My dear little sister V.

.

.

Disclaimer Naruto © Masashi Kishimoto.

Genre : Family ,Hurt/Comfort ,Romance.

Rate : T.

Pair : Naruto x ...

Warning : typo, mainstream, ooc, newbie, dll.

Ingat jangan pedulikan genre ya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Summary:

Sebuah kebahagiaan memiliki seoarang adik perempuan yang sangat menyayangimu, dan sebuah kebahagian memiliki kakak laki-laki yang selalu melindungimu. Semoga kalimat itu terus berada dihati kita.

Akankah seorang mampu menghancurkan ikatan mulia dari mereka yang terlahir dari asal yang sama.

.

.

.

xXx

Chapter 5

Malam sudah semakin larut. Burung hantu pun mulai berkeok bersama alunan angin malam yang amat dingin.

Dibalik kesepian jalanan kota yang hanya dilalui beberapa kendaraan, mungkin itu orang-orang yang baru yang saja pulang dari pekerjaannya.

Banyak pula toko-toko sudah tertutup rapat tanpa celah, menambah kesunyian yang ada.

Tapi di balik itu semua masih tetap ada tempat-tempat hiburan malam yang masih sangat ramai akan pengunjung. Bahkan jika dilihat mungkin tempat itu akan tetap buka sampai pagi nanti.

Dan mungkin memang itulah tempat yang pas untuk melepas penat setelah seharian penuh beraktifitas di dunia nyata.

Jadi, mari lah kita masuk kedalam untuk melepas penat.

Dan lihatlah, setelah masuk, disanalah kita akan melihat beberapa gadis sma dengan pakaian minim tengah duduk dengan minuman dengan tingkat alkohol yang rendah.

Entah apa yang dibicarakan oleh para gadis itu. Yang pasti saat kau jeli melihatnya kau akan melihat seorang gadis bersurai merah muda tengah mengomel pada temannya.

"Lihatlah mereka Ino, dengan tanpa bersalah mereka menari-nari bersama kekasih mereka. Sementara aku, aku saja belum mendapat pacar". Sungutnya.

"Tenanglah Sakura. Itukan salahmu sendiri tidak mau menerima ungkapan kasih sayang dari setiap orang yang berusaha mendekatimu".

Dan itulah yang selalu dikatakan Ino sahabat pirangnya. Bukannya dibela malah selalu terpojokkan.

"Kau bagaimana sih, aku kan curhat padamu malah kau menghardikku". Sungut Sakura kesal pada Ino.

Ino pun juga menghela nafas, memang susah menghadapi sahabat merah mudanya. Selalu ngedumel tentang kekasih, lha banyak cowok nyembah pada gak di terima.

"Gampang kan Saku-chan, kau kan tinggal pilih dari ribuan cowok yang mengirimimu bunga, coklat atau apalah itu. Mereka juga tampan".

"Hahhh... mereka sama sekali tidak menarik dimataku".

Sakura akhirnya menghela nafasnya. Ia sanggah kepalanya dengan tangan di atas meja bar.

Melihat teman-temannya menari dan melepas kepergian Ino yang tiba-tiba saja ditarik oleh kekasihnya.

Sesekali bartender menawarinya minuman setiap kali air di gelasnya habis.

Sesekali pula para pemuda menjulurkan tangannya untuk menari, tetapi dengan mudahnya tangan putih itu melambai memberi penolakan.

Entah sudah karena larut malam atau apa sepertinya gadis bersurai merah muda itu mulai mengantuk atau bisa dibilang mulai kehilangan kesadaran. Padahal yang diminum hanya minuman dengan kadar alkohol yang rendah

Bibirnya mulai menggumamkan hal-hal yang aneh. Mulai dari masalahnya disekolah, dirumah , tidak kunjung dapat kekasih, ketidak pekaan pria itu.

"Kau bodoh Pirang. Dasar kua bodoh Pirang. Bohoh. Pirang bodoh". Begitulah gumam Sakura.

Sementara musik dalam ruangan semakin kencang menuruti para pengunjung yang tengah menari ria, jarum jam tangan Sakura terus bergerak tanpa lelah berhenti.

Sakura terus menyandarkan kepalanya di meja baru sedangkan hatinya tetap menolak ketika tangan-tangan kekar berkali-kali mengajaknya untuk menari.

Tiba saatnya dimana Sakura terus mengacuhkan ajakan romantis itu, ponselnya berdering cukup keras, namun keadaan bar yang ramai berisik oleh musik dan diperburuk keadaan Sakura yang sedang mabuk membuat gadis itu seakan-akan tuli dari kehidupan nyata.

Disisi lain bar yang begitu luas tentu saja teman-teman Sakura juga berkumpul karena memang malam minggu. Mereka adalah Kiba, Sai dan teman-teman basket Naruto yang lain.

Meninggalkan Sakura sejenak.

Para pria itu nampak sedang menyaksikan smartphone hitam milik Kiba disana.

Beberapa kagum terkejut bahkan ada yang biasa-biasa saja.

" Kau gila ya Kiba! Jika Naruto tahu video ini lehermu bisa patah bodoh. ".ujar Gaara berusaha mengingatkan Kiba akan perbuatannya yang mengambil video privasi Naruto dan Sakura. Meskipun dia sendiri penasaran dan tidak menyangka bahwa kedua temannya yang seperti kucing dan tikus itu bisa melakukan hal yang menurutnya tidaklah mungkin.

Ayolah dia itu Naruto si pria pendiam dengan ribuan tingkah sopan, dan dia Sakura seorang gadis sempurna yang selalu menginginkan sebuah kesempurnaan.

It's crazy.

Kiba pun hanya menyeringai dibuatnya. "Tenang saja selagi kalian tidak ada yang mengadu pada Naruto, kita bisa menyimpan video ini dan memberikannya sebagai hadiah pernikahan mereka nanti ".

.

xXx

.

Sementara disaat yang bersamaan ketika para pria dan gadis SMA sedang menikmati malam minggu dengan perasaan senang. Yang diwarnai dengan tarian dan minuman.

Disisi lain dari dunia mewah itu, atau lebih tepatnya di depan rumah kecil kediaman Naruto, Sara tengah duduk didepan rumah dengan jaket tebal, gadis cantik itu tengah memandangi kakaknya yang hanya menggunakan celana hitam panjang sedang berkeringat karena lelah.

Di malam minggu seperti sekarang memang menyenangkan dapat berkumpul dengan teman. Tapi untuk Naruto hal itu pastilah tidak akan bisa terjadi. Pria pirang itu selalu ketakutan jika meninggalkan adiknya sendirian.

Jadilah ini yang Naruto lakukan hanya berlatih bela diri sampai peluh bercucuran.

Ya mungkin hanya itulah yang dapat Naruto lakukan sekarang ini untuk menghilangkan rasa bosannya.

Mata tajam Naruto menyoroti senang adiknya yang nampak memerhatikan nya. Lalu pandangannya turun pada kaki kiri adiknya yang terlihat mungil.

Seketika senyum getir muncul dari bibir Naruto. Perasaan bersalah dan menyesal.

Dan Naruto pikir suda cukup latihannya malam ini. Keringat sudah memenuhi tubuhnya , jadi mungkin sudah saatnya untuk mandi dan membeli makanan untuk adiknya yang manis.

Sejak dari pagi adiknya itu sudah merengek ingin dibelikan ice cream, karena itu sampai sekarang adiknya tidak mau makan sebelum dibelikan ice cream oleh kakaknya.

.

.

Tak perlu waktu lama untuk membersihkan diri, Naruto sekarang sudah rapi dengan celana pendek dan kaos hitam panjangnya.

Segera ia hampiri Sara yang tengah duduk di teras menunggui dirinya.

Sesampainya disana Naruto segera duduk disebelah Sara, memeluk tubuh kecil itu, dan memberikan banyak kecupan manis di area wajahnya.

"Ih.. Kakak jangan nakal, bau tauk.. ". Ujar Sara berusaha memberontak dari kungkungan sang kakak.

Mendengar protes adiknya, Naruto segera mencium bau tubuhnya. " Sembarangan, aku kan habis mandi".

"Habisnya kakak kalau menciumku selalu berlebihan". Sungut Sara sembari mulai menegakkan tongkat yang ia bawa.

" Ayo kakak, nanti ice cream nya keburu tutup". Dengan tertatih Sara menarik tangan Naruto, mengajak pria itu untuk segera pergi.

Naruto pun berdiri dan sekali lagi mencium pipi Sara.

Mereka berdua melangkah bersama menuju motor.

"Nah sekarang kita akan ke taman kota, pasti penjual ice cream nya belum tutup". Ujar Naruto seraya menaikan Sara keatas jok motor, tepatnya didepan agar Naruto tetap bisa memegangi adiknya agar tidak jatuh.

"Okey, Sara siap makan ice cream yang banyak hari ini". Dengan tingkah kekanakannya Sara membenarkan letak tongkatnya agar nyaman.

Naruto tersenyum dan mulai menstarter motor nya. " Tapi janji ya nanti setelah ini makan".

"Iya iya aku janji kok". Ujar Sara dengan wajah yang sengaja ia buat-buat cemberut.

Melihat hal itu ingin rasanya Naruto mencubit pipi Sara yang menggemaskan, tapi mengingat Naruto berjalan sedikit lambat jadi Naruto enggan untuk melepas kopling motornya.

Angin mulai berhembus lamban menyejukkan.

Di tengah perjalanan menuju taman kota, Sara tak henti-hentinya mengoceh entah itu tentang pelajaran sekolah, guru-gurunya yang menyenangkan bahkan teman-temannya yang lucu.

"Kakak ". Sapa Sara Di tengah pembicaraan adik kakak yang menyenangkan itu.

" Iya".

"Aku seneng deh punya kakak yang baik" Ujar Sara lagi dengan senyuman dan nada senang sama seperti sebelumnya.

"Hmm.. Kok bisa? ". Sahut Naruto berusaha menanggapi celotehan adiknya.

" Karena setiap aku ingin sesuatu pasti kakak berikan, padahal teman-temanku bilang mereka pasti dimarahi ibunya kalau minta ice cream, apalagi kalau malam".

Naruto manggut-manggut paham dengan apa yang dikatakan adiknya.

"Kalau aku punya ibu pasti juga nggak boleh kan? ". Ujar Sara dengan tawa senang.

Tapi di balik itu ternyata di belakang Naruto tampak mengusap matanya yang berair, entah itu karena rasa rindu atau keprihatinan terhadap adiknya, tau mungkin juga karena serangga yang mengenai matanya.

.

xXx

.

Sesampainya di taman kota Naruto dan Sara segera bergegas mencari tempat duduk untuk menikmati udara malam di iringi suara orang-orang yang juga sedang berada di taman kota malam itu.

Setelah dikira tempat itu nyaman dan aman, Naruto pun segera pamit kepada adiknya agar tidak pergi kemana-mana.

Sementara Naruto akan pergi mencari penjual ice cream.

Sara yang yang akan ditinggal sebenarnya pun juga tidak mau, hati kecilnya ingin ikut sang kakak untuk mencari penjual ice cream.

Tapi Naruto tetap bersikeras untuk meninggalkan Sara ditempat itu. Alasannya bukan lain karena Naruto tak ingin adiknya kelelahan karena harus mengikuti nya dengan tertatih.

"Sudah, Sara disini kakak carikan ice cream dulu, sebentar oke". Naruto segera berlari mencari penjual ice cream nya.

Dan tak begitu lama akhirnya Naruto berhasil menemukannya.

.

.

Tak begitu lama Naruto membawa dua cone ice cream hendak kembali ke tempat adiknya berada. Namun Di tengah jalan seseorang tiba-tiba menyapanya. Dan betapa kaget Naruto saat seseorang yang ia temui adalah guru olahraganya.

"Guru gay, sedang jalan-jalan". Sapanya balik.

" Ya begitulah Naruto, kau sedang kencannya". Sambil menatap dua cone ice cream ditangan Naruto, guy nampak tersenyum nakal.

Melihat kemungkinan istimewa yang akan terjadi.

Naruto heran sesaat, apa dirinya kelihatan sedang kencan ya. Seketika penglihatannya pun menangkap arah mata guru nya.

"Owh ini untuk adik perempuanku, dia sangat suka ice cream". Sambil memandang ice cream nya, Naruto menjelaskan tentang adik tersayangnya yang begitu sangat menyukai ice cream.

Mendengar hal itu gay pun hanya bisa tertawa malu. Cengiran khasnya pun tak luput ia gunakan untuk melindungi rasa malunya itu.

" Owh ya Naruto masalah kejuaraan WKF nanti, aku minta maaf karena pihak official kita tidak bisa membawa adikmu ikut. Jika kau ingin membawa adikmu kau harus menggunakan biaya mandiri ". Jelas gay dengan rasa bersalah karena dirinya tidak bisa mengusahkan keinginan murid terbaiknya yang terhitung memiliki segudang prestasi istimewa, bahkan jika Gay ingat-ingat lagi selain murid nya itu pandai dalam segala bidang olahraga, Naruto juga termasuk sangat pandai dalam bidang akademis.

Karena itu rasa bersalah menghinggapi hati sang guru ketika satu keinginan kecil dari muridnya itu tak bisa ia penuhi.

Beberapa kali Gay berusaha membujuk pihak official untuk membawa adik perempuan Naruto, karena memang itulah Naruto bisa bersemangat hingga sampai titik saat ini.

Naruto menunduk, kejuaraan itu sangat berharga tapi Naruto juga tidak mungkin jika meninggalkan adiknya sendirian dijepang.

" Maaf guru, tapi aku tidak bisa meninggalkan adikku sendirian, kau tau kan guru dia tidak seperti anak-anak lain yang bisa berlari jika ada bahaya, apalagi dia penakut dan manja. Aku takut untuk meninggalkan nya, dan lagi jika mengingat kalau kami tidak punya keluarga disini membuatku semakin was-was untuk meninggalkan nya". Ujar nya Naruto dengan tawa ringan, yang mungkin akan terkesan sedih.

Dan Gay bukan orang bodoh yang tidak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh murid nya itu.

" Jangan kau harus ikut, aku akan mengusahakan sebisaku agar adikmu bisa ikut ". Ujar Gay yang tak ingin murid nya meninggalkan peluang besar itu.

" Baiklah terima kasih guru, kalau begitu aku pergi dulu, adikku pasti marah jika aku membawakannya ice cream cair hehe... ".

.

.

.

Di bangku panjang itu Sara nampak menunggu dengan yang entah bisa digambarkan dengan apa, senyuman menawannya mengisyaratkan bahwa dia bahagia, tapi lain daripada itu matanya menyorot satu arti kegelisahan yang amat sangat.

Naruto datang dengan dua cone ice cream nya, segera dengan wajah bahagia Naruto memberikan nya pada Sara dua cone itu.

Yang langsung disambut dengan senang hati oleh gadis kecil kesayangannya, dengan raut bahagia Sara menjilat ice cream nya satu-persatu mulai dari kiri lalu kanan lalu kiri dan kanan lagi.

Dan lagi tidak perlu heran ya jika Sara memakan dua cone ice cream itu secara bersamaan, karena itu memang sudah kebiasaan Sara untuk memakan dua cone ice cream secara bersamaan.

.

.

.

-TBC-

..

Baiklah semuanya terima kasih ya sudah membaca fic kedua aku. Dan jangan lupa review ya.

Flame juga gak papa kok.

Nge-fav sama nge-follow juga gak papa.

.

.

And jangan lupa baca legendary sword.

.

.

REVIEWS