Chapter 2. Annoying

.

Pukul 06.55 pagi

Tanpa menghabiskan waktu lama Kirishima sudah sampai di kelas 2A. Masih ramai dan ricuh karena jam masuk belum dimulai. Kedatangan Kirishima dikelas menarik perhatian Kaminari yang notabenenya kepo dan caper.

"Nani Nani Kirishima kau mendapatkan coklat dari josei?"

"Oh kado ini? Bukan bukan ini punya Bakugo sama Midoriya."

Sontak dua laki-laki yang dipanggil Kirishima melirikkan matanya menuju pemilik suara berasal sambil memperharikan dua kotak hadiah yang digendong Kirishima. Mineta si prevert boy pun merasa iri pada Midoriya yang menurutnya cupu itu.

"Hey Midoriya kenapa kau dapat hadiah dari cewek? Kau pakai susuk ya? atau guna-guna?"

"Mineta kun cukup sampai disana. Kau tau ini sekolah UA tidak ada yang namanya seperti itu."

Iida si ketua kelas langsung berteriak dengan penuh emosi. Tangannya tidak lupa digerak-gerakan seperti portal parkir yang dibuka tutup.

Kirishima mendekat menghampiri Midoriya menyerahkan bungkusan berbentuk kotak dengan pita diatasnya.

"Midoriya kau cukup populer juga ya dikalangan cewek-cewek. Ini dari Eri-chan."

"Oh dari Eri-chan. Dia memang suka memperhatikan ku. Aku menganggap dia seperti adikku sendiri Kirishima-kun."

"Oh iya tadi kenapa kau buru-buru pergi?"

Midoriya langsung gelagapan mengingat tingkah konyolnya tadi yang terkena perkataan ajaib Bakugo. Midoriya mau bilang jujur tapi takut sama Bakugo yang dari tadi mengawasinya saat bicara dengan Kirishima.

"Tidak apa-apa kok hee hee."

Kirishima hanya meng-iya-kan jawaban Midoriya yang ambigu. Kadang-kadang Midoriya memang sulit dipahami.

"Nee Kirishima.."

"Oh Ashido, kenapa?"

Si Alien Girl ini tiba-tiba menghampiri Kirishima dengan membawa kotak kecil. Yang diketahui isinya coklat juga.

"Nih aku kasih."

"Wah kau ngasih ini? Sangkyu.."

"Kau pingin banget coklatkan.. makanya aku kasih"

"Haha emang wajahku kelihatan banget pingin coklat"

.

Dan beberapa detik kemudian, semua mata tertuju pada Todoroki yang baru sampai di kelas dengan membawa banyak bawaan. Mulai dari coklat berbagai macam bentuk, bunga dan surat-surat kecil dengan tempelan hati ditengahnya.

"Wahh jadi ikemen nggak gampang juga ya.."

Hagakure nyeplos sambil memperhatikan Todoroki.

"Aku mendapatkan semua ini dari senpai dan kouhai"

"Uah pasti tadi kau repot banget. Kau banyak fans ya Todoroki."

Sero mengomentari dengan senyum giginya yang rapi.

"Kalian mau ambil saja. Aku tidak begitu suka coklat."

Semua siswa langsung bersorak penuh kebahagiaan. Mengingat semua pada madesu hanya karena coklat. Kecuali bakugo yang dari tadi cuek bebek tapi masih memperhatikan Kirishima diam-diam yang tidak begitu ingin coklat dari Todoroki karena sudah dapat coklat dari Ashido.

"Kirishima.."

"Oh Bakugo maaf aku melupakanmu. Nih dari ichi-nen."

"Hah? Ngapain? Aku nggak butuh kau ambil saja."

"Nggak mau. Itu buat kau tau. Diterima kek."

"Ogah."

Bakugo melirik coklat yang diberikan Ashido pada Kirishima yang masih dipegang dengan hati-hati. Dalam hati Bakugo menggerutu. Api cemburu mulai berkobar.

"Ayolah Bakugo. Sebagai laki-laki kau harus terima pemberian cewek."

"Maksa amat. Mau cari gara-gara?"

"Apa? Kau itu yang cari gara-gara. Heran. Tinggal terima aja susah."

"Kuso kami. Nyolot kau sudah siap mati?"

Bakugo beranjak dari tempat duduknya dan menarik kerah baju Kirishima. Kirishima terkejut Bakugo meremas bajunya dengan kasar. Kirishima baru sadar Bakugo kini sangat amat marah padanya. Atau mungkin juga akibat api cemburu.

"Tidak. Maaf seperti nya ucapanku tadi kasar banget."

Tangan Bakugo yang tadinya mencengkram kerah baju Kirishima segera melepasnya dan mendorong Kirishima sampai mau jatuh kebelakang. Kirishima takut Bakugo benar-benar marah padanya dan memutuskan hubungan best friend mereka. Ya, itu tidak boleh terjadi.

"Bakugo kau masih marah ya.. maafkan aku.. baiklah kalau kau nggak mau buat aku aja ya.. nggak papa kan dari pada dibuang kan sayang makanan."

"Sini."

Tanpa disadari Bakugo merebut bungkusan miliknya. Lebih baik bungkusan itu Bakugo terima saja daripada diterima Kirishima. Nanti mau Bakugo apain dengan bungkusan itu terserah dia kan. Kirishima tidak boleh menerima coklat lagi dari orang lain. Cukup si 'mata rakun' saja.

"Kau berubah pikiran ya. Thanks man. Kau terbaik."

.

Pukul 07.00 pagi

"Cukup sampai disana. Semuanya kembali ke tempat duduk masing-masing."

Sensei yang mereka sayangi langsung memberikan perintah dan masuk kelas tanpa ada sapaan pembukaan ataupun sapaan selamat pagi. Membuat Iida langsung berdiri dan menyuruh teman-temannya untuk duduk di bangku masing-masing.

"Minna Aizawa sensei sudah datang cepat kalian ke duduk jangan berisik tetap tenang."

"Malah dia sendiri yang berisik."

Jirou ngomel sambil memposisikan dirinya duduk.

"Aku tau hari ini hari valentine. Khusus hari ini aku akan memberikan hadiah ke kalian semua."

"Wah sensei ngasih hadiah. Asik UA saikou."

"Nih hadiah kalian. Ujian tulis dadakan pelajaran pokok. Matemaika, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang."

"Nanii.. itu bukan hadiah tapi musibah"

Ashido berteriak histeris

"Diam. Ini ujian khusus dari Kouchou sensei untuk mencetak generasi pahlawan yang intelek jadi kalian tidak bisa menolak. Iida tolong bagian semua soal ini. Waktu sampai pukul 3 sore. Selesai tidak selesai harus segera dikumpulkan. Yang sudah selesai boleh pulang duluan. Jika kalian ketahuan mencontek, dapat nilai berapapun kalian tetap remidi. Jadi usahan tidak mencontek kalau kalian tidak mau sengsara. Iida tolong kondisikan teman-temanmu aku mau tidur dulu."

"Siap sensei. Ayo minna semangat. Aku yakin kalian semua pasti bisa."

Siswa yang tergolong otak encer seperti Yaoyozoru, Iida, Bakugo, Midoriya, Todoroki, dan Asui tidak kaget dengan test dadakan ini. Sementara siswa lain menggerutu dan menyumpah serapahi Aizawa dan Kouchou sensei.

Setelah ujian dadakan ini dimulai, tidak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun. Kelas sunyi sepi seperti kuburan. Bahkan Koda bersin saja menggelegar suaranya. Uraraka garuk-garuk kepala pun sampai terdengar juga. Apalagi Yaoyorozu yang membuka kotak pensil. Sato yang membalik kertas. Tokoyami yang menghela nafas. Shouji yang menjatuhkan pulpen. Aoyama yg kentut karena mendadak sakit perut. Semua menjadi awkward didengar.

Sudah satu jam berlalu. Leher pada kram karena terlalu lama menunduk.

Dua jam berlalu kepala mulai pusing bahkan terasa mual dan pantat mulai panas.

Tiga jam berlalu mulai terdengar suara-suara kecil. Seperti mengeluh lapar, mengeluh lama dan mengantuk.

Empat jam berlalu. 'Ini sebenernya ujian apa sih nyiksa otak fisik dan batin' Kaminari mulai mengerutu dalam hati.

Lima jam berlalu Yaoyorozu menggeser bangkunya dan berdiri menimbulkan suara yang lumayan keras menarik perhatian siswa lain. Tidak heran kalau Yaoyozoru selesai duluan karena memang dia siswa tercerdas di kelasnya.

Yaoyorozu segera mengumpulkan hasil tugasnya di meja ajar guru didepan kelas. Namun Yaoyorozu tidak langsung pulang tapi menunggu hasil ujian teman-temannya sampai semua selesai. Ini dia lakukan karena membantu Iida sebagai wakil ketua kelas.

Selanjutnya Iida yang menyusul Yaoyorozu. Iida sudah selesai namun juga tidak langsung pulang karena tugas tambahan yang diberikan Aizawa untuk mengkondisikan teman-temannya. Sementara Aizawa masih berbaring dipojokan kelas tidak bergerak atau bersuara sedikit pun.

Setelah Iida dilanjutkan Midoriya dan siswa lain yang juga menyusul. Sudah enam jam mereka duduk dan berfikir. Perut juga mulai lapar dan pegal tidak karuan.

Midoriya melirik Bakugo. Teman masa kecilnya ini belum beranjak dari kursi dan masih merunduk mengadap tumpukan soal ujian sambil memegangi pulpen. Bakugo termasuk siswa dengan otak encer kan.

Midoriya mengenyahkan pikirannya yang absurd tentang Bakugo dan segera ke cafetaria atau ke dorm untuk menyantap sesuatu ataupun istirahat. Ujian tulis seperti ini lebih menguras seluruh tenaga dari pada ujian praktik.

Dan sekarang sudah tujuh jam berlalu. Tinggal lima siswa yang masih berada diruangan dengan ditemani Iida dan Yaoyorozu mengawasi mereka meski lapar dan kantuk mulai menyerang.

Ya, hanya tinggal Ashido, Kaminari, Sero, Kirishima dan Bakugo. Bahkan Sato yang memiliki peringkat nilai rendah pun sudah keluar.

Tapi Bakugo masih betah di tempat duduknya sambil melIrik Kirishima yang tidak good looking karena stres mengerjakan soal ujian. Bakugo ingin menunggu sampai Kirishima selesai. Dia gemas mengingat tadi Kirishima dikasih coklat sama Ashido pengen melakukan sesuatu pada coklat itu. Jangan sampai dimakan oleh Kirishima. Dan juga Bakugo was-was Kirishima nanti kalau kembali ke dorm sendiri bakal di temui senpai, kouhai, atau teman seangkatan dan memberikannya sesuatu. Ya, itu tidak boleh terjadi. Tapi Bakugo bosan, dia lelah, lapar dan sudah selesai. Namun Kirishima tidak menunjukkan keinginan untuk mengangkat bokong dan keluar dari kelas sialan ini.

Bakugo berharap jika dia keluar duluan Kirishima akan memintanya menunggu, jadi mereka bisa ke dorm bareng-bareng.

Oke, Bakugo mulai beranjak dari tempat duduknya dan menyerahkan hasil ujian kepada Iida. Bakugo masih melirik Kirishima, tidak ada tanda-tanda Kirishima mengajak pulang bareng. Kirishima terlalu fokus. Bakugo sampai depan pintu keluarpun Kirishima masih fokus. Bakugo jalan dengan pelan-pelan juga tapi Kirishima tidak kunjung bersuara. Bakugo mulai emosi dan mengumpat dalam hati.

'Kuso kami apa kau nggak lihat aku keluar. Kau nggak mau bareng sama aku? Kuso kuso kuso kuso kuso kuso kuso'

Bakugo berhenti beberapa detik didepan pintu untuk menunggu Kirishima ngomong. Tapi yang didapat tetap nihil.

"Kirishima cepat selesaikan. Aku tunggu kau diluar."

Akhirnya Bakugo yang menawarkan diri untuk menunggu. Hari ini Bakugo memang tidak mau jauh-jauh dari Kirishima.

"Oh oke. Bentar lagi."

.

TBC

Maafkan author karena tidak terlalu fokus dengan anggota kelas 2A. Author hanya memfokuskan cerita kiribaku saja. Gomen minna san.

Oke, Next final chapter.