The Truth
by. Haraush (ShnNata)
Detektif Conan Aoyama Gosho
Magic Kaito Aoyama Gosho
DCMK Hanya milik Aoyama Gosho-sensei author hanya meminjam charanya oke
WARNING
SHONEN AI, BOYS LOVE, TRANSGENDER UNTUK PENYAMARAN, TYPO PARAH, INTINYA ABAL ABALAN, HANYA UNTUK ASUPAN FUJO KAISHIN WKWK
GAK SUKA? JANGAN DIBACA OKE
"hahh... hahhh..."
Shinichi berlari sejauh kakinya melangkah, ia berusaha kabur dari orang-orang yang menggunakan pakaian serba hitam. Masih segar diingatannya, kedua orang tersebut berusaha memberikan racun kepadanya untung saja ada orang yang tiba-tiba saja mengusik konsentrasi mereka berdua. Shinichi menggunakan kesempatan itu untuk segera kabur.
Kakinya membawa shinichi kerumah tetangganya yang seorang ilmuan, professor Agasha.
DUK DUK DUK
"PROFESSOR!" Shinichi mengetuk? Lebih tepatnya memukul pintu tetangganya. "PROFESSOR!"
Pintu terbuka. Menampakkan sosok pemilik rumah.
"Shinichi-kun, ada apa?" Wajah heran terpantri di wajahnya.
"Izinkan aku masuk professor... hahh.. hah..." Tubuh nya tiba-tiba oleng dan ambruk.
"SHINICHI-KUN!"
Pagi menyapa, Shinichi berusaha membuka matanya. Kepalanya berdenyut nyeri, ia menatap sekelilingnya.
'dimana aku?'
"Ah, kamu sudah sadar Shinichi." Professor Agasa meletakkan bubur beserta air di nakas, "Kamu tiba-tiba pingsan tadi malam, sebenarnya ada apa?"
Shinichi berusaha duduk, ia menyamankan posisi duduknya.
"Aku hampir diracuni, professor.." Matanya menerawang kosong, "Untung saja aku dapat lolos dari mereka berdua." Shinichi melanjutkan ceritanya, dan Professor Agasha mengengguk paham.
"Sepertinya mereka akan mencarimu Shinichi-kun,"
"Apa yang harus aku lakukan Professor?"
Shinichi mulai memikirkan hal-hal yang terburuk yang mungkin saja memang akan menjadi jalanan takdirnya. Mungkin ia akan di bunuh dan dibinasakan? Siapa yang tahu bukan?
"Kau harus bersembunyi Shinichi-kun!"
"Bagaimana?" Shinichi menatap professor Agasha "Aku tidak mungkin pergi menyusul orang tuaku di Amerika, publik akan menanyakan dimana detektif terkenal Shinichi Kudou, dan orang tuaku dalam bahaya professor,"
Professor Agasha memasang pose berpikir. Dan seketika ia mendapatkan ide.
"Kamu akan bersembunyi sementara ... dan kamu harus..."
MENJADI PEREMPUAN?! YANG BENAR SAJA!
Pekik Shinichi di dalam hati, saat ini ia sedang dalam perjalanan menuju sekolahnya untuk sementara selama ia menyamar. SMA EKODA.
Professor Agasha, sudah menyewakan apartemen di Ekoda, dan ia tak lupa mengabarkan hal tersebut kepada kedua orang tua Shinichi. Sedangkan mengenai Ran? Shinichi mengabarkan saat ini ia sedang menyelesaikan kasus yang sangat sulit dan memerlukan waktu untuk kembali. Gadis itu memaklumi dan tersenyum melepas kepergian Shinichi.
Shinichi merapikan wignya dengan kesal, ia menggunakan kacamata untuk menyamarkan wajah detektif terkenalnya itu. Baiklah izinkan author menggambarkan sosok Shinichi saat ini.
Ia menggunakan rambur sebahu dengan warna coklat tak berbeda jauh dengan rambut aslinya, lalu untuk menyamarkan wajahnya ia menggunakan kacamata – mirip dengan kacamata conan oke-, dan jangan lupa pakaian SMA wanita. Sampai sini kalian dapat membayangkannya kan?
Shinichi sudah sampai di SMA barunya, laki-laki itu berjalan menyusuri Lorong menuju ruang guru. Dengan wajah kesal, ia berusaha membuat wajah natural seperti perempuan.
"Ano... permisi..." Ia membuka pintu.
"Ah! Kamu pasti Edogawa-san!"
"Ha'I watashi desu..." Shinichi tersenyum simpul dan membungkuk pelan.
"Baiklah perkenalkan Fujime Kanzaki, guru bahasa Inggris dan sekaligus saya wali kelasmu," Wanita itu tersenyum, ah perawakan wali kelas baik ternyata. "baiklah, ayo kita kekelas sebentar lagi jam pelajaran dimulai!"
"Mohon bantuannya, sensei..."
Shinichi mengikuti Fujime, ia berusaha untuk tidak terlalu bertingkah mengundang kehebohan di sekolah ini. Mereka berjalan menuju kelas 2B. Ah tentu kalian taukan kelas siapa xixiixixi.
Wanita itu membuka pintu dengan keras, ia mendengar keributan didalam sana.
"BAKAITO!!!"
"KEKEKE HARI INI WARNA MERAH YA!"
Fujime menatap jengah, hampir setiap hari ia mendengar keadaan kelasnya seperti ini. Harap sabar Fujime-san. Wanita itu menghentak keras meja di depannya.
DUAK!
"Kuroba Kaito! Nakamori Aoko! Kembali ke meja kalian!!" Bentaknya.
"SENSEI LIHAT KELAKUAN KAITO!" Aoko melayangkan pel kearah Kaito, namun laki-laki itu menghindar dengan gesit.
"HEY BUKAN SALAHKU," Kaito menghindar lagi, "Hari ini kau yang terlalu lengah, AHOKO!"
Fujime memukul pelan kepalanya, ia Lelah, menghentikan dua orang pengundang keributan dikelasnya sama saja membuang tenaganya.
"Maaf, Edogawa-san," Fujime membungkuk pelan, ia merasa malu. "Padahal ini hari pertamamu masuk sekolah,"
"iiee, daijoubu Fujime-sensei..." Shinichi tersenyum tipis.
"WOHOOOO ADA MURID BARU!!!"
Satu kelas heboh. Kaito dan Aoko yang sempat melanjutkan duel mereka, berhenti saat mendengar teman-temannya mulai berteriak.
"Tenang semua!" pekik Fujime-sensei.
Kaito yang melihat Shinichi dengan penyamarannya tentu saja, mendekati pemuda? Eh gadis tersebut dan mulai menggunakan sulapnya, mengeluarkan bunga mawar biru dan tersenyum lebar.
"Ore Kuroba Kaito, Yoroshiku na!"
"OY KAITO KAU CURANG!!!"
"KUROBA-KUN MENCURI START DULUAN!!"
Shinichi menatap horror. ADA APA DENGAN LAKI-LAKI INI!!! Curhatan hati Shinichi Kudou.
"Kuroba-kun kembali ketempat dudukmu." Perintah Fujime-sensei. Shinichi yang canggung mengambil bunga mawar tersebut, agar laki-laki di depannya ini enyah dari pandangannya. Jujur saja saat ini Shinichi berusaha keras menyembunyikan rona merah di wajahnya. Ia malu!
"Ha'i-Ha'I sensei..."
Kaito kembali ketempat duduknya. Merasa kelas kembali kondusif, Fujime-sensei mempersilahkan Shinichi untuk memperkenalkan dirinya.
"Hajimemaste, Edogawa Conan, Yoroshiku!" Shinichi membungkuk sopan.
"Yoroshiku Edogawa-san!" Balas satu kelas dengan ramah.
"Baiklah, Edogawa-san, kamu duduk di samping Nakamori Aoko, gadis yang mengangkat pel tadi"
Shinichi berjalan pelan dan duduk disamping Aoko.
"Yoroshiku, Nakamori-san" Shinichi berusaha ramah. Ah, gadis ini mirip sekali dengan Ran! Batin Shinichi
"Yoroshiku, Edogawa-san!" Aoko tersenyum cerah, "Kamu bisa memanggilku Aoko!"
"Ha'i..." Shinichi tersenyum menyembunyikan kebodohannya yang berusaha akrab dengan gadis di depannya ini. "Panggil saja aku Conan!"
"UM!"
Pelajaran dimulai, bersamaan dengan kehidupan Shinichi sebagai perempuan. Tentu saja menyamar.
TBC...
AKHHHH BAGAIMANA CERITANYA MINNA-SAN!
Jujur Hara mengetik dengan gemas apa lagi membayangkan Shinichi dengan versi wanitanyaaaa... Maaf untuk prolog hanya sedikit na, menjelaskan secara singkat doang :' huhuuu...
Semoga selanjutnya bisa lebih baik!
Btw ini fanfic Hara yang pertama kali Hara tulis untuk DCMK. Ugh! Nata sangat bersemangat menulisnya! Semoga kalian suka nde!
BTW Lagi ff ini juga aku publish di wattpad (ShnNata) sapa aku juga disana neee
