Disclaimer:Naruto dan lainnya bukan milik saya.Saya hanya meminjam charanya saja
.
The Uzumaki Story:Naruto Spirit
.
Genre : Adventure,Romance,Dll.
Rate : M (Untuk Adegan Pertarungan dan adegan tidak pantas lainnya)
Pair : Naruto U. X ?
Warning:Typo,OC,OOC,Semi Canon,dll.
.
.
Don't like Don't Read
.
Chapter 4 : Obsesi atau Ambisi
Di Mansion Uchiha
"Kotoamatsukami" Gumam shisui seraya menatap lekat mata dari sang kepala klan, Fugaku Uchiha
Shisui sedang menjalankan misi rahasianya untuk menanamkan genjutsu kotoamatsumikami guna menghentikan pemberontakan klan uchiha. Selepas menanamkan genjutsu shisui memukul tengkuk semua orang yang membuat semua petinggi klan di sana pingsan massal.
"Dengan begini rencana hampir sukses, tinggal menghentikan Danzo dan pasukan Anbu Ne yang menyerang" Gumam shisui lalu menghilang dengan shunsinnya.
Di Suatu Tempat
"Lapor Danzo-sama, Anbu Ne Siap melakukan Penyerangan" Anbu bertopeng Inu melapor pada Danzo
"Berapa banyak pasukan kita untuk penyerangan?" Danzo bertanya dengan datar
"Pasukan kita sekitar beberapa Batalyon yang setara dengan high jounin" Anbu Inu menjawab
"Baiklah, apa ada pertanyaan sebelumnya?"
Seorang Anbu bertopeng Boar mengangkat tangan
"Maaf Danzo-sama, tapi apakah anda akan ikut turun tangan langsung?"
"Melihat situasi dulu, kalau keadaan memungkinkan aku akan ikut turun tangan..."
"Dan membabat mereka semua, khu... khu... khu" Jawab danzo sambil menyeringai mengerikan
Semua yang melihat seringaian danzopun merinding disko tapi bisa ditutupi oleh wajah datar mereka yang tertutupi topeng
"ekhem baiklah kita akan menyerang besok malam jadi persiapkan diri kalian baik baik"
"Ha'i Danzo-sama"
Di Tempat Lainnya
"Tadaima"
"Okaeri Shisui"
"Bagaimana Misimu?" Tanya pemuda berambut dark blue A.K.A Itachi
"Berhasil seperti biasanya" Jawab shisui kalem
"Lalu bagaimana selanjutnya?" Tanya tetsuya
"Kita selanjutnya harus menghentikan penyerangan yang dilakukan danzo dan para cecunguknya" jelas shisui
"Hn"
"Yosh, kita harus berusaha sekuat tenaga minna" kata tetsuya dengan semangat
"Hn"
"Seperti katamu konoyaro"
.
.
.
Hari sudah menunjukkan pukul 7 pagi tapi tokoh utama kita masih belum bangun dari ilusi mimpinya yang indah
"Ramen-chaaann~"gumam sang bocah berambut pirang jabrik dengan khidmatnya
Tak berselang lama pintu kamar terbuka menampilkan rambut merah yang masuk kamar
"Dasar Pemalas" gumam perempuan tersebut
"Naruto Bangun ini sudah siang kau harus siap siap ke akademi" perempuan tersebut berkata sambil menarik selimut tersebut
"Lima menit lagi nii-san" katanya sambil memeluk guling kembali. Ia mengira yang membangunkannya adalah nii-sannya, tetsuya
"Bangun Baka" dengan sekali hentakan jatuhlah selimut naruto beserta orangnya
gedebuk
"grr apa yang kau lak-" ucapan naruto terhenti karena ia melihat sosok gadis yang sudah lumayan lama tidak disini
"Bangun baka ini sudah siang" ucapan gadis tersebut pun tidak dibalas oleh naruto. Saat ini naruto masih melongo dengan memasang wajah bodohnya
"Ka-ka-karin"
"Iya ini ak-" ucapan karin terpotong karena naruto yang tiba tiba memeluknya dengan sangat erat
"Kau kemana saja selama ini karin-chan?" Kata naruto sambil bersandar di pundak Karin lalu membenamkan kepalanya ke leher karin. Karin wajahnya padam karena dia dipeluk sangat erat oleh naruto, karin bisa merasakan hembusan nafas naruto.
"Le-lepaskan ba-baka" sambil mencoba melepaskan naruto
"Dasar hentai" gumam karin setelah melepaskan naruto tapi tidak bisa didengar naruto
"Kemana saja kau karin-chanselama ini?, aku merindukanmu tahu"
"Baka, selama ini aku itu latihan bersama Tsunade Shishou" jelas karin dengan semburat tipis di wajahnya
"Oh"
"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya naruto
"Entahlah aku mungkin akan mendaftar ke akademi hari ini?" jawab karin pasrah karena itu merupakan perintah dari shisounya
"Benarkah!?, bagus kalau begitu"
"Kau sebaiknya mandi sana baka karena kau harus segera ke akademi!" Perintah karin kepada naruto
"Iya iya" narutopun berjalan ke kamar mandi dan bersiap berangkat ke akademi
.
Sedangkan di akademi para siswa sedang menunggu kedatangan sensei mereka yang mengajar
Kriieet
"Ohayou minna"
"Ohayou Sensei"
"Kalian akan kedatangan teman baru!" kata iruka
"Masuklah" lanjutnya
Masuklah gadis berambut merah dan berkaca mata sambil memandang ke depan dengan wajah yang gugup
"Watashi wa Uzumaki Karin Desu, Yoroshiku Onegaimasu!" karin memperkenalkan diri di depan kelas
"Baiklah Karin, Kau boleh duduk di samping naruto"
"Naruto Angkat tanganmu!" perintah Iruka
Narutopun mengangkat tangannya, dilanjutkan karin yang berjalan ke arah yang dimaksud iruka dan duduk disamping naruto
"Ohayou Karin-chan"
"Ohayou Naruto"
"Kuharap Kau betah di sini karin-chan" Pinta Naruto
"Hn" balas karin cuek.Dia masih sibuk memandangi seorang bocah berambut dark blue A.K.A Sasuke Yang memasang wajah stoic dan sok coolnya memandang ke arah depan. 'Tampan' itulah yang ada di benak karin karena wajah sasuke yang tampan dan cool di matanya.
.
Skip Time
Trankkk Trankk
"Katon : Honseka no Jutsu"
"Katon : Goryuuka no Jutsu"
"Suiton : Suiryuudan no Jutsu"
Setelah merapal segel masing masing mereka berkumpul dengan pandangan yang berhadapan berbagai arah sambil saling memunggungi dan terengah engah. Disekitar mereka atau mungkin agak jauh dari mereka terdapat banyak sekali mayat para anggota klan uchiha yang tergeletak tak bernyawa
Di sisi lain
"Lapor Danzo-sama, Pasukan kita banyak sekali yang telah gugur sekitar jumlah pasukan awal" Lapor si anbu ne bertopeng inu kepada Danzo
"Baiklah kita mundur dulu dan usahakan agar mereka bertiga dituduh jadi tersangka dibalik penyerangan ini" perintah Danzo
"Tapi kenapa kita harus mundur danzo-sama"
"Aku hanya ingin meminimalisir korban dari pihak kita lagipula misi utama kita sudah selesai meskipun tidak semua uchiha itu Mari!"
"Akan kami usahakan Danzo-sama"
(A/N : Disini klan uchiha tidak punah, masih terdapat sekitar dari jumlah total anggota klan uchiha sebelum penyerangan termasuk anggota keluarga sasuke yang masih hidup)
Kembali ke tiga serangkai
"Ehh kenapa mereka mundur" kata Itachi yang OOC keluar dari image coolnya
"Aku juga tidak tahu!"
"Sudahlah biarkan saja, lagipula jika kita terus melawan mereka kita pasti akan kalah. Sekarang tinggal bagaimana kita membereskan dan menguburkan semua mayat ini dengan hormat" Jelas Tetsuya
"Kurasa Aku Punya ide?" Sebuah bola lampu muncul di atas kepala dhisik
"Itachi kau tahu kan apa yang harus kau lakukan?"
"Memangnya apa?" Jawab Itachi dengan wajah yang dibuat polos
Muncul perempatan di dahi shisui Karena mendengar perkataan itachi."Tentu saja Mencoba jutsu hebat yang Kau pakai tadi!!" balas shisui dengan menahan kesal
"Ta-tapi kan itu teknik baru, bagaimana aku bisa melakukannya. Aku saja tadi pertama kalinya mencoba, ta-tadi itu kebetulan tahu!" Itachi gugup sambil membuang wajahnya ke arah lain karena malu, ucapannya tadi secara tidak langsung mengakui bahwa dia belum menguasai teknik tersebut dan itu bukan sifat khas seorang uchiha
"Tapi belum dicoba belum tahu, Kau pasti bisa Itachi kau kan prodigy klan uchiha!" shisui Mencoba membujuk itachi dengan memuji Itachi
"Baiklah aku akan melakukannya" jawab Itachi dengan wajah sombongnya
'Cih, aku benci mengakuinya tapi dia kelihatan Keren kalau begitu. Haaah ingin rasanya kubakar wajah sombong itu dengan Katon ku'Batin nista shisui sambil melihat itachi dengan memasang wajah yang punya banyak makna
Itachi terus fokus pada semua mayat uchiha di depannya. Perlahan mata itachi berubah menjadi sharinggan 3 tomoe yang berputar cepat dan berubah lagi menjadi Mangekyou Sharinggan. "Amaterasu" gumam Itachi.mayat mayat itu pun terbakar api hitam yang sangat panas hingga mayat menghilang tanpa menyisakan apapun
"AAAAHHH" Teriak Itachi Sambil memegang matanya yang mengeluarkan banyak darah
"Apa kau tidak apa-apa Itachi?!" Tanya Tetsuya
"Hn" Jawaban yang ambigu terlontar dari mulut itachi
"Baiklah misi kita sudah berhasil. Kita harus kembali ke rumah masing masing!" kata shisui pada temannya dan beberapa anbu Rahasia yang membantu mereka
"Baiklah, Bubar!"
Whussh
Merekapun menghilang menggunakan Shunshin no Jutsu masing masing meninggalkan bekas tempat pembakaran mayat massal yang tidak meninggalkan apapun
.
Skip Time
Terlihatlah dua orang yang sedang berbincang serius di dalam hutan kematian
"Apa yang membuatmu memintaku mundur sebelum Aku membantai habis mereka semua?!" Tanpa basa basi Danzo menanyakan kepada sosok lain masalahnya
"Kau tidak perlu membuang-buang tenaga mu itu. Kau akan mendapat masalah yang besar bila menghabisi semuanya tanpa bersisa dan itu akan sangat merepotkan!" Sosok tersebut menjawab dengan santainya
"Lagipula,dengan tindakan 'pembersihan' oleh uchiha itu akan membuat kau secara tidak langsung keluar dari masalah ini"Lanjutnya dengan seringaian yang cukup aneh di wajahnya
"Hn" Tanpa menghiraukan perkataan sosok tersebut Danzo langsung pergi dari tempat itu
Angin berhembus mengenai sosok tersebut yang masih terus diam mematung dengan pandangan wajah kedepan dan ekspresi yang tidak bisa ditebak karena wajahnya yang tertutup hoodie
"Dengan ini Dendam ku sudah sedikit terbalaskan!" gumam sosok itu lalu ia menghela nafas
Seketika Angin berhembus kencang yang membuat hoodie yang menutupi wajah tersebut terbuka memperlihatkan surai spike sebahu
"Maafkan aku, tapi aku akan terus berusaha menghancurkan konoha sampai bisa membalaskan dendam di hatiku ini" surainya tersapu oleh semilir Angin
"Aku akan terus melakukan itu, meskipun aku sangat menyayangimu..."
.
.
.
"...Otouto!"
.
.
TBC
Kembali lagi bersama author yang masih newbie ini
Semoga masih ada reader yang menanti dan berharap kelanjutan fic aneh ini
Ini masuk pada tragedy pembantaian klan uchiha yang dilakukan oleh Danzo beserta Anbu illegal bawahannya. Pembantaian ini terjadi atas keinginan danzo sendiri karena dia menganggap klan uchiha sebagai halangan untuknya menjadi penguasa di konoha. Di chapter ini juga dijelaskan bahwa Danzo tidak sendiri dalam perencanaan pembantaian ini tapi dia dibantu oleh seorang sosok, dan siapakah sosok itu? Itu akan terjawab seiring berjalannya cerita
Author juga tidak membuat adegan pertarungan dalam kejadian pembantaian tersebut karena author sedikit pata soal adegan action.Selain itu, file chapter ini sempat terhapus dan author tidak punya file back up jadi dengan terpaksa author membuat chapter rewrite yang berbeda dari chapter awal
Gak banyak berbeda Sih!, perbedaannya Cuma adegan action pada tragedy pembantaian tersebut yang dihilangkan. Dan jujur author sedikit kecewa karena hal itu
Sekali lagi mohon bantuannya
Author mau minta saran:
Pertama, apakah author harus membiarkan shisui hidup atau tewas?
Kedua, siapakah genin yang masuk dalam tim genin naruto nantinya
Ketiga, author minta saran pairing naruto(PM langsung ke author )
Serta saran lainnya yang membuat cerita lebih menarik...
Author menerima kritik dan flame asalkan membangun dan dapat menjadikan cerita ini lebih baik kedepannnya.
Jangan lupa Read And Review
Jaa ne...
NamikazeUzumaki Lucifer Logout...
