Sore itu semuanya terlihat begitu cantik. Pantai terpencil dengan pasir putih, laut biru dan sunset yang terbenam perlahan. Sepasang orang dalam kebahagian terlihat bergandengan tangan begitu mesra, melengkapi pemandangan yang terasa semakin romantis.
Seseorang terlihat memandangi dari kejauhan kemudian berbalik pergi tanpa melakukan apapun. Tidak ada yang menyadari bahwa ia telah berdiri memandangi terlalu lama hingga akhirnya memunggungi sunset sore itu yang entah mengapa terlihat begitu merah.
5 tahun kemudian
"Jungkook!" Teriakan lantang itu mengangetkan seseorang yang terlihat begitu fokus dengan tariannya.
Seketika itu juga ia menghentikan tariannya dan berbalik memandang orang yang tadi memanggilnya, dengan tatapan tajam penuh rasa kesal.
"Wae?"
"Ya! apa-apaan tatapanmu itu? Menakutkan.."
Jungkook terlihat mendengus kemudian kembali memandangi lawan bicaranya, kali ini dengan tatapan datarnya.
"Jimin hyung mau apa kemari?"
"Cih, benar-benar tidak imut sama sekali. Kenapa dongsaengku sekarang begini, kemana Jungkook imutku yang dulu?"
"Sudahlah hyung, sebenarnya ada apa hyung kemari?"
"Oh, kau benar. Aku hampir lupa, tadi sebelum kemari aku melewati ruangan Bang PD. Kau tau apa yang aku dengar?"
"Hyung menguping?"
Jungkook memandangi Jimin dengan pandangan heran dan rasa kurang percaya. Seketika Jimin membeku dan memandangi Jungkook dengan senyum kaku.
"Bisa kau abaikan itu, aku tak sengaja mendengar bukan menguping, ok?"
"Hah.. Terserah, jadi sebenarnya apa yg hyung dengar?"
"Ehem, kau tahu kalau kita sebentar lagi akan debut 'kan?"
"Ya, tentu saja. Lalu apa hubungannya?"
"Bang PD tadi sedang bicara dengan Namjoon hyung tentang debut kita dan kau tahu apa?"
"Apa?"
"Katanya kita akan dapat tambahan member?"
"Lalu kenapa? Itu biasa saja 'kan, bongkar pasang member untuk grup debut. Apa yang aneh dari itu?"
"Kau tak akan bicara seperti itu jika tahu siapa yang jadi member tambahannya."
"Memang siapa? Apa dia sehebat itu sampai-sampai hyung sebegini kagetnya?"
"Kau tahu V, youtuber terkenal itu?"
"Ya, aku pernah nonton covernya."
"Dia bagus 'kan?"
"Lumayan." Jungkook menjawab acuh tak acuh, sebanarnya ia mulai bosan dengan percakapan ini.
"Lumayan apanya, kau tahu suaranya yang dalam itu. aku bahkan menjadikan covernya sebagai lagu pengantar tidurku."
"Hyung berlebihan, dia tidak sebagus itu untukku."
"Aku serius, aku akan minta tanda tangannya saat bertemu nanti."
"Sudahlah hyung, sebenarnya apa hubungan V dan masalah hyung menguping percakapan Bang PD dan Namjoon hyung."
"Hei, aku tidak menguping!" Jimin berteriak kesal.
"Ya, jadi sebenarnya masalahnya apa?"
"Kau belum paham juga?"
"Apanya?"
"Ah, kau ini benar-benar. Maksudku adalah member baru kita itu V. Kau paham?"
Jungkook terdiam, demi apa youtuber yang punya 2 juta subscriber itu mau gabung dengan grup idol yang bahkan belum debut. Apa dia gila?
"Ah, tapi V tidak pernah menunjukkan wajahnya di setiap video covernya. Apa Bang PD sedang ditipu?" Pikir Jungkook, tanpa dia sadari dahinya berkerut bingung.
"Hyung.." Jungkook memanggil Jimin yang sedang sibuk dengan khayalannya sendiri.
"Ya?"
"Apa kau yakin kalau itu benar-benar V si youtuber itu?"
"Maksudmu?"
"Selama ini kita tidak tahu 'kan wajah asli V, dia tidak pernah menunjukka wajahnya. Selalu menghadap samping dan memakai kacamata hitam sebagai kamuflase. Apa kau yakin kalau itu benar-benar V?"
Kali ini Jimin yang terdiam, menopang dagu dengan tangan kanan dan terlihat berpikir keras.
"Hyung, bagaimana kalau ternyata Bang PD sedang ditipu?"
"Kenapa kau berpikir begitu?"
"Hyung 'kan tahu kalau kita ini cuma grup yang belum debut dari agensi kecil, aku hanya tak habis pikir apa yang bisa membuat V mau bergabung dengan BTS."
"Jadi menurutmu, kalau yang akan bergabung dengan kita itu bukan V yang asli?"
"Iya, bisa jadi kalau dia itu sedang berpura-pura sebagai V."
"Eiii, tidak mungkin. Memangnya siapa yang bisa menipu Bang PD dan Namjoom hyung?"
"Bisa saja dia itu penipu profesional 'kan?"
"Profesional apanya, kau terlalu banyak nonton film action Jungkook-ah." Jimin menggoda Jungkook.
"Hyung, bisa saja 'kan dia sangat ingin debut jadi dia cari mati dengan menipu Namjoon hyung."
"Sudahlah, kau ini terlalu berlebihan." Jimin menasihati dan menepuk punggung Jungkook pelan.
"Apa-apaan, padahal tadi dia yang berlebihan karena ingin bertemu dengan V." Jungkook berujar dalam hati, wajahnya kesal lalu membuang muka.
"Sudah ya, aku pergi. Kau lanjut latihan saja, kau harus latihan dance lagi karena ekspresimu terlihat kaku sekali. Fighting!" Ujar Jimin lalu keluar ruang dance.
"Apaan sih, padahal dia sendiri yang tadi mengganggu latihanku. Sekarang dia malah pergi setelah sok bijak begitu." Omel Jungkook.
Jungkook melihat jam dinding yang menunjukkan jam tiga sore, kemudian kembali melanjutkan latihannya yang tertunda karena obrolannya dengan Jimin. Ia bergerak mengikuti musik dengan lincahnya, berusaha mengosongkan pikirannya yang penuh dengan pikiran negatif tentang sosok V yang akan bergabung dengan BTS.
Esoknya
Waktu menunjukkan jam sembilan lewat tujuh belas menit saat Jungkook sampai agensi untuk latihan rutinnya. Untuk orang asing, Jungkook akan terlihat aneh dengan pakaian serba hitam yang menjadi trademarknya. Tapi, staff dan trainee Bighit sudah biasa dengan itu semua. Jungkook dan warna hitam memang tak bisa dipisahkan.
Jungkook meletakkan tasnya di loker dan bergegas menuju ruang latihan, sesekali ia menyapa seseorang yang ia lewati dan tersenyum kecil. Saat ia sampai di ruang latihan, empat sosok yang sangat dikenalnya sudah duduk teratur bersandar pada kaca besar ruang latihan.
"Jungkook, kau sudah datang?" Ujar Jin yang merupakan member tertua BTS.
"Annyonghaseyo." Ujar Jungkook sopan, ia juga membungkuk sopan sebagai tanda menghormati.
"Jungkook, ayo kemari!" Panggil Jimin seraya menepuk-nepuk lantai sisi kirinya yang kosong.
Jungkook menghampiri Hyungnya itu dalam diam, sesekali melirik seseorang duduk disisi kanan Jimin yang menatapnya tanpa minat. Ia berusaha mengabaikan rasa tidak nyamannya dan duduk disisi kiri Jimin yang tersenyum hangat.
"Hyung, kenapa semuanya berkumpul disini?" Tanya Jungkook, pertanyaan yang ditahannya sejak tadi akhirnya tidak bisa ia tahan lagi.
"Eoh, kau belum tahu?" Tanya Jimin dan Jungkook mengeleng sebagai jawaban.
"Namjoon bilang kalau ada yang ingin dibicarakan. Apa Jungkook tidak menerima pesannya?" Tanya Jin yang ternyata memperhatikan Jungkook sedari tadi.
"Tidak hyung, aku baru saja mendengarnya sekarang." Jungkook menjelaskan, selintas ia dapat melihat tatapan Jin yang yang mengarah pada Suga atau mungkin itu hanya perasaannya saja?
"Namjoon bilang kalau akan ada member baru yang bergabung, hari ini dia akan mengenalkan kita untuk mengakrabkan diri.
Jungkook menganggukkan kepala tanda mengerti. Lalu terdengar suara pintu yang terbuka, Jungkook mengalihkan perhatiannya untuk melihat Namjoon dan Bang PD yang datang dengan satu orang yang lain.
Jungkook dan yang lain berdiri serentak dan mengucapkan salam pada Bang PD yang tersenyum hangat menjawab salam mereka.
"Annyonghaseyo, terima kasih kalian sudah verkumpul disini. Seperti yang kalian tahu kalau akan ada member baru yang bergabung dengan BTS, jadi hari ini saya akan memperkenalkan member baru yang akan bergabung dan melengkapi line up BTS."
Jungkook dapat mendengar bisik-bisik yang terjadi, bicara tentang member baru yang begitu istimewa hingga Bang PD sendiri yang mengenalkannya ke trainee yang lain. Bahkan, Jin yang berasal dari keluarga berada tidak diperlakukan begini istimewanya.
"Member baru ini akan jadi center baru untuk BTS."
Semua member BTS seketika menoleh pada Jungkook yang merupakan center BTS saat ini, tapi Jungkook tak merubah ekspresinya sedikitpun. Sebaliknya, Namjoon malah terlihat kecewa dan menghela napas.
"Nah, silahkan dimulai perkenalannya. Saya akan kembali ke kantor, saya harap kalian bisa akrab."
Setelahnya Bang PD keluar ruangan dan meninggalkan BTS dengan suasana diam yang awkward. Tidak ada seseorang pun yang memulai pembicaraan bahkan J-hope yang biasanya menjadi mood maker. Apalagi Jugkook yang sejak tadi menundukkan kepala, enggan menatap member baru yang menggantikan posisinya dengan begitu mudah.
Sepasang sepatu terlihat oleh Jungkook, lalu ia menaikkan pandangan untuk melihat seseorang yang berdiri di depannya. Seketika menyesal dengan keputusan yang ia buat, diam-diam mengutuk dalam hati.
"Hai, apa kabar?" Ujar orang itu dengan kedua tangan disaku celana, begitu sombong persis seperti yang ada dalam ingatan Jungkook.
Jungkook hanya terdiam, tidak ada yang tahu kalau tangannya mulai bergetar. Jungkook masih menatap wajah orang itu dengan seksama, berharap bahwa semua ini hanya salah satu dari sekian mimpi buruknya tentqng orang itu.
"Sombong sekali, apa kau tak diajari sopan santun hingga berani mengabaikan kami." Ujar Suga yang sejak tadi hanya diam.
Orang itu, yang berdiri di depan Jungkook terlihat salah tingkah lalu membungkuk hormat pada Suga.
"Maafkan aku, perkenalkan namaku Kim Taehyung. Salam kenal dan mohon bimbingannya."
Jungkook jatuh terduduk dengan pandangan kosong, semua yang ada di dalam ruangan itu menatapnya dengan pandangan terkejut.
"Jungkook-ah, gwenchana?" Tanya Jimin yang bergegas menghampiri Jungkook.
Jungkook kembali ke kesadarannya saat ia mendengar ucapan Jimin, Jungkook melihat semua orang diruangan itu tengah menatapnya.
"Eoh, uh, gwen-gwenchana hyung. Aku hanya terlalu lelah, ya, terlalu lelah.." Sederet kalimat berantakan terucap yang bahkan tak dipahami oleh dirinya sendiri.
Jungkook berdiri dengan tergesa-gesa, keseimbangan masih belum bisa dia dapatkan tapi ia mulai melangkah. Tentu saja ia terjatuh lagi.
"Ya! kau mau kemana?"
"Aku ingin ke toilet sebentar, Jimin hyjng bisa tolong antarkan aku." Ujar jungkook, ekspresinya terlihat begitu menyedihkan, sangat berbeda dengan Jungkook yang selama ini mereka kenal.
Tanpa Jungkook sadari, tingkah polanya diperhatikan drngan sorot mata tajam oleh Taehyung. Dengan tangan terkepal erat ia menghampiri Jungkook yang masih tak menyadari keberadaannya atau memang tak ingin menatapnya.
"Biar aku saja." Ujar Taehyung seraya membantu Jungkook berdiri.
Jungkook kaget dan dengan reflek menepis tangan yang memegang bahunya, tatapannya begitu tajam hingga mungkin bisa saja membunuh seseorang. Tapi yang jelas orang itu bukan Taehyung yang terlihat biasa saja.
"Tidak perlu, aku tidak perlu bantuanmu Taehyung-shi."
Jungkook mencoba sekuat tenaga hanya untuk berdiri dan melangkahkan kakinya yang terasa begitu berat. Tapi sebelum ia melangkah keluar ruangan, tangan kanannya kembali ditahan seseorang dan membuatnya menoleh hanya untuk mendapati bahwa Taehyung yang sedang menahan tangannya.
"Tolong lepaskan tangan anda, Taehyung-shi." Jungkook berujar datar tapi tidak dengan tatapannya yang sangat menyayat.
"Aku akan membantumu ke toilet, kau terlihat kurang sehat."
"Tidak perlu, saya bisa sendiri." Jungkook berusaha melepaskan cengkraman Taehyung yang begitu kuat menahan tangannya.
"Jangan keras kepala, biarkan aku mengantarmu." Ujar Taehyung dengan nada tajam.
"Lepaskan aku, aku tidak perlu bantuanmu."
"Jungkook!" Taehyung akhirnya berteriak dan mencengram kedua pundak Jungkook begitu erat.
"Apa!? Sebenarnya apa maumu, sudah ku bilang aku tidak perlu bantuanmu! Sekarang lepaskan aku, Kim Taehyung-shi!" Jungkook menghempaskan kedua tangan Taehyung dan berbalik pergi meninggalkan ruangan.
Blam
Suara pintu yang tertutup keras mengagetkan semua orang diruangan, Namjoon terlihat menghela napas kasar lalu menepuk punggung Taehyung yang menunduk.
"Sudah aku bilang 'kan kalau caramu ini tidak benar, kau hanya membuatnya ketakutan."
"Hahaha.." Suara tawa sumbang itu membuat semua orang fokus pada Taehyung.
"Taehyungie.." Ujar Jin dengan wajah memelas.
Taehyung melangkah pergi meninggalkan semua orang yamg berwajah bingung, Namjoon kembali menghela napas entah untuk keberapa kalinya.
"Sebenarnya ada apa dengan mereka?" Tanya Suga memecah keheningan.
Keempat orang lainnya menatap Suga dengan pandangan prihatin.
"Wae?" Tanya Suga saat menyadari semua tatapan yang terarah padanya.
"Gwenchana hyung." Ujar Jimin dengan senyum yang dipaksakan.
Hari itu semuanya terlihat begitu aneh unyuk Suga, bahkan J-hope yang biasanya begitu mengganggu dengan tawanya sekarang begitu diam tanpa suara.
Hi guys..
I'm a newbie writer that love taekook couple so much..
Thank you for reading my first ever story about Taekook, hope you enjoy it..
Please leave some comment and give a lot of love, cause that's always be my motivation to continue this story..
Lots of LOVE
Usotsuki-chi
