Chapter 4

Desclaimer : Naruto bukan punya saya, tapi punya Kishimoto-sensei, tapi Oc dan jalan ceritanya punya saya semua

Genre : Adventure & Romance

Raiting : M

Pairing : NaruKarin (Naruto x Karin)

Warning : Typo bertebaran, Abal, SKMS, Gaje, Kata kata membingungkan, Ancur, OC, OOC. Kata2 sama berulang ulang, Lemon, Lime

BUAT YANG GAK SUKA, SAYA GK MAKSA ANDA BACA. DAN YANG GK SUKA TINGGAL PENCET TOMBOL BACK AJA

Summary: Naruto seorang anak yang di buang oleh orang tuanya, yang tidak tahu bahwa anaknya memiliki bakat menjadi seorang ninja. Dia di buang karena dianggap lemah dan tidak berbakat jika di bandingkan dengan sang kakak kembar sekaligus jinchuriki Kyuubi. Bagaimana perjalanan hidup seorang Naruto? (Jelek bikin summary)

Di Fict ini Naruto murni gk pnya namanya Doujutsu dan saya buat naruto jadi master Senjutsu biar beda aja. Soalnya dari banyak fict Naruto selalu di dewakan karena Doujutsunya, coba Naruto tingkat kekuatannya Godlike tp bukan karena Doujutsu dan punya lima elemen, tapi punya kekuatansetingkat Godlike karena memasterisasi Senjutsu dan mempunya control chakra yang lebih perfect dari Tobirama, juga di sini waktunya juga mundur seperti misi Tazuna jadi mereka ngelaksanain misi itu pas chuunin karena musuhnya bisa Rank B-A, di Fict ini juga saya buat Minato bisa nguasain Sage Mode petapa katak juga punya elemen angin soalnya kn jutsunya Minato terbatas. Jadi semua di sini Full My Imagination.

Thanks buat semua yang udah nge-review dan meminta kelanjutan fict saya yang satu ini dan terima kasih juga buat para silent readers yang udah baca fit saya ini

.

.

.

.

Normal POV

"Tadaima, Tou-san, Kaa-san, Ako-chan" teriak Menma dari depan pintu muncul dengan meninggalkan seberkas kilatan kuning

"Okaeri Menma, oh ya dimana Naruto. Tadi kau sudah memanggil dia kan?" Tanya Kushina

"Sudah, Kaa-san Cuma tadi dia kutinggal pergi menggunakan Hiraishin no Jutsu. Hehehehe" jawab Menma sambil cengar cengir.

"Hah kau ini, kenapa kau tinggalkan adik kembarmu? Dan lagi kenapa kau tidak mengajaknya menggunakan Hiraishin?" Tanya Kushina garang.

"Maaf Kaa-san, aku lupa" jawab Menma

"Ya sudahlah, kita tunggu Naruto di dalam saja" ajak Kushina seraya masuk ke dalam bersama Menma.

Sementara itu di tempat NaruKarin, mereka yang menerima ajakan Menma ke rumahnya saat ini sedang berjalan ke sana. Tapi mereka berjalan dengan sangat santai apalagi sambil mengobrol.

"Hei Naru-kun, apa kau yakin tak apa pergi ke tempat orang tuamu sekarang dan bukannya kau masih sakit hati yah terhadap perbuatan mereka?" Tanya Karin.

"Aku yakin Karin, kalau masalah kedua itu aku berusaha untuk memaafkan mereka karena ku piker mereka berhak mendapatkan kesempatan kedua" jawab Naruto.

"Kau memang berhati besar Naru-kun" ujar Karin.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan dan mempercepat jalan mereka agar cepat sampai di kediaman Namikaze. Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka berdua sampai di depan kediaman Namikaze, dan Naruto segera mengetuk pintu.

TOK TOK TOK

"Iya sebentar" teriak seorang wanita dari dalam kediaman itu, dia segera membuka pintu tapi saat pintu terbuka dia malah kaget dan menutup mulutnya dengan tangan karena melihat orang di hadapannya.

"Okaeri Kaa-san" sapa Naruto, sedangkan Karin hanya bisa tersenyum melihat wanita di depannya dan dia sudah mengira bahwa di depannya adalah ibu dari Naruto.

"N-Na-Naruto, apa benar ini kamu nak?" Tanya Kushina terbata

"Ini benar Naru Kaa-san, lebih baik kita berbicara di dalam saja. Tidak baik berbicara di luar" kata Naruto, Kushina sempat bingung melihat gadis berambut merah di samping Naruto dan ingin bertanya tapi dia piker lebih baik menanyakannya di dalam rumah saja dan mereka bertiga pun masuk setelah ajakan Kushina.

Di ruang keluarga, terlihat Naruko, Menma, serta Minato menunggu Kushina membukakan pintu seseorang dengan bosan karena menurut mereka ini cukup lama hanya untuk melihat seorang tamu.

"Kenapa Kaa-chan lama sekali sih" gerutu Naruko

"Sabar Ako-chan, mungkin tamunya bukan tamu biasa" balas Minato.

Mereka terus menunggu sampai teriakan Kushina mengagetkan mereka.

"Minato, Naruko, Menma lihat siapa yang datang!" teriak Kushina seraya muncul di ambang pintu lalu masuk bersama dua orang yang bersamanya tadi. Mereka bertiga sangat terkejut bukan tapi hanya Minato dan Naruko yang sangat terkejut tapi Menma biasa biasa saja.

"N-N-Na-Naruto, apakah benar itu kamu nak?" Tanya Minato terbata

"Ini benar benar Naru Tou-san" jawab Naruto, Minato berdiri dan langsung memeluk Naruto dengan erat karena wajar saja dia sudah membuang Naruto dulu dan tidak bertemu selama delapan tahun. Orang tua mana yang tidak rindu dengan anaknya yang sudah berpisah dengan dirinya dan Kushina selama delapan tahun.

"Sebaiknya kita duduk dulu, dan ajak gadis berambut merah di sebelahmu juga" ajak Minato lalu mereka semua duduk di meja melingkar. Minato kembali memulai pembicaraan dengan bertanya apa yang terjadi pada Naruto selama ini.

"Naruto Tou-san minta maaf sedalam dalamnya padamu akibat perbuatan tolol Tou-san di masa lalu, dan coba ceritakan pada Tou-san, Kaa-san, Ako-chan, dan Menma apa yang terjadi denganmu selama delapan tahun ini?" Tanya Minato setelah meminta maaf.

"Tidak apa apa Tou-san Naru juga sudah memaafkan Tou-san" kata Naruto lalu dia menceritakan awal setelah dia dibuang ke dimensi Hiraishin, dia muncul di Takaboukuzan, kehidupannya di Takaboukuzan, sampai dia di terima dengan baik oleh Uzukage di Uzushio. Mereka semua yang berada di ruangan itu sangat terkejut akibat perjalanan hidup Naruto yang seperti itu.

"Naru-kun bukannya Uzushiogakure telah hancur yah?" Tanya Kushina.

"Sebenarnya Uzushio tidak hancur Kaa-san tapi mereka menutup diri dari dunia luar karena mereka sempat mendengar aliansi Kiri-Kumo-Iwa akan menyerang mereka maka dari itu Yondaime Uzukage atau Naru panggil Arashii Jii-san membuat kekkai dengan fuinjutsu yang bahkan tak dapat di tembus oleh Hashirama-sama dan Madara Uchiha sekalipun" jawab Naruto

"Tadi kau bilang apa Naru-kun? Arashii Jii-san? Kenapa namanya mirip dengan kakak Kaa-san?" Tanya Kushina lagi karena nama Yondaime Uzukage sama dengan nama kakaknya.

"Arashii Jii-san memang adalah kakak dari Kaa-san" jawab Naruto.

"J-Jadi Arashii Nii-san masih hidup Naru-kun?" Tanya Kushina lagi.

"Iya itu benar Kaa-san" kata Naruto.

Kushina merasakan senang yang amat sangat karena satu satunya keluarganya yaitu kakaknya masih hidup, lalu Kushina melihat ke gadis berambut merah yang ada di samping Naruto dan bertanya lagi ke Naruto soal gadis yang di sampingnya.

"Emm Naru-kun, siapa gadis berambut merah yang ada di sampingmu itu?" Tanya Kushina bingung

"Eh iya aku sampai lupa, dia adalah Karin Uzumaki anak dari Arashii Jii-san dan Runa Baa-san yang berarti sepupuku sekaligus saat ini dia sudah menjadi kekasihku" kata Naruto mengenalkan Karin.

"Salam kenal Kushina Baa-san dan Minato Jii-san" kata Karin memperkenalkan diri.

"Eh kalian kan sepupu berarti masih ada hubungan darah kenapa kalian berdua menjadi sepasang kekasih, bukannya itu dilarang kan?" Tanya Minato kali ini.

"Tou-san mungkin hal ini tidak di perbolehkan di lima desa besar tapi di Uzushio hal ini boleh di lakukan" jelas Naruto

"Memangnya ada yang seperti itu ya Kushi-chan?" kali ini Minato bertanya pada istrinya.

"Sebenarnya itu diperbolehkan Minato dan hal itu berlaku hanya untuk clan Uzumaki saja. Jadi wajar wajar saja" jawab Kushina kelewat santai.

Mendengar jawaban pasti dari Kushina Minato hanya bengong karena ada hubungan seperti itu di clan Uzumaki.

"Lalu Naru-kun? Apa kau bisa ajak Kaa-san untuk bertemu Arashii-Nii?" Tanya Kushina pada Naruto

"Bisa Kaa-san, kalau Kaa-san mau kita akan ke sana setelah ujian jounin tahap final beberapa hari lagi telah selesai" jawab Naruto

Setelah perbincangan itu, Kushina langsung menggeret Karin dan Naruko untuk mengobrol di taman belakang Namikaze Mansion sedangkan Naruto, Minato, dan Menma sepertinya akan mengobrol di ruang keluarga.

"Eh Naruto, Tou-san ingin tanya. Jutsu apa yang kau gunakan saat melawan Tou-san di tahap ketiga itu? Dan sepertinya itu adalah teleport" Tanya Minato

"Itu… adalah jutsu teleport original milikku Tou-san. Cara kerjanya mungkin sama dengan Hiraishin tapi jika Hiraishin meninggalkan seberkas cahaya kuning maka ini akan meninggalkan seberkas cahaya biru dana nama jutsuku adalah Azure no Jutsu" jawab Naruto

"Ohh begitu, jadi apa kau sudah siap Naru menghadapi kembaran hitammu ini di tahap final nanti?" Minato kembali bertanya.

"Tentu saja siap Tou-san, dan aku sudah punya kejutan untuk Menma-Nii" jawab Naruto dengan senyum misterius yang membuat Menma merinding sendiri.

"Dan lagi Naruto, sudah berapa lama kau dan Karin menjadi kekasih hmm?" Tanya Minato dengan tatapan sedikit menggoda, tapi Naruto tak terpancing.

"Hmm tunggu dulu.. kira kira sudah sekitar hamper dua mingguan" jawab Naruto

"APAA!" teriak Menma tiba-tiba

"Menma bisa tidak kau tidak teriak" kata Minato sambil mendeathglare Menma dan Naruto juga melakukan hal yang sama membuat nyali Menma menciut melihat dua orang itu.

"Sekarang aku yang bertanya Menma-Nii, sejak kapan kau dan Hinata mulai berpacaran heh? Bukannya kalau Hinata dekat dengan Menma-Nii selalu pingsan yah?" Tanya Naruto dengan senyum seram dan meremehkan.

"Hei jangan remehkan aku Otouto, jangan di tanya berapa lama dong. Aku baru berpacaran dengan Hinata selama lima hari dan masalah kedua Hinata sudah tidak pingsan lagi sejak penyerangan desa Suna dan Oto dulu" jawab Menma

"Ohh jadi begitu, bagaimana kalau Menma-Nii sparring denganku di traning ground belakang?" Tanya Naruto lagi.

"Baik, aku terima itu otouto" kata Menma

Mereka bertiga sekarang sudah berada di traning ground yang sudah di tutupi oleh kekkai berlapis yang di buat oleh Minato, dan di dalam kekkai itu terlihat dua bunshin Menma sedang mengumpulkan energi alam sedangkan Menma yang asli sudah mengaktifkan Sage Mode. Di tempat Naruto dia sudah bersiap dengan memegang dua Azure kunai dengan kedua tangannya, Naruto melempar Azure kunai di tangan kirinya dan dia lempar ke kepala Menma tapi hanya menggeser kepalanya sedikit ke samping dan membiarkan kunai itu lewat kemudian saat akan melihat Naruto dia sudah tak menemukan adik kembarnya di sana.

"Mencariku Menma-Nii?" tanya Naruto yang sudah berada di belakang Menma, tapi Menma hanya kaget dan melompat jauh kedepan sekitar 5m dari Naruto dan berbalik badan menghadapkan badannya ke Naruto. Menma menerjang cepat ke Naruto ketika sudah di hadapan Naruto dia berusaha memukul wajah Naruto tapi Naruto hanya menunduk menghindari Menma dengan cepat langsung memegang kaki Menma dengan tangan kirinya lalu di pegang dan di lempar jauh ke depan tapi Menma dapat menyeimbangkan diri dan menapak lagi ke tanah.

Naruto menyimpan Azure kunai di tangan kanannya dan sekarang dia yang menerjang Menma lalu berusaha memukul dada dan perutnya secara beruntun, tapi berkat Sage Mode Menma berhasil menghindarinya tapi dia lengah dan Naruto dapat menendang dagu Menma sehingga dia terlempar ke atas dan jatuh ke tanah dengan keras.

BRUUK! BRAKK!

Waktu Sage Mode Menma hamper habis dan dia menghilangkan salah satu bunshinnya untuk memperpanjang waktu penggunaan Sage Modenya. Menma segera bangun dan berdiri dengan tegap lagi tapi tak mau kalah Menma kembali menerjang Naruto dan berusaha untuk menendang wajah Naruto tapi kaki Menma dapat di tahan oleh Naruto yang menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya. Tak sampai di situ Menma menurunkan kakinya dan berusaha memukul wajah Naruto tapi dapat di tepis oleh tangan kanan Naruto, Naruto sekarang yang menyerang dengan mencoba menonjok wajah Menma dengan tangan kirinya yang sudah teraliri chakra tapi Menma dapat dapat menahan dengan menyilangkan tangannya walau pun begitu Menma tetap terlempar jauh tapi dapat tetap menapak di tanah.

Menma saat ini terengah engah karena melawan Naruto dan ternyata kekuatan Menma dalam Sage Mode dapat diimbangi oleh Naruto dengan mode biasanya. Menma tak habis pikir karena Naruto dapat mengimbangi kekuatannya, tak mau kalah dari sang adik kembar Menma merangsek ke Naruto lalu coba menyerang Naruto dengan pukulan tendangan bertubi tubi tapi semuanya dapat dihindari dan di tepis dengan mudah oleh Naruto. Menma sudah kehabisan akal untuk menyerang Naruto lalu dia menjauh dari Naruto dan merentangkan kedua tangannya ke samping, dan terbentuklah dua bola chakra spiral bernama Odama Rasengan dengan ukuran besar karena di tambah charka senjutsu. Menma berlari ke Naruto dan setelah dekat dia melompat dan langsung menukik ke Naruto sambil meneriakan nama jutsunya.

"Senpo: Odama Rasengan"

Sebelum Menma meloncat Naruto sudah terlebih dahulu merapal sebuah segel tangan dengan cepat dan dengan cepat pula menggumamkan nama jutsunya yang dapat menahan rasengan dari Menma.

"Fuuton: Tate no Kaze"

Sebuah perisai angin berbentuk kubah setengah lingkaran melindungi Naruto dari serangan dua Senpo Odama Rasengan milik Menma yang Naruto yakini mempunyai daya hncur yang sangat kuat karena tambahan chakra senjutsu, karena benturan terjadilah ledakan yang sangat kuat.

DUUAAARRR!
BLAAARRR!

Ledakan besar terjadi tapi Menma tidak terkena karena setelah menghantamkan rasengannya dia segera menghindar agar tidak terkena ledakan besar itu sementara Naruto saat ini tetap berdiri kokoh dengan kubah angin milikknya yang masih aktif dan setelah ledakan serta asap hitam telah berakhir dan hilang Naruto segera menon-aktifkan perisai anginnya dan melihat tajam ke Menma. Naruto tak mau terkena serangan lagi dia segera menerjang Menma dan menghadiahinya banyak pukulan serta tendangan dengan tenaga yang cukp besar membuat Menma menjadi kewalahan dan akhirnya terkena dua pukulan di dada dan perut serta mendapat tendangan di kepala dan membuatnya terpental jauh.

Menma mencoba kembali bangun dengan susah payah karena merasakan sakit yang sangat di dada, perut, dan wajah. Menma berhasil bangun dengan susah payah dan dia pun juga sudah menghilangkan kedua bunshinnya karena untuk memperpanjang waktu penggunaan Sage Modenya dan kini Sage Modenya telah menghilang dan sudah nonaktif. Menma saat ini harus menggunakan strategi yang bagus dengan kepala dingin untuk mengalahkan adik kembarnya.

"Kau kenapa Menma-Nii? Sudah menyerah?" Tanya Naruto.

"Tidak, aku hah.. hah… hah.. belum menyerahh" jawab Menma terengah engah.

Menma kembali menerjang Naruto dan berusaha untuk memukul wajahnya sampai tinjunya berjarak 1cm di wajah Naruto, Naruto langsung menghilang dan meninggalkan kilatan biru. Lalu Naruto muncul di belakang Menma kemudian menendang punggungnya dengan keras membuat Menma terpental maju tak sampai di situ, Naruto kembali berteleport dan muncul di bawah Menma kemudian segera menendang dagu Menma hingga terlempar jauh ke atas dan Naruto kembali berteleport serta muncul di atas kepala Menma selanjutnya dengan tumit yang sudah teraliri chakra Naruto menendang kepala Menma dengan keras membuatnya jatuh ke tanah dan membentur ke tanah dengan keras.

BRUUUK
BAAAM

Naruto dapat turun dan menapak di tanah dengan posisi berdiri kokoh sedangkan Menma, dia sudah terbaring kelelahan karena tenaganya terkuras habis setelah melawan Naruto. Minato menghilangkan kekkainya dan memandang bangga ke Naruto dan melihat Menma dengan bangga juga yah walau pun menma telah di kalahkan oleh sang adik kembar.

Minato berjalan ke tengah lapangan lalu membantu Menma berdiri dan membawanya ke pinggir lapangan lalu mendudukan Menma di sana begitu pula Naruto dia juga ikut duduk di sana dan sekarang keadaan Naruto bahkan tidak terluka sama sekali.

"Hebat kau Naruto bisa mengalahkan Menma hanya dengan taijutsu" puji Minato.

"Ahh biasa saja Tou-san, kita ini shinobi dan seharusnya kita lebih mengandalkan penggunaan chakra dan taijutsu. Karena kita bukan penyihir atau apapun yang mengandalkan sihir, kita ini shinobi yang harusnya lebih identik dengan taijutsu atau pun kenjutsu" jelas Naruto

"Hah… hah… otouto ternyata kekuatanmu sudah berada jauh di atas perkiraanku" kata Menma masih terengah kelelahan.

"Oh ya Menma-Nii, menurutku penggunaan Sage Modemu terlalu boros chakra dan tidak efisien. Karena terlalu banyak menghabiskan chakra dan waktu penggunaannya pun masih sangat sebentar" ujar Naruto

"Lalu Naruto, bagaimana usulanmu agar Menma dapat menggunakan Sage Modenya lebih lama lagi?" tanya Minato.

"Begini saja, sekarang Menma-Nii aktifkan Sage Mode tanpa bunshin dan Menma-Nii tidak boleh menonaktifkan Sage Mode itu dan Menma-Nii harus mengaktifkannya setidaknya selama 24 jam kedepan. Itu cara paling efisien dalam penggunaan Sage Mode" jelas Naruto.

Menuruti Naruto Menma segera mengaktifkan Sage Modenya dan matanya berubah menjadi mata katak tapi jubah yang biasanya selalu ada kini tidak muncul.

"Nah sekarang, Menma-Nii tinggal pertahankan saja selama 24 jam. Dan jika kau merasa waktu Sage Mode-mu akan habis maka kau tinggal serap saja energi alam lagi" jelas Naruto

"Ohh begitu, makasih ya Otouto" balas Menma.

"Oh ya Naruto, apa… kau akan kembali ke Konoha lagi nanti?" Tanya Minato ragu ragu.

"Maaf, aku tidak bisa Tou-san. Karena sekarang aku sudah terikat Uzushiogakure dan menjadi shinobi di sana jadi aku tidak bisa seenak saja tiba tiba menjadi shinobi Konoha" jawab Naruto

"Bukankah? Kau ingin menjadi Hokage Naruto?" Tanya Minato lagi.

"Itu mungkin keinginanku yang dulu Tou-san tapi sekarang tidak lagi, karena aku tahu kalau Menma dan Naruko juga punya cita cita untuk menjadi Hokage jadi sekarang aku mengalah saja dengan mereka. Dan lagi, cita citaku sekarang adalah melindungi Uzushio dari seluruh bahaya yang mengancam desa itu" jelas Naruto panjang lebar. Tentu saja Menma dan Minato sangat terkejut mendengar jawaban Naruto. Menma sangat terharu mendengar jawaban adik kembarnya sementara Minato sangat bangga mendengar jawaban anak kedua yang ternyata mempunyai hati yang besar.

Sementara itu di tempat KushiKarinNaru, mereka sedang berbincang bincang dengan santai dan sekarang mungkin mereka akan membahas tentang hubungan Karin dan Naruto. Yah seperti biasa itulah perempuan *Di timpuk sandal ama Kushina*.

"Hei, Karin-chan sejak kapan kamu menyukai Naruto" Tanya kushina lembut.

"Ehm, sejak pertama aku bertemu dengan Naru-kun, Kushina Baa-san" jawab Karin

"Ohh, jadi sudah lama juga yah Karin-chan. Dan lagi Karin-chan, bagaimana keadaan Arashii-Nii dan siapa nama Kaa-sanmu?" Tanya Kushina lagi.

"Kabar Tou-san baik baik saja dan nama Kaa-san itu Runa Uzumaki" jawab Karin.

"Waaah jadi Runa-chan jadi istri Arashii-Nii yah" kata Kushina

"Eh Karin Nee-chan, menurut Nee-chan gimana sih sifat Naru-Nii. Kok mau ya sama Naru-Nii yang sifatnya urakan gitu?" Tanya Naruko

"Ehh i-itu…"

[ Time Skip ] *susah bikin pembicaraan cewek, ribet"

Mereka semua sekarang sudah berkumpul di ruang keluarga kediaman Namikaze berbicara berbicara sebentar sebelum Naruto dan Karin meminta izin untuk pulang.

"Tou-san Kaa-san, Naru dan Karin sekarang harus pulang ke penginapan dulu yah" kata Naruto

"Apa kau tidak bisa menginap di sini saja Naru, di sini kan juga rumah Naru?" tnya Kushina

"Maaf Kaa-san, Naru tidak bisa. Karena Naru harus berkumpil dengan team dan sensei Naru" jelas Naruto

"Ya sudah kalau itu mau Naru, Kaa-san tidak bisa memaksa" kata Kushina.

Setelah berpamitan mereka berdua pun pulang ke penginapan, sesampainya di penginapan mereka segera duduk di atas tempat tidur dan menyandarkan punggung mereka ke sandaran tempat tidur lalu berbincang bincang sedikit.

"Naru-kun, ternyata keluargamu baik yah" kata Karin

"Yah mereka memang baik Karin, jadi aku tidak punya alasan untuk membenci mereka, oh ya Karin kau istirahat saja dulu aku akan berlatih lagi di alam bawah sadarku setelah itu kita 'bermain' sebentar " balas Naruto dengan nada menggoda pada kata bermain

"Hu-um okelah" ujar Karin. Naruto pindah tempat duduknya jadi di bawah dan menutup mata lalu berkonsentrasi memasuki alam bawah sadarnya.

[ Naruto Mindscape ]

"Ahh Naruto ternyata kau sudah kesini" kata Kaze yang sudah ada di hadapan Naruto.

"Tentu, sekarang kau akan melatihku tentang apa?" tanya Naruto.

"Sekarang kau harus melatih Elemen Anginmu dan harus benar benar memasterisasi Elemen Anginmu" jawab Kaze

"Memangnya kenapa begitu?" Naruto kembali bertanya.

"Ini persiapan untuk melawan Iblis Gagak Tengu, karena musuhmu menguasai seluruh elemen alam kecuali elemen Angin. Jika kau bertanya kenapa maka jawabannya karena elemen angin adalah elemen suci yang tidak dapat di gunakan untuk menghancurkan dunia dan menyelimuti dunia dengan kegelapan. Juga elemen angin satu satunya elemen yang dapat mengalahkan elemen Yin-Yang" jelas Kaze panjang dan Naruto hanya terpana mendengar penjelasan Kaze ternyata elemen angin adalah elemen suci.

"Lalu jutsu yang kau akan pelajari sekarang adalah salah satu jutsu tertinggi dari elemen angin dan jika kau menguasai jutsu ini maka anginmu akan menyatu dengan jiwamu dan angin ini akan hidup lalu bisa bergerak juga untuk melindungi mu dan mekanisme pergerakannya juga sama seperti pasir Gaara" jelas Kaze

"Ohh lalu apa nama jutsunya dan penggunaannya dalam mode sage atau mode biasa?" tanya Naruto lagi (?)

"Namanya 'Seigyo-fu no Tamashi', dan penggunaanya hanya dalam mode biasa kau hanya bisa mengendalikan angin berwarna biru muda dank au bisa menggerakannya macam Gaara menggunakan pasirnya " jawab Kaze.

Naruto mendengarnya hanya mengangguk, Naruto mulai menjauh dari Kaze dan membuat segel cepat dan meneriakan nama jutsunya dengan lantang.

"Fuuton: Seigyo-fu no Tamashi"

Tapi tak terjadi apapun, bahkan ada sedikit perubahan pun tidak. Tapi sama seperti latihan kemampuan khusus sage mode, Naruto terus mencoba tapi ini lebih lama sudah sekitar hamper satu jam Naruto sama sekali belum bisa melakukan jutsu ini bahkan ini sudah percobaan yang ke 35 kalinya dan sekarang keadaan Naruto sudah terengah engan kelelahan. Tak mau menyerah sekarang dia melakukan percobaan ke 36 dia melakukannya dengan konsentrasi yang sangat penuh lalu mengucapkan nama jutsunya itu.

"Fuuton: Seigyo-fu no Tamashi"

Dari tubuh Naruto menguar aura elemen angin warna biru muda lama kelamaan semakin membesar dan semakin banyak, awalnya angin itu bergerak liar dan semakin liar tapi semakin Naruto berkonsentrasi penuh gerakan angin itu menjadi biasa saja dan bisa di kendalikan juga tanpa Naruto sadari matanya berubah yang awalnya biru safir menjadi biru langit semua tanpa pupil maupun iris. Sesaat setelah bisa mengendalikannya Naruto akhirnya sadar akan perubahan matanya dan dirinya yang bisa mengendalikan kekuatan itu dengan cepat.

"Ternyata kau sudah bisa menguasainya hanya dengan tiga puluh enam kali percobaan, kuakui kau cukup hebat dalam pengendalian chakra. Sekarang kau non-aktifkanlah jutsu itu dan kita belajar teknik kuat lainnya. Teknik ini dapat kau pakai saat berada dalam mode biasa atau mode sage bedanya hanya dari perbedaan kekuatan dan tingkat penghancur." kata Kaze.

"Lalu apa nama teknik kedua yang akan kupelajari ini Kaze?" Naruto bertanya kembali.

"Ini sebenarnya cukup unik untuk elemen angin tapi tak apalah, namanya 'Shiro Ryusei' yang artinya meteor putih. Ini teknik yang cukup rumit dan sangat menyulitkan walaupun untuk shinobi yang memiliki control chakra perfect sepertimu, latihan ini kita mulai sekarang" perintah Kaze

"Ha'i Kaze-sensei" balas Naruto

[ Time Skip ]

Sekarang adalah waktu dimana ujian Jounin tahap final dimulai, tahap yang di tunggu tunggu oleh semua peserta yang tersisa dan melalui ini juga penentuan nasib mereka nantinya. Wasit kali ini adalah Genma Shinarui dan dia sudah turun ke arena lalu dia memanggil dua nama peserta yang akan bertarung di ronde pertama ini. Dan mereka adalah Naruto Uzumaki vs Menma Namikaze, pertarungan antara kakak beradik kembar satu ini akan menjadi pertarungan hebat dan sudah sangat di tunggu tunggu oleh seluruh warga desa Konoha beserta para pemimpin clan, keluarga Namikaze, beserta para chuunin, Jounin, dan murid akademi yang ingin melihat pertarungan senior mereka. Setelah memulai pertarungan arena tidak tampak dilindungi oleh kekkai tapi yang dilindungi kekkai adalah penonton bukannya arena, pertarungan sudah di mulai. Kedua peserta saling bertatapan tajam, Menma sudah mengaktifkan sage modenya bahkan tanpa menggunakan bunshin sedangkan Naruto sudah memegang Azure kunainya di tangan kanan.

Menma maju menerjang Naruto, sementara Naruto melempar aure kunai ke Menma. Dapat di hindari dengan mudah oleh Menma tapi sadar bahwa sang saudara kembar telah berteleport dan muncul di belakangnya mencoba menendang kepala bagian kirinya tapi dapat di tahan Menma menggunakan lengan kirinya tak mau mengambil resiko Menma segera loncat menjauh seraya mengambil tiga shuriken dan dia lemparkan ke Naruto kemudian membuat segel tangan.

"Shuriken Kage Bunshinno Jutsu"

Tiga shuriken yang di lempar Menma berubah menjadi 1000 shuriken dengan kecepatan tinggi melesat ke Naruto, tapi saying saat mengenai Naruto tubuhnya menjadi kepulan asap yang ternyata hanya bunshin. Dari atas Menma muncul Naruto yang coba untuk menghunus kunai ke kepalanya tapi dengan reflek baik Menma dapat menghindar dengan cepat sehingga kunai Naruto hanya menancap di tanah. Kali ini Menma kembali melesat ke Naruto lalu menghadiahinya dengan tendangan dan pukulan yang bertubi-tubi tapi semua itu dapat di hindari dan di tangkis dengan mudah oleh Naruto, Menma kesal lalu melompat mundur dan coba maju sambil berusaha menendang kepala Naruto. Tapi Naruto menyilangkan tangannya di depan wajah untuk menahan serangan Menma, tak ma uterus di serang Naruto dengan cepat memegang kaki Menma dengan kedua tangannya dan melempar Menma ke udara lalu berteleport karena di tubuh Menma sudah ada fuin Azure no jutsu. Naruto muncul di belakang Menma lalu menendang punggungnya keras dan terpental ke bawah itu di akibatkan karena kurang cepatnya reaksi pertahanan dari Menma tapi itu tak cukup untuk mengalahkan Menma dan dia berhasil menapak dengan tagap di tanah.

Niat untuk melihat adik kembarnya yang ada di atas pupus sudah karena sang adik kembar sudah tak ada. Tiba tiba Naruto muncul di kanan Menma dan menonjok pipi kanannya dengan sangat keras membuat Menma terpental jauh tapi tak hanya itu Naruto berlari kencang mengejar Menma dan sampai di depan Menma Naruto langsung menendang dada menma membuat Menma terpental keras ke belakang dan menabrak dindinh arena hingga retak.

BRAAK
KRAAAAK

Menma berusaha bangun dari serangan yang di lancarkan Naruto dan mengusap dengan kasar darah yang mengalir dari sudut bibirnya, Menma berlari menerjang Naruto dan berusaha untuk menyerang Naruto bertubi-tubi lagi tapi hasilnya masih sama Naruto dapat menghindarinya dengan mudah. Sudah cukup muak mengikuti permainan taijutsu adiknya, Menma loncat menjauh dan merapal segel tangan lalu berteriak.

"Katon: Dai Endan"

Menma menembakan peluru api sebesar tubuh manusia sebanyak lima kearah Naruto, dengan cepat peluru peluru api itu bergerak ke Naruto tapi Naruto tak menggunakan jutsu melainkan hanya berlari zig zag untuk menghindari jutsu Menma. Sampai di depan Menma Naruto menundung dan meninju perut Menma dengan kuat hingga Menma terpental dan lagi Naruto berlari ke Menma kemudian kembali menendang kepala Menma hingga dia menabrak sebuah pohon yang memang ada di sana hingga batangnya hancur. Merasa sudah semakin muak Menma merapal dua segel tangan dan menyebutkan nama jutsunya bergantian pula.

.

"Katon: Gokakyu no Jutsu"

"Fuuton: Daitoppa"

.

Menma menyemburkan bola api dengan ukuran sangat besar ke Naruto kemudian setelah itu Menma kembali menyemburkan angin bertekanan tinggi ke bola api miliknya sehingga bola api miliknya bertambah besarnya menjadi 3 kali lipat dari semula, Naruto kali ini tak menghindar melainkan tetap diam dan merapal sebuah segel tangan.

"Hyouton: Kori no Yosai"

Sebuah benteng yang terbuat dari es yang sangat dingin serta tebal juga besar tercipta di depan Naruto. Dan itu berguna untuk menahan serangan Menma, di banding benteng es Naruto, bola api Menma tak ada apa apanya dan saat bola api itu mengenai benteng es bola api besar itu membeku dengan sendirinya membuat Menma geram. Menma merentangkan tangan kanannya ke atas dan membuat bola chakra spiral dengan ukuran besar yang semakin lama ukurannya menjadi super besar lalu dia loncat sangat tinggi ke atas dan meneriakan nama jutsunya.

"Senpo: Cho Odama Rasengan"

Sementara itu di saat yang sama Naruto sedang berkonsentrasi dan menutup matanya lalu membukanya dan mengaktifkan Sage Modenya. Mata safirnya sudah berubah menjadi mata elang kelopak matanya jadi biru dan memakai jubah biru mudanya. Naruto membuat segel tangan lalu menghentakan tangannya ke tanah dan memunculkan dua elang dengan warna bulu berbeda mereka adalah Aoi dan Inazuma. Lalu tanpa membuat segel tangan lagi Naruto menggumamkan tiga nama jutsunya dengan cepat.

"Senpo: Tsubasa Shin"

"Senpo: Washi no Yoroi"

"Senpo: Aoi Kaze no Ken"

Dengan ketiga jutsu itu mulailah muncul kekuatan Naruto yang sesungguhnya, Aoi dan Inazume tubuhnya pecah menjadi cahaya dan masuk ke dalam diri Naruto hingga di punggungnya muncul empat sayap, dua sayap berwarna biru dan dua sayap berwarna abu abu. Lalu seketika tubuh Naruto memakai sebuah zirah emas lengkap dengan coraknya (deskripsinya ada di chapter 3), dan lagi sebuah aura biru berkumpul di tangan Naruto sehingga membentuk sebuah pedang besar miliknya (deskirpsinya juga di chap 3). Dengan itu Menma menukik turun dan melesat ke Naruto berusaha menghantamkan Cho Odama Rasengannya dan Naruto tak mau kalah juga megumpulkan energy di pedangnya lalu meneriakan nama jutsunya bersamaan dengan teriakan Menma lagi

.

"Senpo: Cho Odama Rasengan"

"Senpo: Kaze no Supuritta"

.

Naruto menebaskan pedangnya ke rasengan super besar Menma hingga rasengan itu terbelah menjadi dua dan lenyap sementara tebasan Naruto terus bergerak ke Menma dan menyayat nyayat tubuhnya hingga menbuat luka parah di tubuh Menma dan membuatnya jauh ke tanah dengan keras. Setelah itu Naruto menghilangka zirah emas dan pedangnya tapi tidak dengan empat sayapnya yang masih ada di sana. Menma berusaha bagun dengan susah payah karena merasakan sakit yang amat sangat di tubuhnya juga dia sudah dua kali memuntahkan darah segar dari mulutnya dan tak menyangka bahwa kekuatan Naruto bisa semengerikan itu. Menma sudah kembali bangkit lalu membuat segel tangan lagi dan kembali memakai jutsu mematikan.

"Taju Kage Bunshin no Jutsu"

Ada sekitar100 Menma memenuhi Arena dan semua Menma di tangan kanannya memegang Cho Odama Rasengan, sementara Naruto yang terbang dengan sayapnya menatap ke bawah dengan datar melihat jutsu super kuat yang akan di lancarkan kakak kembarnya. Naruto berkonsentrasi lalu aura warna putih terkumpul di tangan kanannya hingga membentuk sebuah kumpulan energi yang sangat kuat. Seratus Menma melesat ke Naruto dengan seluruh rasengannya dan berteriak bersamaan juga bersamaan dengan teriakan Naruto yang merasa tenaga di tangan kanannya sudah lebih dari cukup.

"Senpo: Cho Odama Rasentarengan"

"Senpo: Shiro Ryusei"

Seratus Cho Odama Rasengan semakin mendekat dan saat itu juga Naruto meninju tangannya ke udara yang ada di depannya sehingga membentuk sebuah meteor yang sangat besar dan daya hancur melebihi rasengan super Menma. Meteor itu melewati dan menghancurkan semua cho odama rasengan yang di lewatinya hingga mendorong semua Menma turun ke bawah lalu saat mencapai tanah terjadi ledakan yang sangat luar biasa bahkan menghancurkan kekkai yang melindungi penonton.

DUUUAAAARRRRR

DUUUAAAARRRR
BLAAAAAAMMMM
BUUUMMMMM

Setelah ledakan besar berhenti dan asap efek ledakan juga sudah menghilang kini menampakan Naruto yang masih terbang dengan kokohnya dan turun secara perlahan tapi berbanding terbalik dengan keadaan Menma. Menma sekarang sudah tergeletak di tengah arena dengan keadaan luka yang sangat parah, semua penonton bahkan Hokage pun yang melihatnya hanya bisa menganga melihat kekuatan Naruto yang di juluki Uzushio no Aoi Senko. Genma mengumumkan untuk pertandingan ini pemenangnya adalah Naruto dan Menma segera di tandu keluar arena untuk mendapat perawatan medis dengan serius.

Pertandingan ronde kedua segera di mulai dan kali ini yang akan bertarung adalah Sabaku no Gaara vs Yuuto Uzumaki. Ketika Gaara dan Yuuto sudah berada di arena wasit segera memulai pertandingan. Pasir milik Gaara dengan sendirinya keluar dari gentong miliknya dan menyatu dengan pasir pasir yang ada di sekitar arena, sedangkan Yuuto sudah mempersiapkan kuda kuda bertarungnya dan juga pedang besarya yang sudah siap di punggungnya. Yuuto langsung berlari menerjang Gaara lalu mencoba menendangnya dengan kaki kiri yang sudah terlapisi chakra tapi masih dapat di tahan pasir hidup Gaara tak mau menyerah Yuuto kembali menyerang Gaara dengan tinjuan dan tendangan yang bertubi-tubi tapi semuanya sia sia karena pasir hidup Gaara selalu menghalanginya. Yuuto cukup sabar untuk menembus pertahanan Gaara, sekarang dia sudah memegang pedangnya dan mengaliri dengan chakra elemen petirnya hingga sekarang di sekitar pedang itu terlihat percikan percikan listrik.

Yuuto kembali maju dan sekarang dia coba menebaskan pedangnya secara brutal ke Gaara, walaupun dapat di tahan pasir hidupnya tapi lama kelamaan Gaara mulai kewalahan. Tapi Yuuto tak sampai di situ, dia segera menjauh sedikit lalu merapal segel tangan hanya menggunakan tangan kirinya sementara tangan kanannya yang memegang pedang dia arahkan ke langit seolah memanggil petir alam.

"Raiton: Ryu Ohaba ni Sakugen"

Setelah itu langit yang awalnya cerah berubah menjadi gelap dan kilat kilat mulai muncul serta petir petir mulai bergemuruh sampai ada petir besar yang menyambar pedang Yuuto dan memasuki pedang itu, setelah pedang itu teraliri petir yang sangat banyak Yuuto menebaskannya hingga membentuk naga petir yang sangat besar dan naga itu dengan cepat melesat ke Gaara. Tak mau mati konyol Gaara segera merapal segel tangan juga dengan cepat.

"Saikō Zettai Bōgyo: Shukaku no Tate"

Pasir mengumpul di depan Gaara hingga membentuk boneka replica dari Shukaku di depannya dan boneka besar ini terbentuk dari material yang sangat kuat berasal dari dalam tanah, naga petir Yuuto semakin mendekat dan kedua jutsu itu berbenturan mengakibatkan ledakan yang sangat besar.

DUUUAAARRRR
DUUUAAAARRRR

Akibat ledakan besar itu juga perisai replica shukaku milik Gaara hancur dengan cepat membuat Gaara terlempar jauh dan tubuh Gaara tersetrum listrik bertegangan tinggi membuat pasir tipis yang melapisi tubuhnya hancur seketika dan saat ini Gaara hamper tidak bisa bangun karena petir ini juga berakibat pada beberapa saraf di tubuh Gaara menjadi lumpuh.

Kita tinggalkan sejenak, di arena 200 meter dari gerbang Konoha terlihat 4 orang berjubah hitam dengan aksen merah bergerak dengan cepat menuju ke Konoha. Mereka adalah Akatsuki dan mereka adalah Deidara, Sasori, Itachi, dan Nagato. Jika kalian bertanya kenapa mereka bergerak menuju Konoha karena itu perintah ketua mereka Yahiko (di sini Yahiko masih hidup da dia jadi ketua Akatsuki sementara Nagato jadi wakil ketuanya) untuk menangkap Ichibi yang berada di Konoha dan lagi kenapa harus empat orang yang bergerak. Karena jika ada kesempatan untuk membawa Kyuubi mereka juga akan membawanya juga persiapan untuk berhadapan dengan Shinobi Konoha.

"Itachi berapa lama lagi kita sampai di Konoha?" Tanya Nagato

"Di depan sudah gerbang Konoha jadi bersiaplah" jawab Itachi dan benar di depan sudah gerbang Konoha. Dan mereka segera bersiao untuk menghabisi penjaga gerbang serta memporak porandakan Konoha.

Kembali ke pertarungan Gaara vs Yuuto, Gaara saat ini sudah kembali bangkit lagi walaupun dengan tubuh terhuyung huyung. Gaara dengan kondisinya yang sekarang berusaha untuk membuat segel tangan dengan cepat dan berucap pelan.

"Sabaku Kyu"

Pasir dalam jumlah banyak segera menyelimuti tubuh Yuuto hingga seluruh tubuhnya tertutuoi oleh pasir Gaara yang sangat banyak dan tebal, meras usahanya berhasil Gaara kembali membuat segel tangan tapi sebelum segel tangan Gaara selesai sebuah teriakan muncul dari penjara pasirnya di sertai dengan hancurnya pasir yang mengurung Yuuto.

"Raiton: Kaminari Saji"

Gelombang petir yang sangat besar menghancurkan pasir pengurung di tubuh Yuuto tapi gelombang itu tak berhenti sampai di situ tapi terus bergerak hingga mengenai tubuh Gaara dan membuat Gaara mengeluarkan teriakkan yang memilukan.

"AAAARRRRRRGGGGHHH"

Setelah itu Gaara berusaha kembali bangun tapi tiba tiba tiga buah laba laba kecil hinggap di bahu Gaara membuat semua orang bingung dan tiba tiba terdengar suara teriakan yang membuat laba laba itu meledak

"Katsu"

DUUUAAAARRRR DUUUUAAAAARRR DUUUUAAAAARRRR

Ledakan yang sangat besar terjadi dan hal itu menyebabkan Gaara pingsan dengan luka yang sangat parah dan orang yang meledakan itu segera turun dan membawa Gaara terbang dengan burung putih yang di tungganginya. Semua di sana mengetahui mereka sebagai Akatsuki, Hokage bergerak cepat dan menyuruh semua pasukan Anbu serta Jounin untuk mengejar orang itu tapi mereka di hadang oleh orang yang tubuhnya seperti boneka lalu dari tengah desa mereka mendengar banyak ledakan yang membuat Hokage bingung tapi kebingungannya segera tersadar saat Naruto menyadarkannya.

"Tou-san dengarkan aku, sekarang suruh beberapa ninja Anbu dan Jounin untuk mengejar orang yang membawa Gaara dan anggota teamku Yuuto juga Tou-san akan ikut karena dia pengguna Bakuton dan harus di waspadai. Lalu untuk orang itu kerahkan beberapa ahli ninjutsu jarak jauh dan perintahkan juga Kankurou sebagai master kugustu Suna. Lalu sisanya dan aku akan ikut aku ke tengah desa" jelas Naruto, Minato hanya mengangguk dan melakukan perintah anakknya.

"Aku serahkan semua padamu Naruto"

Kata Minato sebelum pergi mengikuti perintah Naruto. Sebelum mereka pergi Naruto juga sudah member perintah pada teamnya sehingga semua terorganisir. Bahkan seorang Sasuke yang masih dalam keadaan belum sembuh sepenuhnya juga ikut membantu ke tengan desa.

Sesampainya mereka di tengah desa, mereka hanya kaget saat desa sudah porak poranda dengan munculnya kuchiyose badak besar dan anjing berkepala tiga dan yang mengendalikannya adalah orang dengan rambut merah dan bermata rinnegan sementara di sisi lain terlihat seorang yang sangat familiar bagi mereka dan dia adalah Itachi dengan Susano'onya yang tengan menghancurkan desa Konoha. Mereka membagi tugas untuk melawan akatsuki itu. Dan karena keinginan Sasuke sendiri dia sekarang melawan Itachi sementara Naruto melawan Nagato dan ninja sisanya mengevakuasi warga Konoha.

[ Naruto vs Nagato ]

"Hey kau wajah aneh, cepat hentikan perbuatanmu" teriak Naruto pada Nagato

"Tidak akan bocah bodoh" balas Nagato

"Kau… dari clan Uzumaki bukan? Tapi kenapa kau bergabung dengan Akatsuki?" terka Naruto.

"Ini semua kulakukan untuk menciptakan perdamaian melalui rasa sakit dan untuk membalaskan dendam kematian orang tuaku pada shinobi Konoha" jawab Nagato lalu menyuruh kuchiyose badak dan anjingnya menyerang Naruto. Naruto yang sebelumnya sudah berkonsentrasi mengumpulkan energi alam kini sudah mengaktifkan Sage Modenya, badak kuchiyose semakin mendekat tapi Naruto menahan lajunya dengan kedua tangannya lalu melempar badak ke langit setelah itu Naruto mengejar ketinggian badak lalu menendangnya dengan keras ke bawah hingga terpental dan menghilang menjadi kepulan asap. Dan Naruto kembali menapak di tanah.

Sekarang anjing berkepala tiga yang menyerang naruto tapi dengan sekali pukulan Naruto yang sudah teraliri banyak chakra membuat anjing kepala tiga itu terpental dan berubah menjadi kepulan asap. Kini Nagato dan Narutosaling bertatapan tajam dan memasang kuda kuda. Nagato mengarahkan kedua tangannya ke Naruto dan berubah menjadi mekanik yang akan menembakan dua misil.

"Shurado: Flaming Arrow Missiles"

Kedua tangan Nagato menembakan dua misil ke Naruto yang bergerak dengan cepat, mau tak mau Naruto harus menghindar maka dia berlari menjauh tapi kedua misil tersebut seakan mengikuti gerakannya. Merasa tak ada gunanya berlari Naruto segera berbalik badan dan merapal segel tangan lalu berteriak.

"Fuuton: Tate no Kaze"

Perisai angin transparan tercipta di hadapan Naruto dan saat misil tersebut sampai dan mengenai perisai Naruto langsung saja kedua misil itu menghasilkan ledakan yang sangat besar.

DUUUAAARRR
DUUUUAAAARRR

Setelah ledakan berakhir Naruto dengan Azure kunai di tangan kanannya segera melesat ke Nagato tapi ketika dekat dengan Nagato, dia segera merentangkan kedua telapak tangannya kedepan dan mengucapkan nama jutsunya bahkan tanpa memakai segel tangan.

"Shinra Tensei"

Sebuah kekuatan yang tak terlihat dan sangat kuat menghantam Naruto hingga membuat Naruto terpental jauh dan menabrak sebuah bangunan hingga hancur berkeping keping.

BUUUMMM
BRRAAAAKKK

Naruto terlihat mencoba bangun dan menyingkirkan puing puing bangunan yang menimpa tubuhnya. Setelah itu Naruto berusaha bangun dan kembali menerjang Nagato lalu ketika sudah dekat dia melempar Azure kunainya ke Nagato. Nagato yang melihat segera menunduk menghindar kemudia akan melihat ke Naruto tapi di sana yang terlihat hanya percikan cahaya biru. Ternyata Naruto sudah muncul di belakang Nagato dan menendang punggungnya dengan sangat kuat, Nagato yang tidak siap akhirnya terpental cukup jauh walaupun begitu dia masih bisa menyeimbangkan tubuhnya dan kembali berdiri dengan tegap.

Naruto tak menyia-nyiakan kesempatan langsung berlari ke Nagato tapi Nagato hanya mengarahkan tangan kanannya ke depan dan memfokuskan chakranya pada pergelangan tangannya, melihat Naruto semakin mendekat Nagato meluncurkan pergelangan tangannya yang bergerak bagai roket berkecepatan tinggi kearah Naruto.

"Shurado: Kaiwan no Hiya"

Naruto melihatnya tak tinggal diam dia langsung loncat tinggi dan menekan pergelangan tangan itu ke bawah hingga menancap di tanah. Kemudian setelah itu Naruto kembali menerjang Nagato sambil memegang Azure kunainya, Nagato tak mau kalah langsung mengambil seperti sebuah batangan besi tajam berwarna hitam dari balik jubahnya. Ketika sudah dekat Naruto berusaha menebaskan kunainya ke Nagato tapi semua usahanya dapat di tangkin Nagato menggunakan besi hitamnya.

TRAAANKKK TRAAANKKK TRAAANNKKK TRAAAANNKK

Semua usaha Naruto gagal dan saat dia lengah Nagato mengarahkan telapak tangan kirinya ke dada Naruto dan menggumamkan nama jutsunya.

"Shinra Tensei"

Dengan gumaman itu Naruto terkena serangan tak terlihat dari Nagato dan terlempar sangat jauh sampai menabrak tiga bangunan hingga ketiganya hancur berkeping-keping. Nagato merasa cukup puas akan hasil kerjaannya. Tapi tak lama setelah itu puing puing bangunan seakan terlempar ke atas dan memperlihatkan Naruto yang sedang terbang menggunakan sayapnya yang berbeda warna, abu-abu dan biru, yangbternyata itu adalah kemampuan khusus Sage Modenya

"Senpo: Tsubasa Shin"

Naruto terbang dengan cepat ke Nagato lalu menghilang dalam kilatan biru karena saat sedang beradu senjata dia sempat menanamkan fuin Azure no Jutsu. Nagato melihat Naruto terbang dan segera menghilang dalam kilatan biru hanya bingung mencari tempat dimana Naruto muncul, Nagato lengah dan Naruto muncul di kirinya lalu meninju pipi kirinya dengan tangan kanan berisi chakra membuatnya terlempar jauh dan menabrak bangunan hingga hancur.

.

BRAAAAAKKK

BRUUUKKK

.

Nagato berusaha bangun dengan susah payah karena pukulan yang dia terima bukan pukulan biasa tapi pukulan dengan chakra yang sudah terkumpul sangat banyak di tangan Naruto. Dia bangun lalu menerjang Naruto sambil mengarahkan kedua telapak tangannya dan memakai jutsu lainnya.

"Bansho Ten'in"

Kekuatan yang tidak terlihat milik Nagato kali ini menarik tubuh Naruto dengan kuat dan membuat Naruto tak dapat menghindar dan sampai di dekat Nagato dia menghindar merasakan sakit yang amat sangat saat perutnya tertusuk oleh besi Nagato.

JLEEEEEBBB

Naruto memuntahkan darah segar yang cukup banyak dari mulutnya juga bagian yang tertusuk mengeluarkan darah dalam jumlah yang banyak pula lalu dengan luat Nagato melempar Naruto sedikit ke atas dan mengarahkan telapak kanannya ke dada naruto.

"Tendo: Shinra Tensei"

Kekuatan tak terlihat yang lebih kuat dari sebelumnya menghantam tepat di dada dan membuat Naruto terlempar amat sangat jauh dan memuntahkan banyak darah segar dari mulutnya dan menghantam tanah dengan keras. Dengan tenaga tersisa Naruto berusaha bangun dan kembali terbang lalu merapal sebuah segel tangan yanga sangat cepat dan mengucapkan nama jutsunya.

"Senpo: Tetsu no Hane no Dangan"

Sayap Naruto berubah menjadi sekeras besi dan menembakan bulu bulunya yang sekeras besi dan setajam belati sebanyak ratusan kearah Nagato tapi Nagato melihatnya hanya menyeringai dan mengarahkan kedua telapak tangannya ke ratusan peluru bulu besi dan mengatakan nama jutsunya.

"Shinra Tensei"

Dengan jutsu itu seluruh peluru besi Naruto tapat di tangkis dan di pentalkan dengan mudah oleh Nagato, sementara Naruto merasa kekuatannya sudah habis segera jatuh ke tanah dengan Sage Mode yang sudah non-aktif dan sayapnya yang sudah menghilang. Nagato kembali menyeringan dan berjalan ke Naruto tapi sebuah serangan dan teriakan harus membuatnya menjauh.

"NAARRRUUUUUTTTTOOOO!"

"Hari Jigoku"

Yang ternyata dia adalah Jiraiya yang langsung menembakan jarum jarum rambut putihnya kearah Nagato memaksa Nagato harus mundur ke belakang.

"Nagato, kenapa kau melakukan semua ini?" teriak Jiraiya dengan lantang.

"Kau tidak perlu tahu Jiraiya-sensei" jawab Nagato seraya member kode ke Itachi dan menghilang. Tak mau berlama lama di sana dan membiarkan Naruto terluka semakin parah segera menggendong Naruto dan membawanya ke tempat pengungsian warga Konoha untuk segera di obati oleh tsunade di sana.

[ Sasuke vs Itachi ]

Ketika sampai di tempat Itachi, Sasuke hanya terperangah kaget melihat kakaknya memakai jutsu terkuat clan uchiha yaitu Susano'o dan lagi Susano'o Itachi sudah sangat sempurna di bandingkan dengan miliknya. Itachi melihat kedatangan Sasuke hanya tersenyum tipis dan menyapa Sasuke dengan sarkastik.

"Lama tak berjumpa Otouto" kata Itachi

"Apa mau mu Itachi?" Tanya Sasuke berteriak.

"Heh tentu saja aku sudah bergabung dengan Akatsuki dan akan menghancurkan Konoha sekarang" jawab Itachi

"Akan ku bunuh kau Itachi!" teriak Sasuke. Dengan cepatnya Sharingan sasuke aktif dan berubah dengan sendirinya ke bentuk Mangekyou Sharingan miliknya dan dengan kemarahannya sekarang terbentuklah Susano'o-nya dengan bentuk yang sangat sempurna (itu lho bentuk sempurna Susano'o Sasuke).

Mereka berdua saling beradu dengan kekuatan susano'o, dua kekuatan dewa beradu di tanah Konoha ini. Pertarungan dua kakak beradik Uchiha dan ini sempat sempatnya di lihat oleh beberapa chuunin dan Anbu Konoha, mereka memandanginya dengan tatapan yang sangat kagum dan terperangah. Mereka masih seimbang sampai kedua Shinobi itu merapal sebuah segel tangan cepat secara bersamaan dan bersamaan pula meneriakan nama jutsunya.

"Katon: Goka Mekkakyu no Jutsu"

"Katon: Goka Messhitu no Jutsu"

Kedua jutsu itu di semburkan oleh kedua kakak beradik Uchiha yang di semburkan Sasuke berupa dinding api besar yang terus bergerak dan di selimuti lapisan keunguan dari badan Susano'o Sasuke sedangkan semburan api milik Itachi memanjang bagaikan tombak dan sama seperti Sasuke, semburan api Itachi di selimuti lepisan kemerahan milik Susano'o Itachi. Kedua jutsu itu berbenturan dan menghasilkan ledakan serta menaikan tensi udara panas yang ada di sana.

DUUUAAARRR
BLLLLAAAAAMMMM

Ledakan besar itu mengakibatkan daerah di sekitar area pertarungan Itachi dan Sasuke terbakar oleh api bekas ledakan dari benturan dua jutsu api tingkat tinggi yang di lancarkan Sasuke dan Itachi. Itachi menyeringai dan merubah matanya menjadi Eternal Mangekyou Sharingan yang telah ia dapatkan (bentuknya kyk MSnya Cuma sudut dari cabang ada enam) dan EMS miliknya berputar dengan cepat seraya dia mengatakan nama jutsunya.

"Amaterasu"

Api hitam yang di selimuti lapisan kemerahan dari Susano'o Itachi menjalar ke tanah dan berusaha akan membakar Susano'o Sasuke, tapi di saat yang bersamaan Sasuke juga meneriakan nama jutsu yang sama dengan Itachi.

"Amaterasu"

Sama seperti Itachi, api hitam Sasuke terlapisi oleh lapisan keunguan Susano'o miliknya dan menjalar juga melalui tanah dan akhirnya kedua jutsu itu bertabrakan dan saling membakar satu sama lain dan akhirnya pun berakhir.

Sasuke dan Itachi kembali merapal segel tangan dengan cepat dan kembali sama sama meneriakan nama jutsu mereka masing masing.

.

"Yasaka no Magatama"

"Enton: Magatama"

.

.

.

Apakah yang akan terjadi jika kedua jutsu Susano'o tingkat atas milik Susano'o Sasuke dan Susano'o Itachi berbenturan dan beradu. Lalu apa yang terjadi di bagian pengejaran Gaara yang di bawa oleh Deidara dan di pimpin Yondaime Hokage dan apa yang terjadi di arena pertarungan Sasori yang berhadapan dengan Jounin elite Konoha dan master kugutsu Sunagakure, Kankurou. Tunggu lanjutannya di chapter selanjutnya

TO BE CONTINUED

.

.

.

.

.

.

A/N : Ahay akhirnya chapter 4 selesai, haha gomen yah kalo adegan pertarungan Itachi dan Sasuke saya cut. Dan di chapter depan full pertarungan Sasuke vs Itachi, Deidara vs Team Pengejar, dan Sasori vs Kankurou dan ninja Konoha. Kalau kalian bertanya kenapa pas lawan Nagato Naruto keliatannya lemas bgt soalnya kn baru beberapa saat Naruto baru bertarung sama org sekelas Menma yang cukup kuat dan harus ngelawan Nagato lagi pastinya kelelahan dong. Dan lagi walau Naruto kuat tapi kalo harus ngelawan buat pengguna rinnegan pastinya juga akan sangat kesusahan. Jadi sabar dulu yah buat para readers untuk menunggu chapter selanjutnya. Seperti biasa akhir kata saya mohon minta saran, kritik, komentar, melalui.

REVIEW

REVIEW

REVIEW

REVIEW

REVIEW

.

.

.

.

.

.

WIND HYPERION LOGOUT