Senin,pukul 7.00 pagi, sebuah pesawat mendarat dengan lancar di bandara. Pesawat itu nampak seperti sebuah pesawat pribadi,yang hanya dimiliki orang-orang yang sudah kebingungan akan menghabiskan uangnya dimana.
Aren dan Rerta sedang menunggu di dalam ruang kedatangan VIP di bandara. Mereka telah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya untuk memberikan kesan terbaik pada Boss mereka. Bahkan mereka sampai memakai setelan terbaik mereka hari ini.
Tak lama kemudian,datanglah tiga orang anak remaja. Mereka sedang menarik koper mereka. Sama dengan kedua anak itu,mereka bertiga juga mengenakan setelan hitam.
Tsuna POV
Aku melihat dua orang yang sedang menunggu kami. Mereka berdua sangat berbeda dari yang ada di foto,lebih tinggi kurasa?. Mereka berdua menghampiri kami dan membungkuk dengan hormatnya.
"Selamat datang,Boss,di Indonesia"ucap mereka berdua sambil kembali berdiri tegak. "Perkenalkan,nama saya Rerta,pemegang Mist Nusantara Ring ,dan ini adalah Aren,pemegang Sky Nusantara Ring sekaligus pewaris CEDEF cabang Indonesia,yang juga adalah saudara laki-laki saya"ucap anak yang berkacamata
"Senang bertemu dengan anda"ucap Aren. Dia menjabat tangan ku dengan gaya yang sangat formal. "Silakan tinggalkan koper kalian disini karena pelayan akan membawanya".
Aku tersenyum," Senang bertemu denganmu juga, ngomong-ngomong...bukankah kalian terlalu formal?aku tidak terbiasa dipanggil seperti itu"jawabku sambil malu-malu.
"Ya,lagipula kita seumuran kan?kenalkan,aku Yamamoto Takeshi,ini Sawada Tsunayoshi dan Gokudera Hayato"ujar Yamamoto sambil tertawa.
"Baiklah,kalau begitu Yamamoto dan Gokudera,juga Boss,maaf tapi kami tidak bisa memanggilmu dengan nama aslimu karena kami bisa diganyang oleh ayah kami dan Gokudera"balas Aren.
"Apa?hhh,menyusahkan sekali...kenapa aku selalu dipanggil begitu oleh bawahanku?"keluhku.
"Maa maa,setidaknya itu lebih baik daripada Dame Tsuna kan,Boss?"ujar Yamamoto.
"Kata -katamu tidak membuat semuanya jadi lebih baik,Yakyuu Baka"balas Gokudera.
"Hei,kurasa menggunakan kata Boss lumayan enak juga,pantas saja semua orang betah mengucapkannya,kurasa aku akan memanggilmu itu mulai sekarang,Boss!"ucap Yamamoto padaku.
"Terserahmu lah,aku sudah capek dengan semua ini,ngomong-ngomong kalian berdua,setelah ini kita akan kemana?"tanyaku pada Aren dan Rerta.
"Tentu saja rumah,tapi kita bisa berkeliling Jabodetabek terlebih dahulu jika kalian ingin"jawab Aren.
"Hei sepertinya itu mengasyikkan!ayo kita berkeliling Jabodetabek!"balas Yamamoto.
"Kau terlalu berisik,Yakyuu Baka!Jyuudaime,tempat apakah yang anda ingin kunjungi terlebih dahulu?"ucap Gokudera padaku.
"Yah mungkin kita harus pergi ke area pertokoan untuk memberi barang-barang. Vongola memberikanku terlalu banyak uang akhir-akhir ini sampai aku tidak tahu bagaimana cara membelanjakannya"balasku. 'Yah kebanyakan uang sebagai imbalan dari mengalahkan berbagai musuh sih,aku belum bisa mendapat warisan dari Vongola karena aku belum resmi menjadi boss'pikirku.
"Baiklah,jadi ayo kita masuk ke mobil,semuanya!"ajak Aren dan Rerta. Kami mengikuti mereka memasuki mobil panjang itu.
"Ngomong-ngomong,Aren kun,bagaimana menurutmu?"tanyaku pada Aren yang sedang membaca artikel di tabletnya.
"Tentang apa,boss?"balas Aren mengalihkan perhatiannya kepadaki
"Yah maksudku...kita sama-sama harus mengemban tanggung jawab sebesar ini diusia muda,kurasa itu berat bagimu kan?"ujarku.
"Itu bukan masalah,lagipula Rerta selalu membantuku disetiap saat. Kadang aku merasa dialah yang lebih cocok menjadi pemimpin,tapi yah,nasih ya nasib,terima sajalah"balas Aren sambil menghela nafas.
"Pft,kurasa kau mirip denganku"ucapku sambil tertawa kecil.
"Hei,kalian berdua sedang membicarakan apa sih?"tanya Rerta dari kursi depan.
"Bukan apa-apa!"balasku.
"Ngomong-ngomong Boss,kurasa aku ingin melihat-lihat toko handphone"ucap Yamamoto.
"Eh,ada apa dengan handphonemu,Yamamoto?"tanyaku kebingungan. Kurasa dia masih memiliki miliknya yang lama.
"Yakyuu Baka tak sengaja menebasnya saat latihan,Jyuudaime,anda tidak perlu heran,karena orang ini benar-benar idiot"jawab Gokudera sambil menunjuk Yamamoto.
"Jadi itu sebabnya kau tidak menjawab teleponku rabu lalu?"tanyaku pada Yamamoto.
"Ahahaha, benar sekali!"jawab Yamamoto.
"Yah, kalau begitu Mang Adim tolong bawa kami ke mall ya!"pinta Rerta pada si supir.
"Dimengerti!"balasnya.
Kami lalu berhenti disebuah Mall besar. Yamamoto hanya melihat-lihat sebentar setelah itu membeli hp yang sama dengan hp lamanya. Dan setelah itu,kami pun bingung mau kemana.
"Karena kita sudah ada disini,mari kita ke toko buku!sebaiknya kau mencari buku yang mengajarkanmu cara untuk tidak menebas benda sembarangan,Yakyuu Baka!"ucap Gokudera pada Yamamoto.
"Wari,wari"balas Yamamoto sambil tertawa.
Kami pun berjalan sebentar ke arah toko buku.
"Banyak sekali tankoubon"komentarku sambil kemandangi sekelilingi toko buku.
"Itu normal kan?, ngomong-ngomong boss,lihatlah ini!ini adalah buku dari penerbitan CEDEF yang sedang laris saat ini!"ucap Aren sambil menunjukkan sebuah novel bercover sebuah benda bulat yang sepertinya pernah aku lihat. Novel itu berjudul 'Sepuluh Tahun di Masa Depan'.
"Ini...jangan bilang kalau..."gumamku sambil memandangi sinopsis novel tersebut.
Aku terbangun di sepuluh tahun di masa depan. Dan harus keluar dari peti matiku sendiri.Orang yang paling berjasa bagi kehidupanku telah meninggal disini. Dan aku harus menerima kenyataan kalau aku dan teman-teman ku adalah pihak yang kalah di masa depan. Bagaimana caranya kau bisa mengubah masa depan yang kelam ini dengan tanganku sendiri?
"Ya,benar sekali!ini adalah rangkuman seluruh petualngan anda di masa depan!telah populer dikalangan anak muda dan telah dicetak ulang sebanyak 10 kali dalam sebulan!"ucap Aren.
"Apa????tunggu...itu berarti seluruh negeri ini tahu aku adalah boss mafia?".
"Tidak,kami tidak menggunakan nama asli dan ilustrasi disini,jadi jangan khawatir. Semua orang juga hanya menganggapnya sebagai novel biasa"balas Rerta.
"Lihat Jyuudaime,ada tentang Varia dan Mukuto juga disini!"ucap Gokudera sambil menunjukkan dua buah buku berjudul 'Ilusionis Ulung' bercover mata kanan Mukurk yang menunjukkan angka 'ichi',dan 'Pasukan Pembunuh' yang bercover posisi tanganku yang sedang melakukan Zero Point Breakthrough: Revised.
"Ada juga tentang Enma dan Pertarungan Perwakilan!"ucap Yamamoto sambil menunjukkan dua buah buku berjudul 'Pendekar Tanah' bercover penggabungan vongola gear dan shimon ring,dan 'Menghilangnya Pelangi' yang bercover jam yang pernah kupakai di pertarungan perwakilan dulu.
"Apa-apaan ini????"teriakku sambil memandangi kelima buku tersebut. "Siapa yang mengizinkan hal ini?".
"Nono,dia ingin kami mengenalkanmu secara tidak langsung kepada publik"jawab Aren dengan tenang.
"Kurasa aku harus membelinya,memastikan tidak ada satupun hal memalukan tentang diriku yang ditulis disini"gumamku sambil mengambil keempat buku itu dari Gokudera dan Yamamoto. 'Terlebih lagi,aku tidak ingin mode Dying Will ku diketahui semua orang'.
"Ah,kau melupakan satu,Boss!ini novel komedi paling laris bulan ini"ucap Rerta sambil menunjukkan sebuah buku berjudul 'Keinginan Terakhir' yang bercover peluru Dying Will.
"Tidak!!!".
Tetap Tsuna POV!
Malamnya,aku berbaring di kasurku sambil mebaca keenam novel yang kubeli tadi pagi. Nono sialan itu,tak kusangka dia akan meminta CEDEF untuk membuat sesuatu semacam ini. Aku masih bingung apakah dia itu sebenarnya sadis atau baik hati.
Rasanya sangat nostalgia saat aku membaca semuanya. Sudah hampir dua tahun sejak Reborn pertama kali mendatangiku dipagi itu. Sudah banyak hal yang terjadi,akupun makin berkembang.
"Anoo...Boss,tertarik untuk pergi ke lapangan belakang rumah?"Rerta mengetuk pintu.
"Ah,aku ikut!"balasku.
Aku mengikuti Rerta ke luar. Di rumah sebesar mansion inu,tentu saja halamannya sangat luas. Yanglain sedang menunggu di lapangan di belakang rumah.
"Ada apa ini?"tanyaku dengan bingung.
"Yah..kurasa ini waktu yang tepat untuk kenunjukkan kemampuan Nusantara Ring"jawab Aren sambil menunjukkan box berisi Nusantara Ring.
"Baiklah...".
"Aku duluan,seperti yang kau tahu,Boss,cincin kami mampu mengeluarkan pet box seperti milik kalian ,Gamma,dan varia. Milikku bisa mengeluarkan komodo"ucap Rerta sambil menyalakan api kabut di cincinnya.
Seekor komodo yang diselimuti api kabut di ekornya pun muncul. Dia sangat besar untuk ukuran seekor kadal.
"Aku dengar kalau pet box kalian itu semacam roh yang masuk,tapi kurasa ini tidak ada bedanya dengan pet box weapon di masa depan,padahal aku mengharapkan dia bisa bicara atau semacamnya"komentar Gokudera.
"Kuharap begitu,tapi itu belum terjadi hingga sekarang. Ngomong-ngomong,aku dan kakakku bisa menggunakan HDWM semau kami,walaupun kami masih tetap membutuhkan pil sih"ucap Rerta.
"Pil?aku kira itu hanya dibuat ayah untuk Basil kun"balas Tsuna.
"Kau tahu,yang diberikan Boss CEDEF padanya hanyalah sebuah prototipe,sekarang sudah cukup banyak petinggi CEDEF di berbagai negara yang memakainya untuk bertarung,contohnya seperti di Singapura,Amerika,bahkan Rusia"Aren menjelaskan,lalu dia sendiri menelan dua pil dying will dan berubah ke HDWM,begitupun Rerta.
"Wow,aku belum pernah melihat HDWM versi Mist sebelumnya"gumam Yamamoto.
"Lalu,jika Rerta adalah Komodo,maka"Aren menyalakan api di cincinnya dan keluarlah seekor burung besar yang diselimuti api langit. "Milikku adalah seekor Garuda Langit".
"Keren sekali...lalu,bagaimana dengan yang lain?"tanya Tsuna sementara dua orang itu keluar dari HDWM
"Storm Ring mampu mengeluarkan Harimau Sumatra,Rain Ring bisa mengeluarkan Burung Cendrawasih, Sun Ring bisa mengeluarkan Badak Jawa,Thunder Ring bisa mengeluarkan Orang Utan,dan Cloud Ring memiliki Anoa"jawab Rerta.
"Haha,menarik sekali!aku tidak sabar melihatnya!"ucap Yamamoto.
"Yah...kupikir kau harus menunggu,karena mencari pemegang sah benda ini bukanlah hal mudah"balas Aren.
"Che,karena itulah kami disini untuk membantu kalian"Ujar Gokudera.
"Benar,tunggu,kurasa aku tahu satu"ucap Aren.
"Siapa itu kak?".
"kota akan bertemu dengannya di sekolah".
To be continued
