NARUTO MILIK MASASHI KISHIMOTO SENSEI
"IMPOSSIBLE TO RUN AWAY FROM ME"
BY HINATA KUCHIKI HEARTFILIA
Naruto and Hinata
rate-M
"Enough!You Always Disappointed Me!But Now,You…!"
Chapter 4
Minna-san terimakasih atas penilaiannya,saya sangat senang sekali.
Tebar kiss bye dimana-mana. Tapi saat saya baca review yang lain,saya rasa fanfic saya masih jelek….
Tapi it's okay… Hikhulia akan terus semangat,dan menerima tantangan dari reader semua. Baca dan tunggu saja..ha..ha…haa… uhuk…uhuk… maaf keselek!
Jika masih belum bisa memenuhi harapan para reader,Hikhulia…..
Terima kasih kepada Lililala249 yang memperbaiki penulisan Bahasa Jepangnya.
Dan kepada Noor236 saya berterima kasih juga ,saya akan mengurangi lagi penulisan Bahasa Jepangnya agar minna-san lebih mengerti….
Lady Bloodie juga saya berterimakas atas sarannya…..
Dan kepada Stalker Reader juga….. saya sangat berterimakasih,dan jika ada kekurangan terhadap fanfic saya. Saya mohon bimbingan…
Saya juga akan berusaha agar fanfic saya tidak mainstream dan bertele-tele. Saya tidak marah,kok. Malahan saya jadi merasa bersemangat berapi-api.
Terima kasih banyak atas semangatnya..
Last word please enjoyed
Kediaman Hyuuga.
Tok…tok….tok….
"Hina-chan…Hina-chan! Buka pintunya sayang,ada apa denganmu sayang? Sayang…keluarlah,mari kita bicarakan baik-baik!"
Setelah melihat Hinata berlari menaiki tangga,Mikoto sangat cemas,biasanya Hinata akan menjawab panggilannya tapi ini,jangankan menyahut…melihat saja tidak gadis itu lakukan.
"Hina-…." Greb…."Ada apa sayang? Kaa-san ada disini"
Ketika pintu terbuka,Hinata berlari kepelukan Kaa-sannya,dia menangis tersedu-sedu. Mikoto membalas pelukan Hinata sambil mengelus kepalanya dengan sayang. Dia sangat kaget melihat putri kecilnya menangis seperti itu.
"O-Okaa-sama… tolong jangan beritahu kepada Tou-sama Hinata cepat pulang… Hinata mohon…!" dia masih tetap memeluk Kaa-san nya.
"Hm..Kaa-san janji..sekarang beritahu Kaa-san ada apa? Kenapa putri cantik Kaa-san menangis? Lihat kacamatamu jadi basah dan wajahmu jadi jelek seperti itu" Mikoto melepas pelukan Hinata perlahan dan menuntunnya duduk di kasur gadis malang itu.
"Kaa-sama…Hinata memang gadis jelek,maka dari itu yang lain-" Hinata menunduk sedih,tapi sebelum dia melanjutkannya Kaa-san malah…
"Nanni? Kaa-san tidak mengatakan Hime Kaa-san jelek,Kaa-san bilang Hime jelek jika menangis, wajah Hina-chan malah cantik sekali dan seperti seorang Hime-sama. Dan apa maksudmu dengan yang lain?" Kaa-San Hinata mulai melipat jari-jarinya hingga bunyi jarinya keluar dengan mengerikan.
"Siapa yang berani mengatakan Hina-chan jelek? Katakan pada Kaa-san,Kaa-san akan menghajarnya hingga babak belur. Beraninya dia mengatakan Hina-chan yang cantik seperti Hime-sama jelek!" ujar Mikoto dengan wajah garangnya.
Dia memang akan melakukan hal itu! Maklum, jika anaknya diganggu, seorang Ibu bisa berubah menjadi seekor Singa,bukan?
" ha..ha..haa…Okaa-sama arigatou… aku menyayangi Okaa-sama!"ujar Hinata sambil memeluk Mikoto. Dia mendingan sekarang.
"Sayang,sekarang bisakah kau bercerita kepada Kaa-san! Hm.. Kaa-san akan mendengarkan sampai selesai" sambil mengelus kepala Hinata Mikoto mencoba membujuknya.
"Eng…Kaa-sama,sebenarnya tidak ada masalah besar,hanya…"
"Nanni..? jadi apa sayang? Ayo jelaskan semua pada Kaa-san…"
"Saat melihat hasil ujian yang diberikan para sensei kemarin,Hi-Hinata mendapat nilai yang kurang memuaskan,Hinata takut jika sampai Tou-sama mengetahuinya…. Tou-sama akan mengirim Hinata ke Inggris,Hinata tidak ingin hal itu terjadi" dusta Hinata
Hinata tidak ingin membuat keluarganya khawatir,sehingga dia merahasiakan semua mengenai Naruto. Bahkan dia merahasiakan mengenai Naruto yang satu sekolah dengannya sejak Junior High School.
Dia juga merahasiakan mengenai perlakuan semua siswa Konoha kepadanya dan jangan lupakan mengenai pelecehan Naruto. Dan mengenai nilai,jangankan menurun,sensei Hinata bahkan malas memeriksa jawabannya yang selalu sempurna.
Mikoto mempercayai semua perkataan Hinata,dia hanya berpikir Hinata takut mengecewakan Hiashi. Dan hanya menyemangati gadis itu
"Kalau boleh tau,apa yang membuat putri Kaa-san sampai menurun nilainya? Apakah ini ada kaitannya dengan perkataan teman-temanmu?"
Deg…
Hinata gugup harus menjawab apa. 'bagaimana ini? Apa yang harus kukatakan'pikir Hinata.
"Anooo…ettooo…. Teman-teman Hinata merasa bahwa Hinata selalu menyusahkan mereka,ka-karena Hinata selalu membuat sensei memberikan soal yang jauh lebih sulit,karena Hinata telah terlebih dahulu menyelesaikan semua tugas yang ada di buku,sebelum sensei memberikannya." Ujar Hinata gugup,dia bahkan harus membohongi Kaa-sannya lagi.
Setelah mendengar penjelasan Hinata,Mikoto menjelaskan bahwa mereka hanya iri padanya. Dan Mikoto akan merahasiakan semuanya kepada suaminya atas bujukan Hinata.
Mikoto pun meninggalkan Hinata sendiri dikamar,Hinata hanya ingin sendiri sekarang dan berbohong ingin kembali belajar agar bisa mengejar ketinggalanya.
"Naruto-kun,itu adalah ciuman pertamaku,aku memang ingin memberikannya padamu,tapi bukan berarti kau menciumku hanya untuk membuat Shion-san cemburu." Hinata memandangi photo Naruto di layar Hpnya,dia mengambil photo itu diam-diam saat Naruto latihan.
"hu..hu…hah… A-aku benci pada diriku sendiri yang tidak bisa membencimu….aku… hiks-hiks…" Hinata selalu saja menangis mengenai Naruto. Gadis cengeng dan lemah.
.
.
.
Konoha International Senior High School
Naruto memandangi wajah Shion yang terbaring di kasur,dia masih setia menunggu gadisnya untuk siuman dari pingsannya.
Tok..tok..tok… dua orang teman Naruto datang menghampirinya.
"Naruto! Biarkan aku yang menjaga Shion-chan,kau dari tadi sudah menjaganya sejak pagi. Pergilah untuk makan siang ini sudah jam 3 sore!" ujar Sakura menyadarkan Naruto dari melamunnya.
"Ayolah Naruto,dia tidak akan kemana-mana,kau juga perlu menjaga kesehatanmu" Sasuke ikut angkat bicara.
Naruto menuruti semua perkataan temannya,dia memang lapar sedari tadi. Tapi melihat keadaan Shion dia mengurungkan niatnya untuk sekedar membeli makanan.
"Naruto! Ini memang bukan urusanku,tapi kau tau masalah bagimu juga masalah bagiku. Dan kau mengerti kemana arah pembicaraankukan" Sasuke memulai pembicaraan ketika mereka sampai di kantin sekolah.
"Aku tau,terimakasih telah mengkhawatirkanku,aku juga bingung bagaimana menjelaskannya nanti. Dia sepertinya akan membenciku!"
"Apa kau takut dia akan membenci mu? Jangan bilang kau mulai jatuh cinta padanya?" Sasuke merasa Naruto sedikit terbebani akan kejadian tadi pagi,mungkin sahabat lambannya butuh teman untuk bercerita.
"hah.. apa yang kau bicarakan,aku hanya menyukai Shion. Dan lagi,aku hanya merasa kasihan padanya,aku telah menolaknya berulang kali dan sekarang aku malah membuat dia pelampiasan cemburuku. Dan juga…aku tau dia menjadi sasaran kebencian disekolah,jadi.."
"Ya,terserah padamu jika kau menganggap itu kasihan,tapi jangan mempermainkan Hyuuga, mereka bukan dari keluarga sembarangan. Dan jika sampai Hiashi Jii-san mengetahuinya,kau akan mati di tangannya!" Sasuke mencoba menasehati.
"Hyuuga Hiashi sepertinya aku pernah mendengar nama itu,tapi dimana ya..?" merasa bahwa keluarga Hinata tidak penting sekarang,dia lantas melupakannya.
Ya karena kau bodoh…. Suara hati author
"Apa kau akan memaafkan Shion mengenai kejadian kemarin,atau jangan-jangan kau lupa?"
Deg…
Ya benar,Naruto hampir saja lupa,dengan kejadian semalam.
"Apa aku perlu menyelidiki siapa pria semalam? Ya jika kau mengizinkan tentunya" Sasuke menyadarkan Naruto yang kelihatannya sedikit shock.
"Tidak! Kau tidak perlu melakukannya,ini masalah ku dengan gadisku dan aku ingin mendengar penjelasannya sendiri. Terimakasih atas perhatian mu Sasuke"
"Hah.. gadis kau bilang? Status kalian saja tidak jelas. Sudahlah,lakukan yang menurutmu benar,tapi jika butuh bantuan,kau tau akukan. Makanlan! ramenmu nanti dingin"
Percaya pada perkataan Shion,dia tidak mungkin mengkhianatiku kan. Ya,hanya mendengar dan percaya padanya,dia pasti memiliki alasan dibalik ini. Hinata,bagaiman aku menjelaskanya besok. Shion yang utama saat ini. Hati dan pikiran Naruto berpikir keras akan kejadian hari ini,tapi dia hanya memprioritaskan Shion,bagaimana dengan Hinata yang korban disini?
"Shion-chan…bagaimana perasaanmu sekarang? Apakah sudah membaik?"
Setelah selesai makan,Sasuke dan Naruto kembali mengunjungi kamar Shion dan sepertinya Shion telah membaik… dia bahkan sudah duduk di atas kasur. Sasuke mengajak Sakura untuk keluar,Naruto dan Shion butuh bicara empat mata sekarang.
"A-aku sudah baikan Naruto-kun,anoo… Naruto-kun apakah kau masih marah padaku?" dihatinya Shion merasa sangat lega,pasalnya Naruto kembali memanggilnya dengan sebutan Shion-chan. Sekarang dia hanya tinggal mencari alasan saja.
"hah…" Naruto menghela nafas,dia memang masih marah,tapi dia sudah janji untuk mendengar penjelasan Shion dan akan percaya pada gadis itu, "Aku tidak marah lagi,bisakah kau menjelaskan semuanya padaku?"
"Namanya Sasori,dia adalah teman Junior ku di Amerika,dan dia adalah mantan dari temanku di Junior,dia bercerita mengenai kekasihnya yang memutuskannya demi seorang lelaki yang lebih kaya darinya" Shion merangkai semua kata dengan baik dia bahkan mengeluarkan air mata,senjata ampuh untuk Naruto,dia tau Naruto lemah terhadap air matanya.
"Lalu mengapa kalian bisa saling bercumbu? Apa kau juga menyukai lelaki itu?" ucap Naruto
"Ti-tidak Naruto-kun,aku hanya menyukaimu,waktu itu kami setengah mabuk,dan-dan kami melakukan itu…. Ta-tapi aku janji tidak akan melakukannya lagi. Setelah kau mengantarku pulang, dia menghubungiku dan kami berjumpa ditempat itu…" sambil menggenggam tangan Naruto,Shion berusaha meyakinkannya.
"Apakah,aku bisa mempercayaimu? Apa saja yang kalian lakukan selama ini dibelakangku,jangan-jangan kau sudah berhubungan lama dengannya?" Naruto kembali mengintrogasi,wajahnya kini mulai menegang dan tampak marah.
"Naruto-kun,percayalah…hiks…kami baru bertemu semalam setelah tamat dari Junior High School. Dan aku tidak mempunyai hubungan apapun dengannya. Aku hanya menyukai mu,meskipun kau tidak menyukaiku lagi!"
Naruto tampak terkejut dengan perkataan Shion,dan tampaknya Shion tidak perlu menjelaskan lagi,karena dia akan mendapat kepercayaan Naruto kembali.
"Apa maksud mu aku tidak menyukaimu lagi? Darimana kau mendapat pernyataan itu?"
"Karena….hiks…hiks… Na-Naruto-kun… hiks-hiks…" Naruto yang melihat Shion menangis seperti itu merasa sangat bersalah,dia sudah cukup dengan pertanyaanya.
Naruto memeluk Shion sambil mengelus punggung Shion dengan sayang.
"Hah… gomen,ini semua salahku,aku percaya padamu. Dan aku masih menyukaimu dan sangat mencintaimu,jadi jangan merasa bahwa aku tidak menyukaimu lagi,hm!"
"Mengapa kau mengatakan bahwa aku tidak menyukaimu lagi?" Naruto melepaskan pelukannya dan menatap Shion dengan serius.
"Bukankah kau mencium gadis Hyuuga itu tadi pagi,dan kau menciumnya sangat lama" Shion memajukan bibirnya,dia berpura-pura cemberut.
Naruto yang melihat Shion seperti itu,hanya tersenyum dan..
Cup…. Dia memberikan kecupan di bibir Shion.
"Na-Naruto-kun,ini disekolah" dia memukul dada Naruto "Naruto-kun? Apakah kau mencintainya?" ucap Shion
"Tidak,aku hanya menyukaimu, gomen…. Aku sangat cemburu padamu,jadi aku ingin membuatmu cemburu juga,gomen… aku tidak akan mencium gadis lain selain Shion-chan ku yang cantik"
"Berjanjilah padaku,bahwa kau hanya mencintaiku!" Shion mengulurkan jari kelingkingnya,sebagai tanda janji.
"Ya aku janji" Naruto melingkarkan jari kelingkingnya dengan Shion.
"Naruto-kun… bisakah kau tidak menemui gadis itu lagi? Aku ingin kau menjauhi gadis itu,aku ingin kau melihatku saja" ujar Shion.
"Ada apa dengan dia! Aku tidak menyukainya dan kau tidak perlu cemas mengenainya. Tapi jika itu membuatmu tenang akan ku lakukan"
Naruto merasa sangat senang,ini adalah respon pertama yang diberikan Shion mengenai gadis lain yang menyatakan cinta dengannya.
"Shion… Menurutmu aku ini apa dimatamu?" Naruto ingin memastikan hubungan mereka
"Kau adalah lelaki yang paling kusayangi,dan-dan… aku…"
Cup… Shion memberikan kecupan untuk Naruto.
"Hmm… aku mengerti…dan apa maksud ciuman ini Shion-chan" goda Naruto,dia mulai menaiki kasur dan memberikan kecupan-kecupan untuk Shion.
Keesokan harinya di Kediaman Hyuuga
"Hinata kau tampak pucat,sebaiknya kau beristirahat saja dirumah,Tou-san akan membuatkan surat izin untukmu" melihat wajah pucat Hinata,Tou-samanya menjadi sangat khawatir.
"Hinata baik-baik saja Tou-sama,ini karena Hinata begadang semalam" ujar Hinata. Dia memang begadang semalaman,tepatnya menangis.
"Hm…baiklah,kau harus menghubungi Tou-san jika merasa kurang sehat nanti"
Hinata ingin sekali menenangkan pikirannya untuk sejenak. Tapi,jika dia tidak ke sekolah senseinya akan cemas, belum lagi tentang dia yang membolos, bisa-bisa dia dilaporkan kepada orangtuanya. Jika orangtuanya datang ke sekolah… tamatlah riwayatnya.
.
.
.
Konoha International Senior High School
Saat berjalan di lorong sekolah Hinata kembali ditatap oleh semua orang yang melihatnya.
"hei lihat… Dia berani juga datang hari ini padahal semalam dia melarikan diri"
"Diakan yang menggoda Naruto-kun, hei…. Hyuuga kau tidak tau malu ya"
"Dia pasti merasa bahwa Naruto-kun mencintainya,karna menciumnya semalam. Jangan bermimpi… dasar Hyuuga gadis aneh,kembalilah ke asal mu di perpustakaan"
"Hei… apa keluargamu tidak pernah mengajarimu tentang tatakrama? Apa seorang Hyuuga itu tidak punya rasa malu"
Semua kembali menertawakan dan menghinanya. Hyuuga ini,Hyuuga itu… apa mereka kira Hyuuga seorang yang lemah. Hinata tidak perduli dengan hinaan untuknya tapi jika mengenai keluarga dan Klannya… Tanpa membalikkan tubuhnya Hinata…
"Cukup! Apa kalian tau status dari Klan Hyuuga di Negara ini?" Hinata sudah mulai lelah dengan ini semua.
Para murid yang mendengar teriakan Hinata hanya mendengus dan pergi meninggalkanya. Ada rasa takut sebenarnya bagi mereka yang mendengar ucapan Hinata,mereka memang mengetahui status Hyuuga,tapi karena melihat Hinata yang lemah… mereka mengabaikan status yang disandang gadis lemah itu.
.
"kyaa…. Naruto-kun…. Kau tampan sekali…"
"Na-Naruto-senpai,ohayou…"
Semua gadis yang melihat Naruto yang berjalan menyusuri lorong sekolah tidak henti-hentinya menyoraki dan meneriakkan namanya.
"Apakah kau tau dimana kelas Hyuuga Hinata?" Tanya Naruto kepada salah satu siswi.
"Ah…Hyuuga-san ada dikelas sebelah,dia duduk di bangku depan" jawabnya sambil tersipu malam.
Naruto kembali melanjutkan langkahnya,ketika dia sampai di depan pintu kelas Hinata,dia melihat gadis itu menatap keluar jendela. Naruto mulai mendekatinya,sepertinya dia tidak mengetahui kedatangan Naruto.
"Hyuuga… bisakah kita bicara sebentar? Ada yang ingin kusampaikan! Bisakah kau mengikutiku?"
Merasa namanya dipanggil Hinata menatap lelaki dihadapannya. Betapa terkejutnya dia,Naruto datang menemuinya,tapi ada yang aneh dengan Naruto,dia tidak memanggilnya dengan sebutan Hinata-chan melainkan marganya sendiri.
Sambil mengikuti Naruto dari belakang,banyak siswi yang menatap Hinata dengan rasa benci dan marah.
"Anoo….Namikaze-san,apa yang ingin senpai katakan?" sesampainya ditaman belakang Hinata memulai percakapan,dia tidak merasa gugup lagi. Dia sudah tau arah pembicaraan ini.
"Mengenai ciuman semalam…Aku ingin minta maaf,ini salahku sepenuhnya aku seharusnya tidak menjadikanmu objek cemburu ku" ujar Naruto,tapi wajahnya terlihat biasa saja tidak ada rasa bersalah terpancar disana.
'hah… pasti ini alasannya menemuiku. Tapi mengapa kau terlihat biasa saja Naruto-kun?' dalam hati Hinata merasa sangat sedih.
Melihat Hinata hanya menunduk Naruto tidak terlalu memusingkannya,dia selalu melihat gadis itu tertunduk,jadi dia merasa biasa saja.
"Dan aku ingin kau berhenti mengirimiku surat dan berhenti menyatakan suka padaku. Aku sudah lelah dan muak mendengar semua pernyataanmu. Kau membuat aku menjadi bahan tawaan bagi temanku." dia tidak tau perkataannya menyakiti hati Hinata.
"Gomen Namikaze-san jika kau menjadi bahan tertawaan temanmu karena aku. Tapi,bukankah kau yang menyuruhku untuk tetap berjuang?" Hinata masih setia menunduk.
"Aku memang menyuruhmu untuk berjuang,waktu itu aku tidak ingin menyakiti hati gadis baik sepertimu. Tapi aku tidak menyangka kau akan mengatakanya berulang kali. Jadi aku-" perkataaan Naruto tiba-tiba terhenti.
"Aku mengerti! Bisakah kita langsung ke pokok pembicaraan? Sebentar lagi kelas akan dimulai dan aku tidak ingin terlambat" Hinata masih tetap menunduk.
Hinata merasa bersalah saat mendengar Naruto menjadi sasaran tertawaan bagi temannya,tapi mendengar penjelasan lelaki itu… dia sangat marah dan kecewa. Jadi selama ini Naruto hanya mempermainkan perasaanya! Jadi perkataanya yang mengatakan untuk berjuang hanya untuk membuat Hinata tidak sedih? Bukankah itu lebih kejam dari semua penolakan yang dilakukanya kepada Hinata?
"Apa ada yang ingin senpai katakan lagi?" ujar Hinata dingin.
"Aku ingin kau berhenti menyukaiku dan menjauhiku dari sekarang, kau membuat gadis yang kusukai terganggu dengan kehadiranmu disekitarku. Jadi mulai seka-" ucapan itu terhenti ketika melihat Hinata tiba-tiba…
"Namikaze-san… gomen… hontouni gomennasai… aku mengerti, jadi bisakah aku pergi sekarang? Kelas sudah dimulai,jadi senpai juga harus kembali. Jaa-nee… Naruto senpai berhati-hatilah…." Hinata menatap Naruto sambil tersenyum lebar,tidak ada airmata dan wajah sedih yang terpancar,hanya sebuah senyum perpisahan.
Setelah kepergian Hinata,Naruto memegangi dadanya yang mendadak sakit,dia seperti tersetrum oleh senyum Hinata,tapi bukan seperti senyum Hinata yang dulu hangat. Ini seperti senyum perpisahan.
Tanpa mereka ketahui beberapa siswa mendengar semua pembicaraan mereka. Tidak hanya mendengar siswa-siswa itu juga memvideo perbincangan Naruto dan Hinata. Sepertinya Hinata akan menghadapi masalah besar lagi.
.
Hinata melakukan semua yang diinginkan Naruto,setiap Naruto akan berpapasan dengannya, Hinata akan berjalan sambil membaca buku. Ketika melihat Naruto di kantin dengan gerombolannya,dia akan mencari tempat yang jauh.
.
Ketika Hinata membeli roti di kantin,Naruto datang bersamaan dengan semua temannya. Hinata masih setia memperhatikan Naruto dan teman-temannya,mereka saling bercanda dan tertawa bahagia. Sedangkan Hinata? Dia tidak memiliki satupun teman. Tidak tahan dengan semua yang dilihatnya Hinata berlari menuju taman belakang.
Naruto sempat melihat Hinata berlari,tapi dia tidak ambil pusing, setidaknya gadis itu menjauhinya.
"hah..hah… aku-aku benci dengan semua ini,benar-benar benci… hiks…hu..hu…." mencoba menetralisir pernafasannya,Hinata bersandar di sebuah pohon. Dia menghentikan tangisannya dan bertekat akan balas dendam.
"ya seperti itu nona… coba kau dari dulu sadar!" "apakah kau masih mau dengan si bodoh itu?" "buat dia mengerti dengan rasa sakit hatimu, ayo maju nona muda" kini angin,pohon dan rumput dapat bernafas lega,gadis yang selama ini menangis dan sedih akhirnya sadar dari kebodohannya.
"Jika…Jika saja dia mengatakan dari awal tidak akan menerimaku dan tidak mengizinkan aku untuk berjuang,aku tidak akan semenderita ini…. Aku benci denganmu NAMIKAZE NARUTO SIALAN!" Hinata berteriak dengan kerasnya,dia tidak perlu takut jika ada yang mendengar,semua siswa sekarang di kantin,jadi aman untuk berteriak.
"Aku muak dengan mereka semua… baiklah,aku tidak akan melindungi perasaanmu lagi Naruto. Aku tidak peduli denganmu lagi. Aku harus menenangkan pikiranku"
Semua murid sibuk dengan urusan mereka di kantin, para sensei pun tengah istirahat di ruangan mereka begitu juga dengan penjaga sekolah. Kesempatan ini Hinata gunakan untuk menengkan pikirannya. Balas dendam… dia sudah muak dengan wajah santai Naruto.
Dia mengganti pakaiannya dengan seragam olahraga,dia juga mengenakan jaket dengan penutup kepala,masker wajah dan juga sepasang sarung tangan. Sambil membawa batu besar dia berjalan kearah CCTV yang ada di tempat parkir dan…
Brak… trangg….brukk….
CCTV yang berada di tempat parkir…hancur lebur akibat bongkahan batu besar yang terlempar kearah kamera tersebut.
"Bagus Hinata! Tinggal satu kamera lagi kau akan aman" ya gadis yang menghancurkan CCTV tersebut adalah Hinata.
Trang…. Brak…brukkk…
Suara keras kembali terdengar,dan sebuah kamera hancur oleh sebuah batu besar.
"Dimana mobil si baka itu? Kalau tidak salah…. Ah ketemu…"
Hinata mengangkat batu seberat satu kilo dengan dua tangan dan melemparkannya kearah kaca mobil depan milik Naruto "ini untuk penolakan yang kau berikan" trangg… suara kaca mobil pecah terdengar cukup keras. Sepertinya Hinata terlalu kuat melemparkannya.
"Ah…Gomen Naruto-kun tanganku licin…" Hinata mengambil batu yang lain,dia memang membawa beberapa batu besar untuk persediaan.
Sambil mengarahkan batu besar itu kearah kaca spion Naruto,Hinata berucap…"Dan ini untuk kata-kata kejammu" trang… hancur sudah kaca spion kiri mobil Naruto.
"Apa..? kau bilang menjauhi mu? Aku memang selalu menjauhimu baka….! Aku selalu memendam rasa rinduku dan apa yang kau berikan…" tranggg…. Kaca spion sebelah kanan hancur. "Ah… gomen-nee Naruto-kun aku tidak sengaja, haha…ha… bukankah kau kaya, ini pasti tidak seberapakan?"
Setelah menghancurkan mobil Naruto,Hinata bergegas mengganti pakaiannya dan membuang jaket,sarung tangan dan masker miliknya kedalam pembakaran sampah di sekolah. Dan bersembunyi di perpustakaan,beruntung baginya melihat Kurenai-sensei tertidur,jadi dia bisa berpura-pura disana sedari tadi.
.
.
.
Teng…teng…teng….tengng…
Bunyi bel berbunyi keras. Tanda bahwa semua pelajaran untuk hari ini telah usai dan semua murid mulai meninggalkan gedung sekolah. Hingga…
"Astaga…. Ada apa dengan mobilku… bajingan… siapa yang berani dengan mobil kesayanganku! Naruto berteriak dengan kerasnya,dia mengelilingi mobilnya sambil meremas kepalanya.
"Ah… Kami-sama…Naruto-kun ada apa dengan mobilmu? Bagaimana ini bisa terjadi" Shion yang mendengar teriakan Naruto berlari menemuinya,namun betapa syoknya Shion atas pemandangan didepannya. Semua sahabat Naruto mulai menghampirinya,bahkan Naruto sudah menjadi tontonan semua murid.
"Tenanglah Naruto…." Sasuke angkat bicara.
"Tenang kau bilang,kau tau berapa lama aku menunggu mobil ini…." Naruto masih setia meremas kepalanya.
"Bukankah tempat parkir sekolah memiliki CCTV? Kau bisa melihat siapa pelakunya" Shikamaru mencoba menengkan Naruto,yang masih setia menyentuh mobil miliknya.
"hancur… CCTV depan hancur" sambil membawa pecahan CCTV Sai berjalan mendekati yang lain.
"CCTV yang disini juga hancur,bagaimana menurut kalian?" Gaara ikut membawa pecahan CCTV yang lain.
"Hei bukankah itu sebuah batu? Mungkin batu itu mempunyai sidik jari" Sakura menunjuk sebuah batu yang merada di dalam mobil Naruto.
Sepertinya batu itu masuk ketika Hinata melemparnya.
"Pelakunya mungkin orang yang membencimu Naruto" ujar Sasuke
Mendengar perkataan Sasuke,Naruto berlari mencari pelaku yang mungkin merusak mobil miliknya. Dia…pasti dia… Naruto mengitari seluruh gedung sekolah, para sahabatnya juga ikut bersamanya.
"Naruto apa yang kau cari?" sambil berlari mengejar Naruto,Sasuke terus menyakan apa yang dicari sahabatnya tersebut.
"Apakah kau melihat Hyuuga Hinata?" Naruto bertanya kepada salah satu siswa,dia adalah siswa yang memberitahu kelas Hinata semalam.
"Hyuuga-san selalu di Perpustakaan dan-"
Naruto langsung berlari menuju perpustakaan,sahabatnya juga masih setia menemaninya. Ketika memasuki perpustakaan dia menemukan Hinata sedang membaca buku,dengan raut marah Naruto mendatangi Hinata…
"Hyuuga… apa maksud dari semua perbuatanmu…hah? Apa kau dendam denganku? Jika kau tidak setuju dengan semua perlakuanku,sebaiknya kau mengatakannya langsung dan bukan melakukan hal bodoh seperti itu" Naruto bertanya bertubi-tubi
Melihat Hinata hanya diam dan menunduk,emosi Naruto semakin tersulut. Dia menarik kerah baju Hinata,namun…
"hiks…hiks… Namikaze-san..? kau? Apa maksudmu?" ujar Hinata gemetar.
"A-aku…" Naruto sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya,Hinata menangis dan terlebih lagi gadis itu menangis dan tubuhnya bergetar hebat.
"Apa yang terjadi disini? Mengapa kalian semua tidak pulang? Namikaze-san lepaskan tanganmu dari Hinata… apa kau tau dimana kau sekarang?" seorang pria tua berambut putih dengan kerutan diwajahnya datang menghampiri mereka,pria tua itu tampak marah. Mendengar perkataan itu Naruto melepaskan kerah baju Hinata.
"Sarutobi-sensei… kami hanya ingin mencari penjelasan dari Hyuuga Hinata" Shikamaru mencoba menjelaskan.
"Apa ini mengenai mobilmu yang rusak parah? Hah…Namikaze-san?" Tanya Sarutobi
"Ha'i sensei…" jawab Naruto,dia masih menatap Hinata,sedangkan Hinata hanya menunduk
"Apa kau menuduh Hinata sebagai pelakunya? Kau tentu tau Hinata adalah Siswi Independent di sekolah ini. Dan dia murid yang penurut dan tidak mungkin melakukan itu." Ujar Sarutobi
Ya semua siswa disekolah tau bahwa Hinata adalah murid Independent,yang berarti dia bisa tidak mengikuti pelajaran di kelas dan hanya belajar di perpustakaan. Semua sensei sangat menyayanginya,setiap ada olimpiade dan cerdas cermat Hinata selalu membawa piala. Dan itu membuat dia di sayang semua sensei. Dia juga ramah dan sopan kepada semua sensei.
"Ji-Jika aku boleh tau… mengapa Namikaze-san kesini?" dusta Hinata
"Naruto menuduh kau menghancurkan mobilnya dan ingin kau bertanggungjawab" jelas Sasuke
Hinata menatap Naruto dengan tatapan terkejut dan terluka. Sedangkan Naruto yang ditatap seperti itu memilih untuk menunduk.
"Hinata bukan pelakunya,dia bahkan tidak tau mobilmu dirusak Naruto,sejak bel istirahat pertama dimulai dia sudah berada disini denganku. Minta maaflah,polisi sudah datang untuk menyelidikinya." Salah seorang guru wanita datang menghampiri dan membela Hinata.
"Gomennasai Hinata… aku menuduh mu tanpa alasan. Aku benar-benar menyesal" ujar Naruto, dia sudah sangat bersalah dan malu sekarang.
Hinata hanya menanggapi dengan senyuman maklum.
"Kalian semua Pulanglah… dan Hinata..jika kau ingin pulang kau boleh pulang, tolong jangan diambil hati atas perkataan Naruto" ujar Kurenai
"Ha'i Kurenai-sensei" Hinata mulai memberesi semua buku-bukunya.
Saat akan meninggalkan perpustakaan,Naruto melirik wajah Hinata, merasa Naruto yang berbalik melihatnya, Hinata menatap mata Naruto dengan pancaran kecewa dan membalikkan pandanganya dengan segera. Melihat itu Naruto merasa malu sekarang. Ketika Naruto benar-benar meninggalkan perpustakaan Hinata menyeringai senang 'Welcome To My World Naruto-Kun'pikir Hinata.
.
Polisi menyelidiki sidik jari yang mungkin ada di batu dan tempat kejadian. Namun hasilnya nihil. Tentu saja, Hinata adalah siswi cerdas,dia memang tidak pernah lagi menonton tv,tapi buku selalu memberi dia ilmu.
Melihat itu semua,Naruto memilih untuk menghentikan semua penyelidikan. Dia tidak ingin malu lagi dan menuduh orang lain,lebih baik dia menghubungi orangtuanya di Amerika dan meminta yang baru.
.
.
.
Festival sekolah akan diadakan dan semua murid sibuk mendekor dan menata kelas mereka. Sementara Hinata,dia tidak pernah menikmati semua itu,dia lebih memilih untuk belajar di perpustakaan. Lagian dia dibenci oleh banyak orang,daripada dikucilkan lagi dia memilih untuk menjauh saja.
"apakah kita akan memasang video ini? Apakah kita tidak akan terkena masalah nanti?" salah seorang siswi mengingatkan.
"Jangan khawatir… ini untuk membuat dia sadar! Aku yakin dia yang merusak mobil Naruto-kun." Salah satu ikut bicara.
"Bukankah polisi juga tidak tau,bagaimana kau yakin?"
"Sudahlah percaya padaku…"
Beberapa siswi penggemar Naruto ingin membuat rencana untuk melukai Hinata. Mereka adalah siswi yang merekam pembicaraan antara Naruto dan Hinata tempo hari.
.
Semua perayaan telah selesai dengan lancar, saat malam tiba semua siswa akan berkumpul di dalam gedung Aula untuk menonton sebuah film buatan siswa klub film.
Semua siswa datang untuk menonton, Naruto bersama-sama dengan sahabatnya ikut menonton. Hinata juga ikut menonton,sebenarnya dia malas, tapi Kurenai-sensei memaksanya dan mengatakan dia perlu menjadi remaja putri biasa, dan jika Hinata tidak menonton dia akan di hukum oleh Kurenai-sensei.
"Minna-san selamat datang dan terimakasih Minna-san mau menghadiri acara kami. Ini adalah film pertama untuk murid tingkat satu dengan tema "Masa depan di hari esok",dan kami harap Minna-san menikmatinya. Mari kita mulai" seorang siswa lelaki yang menjadi pembawa acara,menyapa dengan antusias.
Ketika film diputar….
"Gomen… Hinata-chan aku menyukai gadis lain,dan aku masih mencintainya"
"Daijoubu Namikaze-san. Aku tidak perduli dengan semua itu,aku tetap akan menyukaimu,dan aku ingin kau melupakan gadis itu. Percayalah padaku dia hanya selingan dimatamu. Jaa-nee... aku akan datang lagi…"
###
"Hinata-chan bukankah sudah kubilang aku menyukai gadis lain,carilah lelaki lain"
"Tidak… dia tidak pantas untukmu aku yang lebih pantas,lupakan dia dan jadilah kekasihku. Aku akan menunggu jawaban dari mu. Jaa-nee."
###
"Maaf Hinata-chan… aku menciummu semalam,sebenarnya aku ingin membuat gadis yang kusukai cemburu, maafkan aku…. dan aku ingin kau menjauhiku"
"Kau bisa melakukan apa pun dengan tubuhku selama itu membuat kau terikat denganku,bukankah tubuhku lebih bagus dari gadis bodoh itu?
Saat film pertama kali diputar, wajah Hinata dan Narutolah yang tampak,tapi anehnya semua perkataan Hinata dan Naruto bertolak belakang dengan film yang dipasang. Mereka merekam wajah Hinata dan Naruto,namun mereka mengubah perkataan Hinata dan Naruto.
Semua sangat syok dengan yang mereka tonton,Hyuuga Hinata yang terkenal pendiam dan pemalu ternyata mampu berkata seperti itu… apa ini…?
"Ah… maafkan kami…sepertinya ada yang menyabotase film ini,kami benar-benar minta maaf" sang pembawa acara mencoba menjelaskan.
Semua mata kini menatap Hinata yang duduk tepat di depan panggung. Hinata hanya menunduk. Cacian dan maki mulai terdengar di telinganya.
"aku tidak menyaka Hyuuga sebusuk ini…"
"dia bahkan menawarkan tubuhnya kepada Naruto-kun"
"Shion-chan yang malang…"
"hei.. kau Hyuuga kotor… sadarlah…"
"perempuan tidak tau malu,tempatmu bukan disini dasar wanita murahan"
Naruto dan sahabatnya hanya diam tanpa melakukan apapun. Mereka semua sebenarnya tau Hinata tidak mungkin mengatakan hal itu semua,karena Naruto selalu menceritakan mengenai Hinata yang selalu sopan dengan Naruto.
"Naruto apa kita hanya diam saja" Sasuke menyadarkan Naruto.
"Biarkan saja,jika kita membela Hinata di depan umum,mereka akan semakin membenci Hinata" ujar Shikamaru.
"Aku akan menjelaskan ini semua" Naruto hendak ingin bangkit,namun tangan Shion mencegahnya.
"Naruto-kun apakah kau mencintai gadis itu? Aku mohon tetaplah disini" Shion masih tetap menggenggam tangan Naruto,melihat wajah sedih Shion,Naruto kembali duduk.
Kriettt…. Suara geseran bangku membuat semua orang menatap kearah depan.
Hinata menatap semua orang dengan wajah datar dan menusuk. Mereka yang ditatap Hinata hanya diam seribu bahasa. Wajah Hinata jauh berbeda dari bisanya.
Hinata menatap semua teman Naruto. Dia menunggu bantuan. Dan ketika Hinata melihat Naruto, lelaki itu sama sekali tidak melihatnya dia hanya menunduk dan menggenggam tangan Shion.
Melihat tidak ada respon dari Naruto, Hinata kembali menunduk. Dia mulai membuka kacamatanya dan melapaskan jas yang dikenakannya. Dia berjalan menaiki panggung dan meminta mikrofon.
"hah..hah… hiks….hikss…. minna-san…hu… hu…per-perkenalkan namaku Hyuuga Hinata si gadis murahan… hahh..hah… aku akan menjelaskan semuanya…. Hikss…hah..hah…"
Hinata memulai perkataannya dengan tangisan yang sangat memilukan. Semua siswa hanya diam dan terpaku melihat tangisan Hinata.
"Ak-Aku memang menyukai Naruto sejak dulu… hiks….hiks… dia adalah cinta pertamaku… hah….ha..haaah… dan kami pertama kali berjumpa di Junior High School… hahh…"
"ha…ha…ha… bukankah lucu? Aku masih menyukai lelaki yang menolakku hingga Sembilan kali? Ta-tapi…hu..hu…hah..ha.. hiks…hiks… aku tidak tau ba-bagaimana menghilangkan dia dari pikiranku… aku-aku…ha….ha….ha… gadis yang bodoh bukan? Sambil tertawa Hinata menjelaskan semuanya, di masih tetap mengeluarkan air mata.
"Namikaze-san sendiri yang mengatakan bah-bahwa aku boleh tetap berjuang… hah..haaaa…hiks… saat mendengar itu aku sangat senang sekali…dan-dan jika saja dia tidak mengizinkanku untuk berjuang… aku tidak akan menderita seperti ini…" lanjut Hinata
"Tou-samaku tidak mengizinkan aku untuk bersekolah disini… hah..hah..huuu….dia le-lebih me-memilih aku bersekolah di Inggris…. Tapi demi-demi Naruto aku membujuknya… aku hanya boleh bersekolah disini jika aku menjadi siswi terpintar diangkatanku….demi mencapai hal itu..aku berusaha sangat keras.." Hinata masih tetap menangis.
"Apakah aku salah menyatakan cinta kepada seseorang yang tidak memiliki kekasih? Dan-dan aku sama sekali tidak…hiks…hiks… per-pernah mengatakan hal seperti yang kalian tonton. Se-seorang pasti merekayasanya.. aku-aku sangat minta maaf jika ini membuat kalian marah padaku. Saat Naruto menciumku aku-aku sangat terkejut,itu-itu haaa..haaa…adalah-adalah…. Haaa….haaa… ciuman per-pertamaku dan-dan dia meminta ma-maaf dengan alasan ingin membuat orang yang dicintainya cemburu… haaaa..hah….dia bahkan menyuruhku menjauhinya….. " setelah mengatakan semuanya…. Hinata hanya menunduk dan masih menangis… hingga…
"cukup Hinata-chan,kami percaya padamu… hiks… hiks… maafkan kami semua yang menuduh mu… " ujar seorang siswi.
"Hinata-chan kami benar-benar minta maaf" timpal seseorang lagi.
Semua menangis mendengar penjelasan Hinata,para anak lelaki juga banyak yang menangis,beberapa diantara mereka datang menghampiri Hinata dan memeluknya. Mereka semua memeluk Hinata sambil menangis bersama-sama.
Kini semua mata menatap Naruto dan teman-temannya. Pandangan mereka berubah menjadi benci dan jijik… mereka mulai mengejek dan mencaci Naruto.
"Iya… benar.. bukankah Shion dan Naruto bukan sepasang kekasih,dan apa salahnya menyatakannya"
"Dia jahat sekali… aku mengira Hinata-chan yang memaksa selama ini… dia menyuruh Hinata-chan berjuang,tapi masih mengabaikannya… kejam sekali"
"Bukankah dia yang mencium Hinata-chan,tapi dia menyuruh untuk menjauh? Apa dia manusia batu.."
"Hah… mobilmu memang pantas dirusak.. hati baja…"
"lihat… bahkan Shion tidak menasehati Naruto untuk tidak mempermainkan Hinata-chan. Aku rasa semua teman-teman Naruto mengetahuinya.. tapi mereka tetap tutup mulut… mereka memang brengsek…"
Tak tahan dengan semua caci maki,Naruto dan teman-temanya meninggalkan gedung dengan rasa jengkel. Mereka seharusnya membiarkan Naruto menjelaskannya,ya memang semua yang dikatakan oleh Hinata dan murid yang lain semua benar. Tapi,mana ada orang yang ingin disalahkan,bukan?
Misi sukses. Kau lihat Naruto, semua berbalik membencimu. Bukankah aku memberikan kau kesempatan untuk menjelaskannya. Tapi kau…..Cukup…! Kau Selalu Mengecewakanku. Dan Sekarang Kau Menerima Ganjaranya.
.
.
Sekolah mulai terlihat sepi,lampu-lampu yang sedari tadi menghiasi seluruh taman kini menghilang. Hembusan angin malam membuat beberapa siswa bergegas meninggalkan sekolah. Sekolah yang terlihat ramai dan berisik tadinya,digantikan suara angin yang bertabrakan dengan pepohonan, suara jangkrik dan hewan malam lainnya ikut meramaikan.
Seorang gadis berambut indigo menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya sambil menghembuskan nafasnya kearah tangannya. Dia sudah mulai menggigil sekarang. Saat akan melewati pagar sekolah…
"Bisakah kita bicara Hyuuga The Queen Of Drama?" Naruto tiba-tiba keluar dari balik pohon,teman-temannya juga masih setia menemaninya.
"Tentu… Namikaze-san,ada yang bisa kubantu?" Hinata sama sekali tidak takut melihat Naruto dan teman-temannya. Dia bukan Hyuuga Hinata yang dulu lagi.
"hah… kau layak mendapat Oscar,aktingmu sungguh memikat. Kau bahkan membuat mereka semua membelamu. Dan kau-" perkataan Naruto tiba-tiba terhenti.
"Aku sama sekali tidak berakting,semua yang kukatakan adalah kebenarannya. Aku hanya membuka mata mereka semua,bahwa Naruto-kun idola mereka yang memikat…sebenarnya King Of Loser!" Hinata bahkan berani menunjuk-nunjuk dada Naruto dengan jarinya.
Naruto Menepis tangan Hinata kasar. "Jauhkan tangan kotormu dari tubuhku,dan sekali lagi kau menyebutku seperti itu? Aku akan…" dia kembali menghentikan perkataannya.
"hah… Namikaze-san! Kau tau bahwa aku tidak mengatakan hal seperti itukan? Tapi mengapa kau tidak membelaku? Bukankah aku meminta pertolonganmu tadi?" air mata telah mengalir dari mata indah Hinata. "terserah kau mau menganggap aku berakting saat ini dan untuk kalian semua! Membela sahabat kalian,bukan berarti menutup mata kalian dari kebenaran,bukan?" sahabat Naruto yang ditatap oleh Hinata,hanya menunduk.
Apa yang dikatakannya memang benar,Hinata selama ini sudah cukup menderita. Namun,karena mereka sahabat Naruto,mereka mengabaikan Hinata.
"Ah.. gomen..aku terbawa suasana…" Hinata mulai menghapus air matanya.
"Bukankah ini semua salah mu sendiri? Kau yang memulai ini semua!" ujar Naruto.
"Kami-sama… sadarkan si BAKA ini! Kaulah yang memulai ini semua Namikaze! Jika-Jika bukan karena janji sialanmu itu… aku tidak akan menderita seperti ini" habis sudah kesabaran Hinata.
"Janji? Aku tidak pernah berjanji denganmu,apakah ini alasanmu lagi" seingatnya dia tidak pernah berjanji pada Hinata.
"Naruto-kun! Aku ingin menghapus semua janji kita,Hontouni Gomennasai"
Setelah mengatakan hal itu,Hinata menarik kerah baju Naruto dan berjinjit untuk menyamakan tinggi mereka.
Cup….
"Cih… bibirmu benar-benar memuakkan, aku mengembalikan ciumanmu tempo hari. Dan kita seimbang sekarang" Naruto dan yang lainnya terpaku dengan perlakuan Hinata. Shion bahkan sangat syok saat ini.
"Dan satu hal lagi" tuk… Hinata menendang tulang kering Naruto. "Itu balasan karena membuat aku harus menangis didepan umum, bukankah sudah kukatakan untuk berhati-hati…"
"kau…" tendangan Hinata sangat kuat,Naruto bahkan sampai memijit kakinya.
Tin…tin…tin… suara klakson membuat mereka menatap mobil itu.
"Hinata-chan… ayo kita pulang,kami akan mengantarmu.." seorang gadis memanggil Hinata,mereka adalah siswi yang menyebarkan video tersebut. Setelah meminta maaf dan menjelaskanya kepada Hinata. Hinata langsung memaafkan mereka dan sepertinya mereka akan dekat denganya.
"minna-san… aku pamit pulang,dan untuk Namikaze-san.. gomen…" sambil menjulurkan lidahnya,Hinata pergi memasuki mobil.
"Aku akan membalas ini Hyuuga…" sepertinya Naruto sudah siap berperang!
T.B.C.
Maaf… minna-san kepanjangan ya….
Untuk chapter depan… Hinata baru pergi meninggalkan Naruto,setelah Naruto menyakiti Hati Hinata lagi…
Jika minna-san merasa Hinata cepat sekali berubah,jawabannya pada saat video itu selesai dipasang,dia menunggu Naruto dan temannya membantu. Tapi Naruto hanya diam dan itu membuat Hinata marah besar.
Untuk penulisan bahasa jepang dan inggrisnya saya mohon bantuan
Maaf masih jelek…
Saya sangat terharu dan berterimakasih kepada (jilid 3):
Oortaka,Lady Bloodie,Hinata Lover's,Anishl,Winda289,Tito,Rizkiana,Yamanaka-San,Lulu-Chan,Mega Hinata,Ika-Chan,Ane,Lililala249,Kurumi Keiko,Gia,Xixixa,Orochimari-Chan, Narunata, Anonym, Ana, Alzena Ale, Lavender No Mei, SSqnat NH,Min-Chanx, Milonaru,Dracomeetgranger,Atma8248
Dan kepada Stalker Reader juga… Thank You Very Much…
Maafkan saya bila ada penulisan nama yang salah…
Saya meminta kritik dan sarannya… saya menerima kritik yang pedas,tapi tidak menggunakan kata kasar dan kata-kata pelaut…tentunya.
Minna-san review…. Onegai…..
