The Truth

by. Haraush (ShnNata)

Detektif Conan Aoyama Gosho

Magic Kaito Aoyama Gosho

DCMK Hanya milik Aoyama Gosho-sensei author hanya meminjam charanya oke

WARNING

SHONEN AI, BOYS LOVE, TRANSGENDER UNTUK PENYAMARAN, TYPO PARAH, INTINYA ABAL ABALAN, HANYA UNTUK ASUPAN FUJO KAISHIN WKWK

GAK SUKA? JANGAN DIBACA OKE


.

.

.

.

.

Shinichi hmm... kita panggil conan aja oke?

Conan menghela nafas Lelah pasalnya ini baru hari ke dua ia bersekolah di sini. Ia melihat ke absurd an kelas ini apa lagi menyangkut Kuroba Kaito dan teman barunya Nakamori Aoko. Conan bersyukur untung saja Kaito Kaito itu tidak ikut mengganggunya, apa kata dunia disaat laki-laki itu melihat ehem... if you know what I mean WKWKWK. Tamatlah riwayatnya.

"Ne.. ne Aoko, kamu lihatkan?"

"UM! Aku melihatnya, Kaito kidkan?" Gadis itu tersenyum kearah temannya, Conan mendengar dengan minat kedua gadis tersebut. "Kali ini dia akan mencuri permata keluarga Suzuki"

Are... keluarga sonoko ka...Batin Conan.

"Ahh... Aku ingin melihatnya!" Pekik Keiko

"Katanya, permata itu akan di pamerkan di museum Beika bagaimana kalau kita kesana?" saran Aoko

"Heee... ide bagus!" Kaito mendekati mereka. "Ne, Edogawa?"

Conan terpekik, gadis itu menatap jengah Kaito. "Maa... mungkin itu ide bagus?" Conan memiringkan kepalanya sedikit, dan ia terlihat imut dengan pose tersebut.

"Jaa... lusa kita kesana!" Aoko memekik senang, "Ah, hampir lupa! besok bagaimana kalau kita ke Shibuya? Ada diskon baju bagus lho!"

"Hontou?" Mata Keiko berbinar, "Ayo ayo kesana! Conan, bagaimana kalau kamu ikut juga?"

"S-sebenarnya aku ada urusan haha..." Conan tertawa garing, ia dalam mode malas sebenarnya.

"Kaito kau harus ikut!" Aoko.

"Tidak! Aku ingin bermalas-malasan besok!" Kaito.

"No.. no.. no.. Kaito wajib ikut!" Aoko.

"hah..." Kaito menghela nafas. "Aku akan ikut jika..." Matanya melirik Conan. "Edogawa ikut dengan kita!"

NANIIII?! Pekik Conan dalam hati. Lelaki ini kenapa harus bawa bawa aku sih!

"Conan-chan..." Mata Aoko berbinar memohon.

Conan menghela nafas, ia tidak bias menolak. "Baiklah.."

"YEYYY!!!"


.

.

.

.

.

Mereka berempat berjanji akan berkumpul di rumah Aoko besok. Conan yang pasrah dengan keadaannya berjalan menuju kearah apartemennya. Gadis itu terhenti melihat Aoko dan Kaito yang dari tadi memanggil Namanya.

"Conan-channn..." Aoko melambai sambal berlari, di belakangnya ada Kaito yang berlari malas. Ah, laki-laki itu...

"Ne, Aoko?" Conan menatap bingung.

"Kita pulang bareng ne?" Aoko menarik tangan Conan. Gadis itu terlihat bahagia. "Kau tinggal dimana Conan-chan?"

"Um," Conan berpikir sejenak, "Aku tinggal di apartemen tak jauh dari sini.."Ia tersenyum, berusaha ramah.

Oee... oee... terlalu dekat!!Batin Conan menjerit.

Kaito mengikuti kedua gadis itu, yang terlihat asik berbincang berbagai macam hal, Kaito memikirkan cara untuk mencuri permata 3 hari yang akan datang. Ah, kalian taukan siapa laki-laki ini? Wkwk. Kaitou kid.

Kaito menatap aneh di balik poker facenya, Edogawa Conan, ia terlihat risih.

Mungkin dia tidak terbiasa diajak bicara batin Kaito.

"Ah, ini apartemenku," Conan berhenti di depan Gedung apartemen sederhana. "Terima kasih sudah menemaniku," Conan membungkuk.

"Sama-sama Edogawa, tak perlu sungkan seperti itu!" Kaito menjawab riang.

"Maaf merepotkan," Conan.

"Eum.." Aoko menggeleng. "Rumah kami tidak jauh dari sini Conan-chan," Aoko memeluk Conan.

Oee oee Conan tersipu. Ayolah dia laki-laki!

"Sampai jumpa besok, Conan-chan! Jangan lupa besok! Jaa..." Aoko melambai.

"Dasar Ahoko," gumam Kaito kesal, "Kalau begitu, sampai jumpa Edogawa,"

Kedua pembuat onar itu pergi, meninggalkan Conan yang menatap Lelah mereka. Conan memasuki Gedung Apartemen dan melangkahkan kakinya ke apartemen nomor 4. Kebetulan Apartemennya berada di lantai 2, ia melihat Aoko dan Kaito yang terlihat berdebat. lagi.

Di dalam apartemennya, Conan melemparkan tas dan wig yang ia kenakan. Ia sudah gerah! Conan juga melepaskan kalung yang merupakan alat perubah suara yang dibuat Profesor Agasa.

"Untung alat ini membantu penyamaranku," Dengus Conan. "Aku tidak buruk juga menyamar, apa ini bakat dari kaa-san ya?" Conan menatap kearah cermin yang memperlihatkan dirinya menggunakan pakaian wanita.

Heum tidak buruk batinnya.


.

.

.

.

.

Keesokan harinya, Conan merapikan wig yang digunakannya selama perjalanan menuju rumah Aoko. Gadis itu sudah memberikan alamat rumahnya tadi malam. Saat ini, ia sedang menggunakan kemeja biru dengan garis hitam dan rok jean.

Kenapa harus rok sih?! Conan mendecih kesal. Ia hanya melihat tutorial outfit di yutub dan untuk menyempurnakan penyamarannya ia harus menggunakan rok. Sebenarnya youtuber tersebut tidak mewajibkan ya... demi penyamaran sempurna kenapa tidak?

Conan sampai di depan rumah modern 2 lantai yang di depan pagarnya terdapat nama 'Nakamori'.

Ah ini rumahnya.. batin Conan.

"Aoko!" Teriak Conan memanggil Aoko.

Tak berapa lama seorang laki-laki, Kaito, membuka pintu rumah Aoko.

"Edogawa, kau sudah datang, masuklah!" Kaito mempersilahkan Conan masuk.

Conan masuk dengan tenang, gadis itu tersenyum tipis melihat Aoko. Ia berusaha menyesuaikan tingkah laku perempuan. Conan mendekati Aoko dan Keiko. Ia melambaikan tangan ramah.

"halo~"

"Yahoo Conan," Sapa Keiko

"Ah, Conan akhirnya datang juga, yosh semua sudah berkumpul, ayo kita berangkat!" Aoko berdiri senang.

"Jangan lupa bawa payung, menurut ramalan cuaca hari ini akan hujan," Keiko.

"Aku lupa bawa..." Conan bercicit sesaat setelah ia memeriksa totebag yang dibawanya.

Kaito datang, ia memunculkan payung dengan sulapnya yang mengeluarkan asap tipis. Pow. Payung merah muda muncul.

"Ini untukmu Edogawa" Kaito tersenyum ramah.

Oee... kenapa harus merah muda batin Conan.

"A-arigatou, Kuroba.." Conan menerima payung yang diberikan Kaito dengan canggung. Tentu saja, ia diperlakukan seperti perempuan.


.

.

.

.

.

Mereka berempat berjalan sambil bercanda tawa, Kaito dan Aoko berada di depan sedangkan Conan dan Keiko berada di belakang mengikuti mereka berdua. Di perempatan tiba-tiba hujan turun, gerimis, mereka cepat cepat membuka payung yang mereka bawa.

"Untung saja kan!" pekik Keiko senang.

Mereka menyebrang dan kembali asyik berbincang. Conan hanya mengamati sesekali tertawa kecil.

"Shinichi! Shinichi!"

Ran...

Conan berusaha mencari asal suara itu dan ia menemukan Ran dan Sonoko yang menatap kearah mereka berempat pergi.

Itu Ran... Kenapa dia memanggilku?

"Ada apa, Conan?" Keiko.

"Eum, tidak apa-apa, ayo kita susul Aoko dan Kuroba."

Sedangkan...

"Aku yakin melihat Shinichi, Sonoko" Ran menatap sendu ke sebrang jalan. "Dan dia tidak menatapku sama sekali..."

"Mungkin orang lain yang kau lihat Ran!"

Ran menatap Sonoko, dan tersenyum tipis. Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan mereka.


.

.

.

.

.

Mereka berempat berjalan menyusuri pertokoan yang ada di Shibuya, hanya Aoko dan Keiko yang menikmati acara tersebut sedangkan Conan dan Kaito hanya mengikuti mereka saja. Seperti itukan laki-laki saat menemani teman perempuannya belanja?

Conan menatap bosan, ia melihat jam tangan yang di berikan professor Agasa kepadanya, tentu saja penemuan barunya.

"Bagaimana kalau kita menunggu di taman?" Kaito.

"Eh?" Conan menatap Kaito bingung.

"Ayo Edogawa," Kaito menarik tangan Conan seenak jidatnya.

Tu-tungguu!!! Pekik Conan dalam hati.

Mereka berdua berjalan beriringan, beruntung hujan sudah reda, sesampai di taman mereka melihat anak-anak yang ramai bermain air dan beberapa orang yang duduk beristirahat.

"Di sinikan enak," Gumam Kaito sambil melemaskan badannya. Seperti orang tua aja. "Naa, Edogawa!"

"Iya..." gumam Conan.

Kaito berjalan meninggalkan Conan yang terduduk di kursi taman yang sudah ia keringkan. Lelaki itu mendekati anak-anak yang senang bermain dan terlihat berbincang riang, ia menunjukkan sulap yang ia miliki. Dan semua orang terhibur melihat apa yang laki-laki itu lakukan, tak terkecuali Conan.

"Dia berbakat juga.."

Kaito terlihat berbisik ke anak-anak kecil yang ia hibur tadi, sambil menunjuk dirinya. Conan menatap tajam yang sedang dilakukan laki-laki itu. Tak berapa lama anak-anak itu berlari kearahnya sambil membawa bunga mawar biru.

"Onee-san! Ini bunga untuk one-san..." Mereka memberikan bunga-bunga itu ke Conan.

"A-arigatou.." Conan tersenyum kecil sambil tersipu. Dasar perayu ulung! Bisiknya dalam hati sambil menatap tak terima kearah Kaito. Dan ia menikmatinya sedikit.

Drrrt... Drrrt... Drrrt...

Untuk : Edogawa Conan

Conan-chan, kalian dimana? Kaito bersamamukan? – Aoko

Untuk : Nakamori AokoKami di taman. Kalian dimana? – Conan

Untuk : Edogawa Conan

Kami ada di restoran ramen dekat taman, kalian kemarilah! – Aoko

Untuk : Nakamori AokoBaiklah – Conan

Conan memasukkan hpnya ke dalam saku jaket. Ia berjalan mehampiri Kaito yang masih asik dengan pertunjukkan sulap kecilnya.

"Kuroba, kita di cari Aoko" Ucapnya.

"Ah benarkah?" Kaito menatap Conan sejenak dan kembali memfokuskan diri ke penonton ciliknya "Sepertinya pertunjukkan kecil pesulap Kuroba Kaito sudah berakhir, sampai jumpa lagi!"Ucapnya sambil tersenyum lebar. Kaito melambaikan tangannya, dan berjalan menyusul Conan.

"Sampai jumpa, Onii-san, Onee-san!" Lambai anak anak.

Mereka berdua berjalan beriringan. Tanpa berbicara sama sekali. Conan malas sebenarnya, apa lagi setelah kejadian pemberian bunga mawar masal tadi, ia sudah membuang bunga-bunga itu ke sampah. Kaito bodo amat melihat kelakuan Conan.

Tochi Ramen.

Conan membuka pintu restoran itu. Dan ia melihat Aoko yang melambaikan tangan kearah mereka.

"Conan-chan sini!!" Aoko.

Conan langsung berjalan ke meja Aoko dan Keiko diikuti Kaito di belakangnya, dan gadis itu langsung duduk di samping Keiko, ia sudah berpesan ke Aoko untuk memesankan kopi hitam sebelumnya.

"Lihat-lihat Kaito!" Aoko menarik paksa Kaito. "Kudou Shinichi mirip sekali dengan mu ..."

Conan memperhatikan wajah Kaito dan membandingkannya dengan wajahnya di tv. Dan ia mengengguk paham kenapa tiba-tiba Ran memanggil Namanya, padahal saat ini ia sedang menyamar sebagai wanita.

"Menikmati hari ini, Edogawa?" Kaito tersenyum kecil.

"Hmm..." Conan menyesap kopinya, "Lumayan..."


TBC~


Oke~

Hara update lagi nde~

btw sayang sekali ya di fanfic tidak bisa menambahkan gambar :( Padahal Hara kemarin selesai menggambar Conan ver perempuan, dan jika kalian ingin melihat bagaimana sih gambaran Shinichi aka Conan di fanfic ini. Kalian dapat mengunjungi akun Hara (ShnNata) judulnya sama dengan yang difanfic, disana Hara memberikan bonus gambaran yang baru Hara gambar berkaitan dengan fanfic ini~

.

kalau begitu sampai jumpa next time~ oh ya! Hara bakalan update kelanjutannya barengan dengan yang di wattpad doakan Hara gak terkena writer block ya!seeyaa~