Setelah kejadian di mana Chanyeol dan Sora beradu pisang. Pulangnya Chanyeol langsung merengek pada mamanya untuk mengikut sertakan pisang miliknya dalam kelas pembesaran pisang yang biasanya didatangi oleh papanya. Mamanya yang memang memiliki pemikiran tidak jelas seperti putranya langsung menyetujui, Nyonya Park itu berpikir jika pisang Chanyeol besar maka ia juga yang akan bangga karena bisa memamerkannya pada ibu-ibu yang lain.
Dan sekarang, di sini lah Chanyeol berdiri di luar gedung tempat ia nanti akan belajar cara membesarkan pisang yang ia punya. Tentu saja dia tidak sendirian, ia ditemani oleh hyung tercintanya Byun Baek Hyun. Baekhyun sumpah demi apapun menolak, ia sama sekali tidak ingin menemani Chanyeol. Tapi mamanya dengan mata menyeramkan menyuruhnya untuk menemani Chanyeol atau pisangnya akan ditukar dengan milik Chanyeol.
HEOL!
Punya Baekhyun yang sekarang saja sudah kecil, mau ditukar lebih kecil lagi!?
HELL NO!
"Hyung," Panggil Chanyeol malu-malu
"Apa!?"
Sambil memainkan ujung kaosnya, bocah gendut yang pipinya memerah saat ini menyuruh Baekhyun untuk menundukkan tubuhnya.
"Mau apa?"
"Kemari sebentar saja."
Mau tak mau, suka tak suka, Baekhyun mensejajarkan tubuhnya agar sama dengan Chanyeol. "Sudah, lalu?" Baekhyun bertanya ketika tinggi mereka sudah sama.
"Kemarikan telinga hyung, aku ingin membisikkan sesuatu."
Mata sipitnya mulai memicing curiga, entah kenapa ia merasa jika Chanyeol akan membisikkannya kata-kata yang aneh. Kata-kata yang berbau mesum dan firasatnya benar, ketika ia mendekatkan telinganya pada bibir Chanyeol, bocah gendut yang sialannya mesum itu memang membisikkannya kata-kata mesum padanya.
"Setelah pisangku besar, Baekhyun hyung pasti akan suka makan pisangku."
"Sial!" dalam hatinya Baekhyun mengumpat, ia benar-benar mempertanya apa yang diidamkan ibu Chanyeol ketika beliau hamil Chanyeol? Apa dia mengidamkan selusin video orang kawin? Atau jangan-jangan setelah Chanyeol lahir ia sering mendapatkan tonton orang tuanya kawin secara langsung? Maka dari itu Chanyeol menjadi makhluk yang luar biasa mesum?
"Apapun itu, semoga anakku tidak seperti dirinya," ucap Baekhyun pelan sambil mengusap perut ratanya.
MAMA TOLONG BAEKHYUN
By Bunnie B
.
Warning: BoyXboy, TYPO, semua yang ada di dalam cerita hanyalah rekayasa.
.
.
.
.
Happy reading^^
PART 1
Saat mereka memasuki bangunan, mata Baekhyun terasa sangat sakit saat melihat pemandangan yang ada di dalam bangunan. Sungguh menggelikan. Dindingnya penuh dengan poster pria berotot seperti atlet angkat besi dan itu menjijikkan menurut Baekhyun. Dirinya memang menyukai pria berotot tetapi tidak berlebihan seperti itu, paling tidak dengan bisep yang sedikit menonjol ataupun perutnya yang kotak-kotak.
"Hyung suka yang seperti itu ya?" Chanyeol bertanya sambil menunjuk salah satu poster di mana sang pria memamerkan otot lengannya.
"Of course not, itu menjijikkan. Chanyeol jika sudah besar jangan menjadi seperti itu, karena itu menjijikkan. Para gadis tidak akan menyukaimu jika kau memiliki otot yang seperti itu, mengerti!?"
Chanyeol menggembungkan pipinya, bibirnya maju beberapa senti, kedua tangannya bertengger manis di pinggangnya. "Aku tidak peduli jika gadis-gadis itu tidak menyukaiku! Asalkan hyung menyukaiku itu cukup!"
Baekhyun tertawa dengan wajah kesusahan, meresa menyesal karena sudah menasehati Chanyeol. Terlebih orang-orang yang ada di dalam melihat mereka dengan pandangan—kau sungguh pedophile?—tuhan, lebih baik bunuh saja Baekhyun. "Ya suka-suka kau saja, sekarang di mana kelasnya?"
"Biasanya papa akan naik lift dulu hyung, baru nanti kami akan masuk kelas yang pintunya warnanya coklat."
"Serius?" Chanyeol menganggukkan kepalanya dengan semangat, ia menarik tangan Baekhyun untuk masuk kedalam lift. "Lantai berapa?" Baekhyun bertanya dan Chanyeol hanya diam, tidak tau harus menjawab apa. Lebih tepatnya tidak mengerti apa yang Baekhyun bicarakan. Apa maksudnya lantai? Bukannya yang mereka pijak itu lantai? Bagaimana caranya Chanyeol menghitung lantai? Di sekolah ia tidak pernah diajarkan untuk menghitung lantai. "Chanyeol?" Baekhyun memanggil dan Chanyeol hanya menatapnya dengan pandangan polos, benar-benar polos sehingga membuat Baekhyun gemas.
"Aku tidak diajarkan menghitung lantai hyung, aku tidak tau lantainya berapa."
Baekhyun memukul keningnya, kenapa di saat-saat seperti ini Chanyeol menjadi anak yang polos? Kenapa tidak setiap saat saja ia menjadi anak yang polos? Kenapa harus di waktu-waktu tertentu?
"Maksud hyung, kelas anehmu itu di tombol nomor berapa?" tanya Baekhyun sambil menunjuk tombol-tombol angka yang ada di sampingnya.
"Kenapa tidak bilang? Papa selalu menekan angka 2. Cepat hyung tekan angka dua!"
"Dasar!"
###
Tepat ketika Baekhyun membuka pintu berwarna coklat, tepat saat itu juga seluruh manusia yang ada di dalam ruangan melihat kearahnya dan yang lebih membuatnya terkejut adalah semua manusia itu seusia dengan Chanyeol. Maksudnya masih kanak-kanak, paling besar hanya sedada Baekhyun dan Baekhyun jamin itu masih SD. Kemana semua bapak-bapak yang kurang belaian?—Baekhyun mengira kelas akan diisi dengan bapak-bapak kurang belaian yang merasa pisangnya kecil dan tidak bisa memuaskan istrinya—kenapa semuanya anak kecil? Dan kenapa juga mentornya anak kecil?
"The hell is that?" umpatnya.
"Hyung ayo masuk! Ayo! Ayo! Ayo!" Chanyeol terus menarik tangan Baekhyun untuk masuk kedalam ruangan.
"Chanyeol kau serius dengan ini? apa kelas ini yang ayahmu ikuti?" Baekhyun bertanya, tetapi matanya sibuk memandang sekelilingnya.
"Tidak, papaku masuk ke kelas malam dan karena aku tidak jika pria-pria tua itu menggodaku aku mengambil kelas siang."
Baekhyun menggelengkan kepala, ia sudah pasrah saat Chanyeol menariknya masuk kedalam kelas. Ia sungguh tak menyangka, ia kira hanya Chanyeol lah satu-satunya bocah mesum, tetapi ternyata ada sekitar 30 bocah mesum lainnya.
Tunggu! Benarkah 30? Ah ia salah hitung, ternyata 31! Termasuk si mentor.
"Apa kau murid baru?" si mentor dengan mata bulat dan bibir berbentu hati bertanya.
Chanyeol menganggukkan kepalanya, matanya lalu beralih pada Baekhyun dan kemudian beralih pada pisangnya. "Apa kau bisa membuat pisang yang ada di dalam sini membesar?" Ia bertanya sambil menepuk pelan pisangnya yang ada dibalik celana, membuat Baekhyun melotot dengan horror saat melihatnya. "Karena kata kekasihku, ia suka memakan pisang yang besar."
Sumpah demi apapun, Baekhyun tidak pernah mengatakan itu!
Chanyeol adalah pembuat fitnah!
Mama tolong Baekhyun!
Baekhyun tidak kuat!
"Tentu saja aku bisa! Perkenalkan aku mentormu, Do Kyung Soo, panggil aku Kyungsoo." Kyungsoo menjulurkan tangannya, ingin mengajak Chanyeol untuk berjabat tangan tapi Chanyeol mengabaikannya.
"Tidak perlu, tidak perlu. Aku akan memanggilmu si mata bulat dan kau tidak bisa berjabat tangan denganku."
"Kenapa? Apa kau ada penyakit menular?"
"Tidak, tidak. Hanya Baekhyun hyung yang boleh menyentuhku, karena aku suami masa depannya."
WHAT!
THE!
HECK!
Tidak terima dengan pengakuan Chanyeol, Baekhyun lantas teriak, mengeluarkan protesnya. "KAU BUKAN SUAMI MASA DEPANKU BOCAH!" dan hal itu membuat seisi kelas langsung mengantri di depannya, mendaftar untuk menjadi calon suami masa depan Baekhyun.
TBC
.
.
.
.
[A/N]
Apa! Apaan! Ini!?
Hueee gak tau ini apa! Gak tau sumpah! Pokoknya review aja deeh ya? Ya? Jelek gak jelek review deeh.
Thanks for
Jj, chantime6104, XianLie92, BAEKBAEK04, Jihoonbang101, aupauchan (karena kalo berebutnya melon udah mainstream ), big panda29 (demi ponaan yang polos tapi selalu diracunin dengan hal berbau mesum sama babenya, diriku terinpirasi dari dia ((:. Iya makasiiih), randommedy (entar ya kalo Chanyeol udah gedean), timsehunnie, Bannalee, .96, parkbyunxo, Istri Park Chan Yeol Ganteng, socloverqua, chanbaekssi, cici fu, EyiLy, chanbaek0605 (entar kalo Channya kagak mesum Baeknya gak ena ), Heiyo, ranikim, sehunboo17, (masih kok, cuman yang di FFN agak lambat. Di wattpad lebih cepat updatenya.).
