Celebrity Wedding
by
AliaZalea
Chanyeol tidak akan pernah mengerti apa yang ada di dalam pikiran seorang wanita, apalagi motivasi yang mendorong mereka untuk melakukan sesuatu. Satu menit dia melihat Baekhyun sedang tersenyum padanya ketika dia mempersembahkan lagu favoritnya dari single terbarunya, menit selanjutnya Baekhyun sudah menangis tersedu-sedu. Reaksi pertama yang terlintas di dalam pikirannya adalah kekecewaan karena Baekhyun membenci lagu itu, tapi ketika Chanyeol menanyakan hal ini sambil masih memeluknya, Baekhyun menggeleng sebelum melanjutkan tangisnya.
Chanyeol melirik jam tangannya dan dia tahu bahwa dia harus membuat Baekhyun berhenti menangis karena sebentar lagi kru bandnya akan tiba. Dia lebih baik memakan makanan super pedas daripada ditemukan sedang memeluk wanita yang sedang menangis. Terutama kalau wanita itu adalah istrinya, karena nanti mereka akan menyangka bahwa dialah penyebab kenapa istrinya menangis. Kenapa orang selalu berpikiran buruk tentangnya, dia tidak tahu.
"Baekhyun, you gotta tell me what's wrong," pinta Chanyeol sehalus mungkin ketika tangis Baekhyun sudah reda, tetapi Baekhyun tetap diam seribu bahasa.
"Did I do something wrong?"
Pertanyaan ini membuat Baekhyun mendorong Chanyeol dan sambil menggenggam lengan atasnya dia berkata dengan pelan tapi jelas, "Aku suka lagumu."
Tanpa disangka-sangka Baekhyun meraih tangan kanan Chanyeol dan meletakkan diatas dadanya. "Aku bisa merasakan apa yang kau rasakan waktu kau menulis lagu ini disini."
Kata-kata itu membuat jantung Chanyeol berhenti berdetak. Baekhyun menatapnya dalam sambil berkata, "Just let it go. Apapun itu yang menahanmu untuk betul-betul live your life. Untuk bisa bahagia. Let it go. Jangan bebankan hatimu lagi dengan semua yang sudah lewat." Baekhyun meletakkan telapak tangannya keatas jantung Chanyeol ketika mengatakan ini.
HOLY MOTHER OF GOD! Dia betul-betul tahu makna lagu itu. Chanyeol tidak tahu apakah dia harus merasa marah karena sudah menunjukkan kelemahannya dihadapan Baekhyun atau merasa bahagia karena pertama kalinya ada orang yang betul-betul mengerti dirinya selain Ayahnya. Chanyeol mencoba menjauhkan tubuhnya dari sentuhan Baekhyun, tetapi Baekhyun menolak melepaskan tangannya yang masih ada didalam genggamannya. Kenapa... oh, kenapa harus Baekhyun yang bisa melakukan ini pada dirinya dan bukan wanita lain?
Seakan-akan kata-kata yang diucapkan belum cukup membuat Chanyeol limbung, kata-kata Baekhyun selanjutnya membuatnya habis tidak berdaya lagi di hadapan perempuan ini.
"Ibumu menyayangimu, Yeol, lebih dari apapun. Dia tidak mengharapkanmu menyayangi dia sedalam dia menyayangimu, tapi dia berharap kau setidak-tidaknya mau memaafkan semua kesalahannya."
Chanyeol merasa seperti sedang berada di bawah mikroskop dibawah tatapan Baekhyun, dia tidak bisa menyembunyikan apapun darinya, dan itu membuatnya takut setengah mati. Sekali lagi dia mencoba menarik tangannya, tetapi Baekhyun justru mengeratkan genggamannya. Dan hilanglah semua kontrol pada diri Chanyeol. Dia menarik tangannya dengan paksa lalu memegang kepala Baekhyun di antara kedua tangannya, memaksanya mendongak. Sebelum Baekhyun sadar apa yang sedang terjadi, Chanyeol sudah menciumnya. Betul-betul menciumnya dengan dalam dan lidah yang merajalela. Dia ingin memberi Baekhyun pelajaran karena telah mencampuri urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya. Membuat Baekhyun takut, dan dengan begitu mengerti bahwa topik tentang hubungannya dengan Ibunya adalah off limits.
Sepertinya rencananya cukup berhasil karena dia bisa merasakan Baekhyun berusaha menarik diri dan dia tidak akan membiarkannya lari begitu saja. Ketika Baekhyun mengambil langkah mundur, Chanyeol mengikuti jejaknya sehingga tubuh Baekhyun terhimpit diantara tubuhnya dan piano. Kedua tangan Chanyeol melepaskan wajah Baekhyun dan mulai mengeksplorasi tubuh "istrinya". Baekhyun yang akhirnya memahami apa yang diinginkan dengannya. Goddam it, this woman is driving him nuts!
Chanyeol mengalihkan bibirnya dari bibir Baekhyun ke lehernya agar mereka berdua bisa menarik oksigen ke dalam paru-paru. Tubuh Baekhyun terasa hangat di dalam pelukannya dan Chanyeol ingin menguburkan seluruh tubuhnya didalam kehangatan yang mengundang itu. Baekhyun beraroma stroberi dimana-mana. Dia mengambil satu napas dalam-dalam, seakan-akan mencoba menyimpan aroma itu di dalam kontainer tertutup dan menguncinya. Sebuah alarm di dalam kepala Chanyeol berbunyi dan memperingatkannya agar menghentikan semua ini. Dia baru saja akan menjauhkan dirinya dari tubuh Baekhyun ketika merasakan jari-jari Baekhyun yang kecil menyisiri rambutnya dan menarik kepalanya kembali kepada bibirnya. Chanyeol menahan diri agar tidak menggeram ketika bibir mereka bersentuhan sekali lagi. Mencium Baekhyun adalah kesalahan terbesar yang dia pernah lakukan sepanjang hidupya, tapi dia tidak bisa berhenti.
Tanpa dia sadari, tangan kanannya sudah mengangkat kaus yang dikenakan Baekhyun dan dia bisa menyentuh kulit perut Baekhyun yang bahkan lebih halus lagi daripada kulit wajahnya. Tangannya lalu menarik pinggang Baekhyun agar lebih dekat dengannya. Baekhyun sama sekali tidak menolak permintaan ini dan menempelkan seluruh tubuhnya pada tubuh Chanyeol. Membuat lutut Chanyeol menjadi seperti marshmellow dan dia harus melepaskan genggamannya pada kepala Baekhyun dan menopang dirinya dengan meletakkan tangan kirinya pada piano. Dia masih memeluk tubuh Baekhyun yang "Oh! So kissable".
Perempuan semacam Baekhyun tidak seharusnya bisa membuatnya kehilangan kontrol dan tidak bisa berpikir dengan jelas, yang jelas perempuan seperti Baekhyun tidak seharusnya bisa menciumnya balik sampai dia kehabisan oksigen, mengeluarkan suara-suara provokatif ketika dia mengeksplorasi lehernya, dan membuatnya lupa akan tujuan utama kenapa dia mula-mula menciumnya. Dan dengan kesadaran ini Chanyeol menarik semua bagian tubuhnya dari tubuh Baekhyun. Kemudian dengan susah payah dia mengambil 5 langkah mundur menjauhi Baekhyun agar dia tidak tergoda untuk memulai lagi apa yang baru saja dia akhiri. Tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun selama beberapa menit, masing-masing sibuk mencoba mengontrol pernapasan mereka.
"Aku..." Chanyeol memulai, tapi dia tidak bisa menyelesaikan kalimat itu karena dia sendiri tidak tahu apa yang ingin dia katakan. Baekhyun menatapnya dengan penuh antisipasi.
Chanyeol mencoba sekali lagi, "Aku mau..." Dan sekali lagi dia berhenti. Maaannn... this is harder than I thought, pikir Chanyeol. Apa dia harus meminta maaf atas perbuatannya? Tapi toh Baekhyun membalas ciumannya, itu berarti bahwa dia menikmatinya juga, kan?
Baekhyun mengejutkannya dengan berjalan kearahnya dengan langkah pasti. Otomatis Chanyeol mundur beberapa langkah. Untuk pertama kalinya di dalam hidupnya dia takut akan sentuhan seorang wanita.
"Stop," ucapnya sambil mengangkat tangannya, meminta Baekhyun tidak mendekatinya lagi.
Tapi Baekhyun tidak kelihatan tersinggung atau peduli dengan reaksinya karena dia tetap mendekat hingga punggung Chanyeol menabrak dinding. Panik adalah perasaan selanjutnya yang menyerang Chanyeol. Dia merasa seperti seekor tikus yang baru saja melihat kedatangan seekor predator ke dalam kandangnya. Merasa terjebak dan tidak bisa lari kemana-mana. Chanyeol tersentak ketika tangan Baekhyun menyentuh wajahnya. Dia tidak pernah merasa sebegini tidak berdayanya dihadapan seorang wanita. Ketika Baekhyun mendekatkan wajahnya, Chanyeol menutup matanya karena dia pikir Baekhyun akan menciumnya dan dia tidak akan bertanggungjawab atas apa yang dia akan lakukan selanjutnya kalau itu sampai terjadi. Satu detik... dua detik... Kemudian dia merasakan bibir Baekhyun pada wajahnya, bukan pada bibirnya, tapi pada pipi kanannya.
"Goodnight," ucap Baekhyun pelan dan ketika Chanyeol membuka matanya, dia disambut oleh senyum pada wajah Baekhyun.
Sebelum Chanyeol bisa memahami apa yang sedang terjadi, Baekhyun sudah meninggalkan studio.
Ketika dia membuka matanya, dia tahu bahwa dia sudah tidur lebih lama daripada yang dia rencanakan. Matahari sudah cukup tinggi dan sinarnya masuk melalui jendela. Dia melirik beker yang ada disamping tempat tidurnya dan langsung loncat dari tempat tidur menuju kamar mandi. Setengah jam kemudian dia sudah keluar dan merasa lebih segar. Dia sedang berjalan secepat mungkin menuju tangga, ketika melihat Chanyeol baru saja keluar dari kamar tidurnya. Dia juga kelihatan baru selesai mandi karena rambutnya, masih sedikit basah. Chanyeol yang sadar bahwa Baekhyun sedang berjalan kearahnya kelihatan terkejut dan menghentikan langkahnya, kemudian wajahnya memerah dan dia kelihatan siap untuk kabur saat itu juga dari hadapan Baekhyun. Tapi sepertinya dia kemudian sadar bahwa kalau dia melakukan itu maka dia akan kelihatan super tolol, akhirnya dia memilih cemberut.
Kalau pada waktu lain Baekhyun mungkin akan mengomentari reaksi Chanyeol padanya, tapi tidak pagi ini. "Hello, Yeol. Bye, Yeol," ucap Baekhyun dan tanpa menunggu balasan dari Chanyeol, dia langsung bergegas menuruni tangga.
Dia berpapasan dengan Minah yang sedang dalam perjalanan menuju lantai atas dan berkata, "Pagi, bi."
Baekhyun bahkan tidak menunggu hingga mesin mobilnya panas sebelum menukar persneling ke D dan mobil itu keluar dari garasi menuju pintu gerbang. Dia perlu berbicara dengan seseorang tentang kejadian semalam, dan satu-satunya orang yang bisa diajak adalah Jessica.
"So... Chanyeol bagaimana?" Tanya Jessica memotong Tiramisu buatannya.
Mereka sudah selesai makan siang, dan baru akan menikmati pencuci mulut.
"He's fine. Tadi dia masih di rumah waktu aku keluar," balas Baekhyun dan duduk di kursi bar di dapur Jessica.
"Dia tidak diajak?" tanya Krystal dengan polosnya.
Krystal adalah adik Jessica, yang juga teman Baekhyun. Dia kebetulan sedang datang berkunjung ke rumah kakaknya hari Sabtu siang ini dengan suami dan anaknya yang baru berumur beberapa bulan. Scarlett sedang tidur dengan damai di dalam pelukan Ibunya. Sepertinya Jessica menepati janjinya dengan tidak membeberkan status pernikahan Baekhyun dengan Chanyeol kepada siapapun, bahkan tidak kepada adiknya yang sangat dekat dengannya. "Dia tidak mau mengganggu acaraku katanya," jelas Baekhyun. Jelas-jelas berbohong, tapi Krystal sepertinya tidak menyadari hal itu.
"Oh," balas Krystal sambil manggut-manggut. Perhatiannya tertuju kepada Tiramisu yang sedang dipotong oleh Jessica.
"Unnie, yang besar sedikit dong potongannya," pinta Krystal.
"Ini untukmu atau untuk Robert?" tanya Jessica sambil melirik ke halaman belakang, dimana adik iparnya yang seperti model Calvin Klein itu terlihat sedang melemparkan sebuah bola American football kepada Chris, suaminya yang tidak kalah tampannya.
"Untuk akulah. Robert sedang diet gula dan karbohidrat," balas Krystal.
"Lho, kok Robert sih yang diet?" tanya Jessica sambil nyengir.
Baekhyun menahan tawa ketika melihat betapa tersinggungnya Krystal dikomentari seperti itu. "Just give me the damn cake," omel Krystal.
Dan Jessica memberikan potongan besar Tiramisu kepada adiknya. Tiba-tibu pintu dapur terbuka dan Robert dan Chris yang menggendong Lucas, anaknya yang berumur 3 tahun, memasuki dapur sambil membicarakan suatu software komputer.
"Are we eating cake, babe?" tanya Chris dan mencium pipi istrinya sesingkat mungkin.
Rupanya Chris sudah belajar untuk tidak melakukan PDA alias Public Display of Affection seperti kebanyakan orang putih kalau sedang berada di Korea Selatan. Baekhyun tersenyum ketika melihat ini, dan mengalihkan perhatiannya kepada Krystal. Robert mencium kening Scarlett sebelum kemudian mencium kening Krystal dengan mesra. Oke, sepertinya Robert perlu belajar tentang cara mengontrol PDA-nya dari Chris. Baekhyun dan Jessica langsung saling pandang dan Jessica memutar bola matanya. Jessica berdehem, dan Robert pun mengangkat bibirnya dari kening Krystal dan kelihatan tersipu-sipu.
"Kalian sedang membicarakan tentang apa sih?" tanya Robert ingin tahu.
Para wanita yang ada di dapur tidak ada yang menjawab. Chris yang sadar bahwa kehadirannya tidak diinginkan langsung bertindak.
"Okay, buddy, since Mommy is still busy, why don't you hang with me a little bit longer," ucap Chris kepada Lucas yang melingkarkan kedua tangan kecilnya pada leher Ayahnya dengan kepercayaan penuh. Dan sambil membawa piring kecil dengan potongan besar Tiramisu diatasnya Chris berjalan menuju ruang TV.
"Robert, are you coming?" tanya Chris ketika sadar bahwa Robert tidak mengikuti jejaknya.
Robert kelihatan ingin menetap di dalam dapur dan turut serta dalam pembicaraan para wanita ketika menyadari bahwa Krystal mengalami masalah saat melahap Tiramisu sambil meggendong Scarlett. Dia pun mengangkat anaknya dari pelukan istrinya dan mengikuti jejak Chris.
Betapa nyamannya hubungan kedua wanita ini dengan suami mereka. Baekhyun sadar bahwa inilah hubungan yang seharusnya ada pada sepasang suami istri, bukan seperti hubungannya dengan Chanyeol yang penuh dengan pertanyaan dan kesalahpahaman. Itulah yang akan dia dapat dengan menikahi seseorang yang tidak dia kenal.
"Krys, makannya pelan-pelan bisa, kan?" Suara Jessica menyadarkan Baekhyun.
Ketika Baekhyun sedang melamun, rupanya Krystal sudah menghabiskan lebih dari setengah Tiramisunya dan tidak ada tanda-tanda dia akan berhenti. Ummm, mungkin ada baiknya menikah bukan karena cinta, karena dengan begitu dia tidak perlu memedulikan tentang repotnya masa kehamilan, sakitnya melahirkan, dan lelahnya mengurus bayi. Belum lagi harus mengurus suami dan pekerjaan. Itu juga kalau suami kita bukan model laki-laki yang suka dikejar-kejar wanita lain atau bahkan lebih parah lagi, selingkuh dengan wanita lain, karena dengan begitu, kita akan pusing 7 keliling dengan kecemburuan dan kekhawatiran bahwa dia akan meninggalkan kita untuk wanita lain.
Jessica dan Krystal kemudian menghabiskan satu jam selanjutnya untuk membedah kehidupan baru Baekhyun dan Chanyeol. Krystal sangat ingin tahu kebiasaan harian Chanyeol, yang membuat Baekhyun berpikir bahwa kalau saja Krystal tidak cinta mati pada suaminya, dia mungkin akan minta diberi kesempatan menghabiskan satu hari penuh hanya berdua dengan Chanyeol. Setelah puas dengan pertanyaannya, Krystal kemudian pamit pulang dan Baekhyun akhirnya punya waktu untuk betul-betul berbicara dengan Jessica.
"Oke, spill," ucap Jessica begitu mobil Krystal menghilang dari pandangan.
"Chanyeol menciumku tadi malam dan aku membalas ciumannya," kata Baekhyun sambil sama-sama berjalan kembali ke dalam rumah.
Lain dari yang diperkirakan Baekhyun, Jessica bertanya dengan tenang, "Oke... menciumnya dimana nih? Di pipi?"
Baekhyun menggeleng. "Di bibir dengan ciuman yang membuatku tidak bisa berdiri lagi setelah satu menit. Aku tidak pernah dicium seperti itu oleh... well... siapapun kalau dipikir pikir."
Kata-kata Baekhyun membuat langkah Jessica terhenti. Dia memutar tubuhnya dan memandang Baekhyun. "Please explain how that can happen."
Baekhyun kemudian menceritakan kejadian semalam. Berusaha tidak meninggalkan fakta apapun. Jessica hanya menatapnya dengan kening berkerut.
"I know... I know..." Baekhyun memulai pembelaannya setelah dia selesai bercerita sebelum Jessica bisa mengomentari.
"Bukannya di dalam kontrak ada klausa yang mengatakan bahwa kalian berdua tidak boleh bersentuhan?" potong Jessica.
"I think kata-kata yang tepat adalah, 'Tidak terlibat hubungan seksual dengan satu sama lain atau orang lain'."
"Jadi ciuman tidak terhitung?" tanya Jessica ragu.
"Secara teknis sih... memang tidak terhitung."
"Oke... kalau begitu kau tidak usah kelihatan khawatir begini. Kau tidak melanggar klausa dalam perjanjian itu," tandas Jessica dan kembali berjalan.
Baekhyun mencoba mengejar Jessica. "Tapi aku merasa bersalah, Jess."
Jessica sekali lagi menghentikan langkahnya. "Baek, aku tahu kau wanita dewasa yang tahu apa yang benar dan apa yang salah, jadi aku merasa aku tidak perlu mengatakan padamu apa arti dari kekhawatiranmu ini."
"Dia tidak seharusnya menciumku, dan aku tidak seharusnya membalas ciuman dia," ucap Baekhyun pelan.
"Baek, you know I love you right..."
"Why is everyone keep saying that!" potong Baekhyun kesal.
Jessica tidak menghiraukan komentar Baekhyun dan melanjutkan, "Apa kau ada rasa lebih terhadap Chanyeol daripada hanya sebagai business partner?"
"Yes," desah Baekhyun dan ketika melihat ekspresi pada wajah Jessica, "I mean no." Tentunya Jessica tidak percaya dengan kata-kata itu dan Baekhyun tidak bisa menyalahkannya. "Sejujurnya aku tidak tahu, Jess."
Baekhyun terdiam dan memikirkan perasaannya terhadap Chanyeol, Jessica menariknya duduk di kursi beranda. Baekhyun kemudian menceritakan apa yang dikatakan oleh Nyonya Youngmi padanya.
"Well, that's not fair. Bagaimana dia bisa mengharapkanmu menjaga hati Chanyeol setelah apa yang sudah dia lakukan kepada anaknya. Dia mestinya yang harus menyelesaikan masalah ini dengan anaknya, bukan menggunakanmu sebagai tameng," omel Jessica.
Kata-kata Jessica membuat Baekhyun sadar akan apa yang dia harus lakukan. Dia harus membuat Chanyeol dan Ibunya berbicara terang-terangan tentang apa yang mereka rasakan satu sama lain. Mungkin dengan begitu mereka akhirnya akan bisa mengusir apapun itu yang membuat hubungan ibu dan anak yang mereka miliki jadi tidak janggal lagi. Sebelum Jessica mengatakan apa-apa lagi, Baekhyun sudah mencium pipinya dan bergegas menuju mobilnya.
To be continued.
Btw itu aku pake nama Chris Hemsworth sama Robert Pattinson HEHE aku tau itu ngaco bgt tapi yaudah lah ya gpp WKWKWK
