Rerta Pov
"Urggh,insomia sialan"gerutuku sambil berjalan keluar dari kamar. Sudah beberapa kali dalam seminggu ini insomnia ku aktif,sehingga aku tidak bisa tidur malam hari.
"Mana perutku lapar dan ayah serta ibu sedang pergi ke papua,hhhh,ada indomie ga ya?"ujarku saat menuju ke dapur dan memeriksa lemari. "Untung ada!,oke,masak dulu".
Aku pin langsung memasak nya dan menunggu sekitar tiga menit hingga akhirnya aku mendengar sebuah suara. Suara itu berasal dari halaman,seperti seseorang sedang mencoba memasuki rumah,aku langsung waspada
"Ya ampun, kenapa harus sekarang?,disaat lagi lapar begini"keluhku sebelum aku berubah menjadi HDWM dan menyembunyikan keberadaanku dengan Mist Flame.
Aku pergi ke asala suara itu berada. Dan ternyata memang benar ada penyusup. Seseorang yang memiliki tato dilehernya,dan dia juga memiliki Mafia Ring.
'Orvatto!'pikirku yang sedang memandangi orang itu dari kejauhan.
Aku tidak membuang waktu dan langsung muncul dihadapan orang itu.
"Walah-walah,sepertinya aku ketahuan oleh seorang kutu buku"ucapnya sambil tersenyum.
"Apakah kau tidak tahu bagaimana cara berkunjung kerumah orang yang baik dan benar?"Tanyaku tetap dalam HDWM.
"Itu tidak perlu,karena aku akan membantai kalian semua saat ini".
"Coba saja kalau bisa"Aku menyerangnya duluan. Dia langsung menghindar dan membalas seranganku. Aku melihatnya mengeluarkan box weaponnya yang berwarna biru. Sepertinya itu memiliki atribut rain flame.
"Arbello!"Seekor beruang dengan rain flame pun muncul dan menyerangku. Aku langsung menghindar,tapi dia langsung menyerangku dari belakang.
"Bangsat!,ya ampun,sepertinya tidak ada waktu untuk bermain-main,Hydro!"aku mengeluarkan komodo besar itu dari cincin ku. Dia pun langsung menyerang beruang itu dengan ganasnya.
"Jadi ini Nusantara Ring ya?,kudengar benda-benda itu bisa melakukan cambio forma"ucap si penyerang.
Aku tersentak kaget mendengar ucapannya, "bagaimana kau tahu itu?,bahkan vongola decimo dan yang lain pun belum mengetahuinya,jawab aku,sialan!".
"Orvatto punya informan yang bagus,kau tahu,baiklah,kurasa aku harus serius sekarang".
Orang itu mengeluarkan senjatanya yang berupa sebuah doublestick yang diselimuti rain flame. Dia menyerangku dengan gerakan yang bukan main-main. Beberapa kali benda itu mengenaiku dengan sangat cepat.
"Kurasa sudah ada tulangmu yang retak,bukankah ini saatnya kau kabur dan memanggil bantuan?"ejeknya kepadaku yang sudah berlutut di tanah.
" Dalam keadaan terbaik,tangan kanan harus menyelesaikan masalah sebelum boss nya tahu, maaf saja bahkan aku tidak perlu membangunkan boss ku untuk mengatasi badut sepertimu"Aku menyalakan gelang di tangan kirinya,yang membentuk sebuah alat yang mirip dengan ciptaan Verde dulu.
"Shigure Souen Ryu,Samidare"Aku menyerang musuh dengan pedang yang dibuat dari ilusi,yang berhasil menggores perutnya.
"Itu...bukankah itu teknik milik Rain Guardian Vongola Decimo?bagaimana kau bisa menggunakannya???"ucapnya sambil memegangi perutnya.
"Entahlah,coba pikir sendiri,Maximum Cannon!"Aku menyerang dengan serangan milik Sasagawa Ryohei.
"Sekarang Sun Guardiannya,apa-apaan kau ini???"dia menyerangku dengan menembakkan Rain Flame dari pistol yang dia simpan di pinggangnya.
"Zero Point Breakthrough: First Edition"Aku membekukan peluru yang menuju ke arahku.
"Dan kenapa kau bisa menggunakan teknik Vongola saat kau tidak memiliki darah Vongola,sialan!,baiklah,mati kau anak kecil!!!".
"Hm,tak kusangka aku akan menggunakan sky flame ku untuk melawan orang sepertimu"Aku mengeluarkan cincin di sakukudan memakainya. Sky Ring Rank-A yang saat kupakai membuat Mist Flameku berubah menjadi Sky Flame. Aku juga mengeluarkan box weapon dan mengeluarkan seekor ular yang memiliki sky flame.
"Cobalt,lakukan"Ular itu membuka mulutnya dan membuat musuh menjadi batu seketika.
"Kurasa aku yang menang disini,hhh,sepertinya mi nya sudah mekar sekarang,GAAAHHH!!!"Aku tiba-tiba dipukul mundur oleh seseorang.
"Kau cukup hebat karena bisa mengalahkan guardian terlemah Orvatto, nak,tapi apakah kau berpikir penyusupnya hanya ada satu?"ucap seorang wanita dengan rambut emas.
"Njing,kenapa kau tidak muncul dari tadi hah??"geramku mencoba berdiri,tapi pukulannya sepertinya bukan pukulan biasa karena aku tidak bisa berdiri setelah itu.
"Kau hanyalah lalat pengganggu, sekarang,pergilah ke alam baka!"dia mengeluarkan pisaunya.
"Flame Arrow!".
Aku melihatnya sebelum pingsan,itu Gokudera.
"Kau berhutang padaku sebuah penjelasan,tapi pertama-tama,kenapa kau tidak membangunkan semua orang?"tanya Gokudera padaku yang sedang duduk dikursi dengan perban disana sini.
"Kau juga akan melakukan hal yang sama kan,sebagai seorang tangan kanan?"balasku.
"Che,baiklah,kau menang,tapi kenapa saat aku pergi ketempatmu aku melihat sky flame disana,karena aku berani bersumpah itubukan milik dua tamu tak diundang tadi,aku juga melihat tekbik milik Yakyuu Baka,Shibafu Atama,dan Jyuudaime"ucap Gokudera sambil menyalakan rokoknya.
"Tidak,itu tidak mungkin,kau pasti hanya berhalusinasi"balasku mencoba mengelak. Bisa gawat kalau semua orang tahu kalau aku punya Sky Flame.
"Kau tahu aku benci pembohong,sekarang,jawab dengan benar!".
"Kau sedang menginterogasiku ya??"Bagaimana ini,aku sudah kehabisan alasan untuk mengelak. "Tapi dengan syarat,jangan beri tahu siapapun tentang ini".
"Aku berjanji".
"Hhh,Aku...bisa mengeluarkan baik Mustmaupun Sky Flame,tapi aku menyembunyikan Sky Flameku sejak kecil,dan membiarkan Mist Flame yang mendominasi semuanya. Lalu,salah satu teknikku adalah meniru teknik seseorang,dengan menggunakan sifat Sky flame yang bisa membuka segala jenis box apapun kemudian dikembangkan menjadi sesuatu seperti ini,dan Mist Flame yang membuat ilusi nyata seperti Shigure Kintoki yang tiba-tiba muncul tadi"aku menjelaskan semuanya. Tentang Cambio Forma,Sky Flame ku,dan mengenai anggapan semua orang kalau akulah yang pantas mengambil alih sehingga aku tidak menunjukkan Sky Flame ku agar Aren tidak merasa rendah diri.
"Begitu ya,oke,hutangmu lunas,aku akan pergi tidur,kau juga,cepat tidur sana!"Gokudera pergi meninggalkanku sendirian didapur.
Tsuna POV
"Eeh???kemarin malam kita diserang?"ujarku saat sarapan.
"Benar,tapi tenang saja,Jyuudaime,karena aku dan Rerta sudah mengatasi mereka!!"balas Gokudera.
"Sayang sekali,padahal aku juga ingin ikut bertarung"ujar Yamamoto sambil mengoleskan selai ke roti.
"Kau hanya akan membuat semuanya makin runyam,Yakyuu Baka!"ucap Gokudera pada Yamamoto.
"Ngomong-ngomong,orang-orang itu sekarang dimana?"tanya Aren.
"Ah,mereka...sudah lari"jawab Rerta. 'Lebih tepatnya dibawa pergi jauh oleh Uri sih,bisa gawat kalau mereka melihat keadaan musuh yang membatu itu'.
"Haha,bagus sekali,Rerta!kau memang hebat!"puji Aren pada Rerta. Sementara Rerta hanya tersenyum.
"Ah, sekarang waktunya kita kesekolah"ucap Rerta.
"Sekarang?sekarang masih jam enam tiga puluh"balasku.
"Disini sekolah mulai jam tujuh pagi,Jyuudaime"ucap Gokudera.
"Maji de?kalau begitu kita harus segera pergi!!"ucap Yamamoto sambil berdiri dan mengambil tasnya.
SMP Cakrawala
"Enaknya seragam pendek,tidak merpotkan jika dibandingkan dengan di Namichuu"ujar Tsuna. "Disini juga tidak ada seseorang yang selalu menggigit kita sampai mati".
"Tapi..yang kita pakai sekarang tidak benar-benar lengkap"balas Aren.
"Eh?yang lengkap seperri apa?"Tanya Yamamoto pada Aren.
"Seperti itu"Aren menunjuk ke sekelompok anggota pramuka yang memakai kacu,tali kur,bet,dll. "Sebenarnya semua orang diharuskan memakai baju seperti itu tapi karena terlalu merepotkan,tidak ada yang memedulikannya".
"Oke,aku tarik kata-kataku,dan juga...Hibari san tidak boleh datang kesini!"ucap Tsuna.
Tsuna, Gokudera,dan Yamamoto pergi ke ruang kepala sekolah dan berpisah dengan Aren dan Rerta. Lalu mereka pun dibawa ke ruang kelas dan mengikuti prosedur bagi anak baru.
"Yo!,namaku Yamamoto Takeshi!,aku suka baseball,sushi,susu,dan kendo!".
"Gokudera Hayato".
"Sawada Tsunayoshi,salam kenal".
"Oke...jadi,apakah ada pertanyaan untuk mereka bertiga?"ucap seorang guru yang duduk di kursi sebelah mereka.
Serentak semua anak perempuan mengangkat tangannya.
"APAKAH KALIAN BERTIGA SUDAH PUNYA PACAR???".
Mereka bertiga langsung berkeringat dingin. Sepertinya FanGirls akan mengikuti mereka kemanapun mereka pergi.
"Yah aku tidak tertarik untuk memiliki pacar sekarang"jawab Yamamoto sambil tertawa. Sementara Gokudera mendengus kesal dan aku hanya meng iya kan ucapan Yamamoto.
Seorang murid laki-laki mengangkat tangannya. "Kenapa kalian memakai perhiasan seperti itu disekolah?"tanyanya.
Tsuna memandangi Sky Ring nya, "Ini semacam warisan keluarga yang harus selalu kami pakai,agar tidak ada yang dapat mencurinya".
"Tapi bukankah kalau begitu malah lebih gampang dicuri?".
"Che,siapapun yang berani merebutnya akan menerima ganjarannya"balas Gokudera. Ya memang benar,hal itu sudah dibuktikan dengan kejadian Millefiore di masa depan.
"Ngomong-ngomong soal perhiasan,bukannya Aren dan si kacamata juga memakai hal yang sama kan?"ucap seseorang sambil memandangi Aren dan Rerta di dekat jendela.
"Yah,tidak ada yang peduli soal itu asalkan tidak mengganggu jam pelajaran,kalian bertiga,duduklah disana"balas si guru sambil menunjuk tempat dibelakang.
Rerta POV
Aku baru saja keluar dari toilet. Karena belum jam istirahat,masih sangat sepi disini. Hanya ada penjaga kantin dan orang-orang yang sedang bolos kelas disini.
"Sial,kenapa harus ada mereka?"gumamku sambil melihat sekelompok orang yang sedang bolos kelas dan duduk-duduk di bangku kantin. Aku langsung mengalungkan Mist Ring ku bersama dengan Sky Ringku untuk mencegah kemungkinan terburuk cincinnya diambil. Karena aku tahu aku harus melewati mereka agar bisa kembali ke kelas.
'Seandainya tidak ada omerta,aku hanya perlu memakai apiku dan mengendap endap'pikirku. Aku berjalan perlahan melewati mereka,mencoba tidak menarik perhatian,tapi naas,mereka menyadari keberadaanku.
"Hei,bukannya ini si cupu dari kelas 3-F?,lu lagi sial ya,karena kami ada disini"ucap seorang preman sekolah dari belakangku. Mereka berempat yang tubuhnya besar-besar itu mengelilingiku yang bertubuh kecil ini.
"Ngapa lu jalan seenak jidat nya hah?lu tahu caranya nyapa orang ga?".
"Keknya di bocah dah mulai belagu karena ngerasa paling hebat,mau diapain nih?gua lagi gabut loh".
"Cus lah,hajar".
Dan setelah itu aku ditarik ke belakang sekolah.
Beberapa saat setelah itu.
"Rerta,kenapa kau lama sekali di toilet?,dan astaga,itu luka darimana?"tanya guruku saat melihatku didepan pintu.
"Ini...saya cuma jatoh bu,tadi"jawabku sambil berjalan dengan terpincang-pincang ke tempat dudukku.
Lalu guruku pun melanjutkan pelajaran lagi.
"Apa yang terjadi?kau tidak mungkin punya lebam sebanyak itu cuma karena ngegubrak"tanya Aren yang cemas.
"Bukan apa-apa,ga usah dipeduliin,diludahin ge ntar sembuh"balasku sambil menyalin catatan milik Aren sementara Aren tetap memandangiku dengan cemas.
"Rerta kun,apa yang terjadi padamu?"tanya Tsuna saat jam istirahat. Dia sangat cemas setelah melihat keadaan Rerta setelah kembali dari toilet tadi.
"Bukan apa-apa Boss,sudah kubilang,aku hanya terjatuh"jawab Rerta sambil menempelkan plester yang tadi diambilnya dari kotak P3K di kelas.
"Kau tidak lupa kalau aku punya Hyper Intuition kan?"ucap Tsuna,dia berubah kedamam mode Boss nya yang membuatnya jauh lebih tegas. "Bahkan aku tidak perlu Hyper Intuition untuk mengetahuinya,dulu aku sangat sering terjatuh dan tidak satupun lukaku yang sebanyak itu saat aku sekali terjatuh".
"Yah kecuali kau jatoh di tangga dan ngegelinding dari atas terus nabrak tong sampah,dan seterusnya sampai ni Fanfiction tamat. Tapi kan dari sini ke toilet gak ada lewat tangga"komentar Aren.
"Jujur saja,kau dipukuli kan?"tanya Gokudera. Dia tahu kalau Rerta dan Aren juga terikat oleh Omerta sehingga Rerta bisa menjadi target empuk para belandaran karena fisiknya yang kecil dan penampilannya yang sangat kutu buku.
"Sudah kubilang,ini bukan apa-apa!kalian tidak perlu mengkhawatirkanku,hidupku aman dan damai kok"balas Rerta dengan agak kencang.
Tapi tetap saja pernyataannya tidak dapat membuat semua orang tenang.
Sepulang sekolah.
"Kemana Rerta?dia seharusnya pulang bersama kita kan?"tanya Yamamoto.
"Dia bilang dia ada urusan sebentar dan akan pulang sendiri nanti"jawab Tsuna. "Walaupun aku tidak percaya dengan alasannya sih".
"Kalau begitu,aku akan mencari Rerta,kalian pulang saja duluan!"ucap Aren sambil beranjak pergi dari sana.
"Tunggu,Aren kun,aku ikut!, Yamamoto,Gokudera,kalian bisa tunggu disini sebentar kan?"tanya Tsuna pada Yamamoto dan Gokudera.
"Tenang saja, Jyuudaime,kami akan menunggumu di minimarket depan!"balas Gokudera.
"Baguslah,terimakasih ya!".
Sementara itu,dengan Rerta.
Rerta hanya terdiam saat dia dihajar. Orang-orang itu mengancamnya untuk datang kesini,jika tidak,maka mereka akan membobol loker Rerta dan mengambil semua barang disana yang terdapat file-file yang dikumpulkannya sebagai bagian dari pekerjaannya. Tapi karena lemari dirumahnya terlalu penuh,maka dia menaruhnya di loker sekolahnya.
Dia hanya berharap agar kedua ring nya tidak diketahui,itu saja. Kontainer rahasianya di tas sudah dipenuhi oleh box weapon sehingga dia tidak bisa menaruhnya disana.
Tapi sialnya lagi,tidak sengaja kancing kemeja bagian atasnya copot,dan memperlihatkan kedua ring nya.
"Heh,sepertinya anak ini punya barang bagus!kira-kira ni batu akik kalo dijual berapa ya?"ucap seorang preman sambil menarik kencang cincin itu hingga talinya putus.
"Kembalikan"bisik Rerta.
"Woh,lumayan nih!bisa dipake buat ngedugem ampe lulus!".
"Kembalikan"kali ini suaranya lebih meningkat.
"Eh?dia ngomong apa?".
"Kembalikan!!"wajah Rerta terangkat,menunjukkan matanya yang berwarna oranye. Dia secara otomatis berubah ke HDWM,tapi bukan mist seperti biasanya,melainkan sky flame. Nyala api sky meledak-ledak di dahinya.
"Hah?ni bocah lagi maen sulap ya?,ada api -api gitu"seseorang menarik kerah baju Rerta dan menggedorkannya ke dinding.
Tapi tangan orang itu dipegang oleh Rerta,dan diremukkan olehnya.
"AARGGHHHH!!"teriak orang itu kesakitan,karena tulang hastanya hancur berkeping-keping.
"Woi,ngapain lu,bangsat!!"Yang lain mencoba memukul Rerta,tapi Rerta malah balik menyerangnya dengan gerakan pencak silat.
"Sejak kapan ni anak bisa silat???".
Rerta membantai keempat orang itu dengan cepat. Dan mengambil tas serta memungut kedua ringnya. Dia memakainya lagi dan memasukkan sky ring kesakunya. Tapi saat dia pergi dari preman-preman itu,dia tersentak kaget,Tsuna dan Aren ada disana.
"Boss,ayo cepat,aku punya firasat buruk!!"ucap Aren pada Tsuna. Mereka berdua sedang berlari ke belakang sekolah setelah mereka berdua mengelilingi sekolah untuk mencari Aren.
"Aku tahu!"balas Tsuna. "Ah itu dia!"Tsuna melihat Rerta sedang bersama empat orang siswa. Tapi dia kaget setelah melihat saat salah satu preman merebut Cincin milik aren. Pemandangan yang mereka berdua lihat setelah itu membuat mereka membeku.
"Apa...apaan ini???"gumam Aren saat melihat bagaimana Rerta mengalahkan keempat orang itu dengan Sky Flame nya. "Sejak kapan dia...punya Sky Flame?".
Sat Rerta mengambil tasnya,Aren dan Tsuna pergi menghampirinya. Mereka berdua menginginkan sebuah penjelasan.
"Kakak...Boss..."gumam Rerta. "Kenapa kalian ada disini?,tunggu...apa kalian melihat yang tadi?".
Mereka berdua mengangguk.
"Rerta...selama ini...apa yang kausembunyikan dariku?"tanya Aren.
"Maafkan aku...ini demi mu,orang-orang tidak boleh tahu aku punya Sky Flame,sehingga aku tidak pernah menggunakannya"jawab Rerta.
"Jadi selama ini kau hanya mengalah disetiap latihan kita?kenapa?kenapa kau sampai sebegitunya ingin menyembunyikan kemampuanmu?".
"Kalian berdua..."gumam Tsuna. Saat itu juga,Gokudera dan Yamamoto datang karena mereka berdua terlalu lama. Mereka membawa pergi orang-orang yang dihajar Rerta tadi dan segera kembali.
"Kau tidak perlu tahu kak,ini hanya keinginanku"ucap Rerta.
"Rerta,ini perintah!,jawab aku!"Perintah Aren dengan tegas. Dia tidak marah,tapi juga tidak senang.
Gulp, Rerta menelan ludah, "Menurutmu apa yang akan semua orang lakukan kalau tahu ternyata aku punya Sky Flame?mereka akan mencari cara untuk menyingkirkanmu,dengan segala cara!,bahkan ayah!bukankah kau tahu itu sejak awal-"Tiba-tiba Rerta di pukul oleh Aren dengan sangat cepat di pipi kanan.
"Aren,sudah cukup!"Tsuna mencoba menghentikannya sebelum dia dan Rerta berkelahi. Terlebih lagi,Rerta masih babak belur karena para preman tadi.
"Berbicara seperti itu...jadi kau meremehkanku,hah!?"Ucap Aren sementara Rerta hanya memandanginya sambil terpana. "Ada gitu ya,tangan kanan yang ngeremehin boss nya sendiri?".
'Benar,itu adalah sebuah hal yang tabu dilakukan seorang tangan kanan'pikir Gokudera.
"Jawab aku,Rerta!"teriak Aren.
"Ma-maafkan aku...aku tidak bermaksud..."balas Rerta.
Aren pun berbalik dan pergi," pikirkan dulu kesalahanmu,sampai kau sadar kesalahanmu,aku tidak akan berbicara denganmu"ucapnya sebelum pergi meninggalkan mereka semua.
"Kau tidak apa-apa?"tanya Yamamoto sambil membantunya berdiri. Sementara Rerta hanya mengangguk.
"Gokudera,tolong sembuhkan luka-lukanya"pinta Tsuna.
"Hai,Jyuudaime"Gokudera segera mengaktifkan Sun Flamenya dan menyembukan luka-luka Rerta.
"Kurasa permintaanmu untuk menyembunyikan semuanya tidak berlaku sekarang"gumam Gokudera pada Rerta.
"Ya...,aku.. benar-benar bodoh"balas Rerta.
"Bagus kalau kau berpikir seperti itu,bahkan sebagai Vongola Decimo,aku tetap tidak menyetujui tindakanmu itu"ucap Tsuna. "Yah kalau sudah begini,kita hanya bisa berharap kemarahan kakakmu mereda".
Rerta mengangguk. "Terimakasih,Gokudera,aku sudah pulih,ayo kita pulang"ucapnya.
"Kau harus cepat minta maaf pada kakakmu nanti"ucap Yamamoto yang menggendong tas Rerta.
"Aku tahu".
TO BE CONTINUED
Halo Guys!bagaimana menurutmu chapter kali ini?tolong direview plis!. #FakirComment. Menurut kalian,manakah yang lebih baik,versi sebelumnya atau versi kali ini?. Silakan curahkan unek-unek kalian di kolom komentar di bawah! (Emang yutub?).Ciao!
