NARUTO MILIK MASASHI KISHIMOTO SENSEI

IMPOSSIBLE TO RUN AWAY FROM ME

BY HINATA KUCHIKI HEARTFILIA

NARUTO and HINATA

rate-M

" The Last Dance Party …"

Chapter 5


What's up minna-san…! Sehat…semuakan…? Kalau saya sehat,hanya kantong saja yang gak sehat…. Ha…ha…ho..ho…ho….

maaf agak lama updatenya… saya harus menyelesaikan tugas utama saya terlebih dahulu.

Jika ada waktu, saya akan update cepat…

Maaf juga apabila chapter ini masih mengecewakan…saya akan berusaha lebih baik lagi….

Terima kasih banyak karena mau menyempatkan untuk membaca fanfic saya….

Tebar kiss bye dimana-mana…..

Jika tidak suka dan malas membaca fanfic ini,Hikhulia….menyerahkannya kepada reader semua…

Akhir Kata…..Selamat Membaca…


Tuhan memberikan kita berbagai anugerah. Diantara anugerah tersebut,kita mengenalnya dengan sebutan karakter. Karakter tersebut menggambarkan refleksi kita dimata orang lain,pada dasarnya setiap refleksi tersebut dimiliki oleh setiap manusia. Perasaan senang, marah, benci, sedih, malu, bangga, terkejut, jijik,dendam,sayang,sabar…... perasaan ini disebut dengan emosi. Meskipun semua manusia dapat menunjukkan emosi yang sama,beberapa diantaranya dominan pada setiap manusia,emosi yang dominanlah yang membentuk dan membedakan karakter juga kepribadian dari manusia.

Karakter memang melekat pada setiap manusia,tapi! Meskipun demikian,setiap karakter yang melekat pada setiap manusia dapat berubah sewaktu-waktu. Pemarah dapat berubah,penyayang dapat berubah,dan ini disebabkan oleh Anugerah utama yaitu Cinta.

.

.

.

Gadis berambut indigo itu masih setia duduk dibawah pancuran air di kamar mandinya. Bahkan kini tubuhnya sudah bergetar hebat. Dia membutuhkan sebuah ketenangan saat ini,tubuh yang bergetar itu tidak hanya menandakan bahwa dia kedinginan saat ini,namun juga rasa takut dan syok yang sangat besar. Air yang mengalir deras bercampur dengan air mata yang sedari tadi mengalir deras. Wajah putihnya kini terlihat sangat pucat,tatapannya tampak kosong. Dia kembali menjadi gadis lemah dan rapuh lagi.

'Bahkan untuk membelaku saja kau tidak mau Naruto? Seberapa penting dia dimatamu? Apakah dari awal memang sudah tidak ada kesempatan lagi? Beginikah sifat aslimu?!' pikirannya benar-benar kacau saat ini.

Menjadi lemah dan rapuh selalu dihindari setiap manusia. Namun,saat ini gadis itu memilih hal tersebut. Hinata saat ini berbeda jauh dengan Hinata yang berani naik ke panggung dan Hinata yang berani menedang kaki Naruto. Ketika video itu diputar,tidak ada satu orang pun yang menyadari ketakutan dan keterkejutan Hinata,dia menyembunyikan gemetar di tubuhnya saat itu. Sesampainya dirumah barulah Hinata dapat bernafas dengan lega,dia menangis di bawah guyuran air,dia bahkan membiarkan seluruh pakaiannya basah.

Balas dendam? Ya,dia memang bertekat untuk itu. Tapi… ayolah,mana ada manusia di bumi ini yang mampu mengubah rasa sukanya dalam waktu singkat,terlebih lagi dia tulus mencintai Naruto sedari dulu.

Menenangkan diri di bawah guyuran air dingin memang ampuh,dan kini dia sudah merasa tenang. Hinata membuka sebuah kotak kayu kecil dengan ukiran namanya dia atas kotak tersebut. Kotak tersebut berisi hartanya yang berharga yaitu album photo dia dan Naruto dulu.

"Apakah dengan balas dendam dapat membuat semua masalahku terselesaikan? Hah….!Itu hanya akan mempersulitku dan-dan akan melukai Naruto-kun!" bayangan kejadian tadi masih terus terngiang dikepalanya,rasa kecewa karena diabaikan memang sangat menyakitkan.

"Apakah sebaiknya aku pergi jauh saja dan melupakan Naruto-kun saja ya? Kau benar-benar manis ketika masih kecil Naruto-kun" foto-fotonya dan Naruto dulu masih terlihat bagus dan jelas,dia merawat semua foto itu dengan baik. Meskipun Naruto saat ini sudah lupa dengan janjinya,Hinata masih tetap memperjuangkan janji mereka.

"hmm…maaf Naruto-kun,sepertinya aku belum bisa melupakan janji yang kita buat dulu! Maaf sudah merusak mobilmu dan melukai kakimu,aku juga minta maaf telah…kyaaaa…bagaimana ini…? Aku-aku mencium Naruto-kun tadi….kalua tidak salah ini menjadi ciuman ketiga untukku,bukan begitu Naruto-kun?" sambil mengusap wajah Naruto yang di foto,Hinata kembali mengingat masa lalu…

Flashback on

"Naruto-kun…sebaiknya kita kembali kedalam Mansion, aku ingin melihat Hana-chan. Dan sebentar lagi hari akan gelap!" seorang gadis kecil berambut pendek mencoba membujuk seorang anak lelaki yang sedari tadi memetik bunga di taman belakang Mansion Hyuuga.

"Sebentar Hinata-chan…aku ingin memberikan bunga ini padamu! Karena besok aku harus pergi meninggalkanmu!" anak lelaki itu kembali memetik bunga.

"Kau benar…. Kita tidak akan berjumpa lagi dan kau akan melupakanku!" mendengar ucapan Hinata,Naruto menghentikan memetik bunga dan mendekati Hinata yang saat ini menunduk.

"Tidak mungkin… aku tidak mungkin melupakanmu,kau adalah teman ku yang paling berharga,dan aku tidak mungkin melupakanmu begitu saja" Hinata menatap Naruto dengan wajah terkejutnya,dia sangat senang dengan perkataan Naruto.

"Ini…ambillah!,aku tidak bisa memberikan hadiah perpisahan padamu,jadi aku ingin memberikan bunga ini padamu sebagai tanda terima kasihku karena kau baik kepadaku"

"Arigatou..Naruto-kun" Hinata menerima bunga pemberian Naruto dengan sukacita.

"Dan… Hinata!"

Cup…..

"Na-Naruto-kun! Apa yang kau lakukan?" Naruto memberikan kecupan di pipi tembem Hinata. Wajah mereka sudah memerah karena malu sekarang.

"A-Aku…i-ingin…" ujar Naruto dengan gugup.

"Ya-ya…Naruto-kun apakah ada yang ingin kau sampaikan?"Hinata jadi ikut gugup.

"Saat kita bertemu nanti..Ja-Jadilah…temanku selamanya….! Ma-Maksud ku,aku i-ingin kita-kita…menikah dan memiliki adik bayi seperti Hanabi-chan!"meskipun Naruto gugup menyampaikanya,dia sungguh-sungguh dengan perkataannya.

"A-adik bayi seperti Hana-chan? Naruto-kun!Hana-chan juga adikmu,jadi kenapa kita harus memiliki adik bayi lagi?" ujar Hinata dengan polosnya,dia masih belum mengerti.

"Po-Pokoknya kau harus berjanji untuk tidak melupakanku dan kau harus menjadi temanku selamanya..! dan kita akan menjadi Tou-san dan Kaa-san nanti,kau mau berjanjikan. Dan aku juga berjanji tidak akan melupakanmu dan kau adalah orang pertama yang akan kutemui nanti!"

"Ha'i… aku janji…!"

Saat itu Hinata belum mengerti dengan kata menjadi teman selamanya. Dia juga mengira Naruto ingin memiliki adik seperti Hanabi saja. Dan soal menikah,dia juga tidak tau apa itu pernikahan. Namun, Hinata selalu mengingat janji itu. Dan ketika dia beranjak dewasa,betapa terkejutnya dia dengan pengakuan Naruto dulu. Naruto melamar Hinata secara tidak langsung,ya meskipun itu dulu. Janji tetaplah janji….

Flashback off

"Mungkin aku tidak bisa menjadi Kaa-san bagi anakmu Naruto,tapi aku bisa menjadi temanmu selamanya. Ya,mulai dari sekarang aku akan menjadi temanmu."dalam hati sebenarnya Hinata ragu,apakah dia bisa melupakan Naruto.

Sementara di Penthouse milik Namikaze Naruto.

"Ya,aku mengerti Kaa-chan… Nanti saja aku kesana,ya! Ya,aku baik-baik saja,Kaa-chan dan Tou-san juga jaga kesehatan kalian. Titipkan salam ku pada Baba-chan dan Jiji-chan…. Bye Kaa-chan"

"Hah…aku juga merindukan kalian,tapi aku tidak bisa meninggalkan Shion sendiri disini" sesampainya di Apertemennya Naruto harus meladeni omelan Kaa-chan melalui telepon. Kaa-chan sangat merindukannya dan ingin Naruto untuk berkunjung. Tapi dia tidak bisa meninggalkan Shion sendiri di Jepang. Dan ketika Naruto mengajak Shion ke Amerika,gadis itu selalu banyak alasan agar dia tidak ikut dan hasilnya Naruto batal pergi.

"Dan ada apa ini,kenapa jantungku dari tadi berdetak dengan kencang? Haus… mungkin aku kekurangan cairan" sepertinya ciuman Hinata sangat berbekas di pikiran Naruto.

"Sa-sakit…apa dia memiliki kekuatan super? Tubuhnya saja mungil,tapi..ah kakiku masih sakit"

Itu tendangan cinta,makanya sangat sakit …suara author(abaikan saja)

Pagi hari di Mansion Hyuuga

"To-Tou-sama! bolehkah jika Hinata meminta hadiah atas nilai Hinata yang di pringkat satu lagi?" pagi ini tidak seperti biasanya,ini adalah permintaan pertama Hinata ketika dia mendapat nilai terbaik. Dan Tou-samanya sepertinya tertarik dengan permintaan pertama Hinata.

"Katakanlah! Apa yang kau inginkan Hinata? Tou-sama akan memberikannya" ujar Tou-sama Hinata.

"Hinata i-ingin sebuah mobil balap,me-merek Lamborghini…dan…" sebelum Hinata melanjutkan permintaanya,Hanabi terlebih dahulu menjawab dengan memuntahkan kembali susu yang sempat dia minum kearah depan.

"Hyuuga Hanabi,dimana sopan santunmu?!" murka Hiashi.

"Go-Gomennasai Tou-sama,i-ini semua karena Nee-sama…. Gomennasai Kaa-sama…Gomennasai Nee-sama no Baka"berkat permintaan konyol Hinata,dia jadi kena marah oleh Tou-samanya,kini wajahnya berubah cemberut.

"Hana-chan…tidak baik berkata seperti itu kepada Onee-san mu!" Kaa-samanya juga ikut menasehati,Hanabi hanya mengangguk dan melanjutkan sarapannya.

"Hinata! Tou-san akan mengabulkan semua permintaanmu kecuali membeli barang yang dapat membahayakan nyawamu. Apakah kau membuat masalah dengan mobil orang lain?"tepat sasaran!Tou-sama Hinata selalu berbicara tepat sasaran.

"Annoo…teman-teman Hinata banyak yang mengendarai mobil balap,dan-dan Hinata ingin mencoba menaikinya. Dan Hinata tidak membuat ma-masalah dengan mobil orang lain Tou-sama" dusta Hinata

"Tou-san bisa membelikan mobil itu sekarang,tapi Tou-san tidak akan mengabulkan permintaan putri Tou-san yang dapat membahayakan nyawa putri Tou-san sendiri. Apakah kau mengerti Hinata? Kau boleh meminta hal lain!" jelas Hiashi.

"Go-Gomennasai Tou-sama.. Jika seperti itu,Hinata ingin buku pelajaran terbaru saja"

Dia sangat merasa bersalah setelah mendengar penjelasan Tou-samanya,dia sangat kecewa dengan dirinya sendiri,dia membuat keluarganya khawatir sekarang. Sejak acara perusakan mobil Naruto yang dilakukan Hinata secara brutal tempo hari,membuatnya sulit untuk tidur setiap harinya. Dia merasa bersalah dan bodoh sekaligus. Seharusnya dia tidak merusak mobil itu.

Belum lagi harga mobil itu selangit,mana mungkin dia bisa membeli dengan uang bulanannya. Bahkan dia pernah mencoba menelpon Showroom mobil itu,dan bertanya apakah mobil seperti milik Naruto dapat dicicil ratusan kali? Hasilnya dia di bentak dan dianggap orang gila. Dan,meminta pada Tou-samanya pun tidak berhasil. Dia tidak mungkin mengakui dia merusak mobil milik Naruto,bisa-bisa dia langsung di nikahkan agar suaminya nanti yang mengajarinya. Mana mungkin Hinata mau.

Solusi satu-satunya hanya dengan menabung dan mengganti mobil Naruto kelak. Saat itu dia memang merasa senang,namun dia sadar dia bersalah dan seorang criminal sekarang. Dan moralnya menolak mengabaikan kerugian Naruto.

Konoha International Senior High School

"Oh-Ohayou Namikaze-san!"sesampainya di sekolah Hinata berniat memberikan Naruto saleb untuk kakinya sebagai permintaan maaf.

Naruto hanya berjalan tanpa memperdulikan sapaan Hinata. Hingga…

"Kejam sekali.. Hinata-chan kan hanya menyapa…"

"Iya kau benar…dasar lelaki dingin"

Berkat kejadian semalam,banyak siswa yang mulai tidak suka dengan kelakuan Naruto. Kini semua gerak-geriknya menjadi objek perhatian semua orang.

Merasa diperhatikan oleh semua siswa,akhirnya Naruto mengalah dan mau berbalik melihat Hinata.

"Sebenarnya kau mahluk planet apa sih,Hyuuga? Atau jangan-jangan kau benar-benar ingin balas dendam padaku? Sekarang apa mau mu? Cepatlah aku malas meladenimu" ujarnya kesal.

"Etto… gomennasai karena telah melukai kakimu,aku ingin memberikan ini sebagai permintaan maaf,hontouni gomennasai…jaa-nee Namikaze-san.."Hinata memberikan saleb itu langsung ke tangan Naruto dan pergi meninggalkannya.

"Benarkan! Dia memang gadis aneh!"meskipun mengatakan hal itu,namun hati Naruto terasa hangat dengan perlakuan Hinata.

Shion melihat semua perlakuan Hinata kepada Naruto. Dia juga melihat pipi Naruto yang bersemu merah. Dan itu membuat dia sangat marah.

Teng….teng..teng..teng..

"Hinata-chan!bisakah kita bicara sebentar,aku ingin meminta maaf padamu mengenai kemarin"

Saat istirahat pertama dimulai,Hinata dikejutkan kedatangan Shion ke kelasnya. Saat melihat Shion ke kelasnya beberapa teman sekelasnya memandang Shion dengan tatapan benci. Perlakuan teman-teman Hinata memang sudah membaik,dan itu membuat dia sangat senang. Namun,ketika mendengar pernyataan Shion,dia jadi merasa bersalah.

"Hyuuga! Tidak cukupkah kau membuat Naruto-kun semalam sangat malu?! Dan sekarang kau mencoba membuat semua orang membenci Naruto-kun! Apa kau ingin membuat dia menderita saat meninggalkan sekolah ini?" sesampainya di taman belakang Hinata dikejutkan dengan semua kata-kata Shion,jadi dia tadi bersandiwara di depan teman sekelasnya. Tapi,menyebut Naruto dengan sebutan Naruto-kun lebih mengusik pendengaran dan hatinya.

"Aku tidak pernah berniat melakukan hal itu! Dan mengenai semalam,kau tidak perlu meminta maaf,aku tau kau tidak mungkin mau membantuku bukan?" jawab Hinata

"Ya..Aku memang tidak ingin membantu gadis keras kepala dan bermuka dua sepertimu. Bukankah Naruto-kun sudah menolakmu berulang kali? Tapi kau,menganggap Naruto-kun seperti milikmu. Sadarlah! Dan cari lelaki lain,dan kau menjauhlah dari Naruto-kun,kalau tidak-"

"Kalau tidak, apa? Aku tidak takut dengan semua ancamanmu Shion-san,kau boleh mengadu dan meminta perlindungan kepada Namikaze-san. Tapi kau tidak berhak mengatur dan mengancamku. Seharusnya kau tau posisimu,dan sebaiknya kau lah yang menjauhi ku. Satu hal lagi,tolong jangan pernah memanggilku lagi,kau mengganggu belajarku"sebenarnya Hinata takut dengan ancaman Shion,namun jika dia selalu lemah maka dia akan selalu ditindas. Maka dari itu dia berani menantang Shion.

Tanpa memperdulikan Shion yang kembali mengeluarkan kata-kata kasar,Hinata pergi meninggalkan Shion.

"Jangan sampai Hyuuga! Jangan sampai aku bertindak langsung untuk membuatmu menderita" ujar Shion.

Konoha International Senior High School memiliki beragam kegiatan,bukan hanya pertandingan olahraga dan olimpiade tingkat sekolah saja. Sekolah itu juga memiliki berbagai pagelaran seni. Tata letak sekolah yang luas dengan fasilitas yang lengkap,membuat semua kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Setelah berhasil mengadakan festival sekolah,kini mereka akan mengadakan pesta dansa tahunan. Pesta dansa ini digelar untuk menghargai dan menenangkan pikiran para senior yang akan menghadapi ujian akhir. Semua murid antusias dengan acara ini. Biasanya acara ini banyak dimanfaatkan oleh para senior dan junior untuk mengungkapkan perasaan mereka sebelum mereka berpisah satu sama lain.

.

"Karena ini acara untuk senior kalian,sensei harap kalian mau membantu mereka. Dan khusus untukmu Hyuuga-san,kau harus membantu senior kelas 3-1 A,sensei dengar saat acara festival semalam kalian memiliki masalah. Dan sensei harap kalian dapat berbaikan. Apakah kau mengerti Hyuuga-san?!"

"Ha'i Kurenai-sensei!"

.

'Bagaimana ini!? Semakin aku dekat dengan Naruto,semakin sulit aku melupakannya. Dan…Bagaimana jika sampai ancaman Shion benar-benar terjadi' pikiran Hinata saat benar-benar bingung dia merasa cemas,senang dan takut sekaligus.

"Ah…Hinata-chan! Gomennasai…! Aku tidak menyadari kedatanganmu"saat menuju kelas Naruto,dia menabrak seorang teman Naruto,sepertinya dia sangat cemas dan membuat dia berjalan sambil melamun.

"Da-Daijuobu Haruno-san!" ujar Hinata

"Sakura..!panggil aku seperti itu!bukankah kau datang untuk membantu kami?! Kurenai-sensei sudah memberitahu kami semua,bagaimana jika kita berjalan bersama? Aku sangat menyesal atas kejadian saat festival kemarin,seharusnya kami tidak mengabaikanmu"

Hinata menjelaskan bahwa dia sudah tidak marah lagi dan sudah melupakan kejadian waktu itu. Mereka berdua cepat akrab,bahkan saling bertukar nomor. Sepertinya keberuntungan kini memihaknya,jadi dia tidak perlu terlalu canggung nanti di kelas Naruto.

"Minna-san! Hinata-chan datang untuk membantu kita,jadi jangan ada yang mengganggu dia ya! Aku peringatkan kalian semua! Ayo Hinata! Kau tidak perlu takut,masuklah!" setelah memasuki kelas Naruto,Hinata cukup kaget dengan respon semua teman Naruto.

Beberapa hanya tersenyum dengan sapaan Hinata,ada yang hanya melihat dan kembali sibuk sendiri,ada yang tertidur,mengabaikannya,dan juga menatapnya marah dan kesal.

"Anoo…Sakura-san? Sepertinya,saat ini kalian tidak memerlukan bantuanku. Bisakah aku kembali saat kalian membutuhkanku? Aku ingin kembali ke perpustakaan!"

"Ayolah Hinata-chan! Jangan terlalu sering di tempat membosankan itu,bergabunglah dengan kami kita bis-" perkataan Sakura terpotong dengan kedatangan Shion.

"Biarkan saja Sakura…mungkin Hinata-chan masih kurang nyaman dengan kita. Benarkan Naruto-kun?" Naruto hanya melihat sekilas dan kembali mengabaikan mereka.

"Bukankah Hinata datang untuk berbaikan dengan kita!? Jadi sebaiknya dia tetap disini,ya kan Hinata-chan! Aku mohon"

"Ba-Baiklah Haru-maksudku Sakura-san" dia lemah dengan tatapan memohon. Sementara Shion tampak lebih kesal lagi dengan permohonan Sakura.

Sakura dan Hinata membahas gaun apa yang akan mereka pakai nanti,dandanan, aksesoris, semuanya mengenai wanita. Sementara untuk mendekor dan menata lantai dansa,sekolah menyewa pihak luar.

"Apa? Bagaimana bisa? Kau benar-benar tidak pernah menghadiri pesta dansa?" ucapan Sakura yang cukup keras,membuat Naruto yang sedari tadi berbicara dengan Shion mendengarnya dan dia merasa tertarik. Merasa diabaikan,Shion menghentikan ucapannya,saat ini dipikirannya hanya untuk membuat Hinata menjauh dari Naruto.

.

.

.

Beberapa Jam Menuju Pesta Dansa.

"Nee…Hina-chan! Kenapa tidak siap-siap sebentar lagi pesta dansanya bukan?!"saat akan menyerahkan hadiah kepada Hinata,Kaa-sama nya bingung melihat Hinata yang belajar dan tidak melakukan persiapan. Padahal ini adalah pertama kalinya Hinata diajak temannya untuk menghadiri pesta dansa sekolah.

"Aku tidak ingin menghadirinya Kaa-sama! saat dansa dimulai nanti,mereka akan berdansa dengan pasangan masing-masing,dan Hinata takut tidak memiliki pasangan!"jujur dia takut menjadi satu-satunya gadis yang tidak memiliki pasangan nanti.

"Tenang saja sayang….kau gadis yang cantik dan baik,Kaa-san yakin pasti banyak lelaki yang menyukaimu,tapi mereka segan untuk mendekati murid pemalu seperti mu. Ini adalah pesta dansa terakhir untuk seniormu kan? Kaa-san yakin nanti mereka akan berebut untuk berdansa denganmu"

"Kaa-sama yakin?"Hinata mencoba meyakinkannya. "Tentu saja! Sekarang mandilah Kaa-san akan mendandanimu." Ujar Kaa-sama Hinata

"Kaa-sama! Apa isi kotak yang Kaa-sama bawa?" Tanya Hinata

"Ini adalah hadiah dari Kaa-san karena kau berada di pringkat satu lagi. Ini sebuah gaun untukmu sayang,jadi kau harus pergi dan buat Kaa-san senang"

.

'Seniormu akan berebut berdansa dengan mu'kata-kata Kaa-sama membuat Hinata percaya diri,meskipun dia hanya menginginkan satu orang saja. Setidaknya dia dilihat cantik nanti oleh Naruto,siapa tau dia tertarik dengan Hinata.

Konoha International Senior High School.

Semua murid baik lelaki dan perempuan berusaha untuk terlihat menarik dimata teman dan lawan jenis mereka. Gaun designer terkenal,sepatu berkilau dan mewah mempercantik semua siswa perempuan yang menghadiri pesta dansa itu. Tidak mau kalah,para lelaki juga datang dengan jas dan sepatu mewah mereka,yang membuat terlihat berwibawa dan tampan malam ini.

Naruto dan rombongannya yang selalu menjadi perhatian utama akhirnya datang. Para sahabat lelaki Naruto datang dengan pakaian merek terkenal,sepatu mengkilap dan jam tangan mewah mereka.

Sementara untuk pasangan Sasuke dan Sakura. Sasuke menggunakan tuxedo hitam dipadu dengan sepatu dan dasi yang senada,warna hitam membuat dia terlihat lebih masculine dan sangat tampan. Dan untuk Sakura dia sangat menawan dengan one shoulder gown berwarna hitam diatas lutut dengan taburan permata yang membuat gaunnya tampak mengkilap,rambut cerahnya diberi jepitan kupu-kupu hitam disebelah kiri. Dan untuk sepatu dia mengenakan high heel yang senada dengan gaunnya.

Dan untuk pasangan Naruto dan Shion. Naruto menggunakan tuxedo hitam dipadu dengan kemeja hitam dan dasi senada,sepatu hitamnya mengkilap diterpa cahaya lampu,rambutnya di sisir rapi kebelakang. Saat ini dia benar-benar amazing,dan tidak jarang para wanita berhenti untuk mengabadikan dengan kamera mereka. Shion menggunakan gaun tanpa lengan berwarna merah cerah hingga mata kaki,sementara dibagian samping tampak terbuka dan menampilkan kaki jenjangnya,dengan rambut tergerai dan sepatu heel nya, yang membuat dia terlihat seksi dan menawan malam ini.

Malam ini adalah perang untuk para wanita,siapa yang terlihat sangat cantik dan menawan akan menjadi trending topic besok. Menjadi trending topic adalah kesenangan utama para wanita,terlebih lagi jika kau tercantik saat itu.

.

Malam itu,banyak senior dan para murid yang menyatakan cintanya. Ditolak atau diterima,bukan masalah utama saat ini,tetapi terlihat cantik dan tampan dimata orang yang kau sukai sudah lebih dari cukup.

Saat pesta dansa telah berlangsung beberapa menit,tiba-tiba seluruh pandangan tertuju kearah pintu masuk,angin yang berhembus membuat aroma tubuh seseorang yang berdiri di depan pintu menyapa indera penciuman semua orang.

Tetapi,bukan aroma parfum yang membuat mereka berlama-lama menatap pintu masuk, melainkan seorang gadis yang berdiri disana. Dia benar-benar cantik dan membuat orang yang menatapnya berpikir … 'apakah ada yang mengundang seorang bidadari?'

All eyes on you now,Hinata!...

Hinata sangat cantik malam ini. Dia tampak sederhana tapi terlihat manis dan glamour sekaligus. Takjub adalah kata yang cocok. Rambutnya ditata bergelombang,juga di sanggul setengah kebelakang dan di beri jepitan berbentuk bunga berwarna ungu,sementara bagian sisi kiri dan kanan disisahkan sedikit. Kacamata yang selama ini digunakan,digantikan dengan soft lens berwarna bening yang membuat mata bulannya terlihat jelas. Wajahnya hanya di beri sedikit polesan dan lipgloss berwarna peach. Anting dan kalung berlian mempermanis penampilannya. Sementara untuk gaun,Hinata mengenakan sleeveless gown berwarna ungu lembut sebatas lutut,dibagian bawah gaunnya yang bergelombang di hiasi berlian kecil. Sementara untuk sepatu,Hinata mengenakan sepatu heel bertali yang dihiasi berlian disekitarnya. Saat ini….dia berubah menjadi angsa yang sangat cantik.

Para senior lelaki yang selam ini mengabaikan Hinata,merasa menyesal sekarang. Para wanita juga banyak yang kagum dengan perubahan Hinata,meskipun banyak juga yang iri.

Sementara untuk Naruto… mata biru lautnya tidak menunjukkan tanda-tanda akan berkedip,dia memandang Hinata dengan….dia sampai susah bernafas. Bahkan mata onyx Sasuke sempat terkejut,tetapi dia langsung membuang muka sebelum ketahuan oleh Sakura yang saat ini menjadi kekasihnya. Jika mereka berdua belum terikat dengan orang lain,mungkin mereka akan….!

Melihat Naruto masih menatap Hinata,Shion berinisiatif untuk mengajak Naruto berdansa,begitu juga Sakura dan wanita lainnya. Mereka takut jika pasangan mereka menatap Hinata berlama-lama,bisa-bisa mereka meninggalkan mereka dan menemui Hinata.

Perkataan Kaa-sama Hinata terbukti seratus persen,banyak anak lelaki yang mengajak dia berdansa,namun ditolak dengan lembut,dia bukan tidak tau berdansa hanya saja… dia masih berharap,meskipun Shion menjaga Naruto dengan ketat.

"Baiklah….!Banyak diantara kalian yang datang dengan pasangan masing-masing bukan?! Bagaimana saat ini kalian berdansa dengan orang yang belum kalian kenal? Pasti akan sangat menarik,gelang yang kalian kenakan saat ini tertulis beberapa angka. Dan kalian harus mencari pasangan dansa kalian yang memiliki angka yang sama dengan kalian" seorang wanita menjelaskan bahwa gelang yang mereka kenakan saat memasuki gedung terdapat beberapa angka dan mereka ditugaskan untuk mencari pasangan mereka.

"waktu kalian untuk mencari hanya tiga menit dan apabila kalian belum menemukannya,kami akan mencarinya juga. Satu hal lagi! Kalian yang belum mendapatkan pasangan harus mecium bibir orang yang sama dengan nomor kalian"

Semua siswa berteriak kaget. Yang benar saja,syukur jika yang akan dicium tampan dan cantik,bagaimana jika dia lelaki dan wanita yang jelek dan kotor. Ihh…..jijikkk…..

"Tiga menit dari sekarang…" aba-aba untuk mencari telah dimulai.

Saat mendengar akan dimulai Hinata berniat untuk kabur,tapi dia ditahan oleh panitia. Dan sekarang dia benar-benar menyesal ikut acara ini.

"Naruto-kun! Aku ingin gelang mu ditukar dengan punya ku" Shion takut jika nomor Naruto sama dengan nomor Hinata. Sepertinya dia terlalu banyak nonton dorama. Tapi iya juga ya, doramakan sering seperti itu(abaikan …suara author)

Naruto yang tidak ingin ambil pusing hanya menyerahkannya saja. Semua siswa serius mencari pasangan mereka,mereka takut kena hukum dan mencium orang yang membuat mereka serangan jantung nantinya.

"Selesai…!wah sepertinya banyak yang akan kena hukuman!" panitia mulai mencari dan menyamakan nomor mereka. Setelah dicek,beberapa pasangan terdiri dari wanita dan lelaki,wanita dan wanita,serta lelaki dan lelaki. Untuk hukuman sesama jenis diganti dengan ciuman di pipi dan kening. Dan untuk pasangan berbeda jenis hukumannya masih sama.

Satu persatu hukuman telah diberikan. Sorak-sorai memenuhi gedung itu,bersyukurlah jika kau wanita. Para wanita tidak terlalu masalah mencium pipi atau kening wanita yang lain. Tetapi jika kau lelaki mencium lelaki lain…..iiiihhhhh…jijikkkk….!(suara para lelaki).

Ternyata,Naruto belum menemukan pasangannya. Shion sangat gugup sekarang,dia berdoa agar pasangan Naruto anak lelaki saja.

"Wah…Namikaze-san belum memiliki pasangan,berapa nomormu Namikaze-san?" Tanya seorang panitia.

"020" ujar Naruto

"Pemilik nomor 020… ayo tunjukkan dirimu! Kau harus adil,yang lainnya sudah menerima hukuman mereka…"teriak panitia memanggil.

"Go-Gomennasai…anooo…nomorku juga 020…"semua kaget dengan penglihatan mereka. Hinata memiliki nomor yang sama dengan Naruto. Banyak siswa lelaki dan perempuan yang patah hatinya,mereka berharap mereka mendapat ciuman dari Naruto dan Hinata. Dan sepertinya adegan ciuman dimuka umum meraka akan terulang.

"karena ini sudah peraturan….kalian harus berciuman,baiklah lakukanlah!" perintah panitia

Hinata hanya menunduk sedari tadi,gugup,malu dan gelisah. Sementara untuk Naruto dia terlihat santai. Berbeda jauh dengan jantung dan otaknya yang sedari tadi sudah sangat kacau.

"Aku hanya mencium bibir sajakan?"Tanya Naruto

"Oh-Oh..tentu saja!"panitia yang ditanyai seperti itu jadi gugup

"baiklah…" saat tangan Naruto ingin menyentuh wajah Hinata…tiba-tiba Hinata melangkah mundur dan berniat akan pergi.

"Hyuuga-san….kau harus berlaku adil…!"panitia kembali mengingatkan. Sorak-sorai siswa juga ikut meramaikan,mereka akan marah jika Hinata bebas dari hukuman.

"Cepatlah Hyuuga…Kau tidak ingin mereka membunuh kita kan. Bukan hanya kau,aku juga malas melakukan ini denganmu" mendengar perkataan Naruto,Hinata merasa sedih sekali.

"Kemarilah…!bukankah kau yang tadi menghindar,aku malas berjalan menghampirimu" Hinata hanya menurut dan menghampiri Naruto. Sebenarnya Naruto sangat gugup dan membuat dia sulit berjalan maka dari itu dia menyuruh Hinata mendekat.

"Bisakah kau jangan menunduk?! Kau lebih pendek dariku dan itu membuat aku sulit menjangkaumu"

Hinata dengan rasa malu yang luar biasa akhirnya menatap Naruto. Naruto perlahan menyentuh wajah Hinata. Saat tangan Naruto menyentuhnya,dia otomatis menutup matanya,Hinata takut. Naruto dapat melihat wajah takut Hinata dengan jelas,namun dia tidak kunjung mencium Hinata ,Naruto terpaku dengan wajah cantik Hinata bahkan kulitnya wajahnya sangat halus di telapak tangan Naruto.

Merasa Naruto belum juga menciumnya,Hinata membuka mata dengan perlahan,saat melihat mata Hinata jantung Naruto berdetak lebih cepat lagi. Sementara para siswa menatap mereka dengan intens,mereka seperti menonton adegan percintaan sungguhan.

"Na-Nami-"

Cup

Naruto mengecup Hinata sekilas dan melepaskan tangannya dari wajah Hinata. Kacau..pikiran Naruto sangat kacau,bibir Hinata sangat lembut di bibirnya,ini berbeda jauh dengan sebelumnya, dan dia merasa pening hanya dengan mengecup Hinata. Sementara Tubuh Hinata sudah sangat lemas,bahkan dia sudah tegang sekali.

"Ah… apa-apaan ini..? tidak adil…dia hanya mencium sekilas,padahal kami tadi disuruh lama…tidak adil…!"

"Ya…tidak adil…! Padahal itu tadi ciuman pertamaku…kalian panitia tidak adilll…!"

Beberapa siswa kecewa dengan tindakan Naruto,saat mereka menerima hukuman para panitia melarang mereka melakukannya sebentar. Sementara untuk Naruto dan Hinata mereka tidak menegurnya,dan membuat mereka kecewa.

"Anooo Namikaze-san dan Hyuuga-san…! Bagaimana ini?" panitia merasa cemas,mereka takut terkena amukan dari yang lain.

"Bukankah itu sudah cukup? Naruto-kun sudah melakukannya… kalian ingin kejadian tempo hari terjadi lagi,bukankah Hinata marah saat Naruto menciumnya saat itu?!"Shion mencoba menghentikan Naruto kembali mencium Hinata,dia bahkan mengungkit kejadian yang sudah berlalu.

"Ini bukan urusanmu Shion-san…kami yang menentukan hukuman dan kau-" perkataan panitia terhenti dengan tindakan Naruto….

Naruto menarik Hinata ke dalam pelukannya dan membuat Hinata menatap wajahnya. Naruto kembali menyatukan bibir mereka,awalnya Naruto hanya ingin melakukannya beberapa detik saja. Namun tubuh dan pikirannya bertolak belakang. Naruto semakin memperdalam ciumannya,kepalanya semakin berdenyut begitu juga dengan jantungnya. Bibir Hinata membuat dia jadi gila…di satu sisi dia merasa sakit di kepala dan jantungnya,namun di satu sisi dia puas dan sangat senang.

"Na-Nami…hentih…kanh…."Hinata mendorong Naruto sekuat yang dia bisa. Setelah melepaskan diri dari Naruto,dia berlari dan keluar dari gedung dansa.

"ha….hah…" sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya,Naruto terlihat menyeringai dengan menyeramkan.

Melihat Naruto seperti itu,semua siswa terdiam mereka juga takut dengan wajah Naruto yang menyeringai,dia seperti vampire yang mendapatkan mangsa.

"Na-Naruto-kun?!" syok dan kaget adalah wajah yang ditujukan Shion kepadanya.

"Jangan salah paham Shion-chan… Ini bukan apa-apa…nikmatilah acaranya,aku harus menjelaskan ini padanya agar dia tidak salah paham" mendengar penjelasan Naruto Shion merasa sedikit lega.

Naruto menemukan Hinata berdiri di depan taman bunga. Dilihat dari tubuhnya yang gemetar,sepertinya Hinata sedang menyesuaikan pernafasannya.

"Apa kau tidak bisa mengimbangi ciumanku Hinata-chan~…..?"

Mendengar perkataan Naruto,Hinata membalikkan tubuhnya dengan cepat dan berniat menampar Naruto. Namun,Naruto berhasil menangkapnya. Hinata tidak tinggaldiam,dia menendang kaki Naruto dan membuat genggaman Naruto terlepas.

"Benarkan yang kubilang…kau mahluk planet lain!"seperti kejadian kemarin,dia kembali memijit kakinya.

"Hyuuga Hinata….Hinata-chan….aku Hyuuga Hinata….."Hinata mencoba membuat Naruto mengingat kejadian dulu.

"hah…?Kenapa denganmu…aku tau namamu Hyuuga Hinata! Apa ini ada kaitannya dengan janji yang kau sebut dulu? Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dari ku?" Naruto sudah mulai bosan bermain teka-teki.

"Tidak…lupakan saja,aku hanya senang kau memanggilku Hinata-chan. Aku mengerti,kau datang untuk menjelaskan mengenai ciuman tadi,bukan? Aku tidak akan salah paham"

"Baiklah…terserah kau saja…masuklah…kau tidak membawa mantelkan. Jika berlama-lama disini kau bisa mati menggigil!." Tak mendapat respon dari Hinata yang menunduk,Naruto memakaikan jas nya ke tubuh mungil Hinata.

"Jangan…kumohon jangan peduli lagi denganku,jika terus seperti ini aku tidak bisa melupakanmu. Ambilah,jika sampai Shion-san melihatnya dia bisa marah" Hinata mengembalikan jas Naruto,dan berjalan meninggalkannya.

"Lupakan…aku ingin kau melupakan semua mengenaiku dulu!. Maaf karena tidak mengingatnya,dan kau juga mengatakan akan melupakan janji itu kan. Jadi kita tidak ada urusan lagi."

Mendengar perkataan Naruto,Hinata menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya mengahadap Naruto.

"Maaf….!Maaf….!Menjauhimu…!Maaf….!Mengabaikanmu….!dan sekarang kau menyuruhku melupakan janji yang sama sekali tidak kau ingat. Apa ini sifat asli mu Namikaze-san?. Jika suatu saat ada kemungkinan kau sangat menginginkanku dan aku mencintai lelaki lain dan menyuruhmu untuk menjauhi dan melupakanku,apakah kau akan melakukannya?"

"Saat ini Shion adalah orang yang paling ku ingini. Dan jika itu sampai terjadi,aku tidak akan melepaskanmu,karena aku tidak suka milikku di sentuh bahkan direbut orang lain."

"Kau mana bisa seegois itu!"mendengar perkataan Naruto membuat Hinata takut.

"Aku tidak peduli dengan ucapanmu. Kau tenang saja,kemungkinan kau menjadi orang yang paling kuingini hanya sebesar satu persen,dan itu mustahil bukan?!" ujar Naruto

"Kau berubah dengan cepat Namikaze-san! Kau bukan seperti Namikaze yang ramah dan ceria beberapa bulan lalu! Apakah ini karena aku yang berada di sekitarmu?"

"Kau sudah tau jawabannya,jadi aku tidak perlu menjelaskannya. Sudahlah…aku ingin berdansa dengan Shion,bicara denganmu membuat aku kehilangan waktu berdansa dengan Shion."

"Jika aku hanya satu persen menjadi orang yang kau ingini,lalu bagaimana dengan caramu menciumku tadi? Kau tidak bisa berdansa dengan Shion,pasanganmu adalah aku,dan kau dilarang berdansa dengan orang lain selain nomor yang sama denganmu. Berdansalah dengan panitia disana,aku ingin pulang"ketika Hinata berjalan melewati Naruto,dia dihentikan dengan tindakan Naruto.

"Kalau begitu…nikmati saja malam ini"Naruto menarik tangan Hinata dan mereka mulai memasuki lantai dansa.

Acara dansa telah dimulai. Banyak siswa senang dengan pasangan dansa mereka. Dan banyak juga yang kecewa,mereka mengira akan berdansa dengan orang yang mereka sukai,namun karena permainan bodoh panitia dansa…!mereka berakhir menyedihkan.

"Kemarilah….aku seperti orang bodoh kau buat"sejak memasuki lantai dansa,Naruto mengulurkan tangannya untuk mengajak Hinata berdansa,tapi Hinata tak kunjung menerima uluran tangan Naruto,dia hanya menunduk dan itu membuat Naruto kesal.

"Kau benar-benar merepotkan"

Naruto langsung mendekap Hinata,dan mengajaknya berdansa. Senang…saat ini gadis itu benar-benar senang,keinginannya untuk berdansa dengan Naruto terwujud,ya meskipun itu terpaksa.

Sementara untuk Shion,dia benar-benar sial. Dia ingin menghentikan Naruto,tapi dia selalu dihentikan oleh pasangan dansanya yang cerewet. Anak lelaki yang menjadi pasangan Shoin,jauh dari harapannya. Lelaki itu lebih pendek darinya,dia juga terlihat bodoh dengan pakaian yang tidak rapi,belum lagi dengan cerita nya yang membosankan. Beruntung dia langsung menemukan nomor yang sama dengannya dengan cepat,jika tidak dia bisa mencium lelaki itu dan berakhir di rumah sakit karena syok.

Bahkan saat dansa pun dia masih sial,lelaki itu selalu menginjak kakinya. Berbeda dengan Hinata dan Naruto yang terlihat serasi dan piawai dalam berdansa,mereka bahkan menjadi tontonan.

Saat music di hentikan,Hinata bergegas meninggalkan Naruto. Shion yang melihatnya dari kejauhan mengikuti Hinata dari belakang. Dia sudah ingin meledak sekarang.

"Hyuuga…kau benar-benar tidak tau malu ya? Kau marah saat Naruto-kun mencium mu dulu,sekarang kau menikmatinya,kau juga memaksa Naruto-kun berdansa denganmu. Kau benar-benar rendahan."panggil Shion.

Hinata tidak ingin berurusan dengan Shion. Dia tidak memedulikan perkataan Shion dan tetap berjalan menjauh.

"Aku bicara denganmu Hyuuga…."Shion berlari mengejar Hinata,dan membalikkan tubuh Hinata menghadapnya.

"Aku belum selesai berbicara denganmu Hyuuga,bukankah sudah kubilang untuk menjauh dari Naruto!" wajah Shion berubah marah dan kesal

"Seharusnya kau yang menjauhi Namikaze-san….!"Hinata menatap balik dengan marah. "Kau seharusnya yang tau diri dan menjauhi Naruto-kun. Aku tau apa niatmu selama ini mendekatinya,dan perbuatanmu jauh lebih rendah dari ku"

Plak…..

Shion menampar pipi Hinata dengan keras. Wajah Hinata bahkan terlihat memar akibat tamparan itu. Naruto yang sedari tadi bersembunyi di balik tempok pun terkejut dengan perbuatan Shion.

"Sudah ku peringatkan untuk menjauhi Naruto,dan kini kau mencampuri urusan ku"habis sudah kesabaran Shion.

"Jangan pernah untuk meninggalkan Namikaze-san,aku mohon….. ! jika kau benar-benar mencintai Namikaze-san,lupakan pria itu! Dan jangan menyakiti perasaannya lagi,dia tulus mencintaimu….." tidak ada caci maki keluar dari mulut Hinata,dia hanya menunduk dan menasehati Shion untuk tetap berada di sisi Naruto.

Mendengar perkataan Hinata,Naruto menjadi bingung. 'Apa maksud melupakan lelaki selain dirinya?'. Penjelasan….dia butuh penjelasan,saat akan menemui kedua gadis itu,tiba-tiba seseorang datang dan mengagetkan mereka bertiga….

"Shion….!"seorang lelaki berambut merah datang menghampiri kedua gadis itu. Dia adalah lelaki yang sama di club malam waktu itu…..

"Sasori-kun…." Kaget…Shion benar-benar kaget dengan kedatangan pria itu.

Deng….deng….deng…..apa yang akan terjadi…selanjutnya…?


T.B.C.

Salam kenal juga kepada pembaca pendatang ff saya….Hikhulia panggil aja gitu…

Maaf masih kurang baik dan masih jelek…

Maaf Minna-san saya tidak dapat menepati janji untuk membuat Hinata pergi di chapter ini. Saat saya melihat catatan saya,chapter depanlah Hinata baru akan meninggalkan Naruto….maaaf…

Saya sangat berterima kasih kepada Hime atas perbaikannya…..saya sudah memperbaiki di ch ini. Jika ada salah penulisan lagi, saya mohon bantuannya…..

Saya juga sangat berterima kasih kepada Xixia…saat membaca review kamu,Hikhulia sangat malu,saya baru ingat nama ibu Hinata kan tidak diberi tahu. Jadi anggap saja nama ibu Hinata dan Sasuke mirip. Habis wajah keduanya mirip. Jadi saya mohon maaaf jika itu membuat kamu bingung… maklum saya orangnya pelupa…

Dan buat David997 terima kasih karena sudah jeli dengan ff saya. Saya akan menjelaskan sedikit… memang mereka sudah tahu terlebih dahulu,tapi saat melihat dan mendengar reaksi Hinata yang menyedihkan,mereka jadi merasa bersalah. Mereka juga melihat Naruto yang tidak membela Hinata. Dan membuat mereka yakin bahwa Naruto lah yang jahat disini. Gitu aja sih…semoga kamu menerimanya….

Maaf…saya mencampuri nama reader yang membaca. Tapi,bisakah reader memberikan nama yang berbeda…saya bingung dengan nama 'Guest' ini orangnya sama atau berbeda ya… jadi saya bisa tau mengambil sikap. Saya takut salah paham dan membuat Guest yang lain tersinggung. Jika berkenan…

Saya Sangat Terharu Dan Berterimakasih Kepada (Jilid 4):

Hime,Guest''''',Riri,Adistia,Megahinata,Lavender,Ryeovy621,Rivaldiagustien,Dindi,Rizki,Ana, Gues Abadi,Gia,Fuyu,Xixia,Winda289,Anonym,I Love Hinata,Hatake Rs,Hyuuga R,Xiexie321,Narunata,Noor236,Orochimaru-Chan,Lulu-Chan,Ana,Maura Raira, David997,Oortaka,Kurumi Keiko,Anishl,Avia Hasava,Boruto629,Hikari-Chan113,Lotta Cgynus,Nafika Fiko, Akbarjr121, Antonrizalul, Harrysaputra70, Luthfinm12, Minami1990, ,Oh See Na,Tiaprifree.

Dan kepada Stalker Reader juga… Thank You Very Much…

saya mohon maaf bila ada yang tersinggung dengan ff ini.

Maafkan saya bila ada penulisan nama yang salah dan yang kelupaan…

Saya meminta kritik dan sarannya… saya menerima kritik yang pedas,tapi tidak menggunakan kata kasar dan kata-kata pelaut…tentunya.

Minna-san review…. Onegai…..