Celebrity Wedding

by

AliaZalea


Hari Senin Baekhyun tidak melihat batang hidung Chanyeol sama sekali ketika dia datang kembali ke kantornya dengan Kibum untuk melakukan observasi. Selain Kibum, Baekhyun juga membawa dua orang senior associate, Wendy dan Joy, yang ditugaskan untuk membantunya. Sebagai JP tentu saja jadwal Baekhyun sibuk dan tidak bisa selalu stand by untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh klien. Itu sebabnya kenapa Baekhyun membutuhkan associate yang akan menjaga hubungan baik dengan klien dan akan melaporkan masalah-maslah yang mereka tidak bisa atasi, kepadanya.

Kedatangan Baekhyun dan timnya hanya disambut oleh Jongdae dan beberapa staf kantor Chanyeol yang dia temui pada hari Sabtu. Baekhyun bahkan tidak melihat Kyuhyun atau Sehun dimana-mana. Jongdae meninggalkan Baekhyun dan timnya untuk bekerja setelah memperkenalkan mereka kepada Seulgi, akuntan yang selama ini bertanggung jawab mengurus pembukuan MRAM. Mereka baru bisa dikenalkan sekarang karena Seulgi baru saja kembali dari cutinya. Selama beberapa jam mereka berlima duduk di sebuah meja besar yang sudah disiapkan di salah satu ruangan di lantai dasar dan menganalisis semua informasi keuangan Chanyeol dan juga MRAM.

Melalui Seulgi, Baekhyun kini jadi lebih tahu tentang MRAM. Selain mewakili Chanyeol, perusahaan ini juga mewakili banyak artis lainnya. Beberapa di antaranya adalah sebuah band rock yang dulunya adalah bandnya Sehun sebelum dia kemudian direkrut untuk jadi drummernya Chanyeol, sebuah band dengan aliran pop yang personilnya perempuan semua, seorang selebriti yang baru saja memulai kariernya sebagai penyanyi setelah bosan dengan dunia drama, beberapa penyanyi baru jebolan Superstar K, dan banyak lagi. Sepertinya masa depan MRAM akan semakin baik kalau dilihat dari pemasukan yang didapatnya dari para penyanyi yang diwakilinya. Untuk semua artis yang mereka wakilkan, MRAM akan menarik fee sebanyak 30 persen dari pendapatan kotor mereka, yang menurut Baekhyun cukup masuk akal kalau dilihat dari berbagai macam tanggung jawab yang dijalankan oleh MRAM untuk artis tersebut. Baekhyun tahu bahwa kebanyakan perusahaan serupa akan menarik fee hingga 40 persen untuk pekerjaan yang sama. Sepertinya para artis yang diwakili oleh MRAM are in good hands.

Lain dengan dua partnernya, Chanyeol cukup aktif di dalam pengurusan MRAM. Dengan bantuan Jongdae dan timnya mereka selalu mencoba untuk mengidentifikasi bakat-bakat baru yang ada di pasaran sebelum kemudian memoles mereka untuk menjadi penyanyi terkenal. Menurut Seulgi bisnis ini benar-benar kompetitif dan mahal karena perusahaan harus banyak mengeluarkan uang untuk calon artis tersebut, mulai dari rekaman album, les vokal, sampai ke salon untuk mempercantik diri mereka, tanpa ada sebarang jaminan bahwa mereka akan bisa mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. Pada dasarnya bisnis ini dijalankan berdasarkan rasa percaya dan keyakinan yang dimiliki oleh Manajemen kepada artis yang mereka wakili dan komitmen serta kerja keras dari artis itu sendiri. Kalau semuanya berjalan lancar, maka artis itu akan terkenal dan menjual CD sebanyak-banyaknya, tapi kalau salah perhitungan, bisa jadi artis kabur dari kontrak yang sudah mereka tanda tangani atau album yang mereka keluarkan tidak laku. Intinya, segala sesuatunya harus dipertimbangkan dengan sempurna agar tidak menyebabkan kerugian pada perusahaan.

Selama melakukan observasi, entah kenapa, tapi ketidakberadaan Chanyeol membuat Baekhyun merasakan sesuatu yang kalau dia selidiki dengan lebih teliti akan terasa seperti kekecewaan, maka dia memutuskan untuk tidak menghiraukan perasaan itu. Dia hanya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi karena Chanyeol telah memberikan kartu itu untuk Yeri itu saja, ucap Baekhyun pada dirinya sendiri. Tapi dia tahu bahwa dia sudah membohongi dirinya sendiri, karena setiap kali mendengar ada langkah yang mendekati ruangan tempatnya bekerja dia langsung menegakkan tubuh, menajamkan telinga, dan melirik ke arah pintu masuk. Menunggu... bukan, bukan menunggu, tapi mengharapkan bahwa langkah tersebut adalah milik Chanyeol. Tetapi stelah beberapa kesalahan, akhirnya Baekhyun berhenti berharap bahwa dia akan bisa melihat Chanyeol hari ini.

Kira-kira apa jadwal Chanyeol hari ini? pikir Baekhyun. Ketika dia sampai tadi pagi pukul sembilan, dia menyempatkan diri untuk melirik deretan mobil yang ada di dalam garasi dan halaman depan rumah Chanyeol. Terima kasih atas informasi daftar harta yang dia lihat hari Sabtu, dia tahu bahwa Range Rover penyanyi itu tidak ada pada deretan tersebut. Jadi bisa disimpulkan bahwa Chanyeol kemungkinan sedang tidak ada di rumah. Kibum yang melihat kegelisahannya berkali-kali menanyakan apakah Baekhyun baik-baik saja karena dia merasa bahwa Baekhyun agak kurang fokus, dan setiap kali Baekhyun menjawab bahwa dia baik-baik saja. Setelah dua jam dan masih juga tidak mendapatkan jawaban yang jujur atas pertanyaannya, akhirnya Kibum membiarkan Baekhyun sendiri dengan pikirannya dan mereka bekerja dalam diam.


Pukul dua belas siang ketika mereka sedang makan siang Baekhyun mendengar suara batu kerikil yang dilindas mobil. Tidak lama kemudian terdengar suara pintu depan dibuka. Baekhyun mendengar suara langkah berat yang hanya akan dimiliki oleh seorang laki-laki, semakin mendekat dan di luar kontrolnya jantungnya langsung berdetak lebih cepat. Makanan yang ada di dalam mulutnya langsung hilang rasanya. Oh my God, he is getting closer! Oke Baekhyun, santai... jangan panik.

Tapi semua ketakutan dan antisipasi menghilang begitu Baekhyun mendengar suara Seulgi, "Halo, Sehun. Tumben jam segini sudah datang. Sudah makan?"

Seperti ada air es yang diguyurkan di atas kepalanya Baekhyun langsung mengembuskan napas lega. Bukan Chanyeol, ucapnya dalam hati.

"Sudah tadi di rumah," jawab Sehun lalu melambaikan tangannya pada Baekhyun dan Kibum. "Chanyeol kemana, Seul? Kulihat Range Rover-nya tidak ada," lanjutnya sambil membuka pintu lemari es dan menyisiri isinya sebelum kemudian menutupnya kembali tanpa mengambil apa-apa.

"Kata Jongdae dia pergi mengantar Nyonya Youngmi ke dokter."

Akhirnyaaaaa! Dapat juga Baekhyun informasi keberadaan Chanyeol.

"Memangnya seberapa sering sih Nyonya Youngmi perlu check up diabetesnya?" Tanya Sehun lagi. "Perasaan Chanyeol baru mengantar beliau ke dokter dua minggu yang lalu," sambungnya.

"Ini ke dokter mata, bukan diabetes," teriak Seulgi dari dapur.

"Memangnya mata Nyonya Youngmi kambuh?"

"Tidak, hanya pergi check up saja."

Sehun menutup mulutnya sambil manggut-manggut.

"Pergi jam berapa dia tadi?" Tanya Sehun

"Aku juga tidak tahu, tapi tadi pagi ketika aku datang jam delapan, dia sudah tidak ada."

"Jangan-jangan dia tidak tidur lagi tadi. Karena kita baru selesai sekitar jam lima."

"Bisa jadi. Kau tahu sendiri kalau dia biasanya belum betul-betul bangun sampai sekitar tengah hari. Mudah-mudahan dia cukup sadar untuk bawa mobil." Seulgi terdengar agak khawatir.

Hubungan Seulgi dengan Sehun dan Chanyeol kelihatan cukup rapat dari cara mereka berbicara dengan satu sama lain yang sudah seperti teman.

"Kira-kira jam berapa dia kembali?" Tanya Sehun.

"Paling sebentar lagi juga sampai," jawab Seulgi dan menenggak habis air putihnya hingga gelas itu kosong.

"Mmmhhhh. Ya sudah, kalau nanti dia pulang dan mencariku, aku ada diatas ya," ucap Sehun, lalu dia berdiri dari kursinya dan sekali lagi melambaikan tangannya kepada Baekhyun sebelum menghilang.

Setelah makan siang Baekhyun dan timnya pun kembali tenggelam dalam pekerjaannya. Baekhyun tidak melihat Sehun lagi atau Chanyeol sampai dia pamit pulang pukul empat sore. Ketika keluar rumah, Baekyun melihat bahwa Range Rover Chanyeol sudah terpakir di garasi yang menandakan bahwa dia sudah pulang. Baekhyun berpura-pura tidak peduli bahwa Chanyeol bahkan tidak menyempatkan diri untuk say hello kepadanya, tapi sejujurnya dia merasa agak sedikit kesal pada kliennya itu.


Chanyeol mengenali Honda City warna emas yang diparkir dihalaman rumahnya ketika dia pulang dari dokter, namun bukannya menuju ke ruangan tempat Baekhyun sedang bekerja, dia langsung menuju studionya. Chanyeol tidak bisa menjelaskan tingkah lakunya yang jelas-jelas mencoba menghindari Baekhyun. Chanyeol tidak pernah menghindari perempuan manapun, women loves him and he loves them, it's that simple. Chanyeol tidak pernah tertarik pada perempuan diatas umur 30 tahun karena mereka terlalu bossy, suka sok menggurui, dan buntutnya mencoba mengatur hidupnya, dan Baekhyun jelas-jelas masuk ke dalam kategori ini. Itu sebabnya Irene, pacarnya, memiliki karakteristik ygan betul-betul bertolak belakang dengan Baekhyun, tapi kenapa selama dua hari ini yang ada di kepalanya adalah Baekhyun, bukannya Irene? Chanyeol menyalahkan blus hijau yang dikenakan oleh Baekhyun terakhir kali dia melihatnya. Pasti itu menyebabkan keresahannya ini.

Chanyeol duduk di atas bangku piano di dalam studionya dan mulai menekan beberapa tuts mencoba untuk mencari nada yang sesuain dengan moodnya. Chanyeol sudah menulis satu bait lagu ketika Sehun menemukannya sejam kemudian.

"Jam berapa kau kembali tadi?" Tanya Sehun dengan suara sedikit mengantuk.

"Jam tiga," balas Chanyeol tanpa menatap Sehun.

"Ibumu bagaimana kabarnya?"

"Baik-baik saja."

Sehun melihat bahwa Chanyeol hari ini lebih moody daripada biasanya.

"Itu lagu melankolis sekali Yeol, untuk Irene?" Ucap Sehun sambil melangkah menuju set drumnya.

Chanyeol hanya mendengus, kemudian ketika melihat bahwa kaus yang dikenakan Sehun kelihatan agak kusut seperti baru saja bangun tidur dia berkata, "Jangan bilang padaku bahwa kau tidur di tempatku lagi."

"Tentu saja aku tidur di tempat tidurmu," balas Sehun cuek sambil memutar-mutar stick drumnya.

"Kau kenapa sih suka sekali tidur di kamarku padahal aku sudah memberi kamar tidur tamu untukmu kalau misalnya kau mau istirahat."

"Kamar tidur tamu baunya seperti kemenyan."

Chanyeol berhenti memainkan piano dan berkata, "Itu bukan menyan, tapi potpourri, yang Ibuku beli di Marks & Spencer."

"Baunya sama saja. Kadang-kadang kalau tidur disitu aku was-was tiba-tiba hantu muncul." Untuk meyakinkan Chanyeol, Sehun menirukan suara hantu wanita yang tertawa cekikikan.

Chanyeol tertawa melihat kelakuan Sehun yang pada saat itu sama sekali tidak terlihat seperti drummer paling tampan satu Korea Selatan.

"Itu bau lavender, harusnya bisa membuatmu relaks seperti sedang di spa," Chanyeol mencoba menjelaskan.

"Aku tidak peduli, pokoknya itu kamar baunya seperti kuburan."

Chanyeol menutup diskusi itu dengan mulai menekan tuts pianonya lagi.

"Kau tadi sempat bertemu Baekhyun tidak?" Tanya Sehun.

Chanyeol langsung menekan tuts yang salah ketika mendengar nama Baekhyun disebut-sebut.

"Tidak," jawabnya pendek. "Memangnya kenapa kau bertanya?" Lanjutnya ketika Sehun tidak mengatakan apa-apa lagi tentang Baekhyun.

"Tidak ada. Omong-omong dia cute juga ya kalau dilihat-lihat."

Chanyeol langsung menatap drummernya, mencoba membaca ekspresi wajahnya. Dia tidak tahu kenapa orang tidak pernah menggosipkan Sehun yang tidak-tidak kalau sudah menyangkut masalah perempuan. Media selalu menggambarkan Sehun seakan-akan dia seorang malaikat, padahal kalau dihitung-hitung Sehun lebih banyak menghancurkan hati kaum wanita daripada dirinya. Betul-betul tidak adil.

"Sehun, dia off-limits." Suara Chanyeol terdengar lebih tajam daripada yang dia inginkan ketika mengatakan ini.

Sehun yang menyadari bahwa dirinya sedang diperingati oleh Chanyeol berhenti memutar-mutar stick drumnya. "What?" Tanyanya langsung.

"Pokoknya off-limits," ucap Chanyeol sekali lagi.

Sehun hanya memutar bola matanya melihat reaksi Chanyeol. "Okay fine. Kau berkelakuan kesannya kita tinggal di hutan saja. Tidak perlu teritorial begitu."

"Aku tidak teritorial."

"Of course you're not," balas Sehun dengan nada sinis. "Kalau kau suka pada Baekhyun, kau tinggal bilang padaku dan aku tidak akan mendekati dia. So, kau menyukai Baekhyun?"

"Dude, dia itu akuntanku."

"So what?"

"Dan aku sudah punya kekasih."

Sehun mendengus. "Yeah right. Seperti kau ini tipe laki-laki yang setia aja. Sekali lagi aku tanya, apa kau menyukai Baekhyun?"

Chanyeol menggigit lidahnya dan berkata, "No."

"Oke, kalau begitu dia fair game denganku."

Dan Chanyeol harus menarik napas agar tidak loncat dari kursi piano saat itu juga untuk mencekik Sehun.


Sebulan berlalu dan Baekhyun masih tidak berkesempatan untuk bertemu muka lagi dengan Chanyeol karena setelah hari itu tidak ada masalah pembukuan besar yang memerlukan kedatangannya ke kantor Chanyeol lagi. Baekhyun membiarkan Wendy dan Joy melakukan kunjungan mereka tanpanya, sebagaimana bisnis ini pada umumnya berjalan. Dalam hati Baekhyun bersyukur bahwa dia tidak perlu lagi bertemu dengan Chanyeol karena itu berarti bahwa timnya telah melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Kalau ada masalah tentunya Seulgi sudah mengeluh kepadanya. Mesipun begitu, Baekhyun tidak bisa menghentikan dirinya untuk mulai memperhatikan gerak-gerik Chanyeol setiap kali dia muncul di TV.

Beberapa hari yang lalu Chanyeol sekali lagi terkena masalah dengan wartawan yang terlalu bersemangat untuk mengambil fotonya sehingga tidak sengaja mendorong Nyonya Youngmi yang sedang berjalan di sampingnya. Dan tanpa mengeluarkan kata-kata, Chanyeol langsung melindungi Ibunya dengan tubuhnya dan dengan tangan kanan dia mendorong wartawan tadi sehingga jatuh terduduk di aspal. Kejadian itu terekam oleh beberapa wartawan infotaiment dengan sempurna dan diputar berkali-kali di TV. Ketika menonton video itu Baekhyun melihat bahwa ujung bibir Chanyeol jadi kaku sebelum dia mendorong wartawan itu dengan kekuatan penuh, kemudian meninggalkan tempat kejadian tanpa menoleh lagi.

Reaksi yang sama juga ia dapati ketika Chanyeol diwawancara oleh mantan pelawak yang alih profesi menjadi pembawa acara mengenai proses penulisan musiknya. Wawancara itu berjalan cukup lancar sampai ketika Chanyeol ditanya apakah dia berniat untuk lebih serius dengan Irene. Chanyeol menjawab pertanyaan itu secara diplomatis dengan berkata, "Untuk saat sekarang kami masih sama-sama belajar tentang satu sama lain. Kita lihat saja nanti bagaimana."

Tentunya sang pembawa acara tidak puas dengan jawaban itu dan mencoba mencecar Chanyeol. Pemuda itu masih menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan padanya dengan cukup sopan, tapi kelihatan sangat tidak comfrotable. Dan kelihatannya si pewawancara sama sekali tidak melihat efek dari pertanyaan-pertanyaannya ini kepada Chanyeol. Untung saja pembawa acara itu kemudian menyerah setelah selama sepuluh menit menanyakan hal yang sama tanpa mendapat jawaban. Baekhyun yakin Chanyeol sudah siap untuk menonjok wajah pembawa acara itu.


To be continued.


Hai guys apakah ada yg masih nunggu ff ini? wkwkwk

Btw, happy belated birthday bapak pisiway! Gemes bgt pas kemarin potongan kue pertama dari Chanyeol yang buat Baekhyun malah jatuh tapi sama Baekhyun tetep dimakan dong

Oiya barusan dapet kabar kalo EXO bakalan ketemu sama cast film 6 Underground yang mana ada Ryan Reynolds dan artinya Chanyeol bakalan ketemu sama Deadpool dong HAHAHA