Celebrity Wedding

by

AliaZalea


45 menit kemudian Baekhyun menemukan Chanyeol sedang memasukkan DVD ke dalam player. Ruang TV dipenuhi oleh aroma karamel. Baekhyun menemukan sumber aroma ini diatas meja, popcorn berwarna putih gading dengan taburan warna perunggu di dalam mangkuk porselen besar berwarna kuning. Dia juga menemukan 2 botol Pepsi ukuran 500 ml yang dipenuhi kondensasi karena baru saja keluar dari lemari es. Chanyeol menoleh ketika mendengar langkahnya. Dia mempersilahkan Baekhyun duduk sebelum mematikan lampu sehingga ruangan itu jadi gelap. Satu-satunya sumber cahaya adalah dari TV dan lampu luar yang masuk dari jendela dengan tirai yang terbuka. Kemudian Chanyeol mengambil tempat duduk disebelah Baekhyun di sofa. Chanyeol mengancam Baekhyun sekali lagi tentang janjinya sebelum menekan tombol play pada remote.

Ketika mendengar suara narator pada menit pertama Chanyeol bertanya, "Ini suara siapa?"

Dan Baekhyun harus menjelaskan bahwa itu suara Paul Wesley, alias Stefan. Chanyeol mengangguk sambil memasukkan popcorn ke dalam mulutnya. Dia terdiam, tapi semenit kemudian Baekhyun mendengarnya menarik napas terkejut ketika melihat korban serangan vampir pertama. Baekhyun berusaha tidak tertawa melihat reaksinya itu. Dan Chanyeol tidak berkata-kata lagi selama 40 menit, dari wajahnya sepertinya dia mulai tenggelam ke dalam dunia fiksi ilmiah Mystic Falls.


Chanyeol sebetulnya hanya berencana menonton satu atau dua episode, hanya untuk tahu seberapa seksinyakah karakter laki-laki yang disebut-sebut oleh Baekhyun, tapi dia tidak bisa berhenti. Tahu-tahu jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Baekhyun sudah tewas di sofa sekitar sejam yang lalu dan semenjak permulaan episode ketujuh kepalanya sudah beristirahat pada dada Chanyeol. Panjang sofa yang bisa mengakomodasikan tubuhnya yang tinggi memperbolehkannya berbaring seperti sedang berada diatas tempat tidur. Chanyeol mencoba membangunkan Baekhyun dengan mengguncangkan bahunya sambil memanggil namanya, tetapi Baekhyun hanya mengeluarkan suara-suara yang biasa dikeluarkan oleh seseorang yang menolak bangun meskipun hari sudah pagi dan sekolah akan dimulai sebentar lagi. Parahnya lagi kini lengan Baekhyun sudah memeluk pinggang Chanyeol dan hidungnya terkubur pada dada Chanyeol. Dia bersumpah bahwa Baekhyun bahkan mengambil napas dalam-dalam dan mengembuskannya dengan penuh kepuasan, seakan-akan aroma tubuh Chanyeol bisa menenangkan tidurnya. Entah kenapa, tapi itu membuat Chanyeol tersenyum.

Chanyeol melirik wajah Baekhyun dan agak terkejut ketika menyadari bahwa wajah itu untuk pertama kalinya kelihatan tenang. Baekhyun selalu kelihatan serius dan siap perang, membuatnya kelihatan sperti Xena, the warrior princess, tapi sekarang, Baekhyun kelihatan seperti sewajarnya seorang perempuan yang dilahirkan untuk berada di dalam pelukan seorang laki-laki. Chanyeol adalah tipe laki-laki modern yang mendukung wanita memiliki hak yang sama seperti laki-laki, tapi dia tetap seorang laki-laki, oleh karena itu, sekali-kali dia ingin merasa dibutuhkan oleh seorang wanita. Dan saat ini, dia merasa dibutuhkan oleh Baekhyun, meskipun itu berarti hanya sebagai bantal tidurnya.

Chanyeol bisa saja menggendong Baekhyun dan membawanya masuk ke kamar tidurnya atau meninggalkannya tidur di sofa sendirian, tapi dia adalah seorang laki-laki yang selama beberapa bulan belakangan ini terpaksa tidur sendirian diatas tempat tidurnya yang berukuran King, dan dear Lord, dia sudah bosan tidur sendirian. Dengan sangat berhati-hati agar tidak membangunkan Baekhyun, Chanyeol mematikan DVD player dan TV. Ruangan kembali gelap, hanya sinar lampu taman yang masuk melaui jendela menyinari ruangan itu. Kemudian Chanyeol menarik selimut yang biasa disampirkan disandaran sofa dan menebarkannya agar bisa menyelimuti tubuh Baekhyun dan tubuhnya. Lalu dia mengatur posisi tubuhnya agar lebih nyaman dan menarik Baekhyun ke dalam pelukannya. Tubuh Baekhyun terasa hangat terbaring setengah diatas dadanya dan setengah lagi menutupi sebelah kanan tubuh Chanyeol. Kaus yang dikenakan Baekhyun terbuat dari katun yang terasa lembut dibawah belaiannya. Tanpa dia sadari, dia sudah mengangkat tangan kirinya dan membelai rambut Baekhyun.

Dia betul-betul bisa terbiasa dengan ini. Dia dan Baekhyun menghabiskan hari Sabtu malam mereka hanya tinggal di rumah untuk nonton TV atau DVD sambil makan popcorn, mereka akan membahas apa yang mereka sedang tonton, tidak peduli bahwa itu tentang politik atau fiksi ilmiah, kemudian Baekhyun yang selalu bangun lebih pagi daripada dirinya, akan tertidur di dalam pelukannya, seperti malam ini. Dia merasakan pergerakan resah kepala Baekhyun pada dadanya sebelum dia mendengar suara rintihan lemah darinya, sepertinya Baekhyun sedang mimpi buruk.

"Ssshhh," ucap Chanyeol selembut mungkin sambil membelai kepala Baekhyun, "Just sleep, I'm here," bisiknya sebelum kemudian mencium kepala Baekhyun.

Chanyeol merasa puas ketika tubuh Baekhyun kembali tenang di dalam pelukannya. Definitely, dia bisa terbiasa hidup seperti ini.

Semakin Chanyeol mengenal Baekhyun, semakin dia ingin terlihat baik di mata Baekhyun. Dia ingin Baekhyun menyukainya, menyetujui tingkah lakunya, memujinya kalau dia melakukan hal yang benar, dan yang paling penting lagi adalah memberikan lampu hijau padanya untuk mendekatinya. Itu sebabnya kenapa dia merasa sangat tersinggung ketika Baekhyun mengomentari tipe wanita yang selama ini dia pacari. Chanyeol selalu bangga dengan kemampuannya mendapatkan wanita mana saja yang dia mau. Let's face it, dia adalah Park Chanyeol, wanita akan mengantre unruk menjadi kekasihnya, dan dia selalu memilih yang paling cantik diantara mereka. Jadi kenapa dia menginginkan Baekhyun? Mungkin karena Baekhyun telah berani menertawakannya waktu dia mengatakan bahwa Baekhyun sudah jealous pada mantan-mantannya, seakan-akan itu adalah lelucon paling lucu yang dia pernah dengar. Sejujurnya, kalau dia adalah manusia yang kurang bermoral, dia akan mendorong Baekhyun ke dinding dan menciumnya sampai wajahnya merah sebelum memaksanya berkata bahwa dia memang cemburu. Tapi karena dia orang bermoral, dia justru mengatakan betapa anehnya Baekhyun, dan kata-kata itu jelas-jelas membuatnya tersinggung.

Dia menutup matanya, berusaha tidak menggeram. Pikirannya kembali kepada kejadian malam itu ketika Baekhyun menyebutkan nama Damon Salvatore dengan wajah memerah dan mata berbinar-binar. Kini dia tahu bahwa Damon hanya karakter fiksi, oleh sebab itu dia bisa lebih tenang. Tapi sebelumnya, dia menyangka bahwa Damon adalah mantan kekasih Baekhyun atau setidak-tidaknya seorang laki-laki yang sudah menarik hati Baekhyun, dan yang dia ingin lakukan pada saat itu adalah menonjok laki-laki itu. Dia sudah jealous dengan laki-laki yang bahkan tidak nyata. DEAR GOD! Bagaimana semuanya bisa berakhir seperti ini?

Chanyeol mendengar Baekhyun mendesah dan sekali lagi dia melirik wanita yang sudah membuat dunianya porak poranda dan dia berkata pelan, "What have you done to me?"

Tentu saja Baekhyun tidak menjawab kata-katanya itu. Chanyeol baru saja menutup matanya ketika dia mendengar tetesan hujan yang perlahan-lahan mulai turun.


Baekhyun tidak tahu apa yang membangunkannya, mungkin karena tangannya terasa kebas karena sudah tertindih oleh badannya sendiri atau mungkin suatu rasa bahwa bantalnya terasa lebih keras daripada biasanya. Dia membuka matanya perlahan-lahan, mencoba mengenali sekitarnya. Dia melihat TV plasma berukuran super besar di hadapannya dan perlahan-lahan memorinya kembali. Dia mengangkat kepalanya sepelan mungkin untuk melihat wajah pemilik dada yang tadi digunakannya sebagai bantal dan dia menyadari bahwa dia sudah... Oh my God! Did she? No she didn't... but she did! Dia sudah tidur dengan Chanyeol bagaimana itu bisa terjadi? Dia masih ingat ketika Chanyeol bangun untuk menukar DVD, tapi dia tidak bisa ingat apa-apa lagi setelah itu. Dear God, mudah-mudahan dia tidak mengorok tadi malam atau lebih parah lagi mengigau dan mengatakan hal-hal yang tidak akan dia katakan kalau sedang 100% sadar. Baekhyun bergerak menjauhkan dirinya dari Chanyeol. Mungkin kalau dia pergi sekarang dan Chanyeol bangun sendirian, dia tidak akan ingat bahwa mereka sudah tidur sama-sama tadi malam.

Perlahan-lahan Baekhyun menopang tubuhnya dengan kedua tangannya, kemudian menjejakkan kaki kanannya ke lantai, disusul dengan kaki kiri. Tangan Chanyeol bergerak sedikit dan Chanyeol mengembuskan napasnya, Baekhyun harus berhenti selama beberapa detik, menunggu hingga Chanyeol kembali tenang. Ketika yakin bahwa Chanyeol sudah kembali tidur, Baekhyun buru-buru berdiri dan harus meringis karena jelas-jelas otot-otot tubuhnya protes karena diperlakukan semena-mena. Dengan langkah sepelan mungkin dia berjalan menuju tangga dan dia langsung pergi lari ketika mendengar bunyi per sofa.


Chanyeol bangun beberapa jam kemudian, sendirian diatas sofa. Baekhyun sepertinya sudah menghilang cukup lama karena sisi sofa tempat dia tidur terasa dingin dibawah telapak tangannya. Perlahan-lahan dia memaksa dirinya bangun. Oh! Otot-otot tubuhnya terasa kaku semua. Meskipun sofa itu adalah sofa paling nyaman untuk menonton TV, tapi jelas-jelas bukan untuk tidur. Dia melirik jam dinding yang menunjukkan jam 10 pagi. Wow, dia tidak pernah bangun sepagi ini semenjak dia memulai karier musiknya. Di luar kelihatan gelap dan Chanyeol mendengar suara rintik-rintik hujan. Kalau dilihat dari gelagatnya, sepertinya akan hujan seharian, yang berarti bahwa Seoul kemungkinan bisa banjir. Untung saja dia tidak harus keluar rumah hari ini.

Dia melangkahkan kedua kakinya menuju tangga agar bisa meneruskan tidurnya. Ketika dia tiba di lantai 2, dia mendengar suara cipratan air, Chanyeol menoleh dan menemukan seseorang sedang menggunakan kolam renangnya. Setelah beberapa saat dia sadar bahwa orang itu adalah Baekhyun. Orang gila mana yang akan berenang di bawah cuaca mendung dan hujan rintik-rintik. Dia bisa jatuh sakit dengan melakukan hal itu, atau lebih parah lagi, tersambar petir. Baekhyun sudah setengah jalan untuk menyelesaikan lapnya yang akan berakhir pada tepi kolam renang tempat Chanyeol berdiri. Chanyeol buru-buru mendekati dan menunggu hingga Baekhyun berhenti dibawahnya. Chanyeol baru saja akan berteriak memarahi Baekhyun ketika dia hanya berjarak sekitar 1 meter dari tepi kolam renang, tapi diluar sangkaannya, bukannya berhenti, Baekhyun justru melakukan salto dibawah air, menendang dinding kolam renang dan melanjutkan lapnya. Dia sama sekali tidak berniat berhenti.

Son of a bitch, kenapa dia tidak berhenti? Apa Baekhyun tidak melihat bahwa dia sedang menunggunya? Omel Chanyeol dalam hati. Rintik-rintik hujan sekarang sudah semakin deras, sinar kilat menerangi langit, disusul oleh suara guntur. Oke, dia harus menarik Baekhyun keluar dari kolam renang, sekarang juga! Meskipun rumahnya dilengkapi oleh beberapa penangkal petir, dan dia yakin bahwa kemungkina Baekhyun akan disambar petir adalah minim, tetapi siapa yang bisa menebak kuasa Tuhan? Chanyeol langsung meneriakkan nama Baekhyun sekencang-kencangnya, tapi Baekhyun tidak mendengar atau tidak menghiraukannya, dia tetap melanjutkan lapnya.

Oh, goddamn it, this crazy woman. Tanpa pikir panjang lagi, Chanyeol melepaskan sandalnya dan mulai menanggalkan celana piama dan kaus yang dikenakannya. Dengan hanya mengenakan boxer berwarna hitam dia terjun ke dalam air dan dia merasa seperti ditabrak truk. Dia tidak bisa bernapas selama beberapa detik. SHIIIIIIITTTTTTTTT! Air kolam renang terasa seperti air es. Dia mencoba menggerakkan tubuhnya yang terasa kebas. Setelah selama kira-kira 2 menit dia merasakan darah mulai mengalir dan menghangatkan tubuhnya kembali. Dia memutar tubuhnya, melihat dimanakah Baekhyun berada, dan ketika menemukannya, dia buru-buru berenang menghampirinya. Chanyeol tahu bahwa jangan pernah menarik kaki seseorang yang sedang berenang karena refleks mereka adalah menendang dan itu bisa berakibat fatal bagi orang yang berada di belakangnya. Oleh karena itu dia mendekati Baekhyun dari samping.

Chanyeol langsung meraih pinggang Baekhyun begitu tiba di sisinya dan menariknya ke dalam pelukannya dengan sekuat tenaga. Jelas-jelas Baekhyun terkejut setengah mati, tapi teriakannya tenggelam di dalam air. Tanpa memedulikan protes Baekhyun, Chanyeol segera menariknya ke tepi kolam yang paling landai sehingga kakinya bisa menyentuh dasar kolam dan tanpa meminta izin kepada Baekhyun dia langsung mengangkat tubuh Baekhyun dan mendaratkannya ke tepi kolam renang sebelum dia menarik dirinya keluar dari air yang dingin itu.

"What do you think you're doing?" Teriak Baekhyun dan Chanyeol pada saat yang bersamaan.

"Aku sedang berenang. Aku masih harus menyelesaikan 3 putaran lagi, sebelum kau mengagetkanku," balas Baekhyun, pada saat yang bersamaan Chanyeol berkata, "Aku mencoba menyelamatkanmu supaya tidak tersambar petir. Orang gila mana yang hujan-hujan berenang?"

Baekhyun menarik kacamata renang yang dikenakannya sebelum bergerak berdiri. "Aku sering kok berenang meskipun sedang hujan waktu aku tinggal di apartemenku dan aku tidak pernah tersambar petir," ucap Baekhyun kesal.

Chanyeol sudah bergerak untuk berdiri. "Aku tidak peduli apa yang kau lakukan sebelum ini, sekarang kau tinggal di rumahku maka dari itu kau harus mengikuti peraturanku. Dan kubilang kau tidak boleh berenang kalau sedang hujan, paham?"

Baekhyun mendongak dan memberikan Chanyeol tatapan ygan bisa membunuhnya hidup-hidup. "Dasar sombong, you're not the boss of me," teriak Baekhyun dan tanpa disangka-sangka dia mendorong tubuh Chanyeol sekuat tenaga dan pada detik selanjutnya Chanyeol sudah menemukan dirinya kembali berada di dalam air yang dingin dan terbatuk-batuk karena sudah menelan air kolam.

Dia betul-betul tidak memperhitungkan serangan Baekhyun yang tiba-tiba ini sehingga selama beberapa detik dia hanya bisa terbatuk-batuk dan menatap Baekhyun yang sedang berdiri di tepi kolam renang sambil bertolak pinggang. Sebelah kanan tubuh Chanyeol terasa perih karena sudah menghantam air dari sudut yang salah.

"What did you do that for?" Teriak Chanyeol setelah batuknya reda, dia tidak marah, hanya sedikit terkejut dengan kekuatan Baekhyun.

"Sekali lagi aku mendengarmu mencoba mengaturku, aku akan minta cerai. Tidak peduli pada dampak buruknya terhadap kariermu atau pandangan keluargaku tentangku. Paham?"

"Technically kau tidak bisa minta cerai dariku, karena kau tidak memiliki dasar untuk melakukannya," balas Chanyeol.

"Siapa bilang aku tidak punya dasar? Aku akan mengatakan pada hakim kalau kau sudah kasar padaku."

Chanyeol megap-megap selama beberapa detik. Dia merasa sangat tersinggung karena Baekhyun sudah menuduhnya berkelakuan kasar. Oke, dia memang terkadang senang main kasar dengan perempuan, tapi dalam konteks yang betul-betul lain daripada yang dimaksud Baekhyun, dan itu hanya akan terjadi kalau diminta oleh perempuannya. Dia pastikan bahwa kalau dia main kasar, perempuan itu akan menikmatinya dan mengucapkan terimakasih padanya sesudahnya, bukannya marah-marah seperti ini. But damn, Baekhyun kelihatan seksi marah-marah dengan hanya mengenakan pakaian renangnya yang meskipun hanya berwarna hitam polos dan satu piece, bukannya 2 piece, tetapi berpotongan halter neck dengan sebuah lingkaran besar berwarna emas ygan mengikat bagian atas dan bagian bawah pakaian renang itu. Dengan begitu memperlihatkan kulitnya yang halus.

"Aku tidak pernah main kasar denganmu atau perempuan manapun juga, and you know it. Sekarang bantu aku naik," ucap Chanyeol sambil mengulurkan tangannya kepada Baekhyun yang menatap tangannya dengan curiga.

Tetesan air hujan sudah kembali kepada keadaan gerimis dan tidak ada lagi guntur dan petir di langit, sehingga Chanyeol tidak perlu berteriak ketika mengatakan ini.

"Baekhyun, aku hanya perlu bantuan naik, bukan memintamu untuk menjadi ibu anak-anakku," lanjut Chanyeol.

"Kau tadi bisa naik sendiri, kenapa sekarang perlu bantuanku?"

"Karena tadi masih ada adrenalin yang mengalir di dalam tubuhku, sekarang adrenalin itu sudah habis."

Baekhyun masih menatapnya curiga, tapi kemudian dia mendengus dan setelah meletakkan kacamata renangnya di tepi kolam renang, dia mengulurkan kedua tangannya untuk menarik Chanyeol naik. "Awas saja kalau kau menarikku ke dalam kolam renang."

Chanyeol menggeleng untuk menunjukkan bahwa dia berjanji tidak melakukan itu.

"Oke... satu, dua...," ucap Baekhyun. Dan dengan satu sentakan Chanyeol menarik Baekhyun masuk ke dalam kolam renang bersamanya. Punggungnya mendarat duluan, dan mengeluarkan bunyi "byur" yang cukup keras. Kepala Baekhyun muncul kembali ke permukaan sambil memuncratkan air dari mulut dan hidungnya.

"Kau curang. Kau bilang kau tidak akan menarikku ke kolam renang," teriak Baekhyun penuh kemarahan.

"I can't believe you fell for that." Chanyeol tertawa penuh kemenangan, tapi tawanya hilang ketika melihat Baekhyun mencoba memotong air dengan tubuhnya dan berjalan ke arahnya dengan wajah yang tidak kalah gelapnya seperti langit diatas mereka. Chanyeol mencoba berenang menjauh, tapi terlambat karena Baekhyun sudah loncat ke punggungnya dan dengan kedua tangannya mencoba menenggelamkan Chanyeol.

"Bodoh, aku akan menenggelamkanmu hidup-hidup. Aggghhh," teriak Baekhyun.

Itu mungkin akan berhasil kalau saja Chanyeol lebih pendek atau kurang berotot. "Woman, aku akan membawamu tenggelam denganku," balas Chanyeol lalu memutar tubuhnya dan memeluk pinggang Baekhyun sebelum dia menenggelamkan dirinya dan Baekhyun ke bawah air.

Baekhyun mencoba mendorong tubuh Chanyeol dibawah air, tapi tidak berhasil. Yang ada dia gelagapan dan berusaha menarik oksigen ke dalam paru-parunya. Chanyeol tahu bahwa Baekhyun bisa menahan napas dibawah air dari postur sempurnanya ketika berenang. Baekhyun kelihatan seperti seseorang yang merasa nyaman berada di dalam air, begitu juga di darat. Satu-satunya alasan yang membuatnya gelagapan adalah karena panik. Chanyeol buru-buru menarik Baekhyun ke permukaan dan membiarkannya bernapas.

"Are you okay?" Tanya Chanyeol dengan sedikit terengah-engah ketika mereka mencapai permukaan.

"I'm fine, but you're not. Hah!" Balas Baekhyun dan langsung menduduki bahu Chanyeol dan menenggelamkan kepalanya.

Selama beberapa menit mereka bergulat dibawah air dan berteriak-teriak seperti kaum Aztec sedang perang diselingi oleh suara tawa. Masing-masing mencoba mengalahkan lawannya dengan trik-trik mereka, dan Chanyeol had the most fun he had in years. Terkadang Chanyeol membiarkan Baekhyun menenggelamkannya hanya untuk mendengar suara tawa Baekhyun setelah dia berhasil melakukannya, entah kenapa, tapi suara tawa itu menyentuh suatu tempat yang tidak pernah tersentuh oleh siapapun sebelumnya. Mencoba membedah lebih jauh perasaan tersebut, Chanyeol memfokuskan energinya untuk menyentuh semua bagian tubuh Baekhyun yang bisa dia sentuh karena dia tahu bahwa Baekhyun tidak akan memperbolehkannya melakukan itu lagi setelah mereka keluar dari kolam renang. Meskipun begitu, dia menjaga tidak menghabiskan waktu terlalu lama pada satu tempat, agar tidak terkesan seperti sedang melecehkan. Diluar sangkaannya, kaki Baekhyun yang pendek itu cukup berotot dan bisa melingkari pinggangnya dengan kuat. Chanyeol tidak pernah merasa sebegini turn-on-nya sepanjang hidupya.

Dia mungkin masih bisa menahan diri kalau saja Baekhyun tidak memutuskan untuk menyentuhnya pada saat itu. Dia merasakan sentuhan Baekhyun pada dadanya. Sentuhan itu lembut dan hampir seperti embusan angin, tapi itu adalah puncak dari apa yang dia lakukan selanjutnya. Tanpa pikir panjang dia langsung menarik Baekhyun kedalam pelukannya dan menciumnya dengan bergairah. Mulut Baekhyun terasa hangat dan manis. Baekhyun melingkarkan kedua kakinya pada pinggang Chanyeol dan melakukan eksplorasinya sendiri. Chanyeol tahu bahwa Baekhyun sudah sama tenggelamnya di dalam ciuman ini karena Baekhyun bahkan tidak mengatakan apa-apa sewaktu Chanyeol menciumi dadanya dan berakhir pada bagian atas pakaian renang yang menutupi payudaranya.

"Kita... harus... berhenti," bisik Baekhyun dengan susah payah dan mendorong kepala Chanyeol menjauhi dadanya. Napasnya terputus-putus.

"Just one more." Dan Chanyeol menarik kepala Baekhyun kembali padanya dan menciumnya lagi.

Meskipun awalnya Baekhyun agak ragu, tapi dia tidak bisa menolaknya. Detik selanjutnya Baekhyun sudah tenggelam lagi di dalam ciuman Chanyeol. Dear God, dia tidak akan bisa bertahan tetap hidup bersama dengan Baekhyun, melihatnya setiap hari tanpa menyentuhnya seperti ini lagi selama 8 bulan ke depan. Dia bisa gila. Dia mau Baekhyun, dan dia mau Baekhyun sekarang. Bagaimana dia bisa meminta hal ini kepadanya tanpa terdengar bahwa dia hanya menginginkan seks darinya? Karena lebih dari apapun Chanyeol menginginkan sesuatu yang lebih dari hubungannya dengan Baekhyun. Dia ingin menjadi suami Baekhyun dalam artian sebenarnaya, tapi dia cukup tahu kepribadian Baekhyun yang menjunjung tinggi kode etik. Baekhyun tidak akan pernah mau memberikan apa yang dia minta selama dia masih berpikir bahwa Chanyeol tidak lebih dari rekan bisnis. Dia harus merubah pendapat Baekhyun tentangnya, dan satu-satunya cara yang bisa dia pikirkan adalah menggoda Baekhyun hingga dia tidak bisa berpikir lagi dan dengan begitu dia tidak akan bisa menolak permintaannya.


To be continued.