Baekhyun merengut sebal menatap ponsel miliknya yang masih menampilkan layar panggilan tetapi sepertinya orang yang berusaha ia panggil terlihat sangat sibuk dan bahkan tak bisa mengangkatnya.

Gebrakan meja penanda rasa kesalnya membuat para siswa melihat kearahnya juga sahabatnya kyungsoo yang tengah mengerjakan tugas mereka. Saat ini mereka tengah diberikan tugas tetapi Baekhyun tak berminat untuk mengerjakannya karena seseorang yang sudah beberapa hari ini tak mengangkat panggilannya.

"Pacarmu tak mengangkatnya?"

Baekhyun menoleh dan mengangguk lemas, ia menghela nafas dan semakin merengut bahkan hampir menangis jika kyungsoo tak segera menghiburnya.

"Hey tenang Baekhyun, Apa kalian bertengkar sebelumnya?"

Baekhyun menggeleng "Dia bilang dia akan sibuk beberapa hari kemudian , Tapi apa dia tak bisa mengangkat telfon ku barang sebentar saja" Air matanya turun begitu saja tak sanggup menahan rasa sesak di dada akibat pacarnya mengabaikannya.

Kyungsoo mengambil tangan Baekhyun mengusap menenangkan sahabatnya yang sudah terisak pelan. "Jangan menangis , Aku yakin dia akan segera menghubungimu.. kau hanya harus bersabar" Kyungsoo berucap menghiburnya.

Baekhyun hanya diam tak merespon dan berusaha menenangkan tangisannya. Dan kembali melihat ponselnya sebelum mematikan total. Kyungsoo yang melihat itu hanya menghela nafas. Baekhyun saat ini sedang kesal.

Waktu istirahat kyungsoo mengajak Baekhyun untuk makan tetapi gadis itu tidak mau dan hanya bilang kalau dia sekarang diet tetapi kyungsoo tau jika itu hanyalah kebohongan karena ia tahu Baekhyun tidak sedang dalam kondisi bagus maka dari itu ia langsung menarik gadis itu pergi ke kantin.

Di tengah perjalanan ke kantin Baekhyun hampir menginjak kertas yang baru saja jatuh dilantai jika tidak ada yang meneriakinya.

"Hampir saja" Pria itu langsung membungkuk dikaki Baekhyun dan mengambil kertas yang hampir diinjak Baekhyun.

Baekhyun mengangkat alisnya dan menatap pria yang berada dihadapannya dengan ekspresi datar, Tapi berbeda dengan pandangan pria ini yang berbinar.

"Baekhyun... Kau Baekhyun kan?" Tanya pria itu dengan nada semangat bahkan Baekhyun sempat menatapnya dengan bingung.

Tangan pria itu terulur ke depan dengan satu senyum cerahnya "Aku Lucas "

Baekhyun melongo .

"senang bertemu denganmu" Ucapnya kembali dengan masih tersenyum

Baekhyun mengangguk kaku, Ia pun berjabat tangan dengan Lucas .

Panggilan kepada Lucas harap segera pergi ke ruang guru

"Ah.. aku sudah dipanggil, Lain kali kita mengobrol lagi.. dah"

Pria itu berlalu, Baekhyun masih terdiam sesaat sebelum akhirnya ia kembali ditarik oleh kyungsoo.

~oOo~


Chanyeol berjalan mondar-mandir dengan perasaan gelisah ia berusaha menghubungi Baekhyun tapi tidak aktif, Ia tahu sekarang Baekhyun sedang marah padanya karena tak mengangkat panggilannya dan jarang menghubungi -nya beberapa hari ini.

Tapi itu semua ada alasan, karena Minggu ini kampusnya akan mengadakan festival . Chanyeol yang merupakan anggota band disuruh menyiapkan sebuah lagu yang akan ditampilkan nanti , Ia bahkan bergadang dan tidur di kampus bersama teman-temannya hanya untuk berlatih dan menulis lirik lagu . Sehingga melupakan kekasih mungilnya.

Maka dari itu ia merasa bersalah, Perasaanya menjadi gelisah dan membuatnya tak fokus ketika melihat puluhan panggilan juga SMS yang sudah dikirim oleh Baekhyun beberapa saat lalu dan juga berapa hari yang lalu.

"Chanyeol kau tidak apa-apa?" Salah satu temannya keluar menanyakan keadaannya.

Chanyeol tak menjawab ia hanya melihat ponselnya dan terus memanggil nomor Baekhyun berharap jika kekasihnya ini sudah mau mengangkat panggilannya.

"Hey, Jika kau mempunyai urusan penting kau bisa pulang duluan"

Chanyeol menatap temannya dengan raut wajah yang kusut "Bolehkah?" Tanyanya dengan ragu.

Temannya mengangguk dan tersenyum kecil "Iya, Lagipula kau sudah bekerja keras untuk band kita"

Chanyeol berpikir sesaat sebelum berterima kasih kepada temannya itu dan segera mengambil tasnya berpamitan kepada beberapa temannya yang berada di ruang studio sebelum akhirnya pergi.

...

"Baekhyun makan" suruh Kyungsoo entah sudah berapa kalinya, melihat sahabatnya itu tak menyentuh makanannya sama sekali dan hanya menatap ponselnya yang sudah dimatikan total olehnya.

Baekhyun merengut dan menggeleng , Ia tak bernafsu makan mengabaikan perutnya yang sedari tadi bersuara karena belum terisi, Kyungsoo menghela nafas menyerah atas sikap Baekhyun yang keras kepala. Ia memilih melanjutkan makanannya kembali.

Jam pulang sekolah akhirnya tiba, Baekhyun dan kyungsoo berjalan bersama menuju gerbang. Wajah Baekhyun masih sama menunjukkan kesedihan . Hal itu membuat kyungsoo memutar bola matanya malas melihat sahabatnya yang masih murung dan terlihat lemas.

Matanya tak sengaja melihat kearah gerbang dimana mobil hitam terparkir disana dan disana ada pria tinggi yang ia kenal, kyungsoo melihat kearah Baekhyun yang masih menunduk kepalanya sebelum kembali melihat kearah pria itu yang kini sudah melihat kearah mereka.

Baekhyun mengernyit ketika merasa hidungnya mencium aroma yang familiar , maka dari itu ia segera mengangkat kepalanya . menampilkan wajah seseorang yang ia rindukan dan juga membuatnya kesal beberapa hari ini, wajah yang kini terlihat kusut dan mata yang memiliki kantung hitam.

Ingin rasanya ia memeluk Chanyeol tetapi mengingat ketika pria itu bahkan tak sama sekali menghubunginya maka dari itu rasa egonya muncul , Ia hanya melihat sekilas wajah prianya sebelum melewatinya .

Kyungsoo yang menyaksikan sedari tadi dan menebak jika Baekhyun akan terlihat senang, tapi ternyata tidak Gadis itu hanya melewati pacarnya yang kini tersenyum sedih kearahnya.

"Baekhyun"

Langkah Baekhyun terhenti akibat tangannya di cekal. Ia berbalik tidak menatap wajah Chanyeol dan hanya melihat kearah bawah.

"Aku mau pulang" Ucapnya dingin, Chanyeol terdiam sebelum mengangguk dan menarik Baekhyun kedalam mobilnya setelah berpamitan pada kyungsoo.

Di dalam mobil belum ada percakapan dari salah satu . Baekhyun hanya sibuk melihat kearah jendela mengabaikan Chanyeol yang masih memegang tangannya mengusapnya dan menggenggam erat guna untuk membuatnya tenang.

"Kau sudah makan hm?" tanya Chanyeol berusaha mencairkan suasana.

"Sudah" Bohong Baekhyun.

"Begitu.." Chanyeol tersenyum kecil dan melihat kearah Baekhyun yang masih belum menatapnya.

"Baekhyun..." Panggilnya

Hening~

Chanyeol menghela nafas, Mobilnya ia hentikan di pinggir jalan yang terlihat kurang ramai, badannya dibawa ke samping menatap sepenuhnya gadis mungil yang kini tengah merajuk kepadanya.

"Sayang.. lihat aku"

"Tidak mau"

"Kenapa?"

"Hanya ingin"

"Yakin?"

"Iya."

Chanyeol meringis mendengar ucapan Baekhyun yang sangat dingin terhadapnya. Ia langsung mengambil kedua tangan Baekhyun menarik gadis itu dengan pelan untuk membawa tubuhnya agar berhadapan dengannya.

Baekhyun sempat merengek pelan sebelum akhirnya menurut tapi matanya belum mau melihat kekasihnya itu.

Chanyeol mengusap rambut Baekhyun "Maafkan aku telah mengabaikanmu beberapa hari ini, Kau sudah tahu alasannya bukan?"

Hening, Baekhyun masih tak mau bersuara. Chanyeol tersenyum tipis , Tapi ia masih belum menyerah dan berusaha membujuk Baekhyun.

"Lihat aku sayang.. aku merindukanmu"

Baekhyun berdecih "Ku kira kau sudah melupakan aku" gumamnya pelan tetapi bisa didengar oleh Chanyeol seolah gadis itu sengaja agar ucapannya itu terdengar olehnya.

"Aku tidak mungkin melupakan kekasih mungilku yang imut ini"

"Pembual"

"Hey.. kenapa berkata begitu? Siapa yang mengajarkanmu" Chanyeol nampak terkejut ketika mendengar perkataan Baekhyun yang tak pernah ia dengar selama ini.

Baekhyun memicing , Chanyeol masih menatap Baekhyun guna menuntut jawaban atas pertanyaannya tadi.

"Tidak tahu" Ucapnya asal.

Chanyeol kembali menghela nafas "Maafkan aku hm? Ini festival kampus jadi aku harus menampilkan Yang terbaik.

"Tapi dengan mengabaikanku aku merasa kakak sudah melupakanku"

"Tidak sayang, aku tidak melupakanmu. Aku minta maaf sekali karena sudah mengabaikanmu."

Baekhyun kembali diam, Chanyeol masih mengusap kepala kekasihnya , Rambut Baekhyun kini diikat tinggi membuat kekasihnya terlihat cantik dan juga imut.

"Bagaimana sayang?" Tanya Chanyeol memastikan Baekhyun kalau sudah memaafkannya.

Baekhyun menatap Chanyeol sebelum merentangkan tangannya. "peluk"

Chanyeol berusaha mencerna perkataan Baekhyun, tapi karena terlalu lama gadisnya kembali merajuk "Tidak jadi kalau begitu "

Tapi Chanyeol langsung memeluk gadis itu dengan erat mengelus punggung kecil itu dan mencium kepala kekasihnya yang beraroma strawberry.

"Aku belum mau memaafkan kakak"

"Hey kenapa begitu?" Chanyeol melepas pelukannya dan menatap bingung.

"Itu hukuman. Sekarang ayo kita pergi ke restoran ,aku lapar"

"Tadi bilang sudah makan"

"Aku berbohong"

Chanyeol terkejut mengetahui jika Baekhyun tadi berbohong kepadanya , ia melihat kekasihnya yang kini tengah mengatur duduknya dan gadis yang ia tatap tak mengetahui bahwa sedari tadi Chanyeol memicing.

"Kalau begitu aku juga akan memberikanmu hukuman karena sudah membohongiku"

Baekhyun ditarik tiba-tiba , Chanyeol mencium bibir tipis itu dengan cepat membuat Baekhyun terkejut karena belum siap dan kesusahan untuk menyeimbangi ciuman Park Chanyeol.

Chanyeol melumat dan menyesap bibir tipis Baekhyun yang sudah ia rindukan beberapa hari ini, maka dari itu ia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencicipi kembali rasa manis yang keluar dari bibir gadis tercintanya ini, mengabaikan Baekhyun yang kini akan kehabisan nafas jika saja gadis itu tidak mendorong tubuhnya.

"KAKAK" Baekhyun berteriak kesal dan mengusap bibirnya yang basah.

"Kenapa?" Tanyanya bingung, melihat reaksi dari Baekhyun.

"Aku masih belum memaafkan kakak, jadi kakak belum bisa menciumku seenaknya"

Chanyeol membeo ia terdiam dan akan menyatakan protes sebelum Baekhyun lebih dulu berkata "Jika kakak menciumku lagi aku akan benar-benar tidak akan memaafkanmu, Sudah kubilang itu hukuman"

Chanyeol tertohok ia menatap tak percaya kekasihnya yang kini memicingnya dengan tajam, Apakah Baekhyun tak tahu jika ia ingin mencium Baekhyun sebanyak mungkin untuk melepas rindunya.

Apa Baekhyun tak merasakan apa yang dirasakannya?

Setelah berperang batin dan mengusak kasar kepalanya ia pun segera membawa mobilnya menuju restoran. Tanpa tahu jika Baekhyun tengah terkekeh melihat betapa frustasinya seorang Park Chanyeol.

~oOo~


Baekhyun sudah mulai sedikit terbiasa dengan kesibukan pacarnya yang merupakan seorang anggota band, Kekasihnya itu sungguh akan melakukan segala upaya untuk membuat penampilan mereka menjadi sempurna dan dinikmati oleh orang-orang yang menyaksikan.

Meski seringkali Baekhyun merengek dan merajuk hanya untuk melepas rindu dengan Chanyeol. Pria itupun akan menurutinya dengan pergi ke rumah Baekhyun atau sekolah Baekhyun untuk mentraktir gadis itu makan dan bermesraan sedikit, setelah itu mengantarnya kembali ke rumahnya . Dan Chanyeol akan kembali melanjutkan kegiatannya.

"Besok kau akan datang?" Chanyeol nampak kesusahan ketika Baekhyun tengah mengendus pipinya. posisi mereka saat ini Baekhyun yang tengah dipangku didalam mobil.

Kenapa posisi mereka seperti ini karena gadis mungil itu merengek tentang tugas sekolahnya yang sangat banyak. Dan bilang padanya untuk memeluknya tetapi ketika Chanyeol akan siap memeluk gadis itu tiba-tiba naik ke pangkuannya.

Bibir Baekhyun sesekali mengecup pipi Chanyeol dan juga seringkali berpindah mengigit telinga besar milik pacarnya yang seringkali ia bilang mirip dengan telinga Yoda dan chanyeol akan menggerutu kesal.

Baekhyun akhirnya melepas ciumannya dan memandang wajah kekasihnya yang terlihat kusut itu dengan pandangan berpikir membuat Chanyeol mengerutkan dahi.

"Aku tak yakin"

Perkataan Baekhyun sontak membuatnya merengut tak percaya.

"Kenapa? Kau sudah berjanji Baekhyun" Kali ini pandangan Chanyeol terlihat merajuk .

Baekhyun menahan tawanya melihat ekspresi kekasihnya yang nampak lucu. "Aku tak yakin-- jika tak bisa menahan untuk tak memeluk kakak di atas panggung ketika menyaksikan betapa kerennya kakak"

Chanyeol tercengang mendengar perkataan Baekhyun yang sangat berbeda. Darimana pacarnya itu berkata seperti itu? Baekhyun akhir-akhir ini sedikit berubah.

"Darimana kau belajar kata-kata seperti itu sayang?"

Baekhyun menyengir memperlihatkan gigi putihnya "Dari kyungsoo"

Chanyeol menggeleng kepalanya , dan setelah itu kembali membiarkan gadis mungil itu melakukan semaunya pada wajahnya.

"Kakak nampak kusut" Baekhyun bersuara pelan menatap wajah Chanyeol , Chanyeol yang tengah memejamkan mata hanya tersenyum kecil dan berdehem.

"Kakak kurang tidur? Kakak seharusnya tidur dengan cukup . Kakak selalu bilang padaku seperti itu tetapi sekarang kakak yang jarang tidur. Kakak tahu kan kalau aku ak--mmph"

"Cerewet sekali" Chanyeol melepas ciumannya ketika selesai membungkam Baekhyun yang tengah mengomelinya , ia bisa melihat wajah memerah milik gadisnya dan bahkan merengut.

"Setelah ini selesai ,aku akan tidur dengan cukup dan tidak akan membuatmu mengomel seperti tadi"

Baekhyun memukul tangan Chanyeol dengan pelan.

"Nah sekarang kembali ke tempat dudukmu, Kita akan pergi makan"

Baekhyun mengangguk menuruti perintah Chanyeol , setelah melihat Baekhyun sudah dalam posisi yang baik ia segera menjalankan mobilnya menuju restoran favorit mereka.

~oOo~


"Baekhyun tunggu dulu"

Kyungsoo nampak kesusahan mengejar langkah Baekhyun yang terlihat bersemangat untuk masuk kedalam Lapangan kampus dimana banyak orang yang berkumpul untuk menyaksikan . Orang-orang yang berada disini juga sama semangatnya dengan Baekhyun bahkan mereka terus bersorak dengan kuat.

"Ah gawat, Kita terlambat kyungsoo"

Kyungsoo yang berada dibelakang Baekhyun kini nampak bingung , masalahnya apa yang dikatakan Baekhyun kalau mereka sudah terlambat ketika bahkan saat ini mereka sudah tepat waktu kemari.

"Apa maksudmu terlambat, Kita datang tepat waktu Baekhyun"

Sahabatnya itu menggeleng kuat tangannya menunjuk ke depan panggung dimana sudah banyak orang disana dan terisi full di berbagai sisi.

"Di depan sana aku bisa melihat kakak dengan jelas dan aku yakin kakak akan melihatku juga disana" Jelas Baekhyun.

"Tapi Baekhyun disana sudah sangat penuh, Kita disini saja lagian kita tidak terlalu jauh dari depan panggung" Elak kyungsoo.

Baekhyun yang kini tengah memakai celana pendek serta blus pink-nya kini kembali menggeleng , Rambut hitamnya yang terurai sedikit berantakan akibat berlari tadi.

Tangannya dengan cepat menarik kyungsoo untuk mengikutinya , Dengan penuh paksaan ia segera berdempetan dengan beberapa orang, namun sayang karena tubuhnya yang kelewat mungil membuatnya langsung keluar dengan cepat.

Mulutnya berdecih sebal sedangkan kyungsoo yang terlihat kehabisan nafas akibat tindakan Baekhyun kini tak bisa berbicara.

"Iss menyebalkan.. Bagaimana ini?" Gerutunya melihat dua orang wanita yang bertubuh tinggi menutupi pemandangan . Baekhyun melihat kearah kyungsoo yang masih mengatur nafasnya dan melirik jam tangannya.

"15 menit lagi.."

Kembali lagi ia melihat kedua wanita yang masih berdiri dihadapannya "Hey.. bisakah kalian bergeser sedikit"

Kedua wanita yang berada dihadapannya nampak terkejut dan segera berbalik badan menatap Baekhyun yang tengah menatapnya sengit.

"Wah.. wah lihat ini , ternyata ada Gadis SMA di kampus kita ternyata" Ucap wanita berambut pendek yang kini membalas tatapan sengit.

"Kau mau apa disini gadis kecil?" Kali ini wanita berambut panjang itu sedikit menunduk untuk berbicara dengan Baekhyun.

"Aku kemari untuk melihat penampilan pacarku" Balas Baekhyun dengan nada cuek.

"Pacar?" Tanya wanita yang berambut pendek. Mereka berdua kini bertatapan sebelum akhirnya tertawa dengan keras . Baekhyun yang melihat itu mengerut tak suka, sedangkan kyungsoo yang berada disebelahnya mulai khawatir.

"Maksudmu park Chanyeol adalah pacarmu?"

Baekhyun mengangguk polos membenarkan.

Mereka berdua kembali tertawa .

"Wah .. aku tidak tahu kalau imajinasi Gadis SMA akan setinggi ini haha.."

"Hey gadis kecil.. Park Chanyeol itu merupakan Idola kami di kampus. Lagipula mana mungkin Chanyeol mempunyai kekasih serupa Anak kecil sepertimu"

Ejekan yang baru saja dilontarkan membuat Baekhyun naik pitam , wajahnya memerah karena amarah yang sedari tadi di tahan.

Kyungsoo langsung menahan Baekhyun ketika gadis itu melangkah maju hendak melakukan sesuatu yang berbahaya. Baekhyun sontak saja menatapnya , kyungsoo menggelengkan kepalanya mengingatkan Baekhyun untuk tak membuat keributan.

Baekhyun mengigit bibir sebelum akhirnya menghela nafas dan kembali mundur membiarkan kedua orang tadi tertawa kepadanya. Kyungsoo segera menenangkan sahabatnya .

Beberapa menit kemudian , Yang ditunggu-tunghu akhirnya muncul semua orang terlihat sangat bersemangat dan juga senang, Anggota band yang bernama LOEY itu muncul di panggung. Menyapa penggemar dan juga orang yang tengang menyaksikan mereka.

Baekhyun berusaha berjinjit untuk melambaikan tangan dan agar terlihat oleh Chanyeol walau usahanya itu dirasa tidak berhasil karena sekali lagi tinggi tubuhnya tak mendukung dan akhirnya membuatnya pasrah.

"Terima kasih untuk semuanya yang sudah datang di Festival Kampus kami, Kuharap semuanya bersenang-senang selama disini"

Sorakan terdengar membuat Chanyeol tersenyum, Matanya menatap kearah sekitar untuk melihat dan mencari seseorang yang sudah ditunggu nya.

Dan ketika atensinya terpaku pada dua barisan di depan ia tersenyum kecil melihat gadisnya disana tengah melambaikan tangan dengan kesusahan.

"Kalau begitu mari kita mulai saja.. Lagu pertama kita"

...

"Baekhyun pacarmu sangat keren tadi, Aku bahkan tak bisa berkedip. Syukurlah aku mau ketika kau mengajakku" Kyungsoo tertawa kecil ia melihat kearah Baekhyun yang nampak tak bersemangat ketika di awal pertama mereka masuk.

"Baekhyun! kenapa?"

"Oh tidak.. hanya saja aku merasa tidak puas karena kita tidak bisa berada didepan " bibir mungilnya merengut membuat kyungsoo tersenyum.

"Hey tidak apa.. kau lihat tadi kan? Dia bernyanyi sambil melihat ke arahmu."

Baekhyun hanya mengangguk , bersamaan itu Dering ponselnya terdengar, Ia segera mengambil ponselnya yang berada di tas kecil miliknya.

"Siapa?" Tanya kyungsoo ketika melihat Baekhyun tersenyum .

"Kakak" Jawabnya dan langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Halo"

"Kau dimana?"

"Aku sudah mau pulang dengan kyungsoo"

"Jangan pulang dulu"

"Huh? Kenapa?"

"Temui aku dibelakang panggung, Aku menunggumu Sayang"

"K-kakak" Baekhyun baru akan menanyakan tetapi panggilan tersebut sudah terputus , Baekhyun melihat kearah kyungsoo yang memandanginya.

"Maaf kyungsoo, tiba-tiba saja kakak menyuruhku pergi menemuinya"

Kyungsoo tersenyum kecil "Tidak apa, Pergilah temui pacarmu. Lagipula aku akan dijemput oleh papaku"

Baekhyun tersenyum dan memeluk sahabatnya itu sebelum berlalu pergi.

Baekhyun berjalan perlahan ketika ia sudah sampai di belakang panggung , Nampak beberapa orang baru saja keluar dari dalam tenda. Baekhyun pun berinisiatif menunggu diluar sambil sesekali matanya menoleh kearah tenda .

Tak selang berapa lama Chanyeol keluar dari tenda tersebut dengan rambut yang nampak acak , pria itu memakai hodie hitam dan celana jeans robek. Beberapa perempuan kini tiba-tiba mendekatinya hanya untuk meminta tanda tangan membuat pria itu nampak kewalahan.

Sedangkan Baekhyun ia merengut kesal dan melempar tatapan sengit pada Chanyeol yang kini menggumam maaf ditempatnya.

Setelah cukup lama, Chanyeol segera menghampiri kekasih mungilnya. "Kakak sangat populer ternyata" Nada Baekhyun terdengar sinis , membuat Chanyeol meringis kecil.

"Maaf sayang mereka selalu datang tiba-tiba"

Baekhyun berdecih sebelum akhirnya menggandeng lengan Chanyeol dengan erat "Kalau begini mereka tidak akan mendekati kakak lagi"

Chanyeol tertawa kecil dan mengusak rambut hitam kekasihnya dengan gemas.

Mereka berdua pun berjalan bersama menuju mobil Chanyeol yang terparkir.

"Menurutmu bagaimana penampilanku tadi?"

"Hmm.. Kakak sangat keren sampai-sampai membuat kyungsoo tidak bisa berkedip"

Chanyeol tertawa kecil "bagaimana denganmu? Apakah sama seperti kyungsoo?"

Baekhyun mengangguk membenarkan membuat Chanyeol kembali tertawa gemas.

"Ngomong-ngomong tadi aku sempat mengalami perkelahian kecil"

"Huh dengan siapa?" Chanyeol menghentikan langkahnya dan menghadap Baekhyun.

"Dua orang wanita yang sangat tinggi, mereka menghinaku dengan mengatakan aku gadis kecil."

"Terus?"

"Dan juga ketika aku mengatakan kalau aku pacar kakak mereka tidak percaya dan mengatakan kalau aku berimajinasi tinggi. Padahal-kan memang benar" Baekhyun menatap kearah Chanyeol yang tersenyum setelah mendengar cerita Baekhyun.

"Tidak usah memikirkan kata mereka. Lagipula kau sudah mengatakan hal yang benar, itu terserah pada mereka mau percaya atau tidak. Yang penting sekarang kau milikku dan aku tidak akan melepaskanmu.

Baekhyun tersenyum senang dan memeluk kekasihnya itu dengan erat. "Aku mencintai kakak"

"Aku juga mencintaimu Sweetheart

Tebece~

Semoga hari Minggu kalian menyenangkan.

Jangan lupa Review Favorite dan Follow yaa

Yellowpink614