Celebrity Wedding

by

AliaZalea


HP Chanyeol berbunyi dan dia tidak perlu melirik caller ID untuk tahu bahwa itu adalah Baekhyun. Dia ingin menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan dirinya kepada Baekhyun, tapi dia tidak tahu bagaimana mengatakannya tanpa membuat Baekhyun mengamuk. Dia sudah tahu sifat wanita, pada umumnya mereka tidak mungkin mengizinkan suami-suami untuk menolong mantan kekasih yang sudah merusak nama baik suami mereka dengan tangan terbuka, walau mantan kekasih itu sedang mengalami kesulitan sekalipun.

Lagipula apa yang sedang dia lakukan untuk Irene sifatnya hanya sementara. Hanya dirinya, Jongdae, dan Sehun yang tahu tentang itu dan dia tahu bahwa staf rumah sakit akan menjaga privasi mereka kalau tidak mau dituntut oleh Kyuhyun. Maka dari itu dia yakin imagenya, juga image perkawinannya dengan Baekhyun, akan tetap terjaga dengan baik. Itu alasannya dia memilih untuk diam saat ini. Dia akan memikirkan suatu alasan yang meyakinkan yang dia bisa berikan kepada Baekhyun atas status AWOL-nya. Dia masih tidak tahu alasan apa yang akan dia kemukakan, tapi yang jelas itu tidak akan menyangkut nama Irene sama sekali.

Pada hari pertama sampai di Seoul, Irene langsung menelponnya dan meminta bantuannya sambil menangis tidak keruan. Seperti Chanyeol, Irene adalah anak tunggal yang juga berasal dari keluarga broken home, bedanya adalah setidak-tidaknya Chanyeol selalu bisa mengandalkan Ibunya untuk menolongnya. Irene tidak bisa mengandalkan siapa-siapa. Ayah Irene sudah menikah lagi dan punya keluarga baru di Jerman dan menurut Irene, Ibu tirinya tidak pernah suka atau peduli dengannya. Parahnya lagi, Ayah Irene tidak berusaha menentang pendapat Ibu tirinya yng mengatakan bahwa mereka bersedia menerima Irene untuk tinggal selama beberapa bulan, tapi tidak secara permanen. Mereka berpikir bahwa status Irene sebagai ibu tunggal akan berpengaruh buruk kepada adik-adiknya yang jauh lebih muda daripada Irene.

Hubungan Irene dengan Ibu kandungnya juga tidak baik semenjak Irene memilih membesarkan Aciel daripada menggugurkannya, dengan begitu Irene dinilai sudah mempermalukan keluarganya di depan seluruh Korea Selatan. Kalau soal teman, Irene memang selalu dikelilingi dan dicintai fansnya, tapi dia tidak pernah punya teman baik yang bisa dia andalkan. Irene adalah tipe orang yang selalu sibuk dengan dirinya sendiri sehingga kurang peduli pada orang lain, dan sekarang ketika dia memerlukan bantuan orang lain, tidak ada satupun yang bisa membantunya, selain Chanyeol. Chanyeol teringat akan percakapannya dengan Irene hari itu. Awalnya Irene memang meminta bantuan Chanyeol secara baik-baik, tapi ketika dia merasa bahwa Chanyeol akan menolak, dia mulai merengek, dan ketika ini tidak juga membuahkan hasil, dia mulai menyalahkan Chanyeol atas keadaannya sekarang.

Kalau saja Chanyeol menerima tuduhan ini sebelum dia mendengar cerita Ibunya tentang pernikahannya dengan Ayahnya, Chanyeol mungkin akan langsung menutup telpon tanpa merasa bersalah sama sekali. Tapi kini... dia tidak bisa melakukan itu. Secara tidak langsung dia memang bersalah. Karena sikapnya yang dingin dan tidak pernah menghargai Irene sewaktu mereka pacaran, Irene mencoba mencari perhatian dari laki-laki lain dan akhirnya mencari kehangatan diatas tempat tidur Mino, yang mengakibatkannya hamil, sementara Mino tidak mau bertanggungjawab. Seakan-akan itu belum cukup membuat Chanyeol merasa bersalah, Irene mengeluarkan bazokanya dengan mengatakan bahwa bayinya, Aciel, lahir dengan antibodi yang dibawah rata-rata. Suatu efek samping yang Chanyeol yakin berasal dari semua narkoba dan miras yang dikonsumsi oleh Mino setiap harinya. Dengan penyakitnya, Aciel jadi gampang jatuh sakit. Aciel memerlukan pengobatan dan Irene tidak punya cukup uang dan energi untuk melakukannya sendiri. Pernyataan terakhir inilah yang membuat Chanyeol tidak mampu menolaknya.

Chanyeol sudah mencoba berbicara baik-baik dengan Mino, memintanya agar bertanggungjawab, tapi sayangnya pesan Mino cukup jelas ketika Chanyeol menemuinya atas permintaan Irene. Mino betul-betul tidak mau bertanggungjawab atas bayinya. Dia mengatakan bahwa dia bukanlah satu-satunya laki-laki yang tidur dengan Irene selama dia pacaran dengan Chanyeol. Pernyataan ini langsung dibalas dengan beberapa tonjokan yang cukup keras dari Chanyeol. Kalau bukan karena Sehun yang menarik Chanyeol agar menjauhi Mino yang pada saat itu sudah terkapar di lantai kelab dengan darah mulai mengalir dari hidungnya, Chanyeol mungkin sudah meringkuk di penjara karena membunuh orang.

"Aku tahu kalau kau masih marah padaku karena kau merasa aku sudah merebut Irene darimu, tapi seperti yang aku sudah bilang sebelumnya, hubungan kalian sedang hiatus waktu aku dan Irene mulai dating, jadi pada dasarnya dia fair game. Tapi kalau inilah alasan kenapa kau tidak mau mengakui anakmu sendiri, sebagai balas dendammu terhadapku dengan mengimplikasikanku untuk disalahkan sebagai laki-laki yang sudah menghamili Irene, juga Irene karena dia sudah memilihku daripada kau, aku hanya mau kau ingat bahwa akhirnya Irene kembali padamu. Aku minta maaf karena sudah jadi orang ketiga di dalam hubungan kalian, tapi aku minta padamu Mino, tolong kau urus Irene dan anakmu. Mereka memerlukanmu."

Setelah puas dengan pidatonya dan yakin bahwa Mino sudah mendengarnya, Chanyeol meninggalkan kelab dimana Mino sedang berkumpul dengan teman-teman bandnya. Dalam perjalanan keluar dari kelab, Chanyeol melihat security kelab sedang menuju kearahnya, mungkin mereka bermaksud membawanya ke kantor polisi dengan tuduhan sudah memukuli orang sampai babak belur, tapi mereka membiarkannya berlalu begitu melihat tatapan matanya. Chanyeol yakin bahwa tatapannya sudah seperti anak setan, tapi dia terlalu marah dan tidak peduli.

"Dude, what the hell was that?" teriak Sehun ketika mereka berada dipelataran parkir kelab.

Tanpa menghiraukan Sehun, Chanyeol langsung masuk ke dalam mobilnya, dan setelah Sehun masuk ke kursi penumpang disampingnya, dia langsung tancap gas.

"Yeol, kau bilang kau hanya akan berbicara saja pada Mino, bukannya memukuli dia sampai babak belur begitu."

Chanyeol tidak membalas omelan Sehun, dia hanya mengebut menuju Gangnam, tempat Sehun tinggal. Dia melihat Sehun mengeluarkan HP dari kantong jinsnya.

"Kau telpon siapa?" tanya Chanyeol.

"Jongdae. Gara-gara kau, dia harus bangun malam-malam begini untuk membereskan masalahmu," balas Sehun. "Selamat malam," lanjut Sehun pada HP-nya.

"What do you think you're doing?" teriak Chanyeol sambil berusaha merebut HP Sehun.

Sehun hanya mengangkat tangan kanannya dan menghalangi tangan Chanyeol dari merebut HP sebelum kemudian memindahkan HP itu ke telinga kirinya dan langsung membeberkan apa yang baru saja terjadi kepada Jongdae yang tentu saja langsung minta bicara dengan Chanyeol. Satu-satunya hal yang membebaskan Chanyeol dari omelan manajernya adalah karena dia sedang menyetir. Setelah menutup telpon dan menatap wajah Chanyeol yang gelap dan penuh kemarahan, Sehun berkata, "You're welcome."

"For what?" bentak Chanyeol ganas.

"For saving your ass," balas Sehun tidak kalah ganasnya. Kemudian dengan nada lebih pelan, "Aku tidak mengerti, Yeol. Kenapa kau sekali lagi jeopardizing karier dan imagemu di mata publik yang selama beberapa bulan belakangan ini sudah kembali flawless, hanya gara-gara Irene. Apa sih yang dia punya yang membuatmu menjadi seperti ini?"

Melihat Chanyeol masih terdiam, Sehun mengembuskan napasnya sebelum melanjutkan, "You better pray bahwa Mino tidak akan membawamu ke pengadilan, bahwa Jongdae dan Kyuhyun bisa membujuk Mino supaya tidak menuntut. Kau beruntung bahwa kau memukuli Mino di private room jadi tidak ada saksi kecuali teman-teman band Mino, tapi jangan harap bahwa lain kali kau bisa seberuntung ini. Kau harus lebih bisa kontrol emosi, man."

Chanyeol masih berdiam diri, tapi kali ini bukan karena kemarahan, tapi karena rasa bersalah. Sehun benar, dia tidak seharusnya menyerang Mino seperti itu. Sejujurnya, awalnya dia memang hanya ingin berbicara baik-baik dengan Mino, tapi kemudian dia melihat bahwa anak ingusan itu sedang mencium wanita yang Chanyeol yakin adalah seorang PSK dan begitu saja dia kehilangan kesabarannya.

"Omong-omong, apa Baekhyun tidak cemburu dengan segala perhatian yang kau berikan kepada Irene?" tanya Sehun.

Chanyeol tetap tutup mulut, tapi melihat pergerakan pada rahang Chanyeol, Sehun langsung berteriak, "Oh shit! Jangan bilang padaku kalau kau belum menjelaskan keadaan ini pada Baekhyun?"

"Just shut up okay?"

Sehun terdiam sejenak sebelum berkata, "Yeol, aku tahu kalau kau lebih tua dariku dan aku belum pernah menikah, jadi mungkin nasihatku tidak ada artinya, but I'm gonna say it anyway. Kalau niatmu menolong Irene memang baik, kenapa kau harus merahasiakannya dari istrimu? Baekhyun berhak tahu."

Alih-alih membalas, Chanyeol semakin tancap gas. Sehun tidak mengatakan apa-apa lagi sepanjang perjalanan menuju rumahnya.

Tentu saja Irene langsung menangis tersedu-sedu ketika Chanyeol memberitahunya tentang rangkuman dari pertemuannya dengan Mino. Melihat kesedihan Irene, Chanyeol mengucapkan janji kepadanya bahwa dia akan berusaha membantunya sebisa mungkin. Bagaimana semuanya bisa berakhir serumit ini, dia tidak tahu. Dia betul-betul harus menyelesaikan masalah ini secepatnya agar dia tidak perlu menghindari Baekhyun lagi. Belum 2 hari dia tidak berbicara dengan Baekhyun dan dia sudah mau gila rasanya. Dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan kalau Baekhyun meninggalkannya, sesuatu yang Chanyeol yakin akan dilakukan Baekhyun kalau dia sampai tahu apa yang sedang dilakukan Chanyeol sekarang.


Selama 2 hari Chanyeol main kucing-kucingan dengan istrinya, dan itu membuat kemarahan Baekhyun semakin menjadi. Akhirnya pada hari ketiga dan Chanyeol masih menghilang tanpa kabar, Baekhyun menelan harga dirinya dan menelpon Ibu Youngmi untuk menanyakan apakah Chanyeol menginap di rumahnya. Setelah mendengar ibu mertuanya berkata tidak dan sebelum beliau bisa bertanya-tanya lebih lanjut, Baekhyun sudah menutup telpon itu. Dia kemudian menelpon beberapa orang lainnya. Orang-orang tersebut termasuk Jongdae, Sehun, dan semua anggota bandnya Chanyeol, Seulgi, hingga Kyuhyun, tapi tidak satupun orang yang tahu keberadaan Chanyeol, atau mungkin tidak mau memberitahu dimana Chanyeol berada. Dia mencoba menenangkan diri dan berangkat kerja, tapi semua usahanya buyar ketika dia menghentikan mobilnya di lampu merah dalam perjalanan menuju kantor. Seorang pedagang koran melewati mobilnya sambil memamerkan sebuah tabloid dengan headline CHANYEOL DAN IRENE KEMBALI BERSAMA. Baekhyun tidak pernah membaca tabloid, apalagi membelinya di lampu merah, tapi kali ini dia langsung menurunkan jendela mobilnya dan membeli tabloid itu. Sebelum pedagang koran sadar siapa dirinya, dia sudah menutup jendela mobil.

Dibawah headline, Baekhyun melihat 3 foto yang kelihatannya diambil dengan sembunyi-sembunyi karena gambarnya agak kabur. Meskipun begitu, foto-foto itu cukup jelas menunjukkan identitas Chanyeol, Irene dan anaknya. Baekhyun membaca beberapa kalimat yang tertera dibawah foto tersebut, yang menerangkan bahwa foto-foto itu diambil diarea sebuah rumah sakit. Foto pertama menunjukkan mereka baru keluar dari bangunan rumah sakit; foto kedua, mereka sedang berjalan menuju parkiran; dan foto ketiga, Chanyeol menggendong anak Irene dan membantu Irene masuk ke dalam Range Rovernya. Baekhyun langsung tidak bisa bernapas. Selama beberapa menit dia hanya bisa menatap tabloid itu. Hal pertama yang muncul di kepalanya adalah, "Oh, my God" dan yang kedua adalah, "Why?" Dia masih berusaha menjawab pertanyaan ini ketika bunyi klakson yang cukup keras menyadarkannya. Ternyata lampu lalu lintas sudah hijau. Baekhyun menyumpah sambil melemparkan tabloid itu ke kursi penumpang dan tancap gas.

Baekhyun tidak tahu bagaimana dia bisa sampai di kantor, tapi tahu-tahu dia sudah berada dipelataran parkir bangunan kantor. Sambil mengistirahatkan kepalanya pada setir, Baekhyun mencoba berpikir apa yang harus dia lakukan. Mencurigai bahwa suami kita ada main dengan perempuan lain adalah satu hal, dan adalah hal yang sangat berbeda untuk mendapat konfirmasi bahwa suami kita MEMANG ada main dengan perempuan lain. Oh! Betapa memalukannya ini semua. Apa yang akan dipikirkan semua orang tentangnya? Bahwa dia adalah satu lagi wanita yang berusaha mengikat Chanyeol, tapi gagal? Parahnya lagi adalah dia sudah menikahi Chanyeol, itu berarti kegagalannya dua kali lipat, dia sudah gagal sebagai seorang istri. Apa yang Kibum, Yunho, dan semua orang kantor akan pikirkan tentangnya? Baekhyun menahan diri agar tidak menggeram ketika memikirkan apa yang akan disimpulkan keluarganya tentang keadaan ini. Mereka akan menggunakan kesempatan ini untuk menguncinya di ruang bawah tanah selama sisa hidupnya karena sekalinya dia diperbolehkan membuat keputusan sendiri tanpa berkonsultasi dengan mereka terlebih dahulu, semuanya berakhir seperti ini.

Deringan HP membuyarkan pikirannya. Nama Taeyeon Unnie terpampang pada layar. Baekhyun menarik napas dan berharap bahwa kakaknya yang tidak pernah membaca tabloid itu belum melihat foto Chanyeol dan Irene, tapi harapannya punah ketika Baekhyun mengangkat telpon dan Teyeon langsung berteriak sekencang-kencangnya, "What the hell is that bastard trying to do to you?" Baekhyun tidak perlu jadi astronot supaya mengerti siapakah "bastard" yang dimaksud Taeyeon. Dan Baekhyun tidak tahu bagaimana dia melakukannya, tapi tanpa dia sadari, kata-kata mulai meluncur keluar dari mulutnya. Inti dari kata-kata tersebut adalah bahwa dia tahu persis hubungan Chanyeol dan Irene, dan bahwa tabloid itu hanya menggembar-gemborkan hubungan yang tidak lebih dari sekedar teman antara Chanyeol dan Irene. Taeyeon jelas-jelas tidak percaya dengan kata-kata adiknya ini, karena 5 menit kemudian Baekhyun menerima telpon dari Ibu dan Ayahnya, yang dengan suara setenang mungkin menanyakan apakah Baekhyun tahu menahu tentang hubungan Chanyeol dan Irene.

Telpon selanjutnya datang dari Luhan yang diberitahu oleh Taeyeon tentang foto di tabloid itu. Kakak keduanya ini ingin memastikan bahwa Baekhyun baik-baik saja, karena kalau tidak dia akan langsung terbang ke Seoul saat itu juga. Sesi introgasi keluarganya diakhiri oleh telpon dari Kyungsoo yang bertanya, "What the hell is going on?" Dan sekali lagi Baekhyun memberikan penjelasan yang sama. Ketika Baekhyun menutup telpon dari Kyungsoo, dia rasanya sudah mau menangis. Rasa kesal pada Chanyeol yang dia sudah coba pendam selama beberapa hari ini, meledak. Dia perlu berbicara dengan seseorang, dan satu-satunya orang yang terlintas dikepalanya adalah Jessica.

"Where are you?" tanya Jessica stelah mendengar suara Baekhyun yang terdengar seperti orang yang sudah siap menangis.

"Di kantor," jawab Baekhyun lemah.

"Stay here. I'm coming to get you." Dan Jessica langsung menutup telpon.


Sejam kemudian Baekhyun menemukan dirinya berada di kamar tidur tamu di rumah Jessica. Samar-samar dia mendengar suara Jessica yang memberitahu Jisoo bahwa Baekhyun ada emergency dan tidak bisa datang ke kantor hari ini. Baekhyun memikirkan beberapa email dari klien yang belum dijawab, tapi dia tidak tahu dimana tas kantornya berada, sehingga dia tidak ada akses ke HP-nya. Dia melihat Lucas menatapnya dari ambang pintu yang setengah terbuka dengan wajah ingin tahu. Bahkan anak sekecil dia bisa tahu kalau ada yang salah. Baekhyun ingin mengatakan kepadanya bahwa semuanya baik-baik saja, tapi dia tidak ada energi untuk melakukannya.

Kemudian Jessica muncul dan menggiring Lucas pergi, dengan mengatakan, "Jangan ganggu, Baekhyun Imo sedang sakit". Itulah kata-kata yang digunakan Jessica. Apakah aku kelihatan seperti orang sakit? Pikir Baekhyun. Oh, who cares?! teriak Baekhyun dalam hati. Yang dia inginkan adalah tidur dan berharap ini semua hanyalah mimpi buruk.


Sekali lagi Chanyeol mencoba menghubungi HP Baekhyun, tapi panggilannya dibiarkan tidak terjawab. Dia sudah mencoba menghubungi Baekhyun semenjak dia menerima telpon dari Jongdae tentang foto di tabloid itu. Dia mencoba menelpon kantor Baekhyun, tapi mereka bilang Baekhyun on emergency leave dan Chanyeol tidak perlu jadi seorang jenius untuk mengerti jenis "emergency" apa yang mereka bicarakan. Sekarang sudah jam satu siang, brarti tabloid dengan fotonya dan Irene sudah menyebar dipasaran seperti kebakaran hutan. Shit, darimana wartawan tabloid itu bisa mendapatkan fotonya dan Irene?

Chanyeol tahu bahwa meskipun tatapan Sehun menempel pada layar TV, tapi dia mendengarkan pembicaraan telponnya. Dia harus menginap di apartemen Sehun tadi malam, karena dia tidak berani pulang kerumah, dan meskipun temannya itu mau memberikannya tempat tinggal, tetapi semenjak kemarin sikapnya dingin padanya.

"Hun, whatever it is yang kau sedang pikirkan tentangku, just spit it out."

"Kau tidak mau tahu apa yang sedang aku pikirkan," balas Sehun tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar TV.

"Aku tahu kau marah padaku..."

"Dude... kata 'marah' bahkan tidak cukup menggambarkan apa yang aku rasakan terhadapmu sekarang. I feel like breaking your neck right now."

"Karena aku sudah merahasiakan hubunganku dengan Irene?"

"Karena kau membuatku harus pura-pura tidak tahu tentang hubunganmu dengan Irene di depan istrimu, yang by the way is the nicest woman I have ever met, in case you didn't know."

"I know that."

"Then why are you doing this to her, man?"

Chanyeol menyentuh pelipisnya dengan jari-jarinya. Kepalanya rasanya sudah mau pecah. "Karena aku brengsek," ucap Chanyeol.

Untuk pertama kalinya dia mengakui bahwa apa yang dia lakukan untuk Irene, meskipun dengan niat baik, adalah suatu kesalahan karena dia telah merahasiakan hal tersebut dari Baekhyun. Sebagai seorang istri, Baekhyun berhak tahu hal-hal apa saja yang dilakukan oleh suaminya, dan sebagai seorang suami, dia tidak seharusnya menyembunyikan apa-apa dari Baekhyun, apapun alasannya. Chanyeol sadar bahwa semua alasan yang dia kemukakan sebelumnya adalah bullshit.

"Super brengsek. Tapi Baekhyun mencintaimu, dan kau sebaiknya berdoa bahwa cintanya terhadapmu lebih besar daripada kesalnya dia padamu," balas Sehun.

Chanyeol tidak menghiraukan komentar Sehun yang trakhir dan menelpon rumah. Menunggu hingga telpon itu diangkat, Chanyeol memikirkan siapakah yang membocorkan jadwal pertemuan Irene dengan dokternya Aciel. Telpon itu diangkat oleh Seulgi yang menginformasikan bahwa dia belum melihat Baekhyun semenjak kemarin, sebelum kemudian mengatakan, "Kau tuh benar-benar brengsek, do you know that?" Selanjutnya Chanyeol menelpon Ibunya yang langsung menyemprotnya dengan, "Kalau Ibu tahu kau akan jadi laki-laki seperti ini, Ibu tidak perlu jauh-jauh mengirimmu sekolah ke Amerika.."

"Is she with you?" tanya Chanyeol, memotong sindiran Ibunya.

"No, she is not with me. Of all the stupid things, Chanyeol..."

Chanyeol langsung memutuskan sambungan itu. Dia tidak ada waktu untuk mendengar ceramah Ibunya saat ini. Sekali lagi Chanyeol memutar otaknya. Logikanya mengatakan bahwa Baekhyun pasti pergi ke rumah orangtuanya, tempat dimana dia bisa mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, tapi gut feelingnya mengatakan bahwa orangtua Baekhyun adalah tempat terakhir kemana Baekhyun akan pergi mencari perlindungan. Arrrgggh! Dia perlu menjelaskan apa yang sedang terjadi kepada Baekhyun, tapi bagaimana dia bisa menjelaskan kalau dia bahkan tidak bisa berbicara dengannya? Kemudian dia ingat bahwa hanya ada 1 orang yang Baekhyun akan temui kalau dia mengalami masalah, dan tanpa memedulikan bahwa teman baik istrinya itu tidak pernah suka padanya, Chanyeol langsung menghubunginya.

Chanyeol sudah mengantisipasi bahwa Jessica tidak akan mengangkat telpon kalau dia tahu telpon itu datang darinya, oleh karena itu dia langsung menghubungi telpon rumahnya. Dia agak terkejut ketika Chris yang mengangkat telpon, tapi dia bersyukur bahwa itu bukan Jessica. Chris adalah seorang laki-laki dan seorang suami, maka Chanyeol berharap bahwa dia akan lebih bisa mengerti posisinya daripada Jessica.

"Hey man, it's Park. I didn't know you're home," ucap Chanyeol.

"Yea, just for the week, flying off tomorrow to Tokyo," jelas Chris.

Chanyeol bersyukur bahwa Chris tidak langsung menutup telpon ketika mendengar suaranya. "Right," sambung Chanyeol dan dia terdiam selama beberapa detik sebelum akhirnya bertanya, "Is my wife there?"

Kehangatan langsung menyelimutinya ketika dia mendengar dirinya mengucapkan kata-kata "my wife" dan untuk pertama kalinya dia sadar bahwa dia ingin mengucapkan 2 kata itu berkali-kali selama orang yang dimaksud adalah Baekhyun.

Chris tidak langsung menjawab pertanyaan itu, tapi akhirnya dia berkata dengan nada berbisik, "Yes, she's here."

Chanyeol menghembuskan napas lega. Setidak-tidaknya dia tahu bahwa Baekhyun aman. Kemudian samar-samar dia mendengar suara Jessica yang diikuti oleh suara Chris yang lebih jelas.

"It's Chanyeol, babe..."

Chanyeol tidak bisa mendengar jelas apa yang dikatakan oleh Chris selanjutnya. Samar-samar terdengar suara orang berbicara dengan sedikit teredam, seperti ada yang meletakkan telapak tangan diatas mikrofon telpon dan sejenak kemudian dia mendengar suara Jessica.

"What do you want?" tanyanya dengan nada yang sama sekali tidak ramah.

"Halo, Jess. Aku perlu bicara dengan Baekhyun," jawab Chanyeol dengan suara setenang mungkin, meskipun hatinya jauh dari kata tenang.

"I can't allow you to do that."

Chanyeol sudah menyangka bahwa inilah yang akan dikatakan Jessica padanya. Dia bahkan bertanya-tanya kapan teman baik istrinya ini akan mulai melontarkan kata sumpahan padanya.

"Please Jess, aku hanya mau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi."

"Over my dead body," ucap Jessica.

"Kalau kau tidak memperbolehkanku berbicara dengan dia, aku akan datang kesana."

"Silakan saja, tapi aku tetap tidak akan memperbolehkanmu masuk," tantang Jessica sebelum kemudian sambungan itu diputuskan.

Tanpa pikir panjang lagi Chanyeol langsung meraih kunci mobilnya. Dia akan pastikan bahwa dia akan berbicara dengan Baekhyun, tidak perduli bagaimana caranya. Tapi sebelumnya, dia harus menyelesaikan penyebab utama kenapa dia berada di dalam situasi ini to begin with.

"Where are you doing?" teriak Sehun ketika melihat Chanyeol bergegas menuju pintu.

"Out," balas Chanyeol.


To be continued.


Gimana nih pendapat kalian buat Chanyeol di part ini?