampai kepala putih hanya saja warna bulu tubuhnya berwarna abu abu tua bernama Inazuma.
"Ada apa kau memanggil kami bertiga kemari Minato?" Tanya Fukasaku
"Aku minta bantuan kalian untuk melawan anakku Naruto, dia ada di depan kita sekarang bersama kuchiyosenya" jawab Minato, Fukasaku memandang ke depan yang di beri tahu Minato dan melihat tiga elang di sana. Dan yang membuatnya terkejut adalah Sage Mode Naruto dan elang besar yang menjadi kuchiyosenya, karena yang di pakai Naruto adalah Sage Mode Raja Elang. Termasuk Sage Mode yang Cuma di anggap mitos oleh ninja di dunia shinobi ini, dan yang Fukasaku tau elang besar yang di tunggangi Naruto adalah Ryuu. Tangan kanan kepercayaan dari sang tetua Sage Mode elang.
"Kau harus berhati hati Minato, karena anakmu memiliki Sage Mode langka yang tingkat kekuatannya berada di atas Sage Mode Petapa katak" kata Fukasaku. Minato hanya mengangguk dan memandangi Naruto tajam.
Sementara itu Naruto melihat ayahnya bisa menggunakan Sage Mode saja sudah membuatnya kaget apa lagi yang di panggilnya adalah pemimpin para kuchiyose katak, Gamabunta serta dua katak kecil itu adalah guru Sage Mode dari Jiraiya no Gama Sannin.
"Ryuu Jii-san, Aoi, dan Inazuma bantu aku melawan ayahku karena dia adalah musuhku di ujian Jounin tahap tiga ini" kata Naruto
"Tentu Naruto, mungkin juga lawan kita akan cukup berat karena dia adalah pengguna Sage Mode petapa katak yang legendaries" jawab Ryuu, sementara Aoi dan Inazuma hanya mengangguk. Ryuu terbang cukup tinggi sehingga jaraknya cukup jauh dari Gamabunta, Gamabunta yang tak ingin musuhnya lepas langsung merapal segel tangan.
"Suiton: Teppodama"
Gamabunta menembakan peluru air besar sebanyak empat peluru air dengan interval 4 detik dia tembakan ke arah Ryuu, sementara Ryuu yang melihat itu tak mau diam saja dia langsung mengepakan kedua sayapnya dan mengatakan nama jutsunya.
"Fuuton: Uta Tatsukami"
Dari kepakan sayap itu memunculkan tornado seperti panjang tornado yang di tembakan ke arah peluru air itu shingga peluru air itu hancur dan berjatuhan membentuk seperti hujan yang sangat deras. Tak sampai di situ Naruto langsung member perintah ke Aoi dan Inazuma jadi sekarang mereka berdua terbang tinggi dan menyebutkan nama jutsunya bersamaan.
"Goon Kurasha"
Aoi dan Inazuma mengeluarkan suara khas elang yang sangat keras hingga memekikan telinga dan serangan itu berbentuk gelombang yang mengarah ke Minato. Tak mau kalah Fukasaku dan Shima merapal segel tangan secara bersamaan dan mengeluarkan teknik genjutsu andalan mereka untuk di adu dengan suara elang Aoi dan Inazuma.
Kedua jutsu itu saling beradu dan berbenturan hingga akhirnya hasilnya seri, dan tak ada yang memenangkan beradunya kedua teknik tingkat atas tersebut.
Lalu Minato dengan Gamabunta meloncat tinggi berusaha untuk menerjang Naruto, tapi Naruto dan Ryuu berhasil menghindar dan Gamabunta kembali ke tanah. Minato membuat bola chakra spiral di tangan kanannya yang berukuran sebesar ban mobil sementara Naruto juga sama membuat bola charka spiral di tangan kanannya dengan ukuran sebesar ban mobil juga lalu mereka berdua berteriak dengan keras lalu loncat ke arah satu sama lain seperti ingin menghantamkan rasengan mereka.
"Senpo: Odama Rasengan"
To Be Continued.
.
.
A/N: Nah selesai sudah chapter duanya, buat para readers maaf yah soalnya saya gk bisa update kilat soalnya waktu saya buat ngetik fict ini terbatas banget juga harus nyari ide yang banyak. Maaf kalo adegan pertarungannya masih garing banget dan adegan romancenya kurang banyak soalnya kn mash ujian jounin, nanti klo ujian jouninnya udah selesai saya janji buat banyakin adegan romancenya tapi di chapter ujian jounin saya selipin juga adegan2 romance. Dan di sini juga banyak banget perbedaan kyk di canon, contoh kecil aja kyk Minato yg punya sage mode dan bisa ngembangin rasengan di sini makanya bisa pke odama rasengan.
Nah akhir kata seperti biasa saya minta REVIEW
REVIEW
REVIEW
REVIEW
REVIEW
Wind Hyperion Logout
