Celebrity Wedding
by
AliaZalea
Selama beberapa minggu setelah malam acara amal itu, Chanyeol mencoba sebisa mungkin menghindari Baekhyun. Mereka memang masih muncul di beberapa acara publik lainnya setelah itu, tapi Chanyeol berusaha membawa Baekhyun ke tengah keramaian agar dia tidak harus sendirian dengannya. Dan kalau ada situasi dimana mereka hanya berdua saja, dia mencoba menjaga percakapan mereka agar tetap profesional. Dia toh tidak perlu tahu brand kopi kesukaannya, warna favoritnya, ritual apa yang dia biasa lakukan sebelum tidur, kapan pertama kali dia dicium oleh laki-laki, dan yang jelas dia tidak perlu tahu apakah Baekhyun lebih suka menggosok gigi sebelum mandi atau sesudah mandi. Tapi semakin dia menghabiskan waktu dengan Baekhyun, semakin banyak pertanyaan bersifat pribadi yang dia ingin tanyakan padanya, dan itu membuatnya freak out.
Selama ini orang selalu menyangka bahwa dia phobia dengan komitmen, oleh sebab itu di masih juga belum menikah, tapi sebetulnya apa yang dia takutkan bagi dirinya adalah kehilangan kontrol. Itu sebabnya dia tidak pernah mau memacari wanita yang sukses dan mandiri seperti Baekhyun, karena meskipun dia menyukai tipe wanita seperti ini, tetapi dia tidak bisa membiarkan dirinya mencintai mereka. Kebanyakan wanita seperti ini sudah terlalu terbiasa hidup sendiri yang penuh dengan rutinitas dan kontrol, sehingga mereka mengalami masalah dalam mencari pasangan yang ideal karena mereka menolak mengompromi diri mereka untuk seorang laki-laki yang akhirnya hanya akan mengontrol diri mereka. Dan inilah karakteristik yang dia hormati dari seorang wanita, seseorang yang tidak malu-malu mengeluarkan pendapat atau argumentasi kalau dia melihat sesuatu yang tidak pada tempatnya. Tapi melihat hubungan Ayah dan Ibunya, Chanyeol tahu bahwa wanita jenis Baekhyun akan membuatnya kehilangan kontrol akan kehidupannya sebelum akhirnya meninggalkannya patah hati dan kecewa, seperti Ibunya yang mengecewakan Ayahnya.
Dia tidak pernah ada masalah menghindari berhadapan dengan wanita tipe Baekhyun, karena selalu mempunyai pilihan untuk memutuskan hubungan itu sebelum menjadi terlalu serius. Tapi dengan Baekhyun, dia stuck. Mereka akan segera menikah, yang berarti bahwa mereka akan tinggal sama-sama, dimana dia akan bertemu dengannya setiap hari. Bayangan bahwa dia tidak bisa lagi menghindari Baekhyun setelah mereka menikah membuatnya panas dingin.
Bulan Juni pun tiba dan pernikahan paling menggemparkan Korea Selatan sepanjang tahun akan dilaksanakan. 75% wanita di Korea Selatan siap untuk membunuh Baekhyun semenjak pertunangan mereka diumumkan pada bulan April, tapi jumlah itu sekarang sudah naik menjadi 90%. Seumur hidup Baekhyun tidak pernah merasakan permusuhan blak-blakan dari orang-orang yang bahkan tidak dia kenal. Komentar yang dilemparkan oleh masyarakat tentangnya kebanyakan terdengar sinis dan tidak bersahabat. Meskipun begitu, Baekhyun tidak menyalahkan para pemberi komentar, karena dari pandangan mereka, dia adalah wanita yang sudah merebut Chanyeol dari mereka. Baekhyun selalu mengingatkan dirinya bahwa kalau saja dia sudah menjalin hubungan dengan Chanyeol lebih lama, maka masyarakat mungkin tidak akan terlalu terkejut dan bisa menerimanya dengan tangan terbuka, tapi dia tahu bahwa itu tidak benar. Mereka tetap akan membencinya, tidak peduli apa yang dia lakukan.
Berita tentang pernikahan mereka sudah tersebar dimana-mana semenjak mereka mengumumkannya April lalu. Terkadang berita itu penuh dengan fakta, contohnya informasi tentang nama kedua mempelai dan lokasi pernikahan mereka, tetapi banyak juga berita yang mengada-ada, seperti ketika satu tabloid melaporkan bahwa ada konfrontasi antara Irene dan Baekhyun karena memperebutkan Chanyeol, sesuatu yang jelas-jelas tidak pernah terjadi karena Irene bahkan tidak ada di Seoul sepanjang bulan menjelang pernikahan. Awalnya Baekhyun merasa agak sedikit terganggu dengan semua berita tidak benar ini, tetapi Chanyeol mengajarkannya satu trik yang ampuh, yaitu tidak menghiraukan semua berita yang tidak benar itu.
Dari semua orang yang mendengar berita pertunangan mereka, yang paling shock tentulah orang-orang kantor Baekhyun. Terutama Kibum yang awalnya merasa sangat tersinggung karena Baekhyun tidak pernah menceritakan apa-apa tentang Chanyeol padanya. Karena tidak bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, Baekhyun harus mengarang cerita bahwa Jongdae-lah yang memintanya menyimpan rahasia ini sampai Chanyeol siap untuk mengumumkannya kepada publik. Baekhyun bersyukur bahwa Kibum kelihatan bisa menerima penjelasan itu. Dalam hati Baekhyun meminta maaf kepada Jongdae karena sudah menyalahgunakan namanya. Kibum tidak menyinggung-nyinggung soal Irene dan bayinya. Memang Joy dan Wendy tidak bisa menahan diri untuk berceloteh ke semua orang yang mau mendengarnya begitu tahu Chanyeol bukan ayah bayi Irene. Untung saja Baekhyun berhasil mengontrol keadaan sebelum mereka mengatakan bahwa Mino-lah ayah bayinya Irene. Baekhyun bersyukur bahwa semua staf di kantornya diwajibkan menandatangani surat perjanjian non disclosure ketika mereka dipekerjakan, yang menyatakan bahwa mereka tidak boleh membeberkan informasi apapun tentang klien-klien mereka kepada publik, karena kalau tidak, Baekhyun yakin bahwa perusahaan mereka pasti akan sering kena tuntut.
Tentu saja semua koleganya ingin tahu bagaimana hubungannya dengan Chanyeol akan berdampak kepada status Chanyeol sebagai klien. Baekhyun berpikir bahwa Yunho akan memecatnya karena sudah melanggar etika bisnis, tapi ternyata ketika Baekhyun sampai di kantor hari Senin pagi, beliau hanya memeluk Baekhyun dengan hangat dan mengucapkan selamat padanya. Ketika Baekhyun berusaha minta maaf padanya dengan mengatakan bahwa Chanyeol kemungkinan besar harus mencari kantor akuntan publik lain setelah mereka menikah, Yunho hanya berkata, "Klien selalu datang dan pergi, tapi kau, nah, kau tidak ada gantinya." Selain itu beliau bahkan memperbolehkan Baekhyun membantu transisi Chanyeol, Nyonya Youngmi dan MRAM ke perusahaan akuntan publik lain bulan depan. Untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun belakangan ini, Baekhyun merasa dihargai oleh bosnya.
Upacara pemberkatan dijalankan cukup private dengan hanya dihadiri oleh keluarga. Selama pemberkatan Baekhyun tidak bisa menatap Chanyeol sama sekali. Dia takut kalau dia melakukannya maka semua orang akan bisa melihat kebohongan dari semua ini. Pemberkatan berlalu dan akhirnya Baekhyun bisa beristirahat sebentar sebelum resepsi pernikahannya yang akan dilangsukan pukul 7 malam. Dia menatap pantulan wajahnya pada cermin di salah satu kamar tidur di rumah Chanyeol yang sudah disulap menjadi kamar pengantin. Kamar itu terletak di ujung koridor panjang, persis 180 derajat dari kamar tidur Chanyeol. Ketika Nyonya Youngmi memperlihatkan kamar ini padanya, Baekhyun langsung jatuh cinta pada suasananya. Susunan kamar itu sama persis dengan kamar Chanyeol, tetapi kamar ini kelihatan lebih hangat dengan nuansa putih dan biru muda. Pada satu dinding Baekhyun melihat sejejeran foto hitam putih di dalam bingkai warna hitam yang tertata dengan rapi. Baekhyun baru menyadari beberapa menit kemudian bahwa anak laki-laki yang ada pada setiap foto adalah Chanyeol.
"Ini kamar main Chanyeol waktu dia masih kecil. Dia bisa main disini sampai ber jam-jam. Entah main dengan mobil-mobilan, perang-perangan, masak-masakan..." Nyonya Youngmi tidak menyelesaikan kalimatnya, hilang dalam memorinya sendiri.
"Chanyeol suka main masak-masakan?" tanya Baekhyun, mencoba tidak tertawa terbahak-bahak.
"Oh ya. Dia meminta Ayahnya membelikan dia Easy Bake Oven waktu dia umur 10 tahun dan selama sebulan dia tidak berhenti membuat chocolate chip cookies sampai akhirnya semua orang di rumah ini tidak pernah mau melihat kue itu lagi." Nyonya Youngmi tertawa terkekeh-kekeh ketika menceritakan tentang keantikan anaknya, tapi kemudian wajahnya menjadi sendu ketika melanjutkan kisahnya.
"Chanyeol itu anaknya pendiam dan suka menyendiri. Dia tidak punya banyak teman karena aku terlalu strick dengan dia soal urusan pergaulan. Waktu aku dan Ayahnya bercerai, dia semakin menarik diri dari dunia luar. Aku tahu perceraian itu betul-betul memengaruhi dia yang memang lebih dekat dengan Ayahnya, tapi harus tinggal denganku. Di mata Chanyeol, Ayahnya adalah... Superman... yang bisa melakukan apa saja. Tapi aku... dia tidak pernah menyukaiku. Dia hormat denganku karena aku Ibunya, tapi dia tidak pernah betul-betul sayang padaku. Tidak seperti dia menyayangi Ayahnya."
Nyonya Youngmi terus membelakangi Baekhyun selama mengatakan ini semua. Dia memilih memandang ke luar jendela, bukan karena dia ingin berlaku tidak sopan terhadap Baekhyun, tetapi karena dia tidak mau Baekhyun melihat betapa susah baginya membagi cerita ini dengan orang lain. Meskipun begitu, Baekhyun bisa membaca perasaan Nyonya Youngmi hanya dengan memerhatikan perubahan postur tubuhnya yang smakin membungkuk, seakan-akan dia sedang mengangkat beban berat. Kalau saja Nyonya Youngmi adalah wanita tipe yang bisa dipeluk, Baekhyun mungkin sudah melakukannya, tapi dia tahu bahwa ibu mertuanya ini hanya menginginkan seseorang untuk mendengar curahan hatinya, itu saja. Dan Baekhyun mencoba sebisa mungkin menjadi pendengar yang baik.
"Hubunganku dengan Chanyeol sedikit membaik sewaktu dia pulang dari Amerika. Dia belajar menoleransiku, tapi kemudian Ayahnya sakit sebelum meninggal setahun kemudian. Chanyeol tidak pernah memaafkan aku yang tidak mau rujuk dengan Ayahnya, bahkan waktu beliau sakit. Aku jauh lebih muda waktu itu, jadi egoku masih selangit. Setelah bertahun-tahun bercerai, aku masih dendam dengan mantan suami yang sudah menceraikanku. Dan dengan begitu, aku sudah menghancurkan hati Chanyeol."
Nyonya Youngmi memutar tubuhnya dan perlahan-lahan berjalan kearah Baekhyun yang berdiri di tengah ruangan. Beliau berhenti sekitar setengah meter di depan Baekhyun dan berkata, "Aku percaya padamu. Aku percaya kau bisa menjaga Chanyeol. So, please try to keep half of his heart intact, because I've broken the other half a long time ago." Baekhyun belum sempat berkata apa-apa ketika Nyonya Youngmi sudah menghilang dari kamar itu.
Baekhyun menghembuskan napasnya mengingat percakapan itu. How did I get into this mess in the first place? Pikirnya. Setahun yang lalu dia adalah seorang wanita sukses yang memiliki rencana hidup, tapi kemudian dia bertemu dengan Chanyeol dan semenjak itu hidupnya jadi jungkir balik. Baekhyun mengalihkan perhatiannya pada jarinya yang kini dilingkari oleh cincin emas polos dan hatinya terasa berat. Setelah percakapan dengan Nyonya Youngmi, dia kini memandang Chanyeol dengan kacamata baru. Dan apa yang dia lihat membuatnya ingin menjadi temannya, menjadi seorang pendengar kalau dia perlu curhat, memberikan pelukan kalau dia sedang sedih, dan menepuk punggungnya kalau dia memerlukan dukungan. Baekhyun sudah mencoba beberapa kali untuk betul-betul memahami laki-laki ini dan terkadang dia sukses menembus baju baja yang dikenakannya, tapi setiap kali Baekhyun pikir bahwa dia sudah membuat suatu kemajuan, tiba-tiba Chanyeol akan menarik diri dan meninggalkan Baekhyun kebingungan dengan reaksinya. Dia sedang merenungi ini ketika terdengar ketukan halus pada pintu kamar.
"Come on in," teriak Baekhyun.
Pintu terbuka dan Chanyeol melongokkan kepalanya. "Hei, aku cuma mau memeriksa bahwa kau baik-baik saja," ucapnya.
Baekhyun memutar tubuhnya menghadap pintu sambil tersenyum ketika menyadari apa yang sedang dilakukan Chanyeol, dia mencoba memastikan bahwa Baekhyun tidak kabur sebelum resepsi. "I'm fine," balas Baekhyun.
Kemudian diluar sangkaan Baekhyun, Chanyeol melangkah masuk ke dalam kamar dan menutup pintu di belakangnya. Hal ini membuat Baekhyun terkejut karena selama berminggu-minggu Chanyeol sepertinya mencoba menghindarinya seperti dia adalah seorang pesakit kusta. Chanyeol sudah melepaskan jas dan dasi yang dia kenakan beberapa jam yang lalu saat pemberkatan, kini dia hanya mengenakan celana hitam dan kemeja putih, yang 3 kancing paling atas sudah ditanggalkan dan lengan kemeja yang dilipat hingga ke siku.
"Kamar ini kelihatan lain," ucapnya sambil memerhatikan sekelilingnya.
"Ibumu yang mendekorasi... dengan sedikit input dariku," jawab Baekhyun sambil ikut menatap sekeliling kamarnya.
"Apa input darimu?"
"Aku meminta supaya foto-fotomu tidak diturunkan." Baekhyun menunjuk dinding tempat foto-foto itu berada.
Chanyeol berjalan menuju dinding itu dan selama beberapa menit dia terdiam, memerhatikan foto-foto itu satu per satu. Perlahan-lahan Baekhyun berjalan mendekati Chanyeol.
"Ini fotomu waktu umur berapa sih?" tanya Baekhyun sambil menunjuk kepada sebuah foto yang memperlihatkan Chanyeol sedang duduk diatas sepeda roda empat. Baekhyun melihat reaksi tubuh Chanyeol yang menjadi sedikit kaku ketika mendengar suaranya. Khawatir bahwa dia sudah berdiri terlalu dekat, Baekhyun mengambil dua langkah menjauhinya.
"Mmmhhh.. itu wakti aku berumur 5 tahun. Ayahku baru membelikanku sepeda pertamaku. Selama berbulan-bulan aku tidak mau lepas dari sepeda itu."
Baekhyun mengangguk. "Kalau yang ini?" Baekhyun menunjuk kepada satu foto lagi dimana Chanyeol sedang nyengir sambil menunjuk kepada gigi ompongnya.
"Hehehe... itu waktu aku baru kehilangan gigiku karena jatuh dari sepeda itu. Bukannya menangis, aku malah bangga dengan keomponganku." Chanyeol tertawa terkekeh-kekeh dan suara tawanya menjangkiti Baekhyun.
"Gosh, aku ternyata gendut sekali waktu kecil," ucap Chanyeol.
Baekhyun tertawa ketika mendengar komentar ini. "Tapi kau menjadi malah lucu karena gendut," balas Baekhyun yang mendapat tatapan aneh dari Chanyeol.
"Aku serius. Menurutku anak kecil itu biasanya memang lebih lucu kalau gendut. Soalnya kita bisa menggelitiki perutnya yang buncit," sambung Baekhyun.
"Apa kau memiliki pendapat yang sama tentang orang dewasa?"
"Errr, probably not." Dan mereka sama-sama tertawa.
"Ini Ayahmu?" tanya Baekhyun sambil menunjuk kepada sebuah foto Chanyeol yang sudah lebih besar daripada di foto yang lain. Dia mengenakan seragam kiper pemain sepak bola dan sedang berdiri memegang sebuah bola. Seorang laki-laki yang mirip sekali dengan Chanyeol, hanya mungkin lebih tua daripada Chanyeol sekarang, berdiri disampingnya sambil mengistirahatkan salah satu lengannya pada bahu Chanyeol. Mereka berdua tersenyum lebar.
"Iya," jawab Chanyeol dan Baekhyun bersyukur bahwa dia mau membicarakan tentang Ayahnya. Selama hampir setahun dia mengenalnya, Chanyeol tidak pernah menyinggung Ayahnya sama sekali.
"Itu waktu aku SMP kelas tiga, Ayahku datang untuk menonton pertandingan sepak bolaku."
"Oh, aku tidak tahu kalau kau atlet sekolah. Apa timmu menang hari itu?"
Chanyeol tertawa mendengar komentar ini dan Baekhyun menatapnya dengan bingung. "Biar kuberi tau kau hasil permainan itu. Kami kalah 5-1 dari mereka."
"Hah?! Kok bisa?" Bahkan Baekhyun yang bukan fans sepak bola tahu bahwa ini skor kekalahan yang sangat parah.
"Ayah dan Ibuku baru bilang kalau mereka akan bercerai sekitar seminggu sebelum aku bertanding. Alhasil aku tidak bisa konsentrasi waktu latihan, apalagi pertandingan."
Kali ini Baekhyun tidak bisa menahan diri lagi dan dia langsung memeluk Chanyeol, tidak peduli bahwa pria itu tidak memeluknya balik. Chanyeol adalah suaminya dan kesedihan yang Chanyeol rasakan juga dapat dia rasakan. Setelah beberapa menit Baekhyun melepaskannya dan menatapnya.
"Why did you do that?" tanya Chanyeol. Mendengar nadanya, Baekhyun menyangka bahwa dia sudah marah, tapi ketika Baekhyun menatap matanya, dia melihat bahwa Chanyeol hanya terkejut.
"I don't know, I just thought you might need a hug," balas Baekhyun kemudian menunggu ketika Chanyeol akan meledak dan mengatakan bahwa dia bukanlah seorang laki-laki cengeng, tapi ledakan itu tidak pernah datang.
Chanyeol menatap Baekhyun, wanita yang hari ini resmi menjadi istrinya dengan sedikit terkesima. Bagaimana Baekhyun selalu melakukan ini dia tidak tahu, tapi setiap kali dia dekat dengannya, dia bisa membuatnya menurunkan perisainya dan sebelum dia sadar apa yang sedang terjadi, dia sudah membeberkan sesuatu yang tidak pernah dia ceritakan pada orang lain. Kenapa Chanyeol melakukan ini kepada dirinya sendiri, memasuki kamar Baekhyun padahal dia tahu bahwa Baekhyun sendirian di kamar ini, dia tidak tahu. Menyadari bahwa dia sudah melakukan kesalahan dengan memasuki kamar Baekhyun, dia mencoba melarikan diri secepat mungkin. Tapi usahanya gagal karena pada detik itu terdengar suara ketukan pada pintu kamar dan sebelum Chanyeol bisa bergerak, pintu itu sudah terbuka dan Kyungsoo melongokkan kepalanya. Dia kelihatan terkejut melihat Chanyeol berada di dalam kamar itu bersama adiknya.
"Eh, aku tidak tahu kalau kau ada disini," ucapnya pada Chanyeol, kemudian, "Tapi baguslah,
aku perlu berbicara dengan kalian berdua. Ini penting," ucapnya dan memasuki kamar tanpa
permisi lagi.
Chanyeol dan Baekhyun langsung menatap satu sama lain dengan sedikit bingung dan curiga, tapi kemudian Chanyeol mengirimkan telepati melalui tatapannya yang mengatakan, "Apa kira-kira yang kakakmu ingin bicarakan?"
Baekhyun membalas dengan telepati juga yang berkata, "I have no idea."
Kyungsoo memerhatikan interaksi pengantin baru yang ada dihadapannya ini dan dia tahu bahwa mereka sedang berkomunikasi satu sama lain tanpa mengeluarkan suara, sesuatu yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh 2 orang yang sudah mengenal satu sama lain selama bertahun-tahun. Oleh sebab itu dia cukup terkejut ketika melihat ini pada Chanyeol dan Baekhyun. Sepertinya dia sudah salah perhitungan tentang dalamnya chemistry yang mereka miliki.
Akhirnya bukannya langsung mengemukakan apa yang dia ingin katakan, Kyungsoo mondar-mandir beberapa kali di depan Baekhyun dan Chanyeol yang kini duduk di sofa di kaki tempat tidur, tanpa mengeluarkan suara. Baekhyun hanya menatapnya bingung dan menunggu. Ketika 5 menit kemudian kakaknya masih belum juga menyatakan tujuannya Baekhyun menegurnya.
"Unnie, tadi kau bilang ada yang penting yang perlu dibicarakan?"
Kyungsoo berhenti mondar-mandir dan menatap Baekhyun dengan ragu sebelum akhirnya berkata, "You know I love you, right?"
"I know," jawab Baekhyun sedikit bingung.
"Dan kau tahu kan kalau kau selalu bisa datang padaku kapan saja kalau kau ada masalah?"
"Iyaaaa..." balas Baekhyun yang kini mulai curiga dengan tujuan kedatangan kakaknya.
"Karena apapun juga yang kau kerjakan, bahkan kalau itu melanggar hukum, aku akan tetap
mendukungmu."
"Okay, thanks... I guess.."
"So, apa ada sesuatu yang kau mau share padaku?" Ketika mengatakan ini Kyungsoo menatap Chanyeol yang mendelik ketika sadar bahwa kakak iparnya sedang menatapnya penuh curiga.
"Sesuatu seperti apa?" tanya Baekhyun, mencoba menyelamatkan Chanyeol dengan memasang wajah tidak bersalah, padahal dalam hati dia sudah mulai was-was bahwa Kyungsoo tahu sesuatu tentang status pernikahannya dengan Chanyeol.
Kyungsoo menatap adiknya tidak percaya karena untuk pertama kalinya dia mendapatinya sedang berbohong dan Baekhyun tidak pernah berbohong. "Bagaimana kalau kita mulai dengan kau baru bertemu Chanyeol pertama bulan Agustus, mulai menjalin hubungan bulan Februari, tahu-tahu bulan Maret kau mengenalkan dia ke keluargamu sebagai tunanganmu, laki-laki yang selama ini disebut sebagai the most eligible bachelor di seluruh Korea Selatan karena tidak pernah menunjukkan keinginan untuk menikah, yang 3 bulan sebelumnya masih menjalin hubungan dengan perempuan lain, dan yang sebulan sebelumnya terkena gosip yang nyaris menghancurkan kariernya." Kyungsoo menunjuk kepada Chanyeol ketika mengatakan ini. Kemudian dia mengalihkan perhatiannya kepada Baekhyun dan berkata, "Dan kau bukan tipe orang yang bersedia menikah dan hidup selama-lamanya dengan laki-laki yang baru menjalin hubungan denganmu selama sebulan."
Kyungsoo berhenti sejenak untuk membaca ekspresi Baekhyun dan Chanyeol, ketika dia melihat bahwa dua-duanya masih menunjukkan wajah tidak bersalah, dia menambahkan, "Apa kalian akan membuatku menyebutkan satu per satu hal yang membuat pernikahan kalian ini aneh?"
Kyungsoo mendengus ketika Baekhyun dan Chanyeol masih tidak mau mengaku. "Fine, sepertinya aku sudah membuang waktu berbicara dengan kalian berdua," ucapnya kesal dan berjalan menuju pintu. Tapi ketika tinggal satu langkah lagi, dia memutar tubuhnya dan berkata, "Chanyeol, aku cuma mau kau tahu apa yang kau sudah katakan sehingga Baekhyun melakukan apa yang dia sedang lakukan sekarang, tapi aku cuma mau kau tahu bahwa Baekhyun datang dari keluarga besar yang mencintainya, dan kami tidak akan segan-segan untuk membuatmu sengsara kalau kau menyakiti Baekhyun. Paham?!"
Baekhyun sudah siap protes ketika dia mendengar Chanyeol berkata, "Paham, Noona. Aku sudah berjanji untuk menjaga Baekhyun, dan aku akan menepati janjiku."
Kyungsoo menatap Chanyeol dari ujung hidupnya dan Baekhyun mengangguk, tanda bahwa dia menerima janji Chanyeol sebelum keluar kamar, meninggalkan Baekhyun yang mencoba meminta maaf kepada Chanyeol atas tingkah laku kakaknya.
To be continued.
