Sayonara
Genre : Hurt/Comport
Main Chara : Uzumaki Naruto
Note : Cerita ini diambil dari sudut pandang orang pertama
Play : Sadness and Sorrow / Grief and Sorrow by Toshiro Matsuda
Aku Uzumaki Naruto kini tengah berdiri dihadapan sebuah makam, tak peduli dengan hujan rintik yang membasahi tubuhku
Aku menatap sebuah nama yang terukir di sebuah batu nisan
Asuka Sara
Itulah nama yang terukir di batu nisan tersebut.
Hari merupakan tepat dimana ia meninggal beberapa tahun yang lalu
Aku berjongkok dihadapan batu nisan
Ku usap permukaan batu nisan tersebut dengan lembut penuh perasaan.
Aku memejamkan mata sambil tersenyum mengingat semua tentang dirinya.
Dimana ia tersenyum bahagia karenaku
Tawanya ketika aku membuat sebuah candaan yang lucu
Marahnya ketika ia cemburu
Sedihnya ketika aku terjatuh sakit
Tangisnya ketika aku berpura - pura selingkuh
Semua tentang memori dirinya terlintas di kepalaku seperti sebuah film yang telah lama tidak aku tonton. Kebersamaan yang telah kita lalui dengan suka dan duka
Mengingat semua kenangan bersamanya membuatku tak kuasa menahan air matak di pelupuk mataku
Air mata mulai mengalir dengan deras membasahi kedua pipiku
Aku ingat waktu di mana kau menerima cintaku.
Dengan sebuah gitar, aku menyanyikan sebuah lagu untukmu dan menyatakan cintaku di depanmu dan semua orang yang menyaksikan.
Kau menangis, menagis bahagia karena cintamu tak bertepuk sebelah tangan.
Aku memelukmu dengan lembut dan menenangkan dirimu yang menangis.
Sorak-sorai dari semua orang menggema pada waktu itu.
Betapa malu dan bahagianya diriku ketika itu.
Aku ingat ketika Festival Matsuri untuk pertama kalinya kita berciuman tepat di bawah kembang api yang menghiasi langit malam dengan indahnya. Sungguh itu adalah hal terindah untukku.
Aku ingat ketika itu kita bermain ke taman hiburan, lalu mencoba untuk masuk wahana hantu, melihat kau ketakutan lalu memelukku saat ada hantu yang muncul tiba-tiba tak kuasa aku tertawa melihat kelakuanmu kala itu, dan setelahnya kaupun marah padaku yang menertawakanmu saat ketakutan
Hari demi hari kita lewati bersama dengan sukacita. ketika kita dihadapkan dengan sebuah masalah, kita selalu menyelesaikannya dengan bersama.
Sampai tepat dimana hari dimana kau meninggalpun tiba.
Kacelakaan lalu lintas merenggut nyawamu
Kau meninggal tepat di sampingku saat di larikan di rumah sakit dengan mobil Ambulan.
Sebelum kau meninggalkan dunia, kau berkata padaku dengan terbata.
Aku mendengarkan perkataanmu sambil menangis. Melihat kondisimu kala itu membuatku sungguh terguncang, aku menyuruhmu berhenti berbicara tapi kau menolak.
Aku menggemgam telepak tanganmu dengan erat seakan tak rela kau pergi. Kau masih saja mengatakan pesan terakhirmu padaku.
Sampai di mana kau mengatakan ingin tidur karena lelah dengan sebuah senyuman menghiasi wajahmu
Sambil menangis sesegukan aku menyuruhmu untuk tidur.
'Selamat tinggal, aku mencintaimu'
mataku yang semulanya terpejam. Air mata terus mengalir dengan deras di pipiku.
Aku mengusap kedua mataku yang mengalir air mata dengan punggung tanganku untuk berhenti
Aku menatap batu nisan tersebut sambil tersenyum lembut lalu berkata
"Happy Anniversary Sara-chan".
Selamat tinggal Kekasihku Sara-chan .
.
.
.
.
.
.
.
End
Cuman iseng kok ini mah :v
