Celebrity Wedding
by
AliaZalea
Untuk dua jam berikutnya Baekhyun, Kibum, Chanyeol, Jongdae, dan Kyuhyun sibuk membahas mengenai keadaan keuangan Chanyeol. Baekhyun mendapati bahwa Chanyeol ternyata orangnya super boros. Video shoot merangkap liburan ke Inggris, Amerika, dan Australia; bolak balik terbang ke Jepang dan Hongkong untuk sound mixing; atau membooking cottage untuk beberapa malam di resort paling mahal di Busan atau Incheon kalau dia sedang bosan dengan suasana Seoul. Belum lagi daftar belanjaannya yang bervariasi dari Metro dan Sogo hingga Gucci dan Ferragamo. Entah apa yang dia beli beberapa bulan yang lalu di Marc Jacobs sampai mencapai 5 juta won dalam satu tagihan. Kemudian ada maintenance untuk tiga mobilnya yang semuanya buatan Eropa.
Tapi, semua pengeluaran ini sepertinya tidak memengaruhi flow uang Chanyeol sama sekali. Harus diakui Baekhyun bahwa untuk seseorang berumur 32 tahun, keadaan keuangan Chanyeol jauh di atas rata-rata. Mungkin itu disebabkan oleh hasil penjualan dua albumnya yang masih laris meskipun album pertamanya keluar hampir sepuluh tahun yang lalu dan yang kedua lima tahun yang lalu. Album ketiganya sudah dijadwalkan untuk keluar akhir tahun depan dan Baekhyun yakin bahwa itu pun akan meledak juga seperti dua album sebelumnya. Hal ini menghasilkan pemasukan yang stabil untuk Chanyeol. Selain itu, pemasukan Chanyeol bukan hanya dari penjualan album, tapi juga dari konser, endorsement deal dari beberapa produk yang sudah diwakilkan oleh Chanyeol, juga bunga investasi dari bisnis non-entertainment yang cukup sukses.
Satu hal yang membuatnya agak terkejut adalah bahwa tiga tahun yang lalu Chanyeol dengan dua orang partnernya (yaitu, Lee Sooman, seorang penyanyi dan pengarang lagu yang cukup top di tahun '80-an yang memiliki 40 persen saham perusahaan, dan seseorang bernama Lee Youngmi, yang memiliki 30 persen) mendirikan sebuah perusahaan rekaman yang kemudian merangkap sebagai perusahaan manajemen artis. Semenjak tiga tahun yang lalu pula manajemen Chanyeol berada di bawah naungan bendera perusahaan ini.
"Maaf, Kyuhyun-ssi, siapakah Lee Youngmi?" Tanya Kibum, membuat Baekhyun ingin menciumnya karena menanyakan pertanyaan yang sudah melayang-layang di dalam pikirannya.
"Itu Ibuku," jawab Chanyeol enteng.
Baekhyun ingat wajah wanita setengah baya dengan sasakan tinggi dan wajah ambisius yang cukup sering terpampang di TV karena sering kelihatan mendampingi Chanyeol. Kemudian... Ibunya Chanyeol? Itu berarti bahwa pada dasarnya mayoritas saham perusahaan ini dimiliki oleh Chanyeol. Itu semua menjelaskan kenapa kantor perusahaan itu beralamatkan di rumah Chanyeol semenjak didirikan tiga tahun yang lalu. Termasuk semua orang yang selalu mengatakan "kantornya Chanyeol", karena perusahaan ini pada dasarnya memang milik Chanyeol.
Pada akhir pertemuan, Baekhyun lebih memahami tugasnya yang bukan hanya akan meng-handle Chanyeol sebagai klien perseorangan, tetapi juga keuangan Megix records & Artist Management, perusahaannya ini. Setelah berjanji untuk melakukan observasi pada hari Senin, Baekhyun dan Kibum pun berpamitan karena jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Untung saja dia sudah meminta Luhan—kakak keduanya, untuk mengambil kue ulang tahun Yeri, karena seperti dugaannya, dia akan terlambat datang ke acara ulang tahun keponakannya itu.
Sebelum pergi Baekhyun memutuskan pergi ke WC dulu. Tanpa di sangka-sangka Chanyeol bersedia mengantarnya meskipun dia bersikeras bahwa dia bisa menemukan lokasinya sendiri. Dia berjalan menuju WC pertama yang dia lihat, tetapi Chanyeol menarik lengannya dan menggiringnya ke lantai atas.
"WC yang itu out of service, jadi kau pakai yang di lantai atas saja," ucap Chanyeol singkat.
Kini Baekhyun sudah lebih terbiasa mendengar Chanyeol menggunakan kata "kau" dan "aku" kalau sedang berbicara dengannya, karena selama dua jam belakangan ini begitulah cara mereka berbicara dengan satu sama lain. Baekhyun mengangguk dan mengikuti Chanyeol yang sudah melepaskan lengannya.
Chanyeol sedang memikirkan suatu cara untuk berbicara dengan Baekhyun sendiri setelah meeting selesai untuk memberikan kartu ulang tahun untuk keponakannya, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya tanpa kelihatan janggal di hadapan orang lain. Ketika dia mendengar kata-kata Baekhyun yang minta izin untuk pergi ke WC, dia langsung mengambil kesempatan ini tanpa berpikir lagi.
"Pesta ulang tahun keponakanmu mulai jam berapa?" Tanya Chanyeol membuka pembicaraan.
Dari ekspresinya, Chanyeol membaca bahwa Baekhyun tidak menyangka bahwa dia masih ingat tentang itu. Baekhyun terdiam beberapa saat sebelum menjawab, "Jam enam."
Chanyeol melirik jam tangan yang melingkari pergelangan tangan kirinya. "Sekarang sudah jam lima lewat. Kau akan terlambat," ucapnya.
Baekhyun hanya mengangguk pasrah.
"Kau harus mengambil kue terlebih dulu?"
"Kuenya sudah diambil oleh kakakku," jawab Baekhyun.
"Oh... well, that's good."
Sekali lagi Baekhyun mengangguk menanggapi komentar Chanyeol. Selama beberapa detik mereka tidak berbicara, hanya ada suara sepatu hak Baekhyun yang menaiki tangga. Klik... klik... klik... Sandal Chanyeol tidak mengeluarkan suara sama sekali.
"Siapa nama keponakanmu?" Pertanyaan yang agak tiba-tiba ini membuat Baekhyun sedikit terkejut.
"Errrr... Yeri," jawabnya
Chanyeol mengangguk, dan Baekhyun pun ikut mengangguk. Tidak lama kemudian mereka sudah tiba di depan kolam renang dan Chanyeol menunjuk kepada salah satu pintu. Baekhyun bergegas memasuki pintu itu. Ketika Baekhyun menghilang dari pandangan, Chanyeol langsung berlari menuju kamar tidurnya di lantai paling atas untuk mengambil kartu ulang tahun yang dia sudah siapkan. Dengan terburu-buru dia menuliskan ucapan selamat pada kartu ulang tahun itu. Sepulangnya dari bertemu Baekhyun kemarin, Chanyeol meminta asistennya untuk membeli kartu ulang tahun ini. Dia berharap Baekhyun dan Yeri akan bisa menghargainya.
Baekhyun kelihatan terkejut ketika melihat Chanyeol menunggunya di luar WC sepuluh menit kemudian, tapi perlahan-lahan dia berjalan kearahnya. Dari kejauhan Chanyeol memperhatikan Baekhyun dari ujung rambut hingga ujung kaki. Meskipun wanita ini berukuran kecil, tetapi tubuhnya tetap menunjukkan kewanitaannya. Pinggangnya ramping dan pinggulnya melebar. Dan entah apa dia sadar akan hal itu, tetapi blus sutra warna hijau yang dikenakannya membuatnya kelihatan fresh dan menarik. But damn, this women needs to learn how to put on some make up, kulitnya yang terlalu putih membuatnya terlihat sperti vampire. Baekhyun hanya mengangguk ketika berdiri dihadapan Chanyeol, kemudian mereka berjalan bersisian lagi, mengelilingi kolam renang untuk menuju tangga.
Dengan suara pelan Chanyeol berkata, "Ini untuk Yeri," sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna ungu dengan ukuran 11x16 cm.
Baekhyun menghentikan langkahnya dan menatap amplop itu. Beberapa detik kemudian ketika dia masih juga menatap amplop itu tanpa reaksi, Chanyeol menambahkan, "Ini kartu selamat ulang tahun dariku."
Baekhyun masih tidak bisa berkata-kata, tapi dia mengambil kartu itu dari genggaman tangan Chanyeol. "Aku tidak tahu harus memberi kado apa. Mudah-mudahan ini cukup," lanjut Chanyeol.
Cover kartu ini terlihat simple dan hanya dihiasi oleh dua kata "HAPPY BIRTHDAY"
"Boleh aku membacanya?" Tanya Baekhyun.
Dengan anggukan dari Chanyeol, perlahan-lahan dia pun membuka amplop itu dan mengeluarkan kartu di dalamnya. Dekorasi kartu berwarna putih kebiru-biruan itu simple saja, hanya ada kue ulang tahun raksasa bertuliskan "Happy 18th Birthday" dan pita berwarna-warni bertaburan mengelilingi kue itu. Dia tersenyum lalu membuka kartu itu dan tulisan tangan yang cukup rapi menyambutnya.
"Dear Yeri,
Hope you have a great 18th birthday. Jangan salahkan bibimu karena telat datang. Itu gara-gara aku.
Park Chanyeol."
Di atas namanya Chanyeol membubuhkan tanda tangannya. Baekhyun bisa membayangkan reaksi Yeri begitu dia melihat kado ini. Sebagai salah satu fans berat Chanyeol, Yeri selalu berkata bahwa dia berharap bisa bertemu Chanyeol suatu hari agar bisa minta tanda tangannya. Dan sekarang impiannya sudah tercapai. Baekhyun sebetulnya berencana untuk memberitahu Yeri tentang klien barunya ini, mungkin minggu depan setelah semua hingar bingar pesta ulang tahunnnya selesai, tapi kini sepertinya dia tidak lagi bisa menyembunyikan berita ini.
"Thank you," ucapnya sambil mengembalikan kartu itu ke dalam amplopnya dan memasukkannya ke dalam tas. Dia masih tidak percaya bahwa Chanyeol telah berbuat ini untuk Yeri.
"Aku tidak yakin dengan ejaan nama keponakanmu. Ejaanku benar tidak?" Chanyeol terdengar sedikit khawatir.
"Oh... benar kok," jawab Baekhyun.
Chanyeol menatapnya selama beberapa detik sebelum kemudian mengangguk. Mereka lalu berjalan menuruni tangga. Baekhyun menemukan Jongdae dan Kibum sedang menunggu mereka di dekat tangga. Tanpa disangka-sangka, Jongdae dan Chanyeol mengantarnya dan Kibum sampai ke mobil. Kibum sedang memandangi Baekhyun dengan tatapan ingin tahu, tapi Baekhyun tidak menghiraukannya dan berjalan menuju sisi pengemudi.
"Well, that went well," ucap Kibum ketika mereka sudah berada cukup jauh dari rumah Chanyeol.
"Yes," balas Baekhyun. "Kau mau aku drop dimana?"
Seperti tidak mendengarnya Kibum melanjutkan, "He is sooooooooo sexy..."
"Kibum, he's officially our client now," ucap Baekhyun mencoba terdengar tegas tapi gagal.
"So?" Tantang Kibum.
"So kalau kau mau keep dia sebagai klien, mulai sekarang kau tidak boleh menelanjanginya dengan matamu."
Kibum kelihatan bersalah untuk beberapa detik, tapi kemudian dia berkata, " Jangan bilang padaku kalau kau tidak menyukainya."
"Aku bukannya tidak suka, tapi aku hormat padanya karena dia adalah klien kita," tandas Baekhyun, sengaja menyalahartikan kata-kata Kibum.
"Girl, I wasn't born yesterday, I know that you know that that's not what I meant," balas Kibum dengan aksen koboinya.
"Aku tidak ak ada rasa apa-apa terhadap dia selain semua yang berhubungan dengan bisnis, titik," sangkal Baekhyun cepat sehingga membuat kebohongannya terlihat sangat nyata.
Kibum terdiam selama beberapa saat sebelum berkata, " Yakin?"
"Seratus persen," balas Baekhyun.
Kibum kemudian berdiam diri lagi selama beberapa detik, memuaskan diri memandangi wajah Baekhyun, seperti sedang mencoba membaca ekspresi wajah itu. Di luar kontrol Baekhyun, wajahnya mulai memerah. Satu-satunya penyelamat baginya adalah sinar matahari yang sudah siap terbenam, sehingga membuat wajah merahnya kelihatan normal karena terkena sinar matahari sore.
Kibum mendengus. "Well, I think he likes you," ucapnya.
"Who?" Tanya Baekhyun sambil mencoba untuk mengingat apakah dia harus belok kanan atau kiri.
"Chanyeol-lah, pakai tanya lagi," balas Kibum gemas.
Mendengar itu Baekhyun langsung menoleh ke Kibum. "Of course he likes me. Aku ini akuntan yang kompeten."
Kibum menggeram. "Maksudku dia suka padamu sebagai seorang wanita."
"Sure he does karena menurutku dia suka padamu," potong Kibum.
"Dia tidak suka padaku."
"Suka."
"Tidak."
"Dude, what are we, five years old?" Desis Baekhyun akhirnya mengakhiri argumentasi itu.
"Of course not," balas Kibum dengan nada tersinggung.
Baekhyun pikir Kibum akan berhenti di situ saja, tapi kemudian dia menambahkan, "We are four," sebelum kemudian tertawa terbahak-bahak dengan leluconnya sendiri. Baekhyun mengeluarkan suara antara geraman kesal dan dengusan menahan tawa. Akhirnya Baekhyun bisa menahan tawanya dan menatap Kibum tajam.
"Girl, dia specifically memintamu. Bukan aku atau Minho, tapi kau," ucap Kibum mencoba untuk membela diri.
"Karena rekomendasi dari Tuan Jinyoung yang semakin mendukung argumentasiku bahwa dia suka padaku karena aku adalah akuntan yang kompeten," jelas Baekhyun mencoba untuk membuat Kibum mengerti duduk situasinya. "Dan kau tahu sendiri kalau Tuan Jinyoung yang minta ditransfer ke account holder lain karena dia tidak suka cara kerja Minho," lanjutnya.
"Yep. Karena Minho is a cold son of a bitch." Baekhyun mencoba untuk menahan tawanya ketika mendengar Kibum karena itulah kata-kata yang diucapkan oleh Tuan Jinyoung sebagai alasannya untuk memecat Minho. Dan Baekhyun tidak bisa menafikannya karena sejujurnya Minho adalah orang paling kaku yang pernah Baekhyun kenal.
"Tapi kenapa dia tidak memilihku? Padahal Tuan Jinyoung menyukaiku. Semua orang menyukaiku. I"m the Gay Kibum," lanjut Kibum, dan Baekhyun langsung tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata itu karena sebetulnya nama panggilan itu dulu berbunyi "I'm the Great Kibum" karena Kibum bisa meyakinkan siapa saja untuk jadi kliennya, tapi kemudian suatu hari salah satu kliennya, seorang aktris senior yang menghabiskan waktunya keluar-masuk klinik kecantikan untuk membotox wajahnya, berkata pada Yunho bahwa salah satu alasan kenapa dia menyukai Kibum adalah karena Kibum itu gay, yang dalam bahasa Inggris selain berarti dia homoseksual, juga berarti ceria. Dan semenjak itu semua orang memanggil Kibum sebagai The Gay Kibum. Sampai saat ini, mereka tidak pernah tahu gay yang manakah yang dimaksud oleh klien Kibum itu.
"Yeah, kau definitely jauh lebih baik daripada Minho," ucap Baekhyun sambil tertawa.
Mereka masih berdebat panjang lebar dalam perjalanan menuju Yongsan dimana Baekhyun menurunkan Kibum di rumahnya sebelum menuju ke pesta ulang tahun Yeri di Apgujeong.
To be continued.
