Celebrity Wedding

by

AliaZalea


Selama sebulan setelah permintaan maaf itu, Baekhyun sadar bahwa Chanyeol mencoba sedayaupaya memperbaiki hubungan mereka, tapi Baekhyun mengalami masalah untuk menghargai usahanya. Meskipun mereka masih tinggal satu rumah dan berbagi tempat tidur, tapi Baekhyun membangun tembok Berlin disekitar dirinya untuk membatasi hubungan mereka agar tidak sedekat dulu lagi. Beberapa bulan yang lalu Baekhyun berpikir bahwa dia memiliki suatu ikatan spesial dengan Chanyeol, suatu ikatan yang hanya dimiliki oleh mereka berdua karena dia percaya pada Chanyeol, begitu juga sebaliknya. Tapi sekarang dia tahu bahwa Chanyeol tidak memercayainya untuk berbagi masalah yang dihadapinya, dan kepercayaan Baekhyun kepada Chanyeol sudah goyah, karena dia mempertanyakan hal lain apa lagi yang disembunyikan oleh Chanyeol darinya. Tanpa kepercayaan, apalah arti sebuah perkawinan?

Tepat 48 jam setelah foto Chanyeol dan Irene tersebar di tabloid, Irene menggelar konfrensi pers untuk membersihkan nama Chanyeol. Untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun ini, media tidak bisa memaki-maki Chanyeol. Pengunjung websitenya membludak hanya dalam satu malam. Kebanyakan ingin mengucapkan selamat kepadanya karena namanya sudah bersih dan tidak lagi bisa disangkutpautkan dengan Irene dan banyak juga yang mengajukan permintaan maaf karena sudah berprasangka buruk terhadapnya.

Agar lebih meyakinkan masyarakat bahwa dia adalah laki-laki baik-baik, seminggu setelah itu, Chanyeol bersedia diwawancara dan dia meminta Baekhyun hadir bersamanya. Satu-satunya alasan kenapa Baekhyun setuju melakukan ini adalah karena dia sudah capek berusaha meyakinkan keluarganya, orang-orang di kantor yang kini sering memberikan tatapan penuh simpati padanya, dan Jessica, bahwa semuanya baik-baik saja. Wawancara itu adalah hal tersulit yang pernah Baekhyun lakukan sepanjang hidupnya. Dia harus hanya tertawa ketika ketika pewawancara mengatakan bahwa dia adalah "istri yang penuh perhatian dan tidak cemburuan" dengan nada sinis. Dia tidak pernah merasa begitu dipermalukannya sepanjang hidupnya. Dia bisa menerima kalau orang membencinya dan memaki-makinya, tapi dia tidak akan pernah bisa menerima kalau orang memberikan tatapan kasihan padanya.

Ibu mertuanya menelponnya beberapa kali dan berusaha mendamaikan hubungannya dengan Chanyeol, tapi Baekhyun menolak memercayai niat baiknya ini. Yang Baekhyun inginkan adalah agar semua orang berhenti mengganggunya dan membiarkannya sendiri untuk memutuskan apakah dia ingin tetap bertahan di dalam pernikahan ini atau tidak. Kesempatan itu muncul ketika Chanyeol bilang bahwa dia harus pergi ke Jepang untuk sound mixing selama 2 minggu.

Baekhyun betul-betul menggunakan waktu ini untuk berpikir. Di satu sisi dia tahu bahwa dia mencintai Chanyeol dan bahwa konflik adalah bagian dari perkawinan, oleh sebab itu dia merasa bahwa dia harus mempertahankan pernikahan ini. Di sisi lain, Baekhyun sadar bahwa dia tidak akan bisa keluar dengan selamat kalau konflik seperti ini terjadi lagi, dan pernikahannya dengan seorang selebriti seperti Chanyeol pada dasarnya menjamin terjadinya konflik dimasa yang akan datang. Itu berarti bahwa dia harus keluar dari dari hubungan ini kalau ingin harga diri dan hatinya utuh. Kejadian yang membuat Baekhyun akhirnya bisa mengambil keputusan adalah telpon dari Victoria beberapa hari sebelum jadwal kepulangan Chanyeol.

"Selamat pagi, Vic," ucap Baekhyun.

Dia baru saja sampai di kantor dan harus menggeleng ketika melihat rangkaian mawar putih 12 tangkai yang berada didalam vas diatas meja kerjanya. Dia tidak perlu bertanya kepada Jisoo darimana datangnya bunga itu, karena selama sebulan belakangan ini, rangkaian bunga mawar segar selalu menghiasi meja kerjanya setiap pagi. Satu lagi cara Chanyeol untuk memohon maaf. Seakan-akan hati Baekhyun yang retak bisa diganti hanya dengan rangkaian bunga mawar.

"Selamat pagi Baekhyun. Kyuhyun-ssi menelponku untuk mengingatkan bahwa kontrakmu dengan Chanyeol akan berakhir lusa. Aku hanya mau memastikan bahwa semua klausa yang ada pada kontrak tersebut masih kukuh dan belum dilanggar oleh kedua belah pihak."

Baekhyun bisa mendengar hatinya hancur berkeping-keping ketika mendengar kata-kata Victoria. Dengan susah payah Baekhyun akhirnya berkata, "Ya, klausa pada kontrak masih kukuh."

Selama beberapa bulan ini, dia menyangka bahwa Chanyeol sudah mengurus kontrak itu, tapi kemudian Baekhyun ingat bahwa dia tidak pernah menerima dokumen apa-apa dari Victoria yang menyatakan bahwa kontrak itu sudah dibatalkan. Apa Chanyeol lupa membatalkan kontrak itu? Tapi mengetahui betapa telitinya Chanyeol, Baekhyun mendapati alasan ini tidak masuk akal. Jadi satu-satunya kemungkinan adalah bahwa Chanyeol memang tidak pernah berniat membatalkan kontrak ini. Chanyeol memang tidak pernah menginginkannya, apalagi mencintainya. Baekhyun tertawa sendiri, menertawakan dirinya yang sudah terlalu bodoh karena menaruh harapan pada Chanyeol. Bagi Chanyeol, dia hanyalah sebuah boneka yang dibeli olehnya dengan tujuan tertentu, dan setelah tujuan itu tercapai, dia sudah tidak ada gunanya lagi.

Samar-samar Baekhyun mendengar Victoria berkata, "Oke, kalau begitu aku akan konfirmasikan hal ini kepada Kyuhyun-ssi. Coba bertahan beberapa hari lagi, setelah itu kau bisa mendapatkan uang konpensasi."

Setelah telpon itu berakhir, tanpa pikir panjang lagi, Baekhyun mulai merencanakan kepindahannya dari rumah Chanyeol dengan menelpon MyRelo, perusahaan yang setahun lalu memindahkan barang-barangnya dari apartemennya ke rumah Chanyeol dan meminta mereka datang ke alamat rumah Chanyeol lusa. Meskipun begitu, mereka akan mengedrop beberapa boks agar Baekhyun bisa mulai membereskan barang-barangnya hari itu juga. Setelah puas melihat semua persiapan ini, Baekhyun melanjutkan harinya untuk mengerjakan pekerjaan kantor. Dia agak terkejut ketika telponnya berdering dan melihat nama ibu mertuanya berkelap-kelip pada layar telpon. Karena tidak tahu apa yang dia akan katakan pada Ibunya Chanyeol, akhirnya dia tidak menghiraukan panggilan itu dan juga sepuluh panggilan selanjutnya. Ketika dia sampai di rumah jam delapan, Minah memberitahunya bahwa Ibu Youngmi sudah menelpon rumah setiap setengah jam mencarinya, dan Baekhyun diminta segera membalas telponnya. Baekhyun tidak membalas satu telponpun.


Ibu Youngmi tahu bahwa menantunya sedang menghindarinya, tapi dia harus mendapatkan konfirmasi darinya bahwa dia tidak akan menggugat cerai Chanyeol. Dia menerima telpon dari Kyuhyun beberapa jam yang lalu, yang mengatakan bahwa kontrak yang ditandatangani Chanyeol dan Baekhyun setahun yang lalu masih kukuh, yang berarti bahwa pernikahan mereka akan berakhir dalam 48 jam. Dia tahu bahwa Chanyeol sudah menyakiti hati Baekhyun, oleh sebab itu dia memang pantas digugat cerai.

Setelah sekali lagi telponnya dibiarkan tidak terangkat oleh menantunya, Ibu Youngmi terdiam, memikirkan langkah apa yang bisa dia ambil untuk menyelamatkan pernikahan anaknya. Saat ini dia sama sekali tidak perduli akan dampak perceraian ini kepada karier Chanyeol, yang dia pikirkan adalah dampak perceraian ini kepada diri Chanyeol. Tanpa memedulikan jam yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam, Ibu Youngmi menelpon HP Chanyeol, begitu Chanyeol mengatakan, "Halo", tanpa menghiraukan nada mengantuknya, Ibu Youngmi langsung berkata, "Ambil penerbangan pertama kembali ke Seoul besok pagi. Kau harus pulang secepatnya."

"Who's this?"

"Pakai bertanya lagi. Ini Ibumu Chanyeol, what are you, deaf now sampai-sampai tidak mengenali suara Ibu?" teriak Ibu Youngmi gemas.

"Tidak, hanya mengantuk," balas Chanyeol sambil meraba-raba, mencari tombol lampu. Setelah lampu pada night stand menyala, dia menyipitkan matanya untuk mencari kacamatanya dan memaksa tubuhnya ke dalam posisi duduk pada saat yang bersamaan, "Ada apa menelponku malam-malam begini, Bu?"

"Kyuhyun sudah berusaha menelponmu berkali-kali, tapi kau tidak pernah angkat dan tidak pernah telpon mereka balik juga, makanya Kyuhyun telpon Ibu."

Chanyeol ingat bahwa dia melihat nomor HP Kyuhyun berkali-kali selama 24 jam belakangan ini, tetapi dia tidak menghiraukannya. Dia perlu konsentrasi pada pekerjaannya. "Memangnya ada apa sih yang urgent sekali dan tidak bisa menunggu sampai aku pulang ke Seoul?" gerutu Chanyeol.

"Kontrakmu dengan Baekhyun akan berakhir lusa, dan Baekhyun berniat menuruti klausa kontrak itu. Do you get where I'm getting at, Chanyeol? Dia akan menceraikanmu."

"Whaaaaaaatt? No! Aku sudah memberitahu kantor Kyuhyun untuk membatalkan kontrak itu bulan Oktober lalu."

Kini giliran Ibu Youngmi yang berteriak, "What?"

"Aku tidak berniat menceraikan dia, Bu. Aku betul-betul serius dengan dia. Aku mencintai dia, Bu."

Ibu Youngmi terdiam selama beberapa detik ketika mendengar Chanyeol mengatakan bahwa dia mencintai Baekhyun. Selama ini dia selalu berpikir bahwa anaknya sudah kehilangan kemampuannya untuk mencintai seseorang selain dirinya, tapi ternyata dia masih mampu mencintai seorang wanita, dan itu membuatnya terharu. Ternyata dia tidak merusak semua yang ada pada diri Chanyeol, karena Chanyeol jelas-jelas masih memiliki hatinya.

"Kau sebaiknya pulang untuk meluruskan ini semua karena jelas-jelas Kyuhyun tidak tahu menahu tentang pembatalan kontrak ini," ucap Ibu Youngmi lembut.

Mendengar nada Ibunya, Chanyeol tidak berpikir dua kali untuk menurutinya. "Aku akan ambil penerbangan pertama ke Seoul besok," ucap Chanyeol tegas.


Chanyeol sampai di Seoul jam satu siang dan langsung menuju Gangnam. Kepalanya terasa berat dan matanya pedih karena kurang tidur. Semalaman dia mencoba melakukan beberapa hal pada saat yang bersamaan. Dia membangunkan Kyuhyun dari tidurnya dan memintanya mencek dengan orang-orang kantornya tentang permintaan pembatalan kontrak yang dilakukannya beberapa bulan yang lalu. Waktu itu Kyuhyun sedang ada urusan ke luar negeri sehingga Chanyeol harus puas berbicara dengan seorang asisten pengacara bernama Taeil. Setelah menerima permintaan maaf yang berlebihan atas kesalahan ini dan kepastian bahwa Kyuhyun akan meluruskan masalah ini dengan Taeil, Chanyeol menutup telpon. Chanyeol tahu bahwa dia seharusnya mengonfirmasi ulang permintaannya ketika dia tidak mendengar kabar apa-apa dari pengacaranya, tapi jujur saja, selama beberapa bulan belakangan ini pikirannya penuh dengan berbagai hal penting lainnya, seperti turnya, rekaman albumnya, Baekhyun, kemudian Irene. Dia kemudian menelpon front-desk, meminta mereka agar mengonfirmasi penerbangannya kembali ke Seoul besok pagi. Dia menunggu selama setengah jam sebelum front-desk menelponnya kembali dan mengatakan bahwa mereka sudah berhasil mengonfirmasi penerbangannya. Dia menyumpah ketika tahu bahwa dia baru bisa meninggalkan Jepang tengah hari karena semua penerbangan pagi ke Seoul fully-booked.

Chanyeol menemukan Baekhyun sedang duduk di salah satu kursi malas di tepi kolam renang. Wajahnya setengah tersembunyi di balik novel tebal. Keningnya sedikit berkerut yang menandakan bahwa dia sedang berkonsentrasi penuh, dan ini adalah pemandangan paling indah yang pernah dilihat Chanyeol sepanjang hidupnya. Segala omelan yang diterimanya tadi malam dari Ibunya dan mata pedas karena tidak bisa tidur dengan nyenyak, semuanya worth it karena dia bisa melihat wanita yang dicintainya pada saat ini. Terkejut menyadari betapa dalamnya perasaannya terhadap Baekhyun, Chanyeol tersandung langkahnya sendiri.

Baekhyun tidak mendengar langkah Chanyeol sebelumnya, tapi dia mendengar ketika Chanyeol menyumpah. Dia langsung mengangkat kepalanya untuk melihat sumber suara itu. Ketika dia melihat Chanyeol, dia langsung menutup bukunya dan berdiri, tetapi dia tidak bergerak mendekati Chanyeol. Dia tidak kelihatan terkejut sama sekali ketika melihat Chanyeol, yang berarti bahwa dia sudah menunggu kedatangannya. Chanyeol tidak tahu apakah itu sesuatu yang patut disyukuri atau tidak. Chanyeol berhenti tepat dihadapannya dan dia tidak tahu apakah Baekhyun akan menamparnya atau menciumnya balik kalau misalnya dia menciumnya, seperti yang dia rencanakan sebelumnya. 2 bulan yang lalu, dia yakin bahwa Baekhyun akan langsung loncat ke dalam pelukannya dan mencium bibirnya dengan mesra kalau melihatnya, tapi sekarang, Chanyeol bahkan yakin Baekhyun tidak mau berada di dalam ruangan yang sama dengannnya.

Dia memandangi wajah wanita yang berhasil membuatnya bertekuk lutut, mencoba mendapatkan petunjuk akan reaksinya terhadapnya. Dan hanya dalam hitungan detik dia tahu bahwa ini adalah satu kesalahan, karena wajah itu menggambarkan kegalauan yang ada didalam hatinya. Chanyeol merasa seperti ada orang yang baru saja melindas dadanya. Hatinya remuk melihat Baekhyun berusaha kelihatan kuat, tetapi gagal total. Dia berjanji untuk tidak akan pernah membuat Baekhyun kelihatan seperti ini lagi.

"Hey babe, I'm home," ucapnya. Dia harus mengencangkan otot kedua tangannya agar tidak menarik Baekhyun ke dalam pelukannya.

Baekhyun hanya mengangguk kaku, dan sebelum dia kehilangan keberaniannya, Chanyeol berkata, "Aku tahu bahwa hubungan kita sedang tidak baik sekarang gara-gara Irene, dan kau pasti bertanya-tanya kenapa kontrak kita..."

Baekhyun mengangkat tangannya, menghentikan Chanyeol. "Kau tidak perlu menjelaskan. Aku sudah tahu semuanya dan it's okay. Aku mengerti dan aku minta maaf karena aku memerlukan waktu sebegini lama untuk memahami semuanya."

Chanyeol tidak mengerti apa yang baru saja dikatakan oleh Baekhyun, dia belum sempat menanyakan hal ini ketika Baekhyun melangkah mendekat, menarik kepalanya ke bawah dan mencium bibirnya dengan dalam. Chanyeol masih terkejut selama beberapa detik hanya bisa terdiam dan menerima ciuman itu. Kemudian Baekhyun berjinjit dan melingkarkan tangannya pada leher Chanyeol dan tubuh Chanyeol langsung bereaksi. Dengan serta merta dia langsung mengangkat tubuh Baekhyun sehingga Baekhyun harus melingkarkan kedua kaki pada pinggang Chanyeol dan membalas ciuman itu dengan antusias. Chanyeol tidak pernah melihat ekspresi pada wajah Baekhyun ketika membawanya masuk ke kamar tidur.


To be continued.