My dear little sister IV.

.

.

.

Disclaimer Naruto © Masashi Kishimoto.

Genre : Family ,Hurt/Comfort ,Romance.

Rate : T.

Pair : Naruto x ...

Warning : typo, mainstream, ooc, newbie, dll.

Ingat jangan pedulikan genre ya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Summary:

Sebuah kebahagiaan memiliki seoarang adik perempuan yang sangat menyayangimu, dan sebuah kebahagian memiliki kakak laki-laki yang selalu melindungimu. Semoga kalimat itu terus berada dihati kita.

Akankah seorang mampu menghancurkan ikatan mulia dari mereka yang terlahir dari asal yang sama.

.

.

.

xXx

.

"Naruto woi, kau dimana". Teriak seseorang yang samar dapat Sakura dengar di telinganya Namun begitu kegiatan yang ia lakukan sekarang telah mengambil seluruh perhatiannya.

Satu-satunya hal yang Sakura mau adalah bagaimana membuat Naruto benar-benar menyukai dan candu pada belaiannya.

Begitu pula dengan Naruto yang tengah menikmati sensasi dari tangan lembut Sakura di kejantanannya. Hingga tak mendengar teriakan temannya.

.

.

.

xXx

.

Chapter 4.

Kiba sangat kebingungan karena hilangnya Naruto semenjak keluar dari kamar mandi. Sementara teman-temannya basket telah berkumpul di lapangan menunggunya.

"Dasar menyusahkanku saja". Umpat Kiba yang masih berlari-lari mencari keberadaan Naruto.

Karena emosi dengan tak sadar ia telah berada di area kamar mandi dengan terus meneriakkan nama Naruto. Hingga tiba-tiba matanya menemukan tas punggung dan jaket kulit Naruto berada di depan pintu kamar mandi putri.

Fikiran-fikiran kotor pun bermunculan di kepala Kiba. Perlahan tapi pasti Kiba mulai mendekat dan menempelkan telinganya pada pintu.

Tanpa waktu lama wajah tampan itu memerah dengan seringai yang tak dapat di jelaskan.

"Ternyata benar dia berbuat mesum. Kira-kira siapa gadis yang bersamanya ya m ?". Tanya Kiba pada diri sendiri.

Lalu untuk mengatasi rasa penasarannya Kiba pun mulai membuka pintu perlahan dan mulai beringsut masuk.

Desahannya semakin kuat. Dan si gadis pun mulai mendesah.

Tunggu... Kiba tahu suara itu. 'Bukankah itu suara Sakura'. Batinnya.

"Aku harus mendokumentasikannya". Ujar Kiba lirih namun penuh semangat.

Lalu dengan gerakan tergesa-gesa Kiba mengambil smartphone nya dari saku celana. Dan segera membuka aplikasi untuk merekam kegiatan dua temannya yang memang dikenal dekat tapi macam tikus dan kucing itu.

Mata Kiba terus melotot pada layar smartphone, hingga layar smartphone mulai menunjukkan tangan pemuda yang mulai menyibak rok pendek si gadis.

"Bajingan... aku bisa melihat celana dalamnya". Teriak Kiba nyaring hingga menggema di area toilet.

Sontak teriakan itu pun memisahkan Naruto dan Sakura dari kegiatan mereka.

"Siapa ?".

Mengetahui Naruto mulai mendekat kearahnya. Kiba gelagapan dan segera berlari ke arah pintu.

Tapi entah sial atau apa, tiba-tiba seorang guru lewat di depan pintu. Sehingga ia pun harus berbalik agar tak terlihat oleh guru itu jika ia masuk toilet putri. Bisa-bisa ia dikatai mengintip atau yang lebih parah menaruh camera.

Dalam Fikirannya mending dihajar Naruto sampai lehernya patah dari pada harus di scorsing selama satu bulan.

Tak sampai tiga detik Kiba berbalik dirinya langsung dikejutkan oleh wajah tampan Naruto didepannya.

"Apa yang kau lakukan disini hah ?". Sedikit kesal karena kehadiran Kiba di toilet putri itu.

Kiba langsung mengangkat kedua tangannya ke atasnya. "Syuuttt... jangan keras-keras di luar ada guru yang berkeliling. Kau mau kita dapat scorsing". Bentak Kiba dengan nada lirih.

Tapi bodohnya dia tangan kirinya masih memegang smartphone dalam keadaan merekam, yang sangat jelas dilihat oleh Sakura.

Sakura pun dengan gerakan yang cepat langsung merampas smartphone di tangan Kiba.

"Jadi kau merekam kami. Tapi sayang aku mengetahuinya". Ujar Sakura dengan lidah yang julurkan, mengejek Kiba.

"Siapa tahu kan aku bisa dapat menunjukkannya pada paman Kizashi dan bibi Mebuki". Senyuman Kiba makin lebar tanpa dosa sedikitpun.

Naruto tersenyum tipis. "Dasar gila". Ujar Naruto antara marah senang konyol dan meremehkan.

Sakura pun melangkah menuju washtafel. Menaruh smartphone Kiba didalamnya, lalu menghidupkan kran air. Alhasil smartphone Kiba pun basah terkena air.

Naruto dan Kiba melongo melihat smartphone mahal itu tenggelam dalam air.

Dan tanpa mengucapkan sepatah katapun, Sakura segera mengecup pipi Naruto dengan senyum manisnya. Lalu mengejek Kiba dengan wajahnya sebelum keluar toilet.

Kiba menurunkan tangannya. "Kau sangat beruntung Naruto. Apa kau pacaran dengannya ?".

Naruto menatap aneh wajah Kiba.

"Entahlah. Terserahmu sajalah". Naruto langsung meninggalkan Kiba sendirian di toilet.

Kiba yang hanya sendirian segera menuju ke wastefel untuk mengambil smarthphonenya. Senyum senang pun terpatri di bibirnya.

"Ternyata perbuatan mesum benar-benar bisa membuat otak jadi konslet ya". Ujar Kiba sangat senang.

Kemudian tangan Kiba membuka casing smartphone dan mengambil benda kecil dengan ukuran kira-kira 1,2 cm kali 0,9 cm itu dengan senyum setannya.

.

xXx

.

Terlihat gadis kecil bersurai merah tengah duduk di atas kursi tinggi dengan sebuah buku tipis anak sekolah dasar. Sesekali matanya melirik kakak tersayangnya yang keluar masuk pintu dapur dengan sebuah nampan dan serbet.

Terkadang juga ia melihat paman Teuchi dan kak Ayame yang tengah memasak.

Sedangkan dirinya hanya duduk. Tentu sebagai anak kecil ia bosan jika hanya duduk diam dan memegang buku yang sudah banyak kali ia baca hingga hafal setiap titiknya.

Sara pun menutup bukunya. Dan dengan perlahan dan hati-hati turun dari tempatnya duduk.

Dilihatnya jam dinding yang menunjukkan bahwa hari sudah larut malam. Pantas saja dirinya mengantuk dan menguap berkali-kali ternyata sudah larut.

"Hahh... benar-benar hari yang melelahkan". Ujar Naruto yang baru saja masuk kedapur mengusap keringatnya dengan lengan lalu menaruh nampan dan serbetnya.

Sara menatap kakaknya tidak suka. "Kakak ini bagaimana sih dulu bilang kalo tidak boleh malas dan mengeluh. Tapi malah kakak yang mengeluh". Dengan tangan yang berkacak pinggang anak kecil itu mengomel pada kakaknya.

"Iya-iya kakak tidak mengeluh kok". Naruto mengelus kepala adik manisnya.

"Pelanggannya sudah habis paman".

"Ya sudah. Sekarang cepatlah ganti baju dan kita makan bersama-sama". Ujar Ayame segera dengan antusias.

"Siap kak Ayame". Naruto segera berlari untuk mengganti seragam kerjanya.

.

..

.

Tak lama kemudian Naruto keluar dari kamar mandi. Dilihatnya makanan lezat telah tersaji di atas plastik besar di bawah lantai. Serta paman Teuchi, kak Ayame dan Sara yang telah duduk melingkari makanan itu.

"Ayo cepat duduk kakak. Sara sudah sangat lapar".

Teriakan itu selayaknya tanda. Naruto segera beringsut duduk di tempat kosong berhadapan dengan paman Teuchi.

"Baiklah semua sudah berkumpul. Mari kita segera berdo'a sebelum makan". Ujar paman Teuchi.

Dan setelahnya paman Teuchi pun memimpin do'a bersama.

Setelah selesai berdo'a langsung lah dilanjutkan dengan acara kedua yaitu suapan pembukaan.

Diawali oleh paman Teuchi.

Ia mengepalkan Nasi ditangannya dan langsung menyuapkannya pada kak Ayame.

Mengulangi lagi. Lalu menyuapkannya pada Naruto.

Dan yang terakhir paman Teuchi menyuapkan nasi pada Sara.

Lalu giliran yang kedua adalah kak Ayame.

Ia juga ikut menggumpalkan Nasi dan di suapkan pada paman Teuchi.

Lalu menyuapkan untuk Naruto.

Dan terakhir untuk Sara kecil.

Lalu giliran Naruto yang menyuapi.

Seperti yang lain pula Naruto menyuapkan nasi pada paman Teuchi terlebih dahulu. Lalu kak Ayame dan yang terakhir adalah adik kecilnya.

Tapi sebelum menyuapi adiknya, Naruto mengucapkan beberapa patah kata. "Jangan keras-keras ya".

Setelahnya Naruto menyuapkan nasi itu pada adiknya.

"Aaduduh...". Sara langsung menggigit tangan kakaknya yang berada dalam mulutnya yang sontak mengundang jeritan nyaring itu.

Keempat orang itu kini tertawa senang karena teriakan Naruto.

"Sekarang giliranku". Sara mengepalkan nasi ditangan kecilnya lalu menyuapkannya pada paman Teuchi, sembari mengucapkan kata-kata sayangnya.

Begitu pula untuk kak Ayame dan Naruto, Sara juga menyuapi mereka dengan ungkapan sayang.

Dengan suapan terakhir Sara pada Naruto maka berakhirlah pembukaan makan malam. Dan sekarang setiap orang bisa memakan nasi didepan mereka.

Dan dengan begitu malam pun semakin larut dengan candaan dan aksi saling suap dari dapur kecil Teuchi.

.

xXx

.

Malam makin larut udara pun semakin dingin terasa di luar rumah seorang tua yang masih menjabat sebagai menteri pertahanan itu.

Suasana malam yang indah untuk makan malam bersama keluarga di meja makan.

Tapi sepertinya hal itu tak berlaku pada keluarga kecil menteri pertahanan yang mulai menua itu.

"Emmhh aku dengar Naruto akan di kirim ke madrid untuk kejuaraan WKF ya ?". Ujar Kizashi sebagai satu-satunya laki-laki di keluarga Haruno.

"Jangan bicara saat mulutmu masih penuh makanan". Ujar wanita cantik yang tak lain adalah istri dari menteri pertahanan Kizashi.

Kizashi langsung menelan makanannya, dan langsung meminta maaf atas kesalahan kecil itu.

Dia merasa sangat sepi saat hanya berdua saja di meja makan.

Dimana putrinya, apakah harus ia pulang larut setiap hari.

Pasti akan sangat menyenangkan jika keluarga dapat berkumpul bersama-sama.

.

.

.

-TBC-

..

Baiklah semuanya terima kasih ya sudah membaca fic kedua aku. Dan jangan lupa review ya.

Flame juga gak papa kok.

Nge-fav sama nge-follow juga gak papa.

.

.

And jangan lupa baca legendary sword.

.

.

REVIEWS