NARUTO MILIK MASASHI KISHIMOTO SENSEI

"IMPOSSIBLE TO RUN AWAY FROM ME"

BY HINATA KUCHIKI HEARTFILIA

Naruto and Hinata

rate-M

FIRST KISS AND FIRST MISTAKE

CHAPTER 3

What's up Minna-san…..!

Hikhulia balik lagi dengan fanfic yang standard abissss…..

Reader-san mungkin akan berkata "hah? Ini ceritanya gimana sih?"

Yang bingung ama ff saya ayo angkat tangan sama-sama. Ya saya juga bingung sama ff ini,perasaan yang di otak gk niat nulis gini deh,eh kok malah ini yang dipublish? Apa saya yang memang bodoh ya?

Otak saya dah rancang sih " ah kayaknya ini cocok deh" "ini juga,kayaknya ini nyambung nih"

Eh yang terjadi malah urutannya yang amburadul. Maaf banget jadi hasilnya tanda Tanya besar bagi yang membaca. Tapi saya akan berusaha lebih bagus lagi,maklum dikit gk papa kn,masih belajar nih.

Ah maaf, jadi curhat mengenai kebodohan saya. Minna-san ff ini sudah saya buat panjang,jadi pastikan mata minna-san tidak terlalu lelah,dan konsumsi air putih lebih banyak karena mungkin akan terkena dehidrasi maklum radiasi elektronik.

Ah Minna-san tolong berikan penilaian terhadap ff saya, antara 1-8,angka berapa yang cocok buat saya? Angka ini akan menentukan ff ini lanjut atau tidak. Yang jujur nilainya…. Saya gk akan marah kok…..

Sekedar info ini Flashback jadi judulnya masih sama dengan chap. Sebelumnya.

.

Last Word Please Enjoyed


Flashback on

Eleven years ago

Hyuuga Clan Mansion

Di kediaman Hyuuga kini tampak lebih sibuk dari biasanya,beberapa wanita berkimono hitam putih dengan aksen bunga matahari kecil bertaburan di kimono sederhana mereka. Beberapa wanita itu adalah maid dari kediaman Hyuuga,mereke serius sekali dan terlihat benar-benar sibuk.

Mereka sibuk mempersiapkan semua kebutuhan tamu penting,yang akan mengunjungi majikan mereka

" bagaimana? Apakah kamar tamu sudah kalian bersihkan?"

Seorang wanita paruh baya,dengan kimono bermotif bunga bonsai bertanya,sambil memperhatikan setiap wajah bawahannya.

"Ha'i, Minorin-san!" ujar mereka sambil membungkuk. "lanjutkan tugas kalian kembali,setelah itu kalian boleh istirahat"

Para wanita itu hanya membungkuk dan pergi meninggalkan sang atasan.

.

Tin..tin…tin…

Suara klakson dari sebuah mobil sedan hitam metalik,menggema di depan pintu pagar besi dengan penyangga sebuah tembok tinggi dan tebal milik kediaman Hyuuga.

Krieet…..tt gerbang terbuka

"Selamat datang tuan dan nyonya Namikaze,anda dapat lewat" sapa penjaga gerbang

"Arigatou…." Mobil sedan hitam itu mulai melewati gerbang dan berhenti tepat di depan seorang pria dengan seragam hitamnya.

"saya akan membantu anda untuk memarkirkan mobil anda,apakah saya boleh meminta kunci mobil anda Namikaze-sama?" Tanyanya dengan sopan dan ramah.

"hm baiklah,ini" pria itu menerima kunci mobil dan mulai mengerjakan tugasnya

Seorang wanita paruh baya,datang menghampiri dengan wajah ramah dan senyum mengembang.

"Selamat datang Minato-sama,Kushina-sama dan juga tuan muda. Perkenalkan saya Minorin Hyuuga, saya Kepala Maid di Mansion ini! Bagaimana perjalanan anda, silahkan ikut saya!?" mereka berempat mulai berjalan beriringan dan melewati gerbang utama yang cukup tinggi yang terbuat dari kayu unggulan,dan mulai memasuki pintu utama.

"Ayolah Minorin-san,kau tidak perlu seformal itu,kami sudah sering berkunjung dan kami baik-baik saja" jawab Namikaze Kushina,nyonya utama Klan Namikaze.

"Apakah Hiashi ada di sini? Aku belum melihatnya!" Minato kembali bertanya sambil mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.

"Hiashi-sama berada di kediaman utama saat ini,beliau sedang menemani Mikoto-sama. Saya ditugaskan untuk melayani anda, dan beliau meminta maaf karena tidak dapat menyambut anda"

Kediaman Hyuuga terdiri dari beberapa bagian, yaitu Selatan,Barat,Timur,dan Utara sedangkan kediaman utama berada di tengah. Bak seperti kediaman kerajaan Jepang tempo dulu, Hyuuga Mansion dikelilingi oleh tembok tebal yang menjuntai tinggi. Setelah melewati tembok tersebut, halaman yang luas akan menyapa penglihatan. Berbagai jenis bunga ditanam di halaman itu, dengan warna yang beragam dan mampu memanjakan setiap mata yang melihat.

Setelah melewati halaman yang cukup luas,sebuah tembok kayu dengan tinggi dua meter, menjadi pembatas kedua di Mansion tersebut. Setelah melewati tembok kayu,barulah pintu utama,yang menghubungkan seluruh bagian Mansion dan ruangangan setiap Mansion dapat terlihat..

Sementara untuk tempat parkir, Hyuuga Mansion memiliki tempat parkir yang cukup luas, tepatnya di basement kediaman itu.

.

Tok..tok…tok

"Hiashi-sama..Minato-sama dan Kushina-sama ingin bertemu dengan anda"

"Persilahkan mereka masuk!"

Setelah mendapat persetujuan dari tuannya Minorin membuka pintu dan mempersilahkan para tamu masuk.

Ketika pintu ruangan itu dibuka,penciuman mereka disambut oleh aroma lavender yang menenangkan. Ruang itu atau tepatnya sebuah kamar tidur,memiliki ukuran yang sangat luas. Pernak-pernik mewah menghiasi kamar itu,mulai dari tempat tidur besar,sepasang kursi dan sebuah meja dengan ukiran mewah. Meja rias yang diisi oleh produk kecantikan terkenal, dan sebuah cermin oval yang besar.

Jendela besar yang langsung menghubungkan kamar dengan balkon. Tapi hal paling mencolok dari ruang itu adalah sebuah pigura besar seorang pria dan wanita yang tersenyum melihat satu sama lain. Photo pernikahan Hiashi dan Mikoto

"silahkan masuk Tuan dan Nyonya… Hiashi-sama saya permisi ingin melanjutkan tugas saya"

Minorin hanya membungkuk dan pergi meninggalkan ruang itu setelah melihat Hiashi mengangguk.

"Minato,Kushina gomennasai,aku tidak dapat menyambut kalian" Hiashi memulai percakapan

"Gomen aku juga tidak dapat menyambut kalian"

Seorang wanita cantik bermanik bulan yang sedang terbaring di sebuah ranjang king size mengatakan hal yang sama seperti suaminya. Dia terlihat sedikit pucat.

"Ah Hiashi dan Mikoto-chan kau tidak perlu meminta maaf,kaukan dalam keadaan lemah saat ini"

Kushina dan Minato mendekat kearah mereka berdua. Saat ini Hiashi tengah duduk disebuah kursi disamping Mikoto yang tengah berbaring lemah diranjang mereka.

"silahkan duduk,Minorin akan segera datang membawakan teh untuk kalian"

"Naruto kemarilah dan perkenalkan dirimu,kau dari tadi hanya berdiri dibelakang Tou-chan mu saja,kau ini!" Kushina memanggil nama seorang anak lelaki dengan warna rambut kuning dan mata biru lautnya, persis seperti Tou-chan nya. "Ayo… jangan membuat malu orang tua mu dan jadilah pria sejati" Kushina mulai jengkel akibat kelakuan anaknya yang tetap berdiri di belakang suaminya.

Karena takut dengan ancaman Kaa-chan nya Naruto akhirnya mau memperkenalkan diri,setelah dia melihat deathglare Kaa-chan nya tentunya.

"Konichiwa Namikaze Naruto des.." Naruto hanya menyapa sebentar dan kembali ke pelukan Tou-chan nya yang duduk.

"ha..ha..ha.. Gomennasai Hiashi,Mikoto-chan..dia memang anak yang pemalu" Kushina tertawa masam,dia sudah sangat malu sekarang,lihat saja nanti Naruto…. Kushina menatap anaknya dengan mata berapi. Naruto yang dilihat Kaa-chan seperti itu memeluk Tou-chan lebih dekat. Dia meminta perlindungan.

"Ha..ha..ha.. Kami mengerti,dia sangat mirip denganmu Minato,dia seperti duplikat mini mu saja" ujar Hiashi dan mereka kembali larut dalam percakapan mereka

Saat ini Mikoto tengah mengandung anak mereka yang kedua,dan perkiraan dokter mengatakan dia akan melahirkan dua minggu lagi. Mendengar kabar dari Mikoto,Kushina menyeret kedua lelaki yang berharga bagi hidupnya,untuk melihat kelahiran bayi Mikoto. Meskipun waktunya tersebut terbilang lama lagi,tapi Kushina sangat ingin melihat bayi Mikoto.

Hasil U.S.G mengatakan bahwa bayi Mikoto adalah perempuan,hal itulah yang membuat Kushina ingin sekali melihatnya,pasalnya dia ingin memiliki anak perempuan agar bisa di dandani setiap hari. Tapi Kami-sama memberikan dia anak lelaki,bukan tidak bersyukur,tapi namanya juga wanita,merias adalah kebutuhan pokok untuk wanita.

Tap..tap..tap…

Langkah kaki dan teriakan terdengar jelas dari luar,karena pintu kamar mereka sama sekali tidak ditutup.

"Okaa-sama..Okaa-sama… hah… hah…" seorang gadis kecil datang berlari dengan membawa beberapa tangkai bunga lavender kesukaannya dan Okaa-samanya. Gadis kecil itu memakai kimono merah muda yang dihiasi bunga lavender dibagian bawah.

"Hmm..?Go-Gomennasai…" gadis kecil itu berhenti berteriak dan berjalan perlahan mendekati orang tuanya,ketika melihat ada orang lain selain kedua orangtuanya.

Mereka berempat berhenti berbicara ketika melihat gadis itu di depan pintu kamar

"Hina-chan… kemari sayang,ada apa denganmu kenapa kau berlari" Mikoto memanggil Hinata

"Gomennasai…Okaa-sama,Hinata ingin memberikan ini" Hinata mengulurkan tangan dan menyerahkan bunga lavender yang telah dipetiknya tadi.

Mikoto mengambil bunga tersebut. Setelah memberikannya,Hinata mendekati Tou-samanya dan berdiri dibalik tubuh Tou-samanya. "Hinata.. mereka adalah tamu Tou-sama dan Okaa-sama dan mereka juga tamu mu,perkenalkan dirimu nak!" ujar Hiashi sambil mengelus puncak kepala Hinata.

"Konichiwa… Hyuuga Hinata des.. Senang berkenalan dengan anda,saya anak pertama dan saya harap anda nyaman tinggal disini" sapa Hinata dengan ramah dan sopan,dia bahkan membungkuk dengan baik.

"Astaga… Kawaii…Hinata-chan kau cantik sekali dan kau mirip dengan Mikoto,kau bahkan sangat sopan!"

"Kau mendidik anak mu dengan baik Hiashi dan dia memang cantik dan manis" mendengar pujian atasnya Hinata hanya tersenyum dengan pipi memerah.

Kushina dan Minato kagum dengan tatakrama dari gadis kecil itu.

"berapa usia mu saat ini sayang?" Kushina bertanya dengan mata berbinar-binar

"Lima tahun Namikaze Obaa-sama" jawab Hinata ramah

"Ah… aku jadi ingin menukar anakku yang bodoh dengan anak kalian berdua dan membawa Hinata-chan saja" Kushina mulai bercanda

"O-Okaa-chan…." Naruto mulai kesal dan merengek dengan Kaa-chan nya,bisa-bisanya dia ditukar dengan orang lain,diakan anak kandungnya sendiri.

"Astaga….Kaa-chan hanya bercanda Naru-chan,kau tetap nomor satu di hati Kaa-chan"

Ha….ha…ha.. mereka semua tertawa dengan candaan Kushina,kecuali Naruto tentunya dia masih merengek dan memajukan bibirnya.

Namun pandangan utama Naruto jatuh pada gadis kecil itu,dia tersenyum sangat manis dimata Naruto. Melihat Naruto yang memandanginya Hinata menatap Naruto juga. Tapi ketika pandangan mereka bertemu,mereka memalingkan wajah mereka dengan cepat,bahkan wajah mereka sudah sama-sama memerah.

"ah…souka.. bagaimana jika Naru-chan dan Hina-chan menikah saja,jadi Kaa-chan tidak perlu menculik Hina-chan" Kushina mulai bermonolog sendiri,dia bahkan sampai berpikir menculik Hinata.

Mendengar perkataan Kushina,mereka kembali tertawa.

Tok..tok..tok…

"Permisi Tuan dan Nyonya,saya membawakan teh untuk anda semua" Minorin datang sambil mendorong sebuah trolli mini,diatasnya tersedia teh dan berbagai cemilan khas Jepang.

"Hinata ajak Naruto untuk berkeliling,dia menjadi tanggung jawabmu sebagai tuan rumah!" Hiashi mengingatkan Hinata akan tugasnya yang sebelumnya,dia diberi tahu Tou-sama nya mengenai Kedatangan tamu yang lebih tua satu tahun darinya.

"Ha'i… Na-Namikaze-san mari ikut saya…"

"Astaga… Hina-chan,panggil Naruto saja,kau benar-benar anak yang sangat sopan"

Kushina mengingatkan Hinata.

Pertemuan pertama Hinata dan Naruto dulu,membuat Hinata menyukainya,meskipun awalnya Naruto tampak cuek dan kaku dengan Hinata,tapi seiring waktu,Naruto mulai terbuka dengan Hinata,dia bahkan bercerita panjang lebar dan bertingkah aneh di depan Hinata. Dan itu membuat Hinata setiap hari tertawa bersama Naruto. Meskipun hanya dua minggu waktu kebersamaan mereka.

.

.

.

"Sampai jumpa lagi Mikoto-chan,Hiashi dan Hanabi-chan" Kushina mulai menangis dan menggenggam tangan Mikoto yang menggendong anak kedua mereka Hyuuga Hanabi. " aku akan mengabari kalian dengan rutin,kalian juga harus mengabariku dan jangan lupa mengenai perkembangan kedua putri kalian juga" Kushina kembali menangis.

"Hmm.. Gomen.. Hiashi dan Mikoto kami tidak dapat tinggal lebih lama lagi,kami benar-benar menyesal" Minato ikut merasa sedih,setelah kelahiran putri Hiashi mereka harus meninggalkan kediaman itu.

Padahal mereka sangat senang berada di kediaman Hyuuga,mereka dimanja dengan pelayanan dan sikap semua penghuni Mansion itu. Dia bahkan sering terbangun dan merasa seperti di Hotel tradisional yang mewah.

"hiks..hiks.. Mikoto-chan.." Kushina memeluk Mikoto yang ikut juga menangis.

"Hmm.. Kalian bertiga berhati-hatilah dan kabari kami setelah kalian tiba nanti" Hiashi mengingatkan.

"Kushina-chan… jangan lupa untuk datang berkunjung ketika kalian tidak sibuk,jangan lupakan kami ya…" Mikoto kembali menangis.

Sementara Hinata dan Naruto hanya diam dan menunduk di sebelah kedua orangtua mereka masing-masing.

"Hina-chan ku… jangan lupakan Obaa-chan ya sayang…" Kushina memeluk Hinata dengan erat,dia seperti menganggap Hinata akan pergi jauh saja.

Setelah kelahiran Hanabi,Minato dan keluarganya harus kembali ke Amerika Serikat dengan segera dan menetap disana dengan waktu yang tidak dapat ditentukan. Pasalnya, cabang perusahaan mereka disana mengalami keadaan yang sangat kritis dan nyaris bangkrut.

Mereka akan mempercayakan perusahaan di Jepang dengan Kerabat lain. Dan hal itulah yang membuat Kushina sangat sedih,karena dia akan jauh dari sahabat terbaiknya. Dan terpenting lagi pikiran menjodohkan Naruto dengan Hinata akan lebih sulit lagi.

Naruto dan Hinata tidak mengatakan kata perpisahan,mereka hanya tersenyum dan melambaikan tangan saja ketika mobil milik Naruto pergi dan meninggalkan Mansion Hyuuga.

Perusahaan Minato nyaris bangkrut dikarenakan kedua orangtuanya yang benar-benar tidak perduli dengan perusahaan. Pasangan suami istri nyentrik itu lebih memilih berkeliling dunia dan menghabiskan uang perusahaan,dibanding mempertahankan perusahaan. Mereka berpikir buat apa memiliki anak lelaki kalau mengurus perusahaan saja tidak mampu.

Perjumpaan Hinata dan Naruto benar-benar singkat. Usia mereka yang dini membuat memori indah mereka kian hari kian memudar. Namun berbeda dengan Hinata yang cerdas yang masih ingat dengan jelas, namun Naruto si baka… hah….

.

.

.

.

Three years ago

Konoha International Junior High School

.

"Hinata-sama apakah anda benar-benar tidak ingin dijemput nanti?" Minorin bertanya dengan cemas,dia bahkan terlihat sangat khawatir.

"Minorin-san.. Daijoubu… aku akan baik-baik saja,aku akan pulang dengan taksi nanti. Dan jangan beritahu Otou-sama ya! Omegaiiii….."

Setelah berhasil membujuk Minori kepala maidnya, dengan puppy eyes tentunya,dia berangkat kesekolah. Dia harus mengerjakan beberapa hal,dan jika dia di jemput dengan mobil,itu dapat membuat dia terganggu tentunya.

.

Puk…puk..puk.. ckitt…ckittt….puk..puk…puk..ckitt..ckittt….

"oper… padaku…cepattt..!"

"woiii..apa yang kau lakukan,konsentrasilah"

"Naruto..ambil ini…!"

"hyaa…." Tap.. trang… puk…puk..puk…

Pantulan bola,suara sepatu yang beradu dengan lantai licin,serta suara beberapa anak lelaki yang saling berteriak menggema di lapangan basket.

Naruto berhasil memasukkan bola ke dalam keranjang dengan slam dunk yang sangat keren,diusia nya yang ke-empat belas tahun,dia dengan mudah melakukan slam dunk berkat tinggi badannya yang 165 cm.

.

"Woi!Naruto.. kouhai itu datang lagi,sepertinya dia benar-benar menyukai mu! Kau tidak berniat mengajak dia berkencan?" Tanya seorang anak lelaki

"Diamlah Kiba,aku tidak berniat dengan gadis lain selain gadisku tentunya,Sasuke kau ikut dengan ku kan?" Naruto berjalan keluar bersama Sasuke teman dekat Naruto

Gadis yang sempat mereka bicarakan,masih setia melihat dibalik tembok hingga Naruto pergi dan dia juga ikut pergi.

"Hinata-chan..kau masih tetap melihat senpai itu ya?"

Seorang gadis berlari menghampiri Hinata yang terlihat keluar dari dalam lapangan basket.

"Ah…aku hanya i-ingin melihat latihan para senpai saja! Bukan untuk melihat Namikaze-senpai latihan" ujar Hinata gugup

"ah..kau memang tidak bisa berbohong ya" gadis itu melihat Hinata dengan pandangan bosan dan malas. Dia benar-benar kasihan dengan si lugu yang satu ini,dia kan tau senpai itu hampir tiap hari mematahkan gadis yang menyatakan cinta dengannya.

"baiklah terserah padamu,bagaimana kalau kita pulang bersama? Aku akan mengatarmu pulang dengan mobil ku!" tawar gadis itu ceria

"Gomennasai…aku masih ada urusan dan mungkin akan lama. Kau tidak marahkan?"

"Hmm..iya aku marah,kau selalu menolak tawaran ku,besok aku tidak peduli kau harus ikut berbelanja dengan ku besok,kau mengerti!"

"aku janji….dan akan menemanimu sampai kau puas"

"oke, ingat janjimu. Jaa-nee.."

Setelah kepergian temannya Hinata dapat bernafas lega. Dia memang sering menolak tawaran pulang bersama karena memiliki banyak pekerjaan hampir setiap hari.

Tahun ini tahun kedua bagi Hinata di sekolahnya,dia setiap hari semakin cemas. Naruto akan pergi melanjutkan sekolahnya,dan dia sama sekali tidak tau kemana Naruto melanjutkan sekolahnya.

Saat pertama kali masuk ke Konoha International Junior High School,dia benar-benar terkejut bukan main,anak lelaki yang selama ini dia tunggu berada di depan matanya saat itu. Anak lelaki itu berjalan dengan teman-temannya dan berpapasan dengannya. Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Hinata…

"Na-Naruto-kun ohayou…" ya dia menyapa anak lelaki itu,wajahnya sudah sangat merah. Tapi anak lelaki itu…

"Gomen…apakah aku mengenalmu? Dan darimana kau tahu namaku?"

"Na-nan-nanniii…ehhhh…etttooo…?" wajah Hinata berubah menjadi wajah orang bodoh tiba-tiba..dia bahkan sudah mendidih karena malu sekarang.

Sejak acara memalukan itu,Hinata mulai merasa murung setiap harinya. Dia tau pasti,bahwa dia adalah Naruto yang dulu. Tapi kenyataan berbalik menyerangnya,jangankan mengingat nama, wajah Hinata saja si Baka itu lupa.

Saat itu Hinata mencari alasan,dan mengatakan maaf berulang kali, sepertinya dia salah orang,nama mereka sama dan wajah mereka mirip,alasan classic Hinata lancarkan untuk mengurangi rasa malunya di depan Naruto dan temanya saat itu.

Mulai saat itu Hinata mulai memanggil Naruto dengan marganya. Dan mengurung semua rasa rindu dan cemas dihatinya.

.

"apakah Naruto-kun sudah pulang atau belum ya…..?" gumam Hinata mengitari seluruh kelas.

Hingga dia mendengar percakapan dua anak lelaki dan satu anak perempuan.

"hei Naruto, kau akan masuk ke Konoha School?" Tanya gadis itu

Hinata yang mendengar nama Naruto disebut,memilih sembunyi di balik sebuah pohon,yang cukup besar untuk menutupi tubuh mungilnya.

Dia mendengar semua pembicaraan mereka. Namun… Shion-chan ku…..

Siapa Shion? Kekasihnyakah?

Apakah dia sudah terlambat? Apa tidak ada kesempatan lagi? Lalu bagaimana dengan perasaannya selama ini? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melupakan Naruto?

Semua pertanyaan itu berlewatan di kepala Hinata. Dia menatap langit,dengan tetesan air mata yang mengalir deras. Hingga…. Dia tersadar akan perkataan seseorang yang disayangi Hinata.

"hmm..aku harus mengunjunginya,dia pasti senang dengan bunga matahari" gumam Hinata melanjutkan perjalannya.

Setelah mengunjungi gadis yang disayangi Hinata,dia kembali percaya diri dan akan bertekad untuk membuat Naruto sadar akan kehadirannya dan mengingat dia sebagai Hinata yang pernah dia kenal dulu.

Hinata benar-benar melakukan yang terbaik,dia belajar dengan keras,dia tidak merasa lelah meskipun delapan guru privat mengajarnya setiap minggu. Demi mengejar ketinggalannya selama ini,Hinata bahkan menghiraukan ajakan keluarganya untuk berlibur bersama. Dan jika dia dipaksa ikut,dia akan membawa dua orang guru privat agar dapat mengajarinya di saat liburan keluarganya.

Dan pada saat dia memasuki tahun ketiga di Junior High School nya.

"Hinata…Tou-san sudah memilih sekolah yang bagus untuk mu di Inggris nanti,dan kau akan bersekolah bersama Neji disana!" tou-sama Hinata memulai percakapan di pagi hari saat sarapan dengan mimic serius.

"Tou-sama? Tapi Hinata belum menentukan akan kemana? Dan lagi Inggris,bukankah terlalu jauh?" Hinata mengeluarkan pendapatnya,meskipun dia sedikit takut saat ini.

"seorang Hyuuga harus menempuh pelajaran yang ditentukan oleh orangtuanya,dan Inggris adalah pilihan terbaik Hinata,kau adalah penerus Klan Hyuuga! Darah Hyuuga murni bersamamu!"peringat Tou-sama Hinata dengan Serius

"Go-gomennasi Tou-sama tapi Hinata ingin masuk ke Konoha International High School. Dan Hinata sudah mendaftar disana"

"Disana kau akan lebih banyak memiliki pengalaman,dibanding disini"

"Tou-sama aku tidak akan mengecewakanmu, Tou-sama aku akan menjadi siswa terpintar di angkatanku! Dan belajar tatakrama dengan rajin. Hm! Tou-sama?"

"Anata… berikan Hina-chan kesempatan,bukankah dia sudah berjuang keras selama ini. Nilai dan peringkatnya pun mengalami peningkatan yang tinggi. Jadi tidak salahkan kita memberinya kesempatan"

Mikoto yang duduk disebelah suaminya ikut membela Hinata,bagaimana pun juga, dia yang mengawasi kesehatan Hinata setiap hari. Dia bahkan sangat cemas melihat Hinata kurang tidur untuk mempelajari semua buku-buku itu.

"Nee-sama tidak akan mengecewakan Tou-sama! Dan jika itu terjadi!Tou-sama tinggal mengirim Nee-sama saja kan" Hanabi adik Hinata ikut membela,meskipun dia ikut mengancam.

Perbincangan itu berakhir dengan kekalahan tiga melawan satu. Dan Hinata dapat diizinkan masuk ke Konoha International Senior High School.

.

.

.

.

Two years ago

Konoha International Senior High School

Tap…tap…tap…langkah kaki terdengar di lorong Mansion Hyuuga.
"sepertinya ini sudah cukup"

"Bagaimana aku akan menyapanya?"

"Apakah aku harus menemuinya dulu?"

"Bagaimana..jika dia tidak mengingat ku lagi?"

"Hah… Hina-chan! Sampai kapan kau akan mondar-mandir? Sayang..kau harus berangkat kesekolah,ingat ini hari pertamamu dan kau tentu tau kau akan bicara dengan seluruh sekolahmu"

Mikoto merasa ada yang aneh,mengapa putrinya belum sarapan? Padahalkan ada acara penting yang harus dilakukan Hinata nanti. Saat dia menyusul untuk melihat Hinata,dia kaget dengan Hinata yang mondar-mandir dan bermonolog dengan wajah cemas.

"O-Okaa-sama,sejak kapan Okaa-sama disana? Hinata tampak kaget dengan kehadiran Mikoto yang tiba-tiba.

"Sejak tadi… ada apa sayang? Kau tau,kau boleh cerita dengan kaa-san!"

Hinata yang mendengar penjelasan Kaa-samanya,hanya menunduk dan menjelaskan bahwa dia hanya gugup saja. Dan dia tidak memiliki persoalan apapun. Dia menutupi semuanya,agar seluruh keluarganya tidak mengkhawatirkannya.

.

Ketika mengikuti ujian di Konoha International Senior High School,Hinata memperoleh nilai gemilang,dia lulus dengan 100% benar dan jawaban yang dia kerjakan rapi dan sangat mudah dimengerti. Hasil kerja kerasnya selama ini terbayar,dan dia akan satu sekolah dengan Naruto nanti.

Setiap siswa yang mendapat nilai sempurna di ujian masuk sekolah,akan berpidato di depan seluruh senpai dan seluruh angkatannya. Dan dia akan di sebut sebagai siswa terpintar tahun ini. Dan Hinatalah yang memperoleh gelar itu.

Dia sama sekali tidak gugup untuk berpidato di muka umum,dia hanya bingung,bagaimana cara menyapa Naruto nanti.

Saat membacakan pidatonya,jantung Hinata serasa mau meledak,Naruto ada disana dan dia juga bersama-sama dengan temannya. Namun pandangan mata Naruto hanya tertuju kepada seorang gadis berambut pirang,jangankan melihat Hinata yang berada dia atas panggung,dia mungkin tidak mendengar Hinata berbicara.

Saat itu akhirnya Hinata tau,dia..dia.. adalah Shion,gadis yang disukai Naruto.

.

.

Brum…mmm..brum..nstak…dbrummm…

Beberapa mobil balap berjalan beriringan memasuki gerbang Konoha School. Ferrari, Lamborghini,Ducati,Jaguar… mobil-mobil balap itu seakan ingin mengejek semua siswa yang menaiki mobil orangtua mereka,kilatan dari semua cat mobil itu,membuat orang yang melihatnya merasa iri.

Pintu mobil sebuah Lamborghini dengan warna hitam terbuka. Seorang lelaki berwarna rambut kuning keluar dari bangku pengemudi bersamaan dengan seorang perempuan dengan warna rambut yang mirip denganya,keluar dari bangku penumpang.

"Ne.. Naruto-kun!aku ingin pergi keruang guru bersama Sakura-chan,kau masuk duluan saja"

"baiklah Shion-chan…"

Saat berpisah dengan Shion dan Sakura,Naruto memasuki sekolah bersama dengan teman-temannya.

"ohayou…Naruto-senpai,Sasuke-senpai,Sai-senpai dan Shikamaru senpai…"

"kyaa…. Ohayou…Naruto…"

"senpaiii…kakoiii…."

Setiap pagi mereka selalu disapa gadis-gadis centil dari semua tingkatan,mereka akan menunggu di lorong kelas agar bisa melihat idola sekolah lewat dari depan kelas mereka. Dan yang disapa,hanya tersenyum dan juga berpura-pura tidak mendengar.

Dua bulan telah berlangsung ketika acara penyambutan ajaran baru.

Semua siswa baru kelihatan senang dan merasa bersyukur dapat masuk ke sekolah ini,pasalnya mereka akan dimanjakan oleh para lelaki yang tampan-tampan dan gadis-gadis cantik dan manis.

.

"Kalian duluan saja,aku ingin mengambil catatanku di loker!" ujar Naruto kepada para sahabatnya

Melihat para sahabatnya yang mulai meninggalkannya,Naruto berjalan menuju loker,ketika dia membuka lokernya ada sebuah amplop berwarna merah muda yang dihiasi bunga sakura disekelilingnya. Naruto membuka dan mulai membaca isi amplop itu.

" Namikaze-senpai ada yang ingin kusampaikan dengan-senpai. Bisakah senpai menemuiku di taman belakang saat istirahat pertama nanti? Aku akan menunggu senpai disana."

"Ah…souka..Namikaze-sama,benar-benar populer ya. Huh… kau memang idola nomor satu. Ah benar,bukankah semalam kau baru saja mematahkan hati kouhai manis itu?"

"ya'k.. betsuni.." Naruto tampak terkejut dengan kedatangan Shion,dan meremas surat itu.

Setelah mengurus keperluannya di ruang guru, Shion dan Sakura berniat ingin kembali ke kelas,saat diperjalanan mereka melihat Naruto di depan loker. Shion menyuruh Sakura untuk pergi terlebih dahulu,dan dia mengendap-endap dari arah belakang dan diam-diam membaca surat yang digenggam Naruto.

"ha'i…ha'i.. Jangan kasar terhadap mereka ya Naruto,ingat mereka juga wanita.. ayo kembali, kelas sebentar lagi akan dimulai.

Naruto menatap sendu punggung gadis itu. Dia merasa sangat kecewa dengan reaksi yang diberikan gadis itu. Dia berharap bahwa gadis itu akan marah atau menyuruhnya untuk tidak menemui gadis lain selain dia. Tapi… jangankan marah,dia cenderung merespon santai.

Shion adalah gadis pertama yang membuat Naruto sulit tidur,karena memikirkan gadis itu setiap malamnya. Mereka pertama kali bertemu saat Naruto dipindahkan ke sekolah yang sama dengan Shion di Amerika waktu itu. Dia langsung jatuh hati melihat Shion yang ceria dan mudah bergaul dengan yang lain. Shion jugalah yang membuat Naruto memiliki teman waktu itu.

Mulai dari situ,Naruto mulai mengabdikan dirinya kepada Shion. Mengikutinya, menolongnya, tertawa bersama,berjalan bersama,semuanya serba Shion. Mereka bahkan menyandang sebutan "ada Shion ada Naruto".

Saat mendengar keluarga Shion akan kembali ke Jepang,Naruto sangat cemas sekali. Dia membujuk kedua orangtuanya agar mengizinkan Naruto tinggal di Jepang bersama kerabat lain.

Naruto benar-benar senang saat itu,dia dapat memperoleh izin untuk tinggal di Jepang. Semua kebutuhan Naruto sudah diurus oleh suruhan Minato,dia akan bersekolah di Konoha International Junior High School,tempat Shion akan bersekolah.

Ketika ajaran baru berlangsung sekitar dua minggu. Shion mendadak pindah kembali ke Amerika,dengan alasan orangtuanya telah selesai dengan urusan di Jepang dan akan berniat kembali ke Amerika.

"Naruto-kun…Naruto-kun.. hontouni gommennasai…watashi…" Shion menghentikan perkataanya saat melihat Naruto cemberut dan mulai meninggalkannya.

"Daijoubu… Shion-chan…aku tidak akan marah,tapi kau harus janji bahwa kita akan satu sekolah nanti saat di senior high nantinya!" Naruto masih berjalan sambil menguatkan volume suaranya agar Shion tetap bisa mendengarnya.

"hmm…aku janji"

Setelah mengantar kepergian Shion,Naruto merasa sangat kesepian dan bosan. Namun,mereka tetap berkomunikasi dengan baik. Dan jika libur sekolah,Naruto akan mengunjungi Shion di Amerika.

.

Ketika mereka telah satu sekolah,Naruto berniat akan menjadikan Shion sebagai kekasihnya bahkan istrinya suatu saat nanti. Dia akan menyatakan cinta kepada Shion dan dia berharap Shion juga memiliki hal yang sama dengannya.

"Suki..da Shion-chan… maukah kau menjadi kekasihku?" Naruto sangat serius mengatakannya

"Watashi mo… Naruto-kun" jawab Shion

Ah… aku tidak salah dengarkan? Shion-chan juga menyukaiku…

"demo…Naruto-kun aku tidak dapat menjadi kekasihmu,aku tidak memiliki kekasih atau menyukai lelaki lain. Hanya saja,aku tidak ingin merusak semua yang terjadi antara kita nanti. Suki-des,watashi mo…Naruto-kun. Aku ingin kita saling mencintai,tapi aku tidak ingin terikat atas stastus apa pun selain persahabatan" Ujar Shion menjelaskan

Tanpa status,tapi saling mencintai? Naruto bingung saat itu. Tapi dia tidak perduli dan mengiyakan tawaran Shion,dia tidak perduli asal Shion di dekatnya.

Mereka melakukan hal itu,berjalan bersama,kencan,bergandengan tangan dan melakukan hal bersama-sama,tapi jika ditanya mengenai hubungan mereka oleh sahabat keduanya. Mereka akan menjawab "kami hanya teman" entah bodoh atau apa,itulah julukan mereka berdua.

Mereka juga tidak segan mencium bibir masing-masing,walau tanpa status. Dan jika ditanya kembali jawabannya " Kami saling menyukai,tapi kami bukan sepasang kekasih"

Ini cinta atau keegoisan,cinta tanpa status? Apa itu?

.

.

.

First Declaration

Teng..teng..teng…tenggg…tenggg…tengggg….

Bel istirahat pertama berbunyi. Semua siswa mulai mengeluarkan suara berisik di setiap ruang kelas,mereka ada yang bercanda,bangun dari tidurnya,dan berniat memakan bento masing-masing.

"Naruto,kau mau kemana?" Sakura bertanya antusias

"Ah…Sakura-chan Naruto sang Cassanova akan melakuan aksinya lagi…" Shion ikut menanggapi

"ah…hontouni… ah…good luck Cassanova-kun…"

Ha..ha…ha… kedua gadis bodoh itu tertawa bersama-sama. Naruto yang mendengarnya hanya memasang wajah bosan. Dia juga bosan terus meladeni gadis-gadis yang meyatakan cinta padanya,tapi.. dia bisa apa? Gadis yang disukainya bahkan tidak risih akan hal tersebut.

.

"Na-Namikaze-san konichiwa… watashi Hyuuga Hinata,ano…aku ya-yang meletakkan surat itu di loker Namikaze-san" ujarnya gugup

Saat sampai di halaman belakang Naruto dikejutkan oleh seorang gadis dengan pakaian rapi serta kacamata tebalnya. Dia cukup ramah dan dia terlihat sangat gugup dan bicara terbata-bata.

"Ah..ya.. ada apa Hyuu-? apa aku boleh memanggilmu dengan sebutan Hinata-chan?"

Deg…deg..deg… Kami-sama Naruto-kun memanggilku dengan nama kecilku,dia bahkan memanggilku Hinata-chan. Jika ini mimpi,tolong jangan pernah bangunkan kami berdua. Omegai Kami-sama.

"ah..yo..Hinata-chan…? Naruto menyadarkan Hinata dari Melamunya

"Da-daijoubu Na-Namikaze-san,aku sama sekali tidak keberatan" malahan aku sangat senang,jika bisa aku ingin menghentikan waktu saja,pikir Hinata.

"bukankah kau..kouhai junior school ku kan? Kau tidak perlu seformal itu… Naruto,panggil saja seperti itu"

Hinata senang sekali dengan perkataan Naruto,tapi dia tidak akan memanggil Naruto seperti itu,sampai dia mengingat siapa sebenarnya Hinata.

"Ano…Na-Namikaze-san,apakah kau tidak mengingat aku,aku-aku…" tidak! Jangan memaksanya Hinata,biarkan Naruto yang mengingat sendiri,pikir Hinata. "Ya'k betsuni… Na-Namikaze-san…"

"Ayolah Hinata! Kau seperti memanggil Tou-san ku saja!" Naruto kembali mengingatkan "Tapi,jika merasa nyaman dengan itu kau boleh memanggilku seperti itu,apa ada yang ingin kau sampaikan?

"SU-SU..SUKI..WATASHI..WATASHI,NAMIKAZE-SUKI DES!" sangking gugupnya Hinata yang berniat akan mengatakannya secara lembut berubah menjadi teriakan.

"Na-naniii?" Naruto menganga dengan tidak elitnya,dia bahkan syok dengan suara Hinata yang berteriak. Hingga..

"ha..ha..ha… apa-apaan itu tadi….haha..haahaa…" Naruto tertawa begitu keras,air matanya saja sudah keluar.

Hinata memperhatikan wajah Naruto yang tertawa dengan lepas,hatinya terasa hangat dan bunga mawar seakan bermekaran dihatinya.

"Gomen Hinata-chan aku menyukai gadis lain,dan sekarang pun aku masih menyukainya bahkan menunggunya" ada rasa bersalah saat Naruto mengatakannya

"Namikaze-san..etto.."

"Nani?" ucap Naruto

"apakah Namikaze-san akan marah jika aku mengatakannya la-lagii..? ma-maksudku aku ingin tetap berjuang,apa-apakah Namikaze-san akan marah?" Tanya hinata dengan wajah yang menunduk dan pipi yang sudah kelewat merah.

"hmm..hmmm.. bagaimana ya? Ucap Naruto bercanda

Mendengar itu Hinata langsung menatap wajah Naruto dengan raut gugup dan malu.

"hah..ha..hah.. kawaii.. Hinata-chan wajah mu lucu sekali.. aku hanya bercanda" setelah mengatakan itu Naruto memasang wajah senyum lima jarinya dan mengacungkan jari telunjuk di depan wajah Hinata.

"Daijoubu.. Hinata-chan kau boleh tetap berjuang" ujar Naruto cepat

"A-Arigatou Namikaze-san.."

Wush… angin bertiup dengan kencang

'Wajah putih bersih,pipi merah merona dan mata Indah itu… apa ini wajah gadis ini sebenarnya? Hah.. kacamata itu benar-benar mengganggu'

Deg..deg..deg…

"Hinata aku ingin kembali ke kelas,kau tidak apakan kutinggal?"

Hinata hanya mengangguk,dan Naruto pergi meninggalkannya. Biasanya Naruto akan bersikap acuh pada gadis yang menyatakan suka padanya,tapi dengan Hinata,hati dan pikirannya seakan melarang hal itu. Dia pun bingung,tapi masa bodoh… pikirnya… ya itu karena kau memang bodoh.

"hiks..hiks…. Naruto-kun… wa-watashi…. Huh..hah..hah…mm..huaaa…"

Setelah kepergian Naruto,Hinata bersender pada pohon,dia bahkan jatuh terduduk sangking lemasnya dan …menangis sejadi-jadinya… dia bahkan tidak memperdulikan orang yang lewat dan menatap dia aneh…

.

.

.

Second Declaration

"Namaku…? Ah Namaku tidak ada,aku akan dibunuh Tou-san ku!"

"Ah…ada-ada.. namaku ada…"

Semua murid menatap layar besar yang dipajang di sebuah etalase kaca yang melekat pada dinding. Layar itu menampilkan nama-nama siswa yang lulus dalam tes tengah semester. Rasa kecewa,takut,senang,dan sedih,terlihat dari setiap ekspresi murid yang melihat.

Dan jika namamu tidak terdaftar pada layar tersebut,bersiaplah menerima surat panggilan. Dan jika kau menerima tiga surat panggilan,kau akan… ha..haha… Fire… Drop Out.

Untuk kelas Naruto? Ya mereka tidak perlu melihat… urutannya tetap sama,sejak tahun pertama.

*Naruto*Sasuke*Shikamaru*Sai*Dan Seterusnya…. Dan untuk Shion,dia selalu dibawah Sakura.

"Ah…Hinata-chan,kau berada di urutan pertama. Omedetou…." Ucap teman Hinata

"Arigatou…" ya aku berhasil, aku akan mengatakannya lagi. Ganbatte Hinata. Hinata berniat mengatakannya lagi,dia membuat kesepakatan dengan dirinya sendiri bahwa dia akan mengatakan suka kepada Naruto,saat dia berada di urutan pertama.

'bukankah itu sungguh manis,cinta dan masa depanmu berjalan sejajar'

.

Naruto kembali menerima surat dari Hinata,dia tetap datang. Dan pertanyaan yang di lontarkan serta jawabanya! Tetap sama tidak ada perubahan….

Ya…juga… Hinata akan menangis… namun dia tetap maju dan belajar dengan giat agar peringkatnya tidak turun.

.

.

.

Third declaration

"Hinata aku.." Naruto sudah mulai bosan dengan ini.

"Daijoubu..Ho-hontouni…..Namikaze-san.. konichiwa… jaa-nee.."

"Gadis malang…." "Apakah kita bisa menghajar anak lelaki itu sekali?" "Siapa yang bodoh disini?" rumput,udara,pohon sudah mulai mengeluarkan pandangan mereka terhadap kedua anak manusia ini. Mereka bingung yang mana yang salah dan benar!

.

.

.

Fourth Declaration

"Apa? Dia mengatakannya lagi?" "hei nona! Sadarlah!" "Apa ini yang disebut cinta?"

Bahkan rumput,udara dan pohon sudah bosan melihat mereka berdua.

.

.

.

Fifth Declaration

Again,that's happned again

.

.

.

Sixth Declaration

"hei…lihat,bukankah dia yang menyatakan cinta kepada Naruto-kun?"

"tadi aku melihat Naruto-kun kembali dari halaman belakang"

"Apa dia pikir,karena seorang Hyuuga dia bisa seenaknya"

"Pemaksa sekali dia,dasar baka.."

"Woii…Hyuuga! Berapa harga diri mu?,dasar murahan.. sadarlah dan cari pria di perpustakaan. Ah gomenn..mungkin buku cocok untuk menjadi kekasihmu"

Haha..haha.. semua siswa tertawa,mereka tidak tau seberapa keras Hinata berusaha,apa pengorbanannya?,bagaimana perasaannya? Tidak ada yang peduli.

Perilaku mereka berdua sering menjadi perhatian banyak orang,pasalnya mereka sering pergi keluar dan bertemu di tempat yang sama. Hingga suatu hari beberapa penggemar Naruto diam-diam mengikuti. Mereka sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Gadis aneh itu menyatakan cintanya,dan terlebih lagi ini pernyataan yang kelima.

Rasa benci mendera pikiran mereka." Mengapa Naruto-kun tetap mau mendatangi dia sih?" rasa benci yang mendalam membuat mereka menyebarkan gossip keseluruh sekolah. Dan akhirnya Hinata berada di urutan satu sebagai bahan gosip sekolah. Hinaan dan caci makian membuat Hinata kehilangan satu persatu temannya,jangankan menegur, wajah Hinata saja jijik mereka pandang.

Para sensei Hinata sebenarnya ingin membicarakan hal ini kepada kedua orangtuanya,namun Hinata menerangkan bahwa ini masalah pribadi,dan dia memohon agar sensei nya tidak melibatkan kedua orangtuanya. Melihat prestasi dan kemampuan Hinata,para sensei akhirnya mengerti.

.

.

.

Seventh Declaration

" cukup nona.. sudah cukup…berhentilah…jangan sia-siakan air matamu untuk si brengsek itu" "apa yang harus kita lakukan" "hiks..hiks…hah..hah..ayolah nona"

Mereka ikut menangis melihat betapa mengerikannya nasib gadis itu,tidak ada teman,tidak ada canda tawa lagi dari gadis malang itu.

.

.

.

Eighth Declaration

.

.

.

"Hah… sama saja,aku masih ditolak"

Mereka akan mengatakan dia idiot,ya tinggal cari yang lainkan! Pikir mereka. Tapi Hinata memiliki alasan yang kuat,untuk membuat dia tetap maju,yaitu untuk menyadarkan Naruto bahwa sebenarnya…

.

.

.

The Last Declaration And The War Is Coming Soon!

Setelah acara penolakan yang kesembilan.

.

Malam hari sebelum kesalahan pertama dilakukan.

"Naruto-kun arigatou… berhati-hatilah dijalan"

"Baiklah,kau harus langsung tidur ya" Naruto Mengelus wajah Shion dengan sayang

"wakatta Naruto-sama…" mereka berdua tertawa bersama.

Naruto masih setia mengelus wajah Shion,matanya menunjukkan rasa mendamba yang besar. Tangan kekarnya perlahan menuntun wajah Shion mendekat,perlahan… bibir mereka akhirnya saling bertemu,kecupan ringan yang lembut Naruto berikan berulang kali. Ciuman itu berubah semakin intens,Shion bahkan sudah mengalungkan tangannya di leher Naruto,tidak mau kalah Naruto semakin memperpendek jarak mereka,dia memeluk Shion cukup erat.

Merasa gadisnya cukup kewalahan,Naruto melepaskan ciumannya dan menaruh wajah Shion di dadanya yang bidang.

"hah...ha..haa.. Na-Naruto-kun daisuki…" Shion berusaha menetralkan pernafasannya

"watashi mo…. Hommani..hommanni..suki..des"

Setelah mengantar Shion pulang,mobil Lamborghini Naruto membelah jalanan,dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di Penthousenya Naruto merebahkan tubuhnya di kasur besar miliknya.

"hah… ha.."Naruto menyentuh bibirnya,hanya dengan mencium Shion saja sudah membuat dia melayang sangking bahagianya.

Trettt..trettt.. getaran di saku celananya menyadarkanya.

"Baiklah,tapi hanya sejam,lebih dari itu aku tidak mau,dan kau yang bayar" Naruto memasukkan benda itu kedalam sakunya,mengambil kunci mobil dan berjalan menuju tempat parkir.

.

Bau alcohol,asap rokok dan musik yang mempekakan telinga menyapa Naruto ketika dia memasuki ruangan itu.

"woi.. Naruto over here…" Sasuke memanggil Naruto

"Ada apa dengan kalian? Bukankah seharusnya kalian belajar untuk ujian Universitas nanti?" Naruto duduk dan meneguk air bening yang ada di dalam gelas kecil.

"Hah… apa kau kira kami semua ini bodoh? Nikmati saja,kau tau setelah lulus,kita akan kuliah dan yang paling menyebalkannya kita tidak boleh memilih apa yang kita ingini." Sai angkat bicara.

"Ya,penerus klan dan penerus perusahaan,aku bosan dengan kata-kata itu setiap hari" ujar Shikamaru menambahkan.

"Kalua kalian berpikir begitu,kembalikan semua pemberian orangtua kalian,dasar idiot" Sasuke angkat bicara. Naruto ikut mengangguk,puk!

"ada apa Gaara" Naruto mengikuti arah pandangan Gaara yang mengarah ke sudut diskotic itu, dan betapa terkejutnya dia.

Shion? Bagaimana bisa? Bukankah dia tadi mengantarnya pulang? Dan siapa bajingan busuk itu?

Betapa terkejutnya Naruto melihat pemandangan yang ada di depan matanya,Shion dengan mudahnya membiarkan tangan pria itu memasuki bajunya,dan terlebih lagi,dia membalas ciuman lelaki itu.

"bukan… itu bukan dia!" Naruto berharap bahwa itu bukan gadisnya.

"Shion kau cantik sekali malam ini" gadis yang disebut hanya tersenyum dan kembali melanjutkan ciuman mereka.

"woiii Naruto,kau mau kemana" Naruto hanya diam dan berjalan ke arah sang DJ

"Bagai-" perkataan pria itu terhenti,ketika cahaya lampu menerangi mereka berdua,bahkan musik yang sedari tadi terdengarpun mendadak berhenti.

"Na-Naruto-kun?" dengan tergesa-gesa Shion memperbaiki bajunya,ketika dia ingin melihat Naruto,dia telah menghilang,bahkan teman-teman Naruto yang sempat dilihatnya pun tidak terlihat lagi.

Flashback off

Plak

"Hinata? A-aku?" saat ingin mengejar Hinata,tangannya digenggam kuat oleh Shion

"Naruto-kun..aku..gom-" tubuh Shion mendadak lemas

"Shion—Shion? Ada apa denganmu" melihat Shion yang pingsan Naruto langsung menyelipkan tangannya di bawah kaki Shion dan menggendong Shion ke U.K.S.

Sementara Hinata,setelah menyerahkan semua buku itu ke perpustakaan,dia berlari keluar gerbang dengan membawa tas miliknya.

"Hina-chan..kau-…Hina-chan..ada apa sayang…?"

Melihat Hinata yang pulang lebih awal,membuat Mikoto terkejut,saat dia memanggil Hinata,Hinata sama sekali tidak membalas. Gadis itu kelihatan berantakan dan seperti habis menangis

Hinata memilih berlari dan menaiki anak tangga dengan cepat,dia bahkan telah melukai hati Okaa-samanya dengan menghiraukan panggilannya. Setelah memasuki kamarnya,dia mengunci diri menutup jendela,dan memilih meringkuk di dalam selimut.

Hah… dia kembali menangis,tapi saat ini jauh lebih sakit dari sebelumnya.

.

.


To be continued

Minna-san gimana? Panjang kn?

Untuk tahunnya,perhitungnya menurut usia Hinata,dan mundur dari usia dia yang 16 tahun.

Maaf jika masih jelek.

Oh iya gimana minna… kerenkan bahasa Inggris Dan Jepang saya. Inggris men.

Ha….ha…ha… ihh jijik.

Minna-san jangan lupa memberi nilai ya,saya bukan ingin membandingkan ff saya dengan ff senpai yang lain. Tapi saya lebih mengerti mengenai kualitas melalui angka,jadi jika angkanya rendah saya akan berusaha menaikkan,jika tinggi saya akan berusaha mempertahankannya.

Dan untuk adegan berikutnya saya akan memberika bocoran

Chapter berikutnya acara perangnya akan dimulai. Itu aja…

Dan…dann…

Saya sangat terharu dan berterimakasih banyak kepada (jilid 2):

Kurumi Keiko,Xiomi,Xiia,Divia,Araya,Narunata,Mega Hinata,Orochimaru-Chan,Windari Nataswift,Noor 236,Vi2nhl,Ana,Sena Ayuki,Nana Yuki

Jika penulisan nama salah,saya mohon maaf…

Minna-san review… agar saya bisa tau kesalahan fanfic saya…

Mengenai salah ketik dan salah penulisan Jepang Dan Inggrisnya,saya mohon bantuan…

Akhir kata review… he..hee…. omegaiiii….

Jangan lupa konsumsi air putih yang banyak…..