Desklaimer to Horikoshi Kouhei

Note: untuk kapal kiribaku yang sangat saya cintai di hari valentine meskipun sudah lewat lebih dari 1 minggu. Tapi saya tetap mau publish. Please dont judge me.

Peringatan: OOC, typo, bahasa tidak baku. Bisa menyebabkan jantung berdebar. Cerita ringan, seringan bulu.

Genre: drama pasti. Romance pasti. Humor sedikit.

.

Chapter 1. This feeling

.

Pukul 06.30 Pagi

"Sialan. mana dia belum nongol juga. Sepertinya dia sudah bosan hidup karna membuatku nunggu.."

Bakugo Katsuki siswa SMA UA kelas 2 departemen pahlawan, duduk di ranjang dalam kamar menunggu best friend nya, Kirishima Eijirou. Ups bukan best friend sih best boyfriend. Pinginnya. Untuk berangkat ke kelas bersama seperti biasanya. Tapi sudah lewat sepuluh menit kirishima belum menunjukan batang hidungnya. Bakugo jadi bosan menunggu tapi tidak mau berangkat duluan. Lebih baik menunggu kirishima meskipun telat kan bisa telat bersama.

Bakugo melirik kalender menunjukan tanggal 14 februari itu berarti hari ini? Hari kasih sayang kan? Hari dimana kita memberikan hadiah ke pacar atau ke orang yang kita cintai. Paling mainstreem memberikan coklat. Iya betul hari ini.

"Akhirnya hari sialan ini datang juga"

Bakugo yang tengah kebosanan menunggu kirishima yang tidak kunjung menunjukkan hawa keberadaan, merogoh tas miliknya. Mengeluarkan dark chocolate berbentuk love bertulisan be my valentine kirishima.

Ini agak menjijikan pikir bakugo. Buat apa bakugo beli coklat bentuk love pula. Ini bukan bakugo banget. Tapi untuk kirishima apapun akan dia lakukan. Ya, for his best boyfriend. Oke, bakugo kini sedang melamun memikirkan kirishima. Ya, laki-laki berambut merah jabrik itu sudah membuat bakugo jatuh hati. Kenapa? Bagi bakugo kirishima itu satu-satunya 'manusia' yang mengerti perasaannya. Mengerti keinginannya. Dan mengerti dengan otak kriminalnya meskipun bercita cita menjadi pahlawan nomor satu menggantikan All Might. Meskipun kirishima itu sedikit dodol. Tapi bakugo bisa toleransi dengan otak dodol kirishima itu.

"Kirishima suka coklat nggak ya? Kalau nggak suka siap2 mati"

Bakugo nglantur sendiri sambil memperhatikan dan mengelus-elus dark chocolate berbentuk hati itu.

"Kirishima... Aku... "

BRAAAKKK

"Yo bakubro... Ayo cabut kita cemon."

Bakugo mencolot kaget sampai mau mati mengetahui kirishima membuka kamar miliknya tanpa permisi dan langsung mengajak berangkat. Bakugo panik menyembunyikan dark chocolate berbentuk love yang dia elus-elus sejak tadi. Tapi bakugo tidak mau kirishima mengetahui apa yang dia lakukan langsung berlagak kalem seperti tidak terjadi apa-apa tapi tetap keringat mengucur sampai ke pelipis.

"Fuck you kirishima. Ngetuk dulu napa?"

"Maaf-maaf salahmu sendiri nggak dikunci"

"Apa? Kau menyalahkanku? Ini kamarku, daerahku kekuasaanku, semua property milikku. mau bacot hah?"

"Sekedar mengingatkan ya my bro. Ini dorm milik UA itu berarti... "

"Diam atau mati."

"Oke oke santuy bro"

Bakugo melenggang pergi melewati kirishima yang mematung di depan pintu kamar bakugo. Dan mengajaknya berangkat sebelum jam masuk mulai karena bakugo dari tadi menunggu kirishima lama sekali.

"Bakugo kenapa kau nggak berangkat duluan. Tadi aku masih olah raga lumayan lama."

"Jangan percaya diri kirishima aku nggak nungguin kau. Aku juga baru selesai olah raga."

"Ohh benarkah? Jadi kita ditakdirkan untuk berangkat bareng bakugo."

Jantung bakugo langsung berdetak cepat. Seketika wajahnya merah malu. Ucapan bodoh kirishima sukses membuat bakugo doki doki.

Mata bakugo melirik tangan kirishima yang bebas. Ingin rasanya menggandengnya. Tanpa sadar tangan bakugo mendekati tangan kirishima dan menyentuhnya. Tapi …

"Ohayo midoriya. "

Tangan kirishima dia lambaikan ke midoriya. Bakugo kesamber gledek seketika.

"Kuso deku!"

"Ohayo kirishima kun, kacchan."

Dan disaat itu juga midoriya pucat pasi. Mengetahui aura iblis milik bakugo. Midoriya mau ngomong ke kirishima tapi melihat aura iblis yang dia tunjukan bakugo seperti berkata "Jangan gangguin kita damn nerd. Pergi jauh-jauh."

Kirishima heran melihat midoriya tiba-tiba pucat tanpa mengetahui bakugo yang mengintimidasi midoriya dari belakangnya.

"Oi midoriya kau sehat? Wajahmu pucat"

Aura iblis bakugo muncul lagi seperti mengatakan pada midoriya "Kau mati jika mengatakan sesuatu."

Midoriya begidik ngeri menelan ludah dengan susah payah.

"Aku buru-buru maaf, maaf ya.. Dadaaaa"

WUUUUSSSHHH

Midoriya ngacir kaya habis ngelihat hantu lagi pacaran.

"Midoriya aneh banget. Kau tau sesuatu bakugo?"

"Bodo amat"

"Jangan gitu dong. Dia teman masa kecilmu kan. Peduli sedikit napa?"

"Tidak akan."

Kirishima memperhatikan raut wajah bakugo yang super cemberut langsung merangkul bahu bakugo. Bakugo seperti terkena sengatan listrik kecil. Kirishima sering sekali melakukan ini pada bakugo dan bakugo tidak keberatan malah senang sekali. Ini lebih baik dilihat siswa lain daripada bergandengan tangan kan.

"Kau sering sekali nggak peduli sama orang lain. Memang yang kau pedulikan itu apa sih?"

"Menjadi number one hero menggantikan All Might dan itu mutlak"

"Benar juga.. Itu lah bakugo yang kekenal"

Bakugo hanya berdecih. Malas melanjutkan pembicaraan. Lebih nyaman seperti ini. Tenang dengan kirishima yang masih merangkul bahunya.

Bakugo melamun mengingat dark chocolate yang disembunyikan dibalik tasnya. Ya, bakugo ingin sekali membahas tentang hari ini. Tentang coklat yang dia beli untuk kirishima dan tentang keinginan bakugo menjadikan kirishima sebagai best boyfriend.

Oke, bakugo memberanikan diri untuk bicara pada kirishima. Dimulai tentang hari sialan ini.

"Kirishima... "

"Huh? Kenapa?"

Kirishima kepo kenapa bakugo memanggilnya dengan suara pelan dan lumayan lembut. Tidak penuh emosi.

"Hari ini.. "

"Bakugo senpai!"

Dan seorang gadis memanggil bakugo dengan mendadak. Pembicaraan yang khitmad dengan kirishima berhenti seketika.

"Oh bakugo kau dipanggil tuh"

"Kuso onna."

"Hey bakugo jangan gitu dong. Maaf kan dia ya.. Dia memang temperamen. Tapi aslinya dia baik kok."

Gadis berambut putih panjang itu mendadak gemetar melihat bakugo mengeluarkan aura iblis andalan. Siapapun yang terkena aura iblis ini pasti kicep. Tapi bagi gadis berambut putih yang mempunyai tanduk kecil di sebelah kanan jidat itu, ayahnya sang boss yakuza lebih mengerikan kalau memberikan hukuman jika tidak nurut. Bagi gadis itu aura iblis bakugo tidak ada apa-apanya.

"Etto, tolong terima ini senpai"

"Siapa kau?"

"Chisaki eri desu. Kelas 1 dari departemen pahlawan"

"Woah bakugo kau dapat hadiah nih"

"Ini dari temanku senpai. Dia menitipkan padaku untuk memberikannya padamu."

"Tidak butuh. Bawa balik."

Bakugo langsung pergi tidak peduli apa yang gadis bernama eri itu berikan.

"Hoi kirishima jika kau tetap disana akan kutinggal."

"Oke kau duluan saja"

"Tch, kuso kami."

Kirishima merasa tidak enak dengan eri. Bakugo memperlakukannya dengan sangat amat tidak manusiawi. Eri kecewa berat wajahnya yang imut jadi murung.

"Eri chan, aku akan membantumu. Titipkan saja sama aku. Akan kuberikan pada bakugo."

"Benarkah.. Terima kasih.. Tapi aku tidak tau namamu senpai"

"Kirishima"

"Kirishima senpai, etto kau juga temannya deku senpai?"

"Oh midoriya, iya dia teman satu kelasku"

"Aku titip juga ya senpai. Untuk deku senpai dari aku."

"Oh oke.. Tp nggak papa nih? Nggak kamu kasih langsung aja."

"Tadi aku mau ngasih langsung tapi deku senpai buru-buru pergi."

"Nggak nunggu jam pulang saja eri chan?"

"Hari ini aku ada kelas fisik sampai sore. Aku takut nanti tidak ketemu deku senpai."

"Baiklah.. Serahkan saja padaku eri chan. Tapi kenapa kau ngasih bungkusan ini pada midoriya?"

"Kirishima senpai tidak tau ya? Hari ini valentine senpai itu coklat buatanku. Deku senpai sering menolongku jadi aku ingin ngasih sesuati di hari valentine ini."

"Benarkah aku nggak tau. Berarti bungkusan yang buat bakugo ini isinya juga coklat."

"Iya senpai"

Dan detik itu juga kirishima yakin baru tau kalau bakugo ada yang naksir. Sampai ngasih coklat segala. Kirishima seperti tersengat ubur-ubur tapi tidak beracun. Hatinya sedikit panas mungkin rasa cemburu. Kirishima memang menyukai bakugo sebagai best friend. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini, perasaan suka bertambah besar dan menginginkan hubungan lebih dari sekedar best friend. Kirishima kalah cepat.

"Tolong ya senpai aku masuk dulu"

"Oke eri chan"

Kirishima kini memegangi dua bungkusan yang sudah jelas dan sudah pasti bukan miliknya. Mendadak Jadi kurir ini agak nyesek juga. Kenapa bukan kirishima yang dapat coklat. Mungkin dari bakugo kalau boleh maksa. Kirishima juga lumayan suka dengan makanan manis ini. Apa dia kurang tampan atau kurang populer. Tapi yang paling nyesek dia tidak tau kalau hari ini hari valentine. Terlalu fokus berolah raga, menambah skil bertarung dan menciptakan kekuatan baru membuat kirishima lupa akan hari-hari penting.

Sambil berjalan menyusul bakugo sudah hilang sejak tadi, kirishima ingat sebelum kedatangan eri, bakugo seperti akan mengatakan sesuatu tentang hari ini.

"Kira-kira bakugo tadi mau ngomong apa ya?"

.

.

TBC

Maafkan author nekat publish fic ini. Author jadi addict karna baca dj kiribaku dan terciptalah fic tercela ini.

Dan laptop author yang nyebelin karna terus terusan apdet. Sama temen udah disaranin pakai linux tapi author sudah jadi big fansnya windows. Jadi hari ini lah baru bisa publish. Finally.

Minggu depan chapter 2 apdet. Semoga