The Truth
by. Haraush (ShnNata)
Detektif Conan Aoyama Gosho
Magic Kaito Aoyama Gosho
DCMK Hanya milik Aoyama Gosho-sensei author hanya meminjam charanya oke
WARNING
SHONEN AI, BOYS LOVE, TRANSGENDER UNTUK PENYAMARAN, TYPO PARAH, INTINYA ABAL ABALAN, HANYA UNTUK ASUPAN FUJO KAISHIN WKWK
GAK SUKA? JANGAN DIBACA OKE
.
.
.
.
.
Conan merapikan dressnya malam ini. Ia mengenakan dress dengan warna baby blue yang indah. Ah, jangan lupa sedikit make up di wajahnya. Conan tersenyum canggung saat ia menjadi perhatian.
Ini gara-gara kaa-san! Batin Conan, ia mendengus sebal.
Flash back~
"Shin-chan!!! OHAYOU~" Yukiko menyapa dengan riang.
"KAA-SAN!" Shinichi yang baru bangun langsung kaget dengan kedatangan ibunya di depan pintu apartemennya, langsung menutup pintu itu dengan keras.
"MOU! SHIN-CHAN! BUKA PINTUNYAAA!"
DUK
DUK
DUK
Shinichi membuka kembali pintu tersebut. Ia memasang wajah tanpa dosa, ia tidak ingin menambah kekesalan ibunya di pagi yang indah ini. Kebetulan ini akhir pekan jadi ia sedang tidak menggunakan pakaian wanitanya.
"warui kaa-san..." Shinichi mengambil koper yang ada disamping ibunya, "silahkan masuk~"
"Mou, shin-chan tte ba..."
Yukiko masuk kedalam dan melihat keadaan apartemen yang dapat kita kategorikan rapi, untuk ukuran laki-laki seperti Shinichi.
"Are... apa ini?" Yukiko mengambil sebuah surat, surat undangan pesta di kapal persiar. "Shin-chan akan ke pesta?"
"Iya kaa-san," Shinichi meletakkan koper yukiko di kamar tamu, untung kamar tersebut sempat ia bersihkan lusa lalu. "Nakamori keibu mengirimkan undangan itu untukku, sepertinya ia ingin aku membantu menangkap Kaitou kid lagi..."
"Ah Souka..." Yukiko tersenyum jail. "Ne, ne, Shin-chan~"
"Nani kaa-san?"
"Apa kau akan menjadi Conan-chan?"
"Tentu saja, dia mengenalku sebagai Edogawa Conan, bukan Kudou Shinichi..." Tiba-tiba Shinichi merasakan aura-aura yang tidak menyenangkan. "Ka-kaa-san mau ngapain?"
"Hi-mit-su~"
Flashback end
Conan mendengus, ia didandani habis-habisan! Kaa-sannya bahkan memaksanya memakai softlens agar orang lain tidak terlalu mengenalinya. Conan berhenti di depan kaca yang besar, ia memperhatikan dirinya.
The power of make up hee..
Ia terlihat beda!
"Ah, Edogawa-san!"
Conan mencari sumber suara yang memanggil namanya, ia melihat salah satu bawahan Nakamori keibu yang membungkuk pelan.
"Anda ditunggu Nakamori-keibu di dalam kapal..."
"Baiklah, saya akan kesana~" Conan tersenyum tipis, laki-laki yang ada di depannya tersipu malu.
Conan tidak menyadari hal itu, ia berjalan ke arah kapal pesiar, ia menyerahkan undangan kepada penjaga. Penjaga itu mempersilahkan Conan masuk kedalam. Tak lupa ia memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah muda, sepertinya semua tamu undangan mendapatkan itu.
Conan bingung, ia sendirian di sini, Aoko yang saat itu ia kira akan datang kesini juga, malah tidak ikut karena ada kesibukan lain dengan Keiko. Conan menekuk, ia bakal ceppat bosan disini.
"Halo Edogawa-san!" Nakamori keibu menyapa.
"Ah, Nakamori keibu," Conan membungkukkan badannya.
"Baiklah, kita sapa penyelenggara acara ini, ikuti saya Edogawa-san,"
Conan mengikuti Nakamori keibu dari belakang, laki-laki itu berjalan mendekati seorang pria dengan tubuh besar, berkacamata. Ayahnya Sonoko.
"Nakamori keibu!" Laki-laki itu menyalami Nakamori keibu, "Terima kasih atas kerja keras anda, ah dan yang di belakang anda?"
"Hajimemaste, Edogawa Conan, Detektif!" Conan membungkuk sopan.
"Ah, Suzuki Shiro, salam kenal Edogawa-san."
Nakamori Keibu mulai membahas tentang pencurian malam ini dengan ayahnya Sonoko. Sonoko yang hanya diam menyimak, mengalihkan pandangannya ke Conan. Ia terpukai dengan kecantikan gadis itu.
"Yaho~ Edogawa-san!" Sonoko menyapa. "Watashi, Suzuki Sonoko, yoroshiku~!"
Oee... aku sudah mengenal mu!
"Yoroshiku, Suzuki-san" Conan tersenyum tipis. Ia canggung.
"Aku dengar kau yang membantu kepolisian pada pencurian sebelumnya!" Mata Sonoko berbinar, "Ne, ne, ne, kau melihat Kaitou kid-sama kann..."
"Nma... aku melihatnya," Conan tertawa canggung di dalam hati, penyakit teman masa kecil di depannya ini kembali kambuh.
"ahh... aku ingin melihat kid-sama seperti mu..." Wajah gadis itu tertekuk.
"Mungkin kau akan menemuinya nanti..." Conan mengelus pundak Sonoko. Mungkin...batinnya.
"Nma iaaa..." Sonoko mengalihkan pandangannya ia melihat Ran yang berjalan ke arahnya. "Rannn~ kochi kochi~"
"Sonoko~"
Conan membeku, ia tidak menyangka gadis ini ada di sini. Conan mengalihkan pandangannya, ia berusaha tidak mencolok. Ah, sepertinya ia lupa kalau malam ini Yukiko membuat Conan seperti putri mahkota.
"Ne, Ran!" Sonoko tiba-tiba merangkul badannya, "Aku perkenalkan kau dengan teman baruku, Edogawa Conan-san!"
Konno onna... (Gadis/wanita ini...)Conan menjerit di dalam hati.
"Ran Mouri desu, Yoroshiku, Edogawa-san..." Ran tersenyum ramah. "Kita pernah bertemu sebelumnya kan?"
"Nma ne, Yo-yoroshiku, Mouri-san" Conan membungkuk, wajahnya memerah padam, ia malu.
"Kau tak apa Edogawa-san, wajahmu merah, apa kau demam?" Ran memang wajah khawatir.
"D-daijoubu Mouri-san," Conan membungkuk dan mulai meninggalkan mereka berdua.
.
.
.
.
.
Ibu Sonoko, wanita itu sedang berada di atas panggung yang disediakan, ia menjelaskan mengenai kotak yang saat ini para tamu undangan dapat. Hal ini semata mata hanya untuk mengecoh Kaitou kid.
Conan tertawa hambar. Ha. Ha. Ha. Ia yakin pencuri itu memiliki rencana yang tak terduga.
"Are... Kakakku mana ya..." Sonoko tampak mencari kakaknya di antar para tamu saat ini. "Apa dia tidak ikut?"
Sonoko menelpon kakaknya, Conan yang berada tak jauh dari Sonoko mendekati gadis itu perlahan, mencuri dengar, kali saja ada sesuatu yang menarik.
"Eh?! Otou-san ada di sana?!"
Conan terkejut.
Kusso...
"Permisi, apa anda melihat presdir Suzuki?" Conan langsung bertanya ke orang yang berada di dekatnya.
"Presdir ke toilet,"
Conan langsung berlari kearah yang ia dapatkan. Conan yang notabane menyamar sebagai wanita langsung saja membuka toilet laki-laki. Ia menemukan topeng latex dan juga pakaian yang dikenakan ayah Sonoko.
Jadi dia menyamar sebagai presdir...
Conan langsung mengabari Nakamori keibu. Keibu langsung memerintahkan bawahannya untuk mencari pencuri itu. Conan mengamati sekelilingnya.
Kemana pencuri itu...
"Kemana Ran?" kogoro mencari keberadaan putrinya.
"Nma mungkin dia tersasar lagi.." Sonoko.
"Maaf ya!" Ran terlihat kesal.
Conan yang melihat interaksi itu hanya dapat terkekeh di dalam hati. Memang kebiasaan teman kecilnya itu.
Tiba tiba lampu padam, semua orang panik.
"HEI APA YANG TERJADI?! NYALAKAN LAMPUNYA!!"
Pow.
Sesuatu muncul di pojok ruangan. Dengan pakaian serba putih, lelaki itu mirip seperti kid, hanya saja Conan mendegus disaat ia lebih memperhatikan laki laki itu, bukan kaitou kid yang asli. Drama yang sepertinya di buat sengaja oleh ibunya Sonoko menjadikan acara itu meriah. Semua orang kembali sibuk dengan aktivitasnya masing-masing termasuk Conan yang memperhatikan keramaian pesta itu. Conan melihat Ran dan Sonoko yang sedang bermain sulap dengan seorang pesulap yang disewa ibu Sonoko tadi. Mereka terkejut tiba-tiba mendapatkan kartu dari kid!
Conan tersenyum, ia mendapatkan petunjuk yang ia nantikan dari tadi. Conan melihat sesuatu yang tiba-tiba menggelinding di kakinya. Ia memegang benda yang seperti kelereng itu. Tiba-tiba kelereng itu mengeluarkan asap. Conan langsung menutup hidungnya.
"KID MENCURINYAAA!" Teriakan ibu Sonoko menggema di seluruh ruangan
"Jadi yang dipakai nyonya Suzuki yang asli" Nakamori Keibu bergumam, "CARI DI SELURUH KAPAL!!!"
"Suzuki-san! Mouri-san!" Conan berlari kearah Ran dan Sonoko. "Mouri-san, sebaiknya kita juga ikut mencari Kaitou kid! Suzuki-san, tenangkan nyonya Suzuki,"
"Wakatta!" Sonoko mengajak ibunya pergi.
"Ayo, Mouri-san!" Conan menggandeng tangan Ran.
"E-eh! Kita mau kemana Edogawa-san?" Ran.
"Menangkap kid! Aku sudah tau!"
Conan tersenyum. Gadis itu membawa Ran ke ruang mesin. Ia memiliki rencana tersendiri untuk menangkap pencuri itu. Sesampai disana, Conan malah sibuk dengan bola karet yang ia temukan. Kenapa ada bola diruang mesin? Hanya Author yang mengetahuinya wkwk.
Conan memainkan bola itu, ia tidak sadar dengan keadaan tubuhnya saat ini. Siapa yang tidak akan heran melihat gadis cantik, mengenakan gaun yang indah sedang memainkan bola layaknya pemain bola terkenal.
"Aku mengetahuinya lho..." Conan tiba-tiba berperilaku layaknya perempuan lagi, ia memegang bola itu dengan kedua tangan rampingnya, "Apa yang sudah kau lakukan, Kaitou kid-sama~"
"T-tunggu, apa maksudmu Edogawa-san?" Ran terlihat bingung.
Conan menjelaskan analisis yang ia amati. Dengan wajah penuh percaya diri, ia menatap tajam kearah Ran.
"Jangan bercanda, Edogawa-san, aku akan menelpon Nakamori kei-..." DUAK.
Telepon itu hancur disaat bola yang ditendang Conan mengenainya. Ran yang sempat memegang gagangnya terkejut. Gadis itu kalah.
"Aku tidak akan membiarkan kejadian sebelumnya terjadi lagi, Kaitou kid-sama~"
"Baiklah-baiklah~ Aku menyerah." Suara Ran berubah menjadi suara laki-laki.
Kaitou kid membuka penyamarannya. Ia mengenakan pakaian kebanggaannya.
"Aku tak menyangka ada seseorang yang dapat memojokkanku seperti ini," Kaitou mendekati Conan, lelaki itu memegang tangannya dan mengecupnya singkat, "Kau hebat juga, Meitantei"
"KIDD..." Conan terlihat marah, ia bersiap siap menendang bola yang sempat ia tendang tadi, sebelum wajah tampannya berciuman dengan bola Kaitou kid langsung menghilang begitu saja. "AWAS KAU KIDDD!!!"
.
.
.
.
.
Conan menatap bosan ke luar jendela. Ia datang terlalu pagi hari ini. Ia kesal, pencuri itu tidak tertangkap lagi mana sempat-sempatnya mencium tangannya! tidak sopan!
"WOW EDOGAWA!"
Conan Tersentak, ia bingung melihat teman-teman sekelasnya yang baru datang langsung mengelilingi bangkunya.
"Hari ini wajahmu terpajang di halaman depan koran!"
Ah, aku lupa ~
"ITU TEMANNYA AOKO LHOOO~"
Aoko terlihat lebih semangat kebanding teman-temannya yang lain. Berbeda jauh dengan Kaito yang tertekuk kesal melihat Conan yang dengan senyuman hangat membalasi satu per satu ucapan selamat yang diberikan teman-temannya.
Ceh, seandainya gadis ini tidak mengganggu pertunjukkanku, mungkin aku yang akan ada di halaman depan koran batin Kaito.
Laki-laki itu menatap keluar jendela, ia tersenyum tipis.
Nma, setidaknya gadis itu manis saat tersipu...
.
.
Tbc~
Yaho~
Hara akhirnya update lagi~
meskipun gak bareng sama yang di wp wkekek
Semoga kalian menyukainya~
Btw, Hara bingung entah kenapa inspirasi datang setiap nata pengen tidur endingnya Hara malah begadang padahal besok waktunya sangat padat wkwk hal wajar kan?
Nma sampai disini curhatan author~ Semoga cerita ini dapat menghibur kalian
Review please?
