Celebrity Wedding
by
AliaZalea
Seminggu kemudian Chanyeol dan Baekhyun menandatangani pre-nup mereka. Dalam pre-nup tersebut, mereka menyetujui beberapa hal, seperti:
1. Mereka harus MENIKAH DALAM WAKTU 3 BULAN dan harus tetap menikah hingga setahun dari tanggal perjanjian ditandatangani.
2. Harus TINGGAL SATU ATAP SELAMA MENIKAH, dan karena apartemen Baekhyun jelas-jelas lebih kecil daripada rumah Chanyeol, Baekhyun harus mengalah dan pindah ke rumah Chanyeol.
3. Mereka setuju PISAH KAMAR TIDUR.
4. TIDAK TERLIBAT AKTIVITAS SEKSUAL dengan satu sama lain atau orang lain.
5. (Setelah debat panjang lebar dengan Chanyeol yang tidak mengerti kenapa Baekhyun masih mau bekerja pada tempat yang jelas-jelas tidak menghargainya, dan Baekhyun yang bingung kenapa Chanyeol peduli dengan kesejahteraannya, akhirnya...) CHANYEOL SETUJU MENCARI KANTOR AKUNTAN PUBLIK LAIN SETELAH MEREKA MENIKAH (karena Baekhyun tetap menolak berhenti kerja dari firma Jung Yunho).
6. Selama menikah, Chanyeol harus MEMENUHI SEMUA PERMINTAAN FINANSIAL yang diajukan Baekhyun tanpa ada bantahan darinya.
7. Mereka setuju TIDAK MEMBEBERKAN RAHASA INI kepada siapapun (termasuk kepada keluarga Baekhyun), pun setelah masa perjanjian ini berakhir.
8. Baekhyun setuju menjalankan tugasnya sebagai istri di muka umum dengan MENDAMPINGI CHANYEOL pada beberapa acara publik yang harus dia hadiri. Dan Chanyeol setuju menjadi suami yang baik dan mendampingi Baekhyun pada acara keluarga.
9. MENJALANI KEHIDUPAN YANG TERPISAH DI LUAR PERJANJIAN INI. Masing-masing tidak boleh mengatur kehidupan yang lainnya di luar dari yang sudah disetujui.
10. Sebagai kompromi, daripada Chanyeol membayar Baekhyun setiap bulan atas jasanya, CHANYEOL AKAN MENTRASFER 50 JUTA WON KE ACCOUNT BANK BAEKHYUN pada akhir perjanjian mereka kalau Baekhyun masih tetap berstatus sebagai istri Chanyeol hingga saat itu.
Hanya segelintir orang yang tahu tentang penandatanganan perjanjian ini, mereka adalah Chanyeol dan Baekhyun sendiri, Jongdae, Nyonya Youngmi, Sehun (sebagai saksi dari pihak Chanyeol), Jessica (dari pihak Baekhyun), Kyuhyun (sebagai pengacara dari pihak Chanyeol) dan Victoria (dari pihak Baekhyun).
Pertama kali Jessica, teman baiknya sewaktu kuliah di Amerika, menerima telpon dari Baekhyun yang memintanya untuk datang ke apartemennya karena ada urusan yang sangat penting untuk dibahas beberapa hari yang lalu, Jessica khawatir bahwa dia akan menerima berita yang sangat parah sehingga wajahnya pucat ketika sampai di apartemen teman baiknya itu.
"Kau sakit kanker, ya?" Teriak Jessica begitu Baekhyun membuka pintu.
Baekhyun hanya bisa menatap temannya sambil bengong. "Hah?"
Jessica langsung memasuki apartemen tanpa permisi lagi. "Apa yang dokter bilang? Kau harus pergi ke Taeyeon Unnie dan meminta second opinion, kau pasti bisa sembuh. Kankernya belum parah, kan? Sudah stadium berapa?"
Baekhyun menutup pintu dan menatap Jessica sambil mencoba menahan senyumnya. "Aku tidak sakit kanker, Jess," ucapnya.
"Hah?! Benarkah? Jangan main-main. Aku sudah menyetir seperti orang gila kesini, hampir saja kena tilang polisi, belum lagi..."
"Aku mau kau menjadi saksi tanda tangan pre-nupku dengan Chanyeol," potong Baekhyun.
Jessica menatap Baekhyun dengan bingung selama beberapa detik sebelum berkata, " Pre-nup? Seperti prenuptial agreement?"
Baekhyun mengangguk. "Dan Chanyeol yang kau maksud itu Park Chanyeol?"
Sekali lagi Baekhyun mengangguk dan Jessica hanya bisa melongo beberapa saat. Baekhyun lalu menuntun Jessica ke sofa dan menceritakan tentang penawaran Chanyeol, kenapa Chanyeol memilih dirinya, kenapa dia bahkan mempertimbangkan penawaran ini dengan serius, tentang perasaannya terhadap keluarganya yang tidak pernah menghormati keputusannya, dan keinginan untuk menunjukkan bahwa dia bisa mengambil keputusan sendiri. Jessica awalnya kelihatan terkejut karena Baekhyun tidak pernah bercerita kepadanya tentang Chanyeol sebelum ini, tapi dia hanya mendengarkan dengan seksama tanpa interupsi.
"So here we are," Baekhyun mengakhiri ceritanya. "Bagaimana, Jess?"
Jessica terdiam selama beberapa saat. "Menurutku ini rencana gila, Baek," ucapnya sambil menatap Baekhyun sedalam-dalamnya, mencoba mengerti situasinya.
Baekhyun mengembuskan napas putus asa. Dia tidak tahu siapa lagi yang bisa dia mintakan tolong kalau Jessica menolak menjadi saksi. Saksi perjanjian ini tidak boleh memiliki hubungan darah dengannya, dan Baekhyun tidak mengenal banyak orang yang bisa dia percaya penuh.
"Kapan kita harus tanda tangan?" Tanya Jessica.
"Secepatnya," balas Baekhyun.
Jessica masih kelihatan ragu beberapa menit, keningnya berkerut dan mulutnya tertutup rapat, tetapi kemudian satu per satu otot-otot pada wajahnya berkurang ketegangannya dan Baekhyun tahu bahwa Jessica mengerti. "Oke. Aku akan membantumu. Sudah waktunya keluargamu berhenti mengatur hidupmu," ucap Jessica pasti.
Baekhyun langsung loncat memeluk temannya dan mengucapkan terima kasih berkali-kali.
"Oke, oke, stop dulu. Aku mau bertanya sesuatu padamu." Jessica mencoba melepaskan diri dari bear hug yang diberikan oleh Baekhyun padanya.
Baekhyun langsung melepaskannya dan duduk kembali di sofa.
"Apa kau yakin dengan keputusanmu ini? Kau tahu kan reputasi Chanyeol itu seperti apa?"
"Bukannya kau menyukai Chanyeol?" Balas Baekhyun dengan nada sedikit meledek mengingat bahwa Jessica selalu memuji bakat musik Chanyeol.
"Aku menyukainya sebagai musisi, bukan sebagai calon suamimu."
"Why?"
"Chanyeol itu... an overrated spoiled man-boy yang merasa bahwa dia punya hak untuk memperlakukan perempuan like shit." Baekhyun sudah siap membela Chanyeol, tapi kemudian setelah di pikir-pikir lagi kata-kata Jessica itu mengena sekali. Akhirnya Baekhyun hanya diam saja dan Jessica melanjutkan, "Aku cuma tidak mau kau sakit hati nantinya gara-gara Chanyeol hanya karena kau mau menunjukkan pada keluargamu bahwa kau bisa mengambil keputusan sendiri."
"Aku tidak akan membiarkan Chanyeol menyakiti. I promise," ucap Baekhyun cepat.
"Are you sure about this?" Tanya Jessica masih ragu.
"I'm sure."
Jessica sekali lagi terdiam selama beberapa menit, sebelum akhirnya berkata dengan nada pasrah, "Oke."
Dan seminggu setelah pre-nup ditandatangani, Baekhyun membawa Chanyeol menemui keluarganya. Baekhyun melirik cincin pertunangan dari Chanyeol, yang dihiasi berlian 4 karat berwarna pink, yang sekarang melingkari jari manis tangan kirinya. Baekhyun menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan-lahan. Hari ini dia akan menghadapi "Judgment Day" dengan membawa Chanyeol menghadiri acara ulang tahun Ayahnya yang ke-75 Sabtu siang ini. Hari ini dia akan menunjukkan kepada keluarganya bahwa dia tidak akan lagi tunduk dengan segala peraturan dan perintah mereka. Dia akan menikah dengan Chanyeol, tidak peduli bahwa keluarganya akan setuju atau tidak. Toh dia adalah wanita dewasa yang mampu mengambil keputusannya sendiri.
"Kau siap?" Tanya Baekhyun dengan agak gugup kepada Chanyeol yang sedang mencoba memarkir paralel mobilnya diantara dua Kijang.
"Iya, aku siap," jawab Chanyeol pendek.
Baekhyun melihat jejeran mobil yang diparkir di depan rumah orang tuanya. Dua sisi jalan sudah penuh dengan mobil parkir. Acara ulang tahun ini memang tidak besar, hanya untuk keluarga, kerabat dekat, dan teman-teman orang tuanya saja. Tetapi seharusnya dia sudah tahu bahwa Ayah dan Ibunya memiliki banyak teman.
"Pokoknya kita cuma perlu ada disini selama 1 jam saja. Setelah mengumumkan pertunangan kita, kita bisa pulang." Baekhyun mencoba tidak terdengar panik dan gagal sepenuhnya.
"Oke," balas Chanyeol pendek.
"Keluargaku besar dan berisik, jadi kau jangan jauh-jauh dariku karena aku tidak bisa menolongmu kalau kau sampai dikeroyok oleh mereka."
"Kenapa mereka akan mengeroyokku?"
"Karena ini adalah kali pertama kalinya aku membawa laki-laki untuk bertemu mereka setelah 2 tahun dan karena kau adalah Park Chanyeol."
Ketika Chanyeol mematikan mesin mobil, Baekhyun segera membuka pintu setelah meraih kado yang Chanyeol... (koreksi) dia dan Chanyeol beli untuk Ayahnya.
"Aku yakin banyak dari mereka kemungkinan tidak mengenaliku," ucap Chanyeol cuek ketika dia sudah berdiri di samping Baekhyun, menunggu hingga jalanan agak sedikit lengang dari mobil yang berlalu-lalang.
"Kau bercanda," balas Baekhyun.
Chanyeol hanya mengangkat bahunya dan tidak membalas kata-kata Baekhyun. Ketika tidak ada lagi mobil yang melintas, tanpa disangka-sangka, Chanyeol langsung meraih kado yang digenggam oleh Baekhyun dan menggandengnya memasuki rumah orangtuanya.
Chanyeol tidak tahu apa yang akan dia hadapi ketika mereka memasuki rumah orang tua Baekhyun. Dia berpikir akan mendengar suara anak-anak kecil berteriak-teriak dan percakapan banyak orang pada saat yang bersamaan. Tetapi ketika mereka melangkah ke dalam ruangan yang kelihatan seperti ruang tamu berukuran super besar, beberapa mata langsung mengarah kepada mereka dan perlahan-lahan percakapan mereda, hingga sunyi senyap. Di dalam genggamannya, Baekhyun meremas tangannya dan ketika Chanyeol melirik, dia melihat bahwa Baekhyun kelihatan sedikit panik. Seberapapun Chanyeol tidak menyukai Ibunya, dia tidak pernah kelihatan seperti seseorang yang siap disembelih ketika akan bertemu dengan keluarganya. Apa yang telah dilakukan oleh keluarga Baekhyun padanya sehingga membuatnya sebegini tidak nyaman dengan dirinya sendiri? Dan tiba-tiba Chanyeol merasa bahwa dia harus berusaha sebisa mungkin melindungi Baekhyun, apa pun yang terjadi.
"Daripada kita berdiri disini seperti tamu tidak diundang, bagaimana kalau kau mengenalkanku pada orang tuamu," bisik Chanyeol.
Kemudian dia mendengar suara berat menyebut nama Baekhyun dan perhatian semua orang beralih kepada seorang laki-laki dengan rambut yang sudah putih semua berjalan ke arah mereka dengan bantuan sebuah tongkat.
"Ayah," ucap Baekhyun dan langsung bergegas menuju orang tua itu.
Tanpa ragu-ragu Chanyeol langsung mengikutinya.
"Selamat ulang tahun, Ayah." Baekhyun memeluk dan mencium pipi Ayahnya sebelum kemudian memperkenalkan Chanyeol.
"Ayah, ini Chanyeol... kekasihku." Suara Baekhyun terdengar seperti tikus terjepit ketika mengatakannya.
Chanyeol mendengar beberapa orang menarik napas terkejut ketika mendengar pernyataan ini, dan memecahkan keheningan dengan mulai berbicara pada saat yang bersamaan. Diantara keramaian, Chanyeol menyadari bahwa Ayah Baekhyun sedang menatapnya, tetapi beliau tidak berkata apa-apa.
"Selamat ulang tahun, Paman." Chanyeol menyodorkan tangannya dengan pasti kepada Ayah Baekhyun yang menyalaminya dengan agak ragu. Kemudian, "Ini kado dari kami berdua. Baekhyun bilang Paman adalah fans Presiden John F. Kennedy. Ini biografinya," lanjutnya sambil mempersembahkan kado itu.
Calon ayah mertuanya ini langsung mengistirahatkan tongkat yang di genggamannya pada pahanya dan meraih kado itu. "Aku memang fans beratnya Kennedy," ucapnya dengan suara yang terdengar serak seperti seseorang yang terlalu banyak merokok. Kemudian beliau meraih kacamata baca dari saku kemejanya. Setelah memasang kacamata, beliau menarik pita merah yang mengikat buku hard cover itu dan membuka-buka halamannya yang penuh dengan foto-foto Presiden Kennedy.
Chanyeol mengalihkan perhatiannya kepada Baekhyun yang sedang tersenyum padanya dan Chanyeol menyalahkan hal ini kepada refleks, dia langsung menarik Baekhyun dalam pelukannya.
"Terima kasih, ya." Kata-kata Ayah Baekhyun menarik perhatian Chanyeol dari wajah Baekhyun.
"Baekhyun, kau kenalkan kekasihmu ini pada Ibumu, dia ada di halaman belakang," ucapnya sebelum kemudian perlahan-lahan berjalan menuju sekumpulan orang tua yang kemungkinan besar adalah teman-temannya.
Mereka baru saja akan beranjak mencari Ibu Baekhyun ketika orang yang dicari muncul dengan langkah yang sedikit tergesa-gesa, rupanya seseorang telah memberitahunya tentang kedatangan Chanyeol.
"Eeeehhhh... ada tamu selebriti rupanya," ucapnya dengan keras sambil berjalan menuju Chanyeol.
Telinga Chanyeol mungkin salah, tapi dia bersumpah bahwa dia mendengar Baekhyun menggeram, "Oh, dear God, kill me now."
Mereka memang berencana hanya akan berada di acara ini selama 1 jam saja, tetapi ternyata 1 jam berlanjut ke 2 jam, kemudian 3 jam, dan tanpa disadari Chanyeol dan Baekhyun, tamu-tamu sudah mulai berpamitan dan jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Selama 1 jam pertama Chanyeol dibawa keliling oleh Baekhyun untuk diperkenalkan kepada anggota keluarganya. Tentu saja Baekhyun mulai dengan mengenalkannya kepada keluarga dekatnya. Kemudian Chanyeol dikenalkan kepada paman, bibi dan sepupu-sepupu Baekhyun, sebelum dia bisa ingat nama mereka, dia sudah digeret oleh Yeri, keponakan Baekhyun yang ternyata fans beratnya, yang dengan bangganya memperkenalkannya kepada sepupu-sepupunya.
Pada akhir jam pertama Chanyeol bisa menyimpulkan bahwa Baekhyun tidak mengada-ada ketika berkata bahwa keluarganya besar dan berisik. Ibu Baekhyun adalah nomor dua dari tujuh bersaudara. Ditambah dengan anak-anak mereka yang merupakan para sepupu Baekhyun dan anak-anak dari para sepupu ini, rumah itu sudah sperti Woostock ramainya. Bagi seseorang yang merupakan anak tunggal dan kedua orang tuanya yang berasal dari dua kakak-beradik saja, jumlah anggota keluarga Baekhyun membuat Chanyeol agak-agak terkesima.
Jam kedua dilalui Chanyeol untuk melayani mereka yang ingin meminta tanda tangan, foto bersama, bahkan mencium dan memeluknya, tapi kebanyakan dari mereka hanya menatapnya ingin tahu dari kejauhan. Belum ada yang mengeroyoknya, tapi itu mungkin karena Baekhyun sudah membisikkan ultimatum kepada keluarganya agar tidak melakukannya. Semakin lama dia dikelilingi oleh keluarga besar yang menerimanya dengan tangan terbuka ini, semakin dia lupa bahwa kehadirannya disini adalah hanya pura-pura saja.
To be continued.
Ada yg masih nunggu cerita ini? WKWK oiya per chapter emang pendek karena aku ngikut chapter yg ada di novelnya guys. Kalo kalian pernah baca novel ini pasti kalian tau kalo bahasa yg digunakan non baku jadi aku harus edit biar jadi bahasa yg baku makanya agak lama juga aku editnya hehe
Sebenernya buat judul chapter kemarin itu The Not At All Romantic Proposal tapi kepotong karena kepanjangan
