Love Me Right

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Romance & Friendship

Rate : T

WARNING! OOC,YAOI,Alur Cepat,TYPO,ETC

Don't Like? Don't Read!

Enjoy!

"Sini,biar aku suapi buburnya" ujar Naruto tersenyum.

Tangan tan milik Naruto bergerak untuk menahan Sai yang hendak mengambil mangkok bubur buatannya. Sai terkejut akan perhatian yang diberikan Naruto, tanpa sadar muncul rona merah pada pipi Sai. Naruto yang melihat Sai hanya berpikir rona merah itu karna Sai sedang demam. Dasar ya Naruto memang kelewat tidak peka.

Naruto mulai menyendokkan bubur dan menyuapi Sai yang ada dihadapannya. Saat ini, posisi Sai sedang berbaring di sofa sedangkan Naruto duduk dihadapan Sai menggunakan kursi kecil. Suapan demi suapan telah masuk ke dalam mulut Sai, hingga tidak terasa bubur yang ada di mangkok sudah habis tidak tersisa.

"Wah rupanya walaupun kau sedang sakit tapi nafsu makanmu tetap banyak" ucap Naruto terkekeh sambil membawa mangkok kotor, kemudian menyimpannya di dapur dan kembali membawa potongan buah yang sudah dia siapkan tadi saat memasak bubur untuk Sai. Bagaimana dengan Sai? Sai tersenyum masih dengan rona merah di pipinya, betapa perhatiannya Naruto pada Sai saat dia sakit.

Naruto kembali membawa nampan berisi piring dengan potongan buah lalu segelas air dan beberapa obat untuk Sai. Naruto sengaja membeli obat di apotek setelah mengetahui sakit apa yang di alami sahabatnya sebelum ia sampai dirumah Sai. "Ini potongan buah dan obat untukmu dan yah, maafkan aku tidak bisa menemanimu lebih lama lagi karna aku harus pulang. Aku yakin ibuku pasti akan mengamuk nanti jika aku pulang terlambat" Naruto menaruh nampan diatas meja kemudian pamit pada Sai yang dibalas anggukan dan senyuman berarti 'Pergilah'.

Perlahan punggung Naruto mulai hilang dari pandangan Sai. Entah mengapa muncul perasaan tidak rela pada diri Sai saat Naruto tidak menemaninya seperti tadi, pada waktu yang bersamaan pula muncul perasaan senang akan hal yang dilakukan oleh Naruto padanya. Sepertinya Sai sudah mulai baper pada sahabat pirangnya.

...

Motor sport berwarna jingga yang dipadukan dengan warna hitam sudah terparkir di garasi mansion milik keluarga Namikaze. Pemilik motor tersebut turun dari motornya kemudian melepaskan helm memperlihatkan surai pirangnya, menyimpan helm yang dia pakai tadi diatas jok motor sport miliknya.

Pemuda pirang melangkahkan kaki menuju pintu rumahnya, setelah sampai ia memegang knop pintu lalu mendorong agar terbuka. "Tadaima" sahutnya pada siapa saja yang ada di Mansion itu menandakan jika ia sudah pulang. "Okaeri Naru" Jawab seorang wanita berambut merah yang cantik dan anggung serta awet muda diketahui dia adalah ibu Naruto, Namikaze Kushina.

"Kenapa kau baru pulang?" tanya sang ibu pada putranya yang sedang melepas alas kaki kemudian berjalan menghapiri sang ibu lalu memeluknya. Kebiasaan Naruto sejak kecil jika ia pulang selalu memeluk ibunya. "Tadi habis menjenguk teman" jawab Naruto. Kushina membalas pelukan Naruto sejenak lalu melepaskannya.

"Ah iya! Ibu baru ingat, nanti malam akan ada acara makan malam dengan kerabat ibu dan ayah. Bersiaplah dari sekarang. Ingat! Kau harus berpenampilan rapih!" perintah sang Ibu pada Naruto. "Ibu, kau harus ingat walaupun aku seperti ini sudah menawan" kekeh Naruto. "Astaga anak ini! Cepat siapkan dirimu, kau harus ikut pada acara makan malam hari ini. Kemarin kau boleh tidak hadir tapi tidak dengan sekarang! Ini acara penting Naruto!" Kushina kembali memerintah dengan meninggikan suaranya. Kalau sudah begini, mau tidak mau Naruto harus menuruti apa kata ibunya.

"Iya bu, aku mengerti" jawab Naruto. Kemudian, dia melangkahkan kaki menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap untuk acara yang menurut ibunya penting tapi tidak baginya.

Naruto sudah selesai membersihkan diri, dan berpakaian rapih sekarang. Ia menuangkan sedikit skincare ke telapak tangannya lalu menepuk kedua pipinya kemudian diratakan ke seluruh wajahnya. Tak lupa, menyemprotkan parfum ke tubuhnya. Naruto menatap bangga pantulan dirinya didepan cermin. "Aku memang menawan" Naruto tersenyum bangga.

"Ibu, Naru sudah siap!" seru Naruto sambil berjalan menuruni tangga untuk menghampiri sang Ibu yang sudah menunggu di ruang tengah. Kushina terpesona melihat penampilan anaknya dengan balutan kemeja putih yang sengaja dua kancing atas dibiarkan terbuka dan bagian lengan digulung sampai sikut. "Astaga! Anak ibu sangat tampan" puji Kushina mengampiri Naruto lalu memeluknya sekilas. "Tentu saja! Aku memang menawan ibu" jawab Naruto dengan bangga dan percaya diri.

Minato, sang ayah hanya bisa menggeleng melihat tingkah istri dan anaknya. "Maaf, bukannya aku ingin mengganggu kalian. Tapi, kita akan terlambat jika tidak bergegas" Minato menginterupsi kegiatan ibu-anak tersebut. Setelah mendengar Minato, mereka bertiga langsung bergegas ke mobil yang sudah disiapkan oleh asisten keluarga Namikaze.

...

Mereka telah sampai dikediaman kerabat orang tua Naruto dengan lambang kipas berwarna merah dan putih. Naruto yakin jika itu adalah simbol dari marga kerabat orang tuanya, saat para pelayan mansion itu mempersilahkan untuk masuk, Naruto berdecak kagum melihat dekorasi mansion tersebut. Identik dengan ornamen tradisional jepang, tapi tetap terlihat megah dan elegan.

Saat sampai di ruang tamu mereka disambut oleh penghuni mansion tersebut.

"Selamat datang. Lama tidak berjumpa Minato" sambut pria paruh baya dengan surai raven ditemani seorang wanita cantik dan anggun disampingnya. "Kita baru bertemu setelah kurang lebih 2 bulan, Fugaku. Jangan berlebihan" jawab Minato terkekeh. Tuan rumah tersebut kemudian mempersilahkan tamunya untuk langsung menuju ruang makan.

"Dimana anakmu, Fugaku? Aku belum melihat mereka sedari tadi." Tanya pria berambut pirang, kepala keluarga Namikaze yaitu Minato Namikaze. "Mereka bilang akan menyusul karena masih ada yang harus diselesaikan" bukan Fugaku Uchiha ̶ Tuan rumah sekaligus kepala keluarga Uchiha ̶ yang menjawab melainkan Mikoto Uchiha ̶ istri dari Fugaku Uchiha ̶ sambil tersenyum ramah.

Naruto sampai saat ini masih belum mngerti kenapa ia diajak untuk makan malam bersama kerabat orang tuanya. Selama diperjalanan berulang kali ia bertanya pada ibunya tetapi, jawaban yang didapat tidak membuatnya puas. "Tentu saja itu rahasia. Kau akan mengetahuinya nanti, anggap saja kejutan" itulah jawaban yang dia dapat setelah Naruto melontarkan pertanyaan yang kurang lebih ke-10 kali. Belum lagi, saat sudah sampai di Mansion keluarga Uchiha dia merasa diacuhkan. Seperti tidak ada yang menyadari keberadaannya. Naruto sekarang menyesal, kenapa pula dia langsung menyetujui ajakan ibunya. Bisa saja dia menolak dan memberontak, seperti yang biasa dia lakukan saat ibunya mengajaknya berkumpul dengan teman sosialita sang Ibu.

Tetapi, tunggu dulu. Keluarga Uchiha? Naruto seperti familiar. Mencoba mengingat apa yang membuatnya familiar namun sayang, dia tidak mengingatnya. 'Terserah lah, aku tidak tahu' batin Naruto pasrah.

"Naruto?" sebuah suara membuyarkan menoleh mencari asal suara kemudian shappire miliknya menatap Ibunya. Ternyata sang Ibu yang memanggilnya. "Ya?" Nauro menyahut panggilan sang Ibu. "Kenapa kau melamun?" tanya Kushina khawatir dengan kondisi anaknya yang sedari tadi hanya diam saja. Naruto menggeleng tanda bahwa dia tidak apa-apa. Kushina menghela nafas, mencoba mempercayai anaknya jika dia memang baik-baik saja.

"Naruto, bagaimana pendapatmu dengan perjodohan ini? Apa kau setuju?" kali ini Minato, ayahnya membuka suara. Mendengar pertanyaan Ayahnya, Naruto terkejut bukan main. Ia membelalakan matanya tidak percaya. Ternyata, alasan mengajaknya adalah untuk menjodohkannya. Tapi dengan siapa? Apa karna ia sangat sibuk dengan pikirannya sendiri, sampai tidak memperhatikan obrolan mereka. Sungguh, Naruto dibuat terkejut oleh pertanyaan ayahnya.

"APA?! PERJODOHAN?! AYAH! IBU! KALIAN BERCANDA KAN?"

TO BE CONTINUED

Author'sNote :

Halooo! Vee kembali! Hayoo~ ada yang kangen sama vee? Atau kangen sama fict satu ini? Atau kangen keduanya? Apa jangan-jangan gak ada yg kangen ya so sad

Gimanaaa? Semoga chapter ini bisa mengobati rasa rindu kalian sama fict ini,

Semoga kalian suka dengan chapter ini, read n review juseyooo kkk~

SEKARANG SAATNYA SESI JAWAB REVIEW~!

Classical Violin : Siapa hayo pair terselubungya wkwk

Semoga suka dengan chapter ini ya, terima kasih atas dukungannya~

Fudafujo20 : Bagaimana kalau aku buat semua pair itu ada? XD

Biar adil kan begitu wkwk

Michhazz : Aku gamau bikin bocoran, nanti gak adil namanya kalau aku kasih tau

kamu tapi yang lain gak, jadi aku bakalan tetep kasih tau pairnya

lewat clue dari fict ini setiap chapternya. Maaf yaa

Terima kasih sudah membaca fict ini~

Sampai bertemu di chapter berikutnya. Jaa nee~