Rerta POV

'Uuurgh,sejak kakak marah tadi,Mist Ring ku menjadi panas sekali. Dan kenapa tidak bisa dilepas?apa yang sebenarnya terjadi?",pikirku sambil memandangi cincin di jariku. "Apa aku harus minta maaf ya?".

Akupun dengan gontai langsung pergi menuju kamar kakakku. Dan mengetuk pintunya.

"Hei kak...ada yang ingin kubicarakan...aku minta maaf...aku tahu kau masih marah padaku,tapi...aku benar-benar menyesal,bisakah kau keluar dulu?"ucapku di depan pintu.

Tiba-tiba,dia membuka pintu dengan cepat.

"Ikut aku!"ucapnya sambil melangkah dengan cepat ke ruang latihan.

"Eh,apa?"aku mengikutinya perlahan. Dia menungguku di tempat latihan kami yang biasanya. "Apa yang ingin kau lakukan?".

"Lawan aku,disini,sekarang!"Dia berubah ke HDWM dan menyerangku. Aku yang tidak mau kena pukul dua kali sehari olehnya pun langsung mengikuti langkahnya dan menghindar. Mist Flame langsung membara di dahiku.

"Jangan bermain-main,gunakan Sky Flame mu,apa kau merendahkanku hah?"ucapnya sambil terbang dengan cepat ke arahku.

"Urrghh..."Aku langsung menyalakan Sky Ring ku dan Dying Will Flame ku yang tadinya beratribut Mist berubah menjadi Sky Flame. Kecepatanku langsung bertambah dua kali lipat dan aku langsung menghindar darinya.

Aku membuka Sky Box Weapon yang kutaruh di sakuku dan membukanya. Cobalt langsung terbang menuju kakakku dan menyerangnya. Tapi dia menepisnya dan menyerangku.

Tendangannya mengenai perutku,dan membuatku terlempar jauh ke lantai. Tapi aku terbang kembali dan membuat sebuah ilusi nyata berupa ledakan dahsyat yang membuat dia terlempar ke dinding.

Selagi dia masih belum terbang,aku langsung membuat tiruan dari Meriam milik Gokudera dan menembakkan Dlame Arrow yang berbeda karena berupa Sky Flame.

"Apa apaan..."ucap Aren dari balik asap. "Jadi ini kemampuanmu yang sebenarnya ya...kau pikir itu cukup untuk mengalahkanku hah??".

Aren membuka box weaponnya,dan mengeluarkan dua buah celurit yang dibalut oleh Sky Flame. Dia menyerangku dengan ganas,seluruh tangannya diselimuti nyala Sky yang berkobar-kobar.

'Dia serius!'pikirku. Aku lalu membuat ilusi X-Gloves, dan Headphone dan mundur jauh ke belakang.

"X Burner!!"Ini mungkin tidak sekuat yang aslinya,tapi ini cukup untuk menghentikan Aren. Aku membuat sepuluh ilusi nyata berupa diriku,yang langsung melakukan hal yang sama denganku. Kami menyerang Aren dengan sepuluh X-Burner.

Saat seranganberhenti,dan asap mulai menghilang,aku tidak melihat Aren dimana-mana,yang membuatku kebingungan.

"Disini"ucapnya dari belakang. Aku langsung berbalik dan mendorong tubuhku kebelakang dengan apiku sebelum dia sempat menyerangku.

Aku langsung mengeluarkan box weaponku dan menyalakan kedua cibcinku dan memasukkannya sekaligus ke lubang di box weapon seperti yang dilakukan Hibari masa depan. Membuat keluarlah senjataku yaitu sebuah tongkat berduri yang dibalur oleh gabungan nyala Mist dan Sky Flame.

'Kakak tidak punya Hyper Intuition seperti Boss,dia tidak akan bisa menyadarinya!'pikirku,aku memukulkan tongkat itu ke tanah dan membuat dinding-dinding raksasa yang sangat tebal. Saat itu juga aku langsung menyembunyikan diri dengan Mist Flame ku dan menghilang.

Aren merubuhkan satu persatu dinding itu,berusaha mencariku. Lalu saat dia berhasil menembus dinding terakhir,aku muncul dibelakangnya,dan menyerangnya. Aku menang,Aren terkena seranganku yang sangat kuat dan langsung pingsan di tempat.

"Aku menang..."ucapku yang langsung terduduk di lantai yang sudah tidak berwujud itu karena perkelahian kami tadi. "Apa kakak tidak apa-apa ya..?"pikirku sambil memandangi Aren yang terbaring di lantai. 'Mungkin aku harus memanggil yang lain..'pikirku.


Aren POV

'Dimana aku?benar juga ya...aku kalah dari Rerta dan pingsan'pikirku sambil memandang kesekeliling. Aku berada di sebuah kegelapan tanpa ada satupun benda fisik yang nyata. Bahkan aku pun bingung apa aku ada di bawah atau di atas.

"Kau pasti sedang menertawakanku kan?makhluk dalam cincin?"ucapku sambil memandang ke belakang. Ke tempat seekor burung dengan Sky Flame sedang terbang sambil memandangiku. "Setelah aku berbicara denganmu dengan sangat percaya diri seperti itu,dan malah kalah dari adikku yang secara teknis adalah bawahanku sendiri".

"Kau yang berpikir seperti itu"ucap burung itu sambil terbang kearahku dan bertengger di tangan kanan ku.

"Oh,kau bisa bicara rupanya?"ujarku.

"Tidak ada yang pernah memilihmu karena kau selalu menang,menurutmu kenapa aku memilihmu dan bukan adikmu?dari awal pun aku sudah tahu apa yang adikmu sembunyikan"ucapnya sambil memandangiku dengan matanya yang tulus.

"Entahlah..."balasku.

"Kau akan mengetahui itu ketika waktunya tiba...bagaimanapun,ini bukanlah tempat yang pantas untuk kita bertemu,sekarang bangunlah,semua orang menunggumu,aku pun akan segera menyusulmu"Dia menyelimutiku dalam kobaran api dan sesaat kemudian,aku pun terbangun.

"Kakak?kau tidak apa-apa?"Tanya Rerta dengan tatapan yang sangat menyesal. "Syukurlah...dari tadi Gokudera terus menggunakan Sun Flame padamu,tapi kau tidak kunjung bangun".

"Aren kun,apa yang terjadi pada kalian berdua?apa kalian berkelahi tadi?"tanya Boss dengan cemas.

"Erggh...Rerta tidak menceritakannya padamu?"ucapku sambil memegangi kepalaku yang masih terasa sakit.

"Si bodoh itu menolak memberitahu kami sampai kau bangun"balas Gokudera.

"Maa...dia pasti sangat khawatir padamu"ujar Yamamoto.

"Kakak...aku benar-benar minta-"Aku memotong ucapannya.

"Itu tidak perlu,aku sudah memaafkanmu dari tadi,yang lebih penting...jangan pernah lagi kau menyembunyikan apapun dariku,mengerti?"ucapku.

"Ya,Boss!"balasnya.

Tiba-tiba Boss menghela nafas dengan lega,"syukurlah...kalian berdua berbaikan lagi..."ucapnya.

"Ya...maaf membuatmu khawatir"balas Rerta.

"Ngomong-ngomong Rerta...sejak kapan kau bisa menggunakan X Burner?atau Flame Arrow?"tanyaku dengan bingung.

"Apa?"Boss berteriak kebingungan,sementara Yamamoto hanya menunjukkan wajah 'What The Heck?'.

"Jangankan itu,si bodoh ini bahkan bisa menggunakan Samidare,Maximum Cannon,bahkan Zero Point Breakthrough Firs Edition"komentar Gokudera yang membuat Boss dan Yamamoto makin terkejut.

"Yah...itu hanya tiruan,kekuatannya hanya sekitar 75% dari aslinya"Rerta pun menjelaskan tentang cara dia melakukannya. "Kalian semua tahu kalau karakteristik Flame tiap orang berbeda kan?karena ada pencampuran antara Mist Flame dan Sky Flame didalam diriku,aku pun bisa melakukannya".

"Itu berarti aku tidak bisa melakukannya?"Tanyaku,Rerta mengangguk.

"Untung saja kekuatan seperti itu tidak dimiliki oleh musuh..."ujar Boss dengan pandangan yang masih tidak bisa menerima kenyataan. "Aku masih tidak bisa membayangkannya jika Byakuran atau Bermuda bisa menggunakan X Burner atau XX Burner,atau lebih buruk, Xanxus dengan Zero Point Breakthrough First Edition".

"Haha,itu benar-benar mengejutkan bukan,Boss?"ujar Yamamoto pada Boss.

Tiba-tiba, suhu cincinku mulai meningkat,kelihatannya Rerta mengalami hal yang sama. Dia berusaha melepasnya berkali-kali,tapi tidak bisa. Mist Nusantara Ring nya seakan-akan menempel di tangannya. Hal yang sama terjadi padaku.

"Hei,apa yang terjadi?"tanya Gokudera yang penasaran atas tingkah laku kami.

"Kenapa ini??"ujar Rerta. "Baru kali ini hal seperti ini terjadi,gaahh, panas sekali!".

"Aku juga!"ucapku.

"Kenapa kalian?"tanya Boss dengan khawatir. Saat dia menyentuh Cincin ku, tiba-tiba Sky Ring ku dan Mist Ring milik Rerta bercahaya. Cahayanya makin kuat sampai-sampai kami tidak bisa melihat. Lalu saat kami membuka mata kembali, di tengah-tengah kami berlima,muncul Mist Komodo milik Rerta dan Sky Garuda milikku.

"Apa-apaan ini?"ujar Gokudera.

"Sudah kubilang aku akan menyusul kan?,dan sepertinya Muhaiman ingin ikut keluar juga,ah,sekarang namamu Hydro kan?" ucap Sky Garudaku pada Mist Komodo milik Rerta.

"Mereka...bisa bicara?,tunggu,makhluk gaib nya beneran ada???"ujar Boss dengan ketakutan.

"Kau sangat tidak sopan anak muda,bagaimanapun,kami hanyalah manusia yang harus membayar dosa dengan menjadi seperti ini!"balas Hydro. "Langsit, terimakasih karena sudah menerima permintaanku"ucap Hydro pada Sky Garuda ku.

"Tunggu...siapa kalian?kenapa kalian bisa menjadi seseperti ini?"tanya Rerta sambil memandangi Hydro. "Hyd- Maksudku Muhaiman,ada apa dengan kalian?".

"Panggil saja aku Hydro,anak muda,bagaimanapun,Muhaiman bukanlah nama asliku,itu adalah panggilan dari pemilikku sebelumnya. Aku bahkan sudah lupa dengan nama asliku."balas Hydro.Oke,untuk ukuran seekor (atau seorang?) komodo,dia sangat ramah mengingat seharusnya komodo adalah predator berbahaya. "Dan mengenai alasan kenapa kami seperti ini... Langsit,kurasa kamu bisa menjelaskannya?".

Langsit mengangguk, "Pada zaman dahulu kala,ketika negeri ini masih terpecah belah dalam berbagai kerajaan,hiduplah tujuh orang ksatria yang sangat berani dari sebuah kerajaan besar. Akan tetapi,karena kerajaan mereka diserang,maka ketujuh orang tersebut meminta bantuan dari tujuh jin legendaris. Dengan kekuatan dari jin tersebut,mereka berhasil merebut kembali kerajaan mereka. Sayangnya,setelah keadaan menjadi damai kembali,jin-jin itu meminta tumbal yaitu seluruh penduduk kerajaan tersebut. Karena mereka semua tidak akan pernah mau melakukannya,maka mereka bertujuh kemudian dikutuk selamanya dalam wujud hewan yang berbeda-beda,dan terjebak dalam tujuh macam cincin sampai kutukannya terlepas. Sampai sekarang,ketujuh orang itu masih hidup dalam cincin-cincin yang saat ini kalian pegang,dan salah satunya adalah aku,dan juga Hydro"Langsit menceritakan semuanya. "Dan perihal mengenai kenapa cincin-cincin tersebut bisa mengeluarkan api keinginan terakhir,atau Dying Will Flame seperti yang kalian ketahui,aku masih belum tahu jawabannya. Sayang sekali,padahal dari wajah kalian semua,aku yakin kalian bertanya-tanya tentang itu".

"Benar...Langsit San,apakah kau mengenal Vongola Primo?"tanya Boss sambil menunjukkan Cincinnya. "Bagian dari waktunya tersimpan dalam cincin ini,dan Vongola Gear yang lain".

"Ah,Giotto ya?dia orang yang sangat baik. Kau memiliki banyak kesamaan dengannya nak,aku harap kau bisa meneruskan tekadnya" balas Langsit.

"Langsit...apa tidak ada cara untuk mengembalikan kalian seperti semula?"tanyaku padanya.

"Tidak ada yang tahu nak...itu masih menjadi misteri sampai sekarang,dua generasi yang dulu memgang kami juga lenyap karena mencari tahu cara mengembalikan kami. Kau tidak perlu mencarinya,bagaimanapun,ini adalah balasan atas dosa kami,karena bersekutu dengan jin"jawab Langsit.

"Tapi...bukankah kalian melakukan itu karena ingin melindungi kerajaan kalian?tidak ada yang salah dari itu!"ucap Boss.

"Jyuudaime benar,kalian tidak seharusnya menerima ini"ucap Gokudera yang mendukung Boss. Tidak...bukankah dia memang selalu mendukung Boss nya?.

"Haha,mereka berdua benar,walaupun aku tidak terlalu mengerti sih..."ujar Yamamoto.

"Dasar idiot!"Balas Gokudera.

"Kalian..."gumam Langsit.

"Jangan terlalu naif,anak muda!bagaimanapun kami melakukan ini dengan tujuan melindungi kerajaan yang kami miliki,tanpa berpikir dari sudut pandang musuh. Bayangkan saja berapa banyak orang yang mati karena kami,berapa banyak keluarga yang kehilangan tulang punggungnya,berapa banyak orang tua yang kehilangan anaknya,berapa banyak anak-anak yang kehilangan ayahnya!. Dengan alasan apapun,tidak ada hal yang baik dari bersekutu dengan jin,apalagi dengan tujuan membunuh orang lain seperti itu. Siapapun bisa berubah,bahkan jika itu temanmu sendiri,aku bisa saja gelap mata dan membantai semuanya dengan bantuan dari jin ini" ucap Hydro dengan keras.

"Kau benar...aku tidak pernah berpikir tentang itu"balas Boss sambil menundukkan kepalanya.

"Kalau begitu...setelah ini,apa yang akan kalian lakukan?"tanya Rerta pada Hydro dan Langsit.

"Kami akan membantumu melakukan apa yang kau lakukan sekarang. Karena... teman-teman kami yang tersisa tidak sebaik yang kalian kira"jawab Langsit.

To Be Continued


A/NHalo Guys,bagaimana menurut kalian tentang chapter hari ini?. Ngomong-ngomong,aku baru saja membaca Fanfic ini versi terjemahan bahasa inggris dari Mbah Google Translate dan aku pun ngakak sendiri karena kata 'kak' atau 'kakak' atau 'adikku' kadang berubah menjadi Sister. Padahal kan Aren dan Rerta itu laki-laki!. Jadi buat orang luar yang bingung...di Indonesia,kata ka.kak bisa berarti kakak laki-laki atau kakak perempuan,dan aku terlalu malas menulis secara lengkapnya,lagian siapa juga yang mau sih?. Itu buat memperjelas aja ya... Dan aku banyak memasukkan bahasa gaul atau kata lata kasar kesini,jadi jangan bingung karena kata-kata kasar di indonesia beda ama di luar sana. (Walau aku baru tahu kalau bangsatt bisa berarti Son of a Bitch sih).Ciao!!!