SUGAR LOVE
.
.
Chanbaek GS
~Happy Reading
.
.
.
And sorry for typo
Matahari pagi di musim panas mengusik seorang yang kini tengah bergelung nikmat diatas tempat tidurnya yang berhiaskan pink muda. Badannya menggeliat malas, tangannya mengambil selimut yang sudah berada dibawah kaki untuk menutupi mukanya agar menghindari sinar matahari yang menyengati wajahnya.
Usahanya berhasil dan akan membuatnya kembali tidur jika saja tidak ada yang mengetuk pintunya terus menerus,membuat gadis itu merengut dan membuka selimutnya. Ia mengela nafas dengan mata kantuknya ia bangkit dari tempat tidurnya dengan keadaan rambut yang berantakan dan masih memakai piyama bergambar strawberry.
Langkah kakinya dengan malas menuju pintu dengan sesekali menguap.
"Ada apa bibi?" Suara seraknya terdengar menatap sayu perempuan tua yang berpakaian pelayan.
"Nyonya menyuruh nona baekhyun untuk segera bersiap-siap karena ini hari pertama nona masuk sekolah"
Baekhyun berusaha mencerna perkataan bibi tadi, ia menoleh kebalakang melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 7, Ia melompat dan menatap bibi tadi dengan mata membola besar.
"Astaga aku terlambat"
Baekhyun sudah rapi dengan pakaian SMA-nya yang begitu cocok di tubuh mungilnya, Kegiatan selanjutnya adalah merapikan rambutnya, ia sempat berpikir untuk mengikat rambut cokelat panjangnya tetapi ketika sedang berusaha mengikat rambutnya atensinya lebih dulu melihat nada pesan di handponenya dimana membuatnya berbinar bahagia hingga akhirnya ia tak memilih mengikat rambutnya.
Baekhyun turun, Ia melihat ibunya yang selalu menyiapkan sarapan sedang sibuk di meja pantry. Dan tanpa lama-lama ia segera duduk di meja makan menunggu ibunya untuk menyediakan makanan.
"Lihat anak ini, Hari pertama masuk SMA sudah terlambat"
Baekhyun mengerut tidak terima dengan ucapan Ibunya yang kini tengah menaruh sarapan untuknya.
"Itu karena Mommy tidak membangunkanku" ucapnya dengan nada merengut.
Sang ibu menggelengkan kepalanya "Kau sudah besar jadi harus belajar bangun sendiri tanpa perlu dibangunkan orang lain, Lagipula siapa suruh nonton film disney sampai larut malam"
"Kalau Mommy tak menyuruh bibi untuk membangunkanmu, Mommy yakin kau tak akan bangun dan hari pertamamu untuk masuk SMA buruk"
Baekhyun kalah, Ia tidak bisa membantah perkataan ibunya jika yang dikatakan ibunya adalah benar. Hari ini adalah hari pertamanya, kemarin dia sempat bersemangat bahkan berjanji untuk bangun cepat, tetapi nyatanya ia malah keasikan menonton film favoritnya sampai larut malam dan mengabaikan perintah ibunya untuk tidur,Dan akhirnya seperti ini.
Baekhyun menghela nafas dan akhirnya memilih menyantap makanannya dengan wajah yang merengut lucu.
"Ada apa dengan wajah putri kita ini"
"Daddy..." Wajah baekhyun yang tadinya murung seketika berbinar ketika melihat ayahnya turun dengan keadaan rapi dengan setelan pakaian kantornya.
"Morning baby.." Ayahnya mencium pelipis baekhyun dengan sayang dan sedikit mengusik rambut panjangnya, hal itu membuatnya tersenyum senang. Sedangkan sang ibu mendapatkan ciuman dipipi ,dan setelah selesai memberikan kecupan kepada dua wanita berharganya ia pun mengambil tempat duduk disamping istrinya.
"Hari ini ia bangun telat padahal hari pertama masuk sekolah" Adu istrinya sambil menaruh sarapan untuknya.
"Its okay, semua orang juga pernah mengalami hal yang sama" Sang ayah mengedipkan matanya kearah baekhyun membuat cengiran khas baekhyun keluar dengan mata sipitnya sedangkan sang ibu hanya menggelengkan kepalanya.
Mereka pun menyantap sarapan mereka dengan tenang.
"Kau yakin tidak mau diantar oleh Daddy?"
Baekhyun terdiam beberapa saat sebelum mengangguk mantap,Ayahnya tersenyum dan mengusakkan kepalanya. "Baiklah jika itu maumu"
Selepas ayahnya pergi baekhyun mengecek handponenya dan melihat pesan yang sudah terkirim beberapa menit yang lalu. Ia mencebir kesal dan sesekali menghentakkan kakinya.
Sudah berapa menit yang lalu ia menerima pesan yang mengatakan jika orang ini sudah dekat tapi sampai sekarang belum muncul juga, Baekhyun ingin sekali menerima ajakan ayahnya jika ia tak mengingat ada yang sudah berjanji duluan.
Mobil hitam menuju kearahnya dan berhenti tepat dihadapannya, ia menatap kesal seseorang yang keluar dari mobil tersebut, pria yang tengah memakai kacamata hitam dan tersenyum lebar kearahnya.
Pria itu mendekat masih dengan senyum lebarnya.
"Kakak terlambat" Ia merengut dengan tangan yang sudah dilipat didada, menatap tajam pria tinggi yang kini sudah melepas kacamatanya.
"Sorry baby.. aku tercebak macet" Jelasnya sambik meraih tangan baekhyun tapi gadis itu menolak dan memilih segera masuk kedalam mobilnya.
Pria itu tergelak ia menghela nafas dan segera masuk kedalam mobil.
Suasana didalam mobil sangat hening, Pria itu terus-terusan melihat kearah baekhyun yang kini sedang cemberut. Dia mengambil tangan baekhyun dan mengenggamnya dan juga mengecupnya sesekali, berusaha menenangkan si mungil yang kini sedang cemberut.
baekhyun tidak menolak membuat pria itu tau jika baekhyun tidak terlalu marah kepadannya
"Im sorry being late, Sungguh tadi sempat macet aku berusaha cepat untuk kemari" ia menjelaskan dengan pelan sambil sesekali menatap baekhyun yang masih tidak mau melihatnya.
"Kakak tau kan ini hari pertama ku untuk masuk sekolah" Akhirnya baekhyun bersuara tapi tetap belum mau melihat kearahnya.
"I know.. and im so sorry for that, aku berjanji akan menjemputmu tepat waktu"
Baekhyun pun akhirnya menoleh dan tersenyum. Mobil mereka pun berhenti, mereka sudah berada didepan sekolah baekhyun.
Baekhyun keluar terlebih dahulu. "Kakak tak usah menjemputku jika kakak masih kuliah, aku akan menyuruh Daddy untuk menjemputku saja"
Pria itu menggeleng tak setuju "Aku akan tetap menjemputmu walau sesibuk apapun."
Baekhyun tersenyum malu, ia pun mengangguk dan akan pamit sebelum tangannya ditahan.
"Kenapa lagi?" tanyannya
"Kau tidak melupakan sesuatu?"
Baekhyun mengerut berpikir beberapa detik dan setelah itu menggeleng.
Pria itu terkekeh, ia membungkukkan badannya sedikit, tangannya menunjukkan kearah bibirnya.
Baekhyun membola ia melirik kearah sekitar yang terlihat ramai.
"Disini? Kakak yakin?"
pria itu mengangguk mantap, dan masih menunggu baekhyun, bahkan sudah memejamkan matanya.
Sedangkan Baekhyun sekali lagi melihat sekeliling berharap tidak ada yang melihat kejadian ini. setelah memastikan Kondisi aman baekhyun dengan cepat mengecup bibir pria itu. dan setelah itu berlari masuk kedalam dengan cepat.
Pria itu Terkekeh memastikan gadis mungil itu sebelum pergi dari situ menaiki mobil hitamnya.
~oOo~
"Kakak gila, bisa-bisanya dia memintaku menciumnya ditempat ramai" Ia menggerutu pelan sambil terus berjalan menuju kelasnya.
"Baekhyun!" Gadis itu menoleh dan terkejut "Kyungsoo" ia merentangkan tangannya guna untuk memeluk sahabatnya yang sudah terlalu lama berpisah darinya.
Kyungsoo membalas pelukannya. "Bagaimana kabarmu kau terlihat gendut" ujar kyungsoo sambil mencubit pipi baekhyun.
Baekhyun mengaduh sakit membuat kyungsoo melepas cubitannya "Kabarku baik, aku tak tahu jika kau masuk SMA yang sama denganku"
"Aku juga tak tahu, tapi kau bersyukurkan bertemu denganku"
baekhyun mengangguk lucu membuat kyungsoo terkekeh.
"Ah iya, Aku melihatmu barusan, dengan seorang pria. siapa dia?"
"Ah itu.. dia pacarku"
Kyungsoo membola "Kau sudah punya pacar? Astaga baekhyun"
"Siapa dia? sekolah dimana?"
Rentetan pertanyaan yang dilontarkan kyungsoo membuat baekhyun kesulitan menjawab, belum juga suara kyungsoo yang agak besar membuat orang-orang melihat kearah mereka.
"Dia park chanyeol, dia sudah kuliah"
Kyungsoo semakin terkejut membuat baekhyun menyesal unyuk menjawab pertanyaan sahabatnya.
"Kau? kau pacaran dengan..."
Belum sempat kyungsoo melanjutkan kalimatnya bunyi bel terdengar membuat baekhyun menghela nafas lega karena Bel tersebut telah menyelamatkannya.
"Kau berhutang banyak penjelasan badaku Nona byun." Tuntutnya.
Baekhyun terkekeh ia mengangguk dan setelah itu menggandeng tangan sahabatnya menuju ke kelas mereka.
Beruntungnya lagi mereka berdua sekelas.
~oOo~
Satu pesan berbunyi, baekhyun segera mengambil handponenya. ia dan kyungsoo berjalan menuju gerbang.
"Kakak sudah didepan, Kau sudah ada jemputan kan?"
Kyungsoo mengangguk "Ayahku yang menjemput, Aku masih belum percaya kau sudah punya"
Baekhyun mencubit pipi kyungsoo "Tenang saja, kakak orang yang sangat baik"
Kyungsoo tersenyum dan mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka berdua.
Di depan sana sudah ada mobil hitam dan juga pria tinggi yang kini bersandar dimobil dengan kacamata hitamnya. Baekhyun tersenyum ketika mereka sudah dekat.
"Kakak"
"Hey sweetheart.. bagaimana sekolahmu?" Chanyeol mengusakkan kepala baekhyun ketika gadis itu sudah memeluknya dengan erat
"Baik-baik saja dan menyenangkan, dan juga-" Baekhyun melepas pelukannya, ia menoleh kebalakang melihat kyungsoo yang masih berdiri memerhatikan mereka berdua.
"Ini sahabat kecilku yang pernah aku ceritakan, Kyungsoo ini kakak" Baekhyun menjelaskan sembari menarik Kyung-soo untuk me dekat
Kyungsoo maju selangkah dan menunduk hormat "H-halo saya kyungsoo sahabat baekhyun"
Chanyeol membalas "Halo saya Park chanyeol pacarnya baekhyun"
Baekhyun tersenyum melihat interaksi mereka berdua, baekhyun memeluk lengan chanyeol "Kalau begitu kami pulang dulu, sampai jumpa besok kyungie"
Kyungsoo mengangguk dan melambaikan tangan kearah baekhyun, ia masih memerhatikan mereka berdua sampai mobil hitam itu menghilang di belokan.
"Kurasa sahabatmu sangat canggung bertemu denganku"
"Dia baru pertama kali bertemu dengan kakak"
"Hm.. pantas saja, mungkin dia terpesona dengan ketampananku."
Baekhyun yang tengah melahap tteobokkinya mendadak terhenti, mereka berdua kini sudah berada dikedai setelah baekhyun mengeluh lapar dan ingin makan tteobokki.
ia berdecih sebal "Kakak terlalu narsis"
"Memang kenyataan begitu kan? Aku tampan" Ujarnya sambil menaruh dua jari dibawah dagunya dan tersenyum dimana membuat baekhyun memutar bola matanya dengan malas.
"Terserah kakak"
Chanyeol tertawa , ia membawa tangannya mengusap bibir baekhyun yang terkena saus. "Ayo cepat habiskan makananmu , lalu kita pulang"
Baekhyun mengangguk patuh "Tapi belikan aku Eskrim" Ia tersenyum dengan lembar hingga matanya sampai tak terlihat dimana membuat
Chanyeol tertawa gemas dan akhirnya mengangguk sambil mencubit pipi tembam Baekhyun.
Kekasihnya menggemaskan
~
Mobil hitam milik chanyeol sampai didepan halaman rumah baekhyun, mereka berdua segera turun.
"Terima kasih karena kakak sudah mau menjemputku, dan mentraktirku makan dan .. Oh.. Eskrim.. hehe" Baekhyun tertawa ketika mengingat hari ini ia sudah banyak menyuruh Chanyeol untuk membelikannya makanan.
"Sama-sama sayang"
mereka berdua terdiam beberapa saat, masih betah untuk saling menatap satu sama lain seolah tidak ingin berpisah.
"Aku akan merindukan kakak" Baekhyun bersuara dengan nada sedikit murung, matanya nampak sedih ketika melihat chanyeol.
Chanyeol terkekeh ia mengusak kepala baekhyun dengan gemas "Aku akan datang besok pagi menjemputmu"
"Tapi habis kakak pergi, aku akan jadi rindu kakak" Baekhyun menunduk bibirnya dipoutkan lucu membuat chanyeol gemas dan ingin mencium baekhyun sekarang juga tapi ia ingat dia sedang berada didepan rumah baekhyun jadi dia harus menahan diri.
"Aku juga rindu, Tapi kita berpisah hanya beberapa jam setelah itu bertemu kembali, jadi kau masuk kedalam dan pergi tidur, dan kita akan bertemu besok hm?"
Baekhyun mengangguk pelan dan memeluk chanyeol erat.
setelah itu melepas pelukan dengan tidak rela dan melangkah masuk kedalam rumah dengan sesekali menoleh kebalakang dimana masih ada chanyeol yang menatapnya sambil tersenyum hangat.
Ia melambaikan tangannya kearah chanyeol sebelum menutup pintunya.
Chanyeol tersenyum dan segera pergi , namun baru beberapa langkah, ia terhenti ketika sebuah pesan masuk yang dimana membuatnya terkekeh gemas. Dan setelah itu masuk kedalam mobilnya dan pergi.
Aku mencintaimu. aku akan tidur dengan cepat supaya kita cepat bertemu.
TBC.
A/n: Halo, ff pertama aku semoga suka ya. ditunggu reviewnya
Anggap aja ini prolog hwhw
Oke thankyou
