Chapter 3

Desclaimer : Naruto bukan punya saya, tapi punya Kishimoto-sensei, tapi Oc dan jalan ceritanya punya saya semua

Genre : Adventure & Romance

Raiting : T (Bisa jd M sewaktu waktu)

Pairing : Naruto x Karin

Warning : Typo bertebaran, Abal, SKMS, Gaje, Kata kata membingungkan, Ancur, OC, OOC

BUAT YANG GAK SUKA, SAYA GK MAKSA ANDA BACA. DAN YANG GK SUKA TINGGAL PENCET TOMBOL BACK AJA

Summary: Naruto seorang anak yang di buang oleh orang tuanya, yang tidak tahu bahwa anaknya memiliki bakat menjadi seorang ninja. Dia di buang karena dianggap lemah dan tidak berbakat jika di bandingkan dengan sang kakak kembar sekaligus jinchuriki Kyuubi. Bagaimana perjalanan hidup seorang Naruto? (Jelek bikin summary)

Di Fict ini Naruto murni gk pnya namanya Doujutsu dan saya buat naruto jadi master Senjutsu biar beda aja. Soalnya dari banyak fict Naruto selalu di dewakan karena Doujutsunya, coba Naruto tingkat kekuatannya Godlike tp bukan karena Doujutsu dan punya lima elemen, tapi punya kekuatansetingkat Godlike karena memasterisasi Senjutsu dan mempunya control chakra yang lebih perfect dari Tobirama, juga di sini waktunya juga mundur seperti misi Tazuna jadi mereka ngelaksanain misi itu pas chuunin karena musuhnya bisa Rank B-A, di Fict ini juga saya buat Minato bisa nguasain Sage Mode petapa katak juga punya elemen angin soalnya kn jutsunya Minato terbatas. jadi semua di sini Full My Imagination.

.

.

.

.

.

Normal POV

"Senpo: Odama Rasengan"

Dengan dua teriakan itu dua odama rasengan di benturkan dan beradu kuat, keadaan terus bertahan seperti itu sampai keluar sinar yang sangat terang dari dua teknik level S yang beradu itu dan berakibat ke ledakan besar.

BUMMMM
DUAAARRRRR
Akibat ledakan, Naruto dan Minato terlempar cukup jau tapi dapat menyeimbangkan diri dan berteleport ke atas kepala sang kuchiyose masing masing. Dan tidak hanya itu ledakan besar itu juga berdampak pada arena yaitu dengan terbentuknya kawah besar dengan diameter 8 meter. Mereka berdua berfikir tak ada gunanya lagi bertarung menggunakan kuchiyose jadi mereka menghilangkan semua kuchiyose mereka. Naruto merentangkan tangan kanannya serta kirinya ke samping tubuhnya dan terbentuklah bola chakra spiral sebesar odama rasengan yang bagian luarnya di lingkari oleh shuriken warna biru keputihan besar, lalu Naruto meneriakan nama jutsunya tapi belum ingin menyerang.

"Fuuton: Rasenshuriken"

Sementara itu Minato membuat membuat dua buah odama rasengan berelemen angin tapi berbeda warna, yang satu berwarna biru muda yang satu berwarna hijau langsung dia dekatkan dan kedua rasengan itu beresonansi sehingga terbentuklah sebuah rasengan gabungan yang besarnya sama seperti rasenshuriken dan Minato mengangkat tangannya ke atas serta menyerukan nama rasengannya.

"Fuuton: Taikyoku Rasengan"

(Bntuknya kyk di NS Movie The Lost Tower)

Kali ini terbentuk lagi dua rasengan level S terbentuk di masing masing tangan kedua orang ini, mereka masih saling bertatapan tajam. Naruto mulai terlebih dahulu dia lemparkan rasenshuriken di tangan kirinya ke tubuh Minato tapi Minato dengan segera mengambil kunai Hiraishin dan dia lemparkan ke rasenshuriken dan rasenshuriken itu langsung menghilang yang ternyata Minato pindahkan dengan jutsu Jikkukan Kekkai. Kali ini mereka berdua saling menerjang Naruto dengan Rasenshuriken dan Minato dengan Taikyoku Rasengan. Lalu mereka berdua meneriakan nama jutsunya lagi saat kedua rasengan itu akan berbenturan.

"Fuuton: Rasenshuriken!"

"Fuuton: Taikyoku Rasengan!"

WUSSSHHH
BUMMM
DUAAARRRR

Kedua rasengan sama elemen tapi beda bentuk itu berbenturan, beradu kekuatan dan akhirnya meledak menghasilkan ledakan yang sangat besar dengan itu Naruto dan Minato terlempar menabrak dinding arena hingga hancur. Jika ada yang bertanya kenapa Naruto tidak terlihat kelelahan atau kehabisan chakra karena sedari awal pertandingan Naruto tak henti hentinya menyerap energy alam. Naruto dapat bangun dengan cepat tapi tidak dengan Minato dia sedikit terhuyung huyung, Naruto berteleport dan muncul di bawah Minato lalu menendang dagunya hingga Minato terlempar sangat tinggi ke atas tak sampai di situ Naruto muncul di atas Minato dan menendang wajahnya keras dengan tumit hingga Minato terpental lagi ke bawah dan berbenturan dengan tanah menghasilkan kawah.

BRUUKKK

Sekarang terlihat Minato telah pingsan di arena akibat serangan terakhir Naruto juga sekarang Naruto terlihat sangat kelelahan saat Sage Modenya sudah di non-aktifkan. Dan pemenang dari pertandingan ini adalah Naruto, setelah itu dengan sisa tenaga Naruto berteleport ke tempat teamnya berada.

Sementara itu di tempat lain, tempat itu adalah Myobokuzan dan terlihat Jiraiya sedang berbicara dengan tetua petapa katak.

"Ada apa kau memanggilku kemari tetua?" Tanya Jiraiya

"Jiraiya, aku baru mendapatkan ramalan baru lagi dan sepertinya ramalan yang sekarang ini sangat berhubungan dengan ramalan pertamaku tentang muridmu yang menjadi penyelamat dunia Shinobi" kata Tetua Katak

"Apa itu tetua?" Jiraiya bertanya lagi

"Anak dalam ramalan itu akan di bantu oleh seseorang pengguna Sage Mode Raja Elang yang selama ini dunia shinobi anggap itu mitos. Dia bisa di bilang pengguna Sage Mode yang kekuatannya hamper setara dengan Hashirama, dan lagi ramalan ini sedikit aneh karena di masa depan bukan hanya muridmu yang lain dan beberapa penghianat shinobi lainnya yang akan bangkit lagi, tapi sepertinya di masa depan musuh dari Rikudou Sennin yaitu Iblis Tengu akan di bangkitkan dan yang menjadi musuh tengu nanti bukan anak dalam ramalan tapi yang melawannya dan menghancurkannya adalah sang pengguna Sage Mode Raja Elang itu" jelas Tetua Katak panjang lebar. Tentu jiraiya kaget karena yang dia tahu pengguna Sage Mode itu terakhir adalah Nidaime Uzugake yang sudah menghilang puluhan tahun lalu tapi dia akan mencoba mencari pengguna Sage Mode itu dan meminta bantuannya.

"Jiraiya sekarang kembali lah ke Konoha" kata Tetua Katak

"Baik tetua" jawab Jiraiya seraya pergi meninggalkan tempat itu.

[ Arena Ujian Tahap Tiga ]

Pertandingan keempat akan segera di mulai dan papan pengumuman sedang mengacak nama siapa yang akan keluar dan melawan siapa dia. Dan nama yang keluar adalah, Sasuke Uchiha melawan Kakashi Hatake tapi ada satu kendala saat ninja medis muncul dan member tahu wasit kalau Kakashi tidak bisa hadir di pertandingan dan semua yang di sana menjadi bingung siapa yang akan melawan sang Uchiha terakhir. Tiba tiba muncul suara dari tribun penonton dan yang berkata adalah pria dengan rambut putih panjang, dia adalah Jiraiya no Gama Sannin.

"Hei, kalian tak usah bingung seperti itu. Aku akan menggantikan Kakashi untuk menguji Uchiha itu" kata seseorang yang tak lain adalah Jiraiya.

"Baik Jiraiya-sama, silahkan anda langsung ke arena" kata Genma selaku wasit.

Jiraiya langsung lompat ke arena tapi anehnya dia tidak memasang pose bertarung malahan hanya memasang pose santai, pertandingan di mulai Sasuke langsung berlari menerjang Jiraiya dan mencoba memukul wajahnya tapi dapat di hindari dengan mudah. Jiraiya langsung memegang tangan Sasuke melemparnya ke atas lalu menendang perutnya.

Sasuke tak hanya sampai di situ setelah mendarat dengan baik ke tanah dia mengambil kusanaginya dengan tangan kiri dan kembali menerjang Jiraiya lalu kembali mencoba menyerang Jiraiya dengan tebasan kusanagi, tendangan, dan pukulan tapi semua itu hanya dapat di hindari dengan mudah. Itu cukup membuat Sasuke kesal, Sasuke menaruh kusanaginya di sarungnya dan dengan cepat membuat segel tangan.

"Katon: Goryuuka no Jutsu"

Sasuke menyemburkan naga api berukuran sangat besar ke Jiraiya, sementara Jiraiya hanya diam dan merapal segel yang sangat cepat dan dengan segera dia menyerukan nama jutsunya.

"Hari Jizo"

Rambut Jiraiya semakin memanjang dan melingkari tubuhnya dan melindungi tubuhnya dari semburan naga api besar Sasuke, lalu setelahnya Jiraiya mengembalikan lagi bentuk rambutnya tapi kali ini Sasuke benar benar kesal karena serangan yang dia lancarkan tak berguna sama sekali di hadapan Jiraiya.

Sasuke mulai marah dan mengaktifkan Sharingannya lalu sharingan tiga tomoe itu berubah menjadi Mangekyou Sharingannya dengan pola bintang enam sisi (kyk di Animanga), dia merapal segel dengan cepat dan mengambil nafas dalam.

"Katon: Hosenka no Jutsu"

Sasuke menyemburkan puluhan bola api kecil kearah Jiraiya, tapi Jiraiya tetap pada posisinya dan juga ikut merapal sebuah segel tangan dengan cepat lalu juga ikut mengambil nafas dalam.

"Katon: Endan"

Jiraiya menyemburkan peluru api sebanyak bola api Sasuke dan akhirnya kedua jutsu api itu bertemu dan menghasilkan asap yang cukup tebal menutupi arena pertarungan mereka. Belum menghilangnya asap Jiraiya kembali merapal sebuah segel tangan dan mengucapkan nama jutsunya.

"Doton: Yomi Numa"

Jiraiya merubah pijakan Sasuke menjadi sebuah lumpur hisap yang mematikan serta memperlambat gerakan Sasuke, setelah asap menghilang Sasuke baru sadar kalau dia terkena jutsu Jiraiya. Tak mau kalah dengan konyol dia juga merapal segel tangan lagi dan membatin.

'Body Flame Technique'

Tubuh Sasuke secara perlahan lahan hilang karena tubuhnya terbakar oleh api, teknik ini mirip seperti Shunsin. Setelah hilang Jiraiya mencoba mencari kemana Sasuke pergi, di atas, belakang, kanan, kiri, maupun depan dan secara tidak terduga Sasuke muncul di bawah Jiraiya dan memukulnya dengan keras sehingga Jiraiya terpental ke atas ternyata Sasuke menggunakan Goken. Walau pun Jiraiya seorang sannin tapi kalau menerima serangan saat dirinya sedang tidak siap pasti akan terkena efeknya juga. Sasuke Shunsin dengan cepat lalu muncul di atas kepala Jiraiya dan membuat kumpulan petir di tangannya yang suaranya seperti kicauan burung.

"Chidori"

Sasuke berteriak dan menghantamkan jutsu itu ke bahu Jiraiyamembuat Jiraiya terpental jauh ke bawah dan menghantam tanah, lagi lagi Jiraiya masih belum siap menerima serangan itu.

BRUUUK!

Sasuke yang masih berada di udara melihat ke bawah dan ternyata di bawah yang terlihat hanya sebuah batang kayu bukannya tubuh Jiraiya. Ternyata Jiraiya telah mengantisipasi dengan menggunakan Kawarimi.

Sasuke sekarang sudah menapak di tanah dengan sempurna setelah melancarkan serangannya ke Jiraiya palsu dan sekarang sedang melihat sekitar mencari Jiraiya yang asli berada di mana. Sementara itu di belakang Sasuke muncullah Jiraiya yang sudah mengalirkan kakinya dengan chakra dan menendang punggungnya hingga Sasuke terpental kedepan itu terjadi karena Sasuke belum siap menerima serangan sedangkan Jiraiya berlari cepat menuju depan Sasuke dan setelah sampai dia dengan cepat membuat bola chakra spiral di tangan kanannya dan berteriak.

"Rasengan!"

Jiraiya menghantamkan rasengan tepat ke perut Sasuke dan terkena tapi tidak langsung mementalkan Sasuke, Rasengan masih berputar mengoyak perut Sasuke cukup lama hingga akhirnya terpental dengan tubuh berputar putar dan menabrak dinding arena.

BRUUUKKK
BRAAAAKKK

Jiraiya terlihat cukup puas melihat hasilnya untuk menyerang Sasuke dan ternyata rencananya memancing Sasuke berhasil sekarang tinggal melihat bagaimana keadaan Sasuke setelah terkena rasengannya. Ternyata Sasuke bisa bangun walaupun sudah memuntahkan darah segar dari mulutnya dan tubuhnya sudah terhuyung huyung karena menerima serangan telak. Sasuke menerjang Jiraiya lagi walaupun keadaan tubuhnya sudah dalam keadaan terluka parah, Sasuke dengan cepat mengambil kusanaginya dan mengalirinya dengan elemen petir dan berteriak.

"Kusanagi no Tsurugi: Chidorigatana"

Setelah itu Sasuke berusaha menebas tubuh Jiraiya dengan kusanaginya yang sudah teraliri petir, sementara Jiraiya membuat segel tangan dengan cepat lalu menatap Sasuke.

"Kuchiyose: Yatai Kuzushi no Jutsu"

Sebelum mencapai Jiraiya Sasuke sudah terlebih dahulu tertindih oleh katak besar yang di summon oleh Jiraiya sehingga sasuke yang awalnya akan menyerang Jiraiya menjadi batal karena tertimpa katang yang cukup besar.

Setelah katak menghilang dalam kepulan asap, menampakan Sasuke yang sudah pingsan dalam keadaan telungkup di tengah arena dengan tubuh yang terluka sangat parah. Hasil dari pertandingan keempat ini Sasuke gagal lolos ke ujian tahap final ujian Jounin, Jiraiya menggendong Sasuke di bahunya hingga ke pinggir lapangan dan menyerahkan Sasuke kepada tim medis.

Pertandingan selanjutnya adalah pertandingan Karin Uzumaki melawan salah satu kapten Anbu dengan code name Tenzo, salah satu Anbu kepercayaan Hokage setelah Anbu Inu. Karin segera turun ke arena setelah mendapatkan semangan dari teamnya dan juga ciuman penyemangat dari sang kekasih, begitu juga Tenzo dia langsung shunsin ke arena dan pertandingan pun di mulai.

Karin tak mau berlama lama langsung mengambil kunai dan berlari menerjang Tenzo dengan kecepatan penuh lalu berusaha menusukan kunainya ke dada Tenzo, tapi Tenzo dapat menghindar dengan mudah yaitu dengan menggeser tubuhnya ke samping kanan lalu tanpa member Karin kesempatan langsung menendang perut Karin membuat Karin terpental sekitar 4 meter ke belakang. Karin yang terkena tendangan segera bangkit dan menerjang Tenzo lagi, dan coba memukul kepalanya dan menendang kemaluannya tapi tangan dan kaki Karin di tahan dengan mudah oleh Tenzo lalu dia lempar Karin ke atas dan dengan segera dia melesat ke arah Karin lalu Tenzo mengalirkan tangannya dengan chakra lalu memukul perut Karin hingga dia terlempar ke bawah dan membentur tanah.

BRUKKK

Naruto khawatir melihat keadaan Karin yang seperti itu, karena menurut pengamatannya kapten Anbu musuh dari Karin bukanlah seperti kapten Anbu biasanya. Dia terlihat lebih bisa memanfaatkan celah dan menyerang musuh hanya dengan taijutsu, bukannya memanfaatkan ninjutsu yang biasanya sering di gunakan kapten Anbu di saat terdesak.

Kembali ke arena, kembali berusaha bangun akibat serangan dari Tenzo yang memukul perut Karin dengan sangat keras sehingga dirinya terpental. Sesudah Karin bangun dia menatap tajam kearah Tenzo seraya merapal sebuah segel tangan dengan cepat lalu menarik nafas dalam.

"Katon: Dai Endan"

Karin menyemburkan peluru peluru api sebesar tubuh manusia sebanyak empat peluru dengan masing masing interval 3 detik kearah Tenzo, tapi Tenzo tak tinggal diam dia juga merapal sebuah segel tangan dengan cepat dan menyerukan nama jutsunya yang membuat penonton kaget, karena ada pengguna Mokuton selain Hashirama Senju.

"Mokuton: Mokujoheki"

Sebuah kubah kayu muncul dari tanah dan melindungi tubuh Tenzo dari serangan peluru api besar milik Karin. Setelah serangan berhenti maka kubah kayu itu menghilang juga dari permukaan dan kembali ke dalam tanah.

Tenzo kali ini yang menerjang Karin sambil memegang tanto di tangan kanannya, sesampainya di dekat Karin dia berusaha menebaskan tantonya secara horizontal ke dada Karin tapi Karin dapat menghindar dengan loncat ke belakang tapi Tenzo tak menyerah dia kembali maju dan berusaha menebas Karin secara diagonal Karin sudah mengghindar tapi bahu kanannya terkena tebasan tanto dan menghasilkan luka tebasan yang cukup dalam.

Karin memegangi bahu kanannya dengan tangan kirinya dan mengaliri chakra medis ke bahunya, walau penyembuhannya sangat lama tapi Karin terus berusaha. Tak memberi Karin kesempatan Tenzo merapal segel tangan dan mengarahkan telapak tangan kanannya kearah Karin.

"Suiton: Suihachi"

Tenzo menyemburkan air bertekanan tingga dari tangan kanannya kearah Karin, Karin yang tidak siap terkena serangan Tenzo dan terlental cukup jauh dan menabrak dinding arena.

BRUUKK
BRAAKKK

Karin memuntahkan darah segar yang cukup banyak dari mulutnya karena serangan dari Tenzo mengenai telak tepat di dadanya. Naruto di bangku penonton melihat itu menjadi sangat cemas dan khawatir karena melihat kekasihnya terkena serangan telak dari Tenzo tapi tak hanya Naruto, Roku dan Yuuto juga sangat khawatir melihat keadaan Karin yang bisa mereka perkirakan mengalami luka yang sangat parah.

Kembali ke arena, Karin kembali berusaha bangun dan melihat kearah Tenzo. Lalu dia merapal segel tangan dengan sekuat tenaga walaupun keadaanya saat ini sudah terluka sangat parah.

"Katon: Sanryu Huashi"

Karin menyemburkan tiga naga api dari mulutnya ke Tenzo tapi tentu Tenzo tak tinggal diam dia juga merapal dua buah segel secara bergantian dan menyerukan tekniknya bergantian juga.

"Doton: Doryu Joheki"

"Suiton: Suihachi"

Tembok besar terbuat dari tanah muncul di hadapan Tenzo dan setelah serangan berakhir, tembok besar Tenzo menghilang seraya dia menyemburkan air bertekanan tinggi dari dua telapak tangannya kearah Karin dan lagi lagi mengenai Karin tepat di dada dan perutnya dengan telak hingga Karin menabrak dinding arena hingga dinding retak dan Karin pun pingsan. Naruto yang sangat cemas langsung berteleport ke tempat Karin dan sempat sekilas memandang Tenzo tajam lalu segera beranjak membawa Karin ke tempat medis untuk di obati. Sedangkan Tenzo yang sempat di tatap tajam hanya berkeringat dingin, merasakan tekanan chakra Naruto yang hampir setara dengan kage yang di arahkan kepadanya.

Time Skip aja yah

Tahap ketiga telah berakhir dan banyak juga dari para peserta yang tidak lolos, anggota satu team Naruto yang tidak lolos hanya Karin. Dan yang lolos namanya akan di umumkan di papan pengumuman dan akan berduel di ujian tahap final seminggu lagi. Daftar peserta yang lolos sebagai berikut :

Naruto vs Menma

Naruko vs Sakura

Shikamaru vs Chouji

Gaara vs Yuuto

Kankurou vs Lee

Hinata vs Tenten

Temari vs Ryudo (OC)

Kiba vs Shino

Neji vs Kaito (OC)

Ujian tahap final akan dilaksanakan satu minggu dari sekarang, saat ini Naruto sedang beradai di rumah sakit Konoha menjaga Karin yang belum sadar sejak dua hari yang lalu. Tentu saja Naruto bertambah cemas karena sudah dua hari Karin belum sadar, yak walau dokter terbaik Konoha tidak lain adalah tsunade yang sebelumnya kaget melihat Naruto berkata Karin baik baik saja tapi tetap saja Naruto mencemaskan keadaan kekasihnya. Saat akan kembali melihat wajah tidur Karin Naruto mendengar suara yang berasal entah dari mana tapi yang anehnya hanya dia yang mendengarnya.

"Hey Naruto jika kau ingin gadis segera bangun alirkan saja chakramu pada gadis itu" kata suara entah dari mana

"Siapa kau?" Tanya Naruto juga entah kepada siapa.

"Sudah sekarang kau salurkan saja dulu chakramu, setelah itu baru aku jelaskan siapa aku yang sebenarnya" jawab suara itu.

Tanpa bayak berfikir lagi Naruto mengalirkan chakranya ke tubuh Karin, dan yang terjadi tubuh Karin bersinar terang oleh cahaya biru tua setelah itu yang terlihat kondisi Karin semakin membaik dan naruto merasakan kalau Karin sudah kembali seperti semula tingga menunggunya sadar saja.

"Sekarang jawab aku, sebenarnya siapa dirimu dan kenapa kau mengenalku?" Tanya Naruto entah kepada siapa

"Sekarang kau masuklah kea lam bawah sadarmu, aku akan menemuimu di sana dan menjelaskan semuanya" kata suara itu.

Naruto hanya menganggu lalu berkonsentrasi memasuki alam bawah sadarnya.

[ Naruto Mind Scape ]

Saat Naruto membuka matanya yang dia lihat adalah sebuah padang rumput dan pemandangan desa konoha di masa Shodaime Hokage, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya sontak Naruto berbalik melihat orang itu. Dia berpakaian ninja tapi dengan model masa lampau mirip seperti penampilan Rikudou Sennin yang pernah Naruto baca di buku, tapi orang ini berambut biru langit dan bermata elang.

"Siapa kamu?" Tanya Naruto pada orang itu.

"Aku adalah orang yang berbicara denganmu tadi, namaku adalah Kaze" jawab orang yang bernama Kaze itu.

"Lalu siapa kau sebenarnya dan kenapa kau bisa tahu namaku?" Naruto bertanya

"Aku di masa lalu adalah sahabat dari Rikudou Sennin dan kenapa aku tahu namamu itu karena kau adalah orang yang terpilih untuk melawan dan menghancurkan iblis gagak Tengu di masa depan nanti" jelas Kaze

"Aku belum mengerti arah pembicaraanmu, dan kalau kau adalah sahabat Rikudou Sennin kenapa tak ada namamu dalam sejarah dunia shinobi?" Tanya Naruto lagi (-_-)

"Yang pertama begini, kau sekarang adalah satu satunya pengguna Sage Mode Raja Elang kan?" kata Kaze Naruto hanya mengangguk, "Dan sudah hukum alam bahwa yang bisa mengalahkan dan menghancurkan gagak hanya seekor elang, maka pengguna Sage Mode Raja Elang akan menjadi musuh Iblis Gagak Tengu yang berada dalam legenda dan dalam legenda juga tertulis kalau Rikudou lah yang mengalahkan Tengu tapi semua itu salah" kata Kaze berhenti sejenak.

"Sebenarnya saat Rikudou menyegel Juubi yaitu gabungan dari kesembilan bijuu dalam tubuhnya dia sudah tahu resikonya dan saat Juubi lepas Rikudou melawannya dengan seluruh jiwa raganya dan menyegel Juubi di bulan saat itu juga Rikudou sudah kehabisan tenaga dan akan segera pergi ke Valinor atau tempat peristirahatan terakhir. Tapi sebelum itu muncul sesosok Iblis yang ternyata dalang di balik amukan Juubi dan dia adalah Iblis Gagak Tengu, dia ingin menghancurkan dunia dan membuat dunia baru yang hanya di kuasainya sendiri. Tapi Rikudou Sennin berusaha mencegahnya dan bertarung dengan Tengu, di akhir hayatnya aku sendiri baru turun dari dunia langit ke bumi karena mengemban tugas membawa kedamaian tapi yang kulihat saat itu adalah pertarungan sang penyeimbang dunia Rikudou dengan Iblis Tengu yang sudah menjadi incaran dari di dunia langit dan dia adalah Iblis yang kuincar karena kejahatannya yang sudah merajalela. Aku ke sana dan akan membantu Rikudou tapi saat aku tiba Rikudou akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya dan tubuhnya pun menghilang menjadi cahaya, akhirnya aku harus melawan Iblis Gagak Tengu dan mengorbankan diriku untuk menyegelnya di dalam bumi" jelas Kaze panjang lebar

"Lalu apa hubungan semua ini dengan ku Kaze-san" Tanya Naruto lagi lagi.

"Dengar Naruto pengguna Sage Mode Raja Elang hanya ada dua yaitu kau dan Nidaime Uzukage yang keberadaannya sudah menghilang, lalu di dalam tubuhmu terdapat kekuatan yang sangat besar dan itu semua muncul saat pertama kali kau memakai Sage Mode Raja Elang. Apalagi di tambah fakta bahwa Sage Mode Raja Elang bisa memilih siapa yang bisa mengemban kekuatan itu karena jika ada orang yang menguasai Sage Mode itu dan tudak mendapatkan kekuatan Sage itu seutuhnya maka dia akan berubah menjadi patung Griffin yang pernah kau lihat di Takaboukuzan. Di tambah lagi Sage Mode Raja Elang di turunkan langsung dari negeri para dewa ke Takaboukuzan dan mereka berharap bahwa di masa depan nanti aka nada orang yang bisa mengemban kekuatan itu untuk menghancurkan Iblis Tengu dan lagi pengguna Sage Mode Raja Elang pertama adalah aku dan pencipta Takaboukuzan adalah aku, aku membuat Takaboukuzan dan menyebarkannya di dunia Shinobi sebagai mitos karena aku ingin tahu apakah ada manusia seperti kalian yang bisa mengemban tugas yang sangat berat ini, dan lagi Sage Mode ini di berkati oleh para dewa dan kekuatan ini jauh lebih kuat dari pada kekuatan Bijuu" jelas Kaze, sementara Naruto hanya terperangah mendengarnya karena di dalam tubuhnya ada kekuatan yang bahkan lebih kuat dari pada kakak kembarnya yang notabene adalah seorang Jinchuriki. Dan ternyata tugas yang di emban Naruto sangat berat.

"Jadi Kaze-san apa kekuatanku ini memiliki kekuatan khusus seperti misalnya milik dari Hashirama-sama dengan kekuatan Sage Mode Dewa Alam dapat membuat patung Buddha dengan seribu tangan?" Tanya Naruto

"Tentu saja ada Naruto dan aku akan menjelaskan kekuatan itu padamu sekarang dan kau akan berlatih menggunakan kekuatan itu di alam bawah sadarmu ini denganku" kata Kaze berhenti sejenak.

"Yang akan ku beri tahu adalah kekuatan dari Sage Mode yang kau miliki dan ini juga berhubungan dengan elemen yang kau miliki.

Yang pertama teknikmu bernama ' Tsubasa Shin ' itu adalah teknik pertamamu di mana kau bisa menumbuhkan atau memunculkan sayap di punggungmu, dan kau bisa terbang dengan sesuka hatimu kemana saja, serta kau bisa mengembangkan jutsu jutsu dari sayapmu itu dengan syarat kau harus terus menerus mengalirkan energy alam ke tubuhmu.

Yang kedua teknik lanjutanmu bernama 'Washi no Yoroi'. Jutsu dimana kau bisa memunculkan zirah warna emas milikku, dan kau akan memakainya juga zirah itu memiliki pertahanan yang sangat kuat dan tidak akan tertembus apa pun sama halnya seperti Susano'o milik Clan Uchiha. Dan dengan ini kau bisa mengembangkan jutsu jutsumu dalam bidang pertahanan.

Yang ketiga teknikmu yang ketiga adalah 'Aoi Kaze no Ken'. Teknik summoning dimana kau mensummon sebuah pedang yang terbuat dari logam gabungan Titanium dan Admantium, memiliki gagang berwarna biru tua, memiliki sisa tajam di kedua sisi, kanan dan kiri. Dan di mata pedangnya terdapat Kristal putih di setiap kau mengaliri chakra elemen maka warna Kristal itu akan berubah. Juga kau bisa mengembangkan kemampuan kenjutsumu dengan pedang ini

Yang keempat teknikmu mempunyai nama 'Abata Sora' Dimana kau bisa mengubah bayanganmu menjadi sosok ksatria yang besarnya sama seperti Susano'o. bentuk fisik dari sosok ksatria itu dapat kau bayangkan sendiri maka dia akan berubah sesuai keinginanmu. Dan dengan ini kau juga bisa menyerang musuh dengan jarak yang sangat jauh, dan lagi kau dapat mengganti ganti senjata avatarmu dan caranya tinggal kau bayangkan saja.

Yang kelima teknikmu memiliki nama 'Washi no Dansetsu'dimana dengan teknik ini kau dapat memanggil tiga Griffin dengan besar seperti Kyuubi, yang memiliki elemen sama dengan milkmu yaitu Angin, Air, dan Es. Setiap Griffin mu memiliki sejumlah jutsu yang sama dengan kekuatan Juubi, dan masalah jutsu Griffinmu tinggal kau bayangkan saja maka tiap Griffinmu akan mengeluarkan jutsu yang kau bayangkan itu.

Yang keenam dan terakhir bernama 'Sanryu no Kami' dengan ini kau bisa memanggil tiga naga sesuai elemen yang kau miliki juga naga itu berkepala tiga dan besarnya sebesar patung Buddha milik Hashirama Senju. Dan teknik ini adalah teknik terkuat yang di miliki pengguna Sage Mode Raja Elang" jelas Kaze panjang x lebar.

"Jadi kapan aku akan memulai latihanku Kaze-san?" Tanya Naruto

"Kita akan mulai malam nanti, sekarang kembali lah kedunia mu. Karena kekasihmu sudah akan sadar." Kata Kaze sementara Naruto hanya mengangguk dan berkonsentrasi untuk keluar dari alam bawah sadarnya.

[ In Real World ]

Naruto membuka matanya dan sekarang posisinya sedang menggenggam tangan kiri Karin kemudian Naruto merasakan pergerakan pada tangan Karin dan segera menoleh pada gadis itu. Karin perlahan lahan membuka matanya dan bergumam pelan tapi masih bisa di dengar oleh Naruto.

"Ehm, aku dimana sekarang?" gumam Karin, sementara Naruto melihat Karin sadar langsung memeluknya dengan erat dan berbisik sesuatu di telinga Karin.

"Syukurlah kau sudah sadar Karin-chan, karena kau sudah terbaring selama 2 hari dan sekarang kau berada di rumah sakit Konoha" balas Naruto seraya melepas pelukannya dan melihat wajah Karin yang sedikit merona.

"Jadi selama itu juga kau menungguku sadar Naru-kun?" tanya Karin lagi.

"Tentu saja Karin-chan, aku sangat khawatir melihat kondisimu yang terbaring lemah itu" jawab Naruto sambil duduk di pinggir ranjang Karin.

"Maafkan aku telah membuatmu khawatir Naru-kun" kata Karin.

"Tak apa Karin-chan" balas Naruto.

Mereka berdua saling berhadapan, lalu Naruto memegang kedua pipi Karin dengan tangannya. Sebelumnya Karin sempat berfikir naruto akan menciumnya dan ternyata benar, Naruto mendekatkan wajahnya ke Karin dan memiringkan kepalanya sementara Karin menutup matanya. Keduanya semakin mendekat sampai hanya kurang 5cm dan

CUP!

Bibir mereka berdua bertemu, semula itu hanya ciuman biasa lama kelamaan nafsu mulai menyelimuti keduanya. Naruto mulai melumat bibir Karin membuat Karin mendesah pelan karena perlakuan Naruto.

"Mnnhhhh Naru" desah Karin, sementara Naruto yang mendengarnya menjadi semangat dia menggigit pelan bibir bawah Karin berusaha meminta akses masuk kepada Karin dan Karin langsung membuka mulutnya dan lidah Naruto langsung masuk bergerilya di dalam rongga mulut Karin mengabsen gigi gigi putihnya beradu lidah dan tentu saja Karin yang kalah.

Tak sampai di situ, Naruto melihat ke Karin dan meminta persetujuan Karin hanya mengangguk mengiyakan. Bibir mereka masih bertautan dan tangan Naruto menyusup ke dalam baju Karin lalu meremas dada kirinya dengan lembut dan perlahan ternyata Karin tak memakai pakaian dalam dan perlakuan Naruto membuat Karin kembali mendesah pelan karena bibir mereka masih bertautan.

"Mnnhhh N-Na-Naru, terussshhhh"desah Karin.

Naruto melepaskan ciumannya tapi tangan kanannya tetap meremas dada Karin pelan, memiliki inisiatif Naruto menyusupkan juga tangan kirinya dan meremas dada kanan Karin membuat Karin semakin mendesah.

"Annnhhhhh Naru engggghhh ahhhhhhhh terussshh Naru, remaslah lebihhh kuaattt ahhh" desah Karin.

Naruto yang mendengarnya melakukan tugasnya lagi dan meremas kedua dada Karin dengan lebih kuat membuat Karin keenakan, tapi mereka segera menghentikan kegiatannya saat seseorang mengetuk pintu dan masuk. Ternyata dia adalah Tsunade. Sementara Naruto dan Karin sedikit kesal karena kegiatan mereka harus berhenti dengan cepat.

"Ehm maaf kalau aku mengganggu kegiatan kalian Naruto Karin, tapi aku harus memeriksa keadaan Karin sekarang" kata Tsunade yang langsung berjalan kearah Karin dan memeriksa keadaannya sedangkan Naruto sedikit menggeser tubuhnya agar Tsunade bisa memeriksa Karin.

"Keadaanmu sudah baik baik saja, dan hari ini juga kalian boleh pulang" kata Tsunade.

"Terima kasih Tsunade-sama" kata Karin

"Terima kasih ya Tsunade Baa-san karena sudah merawat Karin" ucap Naruto

"Sama sama kalian berdua, dan Naruto apa kau akan kembali ke keluargamu lagi di Konoha ini?" tanya Tsunade penuh harap.

"Aku tidak bisa Baa-san, karena sekarang aku sudah menjadi ninja Uzushio. Dan kalau masalah kedua itu sudah kupikirkan tapi aku belum akan kembali dengan mereka karena kejadian 8 tahun yang lalu sudah membuat hatiku sakit" balas Naruto. Tsunade mendengar jawaban Naruto hanya mengangguk dan keluar dari ruangan itu.

Karin akhirnya bisa pulang dari rumah sakit dan segera kembali ke penginapan mereka. Sesampainya di sana mereka segera masuk ke kamar dan kebetulan atau tidak Karin dan Naruto satu kamar sedangkan Yuuto satu kamar dengan Roku. Karin duduk di tempat tidur dan menyandarkan punggungnya ke sandaran tempat tidur sementara Naruto duduk di depan Karin dan mereka saling berhadapan.

"Boleh kulanjutkan yang tadi Karin-hime?" Naruto bertanya pada Karin.

"Tentu Naru-kun" jawab Karin.

Naruto mendekati Karin lalu memegang baju Karin dan melepasnya secara perlahan hingga akhirnya baju bagian atas Karin terlepas dan memperlihatkan tubuh bagian atasnya membuat Naruto meneguk ludahnya saat melihat itu. Sedangkan Karin merasa malu sekaligus senang karna Naruto kelihatan menyukai tubuhnya. Tak hanya itu Naruto juga memelorotkan celana Karin hingga sekarang Karin hanya memakai celana dalam warna putih senada dengan warna kulitnya.

Naruto mendekati Karin dan kembali mencium serta melumat bibir mungil Karin dengan lembut dan perlahan tapi lama kelamaan ciuman lembut itu berubah menjadi ciuman penuh nafsu dan lidah Naruto juga kembali bergerilya di dalam rongga mulut Karin membuat Karin kembali mendesah.

"Annnhhhhh Naru" desah Karin.

Naruto yang melihat nafsu Karin naik tidak menyia nyiakan kesempatan, Naruto melepas ciumannya dengan Karin karena mereka berdua sudah kehabisan nafas. Naruto membaringkan tubuh Karin di tempat tidur dan melepas celana dalamnya, sekarang tubuh Karin benar benar terekspos. Naruto semakin terkagum akan hal yang dilihatnya ini, Naruto mendekatkan wajahnya ke leher Karin lalu menghirup aroma memabukan dari sana dan tanpa member kesempatan Karin bicara dia segera menjilat serta member kissmark pada leher itu menandakan hanya Narutolah yang boleh menyentuh Karin. Hal itu berlangsung cukup lama dan merasa cukup Naruto segera berhenti lalu segera menatap wajah Karin, Karin hanya memandang Naruto dengan pandangan mata sayu membuat Naruto semakin bernafsu untuk menyentuh Karin lebih dari ini.

Naruto mengalihkan pandangannya ke dada Karin dan melihatnya dengan seksama, bentuknya sempurnya kekenyalan dan kelembutannya sangat memabukan Naruto apalagi aroma dari bagian itu membuat Naruto semakin bernafsu. Tangan kanan Naruto mulai bergerak dan meremas dada kiri Karin dengan lembut tapi lama kelamaan menjadi semakin keras tapi tetap menjaga kekuatan remasannya agar Karin tidak kesakitan.

"Annggghhh ahhhh~ Naru~, ku emmmhhh lebihhh cepat ahhhh" desah Karin.

Naruto merasa sudah mendapat lampu hijau kembali melanjutkan aktifitasnya, tapi tak hanya itu wajah Naruto mendekati dada kanan Karin dan menghirup aroma memabukan dari sana. Naruto membuka mulutnya lalu melumat serta menghisam putting susu Karin dengan lebut seperti bayi yang menyusui pada ibunya dan karena itu Karin mengeluarkan desahan serta erangan lagi.

"Enggghhh… ahhhhnnnn Naru, le..lebih kuat ayo annhhhh ahhh lah Naru AHHHHH" desah Karin lagi.

Naruto mendengarnya menjadi sangat senang dan tak hanya putingnya saja tapi kali ini Naruto juga melumat serta mengemut sebagian dari dada kanan Karin dan tangan kanannya tetap meremas dada kirinya membuat kedua bongkahan payudara itu menjadi merah. Naruto melepas mulutnya dan menghentikan remasannya membuat Karin kecewa. Sekarang tatapan Naruto beralih pada vagina Karin yang sudah basah hingga membasahi seprei di bawahnya. Naruto mendekatkan wajahnya pada bagian itu dan menghirup dalam dalam aroma di bagian itu dan ternyata aromanya sangat memabukan bagi Naruto.

Naruto memasukan dua jari tangan kanannya secara perlahan ke lubang Karin menggosok lubang itu perlahan hingga menusuk nusuknya secara perlahan dan ternyata Karin menyukainya.

"AHHHHH~ Naru, leeebihhhh ce aaahhhhh~ pat. Puaskan aku Naru, enghhhhh annhhhhh ahhhhhh" desah Karin panjang.

Naruto kini mulai mengeluar masukkan kedua jarinya perlahan tapi semakin lama gerakannya semakin cepat dan yang memudahkan Naruto melakukan itu karena lubang Karin sudah sangat basah.

"KYAAAAHHH Naru, ak-aku su-sudah Ahhhhh engggghhhh annnhhh ahhhhh" racau Karin kali ini.

Naruto semakin mempercepat gerakan tangannya dengan gerakan keluar masuk pada lubang Karin, tak mau hanya segini Naruto menambahkan jumlah jarinya menjadi tiga jari dan semakin mempercepat gerakan tangan kanannya sementara tangan kiri bergerak ke payudara kanan Karin lalu meremasnya dengan liar tapi tetap lembut.

"ENGGGHHH AAAAHHHHH KYAAAAAHHH NARU, CEPAT LEBIH CEPAT AAAHHHH KYAAAAHH LAGI AAAAANNNGGGHHHHH. A-aku keluar AHHHH"

Crooot! Crooott! CROOTT! CROOOOTT!

Vagina Karin menyemburkan cairan orgasmenya dan membasahi tangan kanan Naruto tapi Naruto tak berhenti malah semakin liar menggerakan jarinya juga sambil memilin milin clitoris milik Karin tak sampai di situ Naruto melepaskan tugas tangan kanannya dan mendekatkan mulutnya pada bagian itu lalu menjilat bagian itu dengan liar mengeluar masukkan lidahnya, menjilat dinding bagian dalam vagina Karin.

"Aaaannngggghhhhhh kyaaaaahhh ahhhh~ engghhhh~ Ahhhhhhh ~ Aannnnhhhhh, Naru~ lebih cepat, lebiiiihhhhh kuat aaahhhh~" desah Karin lagi.

Tak hanya menjilat kini Naruto menggigit pelan clitoris Karin membuat tubuh Karin bergerak liar, menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri karena merasa keenakan. Naruto tak lagi menggunakan lidahnya tapi kini mulutnya mengemut bagian itu membuat Karin menggelinjang dengan kuat karena sensasi yang dirasakannya.

"Aaaahhhhhh Naruuuhhhhh ahhh akuuhhhh~ ke… ahhhhh keluar la… gihhhh kyaaaahhhh" jerit Karin, dan vaginanya langsung menyemburkan cairan orgasme yang sangat banyak ke wajah Naruto tapi semuanya sudah keburu di telan oleh Naruto. Naruto mengalihkan pandangannya dari dari vagina Karin dan menatap wajah sayu Karin, dan Karin yang melihat Naruto seakan meminta lebih dari Naruto.

"Engghh Naru, ayo lakukan saja. Aku akan menerima apapun yang terjadi asalkan kau yang melakukannya" ujar Karin.

"Jangan sekarang Hime, setelah ujian final berakhir aku akan meminta izin pada Arashii Jii-san agar hubungan kita di restui dan melanjutkan hubungan kita ke jenjang yang lebih serius. Karena aku mencintaimu Karin-hime" balas Naruto.

Karin mendengarnya merasakan senang yang amat sangat dalam dirinya karena tidak salah dia memilih Naruto untuk jadi pasangannya. Selepas pembicaraan itu Naruto memiringkan kepalanya dan mencium serta melumat bibir mungil Karin lagi dan itu berlangsung selama beberapa menit hingga akhirnya mereka melepaskan ciumannya karena membutuhkan pasokan oksigen.

"Sekarang tidurlah Hime, dan nanti malam aku akan berlatih untuk menghadapi ujian Jounin tahap final nanti" kata Naruto

"Kau akan berlatih dimana Naru-kun?" tanya dengan nada lemah karena tenaganya sudah cukup terkuras akibat permainan tadi.

"Di alam bawah sadarku" jawab Naruto.

Tentu Karin bingung dengan jawaban Naruto dan ingin bertanya lagi tapi Naruto segera menjawab kebingungan Karin dengan menceritakan kejadian yang sebenarnya dari awal sampai akhir. Tentu Karin sangat terkejut dengan cerita Naruto, karena kekasihnya mengemban tugas berat untuk melindungi dunia shinobi dari kehancuran.

"Sekarang tidurlah Hime, aku akan menjagamu. Dan nanti malam aku akan berlatih di tempat ini tapi tepatnya memasuki alam bawah sadarku" kata Naruto.

Karin hanya mengangguk, Naruto ikut berbaring di sebelah Karin dan menarik selimut untuk menyelimuti tubuh mereka. Dan Karin merapatkan tubuhnya dengan Naruto jadinya posisi mereka berhadapan juga Naruto memeluk tubuh mungil Karin dan mereka pun tertidur dalam posisi yang seperti itu.

Malamnya, Naruto segera bangun dengan pelan pelan menyingkap selimut di tubuhnya agar Karin tidak terganggu akibat pergerakan Naruto. Lalu Naruto menyelimuti tubuh telanjang Karin agar tidak kedinginan. Naruto duduk bersila di lantai di sebelah tempat tidur lalu menutup matanya dan berkonsentrasi masuk ke alam bawah sadarnya.

[ Naruto Mind Scape ]

Ketika Naruto membuka matanya dia sudah berada di padang rumput tempat bertemunya pertama kali dengan orang bernama Kaze. Naruto berjalan sebentar ke tengan padang rumput itu menikmata angin berhembus sampai ada tangan yang menepuk bahunya dan dia pun berbalik.

"Kau sudah datang rupanya Naruto" kata Kaze

"Tentu saja Kaze-san, pertama bagaimana latihan pertamaku untuk membangkitkan kekuatan Sage Mode-ku yang bernama 'Tsubasa Shin'?" Tanya Naruto

"Pertama carnya kau tinggal panggil salah satu kuchiyosemu di antara Aoi dan Inazuma lalu pakai teknik penggabungan yang akan menggabungkan dirimu dengan salah satu di antara Aoi dan Inazuma tak hanya satu tapi bisa juga kau bergabung dengan keduanya. Setelah kau bergabung maka kau bisa memunculkan sayap legenda itu di punggungmu." Jelas Kaze

Naruto loncat mundur beberapa meter hingga jaraknya dan Kaze sekarang menjadi 5 meter. Naruto menutup matanya dan berkonsentrasi memngumpulkan energi alam sebanyak banyaknya, lalu kelopak mata Naruto berubah menjadi biru dan mata sapphirenya berubah menjadi mata elang dengan pandangan tajam serta naruto juga sudah memakai jubah biru dengan aksen api putihnya.

Naruto menggigit jempol kirinya hingga berdarah dan dia oleskan darah itu ke lengan kanannya lalu merapal sebuah segel tangan dengan cepat dan menghentakan tangannya ke tanah lalu muncul kepulan asap putih tebal.

"Kuchiyose no Jutsu: Aoi"

Muncullah burung elang dengan bulu di tubuhnya berwarna cukup unik yaitu biru, dia langsung terbang dan bertengger bahu Naruto seraya bertanya.

"Hey, Naruto kenapa kau memanggilku?" Aoi bertanya ke Naruto.

"Begini Aoi, aku harus melatih kemampuan khsus pertama Sage Modeku yaitu'Tsubasa Shin' dan caranya aku harus melakukan penggabungan denganmu dan kau nanti akan menjadi sayapku" jawab Naruto.

"Ohh begitu, baik kita mulai sekarang" balas Aoi.

Naruto merapal segel tangan yang cukup sulit untuk seorang Naruto, tapi Naruto berusaha merapal segel tangan itu dengan sekuat tenaga dan mengucapkan nama jutsunya.

"Senpo: Tsubasa Shin"

Ucap Naruto, tapi tidak terjadi apapun pada diri Naruto dan pada diri Aoi. Dan ternyata percobaan pertama telah gagal. Tapi Naruto tak menyerah begitu saja dan kembali mengulang jutsu itu sampai beberapa kali.

Hampir satu jam Naruto mencoba melakukan jutsu itu dan sekarang sudah masuk percobaan kedua puluhnya, di percobaan kedua puluhnya Naruto tak mau gagal lagi. Dia menyerap lagi banyak energy alam dan energy itu masuk ke dalam tubuh Naruto dan tubuh Naruto mengeluarkan aura berwarna biru langit seraya mengucapkan nama jutsunya.

"Senpo: Tsubasa Shin"

Di percobaan kali ini, tiba-tiba saja tubuh Aoi pecah menjadi serpihan cahaya biru keputihan yang terang dan cahaya tersebut masuk ke dalam tubuh Naruto, selanjutnya muncul sayap elang besar berwarna biru muncul di punggungnya dan dengan itu Naruto terlihat semakin gagah. Kaze melihat itu cukup senang karena hanya dalam waktu satu jam Naruto sudah bisa melakukan kemampuan khusus dari Sage Modenya.

"Kau hebat Naruto bisa melakukan percobaan jutsu itu hanya dalam waktu satu jam dan aku salut padamu Naruto. Tapi sekarang kau harus mencoba kemampuan Tsubasa Shin milikmu, sekarang kau harus menyerangku dan aku akan mengobservasi jutsu jutsumu" kata Kaze dengan suara lantang dan Naruto hanya mengangguk.

Dia mengepakan sayapnya dan terbang cukup tinggi ke langit dan jaraknya dengan tanah sekitar delapan meter. Naruto merapal sebuah segel dengan cepat dan mengucapkan nama jutsunya dengan lantang.

"Senpo: Tetsu no Tsubasa "

Sayap Naruto yang semulanya lembut seperti sayap elang kebanyakan tapi dengan menyebutkan jutsu ini sayap Naruto berubah menjadi sekeras baja dan secara otomatis menembakan ratusan bulu sayap besi bagaikan senapan mesin dengan kecepatan tinggi ke Kaze. Kaze hanya tersenyum melihat kemampuan Naruto tersenyum lebar dan menggumam sebuah nama jutsu yang membuatnya bisa mengelak dari serangan Naruto.

"Tomei Karada"

Bulu bulu besi itu hanya menembus tubuh Kaze ketika melewatinya, dan dengan teknik itu Kaze tidak terluka sama sekali. Tapi dengan cepat lagi Naruto kembali merapal segel tangan.

"Senpo: Bakuhatsu-tenika Washi no Hane"

Naruto kembali menembakan bulu bulu sayap elangnya tapi kali ini sayap itu terbakar oleh api biru dan Kaze merasakan bahaya yang lebih besar dia juga ikut merapal segel tangan dan berteriak.

"Fuuton: Tate no Kaze"

Terciptalah dinding warna biru muda transparan di hadapannya dan ketika bulu sayap Naruto mengenai dindin angin itu, bulu Naruto segera meledak dan menghasilkan ledakan yang cukup besar.

DUUAAAARRR! DUAAARRR! DUUAAARR!

Ledakan tersebut menghasilkan asap hitam pekat kemudian setelah asap itu menghilang memperlihatkan kawan yang cukup besar di hadapan Kaze setelah ledakan besar itu terjadi. Kaze menghilangkan perisai anginnya dan tersenyum lebar kepada Naruto.

"Kau cukup hebat Naruto, sekarang coba kau tahan seranganku" kata Kaze lantang.

Dia merapal segel tangan yang sangat rumit tapindapat dilakukannya dengan mudah seakan akan itu bukanlah hal yang sulit.

"Fuuton: Kazeryu no Jutsu"

Kaze menarik nafas dalam dalam dan menyemburkan angin bertekanan tinggi berbentuk naga kearah Naruto, sementara Naruto kembali merapal segel yang rumit dengan cepat.

"Senpo: Burushirudo"

Sayap besar Naruto menutupi dirinya dan menyembunyikan dirinya dalam sayap itu kemudian tercipta tornado yang sangat besar dengan Naruto sebagai titik pusatnya. Naga angin Kaze tidak mengenai Naruto melainkan terkena tornado Naruto lalu berputar hingga terlempar ke langit dan menghilang.

Naruto menghilangkan tornadonya dan membuka serta melebarkan sayapnya lagi sehingga dia bisa terbang lagi dengan normal tapi tiba tiba sebuah serangan lagi di lancarkan Kaze dengan bentuk ratusan perisai angin. Naruto kali ini menyerap energi alam lebih banyak lagi sehingga aura keemasan memancar keluar dari tubuhnya dan tanpa dia sadari tubuhnya sudah memakai zirah emas di seluruh tubuhnya (bntuknya kyk Goldcros saint sagitarius di film Saint Seiya, Cuma tanpa penutup yang di kepala dan bentuk crosnya kyk yg di pake Seiya pas lawan Saint Poseidon tapi tanpa sayap besinya) lalu sayap Naruto berubah menjadi warna kuning keemasan sehingga Naruto terlihat sangat gagah dengan zirah itu dan Naruto menggumamkan nama teknik itu dengan perlahan.

"Senpo: Washi no Yoroi"

Dengan cepat lagi Naruto merapal segel tangan dengan cepat dan sepertinya kerumitan segel tangan sangat sulit dan mungkin jutsu yang di pakainya itu ber-Rank SS.

"Senpo: Gorudenshirudo"

Tercipta perisai warna emas berbentuk bintang berujung delapan yang sangat besar tercipta di hadapan Naruto dan Naruto juga merentangkan tangannya untuk memperkuat perisainya dan serangan Kaze hanya mengenai perisai besar itu. Setelah serangan itu berakhir menghilang pula perisai besar milik Naruto, sedangkan Kaze melihat perubahan Naruto hanya terkaget karena dalam satu kali latihan Naruto sudah bisa membangkitkan kemampuan khusus dari Sage Modenya.

Tapi ternyata Naruto belum sadar akan keadaannya sekarang, dan lagi sekarang mungkin kekagetan karena aura biru muncul di tangan kanan Naruto dan lama kelamaan aura biru itu membentuk sebuah pedang dengan panjang 80cm, sisi tajam di kedua sisinya kanan dan kiri, gagang berwarna biru tua berukiran api putih, juga di mata pedangnya terdapat kristal putih dan Kristal itu akan berubah warnanya ketika Naruto mengalirkan chakranya.

Sekarang Kaze semakin yakin bahwa Naruto adalah orang tepat untuk mengemban tugas yang sangat berat ini, hari ini saja Naruto sudah bisa membangkitkan dua kemampuan khusus dari Sage Modenya. Kaze terlihat senang dan berteriak kearah Naruto berusaha menyadarkan Naruto dari ketidak sadarannya.

"Hey Naruto, lihat sekarang bagaimana kondisi fisikmu saat ini" teriak Kaze lantang.

Naruto akhirnya sadar akan keadaan sekitar, dan melihat penampilan tubuhnya sekarang serta melihat pedang yang ada di tangannya dan ternyata itu adalah dua kemampuan khususnya yang telah dia bangkitkan dalam waktu singkat.

"Hey Naruto sepertinya latihan kita cukup dan sepertinya kau sudah bisa memasterisasi tiga kemampuan khusus. Terlihat dari hasil pertarungan kita beberapa saat lalu" kata Kaze "Sekarang kembali lah ke duniamu, karena beberapa hari lagi ujian tahap final di mulai" lanjutnya.

Naruto menutup mata dan berkonsentrasi untuk kembali ke dunia nyata.

[ In Real World ]

Naruto sadar dan sudah kembali dari alam bawah sadarnya, dan melihat ke jam yang ada di dinding ternyata masih malam. Jam itu masih menunjukan pukul setengan tiga, lalu pandangan Naruto dia arahkan ke tempat tidur dan melihat Karin yang masih tertidur lelap dengan selimut putih yang menyelimuti tubuh polosnya. Dia, Naruto mendekati Karin dan berbaring di sebelah Karin. Karin membuka matanya sebentar dan melihat Naruto yang sedang memandanginya.

"Ada apa kau memandangiku Naru?" tanya Karin.

"Tidak apa apa Karin. Aku hanya senang aja melihat wajah tidurmu yang tenang dan damai itu" jawab Naruto, "Sekarang kembali lah tidur, besok aku akan mengajakmu berkeliling desa Konoha" lanjut Naruto, lalu menarik Karin kedalam pelukannya dan mereka pun tertidur.

Keesokan, mereka sudah bersiap seperti kata Naruto mereka berjalan jalan ke sekitar desa Konoha. Mereka berjalan santai di tengah keramaian desa Konoha,dan tidak sedikit juga yang menyapa Naruto karena banyak dari mereka yang mengenali Naruto sebagai anak Hokage yang hilang dan telah kembali dan banyak juga yang mengenalnya sebagai Uzushio no Aoi Senko. Mereka terus berjalan jalan sampai tidak sadar kalau mereka belum sarapan dan Naruto menyarankan untuk makan di kedai ramen Ichiraku, tempat makan favoritnya dulu.

"Ehm Naru-kun, apa masih jauh dari tempat yang kau katakana?" Tanya Karin

"Tidak Hime, lihatlah kedepan. Itu adalah kedai ramen favoritku, ayo kesana" ajak Naruto sambil menggandeng tangan Karin.

Sesampainya mereka di sana, mereka langsung duduk di bangku yang sudah di sediakan dan memesan ramen. Naruto memesan ramen ukuran jumbo sedangkan Karin hanya memesan ramen asin. Saat Teuchi pemilik Ichiraku mengantarkan ramennya dia kaget melihat Naruto ada di hadapannya.

"N-Na-Naruto, apa ini benar kau?" tanya Teuchi.

"Ini benar aku paman Teuchi, dan yang di sebelahku adalah kekasihku namanya Karin" kata Naruto

"Salam kenal Teuchi-san" ujar Karin.

"Salam kenal juga nona, Naruto sudah lama kau tidak kemari sejak delapan tahun yang lalu. Ahh sekarang lebih baik kalian nikmati ramennya" kata Teuchi lalu meninggalkan pasangan kekasih itu.

Naruto dan Karin makan ramen mereka sambil berbincang bincang, bercanda tawa, dan ketenangan mereka terganggu saat seorang laki laki yang mirip Naruto hanya saja rambutnya berwarna hitam dan bermata merah masuk ke kedai ramen bersama seorang gadis bersurai indigo yang di gandengnya lalu berteriak memesan dua ramen dan Naruto mengenal mereka, yang satu adalah Menma dan satunya Hinata yang Naruto dengar dengar saat berada di Konoha bahwa Menma dan Hinata adalah sepasang kekasih.

"Paman Teuchi, ramen misonya dua yah" teriak Menma

"Baik segera aku siapkan" balas Teuchi.

Menma dan Hinata langsung duduk di tempat yang kosong dan tidak menyadari kehadiran Naruto sampai Naruto melihat kearah Menma dan berkata.

"Bisa tidak kau tidak berteriak Menma-Nii, telingaku bisa tuli mendengar teriakanmu. Dan kasihan juga Karin dan Hinata harus mendengar suara cemprengmu" kata Naruto pedas.

Setelah mendengar Naruto berkata seperti itu, Menma sadar juga akan kehadiran adik kembarnya Naruto di sana yang sedang makan ramen juga. Menma dan Hinata segera menoleh ke Naruto serta Menma menoleh ke Naruto tanpa rasa bersalah.

"Ehehehe, maaf Naruto. Ku kira tadi tempat ini kosong dan baru kami berdua saja yang datang" ujar Menma sambil nyengir.

"Bagaimana kau tidak sadar Menma-Nii, sedari tadi kau hanya asik bermesraan dengan Hinata. Ternyata kabar yang ku dengar kalau kalian sudah menjadi kekasih itu benar yah" balas Naruto

"Ehehehe itu benar Otouto, dan siapa gadis berambut merah yang ada di sampingmu itu?" kali ini Menma bertanya.

"Ohh, dia Karin. Dan dia adalah kekasihku" jawab Naruto bangga.

"Sejak kapan kau berpacaran dengan Karin Otouto" Tanya Menma penasaran dan dalam batinnya Menma menebak kalau Naruto sudah mendahuluinya dalam hal mendapatkan seorang gadis.

"Yah sejak awal ujian Jounin" jawab Naruto santai.

"Jadi Menma-Nii, bagaimana keadaan di rumah saat setelah aku berhasil melawan dan mengalahkan Tou-san?" Tanya Naruto sekarang.

"Yah sejak itu mereka menjadi terlihat lebih senang terutama Kaa-san, karena dia selalu berharap kau selamat dari kejadian dulu itu dan harapannya benar. Lalu mereka meinta padaku untuk mengajakmu pulang lagi, bagaimana Otouto? Dan lagi… sejak kapan kau memanggil Tou-san dengan sebutan Tou-san lagi dan bukan dengan namanya?" Tanya menma balik bingung, karena setahunya Naruto itu membenci orang tua mereka

"Kalau masalah itu aku tidak bisa janji Menma-Nii karena sekarang aku ninja Uzushio tapi kalau untuk berkunjung mungkin aku bisa. Dan untuk pertanyaan kedua itu karena aku berfikir membenci seseorang apalagi orang tua kita sendiri bukanlah hal yang baik karena benci hanya menghadirkan kegelapan dalam diri seseorang dan aku berfikir untuk mencoba memaafkan perbuatan Kaa-san dan Tou-san di masa lalu akan lebih baik jadi yah begitu keputusanku" jelas Naruto panjang lebar, sementara Menma hanya memandang adik kembarnya dengan bangga karena adiknya memiliki jiwa yang begitu besar untuk memaafkan orang yang padahal sudah membuangnya dan menyia-nyiakannya di masa lalu.

"Ohh Menma-Nii kami duluan yah. Paman Teuchi uangnya aku taruh di meja ya" kata Naruto pada Teuchi seraya meninggalkan kedai itu dan berjalan jalan kembali di desa Konoha, desa kelahirannya.

Beberapa jam setelah itu, Menma mengantarkan Hinata pulang dan menceritakan semuanya yang terjadi pada keluarganya. Mulai dari pertemuan pertamanya dengan Naruto sampai pertemuannya dengan Naruto tadi. Ekspresi dari Minato dan Kushina terlihat sangat senang juga mereka sangat terharu kalau Naruto dapat memaafkan kesalahan mereka di masa lalu, dan Naruto juga ikut terharu mendengar penuturan Menma karena dialah yang paling dekat dengan Naruto.

"Menma, apa kau bisa mengajak Naruto ke rumah ini sekarang. Kaa-san sudah sangat rindu pada Naruto ingin meminta maaf kepada Naruto sebelum terlambat" kata Kushina.

"Baik kalau itu mau Kaa-san aku akan cari Naruto dulu, Jaa" ucap Menma lalu menghilang meninggalkan kilatan kuning.

Menma terus mencari Naruto dan akhirnya menemukan Naruto di tempat berkumpul team 7 seperti biasanya dan dia melihat Naruto sedang bermesraan dengan Karin. Menma mendekati mereka berdua dan berdehem.

"Ehm, Naruto ayo ikut aku ke rumah. Kau sudah di tunggu Kaa-san dan Tou-san" kata Menma

"Eh, baik kalau begitu, Ayo Karin kita pergi sekarang" ajak Naruto dan mereka bertiga pun pergi ke kediaman Namikaze.

Dan apakah yang akan terjadi selanjutnya, dan apa reaksi dari MinaKushi melihat anaknya dan juga bagaimana reaksi Kushina jika mengetahui bahwa Uzushio masih ada dan kakaknya masih hidup serta apakah reaksi dari MinaKushi saat Naruto akan melanjutkan hubungannya dengan Karin yang notabene anak dari kakaknya ke jenjang yang serius. Tunggu saja kelanjutannya di chapter depan.

TO BE CONTINUED

A/N: Fiiuhhh akhirnya selesai chapter tiga, maaf yah para readers kalo saya updatenya lama. Soalnya nyari idenya cukup sulit dan juga saya harus teratur ngetiknya sampe 7k/chapter jadi maklumi aja. Di tambah lagi kn buat SMP udah deket ujian jadi saya kgk bisa janji buat update kilat. Dan di sini juga sudah di jelaskan beberapa kemampuan khusus dari Sage Mode Raja Elang yang di kuasai Naruto.

Maaf juga kalo adegan pertarungan dan romancenya masih jelek banget, saya akan berusaha buat adegan pertarungan dan romance yang lebih baik lagi. Seperti biasa akhir kata saya minta

REVIEW

REVIEW

REVIEW

REVIEW

Wind Hyperion Logout