The Truth

by. Haraush (ShnNata)

Detektif Conan Aoyama Gosho

Magic Kaito Aoyama Gosho

DCMK Hanya milik Aoyama Gosho-sensei author hanya meminjam charanya oke

WARNING

SHONEN AI, BOYS LOVE, TRANSGENDER UNTUK PENYAMARAN, TYPO PARAH, INTINYA ABAL ABALAN, HANYA UNTUK ASUPAN FUJO KAISHIN WKWK

GAK SUKA? JANGAN DIBACA OKE


.

.

.

.

.

.

Conan mengetuk jarinya bosan, ia berada disalah satu cafe yang ada di kota Beika, tentu saja dengan teman barunya, Aoko dan Kaito.

Oee... Oee... Kenapa aku harus mengikuti mereka berdua

"Beruntung kita punya akses masuk ke museum" Aoko tersenyum senang, "Tou-san akan senang memakan bekal yang aku bawa,"

"Tentu saja!" Kaito terlihat senang.

Laki-laki ini mencurigakan batin Conan. Ia menatap tajam ke arah Kaito, sedangkan laki laki itu hanya menampakkan senyuman lebarnya.

"Ne, Conan-chan, Aoko boleh bertanya?" Aoko.

" Bertanya apa?" Conan.

"Kamu kenapa suka minum kopi? Terlihat tidak wajar..." Aoko.

"Ini tidak wajar?" Conan menunjuk kearah segelas kopi di pegangannya, "selera orang berbeda-beda, Aoko"

"Benar katanya, Ahoko kekeke" Kaito mentertawakan Aoko yang menatap tajam kearahnya.

"Diamlah, Bakaito!".

Ckckck seperti anak kecil saja...

" Nmaa... Bagaimana kita ke museum Beika saja na?" Conan.

"Ayo!" Aoko dan Kaito.

Mereka meninggalkan cafe. Conan hanya mengikuti dari belakang, ia merasa akan mengganggu waktu sejoli di depannya.

Museum Beika berada tak jauh dari cafe yang mereka singgahi. Jadi tidak perlu memakan waktu untuk sampai kesana.

Sedangkan saat ini Museum Beika dijaga ketat oleh kepolisian. Nakamori keibu berteriak memerintahkan bawahannya.

"Pastikan penjagaan kita maksimal! Kaito kid merubah rencananya mencuri hari ini!"

"SIAP!"

.

.

.

.

.

Di museum Beika.

Mereka bertiga masuk dengan santainya, ya karena inspektur yang menangani masalah ini ayahnya Aoko mereka dengan mudah masuk kedalam museum.

Conan menatap kesekelilingnya, ia melihat banyak sekali polisi yang tengah bersiaga, bukannya kaito kid akan mencuri besok hari?

"Ne Aoko..." Conan berbisik di telinga Aoko "Ramai sekali ne.."

"Un! Kata tou-san Kid mengirim pemberitahuan untuk mencuri malam ini"

"Aree... Pencuriannya di percepat?" Kaito menatap mereka berdua dengan poker facenya. "Kaito kid terlihat hebat nee..."

"Bakaito! Kid akan tertangkap malam ini" Aoko terlihat percaya diri.

"Tidak mungkin itu, Ahoko!"

Mulai lagi...

"Tunggu bukankah itu, Kogoro Mouri?" Aoko menunjuk seorang pria yang sedang berdua dengan seorang wanita.

"Heee... Detektif yang lumayan itu?" Gumam Kaito

Ha... Ha... Ha...

Conan menatap datar Kaito. Tunggu! Conan menyadari sesuatu! Kalau ayahnya Ran disini, maka gadis itu..

Yabe.. Ran ada disini!

Conan menyembunyikan dirinya di antara Kaito dan Aoko. Ia menatap tajam Ran dan ayahnya. Ah dia lupa bukannya ini pameran yang disponsori oleh keluarga Sonoko.

"Ah!" Aoko tersenyum cerah, "Itu tou-san! OTOU-SANN!!" Aoko memanggil dengan riang.

Laki-laki berkumis yang sedang memberikan arahan melemparkan pandangannya k Aoko yang tengah berjalan ke arahnya. Conan dan Kaito mengikuti Aoko. Kaito terlihat santai dan tersenyum riang.

"Aoko," Nakamori keibu tersenyum, "Kaito juga, dan...?"

"Edogawa Conan," Conan membungkuk sopan.

"Ini Conan-chan yang aku ceritakan tadi malam!" Aoko menepuk pundak Conan.

"Ah, domo, Nakamori Ginzo desu, yoroshiku Edogawa-san,"

"Yoroshiku, Nakamori keibu~"

"Yo! Nakamori keibu~!"

Seseorang menyapa mereka, ah, itu ayahnya Sonoko. Mereka bersalaman. Kogoro hanya menatap malas interaksi kedua orang itu, sedangkan Ran tersenyum tipis di belakang Kogoro. Tatapan mereka bertemu, Conan dan Ran. Ran tersenyum canggung sambil mengengguk pergi, ia menyusul Kaito dan Aoko yang sudah berjalan terlebih dahulu.

Yabeee... Aku bertatapan dengan Ran! batin Conan, wajahnya memerah.

Conan menunduk sambil mengikuti kedua temannya, ia masih kepikiran mengenai Ran yang tiba-tiba menatapnya.

Sementara itu...

Are... apa gadis tadi tidak suka denganku ya? batin Ran.

.

.

.

.

.

.

"Nani kore?" Conan menatap lembaran yang Aoko pegang. "Kaito kemana?"

"Ah ini surat pemberitahuan kid!" Aoko menyerahkan ke Conan, "Kaito tiba-tiba ada urusan katanya, mattaku... Bakaito!"

Conan membaca pemberitahuan itu.

April fool... Pada saat bulan terbelah dua, aku akan datang diiringi gelombang di bawah nama bintang hitam

Kaitou... *robek*

"Kenapa kertasnya seperti ini Aoko?" Conan.

"Suzuki-sama katanya merobek kertas tersebut ne, tousan bilang seperti itu," Aoko menyiapkan makan siang untuk ayahnya.

"Ah, aku keliling sebentar ya Aoko!"

"C-cotto... Conan!"

Conan langsung meninggalkan Aoko yang memasang muka sebal. Ia berkeliling melihat keadaan di tempat mutiara tersebut di pamerkan.

Kodenya lumayan rumit!

Conan berkeliling lagi, ia melihat seorang inspektur yang marah-marah, entah kenapa mungkin ada masalah?

"Kebu, bagaimana kita makan siang? Ini sudah waktunya!"

Makan siang? Ja-jangan berkaitan dengan arah mata angin!

"Hmm.." Conan melihat kesana kemari, ia mencari matahari.

"Apa yang Conan-chan lakukan?!" Aoko datang tiba-tiba.

"Aku ingin memastikan sesuatu," Conan mengangkat tangannya yang terdapat jam tangan pemberian professor. "Ah di sana!" Ia mulai mempaskan matahari yang ada di barat.

Kebetulan jam makan siang, maka jika aku arahkan jarum jam yang panjang ke mata hari maka jarum jam yang mengarah ke angka 1 itu arah selatan. Maka barat daya berarti ada di jam 11.30.

"Yosh, aku menemukanmu Kaitou kid!" Gumam Conan senang. "Aoko!" Conan tersenyum penuh makna kearah Aoko. Aoko menatap Conan dengan bingung. "Ada yang ingin aku bicarakan dengan ayahmu!"

Mereka berdua berjalan kearah Nakamori keibu.

"Otou-san! Aoko sudah menyiapkan makan siang untuk tousan!"

"Arigatou, Aoko, yosh kita makan!"

Sambil menikmati makanan, Conan masih tersenyum senang setelah mengetahui tentang pemberitahuan yang kid beri.

"A-ano, Nakamori-san!"

"Ada apa, Edogawa-san?"

"Saya telah memecahkan surat pemberitahuan Kid," Conan menjawab tegas dengan sorot mata yang tajam.

"A-apa?!"

"Ha'i, Kid akan mendarat di Hotel Haido City,"

"Benarkah Edogawa-san?! Bagaimana bisa?"

Conan menjelaskan ulang mengenai kesimpulan yang ia dapat, Nakamori keibu terlihat antusias. Ia ingin segera memerintahkan anak buahnya.

"Tunggu! Sebaiknya saya saja yang kesana!" Conan.

"Kenapa?"

"Untuk meminilisir perubahan rencana yang akan dibuat oleh Kid! Saya akan memberikan code kepada pihak kepolisian, usahakan hanya kita yang mengetahuinya, Nakamori keibu dapat menyiapkan beberapa orang untuk menyamar sebagai pengunjung hotel, bagaimana Nakamori keibu?" Conan tersenyum.

"Baiklah, kita akan menggunakan rencana mu!"

"Sugoi, Conan-chan! bagaimana Conan-chan bisa mengetahui seperti itu?"

"Mungkin karena aku terlalu sering membaca novel detektif ha... ha..." Conan canggung. Ia juga tidak tau kenapa ia bisa tertarik dengan Kaitou kid ini.

.

.

.

.

.

Pukul 11.24 Waktu Jepang.

Conan berjalan menuju kearah gedung hotel. Nakamori keibu telah memerintahkan anak buahnya untuk menjadi pengunjung hotel tersebut tentu saja hal ini dilakukan secara rahasia.

"Moshi-moshi... hakase?" Conan.

"Ah, Shinichi-kun!" Agasa Hakase.

"Bagaimana? Apa kamu menemukan yang aku pinta?" Conan.

"Ya seperti itulah, aku menemukan di file ayahmu, menurut file ini Kaitou kid muncul 18 tahun yang lalu namun menghilang 10 tahun kemudian ada kabar yang mengatakan ia telah tewas tetapi setelah 8 tahun ia kembali muncul..." Agasa Hakase.

"18 tahun yang lalu? oee... apa aku berurusan dengan om-om tua? Kalau begitu terima kasih professor!" Conan mematikan telepon mereka. Ia tersenyum tipis.

Conan sampai di atap hotel, ia meletakkan kembang api untuk tanda yang akan ia berikan kepada kepolisian.

Di sana letak museumnya...

Bayangan dari bulan tiba-tiba bergerak, Conan langsung membalikkan badannya. Seorang pria dengan jas putih, jubah putih dan topi putih mendarat tanpa suara. Bersamaan dengan keheningan malam ia muncul di hadapan Conan, dengan senyuman tanpa takut seolah ia telah mengerti dengan apa yang terjadi.

Conan tersenyum sinis. Ia memasukkan ponsel yang sempat ia pegang tadi. Kaitou kid turun dengan perlahan ia berjalan mendekati Conan.

30 tahun? 20 tahun? tidak ia lebih muda lagi... tidak seperti yang ada di file tousan!

"Halo, ojou-san..." Kaitou kid menyapa, Conan langsung berbalik dan mulai menyalakan kembang api, "Apa yang sedang kau lakukan?"

Duar!

"Ah, Aku hanya sedang bermain kembang api" Conan berbalik dan tersenyum manis.

Sementara itu...

"APA KEMBANG API?!"

"ARAHNYA DIMANA?!"

"Cahayanya berasal dari hotel haido city! Berada di arah barat daya gedung museum! Apa perlu kami memeriksanya keibu?"

"TENTU SAJA!"

Kembali ke Conan dan Kaitou kid...

"ah sepertinya helikopter di sana menuju kemari!" Conan menunjukkan helikopter polisi.

"Ojou-san..." Kaitou kid tersenyum. "Kau bukan orang biasa..."

"Tentu saja..." Conan tersenyum sinis kearah Kaitou kid. "Aku... Edogawa Conan, Detektif!"

"Hooo..." Kaitou kid terkesan.

"Apa kau tidak takut? Mereka akan kesini!" Conan. Ia menyiapkan jam bius yang ia miliki. Dengan menggunakan poker face, ia mempersiapkan diri.

Saa... tinggal menunggu ia berlari!

Kaitou kid mengeluarkan sebuah radio, Conan bingung apa yang sedang dilakukan pencuri ini.

"Ehem..."

Kaitou kid merubah suaranya menjadi salah satu inspektur di kepolisian, ia meminta semua pasukan untuk segera datang ke atas atap hotel haido city. Conan yang melihatpun tak percaya. Lelaki ini menarik!

Hebat...Conan terpukau dengan keahlian pencuri ini.

"kau puas?" Sinar lampu dari helikopter mengenai Kaitou kid, "Meitantei?"

Nakamori keibu langsung mendobrak pintu, lelaki itu menodongkan pistolnya.

"Lupakan mutiara itu! Kau sudah tidak bisa lari Kid!"

"Ara, kali ini kau lebih cepat Nakamori Keibu~" Kaitou kid, mengaktifkan hang glidernya. "Sayang sekali ini hanya april fool~"

"Jangan biarkan ia terbang!"

Sesuatu terjatuh di dekat Kaitou kid. Conan yang menyadari itu bom cahaya langsung berbalik mengamankan pandangannya.

"Hey, ojou-san..." Kaitou memanggil Conan. "Kau tau? Pencuri adalah seniman hebat yang trampil dalam mencuri, sedang detektif tak lebih dari tukang kritik yang mencari kesalahan orang lain!"

"A-apa?!"

Pow.

Pencuri itu menghilang, meninggalkan selembaran kertas untuk menggelar pertunjukannya yang sempat tertunda. Conan menatap tajam kearah surat itu.

Conan menguap lebar, tentu saja ia menutupinya. Ia masih kesal dengan kejadian 2 hari yang lalu, membuat gadis itu susah tidur memikirkan pencuri yang menginjak harga dirinya sebagai seorang detektif!

"Conan-chan! Ohayou~" Aoko melambaikan tangannya.

"Ohayou Aoko..." Conan tersenyum tipis.

"Otou-san terus menceritakan dirimu lho! Ia senang dapat dibantu dengan mu, sayang sekali ia terlambat melabrak pencuri itu."

"Ah benarkah?"

Kaito menatap Conan dengan tatapan yang tidak dapat di artikan, ah, ia mendapatkan penghalang baru dengan kehadiran gadis itu tadi malam. Bahkan, ia tidak menyangka gadis itu yang memandu kepolisian sehingga mereka dapat sampai di tempat ia dan Conan lebih cepat.

Hooo... menarik, ojou-san...


TBC~


Yeyyy Hara Update lagi~

Setelah Hara semedi, akhirnya Nata putuskan! Hara akan update 3 hari 1 kali jika Hara telah menyelesaikan Chapter selanjutnya kekeke~

mohon review nya ya!!